Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN POLA ASUH DENGAN STATUS GIZI BALITA USIA 12-24 BULAN DI DESA CIPARI PARI TIMUR KECAMATAN SULTAN DAULAT KOTA SUBULUSSALAM Dhirah, Ulfa Husna; Rezeki, Sahbainur; Wahyuni, Alfitri; Nuzul ZA, Raudhatun; Asyura, Finaul; Nurhayati, Nurhayati; Astryna, Syarifah Yanti; Andika, Fauziah
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.5246

Abstract

AbstrakStatus gizi balita merupakan salah satu indikator penting dalam menilai kesehatan masyarakat, terutama pada usia 12–24 bulan yang merupakan periode emas pertumbuhan. Faktor pola asuh orang tua, khususnya ibu, sangat berpengaruh dalam menentukan asupan makanan dan status gizi anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh dengan status gizi balita usia 12–24 bulan di Desa Cipari Pari Timur, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam. Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian adalah seluruh balita usia 12–24 bulan di Desa Cipari Pari Timur, dengan jumlah sampel sebanyak 50 orang yang diambil secara total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner untuk menilai pola asuh dan pengukuran antropometri (BB/U, TB/U, BB/TB) untuk menentukan status gizi. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95% (? = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pola asuh yang baik (58%) dan status gizi balita normal (62%). Analisis statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh dengan status gizi balita (p-value < 0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah pola asuh orang tua, khususnya dalam pemberian makanan dan perawatan sehari-hari, berhubungan erat dengan status gizi balita. Disarankan kepada orang tua untuk meningkatkan praktik pola asuh gizi yang baik serta kepada tenaga kesehatan desa agar terus memberikan edukasi mengenai pemenuhan gizi optimal pada balita. 
Hubungan Karakteristik Individu dan Perilaku Dengan Kejadian Asma Pada Pasien Di Poly Penyakit Dalam Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Simeulue Rahmayani, Rahmayani; Rosita, Sri; ZA, Raudhatun Nuzul; Rafiansyah, Rafiansyah
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i1.3771

Abstract

ABSTRACTLatar Belakang : Menurut Data Puskesmas Simeulue Timur (2014) penderita asma di wilayah kerja Puskesmas Simeulue Timur sebanyak 32 orang. Dan yang menderita penyakit asma di wilayah Puskesmas ini adalah bervariasi antara anak-anak, remaja dan orang dewasa. Dari studi pendahuluan yang penulis lakukan dilapangan dengan wawancara kepada 5 orang masyarakat, diketahui bahwa pengetahuan masyarakat masih kurang tentang penyakit asma, mereka hanya tahu bahwa asma timbul karena factor keturunan, bukan akibat makanan dan yang lainnya. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui hubungan karakteristik individu dan perilaku dengan kejadian asma pada masyarakat di Puskesmas Simeulue Timur Kabupaten Simeulue. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah pasien rawat jalan yang berkunjung ke poly penyakit dalam RSUD Simeulue yang berjumlah 157 pasien dari bulan Januari-Mei 2016. Dan yang menjadi sampel penelitian sebanyak 61 pasien. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 11-15 Juli 2016. Analisa data menggunakan analisis Chi-Square. Hasil Penelitian : dari hasil penelitian diketahui ada hubungan antara pekerjaan dengan kejadian Asma di Poly Penyakit Dalam RSUD Kabupaten Simeulue dengan p value 0,001. ada hubungan antara perilaku dengan kejadian Asma di Poly Penyakit Dalam RSUD Kabupaten Simeulue dengan p value 0,001. Kesimpulan: ada hubungan pekerjaan dan perilaku dengan kejadian Asma di Poly Penyakit Dalam RSUD Kabupaten Simeulue. Dapat memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang penyakit asma dan cara pencegahannya serta pengobatan yang baik untuk penderita penyakit asma.Kata Kunci: Pekerjaan, Perilaku, Kejadian AsmaBackground: According to East Simeulue Health Center data (2014), there are 32 people suffering from asthma in the East Simeulue Health Center work area. And those who suffer from asthma in this Puskesmas area vary between children, teenagers and adults. From a preliminary study that the author conducted in the field by interviewing 5 people in the community, it is known that the public's knowledge is still lacking about asthma, they only know that asthma arises due to hereditary factors, not due to food and other things. Research Objective: To determine the relationship between individual characteristics and behavior and the incidence of asthma in the community at the East Simeulue Community Health Center, Simeulue Regency. Research Method: This research is a quantitative study using analytics with a cross sectional design. The population of this study were outpatients who visited the internal medicine polyclinic at Simeulue District Hospital, totaling 157 patients from January-May 2016. And the research sample was 61 patients. This research was conducted on 11-15 July 2016. Data analysis used Chi-Square analysis. Research Results: From the research results it is known that there is a relationship between work and the incidence of Asthma in the Internal Medicine Clinic of Simeulue District Hospital with a p value of 0.001. There is a relationship between behavior and the incidence of asthma in the Internal Medicine Clinic of Simeulue District Hospital with a p value of 0.001. Conclusion: there is a relationship between work and behavior with the incidence of Asthma in the Internal Medicine Clinic of Simeulue District Hospital. Can provide education to the public about asthma and how to prevent it as well as good treatment for asthma sufferers.Keywords: Occupation, Behavior, Asthma Incidence
