Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS PEMANFAATAN PELAYANAN KESEHATAN OLEH PASANGAN USIA SUBUR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS UTEUN PULO KECAMATAN SEUNAGAN TIMUR Rosita, Sri; Rahmayani, Rahmayani; ZA, Raudhatun Nuzul; Yunita, Yunita; Saputra, Andri
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i2.4289

Abstract

Komplikasi dan dan kematian ibu dan bayi baru lahir sebagian besar terjadi pada masa disekitaran persalinan, hal ini antara lain disebabkan karena pertolongan tidak dilakukan oleh tenaga kesehatan dengan kompetensi kebidanan. Jumlah PUS yang mengikuti KB aktif berjumlah 1.213 PUS dan  jumlah PUS pasca persalinan berjumlah 130. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan oleh pasangan usia subur di wilayah kerja puskesmas Uteun Pulo Kecamatan Seunagan Timur. Penelitian ini bersifat Deskriptif Analitik dengan pendekatan Cross Sectional Study. Jumlah populasi dalam penelitian ini berjumlah 290 PUS dan Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 74 PUS dengan menggunakan random sampling. Hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan PUS (p-Value = 0,007 < α = 0,05), peran tokoh masyarakat (p-Value = 0,040 < α = 0,05 dan akses (p-value = 0,034 < α = 0,05). terhadap pelayanan dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan oleh PUS. Diharapkan Puskesmas Uteun Pulo Kecamatan Seunagan Timur melakukan penyuluhan secara spesiifk dengan melibatkan tokoh masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan ibu PUS dan suaminya serta meningkatkan upaya preventif dengan pendekatan keluarga.Kata kunci : PUS, Pengetahhuan, Akses, Tokoh MasyarakatBackground of the Problem: Complications and maternal and newborn deaths mostly occur around the time of delivery, this is partly due to the assistance not being carried out by health workers with midwifery competence. The number of PUS who participated in active family planning was 1,213 PUS and the number of PUS after delivery was 130. The purpose of this study was to determine the factors related to the use of health services by fertile couples in the working area of the Uteun Pulo Health Center, Seunagan Timur District. This study is descriptive analytical with a cross-sectional study approach. The population in this study was 290 PUS and the number of samples in this study was 74 PUS using random sampling. The results of the study can be concluded that there is a relationship between PUS knowledge (p-Value = 0.007 <α = 0.05), the role of community leaders (p-Value = 0.040 <α = 0.05 and access (p-value = 0.034 <α = 0.05). towards services with the use of health services by PUS. It is expected that the Uteun Pulo Health Center, Seunagan Timur District, will conduct specific counseling by involving community leaders to increase the knowledge of PUS mothers and their husbands and increase preventive efforts with a family approach.Keywords: PUS, Knowledge, Access, Community Leaders
ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PRILAKU KONSUMSI BUAH DAN SAYUR PADA TENAGA KESEHATAN DI RUMAH SAKIT TGK CHIK DITIRO PIDIE JAYA ZA, Raudhatun Nuzul; Renjani, Risky Swastika; Willis, Ratna; Rahmi, Cut Liza
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i2.4347

