Claim Missing Document
Check
Articles

Penyuluhan Kesehatan Tentang Pentingya Pemberian Imunisasi Lanjutan/ Booster (DPT-HB-Hib dan Campak) pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Leupung Kabupaten Aceh Besar Faradilla Safitri; Fauziah Andika; Cut Asiah
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 2, No 2 (2020): OKTOBER 2020
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract           Toddler is a general term for children aged 1-3 years (toddler) and preschool children (3-5 years). When the child is toddlers, begin to be given further immunization or booster immunization. Advanced immunization is a repeat of basic immunization to maintain the level of immunity and to extend the optimal protection period from further immunization and this is only obtained if the child has received complete basic immunization. About 1.5 million children in the world die each year because of diseases that can be prevented by immunization. The coverage of children under five who received further immunization / booster (DPT-HB-Hib and measles) in 2019 is 75.95%. This figure has met the 2019 Strategic Plan target of 70%. However, 50% of the provinces are still unable to achieve the target. One of the provinces with the lowest coverage is Aceh (26.91%). Puskesmas Leupung is one of the health centers in Aceh Besar District, based on 2019 data, the coverage of advanced immunization is still below UCI standards (below 80%).          Community Service Activities are a form of the contribution of Ubudiyah Faculty of Health Sciences lecturers in the implementation of higher education tridharma. This activity is also expected to improve health status. The service that has been carried out in this activity is in the form of health counseling with the theme "The Importance of Provision of Advanced Immunization / Booster (DPT-HB-Hib and Measles) to Toddlers". This health counseling was carried out in the work area of the Leupung Puskesmas, Aceh Besar District, which consists of 3 posyandu points, namely in Pulot Village on Thursday, July 16 2020, Deah Mamplam Village on Tuesday, July 21 2020 and in Meunasah Mesjid Village on Friday, 24 July 2020, which was held at 10.00 WIB until completion, the total number of mothers who attended this health counseling time was 46 people. The implementation of this health education is in collaboration with the Leupung Health Center, Aceh Besar District. Keywords: toodler, Advanced immunization/ booster
PENDIDIKAN KESEHATAN PADA IBU TENTANG KUNJUNGAN MASA NIFAS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOPELMA DARUSSALAM BANDA ACEH Faradilla Safitri; Asmaul Husna; Nuzulul Rahmi; Fauziah Andika
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 4, No 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa nifas ini menjadi masa yang paling rentan bagi ibu dikarenakan penyumbang kematian ibu yang paling besar dalam masa nifas. Para ibu nifas menjadi enggan ke Puskesmas atau fasilitas kesehatan lainnya karena takut tertular virus covid-19, kunjungan nifas di rumah tidak bisa dilakukan secara maksimal, dikarenakan sesuai dengan peraturan bidan menunda melakukan kunjungan rumah untuk menghindari penyebaran virus covid-19. Pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ubudiyah Indonesia ini dilakukan berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan sebelumnya yaitu masih ada ibu nifas yang tidak melakukan dan tidak mendapatkan pelayanan masa nifas secara lengkap. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini telah dilaksanakan dari tanggal 20-23 Desember 2021. Ketua dan anggota pelaksana kegiatan memberikan edukasi kepada para ibu secara dor to dor (dari rumah ke rumah), dan media yang digunakan berupa brosur. Hasil yang diperoleh adalah para ibu dan keluarga memahami tentang pentingnya melakukan kunjungan masa nifas untuk memantau kondisi kesehatan ibu dan anak sehingga ibu dan keluaga akan melakukan kunjungan masa nifas ke tempat pelayanan kesehatan.Kata Kunci : Kunjungan masa nifas, pandemi covid-19. The postpartum period is the most vulnerable period for mothers because it is the largest contributor to maternal mortality during