Efektivitas Penyuluhan Kesehatan Tentang Polycystic Ovary Sindrome (PCOS) Terhadap Pengetahuan Remaja Putri di SMA Negeri 4 Kota Banda Aceh ZA, Raudhatun Nuzul; Rahmayani, Rahmayani; Meilina, Rulia; Jannah, Miftahul
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i1.2840

Abstract

Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) yang menyerang wanita usia subur pada usia remaja dapat menyebabkan gangguan menstruasi, kelebihan berat badan, Terdapat jerawat, Hirsutism, kerontokan rambut dan Penggelapan kulit di area leher. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen, dengan menggunakan one group pretest posttest design, penelitian dilaksanakan pada tanggal 31 Mei s/d 10 Juni 2022, populasi dalam penelitian ini adalah remaja putri yang bersekolah di SMA Negeri 4 Kota Banda Aceh. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik menggunakan proportional random sampling yaitu 76 orang. Data diolah dan dianalisa menggunakan uji T-dependent sampel paired. Sebelum dilakukan intervensi penyuluhan kesehatan tentang Polycystic Ovary Sindrome (PCOS) di dapatkan bahwa sebagian besar pengetahuan responden berada pada kategori kurang sebanyak 37 responden (48,7%), sesudah dilakukan intervensi penyuluhan kesehatan tentang Polycystic Ovary Sindrome (PCOS), sebagian besar pengetahuan responden berada pada kategori kurang sebanyak 32 responden (42,1%) dan pada kategori baik sebanyak 26 responden (34,2%), Terdapat efektivitas penyuluhan kesehatan tentang Polycystic Ovary Sindrome (PCOS) terhadap pengetahuan remaja putri dengan nilai p-value=0,000. Terdapat efektivitas penyuluhan kesehatan tentang Polycystic Ovary Sindrome (PCOS) terhadap pengetahuan remaja putri Diharapkan penelitian ini dapat memberikan informasi bagi guru dan petugas UKS dalam melakukan sosialisasi bagi siswa/remaja tentang dampak negatif yang ditimbulkan karena Polycystic Ovary Sindrome (PCOS) di lingkungan sekolah.Kata kunci: PCOS, Remaja Putri, Penyuluhan KesehatanPolycystic Ovary Syndrome (PCOS) which affects women of childbearing age in their teens can cause menstrual disorders, overweight, acne, hirsutism, hair loss and darkening of the skin in the neck area. This research is a quasi-experimental study, using a one group pretest posttest design, the research was conducted from May 31 to June 10, 2022, the population in this study were female teenagers who attended Senior High School 4 city of Banda Aceh. The sampling technique used a technique using proportional random sampling, namely 76 people. Data were processed and analyzed using a paired sample T-dependent test. Before carrying out the health counseling intervention about Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) it was found that most of the respondents' knowledge was in the less category as many as 37 respondents (48.7%), after carrying out health education interventions about Polycystic Ovary Syndrome (PCOS), most of the respondents' knowledge 32 respondents (42.1%) were in the poor category and 26 respondents (34.2%) were in the good category. There was the effectiveness of health counseling about Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) on the knowledge of young women with a p-value = 0.000. There is the effectiveness of health counseling about Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) on the knowledge of young women. It is hoped that this research can provide information for teachers and UKS officers in conducting outreach to students/adolescents about the negative impacts caused by Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) in the school environment.Keywords : PCOS, Tenageer, Health Counseling
PKM Providing Complementary Foods For Breast Milk (CFB) Based on Local Wisdom In The Community Of Lamjamee Village, Jayabaru District, Banda Aceh City: PKM Pemberian Makanan Pendamping Asi (MP-ASI) Berbasis Kearifan Lokal Pada Masyarakat Desa Lamjamee Kecamatan Jayabaru Kota Banda Aceh Rosdiana, Eva; Nuzul ZA, Raudhatun; Apriani Hasanah Hrp, Laila; Lestari, Soraya
Jukeshum: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Edisi Juli 2025
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/jukeshum.v5i2.1914

Abstract

Nutrition issues and substandard complementary feeding practices remain a challenge in Aceh Province, particularly in Lamjamee Village, Jayabaru District. Many mothers of toddlers are accustomed to providing instant foods and packaged snacks that lack nutrition. This community service activity aims to improve the knowledge and skills of housewives and integrated health post (Posyandu) cadres in utilizing local food ingredients, namely peugaga leaves (Centella asiatica), as nutritious complementary feeding. Implementation methods included counseling, training, and participatory cooking demonstrations using PowerPoint presentations, educational videos, and pre- and post-test questionnaires for evaluation. The activity results showed a 100% increase in participants' knowledge and skills related to the processing and utilization of local food ingredients. Participants also began developing innovative complementary feeding recipes and micro-business opportunities based on peugaga leaves. This program has proven effective in increasing nutritional awareness and empowering communities through local wisdom. In conclusion, education and training on complementary feeding (MP-ASI) based on local ingredients can be a sustainable solution for improving child nutrition while supporting family food security in Lamjamee Village.
