Claim Missing Document
Check
Articles

STUDI KASUS PROSES ASUHAN GIZI TERSTANDAR (PAGT) PADA ANAK BALITA STUNTING DI UPTD PUSKESMAS KECAMATAN INGIN JAYA ACEH BESAR Ulfa Husna Dhirah; Asmaul Husna; Faradilla Safitri
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 5, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita yang diakibatkan kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untukrak usianya. Kekurangan gizi terjadi sejak bayi dalam kandungan, akan tetapi baru terlihat ketika bayi sudah berusia dua tahun. Stunting disebabkan oleh tidak mendapat perhatian khusus pada periode 1000 hari pertama kehidupan yang menjadi penentu tingkat pertumbuhan fisik, kecerdasan, dan produktifitas seseorang dimasa depan. Kegiatan pembinaan yang di lakukan yaitu memberikan penyuluhan kesehatan tentang bagaimana studi kasus Proses Asuhan Gizi Terstandar (PAGT) Di Puskesmas Kecamatan Ingin Jaya Aceh Besar. Metode pelaksanaan mulai dari persiapan, pelaksanaan, evaluasi semua sudah terlaksana sesuai rencana. Hasil yang dicapai, publikasi artikel pada jurnal pengabdian masyarakat, tersedianya media KIE ( poster dan boklet efektif /mudah dipahami dan diterapkan). Dilaksanakan pemeriksaan kesehatan ke Posyandu, dari peserta penyuluhan yang terdiri dari warga Desa setempat dan sekitarnya, sudah mampu menerima penjelasan dan mengaplikasikan pada keluarga tentunya, dan khususnya untuk warga yang memiliki bayi dan balita serta anak yang gizinya belum sesuai dengan standar normal. Keywords : PAGT, StuntingStunting is a condition of failure to thrive in children under five caused by chronic malnutrition so that children are too short for their age. Malnutrition occurs since the baby is in the womb, but only appears when the baby is two years old. Stunting is caused by not receiving special attention during the first 1000 days of life which determines a person's level of physical growth, intelligence and productivity in the future. The coaching activities carried out were providing health education on how to study the case study of the Standardized Nutrition Care Process (PAGT) at the Puskesmas, Want Jaya District, Aceh Besar. The implementation method, starting from preparation, implementation, evaluation, has all been carried out according to plan. The results achieved, publication of articles in community service journals, availability of IEC media (effective posters and booklets/easy to understand and apply). Health checks were carried out at the Posyandu, from counseling participants consisting of local and surrounding villagers, who were able to receive explanations and apply them to families, of course, and especially for residents who have babies and toddlers and children whose nutrition is not up to normal standards.Keywords: PAGT, Stunting
EDUKASI KESEHATAN TENTANG KENALI FAKTOR RISIKO HIV/AIDS DAN PENCEGAHANNYA Faradilla Safitri; Nuzulul Rahmi; Rahmat Akbar; Miranda Miranda
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPengabdian kepada masyarakat merupakan bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat, termasuk dalam bidang kesehatan. Salah satu isu kesehatan yang masih menjadi perhatian serius adalah HIV/AIDS, yang terus menunjukkan tren peningkatan kasus, terutama di kalangan remaja. Minimnya pengetahuan dan kesadaran remaja tentang faktor risiko dan cara penularan HIV/AIDS menjadi latar belakang dilaksanakannya kegiatan ini. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di MAN 2 Aceh Besar dengan tujuan untuk memberikan edukasi kesehatan tentang pentingnya mengenali faktor risiko HIV/AIDS serta langkah-langkah pencegahannya sejak dini. Metode pelaksanaan mencakup ceramah edukatif, diskusi interaktif, pemutaran video edukasi sebagai media informasi tambahan. Sasaran kegiatan adalah siswa-siswi tingkat SMA yang berada pada masa perkembangan penting dalam membentuk perilaku hidup sehat. Hasil evaluasi pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta mengenai HIV/AIDS. Kegiatan ini diharapkan dapat membentuk kesadaran kolektif dan menjadi langkah awal dalam pencegahan penyebaran HIV/AIDS di lingkungan sekolah dan masyarakat sekitar.   
