Claim Missing Document
Check
Articles

CEGAH ANEMIA PADA REMAJA PUTRI SEBAGAI DASAR PENURUNAN STUNTING DI SMA NEGERI 1 BAITUSSALAM ACEH BESAR Faradilla Safitri; Fauziah Andika
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 5, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa remaja adalah masa yang penting dalam perjalanan setiap kehidupan manusia. Ketidakcukupan asupan makanan pada remaja akan menimbulkan masalah gizi. Remaja rentan mengalami masalah anemia defisiensi besi gizi utamanya remaja putri. Asupan gizi juga menjadi penyebab stunting, sehingga cara pencegahan stunting adalah pemenuhan gizi sejak 1000 hari pertama kehidupan. Akibat kekurangan gizi ini bersifat permen dan sulit diperbaiki. Risiko meningkatnya masalah anemia pada remaja putri perlu dicegah dengan melakukan penyuluhan mengenai anemia, hal ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman remaja putri akan bahaya dari anemia yang akan berpengaruh pada kualitas generasi bangsa di masa yang akan datang dan sebagai mencegah terjadinya stunting. Penyuluhan kesehatan ini telah dilaksanakan pada tanggal 9 Februari 2023 di SMA Negeri 1 Baitussalam Aceh Besar. Penyelenggaraan penyuluhan kesehatan ini bekerja sama dengan pihak Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Ubudiyah Indonesia dan SMA Negeri 1 Baitussalam Aceh Besar.Kata Kunci : Anemia Remaja, StuntingAdolescence is an important period in the journey of every human life. Inadequate food intake in adolescents will cause nutritional problems. Adolescents are susceptible to the problem of nutritional iron deficiency anemia, especially young women. Nutritional intake is also a cause of stunting, so the way to prevent stunting is to fulfill nutrition since the first 1000 days of life. The consequences of this nutritional deficiency are candy and difficult to correct. The risk of increasing the problem of anemia in young women needs to be prevented by conducting counseling about anemia, this is done to increase the knowledge and understanding of young women about the dangers of anemia which will affect the quality of future generations of the nation and to prevent stunting. This health education was held on February 9 2023 at Baitussalam Aceh Besar 1 Public High School. The implementation of this health counseling is in collaboration with the Directorate of Research and Community Service, University of Ubudiyah Indonesia and SMA Negeri 1 Baitussalam Aceh Besar.Keywords: Adolescent Anemia, Stunting
EDUKASI DAN PENDAMPINGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF BAGI IBU BEKERJA DI WILAYAH PUSKESMAS ALUE BILIE Alfitri Wahyuni; Faradilla Safitri; Raudhatun Nuzul ZA
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 6, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan sangat penting bagi kesehatan dan pertumbuhan bayi. Namun, ibu bekerja sering menghadapi berbagai tantangan dalam memberikan ASI eksklusif kepada bayinya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas edukasi dan pendampingan dalam meningkatkan praktik pemberian ASI eksklusif di kalangan ibu bekerja di wilayah Puskesmas Alue Bilie. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan teknik wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa edukasi dan pendampingan yang berkelanjutan dapat meningkatkan pemahaman ibu bekerja mengenai pentingnya ASI eksklusif dan strategi yang dapat diterapkan, seperti memerah dan menyimpan ASI dengan benar. Dengan adanya program edukasi dan pendampingan, terjadi peningkatan proporsi ibu bekerja yang berhasil memberikan ASI eksklusif. Oleh karena itu, dukungan tenaga kesehatan dan kebijakan yang mendukung ibu menyusui sangat diperlukan untuk keberhasilan program ASI eksklusif di lingkungan kerja.
PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI PADA BAYI UNTUK PENCEGAHAN MASALAH GIZI DI GAMPONG ALUE DEAH TEUNGOH KECAMATAN MEURAXA KOTA BANDA ACEH Faradilla Safitri; Nuzulul Rahmi; Eva Rosdiana; Fauziah Andika
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 5, No 2 (2023): OKTOBER 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Makanan pendamping ASI (MP-ASI) merupakan makanan atau minuman yang mengandung zat gizi yang diberikan pada bayi atau anak usia 6-24 bulan guna memenuhi kebutuhan gizi selain ASI. Pemberian MP-ASI yang tepat sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan anak dan mencegah anak dari masalah gizi. Kenyataan di lapangan masih banyak ibu yang memberikan MP-ASI pada bayinya secara tidak tepat baik dari segi pengolahan makanan dan cara pemberiannya, hal ini dapat berisiko tidak baik bagi bayinya. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk memberikan pendidikan kesehatan (edukasi) tentang MP-ASI dan menumbuhkan kesadaran orangtua bayi dalam ketepatan pemberian MP-ASI untuk mecegah masalah gizi. Media yang digunakan berupa brosur, sedangkan metode yang digunakan secara wawancara. Kesimpulan dalam kegiatan ini yaitu sasaran objek MP-ASI pada bayi 6-12 bulan. Berdasarkan hasil dari kegiatan diatas diharapkan menumbuhkan kesadaran orangtua untuk mengetahui MP-ASI yang tepat. Kata Kunci : MP-ASI, Gizi, Pendidikan KesehatanComplementary breast milk food (MP-ASI) is food or drink containing nutrients given to babies or children aged 6-24 months to meet nutritional needs other than breast milk. Providing proper MP-ASI is very important for children's growth and development and preventing children from nutritional problems. The reality in the field is that there are still many mothers who give MP-ASI to their babies incorrectly, both in terms of food processing and the way it is given, this could pose a risk that is not good for their babies. The aim of this community service is to provide health education (education) about MP- ASI and raise awareness of parents of babies regarding the accuracy of providing MP-ASI to prevent nutritional problems. The media used was brochures, while the method used was interviews. The conclusion in this activity is that the target object is MP-ASI for babies 6- 12 months. Based on the results of the above activities, it is hoped that parents will increase awareness of knowing the right MP-ASI Keywords: MP-ASI, Nutrition, Health Education
EDUKASI DAN MASALAH KESEHATAN REPRODUKSI DAN ANEMIA PADA REMAJA DI PASANTREN BABUN NAJAH ULEE KARENG KOTA BANDA ACEH Asmaul Husna; Faradilla Safitri; Ulfa Husna Dhirah
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Remaja merupakan kelompok usia yang berada pada masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa, yaitu sekitar usia 10–19 tahun. Masa ini ditandai dengan perubahan fisik, psikologis, dan sosial yang sangat cepat (WHO, 2021). Periode remaja menjadi fase krusial karena di masa ini terjadi proses pematangan organ reproduksi dan pembentukan perilaku hidup yang akan berpengaruh terhadap kualitas kesehatan di masa depan (Kemenkes RI, 2022). Dampak anemia tidak hanya sebatas kelelahan fisik, tetapi juga menurunkan kemampuan konsentrasi, mempengaruhi prestasi akademik, dan menurunkan daya tahan tubuh. Jika tidak ditangani sejak dini, anemia pada remaja putri dapat berlanjut hingga masa dewasa dan kehamilan, yang kemudian meningkatkan risiko melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah dan komplikasi kehamilan (Almatsier, 2019; WHO, 2021). Secara jangka panjang, peningkatan kesadaran dan pengetahuan remaja di pesantren ini akan berkontribusi terhadap penurunan angka kejadian anemia di kalangan remaja, peningkatan kualitas generasi muda, serta mendukung program nasional Indonesia Sehat 2045.
Penyuluhan Kesehatan Tentang Cegah Anemia pada Ibu Hamil di Puskesmas Padang Tiji Kabupaten Pidie Faradilla Safitri; Asmaul Husna; Rauzatun Sakdiah
