Claim Missing Document
Check
Articles

Efektivitas Antipiretik Ekstrak Etanol Daun Delima (Punica Granatum L.) pada Mencit (Mus Musculus L.) Meilina, Rulia; Izzah, Nuril; Kesumawati, Kesumawati; Safitri, Faradilla; Rezeki, Sahbainur; Kulla, Periskila Dina Kali
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i1.2870

Abstract

Daun delima (Punica granatum L.) secara tradisional telah banyak digunakan untuk berbagai penyakit salah satunya untuk demam. Berbagai senyawa terdapat dalam daun delima yaitu flavonoid, tanin dan saponin, dimana senyawa flavonoid berfungsi sebagai antipiretik. Metode penelitian ini Eksperimental Laboratorium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas antipiretik dan dosis efektif ekstrak etanol daun delima pada penurunan suhu mencit. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental laboratorium. Sebanyak 25 ekor dengan berat badan 20- 30 gram dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan yang terdiri dari kelompok perlakuan kontrol negatif diberikan na-CMC 0,5%, perlakuan positif diberikan paracetamol dan 3 kelompok perlakuan dengan pemberian ekstrak daun delima dosis bertingkat yaitu 100 mg/g BB, 150 mg/g BB, 200 mg/g BB. Untuk menaikkan suhu rektal, mencit diberikan suspensi pepton 5% secara oral kemudian diukur dengan menggunakan termometer digital setiap 30 menit hingga menit ke 120. Data hasil penelitian dianalisis dengan program SPSS yang dianalisis menggunakan uji ANOVA (Analysis Of Varian) dengan hasil penelitian menunjukkan bahwa daun delima memiliki efektivitas antipiretik. Data yang dihasilkan berdistribusi normal (p>0,05). ekstrak etanol daun delima yang paling efektif sebagai antipiretik yaitu pada dosis 150 mg dan 200 mg/g BB. Kesimpulan penelitian daun delima memiliki aktivitas antipiretik.Kata kunci : Daun Delima, Antipiretik, PeptonPunica granatum L. have traditionally been used for various diseases, one of which is fever. Various compounds are found in pomegranate leaves, namely flavonoids, tannins and saponins, where flavonoid compounds function as antipyretics. This research method is Experimental Laboratory. This study aims to determine the effectiveness of antipyretics and effective doses of ethanol extract of pomegranate leaves in reducing the temperature of mice. The research method used is laboratory experimental. This study aims to determine the effectiveness of antipyretics and effective doses of ethanol extract of pomegranate leaves in reducing the temperature of mice. The research method used is laboratory experimental. Twenty five individuals weighing 20-30 grams were divided into 5 treatment groups consisting of a negative control group given 0.5% na-CMC, positive treatment given paracetamol and 3 treatment groups with graded doses of pomegranate leaf extract, namely 100 mg/day. g BW, 150 mg/g BW, 200 mg/g BW. To raise the rectal temperature, the mice were given orally 5% peptone suspension and then measured using a digital thermometer every 30 minutes until the 120th minute. Pomegranate has antipyretic effectiveness. The resulting data is normally distributed (p>0.05). The most effective ethanol extract of pomegranate leaves as an antipyretic is at doses of 150 mg and 200 mg/g BW. The conclusion of this study is that pomegranate leaves have antipyretic activity.Keywords : Punica granatum, Antipyretic, Pepton
Hubungan Umur dan Paritas Ibu dengan Tindakan Sectio Caesarea di Rumah Sakit Bhayangkara Banda Aceh Anwar, Chairanisa; Safitri, Faradilla; Aisyah, Aisyah
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i1.2018

Abstract