Abstract

Latar Belakang Masalah: Konsumsi buah dan sayur adalah salah satu pesan penting dalam pedoman gizi seimbang agar menuju masyarakat hidup sehat. Untuk mengubah pola pikir masyarakat agar memiliki paradigma sehat, pemerintah Indonesia melakukan upaya melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS). Berdasarkan studi pendahuluan data awal di Rumah Sakit Tgk Chik Ditiro Pidie Jaya bahwa tenaga Kesehatan yang diwawancara dari 20 orang yang diwawancara ada 14 orang tenakes yang tidak suka mengkonsumsi sayur dan buah. Tujuan Penelitian: Untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan berhubungan dengan prilaku konsumsi buah dan sayur pada tenaga kesehatan di Rumah Sakit Tgk Chik Ditiro Pidie Jaya.  Metode Penelitian: Pada penelitian ini menggunakan desain survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh tenaga kesehatan sebanyak 1.170 orang. Besar sample dalam penelitian ini adalah 100 orang responden tenaga Kesehatan yang bekerja di Rumah Sakit Tgk Chik Ditiro Pidie Jaya. Hasil Penelitian: hasil uji stastistik didapatkan variabel pengetahun memperoleh nilai p- value = 0,002 yaitu ada hubungan, variabel perilaku merokok dengan p- value = 0,015 yaitu ada hubungan, variabel lingkungan rumah dengan p- value = 0,000 yaitu ada hubungan yang signifikan antara prilaku konsumsi buah dan sayur.  Kesimpulan dan Saran: Ada hubungan antara pengetahuan, perilaku merokok dan lingkungan rumah dengan prilaku konsumsi buah dan sayur pada tenaga Kesehatan di Rumah Sakit tgk Chik Ditiro Pidie Jaya. Diharapkan agar meningkatkan dan menambah informasi mengenai konsumsi buah dan sayur, disamping sehat bagi Kesehatan juga dapat mengurangi resiko terjadinya penyakit kronis yang disebebakan oleh pola hidup yang tidak sehat. Jadi penting bagi tenaga Kesehatan ntukmeningkatkan pengetahuan mengenai buah dans ayur selain menjadi tugas pokok dalam memberikan pelayanan kepada Masyarakat.Kata kunci: : Prilaku Konsumsi buah dan sayur, tenaga kesehatanBackground of the Problem: Consumption of fruits and vegetables is one of the important messages in the balanced nutrition guidelines for a healthy society. To change the community's mindset and create a healthy paradigm, the Indonesian government has made efforts through the Healthy Living Community Movement (GERMAS). Based on a preliminary study of initial data at the Tgk Chik Ditiro Pidie Jaya Hospital, 14 health workers were interviewed out of 20 people who like to consume vegetables and fruits. Research Objective: To analyze factors related to fruit and vegetable consumption behavior in health workers at the Tgk Chik Ditiro Pidie Jaya Hospital. Research Method: This study used an analytical survey design with a cross-sectional approach. The population in this study were all health workers totaling 1,170 people. The sample size in this study was 100 health worker respondents who worked at the Tgk Chik Ditiro Pidie Jaya Hospital. Research Results: statistical test results obtained knowledge variables obtained p-value = 0.002, which means there is a relationship, smoking behavior variables with p-value = 0.015, which means there is a relationship, home environment variables with p-value = 0.000, which means there is a significant relationship between fruit and vegetable consumption behavior. Conclusion and Suggestions: There is a relationship between knowledge, smoking behavior, and home environment with fruit and vegetable consumption behavior in health workers at the Tgk Chik Ditiro Pidie Jaya Hospital. It is expected to increase and add information about fruit and vegetable consumption, in addition to being healthy for health, it can also reduce the risk of chronic diseases caused by unhealthy lifestyles. So health workers need to increase their knowledge about fruits and vegetables in addition to being the main task in providing services to the community.Keywords: Fruit and vegetable consumption behavior, health workers
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMBERIAN ASI EKSLUSIF PADA IBU BEKERJA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ALUE BILIE KECAMATAN DARUL MAKMUR KABUPATEN NAGAN RAYA Wahyuni, Alfitri; Safitri, Faradilla; Nuzul ZA, Raudhatun; Azkia, Naura; Putri, Rizka Amalia
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i2.4685

Abstract

Latar Belakang : ASI adalah Air Susu Ibu yang diberikan kepada bayi sejak dilahirkan sampai berusia enam bulan, tanpa tambahan makanan lain (kecuali obat, vitamin dan mineral. Hambatan dalam perberian ASI eksklusif terjadi karena sikap ibu yang mengacu pada perilaku dalam pemberian ASI dikarenakan adanya perasaan bahwa menyusui sangat sulit untuk dipraktikan. World Health Organization (WHO), melaporkan bahwa bayi dengan ASI eksklusif tahun 2018 mencapai 40%. Indonesia mencapai 41,2% tahun 2016 dan menurun tahun 2017 menjadi 40,7% sehingga perlu diperhatikan dan ditindaklanjuti. Tujuan : Menganalisis faktor yang berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif pada ibu yang berkerja di wilayah Puskesmas Alue Bilie Kabupaten Nagan Raya.Metode : Jenis penelitian ini bersifat analitik deskriptif, dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu menyusui dan bekerja yang memiliki bayi 6-12 bulan dari bulan April 2023 sampai Maret 2024 sebanyak 69 orang. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 69 dan pengambilan sampel menggunakan total sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan membagikan kuesioner. Analisi data dalam penelitian ini dengan analisi Chis- Square.Hasil : Eksklusif, 50,7% memiliki pengetahuan kurang, 56,5%, tidak mendapat dukungan dari budaya dan 0,9% yang parruh waktu. Hasil uji statistik menunjukkan ada hubungan pengetahuan, dan budaya, dan pekerjaan dengan p value untuk pengetahuan 0,001, budaya dengan p value 0,014 dan pekerjaan dengan p value 0,013.Kesimpulan : Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan pengetahuan, budaya, pekerjaan dengan pemberian ASI eksklusif di Alue Bilie  
Pengaruh Penggunaan Multimedia “Edukasi Anemia” Terhadap Perubahan Pengetahuan Dan Sikap Pencegahan Anemia Pada Ibu Hamil Di Puskesmas Ibrahim Adjie Kota Bandung Wahyuni, Alfitri; Sutisna, Ma'mun; ZA, Raudhatun Nuzul
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i1.4084

