Claim Missing Document
Check
Articles

EDUKASI IBU MENYUSUI DALAM MENINGKATKAN KELANCARAN ASI DENGAN PIJAT OKSITOSIN DI DESA GAMPONG UJUNG BATEE KECAMATAN MASJID RAYA KABUPATEN ACEH BESAR Fitriyanti Fitriyanti; Raudhatun Nuzul ZA; Ulfa Husna Dhirah
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Breast milk (ASI) production is often hindered by a lack of oxytocin hormone stimulation and limited knowledge among breastfeeding mothers about how to improve milk flow. One effective non-pharmacological method to enhance breast milk production is oxytocin massage, a massage technique along the spine that stimulates the release of the oxytocin hormone. This community service activity aimed to increase the knowledge and skills of breastfeeding mothers in performing oxytocin massage to promote breast milk production. The activity was conducted in Gampong Ujung Batee Village, Masjid Raya Subdistrict, Aceh Besar District, in September 2025. The implementation methods included health education sessions, oxytocin massage demonstrations, and hands-on practice guided by the implementing team. The participants consisted of 15 breastfeeding mothers and community health volunteers (posyandu cadres). The results showed an 80% increase in the mothers’ knowledge of the benefits and techniques of oxytocin massage after the educational intervention. In addition, most participants reported smoother breast milk flow within 2–3 days of routinely performing oxytocin massage. This activity had a positive impact on improving the understanding of breastfeeding mothers regarding the importance of oxytocin hormone stimulation for successful breastfeeding. It is expected that similar programs can be sustainably implemented by health workers and community cadres in the area.
PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG PENGETAHUAN MENGENAI VAGINAL DISCHARGE PADA REMAJA PUTRI DI SMA NEGERI 01 DARUL KAMAL ACEH BESAR Raudhatun Nuzul ZA; Rahmayani .
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 2, No 2 (2020): OKTOBER 2020
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In Indonesia, about 90% of women have the potential to experience vaginal discharge because Indonesia is a tropical area so that the fungus is easy to develop which results in many cases of vaginal discharge. Symptoms of vaginal discharge are also experienced by unmarried women or girls aged 15-24 years, which is around 31.8%. This shows that adolescents are more at risk of developing vaginal discharge. In 2002 as many as 50% of Indonesian women had experienced vaginal discharge, then in 2003 it increased to 60% and in 2004 it increased again to almost 70% of Indonesian women who had experienced vaginal discharge at least once in their life. Adolescence is the most complex phase of development with all its problems. The most important phase for adolescents is puberty, where for young women is marked by the maturity of the reproductive organs. Leucorrhoea (leukorrhea, white discharge, or fluoralbus) is a symptom in the form of discharge from the genital organs that is not in the form of blood. This discharge is a physiological condition from the female genital tract. The entire surface of the female genital tract can discharge in the form of a saturated mucus, colorless and odorless.
PENINGKATAN KUALITAS HIDUP REMAJA PUTRI MELALUI EDUKASI NYERI HAID DAN PELAKSANAAN SENAM DISMENORE DI MAS BABUN NAJJAH KOTA BANDA ACEH Raudhatun Nuzul ZA; Fitriyanti Fitriyanti; Ulfa Husna Dhirah; Rizky Swastika Renjani
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nyeri haid (dismenore) merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang paling sering dialami oleh remaja putri dan berdampak pada aktivitas belajar serta kualitas hidup mereka. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan remaja putri dalam menangani nyeri haid melalui edukasi kesehatan serta praktik langsung senam dismenore sebagai metode non-farmakologis. Program dilaksanakan di MAS Babun Najjah Kota Banda Aceh dengan melibatkan 22 siswi kelas XII. Metode kegiatan mencakup penyuluhan, diskusi, demonstrasi video, dan praktik senam dismenore yang dievaluasi melalui observasi dan kuesioner. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan remaja mengenai mekanisme nyeri haid, faktor pencetus, serta teknik penanganan non-obat. Seluruh peserta mampu mengikuti gerakan senam dengan baik dan menyatakan bahwa senam mudah dilakukan serta bermanfaat untuk mengurangi ketidaknyamanan saat menstruasi. Kegiatan ini memberikan dampak positif melalui peningkatan pengetahuan, keterampilan manajemen nyeri, serta kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan reproduksi. Intervensi edukasi dan senam dismenore direkomendasikan untuk diterapkan secara berkelanjutan di lingkungan sekolah sebagai upaya promotif dan preventif bagi remaja putri.
PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG PREMENSTRUAL SYNDROME (PMS) PADA REMAJA PUTRI UPAYA UNTUK MENINGKATKAN KESEHATAN REPRODUKSI DI SMK NEGERI 3 BANDA ACEH Raudhatun Nuzul ZA; Rizki Swastika Renjani; Ulfa Farrah Lisa; Marniati Marniati
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 1, No 2 (2019): VOL, 1, NO. 2, OKTOBER 2019
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPremenstrual syndrome (PMS) merupakan permasalahan yang sering dialami oleh kaum wanita setiap bulan menjelang masa haidnya. Premenstrual syndrome(PMS) adalah suatu kondisi yang terdiri atas beberapa gejala fisik, emosi dan perilaku yang dialami oleh seorang perempuan sebelum datangnya siklus menstruasi, yang menyebabkan ia mengalami gangguan dalam fungsi dan aktifitas sehari-hari, gejala-gejala tersebut akan menghilang saat menstruasi tiba. Premenstrual syndrome merupakan gangguan siklus yang umum terjadi pada wanita muda dan pertengahan, ditandai dengan gejala fisik dan emosional yang konsisten, terjadi selama fase luteal dalam siklus menstruasi. Premenstrual syndrome (PMS) adalah sekumpulan gejala yang muncul akibat perubahan hormon yang terjadi dalam tubuh perempuan menjelang menstruasi. Hasil penelitian American College Obstetricians and Gynecologistn (ACOG) tahun 2012, melaporkan bahwa gejala PMS dialami sekitar 65,7 remaja putri. Berdasarkan penelitian badan kesehatan dunia (WHO) diperoleh hasil bahwa gejala PMS dialami oleh 23% wanita Indonesia angka ini menunjukan bahwa penderita PMS di Indonesia cukup banyak sehingga perlu dilakukan upaya penanggulangan untuk mencegah dan mengatasinya. Keywords: premenstrual syndrome, kesehatan reproduksi, remaja putri
EDUKASI DAN PENDAMPINGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF BAGI IBU BEKERJA DI WILAYAH PUSKESMAS ALUE BILIE Alfitri Wahyuni; Faradilla Safitri; Raudhatun Nuzul ZA
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 6, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan sangat penting bagi kesehatan dan pertumbuhan bayi. Namun, ibu bekerja sering menghadapi berbagai tantangan dalam memberikan ASI eksklusif kepada bayinya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas edukasi dan pendampingan dalam meningkatkan praktik pemberian ASI eksklusif di kalangan ibu bekerja di wilayah Puskesmas Alue Bilie. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan teknik wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa edukasi dan pendampingan yang berkelanjutan dapat meningkatkan pemahaman ibu bekerja mengenai pentingnya ASI eksklusif dan strategi yang dapat diterapkan, seperti memerah dan menyimpan ASI dengan benar. Dengan adanya program edukasi dan pendampingan, terjadi peningkatan proporsi ibu bekerja yang berhasil memberikan ASI eksklusif. Oleh karena itu, dukungan tenaga kesehatan dan kebijakan yang mendukung ibu menyusui sangat diperlukan untuk keberhasilan program ASI eksklusif di lingkungan kerja.
PENINGKATAN KUALITAS GENERASI SADAR KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA DI SMA NEGERI 1 KRUENG BARONA JAYA, KABUPATEN ACEH BESAR Ulfa Husna Dhirah; Alfitri Wahyuni; Raudhatun Nuzul ZA; Finaul Asyura; Syarifah Yanti Astryna; Soraya Lestari; Annisa Qadrunnada; Sahbainur Rezeki; Syarifah Naja; Siti Afsah
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKesehatan reproduksi remaja merupakan salah satu isu strategis dalam pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas. Rendahnya pemahaman remaja tentang kesehatan reproduksi dapat berdampak pada meningkatnya risiko perilaku berisiko, kehamilan tidak diinginkan, dan penyakit menular seksual. Berdasarkan hasil observasi awal di SMA Negeri 1 Krueng Barona Jaya, ditemukan bahwa sebagian besar siswa belum memiliki pengetahuan yang memadai mengenai kesehatan reproduksi, terutama terkait perubahan fisik dan psikologis pada masa pubertas, pentingnya menjaga kebersihan organ reproduksi, serta pencegahan perilaku seksual berisiko. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas generasi sadar kesehatan reproduksi melalui pendekatan edukasi interaktif, diskusi kelompok terarah, dan pembentukan duta kesehatan reproduksi sekolah. Metode pelaksanaan meliputi pre-test untuk mengukur tingkat pengetahuan awal, pemberian materi edukasi dengan media audiovisual dan modul cetak, simulasi, serta post-test untuk evaluasi efektivitas kegiatan. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan remaja dalam menjaga kesehatan reproduksi, serta membentuk lingkungan sekolah yang mendukung perilaku hidup sehat. Hasil PKM ini diharapkan menjadi model pemberdayaan remaja berbasis sekolah yang dapat direplikasi di wilayah lain untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 3, yaitu menjamin kehidupan sehat dan mendukung kesejahteraan bagi semua pada segala usia.