Komplikasi masa kehamilan, persalinan dan nifas merupakan masalah kesehatan yang penting, jika tidak ditanggulangi bisa menyebabkan kematian ibu yang tinggi. Tragedi yang mencemaskan dalam proses reproduksi salah satunya kematian yang terjadi pada ibu. Keberadaan seorang ibu adalah tonggak untuk keluarga sejahtera. Sectio caesarea adalah pengeluaran janin melalui insisi abdomen. Persalinan ini digunakan jika kondisi ibu menimbulkan distress pada janin atau jika telah terjadi distress janin. Berdasarkan survey WHO tahun 2008 di tiga benua, yakni Amerika Latin, Afrika dan Asia dilaporkan bahwa angka Persalinan sectio caesarea mencapai 25,7%, angka terendah di Angola 2,3% sampai angka tertinggi 46,2% di Cina. Angka persalinan section caesarea tanpa indikasi medis di 23 negara dalam tiga benua tersebut adalah 0,01 - 2,10%. Rata-rata persalinan section caersarea di Amerika mencapai 32%.  Sedangkan di Indonesia sendiri tahun 2003 mencapai 4,1% dan meningkat pada tahun 2007 mencapai 18%. Menurut WHO kematian ibu adalah kematian seorang perempuan dalam masa hamil atau dalam 42 hari setelah kehamilan berakhir dengan sebab apapun, tindakan yang dilakukan untuk mengakhiri kehamilan. Pada tahun 2013 AKI didunia sebesar 210 kematian per 100.000 kelahiran hidup, sedangkan di negara berkembang 14 kali lebih tinggi bila dibandingkan negara maju, yaitu 230 per 100.000 kelahiran. Data yang didapatkan dari Rumah Sakit Bhayangkara Banda menunjukkan kasus persalinan seksio sesarea pada tahun 2020 sebesar 62% dari 110 persalinan yaitu sebanyak 68 persalinan seksio sesarea. Kemudian pada tahun 2021 jumlah persalinan seksio sesarea meningkat menjadi 69 % dari 112 persalinan yaitu sebanyak 77 persalinan seksio sesarea. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan usia ibu dan paritas dengan tindakan sectio caesarea di Rumah Sakit Bhayangkara Banda Aceh. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang sudah bersalin di Rumah Sakit Bhayangkara periode Januari-Desember 2021 sebanyak 235 orang. Sampel penelitian ini diambil menggunakan rumus Slovin sejumlah 71 orang. Analisis yang digunakan adalah analisis bivariate.Kata Kunci: usia, paritas, sectio caesarea Complications during pregnancy, childbirth and the puerperium are important health problems, if not addressed can cause high maternal mortality. One of the worrying tragedies in the reproductive process is the death that occurs in the mother. The existence of a mother is a milestone for a prosperous family. Sectio caesarea is the expulsion of the fetus through an abdominal incision. This delivery is used if the mother's condition causes fetal distress or if fetal distress has occurred. Based on a 2008 WHO survey on three continents, namely Latin America, Africa and Asia, it was reported that the delivery rate for sectio caesarea reached 25.7%, the lowest rate in Angola was 2.3% and the highest rate was 46.2% in China. The rate of caesarean section deliveries without medical indications in 23 countries on the three continents is 0.01 - 2.10%. The average caesarean section delivery in America reaches 32%. While in Indonesia alone in 2003 it reached 4.1% and increased in 2007 to reach 18%. According to WHO, maternal death is the death of a woman during pregnancy or within 42 days of termination of pregnancy from any cause, by any action taken to terminate the pregnancy. In 2013 the MMR in the world was 210 deaths per 100,000 live births, while in developing countries it was 14 times higher than in developed countries, which was 230 per 100,000 live births. Data obtained from Bhayangkara Banda Hospital showed cases of cesarean section delivery in 2020 amounted to 62% of 110 deliveries, namely 68 cesarean deliveries. Then in 2021 the number of deliveries by cesarean section increased to 69% from 112 deliveries, namely 77 deliveries by cesarean section. The purpose of this study was to determine the relationship between maternal age and parity with sectio caesarea at Bhayangkara Hospital Banda Aceh. The population in this study were all pregnant women who had given birth at Bhayangkara Hospital for the period January-December 2021 as many as 235 people. The sample of this study was taken using the Slovin formula of 71 people. The analysis used is bivariate analysis.Keywords: age, parity, sectio caesarea
PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG ANEMIA PADA IBU HAMIL DI PUSTU DESA LAM HASAN PEUKAN BADA ACEH BESAR Asmaul Husna; Faradilla Safitri; Leni Erlinda
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 3, No 1 (2021): APRIL 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia pada kehamilan merupakan salah satu faktor dari kehamilan risiko tinggi. Anemia pada kehamilan merupakan penyebab potensial morbiditas dan mortalitas ibu dan anak yang memberi pengaruh kurang baik bagi ibu, baik dalam kehamilan, persalinan dan masa nifas, Selain itu juga berpengaruh kurang baik bagi hasil konsepsi, seperti kematian janin, kematian neonatal, prematuritas, cacat bawaan, kurang cadangan zat besi dan BBLR (Prawirohardjo, 2010). Anemia defisiensi zat besi lebih cenderung berlangsung di negara yang sedang berkembang dari pada negara yang sudah maju, 36% atau sekitar 1.400 juta menderita anemia dari perkiraan populasi 3.800 juta orang, sedangkan prevalensinya dengan negara maju sekitar 8 % atau kira-kira 100 juta orang dari perkiraan populasi 1.200 juta orang. Sedangkan di Indonesia prevalensinya pada kehamilan masih tinggi yaitu sekitar 40,1 % (Kemenkes, 2019). Kata kunci : Anemia Pada Ibu Hamil 
OPTIMALISASI LAYANAN KESEHATAN REPRODUKSI UNTUK PASANGAN USIA SUBUR MELALUI PENDEKATAN PARTISIPATIF DI DESA IE MASEN ULEE KAREENG KOTA BANDA ACEH Fauziah Andika; Faradilla Safitri; Marniati Marniati; Rulia Meilina
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 6, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasangan usia subur (PUS) dimana pasangan yang harus dapat menjaga kesehatan reproduksi. Pada kondisi normal, pasangan usia subur mudah memperoleh keturunan sehingga memerlukan atau membutuhkan pengaturan kesuburan, perawatan kehamilan dan pengetahuan bersalin yang aman. Beberapa faktor penghambat yang sering ditemukan di antaranya adalah kurangnya pemahaman masyarakat terhadap layanan kesehatan reproduksi, kendala ekonomi, serta minimnya keterlibatan masyarakat dalam program kesehatan yang ada. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari minggu tanggal 15 September 2024 dengan jumlah peserta 30 orang pasangan usia subur. Hasil dari kegiatan ini adalah bahwa peningkatan akses dan kualitas layanan kesehatan reproduksi sangat penting untuk mendukung kesejahteraan pasangan usia subur di desa tersebut Dengan menerapkan pendekatan partisipatif, masyarakat dilibatkan secara aktif dalam perencanaan dan pelaksanaan program, tenaga medis, Ini meningkatkan komunikasi antara masyarakat dan penyedia layanan kesehatan serta membuat lingkungan yang lebih mendukung bagi pasangan usia subur untuk mendapatkan layanan yang mereka butuhkan. Kata Kunci : Layanan Kesehatan reproduksi, Pasangan Usia SuburCouples of childbearing age (PUS) are couples who must be able to maintain reproductive health. Under normal conditions, couples of childbearing age are easy to obtain offspring so they need or require fertility regulation, pregnancy care and safe childbirth knowledge. Some inhibiting factors that are often found include the lack of public understanding of reproductive health services, economic constraints, and the lack of community involvement in existing health programs. This activity was carried out on Sunday, September 15, 2024 with 30 participants of couples of childbearing age. The result of this activity is that improving access and quality of reproductive health services is very important to support the welfare of couples of childbearing age in the village By applying a participatory approach, the community is actively involved in the planning and implementation of the program, medical personnel, It improves communication between the community and health service providers and makes a more supportive environment for couples of childbearing age to get the services they need.Keywords: Reproductive Health Services, Couples of Childbearing Age
STUDI KASUS PROSES ASUHAN GIZI TERSTANDAR (PAGT) PADA ANAK BALITA STUNTING DI UPTD PUSKESMAS KECAMATAN INGIN JAYA ACEH BESAR Ulfa Husna Dhirah; Asmaul Husna; Faradilla Safitri
