Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Teras Jurnal

Analisis Abrasi Terhadap Pergeseran Tepi Pantai Dengan Digital Shorline Analisis System (DSAS) yulianto, alim; Zakaria, Ahmad; Kusumastuti, Dyah Indriana
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 15 No. 1 (2025): Volume 15 Nomor 1, Maret 2025
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v15i1.1220

Abstract

Abstrak Pantai Cahaya Negeri, Kecamatan Lemong Kabupaten Pesisir Barat mengalami abrasi signifikan, berdampak pada pergeseran tepi pantainya. Tujuan penelitian adalah untuk mengkaji, mengidentifikasi dampak pergeseran tepi pantai oleh abrasi periode 2012 hingga 2022 dan memprakirakan pergeseran tepi pantai periode 2023 hingga 2032. Metode pemantauan menggunakan Digital Shoreline Analysis System (DSAS) perhitungan Shoreline Change Envelope (SCE), Net Shoreline Movement (NSM), End Point Rate (EPR) untuk memprakirakan pergeseran tepi pantai, digunakan perhitungan Linear Regression Rate (LRR). Hasil analisis menunjukkan abrasi menyebabkan pergeseran tepi pantai 2,11 hektare periode 2012 hingga 2022. Prakiraan pergeseran tepi pantai sebesar 13,6 m, luas perubahan sebesar 2,33 hektare periode 2023 hingga 2032. Kesimpulan adalah Pergeseran tepi pantai (2012 hingga 2022) didominasi abrasi sebesar 2,11 hektare (92,7%), akresi 0,16 hektare (7,2%), total pergeseran 2,281 hektare. Dampaknya meliputi longsor, dan kerusakan lahan pertanian. Prakiraan (2023-2032) menunjukkan bahwa abrasi 13,6 m pergeseran terbesar 34,47 m, terkecil 0,34 m, dan akresi 0,46 m. Kata kunci: abrasi, prakiraan, DSAS, NSM, LRR.   Abstract Cahaya Negeri Beach, Lemong District, Pesisir Barat Regency experienced significant abrasion, impacting the shifting of its shoreline. The researcher's objective was to study, identify the impact of shoreline shifting by abrasion from 2012 to 2022 and predict shoreline shifting from 2023 to 2032. The monitoring method used the Digital Shoreline Analysis System (DSAS) calculation of Shoreline Change Envelope (SCE), Net Shoreline Movement (NSM), End Point Rate (EPR) to predict shoreline shifting, Linear Regression Rate (LRR) calculation was used. The results of the analysis show that abrasion causes a shift in the coastline of 2.11 hectares from 2012 to 2022. The prediction of the shift in the coastline is 13.6 meters, the area of change is 2.33 hectares from 2023 to 2032. The conclusion is that the shift in the coastline (2012 to 2022) is dominated by abrasion of 2.11 hectares (92.7%), accretion of 0.16 hectares (7.2%), total shift of 2,281 hectares. The impacts include landslides and damage to agricultural land. The prediction (2023-2032) shows abrasion of 13.6 meters, the largest shift is 34.47 meters, the smallest is 0.34 meters, and accretion is 0.46 meters. Keywords: abrasion, prediction, DSAS, NSM, LRR.
Analisis Kelayakan Ekonomi Teknik Investasi Pembangunan Terminal Khusus dalam Mendukung Distribusi Tambang Batu Basalt Diwantari, Windy Putri; Herison, Ahmad; Usman, Kristianto; Zakaria, Ahmad; Kusumastuti, Dyah Indriana
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 15 No. 2 (2025): Teras Jurnal (September)
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v15i2.1290

