Claim Missing Document
Check
Articles

Penyuluhan Kesehatan Tentang Cegah Anemia pada Ibu Hamil di Puskesmas Padang Tiji Kabupaten Pidie Faradilla Safitri; Asmaul Husna; Rauzatun Sakdiah
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 3, No 1 (2021): APRIL 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia is a blood disorder that commonly occurs when the level of red blood cells (erythrocytes) in the body becomes too low. Pregnant women are said to have anemia if the concentration of hemoglobin (Hb) levels is <11.0 gr / dl. The contribution of anemia in pregnancy to maternal mortality in Indonesia is estimated at 10% to 12%. During pregnancy, the amount of iron needed is much greater than that of non-pregnant women. There are many bad effects that can be caused when pregnant women experience anemia. Community Service Activities are a form of the contribution of Ubudiyah University Faculty of Health Sciences lecturers in the implementation of higher education tridharma. This activity is also expected to improve the health status of mothers and children. The service that has been carried out in this activity is in the form of health education with the theme "Prevent anemia in pregnant women". This health counseling was carried out at the Padang Tiji Community Health Center, Pidie Regency, which was held on Monday, January 11, 2021 starting at 10:00 a.m. until finished, the total number of pregnant women who attended the health counseling was 18 people. The implementation of this health education is in collaboration with the Padang Tiji Community Health Center, Pidie District Keywords: pregnancy anemia
EDUKASI KESEHATAN TENTANG PREMENSTRUAL SYNDROME PADA REMAJA PUTRI DI MAN 5 ACEH BESAR Asmaul Husna; Faradilla Safitri
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 4, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah kesehatan reproduksi di Indonesia perlu mendapat perhatian yang cukup karena masalah kesehatan reproduksi juga masalah kesehatan  yang akan berdampak pada kesehatan  lainnya.  Masalah kesehatan reproduksi salah satunya termasuk pada kaum remaja.  Masa remaja merupakan suatu fase  perkembangan yang dinamis dalam  kehidupan seorang individu.  Remaja  termasuk dalam kelompok penduduk  yang  perlu  mendapat perhatian  terhadap kesehatan reproduksi.  Remaja perlu mengenal tubuh dan organ reproduksi, perubahan fisik  dan psikologis, agar dapat melindungi diri dari resiko yang mengancam kesehatan dan keselamatan fungsi organ reproduksinya (Aryani, 2017). Remaja dikenal sebagai individu yang memiliki tahap perkembangan fisik (muncul tanda-tanda seksual) dan perubahan psikologi. Pada remaja putri, salah satu perkembangan fisik yang akan terjadi adalah proses menstruasi sebagai tanda telah berfungsinya ovarium. Menstruasi terjadi karena sel telur yang tidak dibuahi oleh sperma sehingga menyebabkan meluruhnya sel-sel endometrium dalam rahim. Kata kunci : Pengetahun pada remaja putri tentang premenstrual syndromeReproductive health problems in Indonesia need sufficient attention because reproductive health problems are also health problems that will have an impact on other health. One of the reproductive health problems, including adolescents. Adolescence is a dynamic phase of development in the life of an individual. Adolescents are included in the population group that needs attention to reproductive health. Adolescents need to know the body and reproductive organs, physical and psychological changes, in order to protect themselves from risks that threaten the health and safety of their reproductive organ functions (Aryani, 2017). Adolescents are known as individuals who have stages of physical development (sexual signs appear) and psychological changes. In adolescent girls, one of the physical developments that will occur is the menstrual process as a sign that the ovaries are functioning. Menstruation occurs when the egg is not fertilized by the sperm, causing the endometrial cells to shed in the uterus.Keywords: Knowledge of adolescent girls about premenstrual syndrome
PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG PENTINGNYA PEMBERIAN MP-ASI PADA BAYI 6-12 BULAN DI GAMPONG KAMPONG PUKAT KABUPATEN PIDIE Asmaul Husna; Fauziah Andika; Faradilla Safitri; Nuzulul Rahmi