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 5, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita yang diakibatkan kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untukrak usianya. Kekurangan gizi terjadi sejak bayi dalam kandungan, akan tetapi baru terlihat ketika bayi sudah berusia dua tahun. Stunting disebabkan oleh tidak mendapat perhatian khusus pada periode 1000 hari pertama kehidupan yang menjadi penentu tingkat pertumbuhan fisik, kecerdasan, dan produktifitas seseorang dimasa depan. Kegiatan pembinaan yang di lakukan yaitu memberikan penyuluhan kesehatan tentang bagaimana studi kasus Proses Asuhan Gizi Terstandar (PAGT) Di Puskesmas Kecamatan Ingin Jaya Aceh Besar. Metode pelaksanaan mulai dari persiapan, pelaksanaan, evaluasi semua sudah terlaksana sesuai rencana. Hasil yang dicapai, publikasi artikel pada jurnal pengabdian masyarakat, tersedianya media KIE ( poster dan boklet efektif /mudah dipahami dan diterapkan). Dilaksanakan pemeriksaan kesehatan ke Posyandu, dari peserta penyuluhan yang terdiri dari warga Desa setempat dan sekitarnya, sudah mampu menerima penjelasan dan mengaplikasikan pada keluarga tentunya, dan khususnya untuk warga yang memiliki bayi dan balita serta anak yang gizinya belum sesuai dengan standar normal. Keywords : PAGT, StuntingStunting is a condition of failure to thrive in children under five caused by chronic malnutrition so that children are too short for their age. Malnutrition occurs since the baby is in the womb, but only appears when the baby is two years old. Stunting is caused by not receiving special attention during the first 1000 days of life which determines a person's level of physical growth, intelligence and productivity in the future. The coaching activities carried out were providing health education on how to study the case study of the Standardized Nutrition Care Process (PAGT) at the Puskesmas, Want Jaya District, Aceh Besar. The implementation method, starting from preparation, implementation, evaluation, has all been carried out according to plan. The results achieved, publication of articles in community service journals, availability of IEC media (effective posters and booklets/easy to understand and apply). Health checks were carried out at the Posyandu, from counseling participants consisting of local and surrounding villagers, who were able to receive explanations and apply them to families, of course, and especially for residents who have babies and toddlers and children whose nutrition is not up to normal standards.Keywords: PAGT, Stunting
EDUKASI KESEHATAN TENTANG KENALI FAKTOR RISIKO HIV/AIDS DAN PENCEGAHANNYA Faradilla Safitri; Nuzulul Rahmi; Rahmat Akbar; Miranda Miranda
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPengabdian kepada masyarakat merupakan bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat, termasuk dalam bidang kesehatan. Salah satu isu kesehatan yang masih menjadi perhatian serius adalah HIV/AIDS, yang terus menunjukkan tren peningkatan kasus, terutama di kalangan remaja. Minimnya pengetahuan dan kesadaran remaja tentang faktor risiko dan cara penularan HIV/AIDS menjadi latar belakang dilaksanakannya kegiatan ini. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di MAN 2 Aceh Besar dengan tujuan untuk memberikan edukasi kesehatan tentang pentingnya mengenali faktor risiko HIV/AIDS serta langkah-langkah pencegahannya sejak dini. Metode pelaksanaan mencakup ceramah edukatif, diskusi interaktif, pemutaran video edukasi sebagai media informasi tambahan. Sasaran kegiatan adalah siswa-siswi tingkat SMA yang berada pada masa perkembangan penting dalam membentuk perilaku hidup sehat. Hasil evaluasi pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta mengenai HIV/AIDS. Kegiatan ini diharapkan dapat membentuk kesadaran kolektif dan menjadi langkah awal dalam pencegahan penyebaran HIV/AIDS di lingkungan sekolah dan masyarakat sekitar.   