Abstract

Abstrak   Ketidakefisienan distribusi hasil tambang batu basalt melalui jalur darat mendorong pembangunan Terminal Khusus PT. Optima Nusa Tujuh guna mengoptimalkan distribusi melalui jalur laut. Penelitian bertujuan untuk menentukan skenario investasi paling optimal berdasarkan kelayakan finansial dan kontribusinya terhadap efisiensi distribusi. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif dengan teknik kualitatif dan kuantitatif. Analisis kualitatif digunakan untuk mengevaluasi aspek non-finansial, sedangkan analisis kuantitatif menilai kelayakan finansial berdasarkan parameter NPV, IRR, PI, BCR, BEP, dan PBP. Hasil evaluasi terhadap kelima skenario investasi menunjukkan bahwa seluruh skenario layak dilaksanakan dengan nilai NPV positif. Namun, hanya skenario moderat hingga optimis yang memenuhi seluruh kriteria kelayakan. Skenario 5 (optimis 20%) memberikan hasil paling optimal, dengan NPV sebesar Rp65.396.124.689,67, IRR sebesar 34,21%, dan periode pengembalian investasi tercepat selama 3 tahun 2 bulan 4 hari. Kesimpulannya, pendistribusian hasil tambang melalui terminal khusus jalur laut dinilai layak dan memberikan dampak positif secara finansial karena memberikan keuntungan jangka panjang dan efisiensi distribusi terbaik.   Kata kunci: studi kelayakan, terminal khusus, distribusi  basalt, NPV, IRR   Abstract   The inefficiency of basalt distribution via land transportation has prompted the development of a dedicated terminal by PT. Optima Nusa Tujuh to enhance maritime distribution. This study aims to determine the most optimal investment scenario based on financial feasibility and its impact on distribution efficiency. A descriptive method is employed, incorporating both qualitative and quantitative approaches. Qualitative analysis explores non-financial factors influencing project viability, while quantitative analysis evaluates financial feasibility using NPV, IRR, PI, BCR, BEP, and PBP. Analysis of five investment scenarios reveals that all are financially feasible with positive NPV values; however, only moderate to optimistic scenarios fulfill all feasibility criteria. Scenario 5 (20% optimistic) emerges as the most optimal, yielding the highest NPV of IDR 65,396,124,689.67, IRR of 34,21%, and the shortest payback period of 3 years, 2 months, and 4 days. In conclusion, maritime distribution via dedicated terminal is feasible and financially advantageous, ensuring long-term gains and efficient logistics.   Keywords: feasibility study, dedicated terminal, basalt distribution, NPV, IRR
Analisis Muka Air Banjir terhadap Tutupan Lahan di Sungai Bulok Kabupaten Pringsewu Provinsi Lampung Amanda, Tiara Maelta; Kusumastuti, Dyah Indriana; Zakaria, Ahmad; Herison, Ahmad; Wahono, Endro Prasetyo
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 13 No. 2 (2023): Volume 13 Nomor 2, September 2023
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v13i2.957