PENGABDIAN MASYARAKAT TENTANG PENGENDALIAN KECELAKAAN DAN BENCANA PADA PEKERJA BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH (BPBD) KOTA BANDA ACEH TAHUN 2025. Rahmat Akbar; Finaul Asyura; Novita Novita; Faradilla Safitri; Fitria Fitria
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan pekerja dalam pengendalian kecelakaan kerja dan bencana pada pekerja Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banda Aceh. Pekerja BPBD memiliki risiko tinggi terhadap kecelakaan kerja dan paparan bahaya akibat aktivitas penanggulangan bencana yang kompleks dan dinamis. Metode pelaksanaan pengabdian meliputi penyuluhan, diskusi interaktif, simulasi, serta evaluasi pemahaman peserta terkait identifikasi bahaya, penilaian risiko, penggunaan alat pelindung diri (APD), dan prosedur keselamatan kerja dalam situasi darurat dan bencana. Kegiatan ini dilaksanakan pada tahun 2025 dengan melibatkan pekerja BPBD Kota Banda Aceh sebagai sasaran utama. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai pengendalian kecelakaan dan kesiapsiagaan bencana, serta meningkatnya kesadaran akan pentingnya penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dalam setiap aktivitas penanggulangan bencana. Diharapkan kegiatan pengabdian ini dapat berkontribusi dalam menurunkan angka kecelakaan kerja serta meningkatkan kesiapsiagaan dan keselamatan pekerja BPBD dalam menjalankan tugasnya. Kata Kunci: Pengabdian masyarakat, Pengendalian kecelakaan, bencana, keselamatan kerja, BPBD.
PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG PENTINGNYA KUNJUNGAN ANTENATAL CARE (ANC) SESUAI STANDAR SELAMA PANDEMI COVID 19 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS IE ALANG KABUPATEN ACEH BESAR Nuzulul Rahmi; Faradilla Safitri; Asmaul Husna; Fauziah Andika
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 3, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakCovid-19 dapat memberikan dampak negatif bagi Kesehatan ibu hamil dalam menjalani kehamilannya dan mempengaruhi kunjungan Antenatal Care (ANC). Cakupan K1 Kabupaten Aceh Besar Tahun 2020 mengalami penurunan akibat dari pandemi Covid-19 sebesar 67,5% dan cakupan K4 sebesar 60% dengan kata lain tidak mencapai target nasional yaitu sebesar 76%. Salah satu Puskesmas yang cakupannya masih rendah yaitu dibawah 85% adalah Puskesmas Ie Alang Kabupaten Aceh Besar. Berdasarkan data yang diperoleh di Puskemas Ie Alang Kabupaten Aceh Besar, tahun 2019 sasaran ibu hamil yaitu 62 orang, untuk cakupan K1 sebesar 92% dan cakupan K4 sebesar 51%. Sasaran ibu hamil tahun 2020 adalah 68 orang, untuk cakupan K1 sebesar 92% dan cakupan K4 sebesar 58% (Profil Kesehatan Puskesmas Ie Alang, 2020). Tujuan pendidikan kesehatan ini adalah peserta mengetahui pentingnya kunjungan ANC selama kehamilan. Pelaksanaan kegiatan penyuluhan ini dilakukan 19 Juni 2021 di Wilayah Kerja Puskesmas Ie Alang. Peserta yang diikutkan dalam kegiatan ini adalah ibu hamil yang berada di wilayah kerja Puskesmas Ie Alang Kabupaten Aceh Besar yang bersedia hadir saat dilakukan penyuluhan yaitu 44 orang. Kegiatan pendidikan kesehatan ini melibatkan peran aktif mahasiswa Prodi D-III dan D-IV Kebidanan Universitas Ubudiyah Indonesia. Kata kunci : ANC, Ibu hamil, pendidikan kesehatan 
PENDIDIKAN KESEHATAN KEBERSIHAN MENSTRUASI REMAJA PUTRI DI SMAS BABUL MAGHFIRAH KABUPATEN ACEH BESAR Nuzulul Rahmi; Faradilla Safitri