Abstract

Wanita hamil sangatlah rentan menderita anemia defisiensi besi dikarenakan kebutuhan akan oksigen yang lebih tinggi yang mengakibatkan meningkatnya produksi erythropoietin (EPO). Penatalaksanaan pencegahan anemia pada ibu hamil perlu didukung pengetahuan dan sikap yang dapat menunjang kesejahteraan ibu hamil. Media edukasi berperan penting untuk meningkatkan pengetahuan serta sikap ibu dalam mencegah anemia pada ibu hamil. Penelitian bertujuan melakukan analisis pengaruh penggunaan multimedia “Edukasi Anemia” terhadap pengetahuan serta sikap ibu mengenai pencegahan anemia dibanding dengan media edukasi konvensional oleh bidan. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan penelitian quasi eksperimen. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli- September 2022. Jumlah responden yaitu 84 orang ibu hamil, yang terbagi menjadi 2 kelompok (eksperimen serta kontrol). Teknik consecutive sampling dipakai untuk mengambil sampel. Penelitian memakai analisis uji-t independent antar kelompok maupun sebelum dan setelah perlakuan, N-gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa multimedia “Edukasi Anemia” berpengaruh pada pengetahuan serta sikap dari ibu hamil dalam mencegah anemia (p<0,05). penggunaan multimedia “Edukasi Anemia” lebih mudah digunakan bagi ibu hamil dalam mendapatkan informasi pencehahan anemia dibanding dengan media edukasi konvensional oleh bidan (p<0,05). Simpulan, multimedia “Edukasi Anemia” berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap ibu hamil serta praktis digunakan dibanding dengan media edukasi konvensional oleh bidan.Kata kunci: anemia, bidan, edukasi, ibu hamil, edukasi konvensional, pencegahan anemia.Pregnant women are very susceptible to iron deficiency anemia because during pregnancy the demand for oxygen is higher, which triggers an increase in erythropoietin (EPO). production. Management of prevention of anemia in pregnant women needs to be supported by knowledge and attitudes that can support the welfare of pregnant women. Educational media plays an important role in increasing the knowledge and attitudes of mothers in preventing anemia in pregnant women. The aim of the study was to analyze the effect of the use of multimedia "Anemia Education" on the knowledge and attitudes of mothers about anemia prevention compared to conventional educational media by midwives. This research method is quantitative with a quasi-experimental research design. This research was conducted from July to September 2022. Respondents in this study were 84 pregnant women, who were divided into 2 groups (experimental and control). The sampling technique used was consecutive sampling. The analysis in this study was an independent t-test between groups and before and after treatment, N-gain. The results showed that the "Anemia Education" multimedia had an effect on the knowledge and attitudes of pregnant women in preventing anemia (p<0.05). the use of multimedia "Anemia Education" is more practical to use for pregnant women in obtaining anemia prevention information compared to conventional educational media by midwives (p<0.05). In summary, the "Anemia Education" multimedia has an effect on increasing the knowledge and attitudes of pregnant women and is practically used compared to conventional educational media by midwives.Keywords: anemia, conventional education, education, midwife, pregnant women, preventing anemia.
Tinjauan Aksesibilitas Masyarakat Terhadap Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) di Puskesmas Lampupok Kabupaten Aceh Besar Rahmayani, Rahmayani; Rosita, Sri; Nuzul ZA, Raudhatun; Husna, Malaul
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i2.2324