Abstract

Abstrak Sungai Bulok menjadi salah satu Lokasi banjir di WS Seputih Sekampung yang berhasil diidentifikasi. Pada tahun 2017, terjadi banjir besar di Sungai Bulok sehingga mengakibatkan Bendung Gatel (STA 11+00 dari Muara Way Bulok) rusak berat dan juga menyebabkan kerusakan tanggul. Tujuan penelitian ini akan menganalisis Debit Puncak Banjir untuk mengetahui Tinggi Muka Air banjir dengan menggunakan HEC-RAS, serta membahas alternatif untuk mengurangi dampak banjir. Analisis banjir rencana menggunakan metode HSS Nakayashu. Debit puncak banjir Sungai Bulok, untuk kala ulang 20 tahun sebesar 517,02 m3/dt. Profil muka air banjir pada sungai bulok untuk Kala Ulang 2, 5, dan 10 tahun aman dari banjir, sedangkan untuk kala ulang 20 tahun terdapat banjir dari Ruas 1 sampai dengan Ruas 8 sungai Bulok. Untuk alternatif jangka pendek dan menengah diperhitungkan panjang tanggul Untuk mereduksi limpasan yang terjadi dilakukan simulasi hidrolika dengan mengubah tutupan lahan sebanyak 10% sehingga dapat menurunkan Debit Banjir Kala ulang 20 tahun menjadi 313,35 m3/dt atau sebesar 39,39%. Kata kunci: Sungai Bulok, HEC-RAS, tata guna lahan, banjir  Abstract Bulok River is one of the identified flood locations in the Seputih Sekampung Watershed. In 2017, there was a major flood on the Bulok River, causing the Gatel Dam (STA 11+00 from Muara Way Bulok) to be heavily damaged and also causing damage to the embankment. The purpose of this study will be to analyze the Peak Flood Discharge to determine the Flood Water Level using HEC-RAS, as well as discuss alternatives to reduce the impact of flooding. Design flood analysis using the HSS Nakayashu method. The peak flood discharge of the Bulok River, for a 20-year return period, is 517.02 m3/sec. The profile of the flood water level in the bulok river for return periods 2, 5, and 10 years is safe from flooding, while for the 20 year return period there are floods from section 1 to section 8 of the Bulok river. For the short and medium term alternatives, the length of the embankment is calculated. To reduce the runoff that occurs, hydraulic simulations are carried out by changing the land cover by 10% so that it can reduce the 20 year return period flood discharge to 313.35 m3/s or 39.39%. Keywords: Bulok River, HEC-RAS, land use, flood
Pendugaan Hasil Sedimen Terhadap Penggunaan Lahan dengan Metode MUSLE di DAS Way Besai Saputro, Rifki Ananda; Kusumastuti, Dyah Indriana; Wahono, Endro Prasetyo; Zakaria, Ahmad; Purwadi, Ofik Taupik
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 14 No. 2 (2024): Volume 14 Nomor 2, September 2024
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v14i2.1101