the postpartum period. Postpartum mothers are reluctant to go to the Puskesmas or other health facilities for fear of contracting the Covid-19 virus, postpartum visits at home cannot be carried out optimally, because according to regulations, midwives postpone home visits to avoid the spread of the Covid-19 virus. This community service carried out by a Lecturer of the Faculty of Health Sciences, Ubudiyah University, Indonesia, was carried out based on the results of research that had been carried out previously, namely that there were still postpartum mothers who did not do and did not receive complete postpartum services. This community service activity has been carried out from December 20-23, 2021. The chairperson and members of the implementing activities provide education to mothers door-to-door (from house to house), and the media used is in the form of brochures. The results obtained are that mothers and families understand the importance of conducting postpartum visits to monitor the health conditions of mothers and children so that mothers and families will make postpartum visits to health care facilities.Keywords: Postpartum visit, covid-19 pandemic.
PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG PENTINGNYA PEMBERIAN ASI EKSLUSIF PADA BAYI DI PUSTU BRAWE WILAYAH KERJA PUSKESMAS KUTA ALAM KOTA BANDA ACEH Faradilla Safitri; Linda Rahmi; Marniati Marniati
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 1, No 2 (2019): VOL, 1, NO. 2, OKTOBER 2019
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan pertama, utama, dan terbaik bagi bayi yang hanya diberi ASI selama 6 bulan tanpa tambahan makanan cairan lain kecuali vitamin, mineral, dan obat. Pertumbuhan dan perkembangan bayi sebagian besar ditentukan oleh jumlah ASI yang diperoleh termasuk energi dan zat gizi lainnya yang terkandung di dalam ASI tersebut. Peningkatan kualitas manusia harus dimulai sedini mungkin yaitu sejak dini yaitu sejak masih bayi, salah satu faktor yang memegang peranan penting dalam peningkatan kualitas manusia adalah pemberian Air Susu Ibu (ASI). Pemberian ASI semaksimal mungkin merupakan kegiatan penting dalam pemeliharaan anak dan persiapan generasi penerus dimasa depan. Pengabdian kepada masyarakat telah dilaksanakan pada 10 orang ibu-ibu yang berada di Pustu Beurawe Wilayah Kerja Puskesmas Kuta Alam pada hai kamis tanggal 10 Januari 2019. Media yang digunakan berupa brosur. Hasil yang diperoleh adalah ibu-ibu dapat menyerap dengan baik informasi yang disampaikan dan sangat antusias mengikuti kegiatan penyuluhan kesehatan ini. Kata Kunci : ASI Esklusif
BAKTI SOSIAL LINGKUNGAN DAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) PADA REMAJA DI SEKOLAH SMAN 14 KOTA BANDA ACEH TAHUN 2025 Rahmat Akbar; Ismail Ismail; Ratna Wilis; Finaul Asyura; Fauziah Andika; Faradilla Safitri
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan bakti sosial lingkungan dan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di SMAN 14 Kota Banda Aceh tahun 2025 dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekolah sekaligus membentuk pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini melibatkan seluruh warga sekolah, meliputi pembersihan area sekolah, pengelolaan sampah, penataan taman, serta edukasi PHBS melalui penyuluhan interaktif. Metode pelaksanaan dilakukan dengan pendekatan partisipatif, di mana siswa, guru, dan pihak terkait bekerja sama secara aktif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kebersihan lingkungan sekolah, terbentuknya sikap peduli terhadap lingkungan, serta bertambahnya pengetahuan siswa terkait indikator PHBS, seperti mencuci tangan dengan benar, menjaga kebersihan diri, dan mengonsumsi makanan sehat. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi program berkelanjutan yang mendukung terciptanya sekolah yang bersih, sehat, dan ramah lingkungan. 
PENGARUH RIWAYAT ASI EKSLUSIF DAN PRAKTIK PEMBERIAN MP-ASI TERHADAP STATUS GIZI PADA BALITA DI PUSKESMAS JEURAM KABUPATEN NAGAN RAYA Miswari Miswari; Faradilla Safitri; Rossi Aulia Pratiwi
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 12, No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v12i1.5757