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 3, No 1 (2021): APRIL 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia is a blood disorder that commonly occurs when the level of red blood cells (erythrocytes) in the body becomes too low. Pregnant women are said to have anemia if the concentration of hemoglobin (Hb) levels is <11.0 gr / dl. The contribution of anemia in pregnancy to maternal mortality in Indonesia is estimated at 10% to 12%. During pregnancy, the amount of iron needed is much greater than that of non-pregnant women. There are many bad effects that can be caused when pregnant women experience anemia. Community Service Activities are a form of the contribution of Ubudiyah University Faculty of Health Sciences lecturers in the implementation of higher education tridharma. This activity is also expected to improve the health status of mothers and children. The service that has been carried out in this activity is in the form of health education with the theme "Prevent anemia in pregnant women". This health counseling was carried out at the Padang Tiji Community Health Center, Pidie Regency, which was held on Monday, January 11, 2021 starting at 10:00 a.m. until finished, the total number of pregnant women who attended the health counseling was 18 people. The implementation of this health education is in collaboration with the Padang Tiji Community Health Center, Pidie District Keywords: pregnancy anemia
EDUKASI KESEHATAN TENTANG PREMENSTRUAL SYNDROME PADA REMAJA PUTRI DI MAN 5 ACEH BESAR Asmaul Husna; Faradilla Safitri
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 4, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah kesehatan reproduksi di Indonesia perlu mendapat perhatian yang cukup karena masalah kesehatan reproduksi juga masalah kesehatan  yang akan berdampak pada kesehatan  lainnya.  Masalah kesehatan reproduksi salah satunya termasuk pada kaum remaja.  Masa remaja merupakan suatu fase  perkembangan yang dinamis dalam  kehidupan seorang individu.  Remaja  termasuk dalam kelompok penduduk  yang  perlu  mendapat perhatian  terhadap kesehatan reproduksi.  Remaja perlu mengenal tubuh dan organ reproduksi, perubahan fisik  dan psikologis, agar dapat melindungi diri dari resiko yang mengancam kesehatan dan keselamatan fungsi organ reproduksinya (Aryani, 2017). Remaja dikenal sebagai individu yang memiliki tahap perkembangan fisik (muncul tanda-tanda seksual) dan perubahan psikologi. Pada remaja putri, salah satu perkembangan fisik yang akan terjadi adalah proses menstruasi sebagai tanda telah berfungsinya ovarium. Menstruasi terjadi karena sel telur yang tidak dibuahi oleh sperma sehingga menyebabkan meluruhnya sel-sel endometrium dalam rahim. Kata kunci : Pengetahun pada remaja putri tentang premenstrual syndromeReproductive health problems in Indonesia need sufficient attention because reproductive health problems are also health problems that will have an impact on other health. One of the reproductive health problems, including adolescents. Adolescence is a dynamic phase of development in the life of an individual. Adolescents are included in the population group that needs attention to reproductive health. Adolescents need to know the body and reproductive organs, physical and psychological changes, in order to protect themselves from risks that threaten the health and safety of their reproductive organ functions (Aryani, 2017). Adolescents are known as individuals who have stages of physical development (sexual signs appear) and psychological changes. In adolescent girls, one of the physical developments that will occur is the menstrual process as a sign that the ovaries are functioning. Menstruation occurs when the egg is not fertilized by the sperm, causing the endometrial cells to shed in the uterus.Keywords: Knowledge of adolescent girls about premenstrual syndrome
PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG PENTINGNYA PEMBERIAN MP-ASI PADA BAYI 6-12 BULAN DI GAMPONG KAMPONG PUKAT KABUPATEN PIDIE Asmaul Husna; Fauziah Andika; Faradilla Safitri; Nuzulul Rahmi
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 4, No 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut World Health Organization (WHO)/United Nations Children’s Fund (UNICEF 2013), lebih dari 50 % kematian anak balita terkait dengan keadaan kurang gizi, dan dua pertiga diantara kematian tersebut terkait dengan praktik pemberian makan yang kurang tepat pada bayi dan anak, seperti tidak dilakukan inisiasi menyusui dini dalam satu jam pertama setelah lahir dan pemberian MP-ASI yang terlalu cepat atau terlambat diberikan. Keadaan ini akan membuat daya tahan tubuh lemah, sering sakit dan gagal tumbuh.(Rivani, 2013). Di Indonesia tahun 2013 hanya 27,5% ibu yang memberikan ASI esklusif danMakanan Pendamping ASI, padahal Kementrian Kesehatan Indonesia sendiri mentargetkan pada tahun 2014 cakupan pemberian ASI dan MP-ASI sebesar 80% (BERITA SATU.com, 2013). Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit di Jawa Timur masih sangat tinggi dari tahun 2011-2012, salah satunya penyakit diare yang kuat dugaan 70% kejadian tersebut dikarenakan kurangnya pengetahuan dan perilaku ibu dalam memperhatikan keamanan serta kebersihan pengolahan makanan pendamping ASI (Siswono, 2012).Kata kunci : Pentingnya Pemberian MP-ASI Pada Bayi 6-12 Bulan According to the World Health Organization (WHO)/United Nations Children's Fund (UNICEF 2013), more than 50% of deaths of children under five are related to malnutrition, and two-thirds of these deaths are related to inappropriate feeding practices for infants and children, such as early initiation of breastfeeding within the first hour after birth and complementary feeding is not carried out too early or too late. This situation will make the immune system weak, often sick and fail to grow (Rivani, 2013). In Indonesia in 2013 only 27.5% of mothers gave exclusive breastfeeding and complementary foods, even though the Indonesian Ministry of Health itself targets that in 2014 the coverage of breastfeeding and complementary feeding is 80% (BERITA SATU.com, 2013). Extraordinary events (KLB) of disease in East Java are still very high from 2011-2012, one of which is diarrhea, which is strongly suspected of 70% of the incidence due to a lack of knowledge and behavior of mothers in paying attention to the safety and cleanliness of processing complementary foods for breast milk (Siswono, 2012).Keywords: The Importance of Complementary Feeding for Babies 6-12 Months
EDUKASI KESEHATAN PENCEGAHAN DINI TENTANG BAHAYA NARKOTIKA PADA SISWA/I SMA NEGERI 1 BAITUSSALAM ACEH BESAR Fauziah Andika; Faradilla Safitri
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 5, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dewasa ini penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya atau yang sering disingkat NAPZA sudah sangat merebah luas. Tidak hanya kota-kota besar, namun sudah mewabah ke kota kecil maupun desa di seluruh Indonesia. Kalimat “Indonesia Darurat Narkoba” dalam beberapa tahun terakhir menghiasi pembicaraan masyarakat umum, pejabat dan pemberitaan di media massa. Oleh karena itu sudah seharusnya kita mewaspadai bahaya dan pengaruh terhadap ancaman yang akan merusak generasi muda masa depan negara kita.Kasus NAPZA di dunia ternyata sama hal nya di Indonesia, Badan Narkotika Nasional (BNN) mencatat dimana terdapat tingkat prevelensi pengguna NAPZA di Indonesia untuk tahun 2016 sebanyak 1.359 jiwa, lalu tahun 2017 sebanyak 1.448 jiwa, dan di tahun 2018 semakin tinggi yaitu 1.554 jiwa. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 09 Februari 2023 dengan melakukan edukasi kesehatan di SMA Negeri 1 Baitussalam Aceh Besar dengan jumlah peserta 40 orang siswa SMA Negeri 1 Baitussalam Aceh Besar. Hasil dari kegiatan ini adalah menambah pengetahuan dan wawasan tentang narkotika guna siswa tidak menjadi penyalahgunaan narkotikaKata Kunci : Penyalahgunaan NarkotikaToday abuse of Narcotics, Psychotropics and Addictive Substances or what is often abbreviated as NAPZA has spread widely. No only in big cities, but it has spread to small towns and villages in throughout Indonesia. The phrase "Indonesia is Emergency Drugs" in recent years has graced the discussion of the general public, officials and news in the mass media. Therefore, we should be aware of the dangers and effects of threats that will damage our country's future young generation. Drug cases in the world are the same as in Indonesia, the National Narcotics Agency (BNN) noted that there is a prevalence rate of drug users in Indonesia for the year 2016 as many as 1,359 people, then in 2017 there were 1,448 people, and in 2018 it was even higher, namely 1,554 people. This activity was carried out on February 9 2023 by conducting health education at Baitussalam Aceh Besar 1 Public High School with a total of 40 participants from Baitussalam Aceh Besar 1 Public High School. The result of this activity is to increase knowledge and insight about narcotics so that students do not become abusers of narcoticsKeywords: Drugs Abuse
PENCEGAHAN STUNTING MELALUI PENDIDIKAN KELUARGA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PADANG PANYANG KECAMATAN KUALA PESISIR KABUPATEN NAGAN RAYA Faradilla Safitri; Fauziah Andika; Ismail Ismail; Eva Rosdiana; Alfitri Wahyuni