PENGABDIAN MASYARAKAT TENTANG PENGENDALIAN KECELAKAAN DAN BENCANA PADA PEKERJA BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH (BPBD) KOTA BANDA ACEH TAHUN 2025. Rahmat Akbar; Finaul Asyura; Novita Novita; Faradilla Safitri; Fitria Fitria
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan pekerja dalam pengendalian kecelakaan kerja dan bencana pada pekerja Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banda Aceh. Pekerja BPBD memiliki risiko tinggi terhadap kecelakaan kerja dan paparan bahaya akibat aktivitas penanggulangan bencana yang kompleks dan dinamis. Metode pelaksanaan pengabdian meliputi penyuluhan, diskusi interaktif, simulasi, serta evaluasi pemahaman peserta terkait identifikasi bahaya, penilaian risiko, penggunaan alat pelindung diri (APD), dan prosedur keselamatan kerja dalam situasi darurat dan bencana. Kegiatan ini dilaksanakan pada tahun 2025 dengan melibatkan pekerja BPBD Kota Banda Aceh sebagai sasaran utama. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai pengendalian kecelakaan dan kesiapsiagaan bencana, serta meningkatnya kesadaran akan pentingnya penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dalam setiap aktivitas penanggulangan bencana. Diharapkan kegiatan pengabdian ini dapat berkontribusi dalam menurunkan angka kecelakaan kerja serta meningkatkan kesiapsiagaan dan keselamatan pekerja BPBD dalam menjalankan tugasnya. Kata Kunci: Pengabdian masyarakat, Pengendalian kecelakaan, bencana, keselamatan kerja, BPBD.
PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG PENTINGNYA KUNJUNGAN ANTENATAL CARE (ANC) SESUAI STANDAR SELAMA PANDEMI COVID 19 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS IE ALANG KABUPATEN ACEH BESAR Nuzulul Rahmi; Faradilla Safitri; Asmaul Husna; Fauziah Andika
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 3, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakCovid-19 dapat memberikan dampak negatif bagi Kesehatan ibu hamil dalam menjalani kehamilannya dan mempengaruhi kunjungan Antenatal Care (ANC). Cakupan K1 Kabupaten Aceh Besar Tahun 2020 mengalami penurunan akibat dari pandemi Covid-19 sebesar 67,5% dan cakupan K4 sebesar 60% dengan kata lain tidak mencapai target nasional yaitu sebesar 76%. Salah satu Puskesmas yang cakupannya masih rendah yaitu dibawah 85% adalah Puskesmas Ie Alang Kabupaten Aceh Besar. Berdasarkan data yang diperoleh di Puskemas Ie Alang Kabupaten Aceh Besar, tahun 2019 sasaran ibu hamil yaitu 62 orang, untuk cakupan K1 sebesar 92% dan cakupan K4 sebesar 51%. Sasaran ibu hamil tahun 2020 adalah 68 orang, untuk cakupan K1 sebesar 92% dan cakupan K4 sebesar 58% (Profil Kesehatan Puskesmas Ie Alang, 2020). Tujuan pendidikan kesehatan ini adalah peserta mengetahui pentingnya kunjungan ANC selama kehamilan. Pelaksanaan kegiatan penyuluhan ini dilakukan 19 Juni 2021 di Wilayah Kerja Puskesmas Ie Alang. Peserta yang diikutkan dalam kegiatan ini adalah ibu hamil yang berada di wilayah kerja Puskesmas Ie Alang Kabupaten Aceh Besar yang bersedia hadir saat dilakukan penyuluhan yaitu 44 orang. Kegiatan pendidikan kesehatan ini melibatkan peran aktif mahasiswa Prodi D-III dan D-IV Kebidanan Universitas Ubudiyah Indonesia. Kata kunci : ANC, Ibu hamil, pendidikan kesehatan 