EDUKASI IBU MENYUSUI DALAM MENINGKATKAN KELANCARAN ASI DENGAN PIJAT OKSITOSIN DI DESA GAMPONG UJUNG BATEE KECAMATAN MASJID RAYA KABUPATEN ACEH BESAR Fitriyanti Fitriyanti; Raudhatun Nuzul ZA; Ulfa Husna Dhirah
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Breast milk (ASI) production is often hindered by a lack of oxytocin hormone stimulation and limited knowledge among breastfeeding mothers about how to improve milk flow. One effective non-pharmacological method to enhance breast milk production is oxytocin massage, a massage technique along the spine that stimulates the release of the oxytocin hormone. This community service activity aimed to increase the knowledge and skills of breastfeeding mothers in performing oxytocin massage to promote breast milk production. The activity was conducted in Gampong Ujung Batee Village, Masjid Raya Subdistrict, Aceh Besar District, in September 2025. The implementation methods included health education sessions, oxytocin massage demonstrations, and hands-on practice guided by the implementing team. The participants consisted of 15 breastfeeding mothers and community health volunteers (posyandu cadres). The results showed an 80% increase in the mothers’ knowledge of the benefits and techniques of oxytocin massage after the educational intervention. In addition, most participants reported smoother breast milk flow within 2–3 days of routinely performing oxytocin massage. This activity had a positive impact on improving the understanding of breastfeeding mothers regarding the importance of oxytocin hormone stimulation for successful breastfeeding. It is expected that similar programs can be sustainably implemented by health workers and community cadres in the area.
PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG PENGETAHUAN MENGENAI VAGINAL DISCHARGE PADA REMAJA PUTRI DI SMA NEGERI 01 DARUL KAMAL ACEH BESAR Raudhatun Nuzul ZA; Rahmayani .
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 2, No 2 (2020): OKTOBER 2020
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In Indonesia, about 90% of women have the potential to experience vaginal discharge because Indonesia is a tropical area so that the fungus is easy to develop which results in many cases of vaginal discharge. Symptoms of vaginal discharge are also experienced by unmarried women or girls aged 15-24 years, which is around 31.8%. This shows that adolescents are more at risk of developing vaginal discharge. In 2002 as many as 50% of Indonesian women had experienced vaginal discharge, then in 2003 it increased to 60% and in 2004 it increased again to almost 70% of Indonesian women who had experienced vaginal discharge at least once in their life. Adolescence is the most complex phase of development with all its problems. The most important phase for adolescents is puberty, where for young women is marked by the maturity of the reproductive organs. Leucorrhoea (leukorrhea, white discharge, or fluoralbus) is a symptom in the form of discharge from the genital organs that is not in the form of blood. This discharge is a physiological condition from the female genital tract. The entire surface of the female genital tract can discharge in the form of a saturated mucus, colorless and odorless.