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 5, No 2 (2023): OKTOBER 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa remaja memiliki fase tumbuh kembang dimasak anak-anak ke dewasa yang mana seorang individu akan lebih sering mengalami perubahan dari aspek biologis, psikologis maupun sosialnya. erubahnya fisik lebih sering nampak saat seorang remaja mulai masuk usia 9-15 tahun, di usianya ini remaja bukan semata-mata tumbuh menjadi tinggi ataupun besar saja, ada terdapat beberapa hal yang berubah dari aspek fisik misalnya menstruasi yang dialami oleh Wanita. Ketika mengabaikan kebersihan ketika menstruasi dapat menimbulkan persoalan medis reproduksi, seperti saluran reproduksi yang terinfeksi, saluran kemih yang terinfeksi, infeksi jamur, bahkan meningkatnya resiko kanker serviks. Tujuan pendidikan kesehatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran para remaja putri mengenai kebersihan diri pada masa menstruasi . Pelaksanaan kegiatan penyuluhan ini dilakukan 17 Juni 2023 di SMAS Babul Maghfirah Kabuapten Aceh Besar dengan peserta siswi kelas I, II dan III yang hadir pada hari kegiatan penyuluhan. Kegiatan pendidikan kesehatan ini melibatkan peran aktif mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ubudiyah Indonesia. Kata kunci : pendidikan kesehatan, kebersihan menstruasi, remajaAdolescence has a phase of growth and development from childhood to adulthood where an individual will more often experience changes from biological, psychological and social aspects. Physical changes are more often seen when a teenager starts to enter the age of 9-15 years, at this age adolescents not only grow tall or big, there are several things that change from physical aspects such as menstruation experienced by women. When ignoring hygiene during menstruation can cause reproductive medical problems, such as infected reproductive tract, infected urinary tract, fungal infections, and even increased risk of cervical cancer. The purpose of this health education is to increase the knowledge and awareness of adolescent girls about personal hygiene during menstruation. The implementation of this counseling activity was carried out on June 17, 2023 at Babul Maghfirah High School, Aceh Besar Regency with participants from class I, II and III students who were present on the day of the counseling activity. This health education activity involves the active role of students of the Faculty of Health Sciences, Ubudiyah University of Indonesia. After health education, adolescent girls feel that their knowledge has increased about personal hygiene during menstruation and will apply this behavior. Keywords: health education, menstrual hygiene, adolescents
PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG PENTINGNYA KEHADIRAN IBU BAYI BALITA KE POSYANDU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS COT BA’U Asmaul Husna; Fauziah Andika; Nuzulul Rahmi; Faradilla Safitri
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 3, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan kesehatan terpadu (posyandu) adalah suatu bentuk keterpaduan pelayanan kesehatan dan keluarga berencana yang dilaksanakan ditingkat dusun dalam wilayah kerja masing-masing puskesmas. Posyandu adalah suatu forum komunikasi, alih tegnologi dan pelayanan kesehatan masyarakat oleh dan untuk masyarakat yang mempunyai nilai strategis dalam mengembangkan sumber daya manusia sejak dini. Sebagai pusat kegiatan masyarakat, posyandu merupakan forum swadaya masyarakat yang memberikan pelayanan kesehatan sederhana dan keluarga berencana (Effendy, 2008). Menurut Kemenkes RI (2017)  pada  dasarnya semua informasi atau data yang diperlukan untuk pemantauan pertumbuhan balita, bersumber dari data berat badan hasil penimbangan balita bulanan yang diisikan kedalam KMS untuk dinilai naik (N) atau tidaknya (T) berat badan balita terebut.Untuk mengamati pertumbuhan anak usia satu sampai lima tahun, disetiap posyandu diberikan masing-masing satu buku yaitu Buku Kesehatan Ibu dan Anak yang berisi catatan kesehatan ibu (hamil, bersalin, nifas) dan anak bayi (bayi baru lahir, bayi dan anak balita) serta berbagai informasi cara memelihara dan merawat kesehatan ibu dan anak, yang juga berisi kartu menuju sehat. Jumlah posyandu di Indonesia 244.470 posyandu, jumlah kader posyandu 1.133.057 orang kader. Jumlah kader posyandu yang aktif di Indonesia adalah 784.505 orang (69,2%) dan yang kurang aktif adalah 3.435 posyandu (30,8%). Kata kunci : Pentingnya kehadiran ibu balita ke posyandu 