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 4, No 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut World Health Organization (WHO)/United Nations Children’s Fund (UNICEF 2013), lebih dari 50 % kematian anak balita terkait dengan keadaan kurang gizi, dan dua pertiga diantara kematian tersebut terkait dengan praktik pemberian makan yang kurang tepat pada bayi dan anak, seperti tidak dilakukan inisiasi menyusui dini dalam satu jam pertama setelah lahir dan pemberian MP-ASI yang terlalu cepat atau terlambat diberikan. Keadaan ini akan membuat daya tahan tubuh lemah, sering sakit dan gagal tumbuh.(Rivani, 2013). Di Indonesia tahun 2013 hanya 27,5% ibu yang memberikan ASI esklusif danMakanan Pendamping ASI, padahal Kementrian Kesehatan Indonesia sendiri mentargetkan pada tahun 2014 cakupan pemberian ASI dan MP-ASI sebesar 80% (BERITA SATU.com, 2013). Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit di Jawa Timur masih sangat tinggi dari tahun 2011-2012, salah satunya penyakit diare yang kuat dugaan 70% kejadian tersebut dikarenakan kurangnya pengetahuan dan perilaku ibu dalam memperhatikan keamanan serta kebersihan pengolahan makanan pendamping ASI (Siswono, 2012).Kata kunci : Pentingnya Pemberian MP-ASI Pada Bayi 6-12 Bulan According to the World Health Organization (WHO)/United Nations Children's Fund (UNICEF 2013), more than 50% of deaths of children under five are related to malnutrition, and two-thirds of these deaths are related to inappropriate feeding practices for infants and children, such as early initiation of breastfeeding within the first hour after birth and complementary feeding is not carried out too early or too late. This situation will make the immune system weak, often sick and fail to grow (Rivani, 2013). In Indonesia in 2013 only 27.5% of mothers gave exclusive breastfeeding and complementary foods, even though the Indonesian Ministry of Health itself targets that in 2014 the coverage of breastfeeding and complementary feeding is 80% (BERITA SATU.com, 2013). Extraordinary events (KLB) of disease in East Java are still very high from 2011-2012, one of which is diarrhea, which is strongly suspected of 70% of the incidence due to a lack of knowledge and behavior of mothers in paying attention to the safety and cleanliness of processing complementary foods for breast milk (Siswono, 2012).Keywords: The Importance of Complementary Feeding for Babies 6-12 Months
EDUKASI KESEHATAN PENCEGAHAN DINI TENTANG BAHAYA NARKOTIKA PADA SISWA/I SMA NEGERI 1 BAITUSSALAM ACEH BESAR Fauziah Andika; Faradilla Safitri
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 5, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dewasa ini penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya atau yang sering disingkat NAPZA sudah sangat merebah luas. Tidak hanya kota-kota besar, namun sudah mewabah ke kota kecil maupun desa di seluruh Indonesia. Kalimat “Indonesia Darurat Narkoba” dalam beberapa tahun terakhir menghiasi pembicaraan masyarakat umum, pejabat dan pemberitaan di media massa. Oleh karena itu sudah seharusnya kita mewaspadai bahaya dan pengaruh terhadap ancaman yang akan merusak generasi muda masa depan negara kita.Kasus NAPZA di dunia ternyata sama hal nya di Indonesia, Badan Narkotika Nasional (BNN) mencatat dimana terdapat tingkat prevelensi pengguna NAPZA di Indonesia untuk tahun 2016 sebanyak 1.359 jiwa, lalu tahun 2017 sebanyak 1.448 jiwa, dan di tahun 2018 semakin tinggi yaitu 1.554 jiwa. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 09 Februari 2023 dengan melakukan edukasi kesehatan di SMA Negeri 1 Baitussalam Aceh Besar dengan jumlah peserta 40 orang siswa SMA Negeri 1 Baitussalam Aceh Besar. Hasil dari kegiatan ini adalah menambah pengetahuan dan wawasan tentang narkotika guna siswa tidak menjadi penyalahgunaan narkotikaKata Kunci : Penyalahgunaan NarkotikaToday abuse of Narcotics, Psychotropics and Addictive Substances or what is often abbreviated as NAPZA has spread widely. No only in big cities, but it has spread to small towns and villages in throughout Indonesia. The phrase "Indonesia is Emergency Drugs" in recent years has graced the discussion of the general public, officials and news in the mass media. Therefore, we should be aware of the dangers and effects of threats that will damage our country's future young generation. Drug cases in the world are the same as in Indonesia, the National Narcotics Agency (BNN) noted that there is a prevalence rate of drug users in Indonesia for the year 2016 as many as 1,359 people, then in 2017 there were 1,448 people, and in 2018 it was even higher, namely 1,554 people. This activity was carried out on February 9 2023 by conducting health education at Baitussalam Aceh Besar 1 Public High School with a total of 40 participants from Baitussalam Aceh Besar 1 Public High School. The result of this activity is to increase knowledge and insight about narcotics so that students do not become abusers of narcoticsKeywords: Drugs Abuse