EDUKASI DAN PENDAMPINGAN DALAM PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING PADA BALITA DI DESA TIBANG Alfitri Wahyuni; Raudhatun Nuzul ZA; Eva Rosdiana
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 6, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan dan pertumbuhan optimal balita sangat dipengaruhi oleh asupan nutrisi yang cukup dan seimbang. Salah satu aspek penting dalam pemenuhan gizi balita adalah pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) yang tepat. Namun, masih banyak orang tua yang kurang memahami pentingnya MP-ASI yang sesuai dengan kebutuhan anak, baik dari segi komposisi gizi maupun cara pemberiannya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan pendampingan kepada orang tua balita di Desa Tibang mengenai pentingnya MP-ASI yang sehat, bergizi, dan aman. Metode yang digunakan adalah penyuluhan, demonstrasi pembuatan MP-ASI, serta pendampingan langsung kepada orang tua dalam praktik pemberian MP-ASI. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan orang tua dalam menyiapkan MP-ASI yang sesuai dengan kebutuhan gizi balita. Diharapkan kegiatan ini dapat berkontribusi dalam menurunkan angka malnutrisi dan meningkatkan kesehatan balita di Desa Tibang. 
EDUKASI KESEHATAN PADA REMAJA TENTANG MENJAGA KESEHATAN REPRODUKSI Raudhatun Nuzul ZA; Rizky Swastika Renjani; Rahmayani Rahmayani
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 6, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa remaja merupakan salah satu masa terjadinya perkembangan paling pesat dalam perjalanan hidup manusia. Proses pematangan secara biologis umumnya mendahului kematangan psikososial pada remaja. Kesehatan Reproduksi remaja merupakan suatu hal yang sangat perlu mendapat perhatian penuh dan serius oleh semua khalayak. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan edukasi pada para remaja terkait pemahaman tentang menjaga Kesehatan reproduksi yang baik dan benar. Kegiatan pengabdian ini berupa penyuluhan tentang Edukasi Menjaga kesehatan reproduksi pada masa remaja. Sasaran adalah Mahasiswa Prodi Kesehatan yang berjumlah 50 orang. Tempat dialksanakannya kegiatan ini di Aula Plennary Hall UUI. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 21 Desember 2024. Hasil dari kegiatan ini para peserta berperan aktif dalam memberikan pertanyaan dan mampu menjawab pertanyaan yang diberikan mengenai seputaran materiyang disampaikan. Dengan pemberian edukasi ini sangat diharapkan agar para remaja dapat menerapkan dalam prilaku sehari-hari agar terhindar dari penyakit dan infeksi yang akan terjadi di masa mendatangKata Kunci:  Edukasi, Remaja, Kesehatan ReproduksiAdolescence is one of the periods of most rapid development in the course of human life. The process of biological maturation generally precedes psychosocial maturity in adolescents. Adolescent reproductive health is something that really needs full and serious attention from all audiences. The aim of this activity is to increase education among teenagers regarding understanding about maintaining good and correct reproductive health. This service activity takes the form of counseling regarding education on maintaining reproductive health during adolescence. The target is 50 Health Study Program students. The place where this activity was carried out was in the UUI Plenary Hall. This activity was carried out on December 21 2024. As a result of this activity, the participants played an active role in asking questions and were able to answer questions given regarding the material presented. By providing this education, it is hoped that teenagers can apply it in their daily behavior to avoid diseases and infections that will occur in the future.Keywords: Education, Adolescents, Reproductive Health
PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG KESEMBUHAN LUKA PERINEUM PADA IBU POST PARTUM DI PUSKESMAS PADANG TIJI KABUPATEN PIDIE Ulfa Husna Dhirah; Rulia Meilina; Raudhatun Nuzul ZA