CEGAH ANEMIA PADA REMAJA PUTRI SEBAGAI DASAR PENURUNAN STUNTING DI SMA NEGERI 1 BAITUSSALAM ACEH BESAR Faradilla Safitri; Fauziah Andika
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 5, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa remaja adalah masa yang penting dalam perjalanan setiap kehidupan manusia. Ketidakcukupan asupan makanan pada remaja akan menimbulkan masalah gizi. Remaja rentan mengalami masalah anemia defisiensi besi gizi utamanya remaja putri. Asupan gizi juga menjadi penyebab stunting, sehingga cara pencegahan stunting adalah pemenuhan gizi sejak 1000 hari pertama kehidupan. Akibat kekurangan gizi ini bersifat permen dan sulit diperbaiki. Risiko meningkatnya masalah anemia pada remaja putri perlu dicegah dengan melakukan penyuluhan mengenai anemia, hal ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman remaja putri akan bahaya dari anemia yang akan berpengaruh pada kualitas generasi bangsa di masa yang akan datang dan sebagai mencegah terjadinya stunting. Penyuluhan kesehatan ini telah dilaksanakan pada tanggal 9 Februari 2023 di SMA Negeri 1 Baitussalam Aceh Besar. Penyelenggaraan penyuluhan kesehatan ini bekerja sama dengan pihak Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Ubudiyah Indonesia dan SMA Negeri 1 Baitussalam Aceh Besar.Kata Kunci : Anemia Remaja, StuntingAdolescence is an important period in the journey of every human life. Inadequate food intake in adolescents will cause nutritional problems. Adolescents are susceptible to the problem of nutritional iron deficiency anemia, especially young women. Nutritional intake is also a cause of stunting, so the way to prevent stunting is to fulfill nutrition since the first 1000 days of life. The consequences of this nutritional deficiency are candy and difficult to correct. The risk of increasing the problem of anemia in young women needs to be prevented by conducting counseling about anemia, this is done to increase the knowledge and understanding of young women about the dangers of anemia which will affect the quality of future generations of the nation and to prevent stunting. This health education was held on February 9 2023 at Baitussalam Aceh Besar 1 Public High School. The implementation of this health counseling is in collaboration with the Directorate of Research and Community Service, University of Ubudiyah Indonesia and SMA Negeri 1 Baitussalam Aceh Besar.Keywords: Adolescent Anemia, Stunting
EDUKASI DAN PENDAMPINGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF BAGI IBU BEKERJA DI WILAYAH PUSKESMAS ALUE BILIE Alfitri Wahyuni; Faradilla Safitri; Raudhatun Nuzul ZA
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 6, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan sangat penting bagi kesehatan dan pertumbuhan bayi. Namun, ibu bekerja sering menghadapi berbagai tantangan dalam memberikan ASI eksklusif kepada bayinya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas edukasi dan pendampingan dalam meningkatkan praktik pemberian ASI eksklusif di kalangan ibu bekerja di wilayah Puskesmas Alue Bilie. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan teknik wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa edukasi dan pendampingan yang berkelanjutan dapat meningkatkan pemahaman ibu bekerja mengenai pentingnya ASI eksklusif dan strategi yang dapat diterapkan, seperti memerah dan menyimpan ASI dengan benar. Dengan adanya program edukasi dan pendampingan, terjadi peningkatan proporsi ibu bekerja yang berhasil memberikan ASI eksklusif. Oleh karena itu, dukungan tenaga kesehatan dan kebijakan yang mendukung ibu menyusui sangat diperlukan untuk keberhasilan program ASI eksklusif di lingkungan kerja.
PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI PADA BAYI UNTUK PENCEGAHAN MASALAH GIZI DI GAMPONG ALUE DEAH TEUNGOH KECAMATAN MEURAXA KOTA BANDA ACEH Faradilla Safitri; Nuzulul Rahmi; Eva Rosdiana; Fauziah Andika
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 5, No 2 (2023): OKTOBER 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Makanan pendamping ASI (MP-ASI) merupakan makanan atau minuman yang mengandung zat gizi yang diberikan pada bayi atau anak usia 6-24 bulan guna memenuhi kebutuhan gizi selain ASI. Pemberian MP-ASI yang tepat sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan anak dan mencegah anak dari masalah gizi. Kenyataan di lapangan masih banyak ibu yang memberikan MP-ASI pada bayinya secara tidak tepat baik dari segi pengolahan makanan dan cara pemberiannya, hal ini dapat berisiko tidak baik bagi bayinya. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk memberikan pendidikan kesehatan (edukasi) tentang MP-ASI dan menumbuhkan kesadaran orangtua bayi dalam ketepatan pemberian MP-ASI untuk mecegah masalah gizi. Media yang digunakan berupa brosur, sedangkan metode yang digunakan secara wawancara. Kesimpulan dalam kegiatan ini yaitu sasaran objek MP-ASI pada bayi 6-12 bulan. Berdasarkan hasil dari kegiatan diatas diharapkan menumbuhkan kesadaran orangtua untuk mengetahui MP-ASI yang tepat. Kata Kunci : MP-ASI, Gizi, Pendidikan KesehatanComplementary breast milk food (MP-ASI) is food or drink containing nutrients given to babies or children aged 6-24 months to meet nutritional needs other than breast milk. Providing proper MP-ASI is very important for children's growth and development and preventing children from nutritional problems. The reality in the field is that there are still many mothers who give MP-ASI to their babies incorrectly, both in terms of food processing and the way it is given, this could pose a risk that is not good for their babies. The aim of this community service is to provide health education (education) about MP- ASI and raise awareness of parents of babies regarding the accuracy of providing MP-ASI to prevent nutritional problems. The media used was brochures, while the method used was interviews. The conclusion in this activity is that the target object is MP-ASI for babies 6- 12 months. Based on the results of the above activities, it is hoped that parents will increase awareness of knowing the right MP-ASI Keywords: MP-ASI, Nutrition, Health Education
EDUKASI DAN MASALAH KESEHATAN REPRODUKSI DAN ANEMIA PADA REMAJA DI PASANTREN BABUN NAJAH ULEE KARENG KOTA BANDA ACEH Asmaul Husna; Faradilla Safitri; Ulfa Husna Dhirah
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Remaja merupakan kelompok usia yang berada pada masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa, yaitu sekitar usia 10–19 tahun. Masa ini ditandai dengan perubahan fisik, psikologis, dan sosial yang sangat cepat (WHO, 2021). Periode remaja menjadi fase krusial karena di masa ini terjadi proses pematangan organ reproduksi dan pembentukan perilaku hidup yang akan berpengaruh terhadap kualitas kesehatan di masa depan (Kemenkes RI, 2022). Dampak anemia tidak hanya sebatas kelelahan fisik, tetapi juga menurunkan kemampuan konsentrasi, mempengaruhi prestasi akademik, dan menurunkan daya tahan tubuh. Jika tidak ditangani sejak dini, anemia pada remaja putri dapat berlanjut hingga masa dewasa dan kehamilan, yang kemudian meningkatkan risiko melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah dan komplikasi kehamilan (Almatsier, 2019; WHO, 2021). Secara jangka panjang, peningkatan kesadaran dan pengetahuan remaja di pesantren ini akan berkontribusi terhadap penurunan angka kejadian anemia di kalangan remaja, peningkatan kualitas generasi muda, serta mendukung program nasional Indonesia Sehat 2045.