PENINGKATAN KUALITAS HIDUP REMAJA PUTRI MELALUI EDUKASI NYERI HAID DAN PELAKSANAAN SENAM DISMENORE DI MAS BABUN NAJJAH KOTA BANDA ACEH Raudhatun Nuzul ZA; Fitriyanti Fitriyanti; Ulfa Husna Dhirah; Rizky Swastika Renjani
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nyeri haid (dismenore) merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang paling sering dialami oleh remaja putri dan berdampak pada aktivitas belajar serta kualitas hidup mereka. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan remaja putri dalam menangani nyeri haid melalui edukasi kesehatan serta praktik langsung senam dismenore sebagai metode non-farmakologis. Program dilaksanakan di MAS Babun Najjah Kota Banda Aceh dengan melibatkan 22 siswi kelas XII. Metode kegiatan mencakup penyuluhan, diskusi, demonstrasi video, dan praktik senam dismenore yang dievaluasi melalui observasi dan kuesioner. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan remaja mengenai mekanisme nyeri haid, faktor pencetus, serta teknik penanganan non-obat. Seluruh peserta mampu mengikuti gerakan senam dengan baik dan menyatakan bahwa senam mudah dilakukan serta bermanfaat untuk mengurangi ketidaknyamanan saat menstruasi. Kegiatan ini memberikan dampak positif melalui peningkatan pengetahuan, keterampilan manajemen nyeri, serta kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan reproduksi. Intervensi edukasi dan senam dismenore direkomendasikan untuk diterapkan secara berkelanjutan di lingkungan sekolah sebagai upaya promotif dan preventif bagi remaja putri.
PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG PREMENSTRUAL SYNDROME (PMS) PADA REMAJA PUTRI UPAYA UNTUK MENINGKATKAN KESEHATAN REPRODUKSI DI SMK NEGERI 3 BANDA ACEH Raudhatun Nuzul ZA; Rizki Swastika Renjani; Ulfa Farrah Lisa; Marniati Marniati
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 1, No 2 (2019): VOL, 1, NO. 2, OKTOBER 2019
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPremenstrual syndrome (PMS) merupakan permasalahan yang sering dialami oleh kaum wanita setiap bulan menjelang masa haidnya. Premenstrual syndrome(PMS) adalah suatu kondisi yang terdiri atas beberapa gejala fisik, emosi dan perilaku yang dialami oleh seorang perempuan sebelum datangnya siklus menstruasi, yang menyebabkan ia mengalami gangguan dalam fungsi dan aktifitas sehari-hari, gejala-gejala tersebut akan menghilang saat menstruasi tiba. Premenstrual syndrome merupakan gangguan siklus yang umum terjadi pada wanita muda dan pertengahan, ditandai dengan gejala fisik dan emosional yang konsisten, terjadi selama fase luteal dalam siklus menstruasi. Premenstrual syndrome (PMS) adalah sekumpulan gejala yang muncul akibat perubahan hormon yang terjadi dalam tubuh perempuan menjelang menstruasi. Hasil penelitian American College Obstetricians and Gynecologistn (ACOG) tahun 2012, melaporkan bahwa gejala PMS dialami sekitar 65,7 remaja putri. Berdasarkan penelitian badan kesehatan dunia (WHO) diperoleh hasil bahwa gejala PMS dialami oleh 23% wanita Indonesia angka ini menunjukan bahwa penderita PMS di Indonesia cukup banyak sehingga perlu dilakukan upaya penanggulangan untuk mencegah dan mengatasinya. Keywords: premenstrual syndrome, kesehatan reproduksi, remaja putri
EDUKASI DAN PENDAMPINGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF BAGI IBU BEKERJA DI WILAYAH PUSKESMAS ALUE BILIE Alfitri Wahyuni; Faradilla Safitri; Raudhatun Nuzul ZA
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 6, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan sangat penting bagi kesehatan dan pertumbuhan bayi. Namun, ibu bekerja sering menghadapi berbagai tantangan dalam memberikan ASI eksklusif kepada bayinya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas edukasi dan pendampingan dalam meningkatkan praktik pemberian ASI eksklusif di kalangan ibu bekerja di wilayah Puskesmas Alue Bilie. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan teknik wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa edukasi dan pendampingan yang berkelanjutan dapat meningkatkan pemahaman ibu bekerja mengenai pentingnya ASI eksklusif dan strategi yang dapat diterapkan, seperti memerah dan menyimpan ASI dengan benar. Dengan adanya program edukasi dan pendampingan, terjadi peningkatan proporsi ibu bekerja yang berhasil memberikan ASI eksklusif. Oleh karena itu, dukungan tenaga kesehatan dan kebijakan yang mendukung ibu menyusui sangat diperlukan untuk keberhasilan program ASI eksklusif di lingkungan kerja.