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 3, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa nifas adalah masa sesudah persalinan dan kelahiran bayi, placenta serta selaput yang diperlukan untuk memulihkan kembali organ kandungan seperti sebelum hamil dengan waktu kurang lebih 6 minggu. Masa nifas merupakan hal penting untuk diperhatikan guna menurunkan angka kematian ibu dan bayi di Indonesia. Kegiatan pembinaan yang di lakukan yaitu memberikan penyuluhan kesehatan kepada ibu hamil trimester III mengenai penyembuhan luka perienem. Di Puskesmas Padang Tiji. Metode pelaksanaan mulai dari persiapan, pelaksanaan, evaluasi semua sudah terlaksana sesuai rencana. Hasil yang dicapai, publikasi artikel pada jurnal pengabdian masyarakat, tersedianya media KIE ( poster dan boklet efektif /mudah dipahami dan diterapkan). Dilaksanakan pemeriksaan kesehatan ke pelayanan kesehatan terdekat, dari peserta penyuluhan yang terdiri dari ibu hamil dapat memahami bagaimana cara perawatan vulva dan perineum pasca melahirkan, peserta penyuluhan antusias dan banyak bertanya serta mengerti penangangan pasca melahirkan.Kata Kunci: Perineum, masa nifas.The postpartum period is the period after childbirth and the birth of the baby, the placenta and the membranes that surround it needed to restore the uterine organs as before pregnancy with time approximately 6 weeks. The postpartum period is an important thing to pay attention to in order to reduce maternal and infant mortality rates in Indonesia. The coaching activities carried out were providing health education to pregnant women in the third trimester regarding perineal wound healing. At the Padang Tiji Health Center. The implementation method starting from preparation, implementation, evaluation has all been carried out according to plan. The results achieved, the publication of articles in community service journals, the availability of IEC media (effective posters and booklets / easy to understand and apply). A health check was carried out at the nearest health service, from the counseling participants consisting of pregnant women who could understand how to take care of the vulva and perineum after delivery giving birth, the counseling participants were enthusiastic and asked a lot of questions and understood post-natal care give birth to.Keywords : Perineum, Post Partum
PROGRAM PELAKSANAAN SANITASI LINGKUNGAN DAN POLA MAKAN UNTUK PENCEGAHAN STUNTING DI GAMPONG KEUNEU EU PEUKAN BADA ACEH BESAR TAHUN 2022 Rahmayani Rahmayani; Raudhatun Nuzul ZA; Sri Rosita
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 4, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan permasalahan gizi yang harus segera di tuntaskan di Indonesia agar menghasilkan generasi cerdas dan berkualitas. Stunting sering dijumpai pada anak usia 12-36 bulan, anak yang mengalami stunting pada masa ini cenderung akan sulit mencapai tinggi badan yang optimal pada periode selanjutnya. Stunting atau kondisi gagal pertumbuhan tubuh dan otak pada anak akibat kekurangan gizi ternyata bisa dipulihkan dengan daun kelor. Daun kelor ternyata memiliki segudang manfaat bagi kesehatan tubuh manusia, ibu hamil, ibu menyusui dan khususnya pada anak dalam masa pertumbuhan. Beberapa permasalahan diatas merupakan factor risiko terjadinya stunting pada balita yaitu sanitasi yang buruk, imunisasi yang tidak lengkap dan pola makan. Untuk mencegah terjadinya stunting tidak memerlukan biaya mahal dalam mencukupkan gizi keluarga. Banyak sumber makanan atau kudapan yang bisa diperoleh untuk memperbaiki gizi anak, salah satunya yaitu daun kelor (Moringa Oleifera) atau dalam Bahasa Aceh disebut “On Murong (daun Murong)”. Daun kelor memiliki segudang manfaat bagi kesehatan tubuh manusia, ibu hamil, ibu menyusui dan khususnya pada anak dalam masa pertumbuhan. Metode pengabdian kepada masyarakat dilakukan dengan memberikan penyuluhan dan edukasi kepada masyarakat