Abstract

Latar Belakang: Status gizi balita merupakan indikator penting kesehatan masyarakat karena berpengaruh terhadap tumbuh kembang dan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Permasalahan gizi balita masih menjadi isu kesehatan masyarakat, khususnya di Provinsi Aceh dan Kabupaten Nagan Raya, yang ditandai dengan tingginya prevalensi gizi kurang dan stunting. Riwayat pemberian ASI eksklusif dan praktik pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) merupakan faktor penting yang diduga memengaruhi status gizi balita. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh riwayat ASI eksklusif dan praktik pemberian MP-ASI terhadap status gizi balita di Puskesmas Jeuram Kabupaten Nagan Raya. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah ibu yang memiliki balita usia 1–2 tahun, dengan jumlah sampel sebanyak 57 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, sedangkan analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas balita memiliki status gizi kurang (61,4%). Uji statistik menunjukkan tidak terdapat pengaruh antara riwayat ASI eksklusif dengan status gizi balita (p = 0,391) serta tidak terdapat pengaruh antara praktik pemberian MP-ASI dengan status gizi balita (p = 0,400). Kesimpulan dan Saran: Disimpulkan bahwa riwayat ASI eksklusif dan praktik MP-ASI tidak berpengaruh secara signifikan terhadap status gizi balita. Disarankan agar tenaga kesehatan meningkatkan edukasi gizi secara komprehensif, tidak hanya berfokus pada ASI eksklusif dan MP-ASI, tetapi juga pada pemenuhan gizi seimbang, pencegahan penyakit infeksi, dan perbaikan pola asuh serta lingkungan keluarga.
PENGARUH DUKUNGAN KELUARGA DAN SOSIAL BUDAYA TERHADAP KEBERHASILAN ASI EKSKLUSIF PADA BAYI USIA 0-6 BULAN DI PUSKESMAS JEURAM KABUPATEN NAGAN RAYA Ermayana Ermayana; Faradilla Safitri; Rossi Aulia Pratiwi
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 12, No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v12i1.5758

Abstract

Latar Belakang: Pemberian Air Susu Ibu (ASI) secara eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi merupakan intervensi nutrisi paling efektif untuk mendukung pertumbuhan dan kesehatan bayi. Meskipun cakupan ASI eksklusif secara global menunjukkan peningkatan, angka di Indonesia masih berada di bawah target nasional. Data Survei Kesehatan Nasional tahun 2023 menunjukkan cakupan ASI eksklusif sebesar 55,5%. Di Kabupaten Nagan Raya, cakupan ASI eksklusif masih menunjukkan tren fluktuatif. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dukungan keluarga dan sosial budaya terhadap keberhasilan ASI eksklusif pada bayi di Puskesmas Jeuram Kabupaten Nagan Raya. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian adalah seluruh ibu yang memiliki balita usia 1–2 tahun. Sampel sebanyak 75 responden ditentukan menggunakan rumus Slovin. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden tidak memberikan ASI eksklusif (58,7%). Sebagian besar responden tidak mendapatkan dukungan keluarga (60%), sedangkan faktor sosial budaya mayoritas berada pada kategori mendukung (54,7%). Hasil uji statistik menunjukkan terdapat pengaruh signifikan antara dukungan keluarga terhadap keberhasilan ASI eksklusif (p=0,000), dimana 70% ibu yang mendapatkan dukungan keluarga berhasil memberikan ASI eksklusif. Selain itu, terdapat pengaruh signifikan antara sosial budaya terhadap keberhasilan ASI eksklusif (p=0,000), dimana 68,3% ibu dengan sosial budaya yang mendukung berhasil memberikan ASI eksklusif. Kesimpulan: Dukungan keluarga dan faktor sosial budaya berpengaruh signifikan terhadap keberhasilan ASI eksklusif. Ibu yang memperoleh dukungan keluarga serta berada dalam lingkungan sosial budaya yang mendukung memiliki peluang lebih besar untuk berhasil memberikan ASI eksklusif hingga usia 6 bulan. Saran: Diperlukan peningkatan edukasi dan promosi kesehatan yang melibatkan keluarga serta pendekatan berbasis budaya dalam program peningkatan cakupan ASI eksklusif. Tenaga kesehatan diharapkan dapat mengoptimalkan peran keluarga dan tokoh masyarakat dalam mendukung praktik menyusui eksklusif.
DETERMINAN FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPUASAN PASIEN DI CIPUTRA SMG EYE CLINIC PONDOK INDAH JAKARTA SELATAN Grece Winda; Faradilla Safitri
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 12, No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v12i1.5834