PENCEGAHAN STUNTING MELALUI PENDIDIKAN KELUARGA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PADANG PANYANG KECAMATAN KUALA PESISIR KABUPATEN NAGAN RAYA Faradilla Safitri; Fauziah Andika; Ismail Ismail; Eva Rosdiana; Alfitri Wahyuni
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 6, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan kondisi di mana anak memiliki tinggi badan yang jauh lebih rendah dari standar usianya akibat kekurangan gizi kronis, dapat dicegah dengan beberapa strategi melalui pendidikan keluarga. Langkah penting untuk memastikan anak tumbuh dan berkembang secara optimal. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan pengetahuan kepada keluarga sehingga dapat menumbuhkan kesadaran untuk melakukan pencegahan dan penanganan anak yang mengalami stunting. Pengabdian kepada masyarakat dengan tema pencegahan stunting melalui pendidikan keluarga ini telah dilakukan pada tanggal 18 Agustus sampai dengan 2 September 2024secara langsung dengan mengunjungi rumah (home visit) keluarga yang memiliki bayi dan balita yang berada di Wilayah Kerja Puskesmas Padang Panyang Kecamatan Kuala Pesisir Kabupaten Nagan Raya dengan menggunakan brosur. Pencegahan stunting dapat dilakukan lebih efektif dan berdampak jangka panjang pada kesejahteraan generasi mendatang dengan pemberian pendidikan keluarga yang komprehensif dan berkelanjutan. Kata Kunci : Stunting, Pendidikan KeluargaStunting, a condition in which children have a height significantly lower than their age standard due to chronic malnutrition, can be prevented with several strategies through family education. An important step to ensure children grow and develop optimally. The purpose of this community service is to provide knowledge to families so that they can raise awareness to prevent and treat stunted children. Community service with the theme of stunting prevention through family education was carried out on August 18 to September 2, 2024 directly by visiting homes (home visits) of families who have infants and toddlers in the Padang Panyang Health Center Working Area, Kuala Pesisir District, Nagan Raya Regency using brochures. Stunting prevention can be done more effectively and have a long-term impact on the welfare of future generations by providing comprehensive and sustainable family education.Keywords: Stunting, Family Education
EDUKASI TENTANG PEMERIKSAAN PAPSMEAR PADA WANITA USIA SUBUR DI DESA BAHARU KECAMATAN SUSOH Fauziah Andika; Faradilla Safitri; Ayuni Safira
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 2, No 2 (2020): OKTOBER 2020
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kanker serviks merupakan penyakit mematikan yang umumnya menyerang banyak wanita pada usia produktif, yaitu 30-50 tahun. Pada rentan usia tersebut, wanita masih memiliki tanggung jawab terhadap psikologis anak, anggota keluarga, tanggung jawab sosial maupun ekonomi. Gejala-gejala yang ditimbulkan oleh penyakit ini, terkadang baru dirasakan oleh penderita setelah mencapai stadium lanjut, sehingga pengobatan dan hasilnya tidak maksimal. Jika terdeteksi sejak dini, besar kemungkinan kanker serviks dapat disembuhkan. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Baharu Kecamatan Susoh pada tanggal 11 Juni 2020 dengan jumlah peserta 20 orang. Hasil dari penyuluhan yang diberikan adalah wanita usia subur lebih paham dan semakin bertambah wawasan tentang pemeriksaan papsmear. Kata Kunci: pemeriksaan papsmear
Penyuluhan Kesehatan Tentang Pentingya Pemberian Imunisasi Lanjutan/ Booster (DPT-HB-Hib dan Campak) pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Leupung Kabupaten Aceh Besar Faradilla Safitri; Fauziah Andika; Cut Asiah
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 2, No 2 (2020): OKTOBER 2020