Abstract

Latar Belakang Masalah: Berdasarkan survei pendahuluan yang penulis lakukan di Puskesmas Lampupok dapat dilihat bahwa masih ada keluhan ibu-ibu terhadap pelayanan petugas yang kurang tanggap dan kurang peduli bila pasien membutuhkan pelayanan. Dan masih ada pengaruh keluarga dalam pengambilan keputusan saat akan bersalin yang terkadang membuat keterlambatan dalam proses persalinan. Tujuan penelitian: untuk mengetahui factor-faktor yang Berhubungan Dengan Pelayanan Kesehatan Ibu Dan Anak (KIA) Di Puskesmas Lampupok Kabupaten Aceh Besar. Metode Penelitian: Penelitian ini bersifat analitik dengan desain cross sectional. Populasi adalah seluruh ibu hamil yang ada di wilayah kerja Puskesmas Lampupok dari bulan November 2018 sampai Januari 2019 yaitu berjumlah 35 orang sekaligus menjadi sampel penelitian. Penelitian dilakukan pada bulan Maret 2019. Hasil penelitian: Hasil penelitian didapatkan sebagian besar responden menyatakan kompetensi petugas kesehatan ibu dan anak di Puskesmas Lampupok baik yaitu sebesar 68,6% (24 orang), dukungan keluarga yaitu sebesar 65,7% (23 orang), pelayanan kesehatan ibu dan anak baik yaitu sebesar 60% (21 orang). Saran: Disarankan Pihak puskesmas perlu meningkatkan kompetensi staf melalui pendidikan formal secara berjenjang yang disesuaikan dengan kebutuhan puskesmas dan selaras dengan peningkatan kualitas pelayanan puskesmas.Kata Kunci : Kesehatan Ibu dan Anak Based on preliminary surveys conducted by the author at the Lampupok Community Health Center, it can be seen that there are still complaints from mothers about the service of officers who are less responsive and care less when patients need services. And there is still the influence of the family in making decisions when going to labor which sometimes makes delays in the delivery process. The purpose of this study was to determine the factors associated with Maternal and Child Health Services (MCH) in Lampupok Health Center, Aceh Besar District. This research is analytic with cross sectional design. The population is all pregnant women in the working area of the Lampupok Community Health Center from November 2018 to January 2019, amounting to 35 people as well as a research sample. The study was conducted in March 2019. The results obtained by the majority of respondents stated that the competency of maternal and child health workers in Lampupok Health Center was good at 68.6% (24 people), family support at 65.7% (23 people), health services good mother and child which is 60% (21 people). It is recommended that the puskesmas need to improve staff competency through formal education in stages that are tailored to the needs of the puskesmas and in line with the improvement of the quality of puskesmas services.Keywords : Health of both mother and child
Hubungan Pengetahuan Pasien Penyakit Degeneratif dengan Penerapan Program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) Rumah Sakit Bhayangkara Kota Banda Aceh ZA, Raudhatun Nuzul; Anwar, Chairanisa; Husna, Asmaul; Maisurah, Maisurah
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i2.2351