Abstract

Kepuasan pasien merupakan indikator penting dalam menilai kualitas pelayanan kesehatan karena mencerminkan pengalaman pasien terhadap layanan yang diterima. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan faktor yang berhubungan dengan kepuasan pasien di Ciputra SMG Eye Clinic Pondok Indah Jakarta Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 50 responden yang dipilih menggunakan teknik tertentu. Variabel yang diteliti meliputi proses administrasi, pelayanan petugas, lingkungan, dan fasilitas, dengan kepuasan pasien sebagai variabel dependen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden merasa puas terhadap pelayanan (92%). Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara proses administrasi (p = 0,000), pelayanan petugas (p = 0,005), lingkungan (p = 0,005), dan fasilitas (p = 0,040) dengan kepuasan pasien. Responden yang menilai kualitas pelayanan baik cenderung memiliki tingkat kepuasan yang lebih tinggi dibandingkan dengan responden yang menilai kurang. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa kepuasan pasien dipengaruhi secara signifikan oleh kualitas proses administrasi, pelayanan petugas, kondisi lingkungan, dan fasilitas pelayanan kesehatan. Oleh karena itu, peningkatan mutu pelayanan secara menyeluruh dan terintegrasi pada setiap aspek tersebut sangat diperlukan untuk meningkatkan kepuasan pasien.
DETERMINAN PENGOLAHAN SAMPAH LIMBAH RUMAH TANGGA PADA MASYARAKAT DI GAMPONG BLANG ASAN KECAMATAN KOTA SIGLI KABUPATEN PIDIE Fauziah Andika; Faradilla Safitri; Chairanisa Anwar; Ulfa Husna Dhirah; Mukhlis Mukhlis
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 12, No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v12i1.5929

Abstract

Latar Belakang: Jumlah sampah padat di kota-kota dunia akan terus naik sebesar 70% mulai tahun 2023 hingga tahun 2025, dari 1,3 miliar non pertahun menjadi 2,2 miliar ton pertahun. Mayoritas kenaikan terjadi di kota-kota di negara berkembang. Di Indonesia, data bank dunia menyebutkan jumlah sampah padat yang diproduksi secara nasional mencapai 151.921 ton perhari Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui Determinan Pengolahan Sampah Limbah Rumah Tangga Pada Masyarakat Di Gampong Blang Asan Kecamatan Kota Sigli Kabupaten Pidie. Metode Penelitian: bersifat analitik dengan pendekatan crossectional, sampel menggunakan tehnik purposive sampling sebanyak 82 orang, dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner. Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 19 – 28 Agustus 2025. Hasil Penelitian: analisis univariat didapat sebagian besar masyarakat adalah tidak mengolah sampah lembah rumah tangga yaitu 61%, sebagian besar adalah pengetahuan masyarakat cukup yaitu 53,7%, sebagian besar adalah partisipasi masyarakat kurang yaitu 52,4% dan sebagian besar adalah sarana dan prasarana kurang yaitu 58,5%. Analisis bivariat didapatkan pengetahuan nilai P value = 0,000, partisipasi nilai P value = 0,000 dan sarana dan prasarana nilai P value = 0,000. Kesimpulan dan Saran: ada hubungan pengetahuan, partisipasi dan sarana dan prasarana dengan pengolahan sampah limbah rumah tangga. Diharapkan kepada kepala desa atau aparatur desa yang bekerjasama dengan petugas kesehatan untuk bekerja sama memberikan penyuluhan tentang tata cara pengolahan sampah dan bahaya penumpukan sampah yang dilakukan secara rutin setiap bulannya agar masyarakat
DETERMINAN IBU PASANGAN USIA SUBUR TERHADAP PEMILIHAN METODE KONTRASEPSI DI UPTD PUSKESMAS ULEE KARENG KOTA BANDA ACEH Asmaul Husna; Faradilla Safitri; Nyak Gus Delviani; Ratna Willis
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i2.5454