PENDIDIKAN KESEHATAN KEBERSIHAN MENSTRUASI REMAJA PUTRI DI SMAS BABUL MAGHFIRAH KABUPATEN ACEH BESAR Nuzulul Rahmi; Faradilla Safitri
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 5, No 2 (2023): OKTOBER 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa remaja memiliki fase tumbuh kembang dimasak anak-anak ke dewasa yang mana seorang individu akan lebih sering mengalami perubahan dari aspek biologis, psikologis maupun sosialnya. erubahnya fisik lebih sering nampak saat seorang remaja mulai masuk usia 9-15 tahun, di usianya ini remaja bukan semata-mata tumbuh menjadi tinggi ataupun besar saja, ada terdapat beberapa hal yang berubah dari aspek fisik misalnya menstruasi yang dialami oleh Wanita. Ketika mengabaikan kebersihan ketika menstruasi dapat menimbulkan persoalan medis reproduksi, seperti saluran reproduksi yang terinfeksi, saluran kemih yang terinfeksi, infeksi jamur, bahkan meningkatnya resiko kanker serviks. Tujuan pendidikan kesehatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran para remaja putri mengenai kebersihan diri pada masa menstruasi . Pelaksanaan kegiatan penyuluhan ini dilakukan 17 Juni 2023 di SMAS Babul Maghfirah Kabuapten Aceh Besar dengan peserta siswi kelas I, II dan III yang hadir pada hari kegiatan penyuluhan. Kegiatan pendidikan kesehatan ini melibatkan peran aktif mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ubudiyah Indonesia. Kata kunci : pendidikan kesehatan, kebersihan menstruasi, remajaAdolescence has a phase of growth and development from childhood to adulthood where an individual will more often experience changes from biological, psychological and social aspects. Physical changes are more often seen when a teenager starts to enter the age of 9-15 years, at this age adolescents not only grow tall or big, there are several things that change from physical aspects such as menstruation experienced by women. When ignoring hygiene during menstruation can cause reproductive medical problems, such as infected reproductive tract, infected urinary tract, fungal infections, and even increased risk of cervical cancer. The purpose of this health education is to increase the knowledge and awareness of adolescent girls about personal hygiene during menstruation. The implementation of this counseling activity was carried out on June 17, 2023 at Babul Maghfirah High School, Aceh Besar Regency with participants from class I, II and III students who were present on the day of the counseling activity. This health education activity involves the active role of students of the Faculty of Health Sciences, Ubudiyah University of Indonesia. After health education, adolescent girls feel that their knowledge has increased about personal hygiene during menstruation and will apply this behavior. Keywords: health education, menstrual hygiene, adolescents
PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG PENTINGNYA KEHADIRAN IBU BAYI BALITA KE POSYANDU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS COT BA’U Asmaul Husna; Fauziah Andika; Nuzulul Rahmi; Faradilla Safitri