Abstract

Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) merupakan suatu tindakan sistematis dan terencana yang dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh komponen bangsa dengan kesadaran, kemauan dan kemampuan berperilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup. Penyakit degeneratif merupakan salah satu penyebab kematian terbesar didunia. Menurut World Health Organization (WHO) menjelaskan bahwa setiap tahun terdapat sekitar tujuh belas juta orang meninggal dunia akibat penyakit degeneratif . Hasil Data Riskesdas tahun 2018 menunjukkan bahwa tingkat penyakit degenerative di Indonesia mencapai 65.7%. Provinsi Aceh menduduki peringkat tertinggi untuk prevalensi penyakit degeneratif dengan persentase 43%. Ingin mengetahui Hubungan Pengetahuan Pasien Penyakit Degeneratif dengan Penerapan Program Gerakan Masyarakat Hidup SEhat (GERMAS) di Rumah Sakit Bhayangkara Kota Banda Aceh. Jenis penelitian ini adalah penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah pasien yang berkunjung di poliklinik rumah sakit bhayangkara. Jumlah sampel sebanyak 90 responden dengan pengambilan sampel memakai tekhnik probability sampling. Analisa data menggunakan uji Chi-square. Menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara Ada hubungan pengetahuan pasien penyakit degenerative dengan penerapan program gerakan hidup masyarakat sehat (GERMAS) di Rumah Sakit Bhayangkara Kota Banda Aceh dengan hasil p- value = 0,072. Bagi masyarakat atau pasien yang memiliki Riwayat penyakit degenerative maupun tidak agar dapat menjaga Kesehatan dan menerapkan program GERMAS dalam kehidupan sehari-hari agar memperoleh Kesehatan yang baik sehinggga terhindar dari penyakit. Dan juga bagi masyarakat harus mengetahui dan meningkatkan kesadaran terhadap program GERMAS yang diberikan oleh pemerintah untuk masyarakat.Kata Kunci : Penerapan GERMAS, PengetahuanThe Healthy Living Community Movement (GERMAS) is a systematic and planned action carried out jointly by all components of the nation with awareness, willingness, and ability to behave healthily to improve the quality of life. Degenerative diseases are one of the biggest causes of death in the world. According to the World Health Organization (WHO), every year around seventeen million people die from degenerative diseases. The results of the 2018 Riskesdas data show that the rate of degenerative diseases in Indonesia reaches 65.7%. The province of Aceh was ranked the highest for the prevalence of degenerative diseases with a percentage of 43%. Want to know the relationship between the knowledge of patients with degenerative diseases and the implementation of the Healthy Living Community Movement Program (GERMAS) at Bhayangkara Hospital, Banda Aceh City. This type of research is an analytical survey research with a cross-sectional approach. The population is patients who visit the polyclinic of Bhayangkara Hospital. The number of samples was as many as 90 respondents with sampling using a probability sampling technique. Data analysis using Chi-square test. Shows that there is a relationship between the knowledge of patients with degenerative diseases and the application of the Healthy Community Life Movement Program (GERMAS) at Bhayangkara Hospital Banda Aceh City with a p-value = 0.072. For the community or patients who have a history of degenerative diseases or not to maintain health and implement the GERMAS program in daily life to obtain good health to avoid disease. And also for the community to know and increase awareness of the GERMAS program provided by the government for the community..Keywords : GERMAS Application, Knowledge 
Implementasi Kapitasi Berbasis Kinerja (KBK) di Puskesmas Meuraxa Kota Banda Aceh Rosita, Sri; Rahmayani, Rahmayani; ZA, Raudhatun Nuzul; Asnimar, Asnimar
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i1.3772

Abstract

ABSTRACTLatar Belakang Masalah: Kapitasi Berbasis Kinerja (KBK) mempunyai tiga indikator penting yang harus diterapkan sebagai upaya peningkatan kualitas pelayanan peserta JKN di FKTP. Adapun ketiga indikator tersebut adalah angka kontak ≥ 150 per mil, rasio rujukan rawat jalan non spesialistik ≤2%,dan rasio peserta prolanis terkendali ≥ 5%. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis Pelaksanaan Kapitasi Berbasis Kinerja  (KBK) Di Puskesmas Meuraxa Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan indept interview, observasi, dan telah dokumen sebagai cara untuk mengumpulkan data. Informan penelitian ini berjumlah 5 orang dengan teknik Purposive Sampling. Analisis data secara reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan Angka Kontak mencapai target pada zona aman dengan kriteria rating 4 dengan capaian angka kontak ≥150% nilai capaian 1,6. Rasio Rujukan Rawat Jalan Kasus Non Spesialistik mencapai target pada zona aman dengan kriteria rating 4 dengan capaian Rasio Rujukan Rawat Jalan Kasus Non Spesialistik ≤ 2%  nilai capaian 2 dan Rasio peserta prolanis tidak mencapai zona aman dengan kriteria rating 1 dengan capaian Rasio peserta prolanis terkendali <3% nilai capaian 0. Diharapkan Puskesmas Meuraxa melakukan koordinasi dengan kepala desa dan kader puskesmas serta optimalisasi  penjadwalan konsultasi dan pemeriksaan penunjang secara rutin dan kunjungan ke rumah.Kata kunci: Kapitasi Berbasis Kinerja (KBK), Prolanis.Background of the Problem: Performance Based Capitation (KBK) have three indicators that are applied as an effort to improve the quality of services for JKN participants at the FKTP. The three indicators are contact rate ≥ 150 per mile, non-specialist outpatient referral ratio ≤2%, and Prolanis participant ratio controlled ≥ 5%. The purpose of this study was to analyze the implementation of performance-based capitation (KBK) at the Meuraxa Public Health Center, the Banda Aceh City. This study used a qualitative approach using in-depth interviews, observation, and documents as a way to collect data. The number of informants in this study were 5 people with purposive sampling technique. Data analysis in qualitative research consists of the stages of data reduction, data presentation, drawing conclusions, and verification. The results showed that the contact number reached the target in the safe zone with a rating criterion of 4 with a contact number achievement ≥150%, an achievement value of 1.6. Outpatient Referral Ratio for Non-Specialistic Cases reached the target in the safe zone with rating criteria 4 with the achievement of Outpatient Referral Ratio for Non-Specialistic Cases ≤ 2%, score of 2 and the ratio of prolanis participants not reaching the safe zone with rating criteria 1 with the achievement of controlled prolanist participant ratio 3% achievement value 0.1. It is hoped that the Meuraxa Health Center will coordinate with the village head and puskesmas cadres as well as optimize the scheduling of consultations and routine supporting examinations and home visits.Keywords: Performance Based Capitation (KBK), Prolanis
Korelasi Antara Umur dan Faktor Genetik dengan Kejadian Diabetes Mellitus pada Personil Polda Aceh Dirawat Jalan biddokkes Polda Aceh Andika, Fauziah; Rosdiana, Eva; ZA, Raudhatun Nuzul; Rahmi, Nuzulul; Darmawan, Heri
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i1.3965