Abstract

Angka Kematian Ibu (AKI) di seluruh dunia menurut World Health Organization (WHO) tahun 2020 menjadi 295.000 kematian dengan penyebab kematian ibu adalah tekanan darah tinggi selama kehamilan (pre-eklampsiaa dan eklampsia), pendarahan, infeksi postpartum, dan aborsi yang tidak aman (WHO, 2021). Secara nasional Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia telah menurun 189 kematian per 100.000 Kelahiran Hidup (Sensus Penduduk, 2020). Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Penelitian ini telah dilaksanakan di Puskesmas Ulee Kareng Kota Banda Aceh pada tanggal 21 sampai dengan 27 Mei Tahun 2025. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Ibu Pasangan Usia Subur yang mengunjungi Ruang KIA yang berada di Puskesmas Ulee Kareng Kota Banda Aceh pada bulan Maret tahun 2025 berjumlah 157 orang dan sampel dalam penelitian ini menggunakan accidental sampling yaitu teknik accidental sampling adalah teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja pasien yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data dan yang mengunjungi Ruang KIA pada pasien yang berada di Puskesmas Ulee Kareng Kota Banda Aceh pada bulan Mei tahun 2025 sebanyak 35 orang. Instrumen penelitian menggunakan lembar kuesioner. Kemudian pengolahan data dilakukan dengan menggunakan uji statistik chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa didapatkan nilai p value 0,003 sehingga Ada Ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan pemilihan metode kontrasepsi di Puskesmas Ulee Kareng Kota Banda Aceh Tahun 2025. Selanjutnya didapatkan nilai p value 0,353 sehingga Tidak ada hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan pemilihan metode kontrasepsi di Puskesmas Ulee Kareng Kota Banda Aceh Tahun 2025.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG PERAWATAN KESEHATAN GIGI SELAMA KEHAMILAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS DRIEN JALO, ACEH SELATAN Rizka Amalia Putri; Ulfa Husna Dhirah; Faradilla Safitri; Fithri Nazs
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i2.5795

Abstract

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG PERAWATAN KESEHATAN GIGI SELAMA KEHAMILAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS DRIEN JALO, ACEH SELATAN
Co-Authors Aisyah Aisyah Aja Marjulita Akmadia, Nur Alfitri Wahyuni Alvionida, Fitra Amriansyah Amriansyah Andika, Fauziah Aningsih, Dewi Fitri Anwar, Chairanisa Asmaul Husna Asmaul Husna Ayuni Safira Azkia, Naura Chairanisa Anwar Cut Asiah Desi Desi Dhirah, Ulfa Husna DYAH AYU PUSPITASARI Ermayana Ermayana Eva Rosdiana Fadil Irfan Faizin, Wilda Num Fania Ayunda Putri Fauziah Andika Fazira, Cut Intan Febrianty, Farizha Fikransyah, Raja Fina Chairani Finaul Asyura Fithri Nazs Fitria Fitria Grece Winda Hafizhathifa, Fathin Hafizhathifa, Fatin Hanzen, Denni Hayati, Ulfa Herman Sudiman Hery Widijanto Irma Suryani Irwan Syahputra Iskandar Iskandar Ismail Ismail Izzah, Nuril Jamaliah Jamaliah Julaida Br Bancin Kasmanila Kasmanila Kesumawati, Kesumawati Leni Erlinda Lestari, Widya Lia Lajuna Lilis Suryani Linda Rahmi M. Dzaky Arkan Marniati Marniati Marniati Marniati Marniati Marniati, Marniati Masruri, Jasri Mawardy Mawardy Mawardy, Mawardy Meilina, Rulia Mimosa, Rizka Miranda Miranda Miswari Miswari Mizan Jalinan Mufdalina Mufdalina Mukhlis Mukhlis Mukhtar Mukhtar Ningsih, Yustika Wirda Novita Novita Novita Novita Nur Afriza Nurhayati Nurhayati Nurul Sakdah Nuzulul Rahmi, Nuzulul Nyak Gus Delviani Periskila Dina Kali Kulla Puteri, Ade Dita Putri, Rizka Amalia Rahmat Akbar Ratna Wilis ratna willis Raudhatun Nuzul ZA, Raudhatun Rauzatun Sakdiah Rauzhatus Salmah. Nst Rezeki, Sahbainur Rizka Amalia Putri Rizki, Geubrina Rosdiana, Eva Rossi Aulia Pratiwi Sahbainur Rezeki Sakdah, Nurul Savia, Novita Siti Aisyah Siti Samaniyah Sri Yanti Syafriadi Syafriadi Syarifah Yanti Astryna Ulfa Husna Dhirah Wahyuni, Alfitri Yeltisa Melani Yuniwati, Cutyuniwati Yusmaniar Yusmaniar Zulia Ananda