desa Keuneu Eu. Peserta yang mengikuti kegiatan ini adalah para kader, Ibu PKK dan Ibu rumah tangga berjumlah 30 orang yang dilaksanakan pada hari tanggal 18 November 2022. Hasil yang diperoleh adalah para kader dan Ibu rumah tangga memahami tentang stunting, pencegahannya serta cara mengolah makanan dari daun kelor, sehingga masyarakat dapat melakukan pencegahan stunting pada anak dengan mengolah daun kelor menjadi makanan yang disukai oleh anak-anak.Kata Kunci: Stunting, Daun Kelor, Pola Makan, LingkunganStunting is a nutritional problem that must be resolved in Indonesia in order to produce a smart and quality generation. Stunting is often found in children aged 12-36 months, children who are stunted at this time tend to have difficulty achieving optimal height in the following period. Stunting or a condition where the body and brain fail to grow in children due to malnutrition can actually be restored with Moringa leaves. Moringa leaves actually have a myriad of benefits for the health of the human body, pregnant women, nursing mothers and especially for children in their infancy. Some of the problems above are risk factors for stunting in toddlers, namely poor sanitation, incomplete immunization and diet. To prevent stunting does not require expensive costs in providing adequate family nutrition. There are many sources of food or snacks that can be obtained to improve children's nutrition, one of which is Moringa leaves (Moringa Oleifera) or in Acehnese it is called "On Murong (Murong leaf)". Moringa leaves have a myriad of benefits for the health of the human body, pregnant women, nursing mothers and especially for children who are growing up. The community service method is carried out by providing counseling and education to the Keuneu Eu village community. Participants who took part in this activity were cadres, PKK mothers and housewives totaling 30 people which was carried out on November 18 2022. The results obtained were that the cadres and housewives understood stunting, its prevention and how to process food from Moringa leaves, so that people can prevent stunting in children by processing Moringa leaves into food that children like Keywords: Stunting, Moringa Leaves, Diet, Environment
Co-Authors Ainsyah, Ainsyah Aldi Kurniawan Alfitri Wahyuni Alya Ramadhani Andika, Fauziah Anggraini, Sasmita Anis Hikma Mulia Annisa Qadrunnada Anwar, Chairanisa Apriani Hasanah Hrp, Laila Ariani, Pratiwi Eka Aris Munandar Asmaul Husna Asmaul Husna ASNIMAR ASNIMAR, ASNIMAR Aulia, Rajul Azkia, Naura Cut Mawar Juwita Darmawan, Heri Dewiyani, Evi Dhirah, Ulfa Husna Eva Rosdiana Eva Rosdiana Faradilla Safitri, Faradilla Fathia, Mona Fazhira Azhima Finaul Asyura Fitri, Dasti Wahyuni Fitriyanti Fitriyanti fitriyanti fitriyanti Fitriyanti Fitriyanti Hamzah, Diza Fathamira Hasymiah, Hasymiah Husna, Malaul Kesumawati Kesumawati Keusumawati, Keusumawati Krismontazza, Saddaq Lestari, Soraya Lisa Elvina Maisurah, Maisurah Marniati Marniati Meilina, Rulia Miftahul Jannah Muhammad Fahrial Rizki Nadya Nadya, Nadya Naura Azkia Noerma Ismayukha Nurhayati Nurhayati Nurlaini, Nurlaini Nurmala Dewi, Nurmala Nurna Fauziah Nurul Anjelini Nurul Azayti Nurul Hidayanti Nuzulul Rahmi, Nuzulul Periskila Dina Kali Kulla Priani, Pipit Putri Riskia Ramadhani Putri Santy Putri, Rizka Amalia Rafiansyah, Rafiansyah Rahmat Akbar Rahmayani . Rahmayani Rahmayani Rahmayani Rahmayani Rahmi, Cut Liza Raisah . Ratna Hardewi Ratna Wilis Renjani, Risky Swastika Riska Amalia Putri Rizki Swastika Renjani Rizky Swastika Renjani Rosdiana, Eva Rouzatun Nisa RR. Ella Evrita Hestiandari Sahbainur Rezeki Santy, Putri Siti Afsah Sri Rosita Sutisna, Ma'mun Syarifah Naja Syarifah Yanti Astrina Syarifah Yanti Astryna TB, Desita Ria Yusian Tika Swandarini Ulfa Farrah Lisa, Ulfa Farrah Ulhusna, Zikra Umi Salamah Wahyuni, Alfitri Willis, Ratna Yulia Fitri Yulidar Yulidar Yunita Yunita Yunita Yunita Zalfie Ardian Zulia Ananda