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract           Toddler is a general term for children aged 1-3 years (toddler) and preschool children (3-5 years). When the child is toddlers, begin to be given further immunization or booster immunization. Advanced immunization is a repeat of basic immunization to maintain the level of immunity and to extend the optimal protection period from further immunization and this is only obtained if the child has received complete basic immunization. About 1.5 million children in the world die each year because of diseases that can be prevented by immunization. The coverage of children under five who received further immunization / booster (DPT-HB-Hib and measles) in 2019 is 75.95%. This figure has met the 2019 Strategic Plan target of 70%. However, 50% of the provinces are still unable to achieve the target. One of the provinces with the lowest coverage is Aceh (26.91%). Puskesmas Leupung is one of the health centers in Aceh Besar District, based on 2019 data, the coverage of advanced immunization is still below UCI standards (below 80%).          Community Service Activities are a form of the contribution of Ubudiyah Faculty of Health Sciences lecturers in the implementation of higher education tridharma. This activity is also expected to improve health status. The service that has been carried out in this activity is in the form of health counseling with the theme "The Importance of Provision of Advanced Immunization / Booster (DPT-HB-Hib and Measles) to Toddlers". This health counseling was carried out in the work area of the Leupung Puskesmas, Aceh Besar District, which consists of 3 posyandu points, namely in Pulot Village on Thursday, July 16 2020, Deah Mamplam Village on Tuesday, July 21 2020 and in Meunasah Mesjid Village on Friday, 24 July 2020, which was held at 10.00 WIB until completion, the total number of mothers who attended this health counseling time was 46 people. The implementation of this health education is in collaboration with the Leupung Health Center, Aceh Besar District. Keywords: toodler, Advanced immunization/ booster
PENDIDIKAN KESEHATAN PADA IBU TENTANG KUNJUNGAN MASA NIFAS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOPELMA DARUSSALAM BANDA ACEH Faradilla Safitri; Asmaul Husna; Nuzulul Rahmi; Fauziah Andika
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 4, No 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa nifas ini menjadi masa yang paling rentan bagi ibu dikarenakan penyumbang kematian ibu yang paling besar dalam masa nifas. Para ibu nifas menjadi enggan ke Puskesmas atau fasilitas kesehatan lainnya karena takut tertular virus covid-19, kunjungan nifas di rumah tidak bisa dilakukan secara maksimal, dikarenakan sesuai dengan peraturan bidan menunda melakukan kunjungan rumah untuk menghindari penyebaran virus covid-19. Pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ubudiyah Indonesia ini dilakukan berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan sebelumnya yaitu masih ada ibu nifas yang tidak melakukan dan tidak mendapatkan pelayanan masa nifas secara lengkap. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini telah dilaksanakan dari tanggal 20-23 Desember 2021. Ketua dan anggota pelaksana kegiatan memberikan edukasi kepada para ibu secara dor to dor (dari rumah ke rumah), dan media yang digunakan berupa brosur. Hasil yang diperoleh adalah para ibu dan keluarga memahami tentang pentingnya melakukan kunjungan masa nifas untuk memantau kondisi kesehatan ibu dan anak sehingga ibu dan keluaga akan melakukan kunjungan masa nifas ke tempat pelayanan kesehatan.Kata Kunci : Kunjungan masa nifas, pandemi covid-19. The postpartum period is the most vulnerable period for mothers because it is the largest contributor to maternal mortality during the postpartum period. Postpartum mothers are reluctant to go to the Puskesmas or other health facilities for fear of contracting the Covid-19 virus, postpartum visits at home cannot be carried out optimally, because according to regulations, midwives postpone home visits to avoid the spread of the Covid-19 virus. This community service carried out by a Lecturer of the Faculty of Health Sciences, Ubudiyah University, Indonesia, was carried out based on the results of research that had been carried out previously, namely that there were still postpartum mothers who did not do and did not receive complete postpartum services. This community service activity has been carried out from December 20-23, 2021. The chairperson and members of the implementing activities provide education to mothers door-to-door (from house to house), and the media used is in the form of brochures. The results obtained are that mothers and families understand the importance of conducting postpartum visits to monitor the health conditions of mothers and children so that mothers and families will make postpartum visits to health care facilities.Keywords: Postpartum visit, covid-19 pandemic.
PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG PENTINGNYA PEMBERIAN ASI EKSLUSIF PADA BAYI DI PUSTU BRAWE WILAYAH KERJA PUSKESMAS KUTA ALAM KOTA BANDA ACEH Faradilla Safitri; Linda Rahmi; Marniati Marniati
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 1, No 2 (2019): VOL, 1, NO. 2, OKTOBER 2019
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan pertama, utama, dan terbaik bagi bayi yang hanya diberi ASI selama 6 bulan tanpa tambahan makanan cairan lain kecuali vitamin, mineral, dan obat. Pertumbuhan dan perkembangan bayi sebagian besar ditentukan oleh jumlah ASI yang diperoleh termasuk energi dan zat gizi lainnya yang terkandung di dalam ASI tersebut. Peningkatan kualitas manusia harus dimulai sedini mungkin yaitu sejak dini yaitu sejak masih bayi, salah satu faktor yang memegang peranan penting dalam peningkatan kualitas manusia adalah pemberian Air Susu Ibu (ASI). Pemberian ASI semaksimal mungkin merupakan kegiatan penting dalam pemeliharaan anak dan persiapan generasi penerus dimasa depan. Pengabdian kepada masyarakat telah dilaksanakan pada 10 orang ibu-ibu yang berada di Pustu Beurawe Wilayah Kerja Puskesmas Kuta Alam pada hai kamis tanggal 10 Januari 2019. Media yang digunakan berupa brosur. Hasil yang diperoleh adalah ibu-ibu dapat menyerap dengan baik informasi yang disampaikan dan sangat antusias mengikuti kegiatan penyuluhan kesehatan ini. Kata Kunci : ASI Esklusif
BAKTI SOSIAL LINGKUNGAN DAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) PADA REMAJA DI SEKOLAH SMAN 14 KOTA BANDA ACEH TAHUN 2025 Rahmat Akbar; Ismail Ismail; Ratna Wilis; Finaul Asyura; Fauziah Andika; Faradilla Safitri
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan bakti sosial lingkungan dan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di SMAN 14 Kota Banda Aceh tahun 2025 dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekolah sekaligus membentuk pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini melibatkan seluruh warga sekolah, meliputi pembersihan area sekolah, pengelolaan sampah, penataan taman, serta edukasi PHBS melalui penyuluhan interaktif. Metode pelaksanaan dilakukan dengan pendekatan partisipatif, di mana siswa, guru, dan pihak terkait bekerja sama secara aktif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kebersihan lingkungan sekolah, terbentuknya sikap peduli terhadap lingkungan, serta bertambahnya pengetahuan siswa terkait indikator PHBS, seperti mencuci tangan dengan benar, menjaga kebersihan diri, dan mengonsumsi makanan sehat. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi program berkelanjutan yang mendukung terciptanya sekolah yang bersih, sehat, dan ramah lingkungan.