Abstract

Latar Belakang: Diabetes Melitus adalah penyakit gangguan metabolik yang disebabkan oleh gagalnya organ pankreas dalam memproduksi hormon insulin secara memadai. Berdasarkan data dari Biddokkes Polda Aceh tentang Diabetes Melitus dapat diketahui pada tahun 2020 terdapat 62 kasus personil menderita Diabetes Melitus, Tahun 2021 menurun menjadi 54 kasus Diabetes Melitus akan tetapi pada tahun 2022 kasus Diabetes mellitus pada personil di Polda Aceh meningkat kenjadi 56 kasus. Tujuan Penelitian: Mengetahui korelasi antara umur dan faktor genetic dengan kejadian diabetes mellitus pada personil Polda Aceh di rawat jalan bidokkes Polda Aceh tahun 2023. Metode Penelitian: Penelitian yang dilakukan menggunakan rancangan penelitian crossectional dengan jumlah sampel 97 orang. Pengumpulan data dilaksanakan pada tanggal 02 Oktober 2023 s.d 21 Oktober 2023. Analisa data penelitian menggunakan analisa univariate dan bivariate dengan menggunakan uji Chi-Square dengan nilai CI (Confident Interval) 95%. Hasil Penelitian: hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hubungan Kejadian Diabetes melitus dengan usia (p=0.000), faktor genetik (p = 0.000). Kesimpulan: Ada hubungan antara usia dan faktor genetik dengan kejadian Diabetes Melitus pada personil Polda Aceh di rawat jalan Bidokkes Polda Aceh Tahun 2023. Diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan dan memperbaiki gaya hidup sehingga tercapai tujuan dari pengobatan serta meningkatkan pengetahuan tentang diabetes mellitus sehingga lebih mengenal tentang penyakit diabetes mellitusKata Kunci : Kejadian Diabetes mellitus, Usia, Faktor GenetikBackground: Diabetes mellitus is a metabolic disorder caused by the failure of the pancreas to adequately produce the hormone insulin. Based on data from Biddokkes Polda Aceh regarding Diabetes Mellitus, it can be seen that in 2020 there were 62 cases of personnel suffering from Diabetes Mellitus, in 2021 it decreased to 54 cases of Diabetes Mellitus but in 2022 cases of Diabetes mellitus in personnel at Polda Aceh increased to 56 cases. Research Objective: Knowing the correlation between age and genetic factors with the incidence of diabetes mellitus in Polda Aceh personnel in the outpatient bidokkes Polda Aceh in 2023. Research Methods: The research conducted used a crossectional research design with a total sample of 97 people. Data collection was carried out on October 02, 2023 to October 21, 2023. Analysis of research data using univariate and bivariate analysis using the Chi-Square test with a 95% CI (Confident Interval) value. Research Results: the results of this study indicate that the association of diabetes mellitus incidence with age (p = 0.000), genetic factors (p = 0.000). Conclusion: There is a relationship between age and genetic factors with the incidence of Diabetes Mellitus in Aceh Police personnel in the outpatient Bidokkes Polda Aceh Year 2023. It is hoped that it can increase compliance and improve lifestyle so as to achieve the goals of treatment and increase knowledge about diabetes mellitus so that it is more familiar with diabetes mellitus.Keywords: Diabetes mellitus incidence, age, genetic factors
HUBUNGAN PELAYANAN POSYANDU LANSIA DAN INFORMASI DENGAN KECEMASAN IBU DALAM MENGHADAPI PERUBAHAN FISIOLOGIS PADA MASA MENOPAUSE DI GAMPONG PINEUNG KECAMATAN SYIAH KUALA BANDA ACEH Nuzul ZA, Raudhatun; Lisa, Ulfa Farrah; Wahyui, Alfitri; Renjani, Risky Swastika; Willis, Ratna; Andryani, Mira
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.4904