PENINGKATAN KUALITAS GENERASI SADAR KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA DI SMA NEGERI 1 KRUENG BARONA JAYA, KABUPATEN ACEH BESAR Ulfa Husna Dhirah; Alfitri Wahyuni; Raudhatun Nuzul ZA; Finaul Asyura; Syarifah Yanti Astryna; Soraya Lestari; Annisa Qadrunnada; Sahbainur Rezeki; Syarifah Naja; Siti Afsah
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKesehatan reproduksi remaja merupakan salah satu isu strategis dalam pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas. Rendahnya pemahaman remaja tentang kesehatan reproduksi dapat berdampak pada meningkatnya risiko perilaku berisiko, kehamilan tidak diinginkan, dan penyakit menular seksual. Berdasarkan hasil observasi awal di SMA Negeri 1 Krueng Barona Jaya, ditemukan bahwa sebagian besar siswa belum memiliki pengetahuan yang memadai mengenai kesehatan reproduksi, terutama terkait perubahan fisik dan psikologis pada masa pubertas, pentingnya menjaga kebersihan organ reproduksi, serta pencegahan perilaku seksual berisiko. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas generasi sadar kesehatan reproduksi melalui pendekatan edukasi interaktif, diskusi kelompok terarah, dan pembentukan duta kesehatan reproduksi sekolah. Metode pelaksanaan meliputi pre-test untuk mengukur tingkat pengetahuan awal, pemberian materi edukasi dengan media audiovisual dan modul cetak, simulasi, serta post-test untuk evaluasi efektivitas kegiatan. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan remaja dalam menjaga kesehatan reproduksi, serta membentuk lingkungan sekolah yang mendukung perilaku hidup sehat. Hasil PKM ini diharapkan menjadi model pemberdayaan remaja berbasis sekolah yang dapat direplikasi di wilayah lain untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 3, yaitu menjamin kehidupan sehat dan mendukung kesejahteraan bagi semua pada segala usia.
Co-Authors Ainsyah, Ainsyah Aldi Kurniawan Alfitri Wahyuni Alya Ramadhani Andika, Fauziah Andryani, Mira Anggraini, Sasmita Anis Hikma Mulia Anjelini, Nurul Annisa Qadrunnada Anwar, Chairanisa Apriani Hasanah Hrp, Laila Ariani, Pratiwi Eka Aris Munandar Asmaul Husna Asmaul Husna ASNIMAR ASNIMAR, ASNIMAR Astryna, Syarifah Yanti Asyura, Finaul Aulia, Rajul Azayti, Nurul Azhima, Fazhira Azkia, Naura Cut Mawar Juwita Darmawan, Heri Dhirah, Ulfa Husna Eva Rosdiana Eva Rosdiana Faradilla Safitri, Faradilla Fathia, Mona Finaul Asyura Fitri, Dasti Wahyuni fitriyanti fitriyanti Fitriyanti Fitriyanti Hamzah, Diza Fathamira Hasymiah, Hasymiah Husna, Malaul Kesumawati Kesumawati Keusumawati, Keusumawati Krismontazza, Saddaq Lestari, Soraya Lisa Elvina Maisurah, Maisurah Marniati Marniati Meilina, Rulia Miftahul Jannah Nadya Nadya, Nadya Naura Azkia Noerma Ismayukha Nurhayati Nurhayati Nurlaini, Nurlaini Nurmala Dewi, Nurmala Nurna Fauziah Nuzulul Rahmi, Nuzulul Periskila Dina Kali Kulla Priani, Pipit Putri Riskia Ramadhani Putri Santy Putri, Riska Amalia Putri, Rizka Amalia Rafiansyah, Rafiansyah Rahmayani . Rahmayani Rahmayani Rahmayani Rahmayani Rahmi, Cut Liza Raisah . Ratna Hardewi Ratna Wilis Renjani, Risky Swastika Rezeki, Sahbainur Riska Amalia Putri Rizki Swastika Renjani Rizki, Muhammad Fahrial Rizky Swastika Renjani Rosdiana, Eva RR. Ella Evrita Hestiandari Sahbainur Rezeki Santy, Putri Siti Afsah Sri Rosita Sutisna, Ma'mun Syarifah Naja Syarifah Yanti Astrina Syarifah Yanti Astryna TB, Desita Ria Yusian Ulfa Farrah Lisa, Ulfa Farrah Ulhusna, Zikra Umi Salamah Wahyui, Alfitri Wahyuni, Alfitri Willis, Ratna Yulia Fitri Yulidar Yulidar Yunita Yunita Zalfie Ardian Zulia Ananda