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 6, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan kondisi di mana anak memiliki tinggi badan yang jauh lebih rendah dari standar usianya akibat kekurangan gizi kronis, dapat dicegah dengan beberapa strategi melalui pendidikan keluarga. Langkah penting untuk memastikan anak tumbuh dan berkembang secara optimal. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan pengetahuan kepada keluarga sehingga dapat menumbuhkan kesadaran untuk melakukan pencegahan dan penanganan anak yang mengalami stunting. Pengabdian kepada masyarakat dengan tema pencegahan stunting melalui pendidikan keluarga ini telah dilakukan pada tanggal 18 Agustus sampai dengan 2 September 2024secara langsung dengan mengunjungi rumah (home visit) keluarga yang memiliki bayi dan balita yang berada di Wilayah Kerja Puskesmas Padang Panyang Kecamatan Kuala Pesisir Kabupaten Nagan Raya dengan menggunakan brosur. Pencegahan stunting dapat dilakukan lebih efektif dan berdampak jangka panjang pada kesejahteraan generasi mendatang dengan pemberian pendidikan keluarga yang komprehensif dan berkelanjutan. Kata Kunci : Stunting, Pendidikan KeluargaStunting, a condition in which children have a height significantly lower than their age standard due to chronic malnutrition, can be prevented with several strategies through family education. An important step to ensure children grow and develop optimally. The purpose of this community service is to provide knowledge to families so that they can raise awareness to prevent and treat stunted children. Community service with the theme of stunting prevention through family education was carried out on August 18 to September 2, 2024 directly by visiting homes (home visits) of families who have infants and toddlers in the Padang Panyang Health Center Working Area, Kuala Pesisir District, Nagan Raya Regency using brochures. Stunting prevention can be done more effectively and have a long-term impact on the welfare of future generations by providing comprehensive and sustainable family education.Keywords: Stunting, Family Education
EDUKASI TENTANG PEMERIKSAAN PAPSMEAR PADA WANITA USIA SUBUR DI DESA BAHARU KECAMATAN SUSOH Fauziah Andika; Faradilla Safitri; Ayuni Safira
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 2, No 2 (2020): OKTOBER 2020
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kanker serviks merupakan penyakit mematikan yang umumnya menyerang banyak wanita pada usia produktif, yaitu 30-50 tahun. Pada rentan usia tersebut, wanita masih memiliki tanggung jawab terhadap psikologis anak, anggota keluarga, tanggung jawab sosial maupun ekonomi. Gejala-gejala yang ditimbulkan oleh penyakit ini, terkadang baru dirasakan oleh penderita setelah mencapai stadium lanjut, sehingga pengobatan dan hasilnya tidak maksimal. Jika terdeteksi sejak dini, besar kemungkinan kanker serviks dapat disembuhkan. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Baharu Kecamatan Susoh pada tanggal 11 Juni 2020 dengan jumlah peserta 20 orang. Hasil dari penyuluhan yang diberikan adalah wanita usia subur lebih paham dan semakin bertambah wawasan tentang pemeriksaan papsmear. Kata Kunci: pemeriksaan papsmear
Co-Authors Aisyah Aisyah Aja Marjulita Akmadia, Nur Alfitri Wahyuni Alvionida, Fitra Amriansyah Amriansyah Andika, Fauziah Aningsih, Dewi Fitri Anwar, Chairanisa Asmaul Husna Asmaul Husna Ayuni Safira Azkia, Naura Chairanisa Anwar Cut Asiah Desi Desi Dhirah, Ulfa Husna DYAH AYU PUSPITASARI Ermayana Ermayana Eva Rosdiana Fadil Irfan Faizin, Wilda Num Fania Ayunda Putri Fauziah Andika Fazira, Cut Intan Febrianty, Farizha Fikransyah, Raja Fina Chairani Finaul Asyura Fithri Nazs Fitria Fitria Grece Winda Hafizhathifa, Fathin Hafizhathifa, Fatin Hanzen, Denni Hayati, Ulfa Herman Sudiman Hery Widijanto Irma Suryani Irwan Syahputra Iskandar Iskandar Ismail Ismail Izzah, Nuril Jamaliah Jamaliah Julaida Br Bancin Kasmanila Kasmanila Kesumawati, Kesumawati Leni Erlinda Lestari, Widya Lia Lajuna Lilis Suryani Linda Rahmi M. Dzaky Arkan Marniati Marniati Marniati Marniati Marniati Marniati, Marniati Masruri, Jasri Mawardy Mawardy Mawardy, Mawardy Meilina, Rulia Mimosa, Rizka Miranda Miranda Miswari Miswari Mizan Jalinan Mufdalina Mufdalina Mukhlis Mukhlis Mukhtar Mukhtar Ningsih, Yustika Wirda Novita Novita Novita Novita Nur Afriza Nurhayati Nurhayati Nurul Sakdah Nuzulul Rahmi, Nuzulul Nyak Gus Delviani Periskila Dina Kali Kulla Puteri, Ade Dita Putri, Rizka Amalia Rahmat Akbar Ratna Wilis ratna willis Raudhatun Nuzul ZA, Raudhatun Rauzatun Sakdiah Rauzhatus Salmah. Nst Rezeki, Sahbainur Rizka Amalia Putri Rizki, Geubrina Rosdiana, Eva Rossi Aulia Pratiwi Sahbainur Rezeki Sakdah, Nurul Savia, Novita Siti Aisyah Siti Samaniyah Sri Yanti Syafriadi Syafriadi Syarifah Yanti Astryna Ulfa Husna Dhirah Wahyuni, Alfitri Yeltisa Melani Yuniwati, Cutyuniwati Yusmaniar Yusmaniar Zulia Ananda