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 3, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan kesehatan terpadu (posyandu) adalah suatu bentuk keterpaduan pelayanan kesehatan dan keluarga berencana yang dilaksanakan ditingkat dusun dalam wilayah kerja masing-masing puskesmas. Posyandu adalah suatu forum komunikasi, alih tegnologi dan pelayanan kesehatan masyarakat oleh dan untuk masyarakat yang mempunyai nilai strategis dalam mengembangkan sumber daya manusia sejak dini. Sebagai pusat kegiatan masyarakat, posyandu merupakan forum swadaya masyarakat yang memberikan pelayanan kesehatan sederhana dan keluarga berencana (Effendy, 2008). Menurut Kemenkes RI (2017)  pada  dasarnya semua informasi atau data yang diperlukan untuk pemantauan pertumbuhan balita, bersumber dari data berat badan hasil penimbangan balita bulanan yang diisikan kedalam KMS untuk dinilai naik (N) atau tidaknya (T) berat badan balita terebut.Untuk mengamati pertumbuhan anak usia satu sampai lima tahun, disetiap posyandu diberikan masing-masing satu buku yaitu Buku Kesehatan Ibu dan Anak yang berisi catatan kesehatan ibu (hamil, bersalin, nifas) dan anak bayi (bayi baru lahir, bayi dan anak balita) serta berbagai informasi cara memelihara dan merawat kesehatan ibu dan anak, yang juga berisi kartu menuju sehat. Jumlah posyandu di Indonesia 244.470 posyandu, jumlah kader posyandu 1.133.057 orang kader. Jumlah kader posyandu yang aktif di Indonesia adalah 784.505 orang (69,2%) dan yang kurang aktif adalah 3.435 posyandu (30,8%). Kata kunci : Pentingnya kehadiran ibu balita ke posyandu 
Co-Authors Aisyah Aisyah Aja Marjulita Akmadia, Nur Alfitri Wahyuni Alvionida, Fitra Amriansyah Amriansyah Andika, Fauziah Aningsih, Dewi Fitri Anwar, Chairanisa Asmaul Husna Asmaul Husna Ayuni Safira Azkia, Naura Chairanisa Anwar Cut Asiah Desi Desi Dhirah, Ulfa Husna DYAH AYU PUSPITASARI Ermayana Ermayana Eva Rosdiana Fadil Irfan Faizin, Wilda Num Fania Ayunda Putri Fauziah Andika Fazira, Cut Intan Febrianty, Farizha Fikransyah, Raja Fina Chairani Finaul Asyura Fithri Nazs Fitria Fitria Grece Winda Hafizhathifa, Fathin Hafizhathifa, Fatin Hanzen, Denni Hayati, Ulfa Herman Sudiman Hery Widijanto Irma Suryani Irwan Syahputra Iskandar Iskandar Ismail Ismail Izzah, Nuril Jamaliah Jamaliah Julaida Br Bancin Kasmanila Kasmanila Kesumawati, Kesumawati Leni Erlinda Lestari, Widya Lia Lajuna Lilis Suryani Linda Rahmi M. Dzaky Arkan Marniati Marniati Marniati Marniati Marniati Marniati, Marniati Masruri, Jasri Mawardy Mawardy Mawardy, Mawardy Meilina, Rulia Mimosa, Rizka Miranda Miranda Miswari Miswari Mizan Jalinan Mufdalina Mufdalina Mukhlis Mukhlis Mukhtar Mukhtar Ningsih, Yustika Wirda Novita Novita Novita Novita Nur Afriza Nurhayati Nurhayati Nurul Sakdah Nuzulul Rahmi, Nuzulul Nyak Gus Delviani Periskila Dina Kali Kulla Puteri, Ade Dita Putri, Rizka Amalia Rahmat Akbar Ratna Wilis ratna willis Raudhatun Nuzul ZA, Raudhatun Rauzatun Sakdiah Rauzhatus Salmah. Nst Rezeki, Sahbainur Rizka Amalia Putri Rizki, Geubrina Rosdiana, Eva Rossi Aulia Pratiwi Sahbainur Rezeki Sakdah, Nurul Savia, Novita Siti Aisyah Siti Samaniyah Sri Yanti Syafriadi Syafriadi Syarifah Yanti Astryna Ulfa Husna Dhirah Wahyuni, Alfitri Yeltisa Melani Yuniwati, Cutyuniwati Yusmaniar Yusmaniar Zulia Ananda