Abstract

Latar Belakang : Kecemasan pada wanita yang mengalami menopause 50% banyak wanita yang mengeluh bahwa datangnya menopause mereka akan jadi pencemas pengetahuan posyandu lansia informasi yang baik dapat menurunkan rasa kecemasan ibu menopause dalam menghadapi perubahan yang terjadi pada masa menopause. Dari data kecamatan Syiah Kuala jumlah wanita menopause sebanyak 1.413 jiwa di Gampong Pineung jumlah ibu menopause sebanyak 316 jiwa dan yang aktif posyandu lansia adalah 63 jiwa. Tujuan Penelitian :  Untuk mengetahui Hubungan PElayanan Posyandu Lansia dan Informasi dengan Kecemasan Ibu dalam Menghadapi perubahan fisiologis pada masa menopause di Gampong Pineung Kecamatan Syiah Kuala Banda Aceh. Metode Penelitian: Jenis penelitian bersifat analitik dengan pendekatan crossectional yang dilakukan Gampong Pineung Kecamatan Syiah Kuala Banda Aceh. Dengan jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 63 orang dengan tekhnik Total Sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan uji Statistik Menggunakan Chi-Square.         Hasil penelitian : Berdasarkan hasil uji statistic dari 36 responden yang pelayanan posyandu yang baik mayoritas kecemasan ringan 25 responden (69,4%), dengan nilai p-value = 0,013 sedangkan dengan informasi baik mayoritas kecemasan ringan sebanyak 21 responden (67,7%) dengan p-value = 0,024.  Kesimpulan : ada hubungan antara pelayanan posyandu dan informasi dengan kecemasan ibu dalam menghadapi perubahan fisiologis pada menopause untuk itu diharapakn dapat memberikan informasi dan masukan untuk meningkatkan kualitas dalam pelayanan kesehatan di tempat dengan cara diselenggaranya penyuluhan-penyuluhan kesehatan.
SEDIAAN DEODORANT SPRAY DARI PIPER BETLE L. DAN ALOE VERA L. TERHADAP BAU BADAN PADA REMAJA Nuzul ZA, Raudhatun; Rizki, Muhammad Fahrial; Anjelini, Nurul; Azayti, Nurul; Azhima, Fazhira
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i2.5403

Abstract

Penelitian ini bertujuan memformulasikan dan mengevaluasi sediaan deodorant spray alami dari kombinasi ekstrak daun sirih (Piper betle L.) dan lidah buaya (Aloe vera L.) terhadap bakteri penyebab bau badan, Staphylococcus aureus. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol 96%, dilanjutkan dengan uji fitokimia, formulasi enam variasi (F0–F6), uji antibakteri, dan uji iritasi kulit. Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak daun sirih mengandung steroid, terpenoid, saponin, flavonoid, fenolik, dan tanin, sedangkan ekstrak lidah buaya mengandung alkaloid, steroid, saponin, flavonoid, fenolik, dan tanin. Formula terbaik, F4 (1:1; 10%), menunjukkan zona hambat 5 mm terhadap S. aureus dengan kategori aktivitas sedang dan tidak menimbulkan iritasi kulit. Kombinasi kedua ekstrak ini berpotensi sebagai bahan aktif alami deodorant spray yang efektif, aman, dan ramah kulit.