Abstract

Abstrak Salah satu dampak dari erosi adalah penurunan produksi pangan secara global. Penyebab erosi yang terjadi di wilayah sungai adalah perubahan tutupan lahan dan iklim. Dengan melakukan penghijauan, meningkatkan vegetasi dan ekologi, dan perencanaan penggunaan lahan diindikasikan dapat mencegah erosi. Sedimentasi akibat erosi di sungai juga dapat mengurangi kapasitas sungai dalam menampung air. Metode MUSLE (Modified Universal Soil Loss Equation) merupakan pengembangan metode USLE (Universal Soil Loss Equation) dalam pendugaan hasil sedimen. Tujuan dari penelitian adalah memperoleh pendugaan hasil sedimen terhadap penggunaan lahan menggunakan metode MUSLE pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Way Besai berbasis sistem informasi geografis. Hasil sedimen periode ulang dengan metode MUSLE untuk Y(2 tahun), Y(5 tahun), Y(10 tahun), Y(25 tahun), Y(50 tahun), Y(100 tahun), dan Y(200 tahun) masing-masing diperoleh sebesar 656.8765 ton, 782.4091 ton, 861.3319 ton, 957.7598 ton, 1027.6898 ton, 1096.4283 ton, dan 1164.6822 ton. Sedimentasi kala ulang menunjukkan tren peningkatan sejalan dengan bertambahnya lama periode yang berulang. Kata kunci: Sedimen, Erosi, MUSLE, DAS Way Besai  Abstract Erosion leads to a global decrease in food production. Land cover and climate changes are the main causes of erosion in river areas. To reduce erosion, we can implement greening projects, improve vegetation, and plan land use strategically. Sedimentation resulting from river erosion can diminish the water-holding capacity of rivers. MUSLE (Modified Universal Soil Loss Equation) method, which enhances USLE (Universal Soil Loss Equation), is used to predict sediment yield. The objective of research is to estimate sediment yield in relation to land use using MUSLE method within Way Besai Watershed, based on a geographic information system (GIS). Sediment yields for recurrence periods, including Y(2 years), Y(5 years), Y(10 years), Y(25 years), Y(50 years), Y(100 years), and Y(200 years), are calculated as 656.8765 tons, 782.4091 tons, 861.3319 tons, 957.7598 tons, 1027.6898 tons, 1096.4283 tons, and 1164.6822 tons, respectively. Sedimentation rates exhibit an upward trajectory in tandem with increasing recurrence periods. Keywords: Sedimentation, Erosion, MUSLE, Way Besai Watershed
Co-Authors Adenan Yusuf Afandi . Ahmad Herison Ahmad Zaenudin Ahmad Zakaria Ahmad Zakaria Ahmad Zakaria Ahmad Zakaria Aji Saputra, Aji Amanda, Tiara Maelta Amini, Rosidah Andandaningrum, Della Andriani, Gustin Anggraini, Witta Putri Anton, Sari Aprizal Arianti, Tanti Aristiani, Widya Asep Sukohar Astika Murni Lubis Ayuningsih, Titik Bayu krishna mukti C.H. Van Rafii Candra Hakim Van Rafi’i Christine Wulandari D. Jokowinarno Diwantari, Windy Putri Dwi Joko Winarno Dwi Joko Winarno Dwi Joko Winarno Dwi Joko Winarno Dwi Joko Winarno Dwi Joko Winarno Dwi Jokowinarno Dwi Jokowinarno Dwi Jokowinarno ELOK BUDI UTAMI Endro Prasetyo Wahono F. Yuniarti fadhel dzaki sembiring Falah, M. Najmul Fathony, Awal Rifan Febriyani, Febriyani Fieni Yuniarti Fitriya Rahmawati Fridayanto, Syahlan Naufal Gani, Rama Dian Gultom, Winda Maria Rebecca gustin andriani Hardito, Joni Haris Murwadi Hidayat, Kurnia Ryandani Humaidi Humaidi Humaidi Humaidi Humaidi, Humaidi Irwan Irwan Irwan Sukri Banuwa Irwan Sukri Banuwa Jundulloh, Panglima juwita novi yana Kristianto Usman kuncoro, wahyu hadi Kusanti, Nency Dwi M. Najmul Falah Mahardika, Siti Mardiyansyah Mardiyansyah Marfirah Ulfah Maula, Frida Yassar Maulana Yusuf Maulana Yusuf Mega Astriyana Melya Riniarti Muhamad Angga Wicaksono Muhammad Jazuli Mustofa mukti, Bayu krishna Murdiagatma, Sefrinta Sasma Mutya Nivitha Nency Dwi Kusanti Nengah Sudiane Niken, Chatarina Nivitha, Mutya Nora Anggraini Noviani, Erina Nugraheni, Melly Nur Arifaini Ofik Taufik Purwadi Ofik Taufiq Purwadi Okta Ainita Panglima Jundulloh Peranginangin, Imanuel Purwadi , Ofik Taupik Purwadi, Ofik Taupik putri, wardatul aini Rama Dian Gani Restika Putri Rian Alfian Riki Chandra Wijaya Riyo Ardi Yansyah Riza Muhida Robiyanto Robiyanto Robiyanto, Robiyanto Rosidah Amini S Suharno Samsul Bakri Saputro, Rifki Ananda Sari, Dwi Meyta Siti Nurul Khotimah Siti Nurul Khotimah Slamet Budi Yuwono Slamet Budi Yuwono Sri Ratna Sulistiyanti Subuh Tugiono Subuh Tugiono, Subuh Suharni Suharni Sumiharni . Suprayitno, Meli Susilowati A Syafri Adi Teguh Endaryanto Titik Ayuningsih Tomi, Muhammad Tommy Arisandy Ulfah, Marfirah Utami, Elok Budi Very Dwiyanto Wahono, Endro Prsetyo wahyu hadi kuncoro Wardatul Aini Putri Wicaksono, Muhamad Angga Widya Aristiani Wijaya, Riki Chandra Winarno, Dwi Joko Winda Maria Rebecca Gultom Yana, Juwita Novi Yuda Romdania yulianto, alim Zaldi Ronald