Claim Missing Document
Check
Articles

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI EDUKASI KESEHATAN TENTANG PENTINGNYA IMUNISASI LENGKAP ANAK DI GAMPONG PUNGE JURONG Fauziah Andika; Nuzulul Rahmi; Kalvin Ariston Zai; Tara Noviani; Qirva Atin Amini; Yelfi Monita
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Imunisasi dan vaksinasi merupakan bagian integral dari sistem kesehatan global dalam upaya menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat penyakit menular. Berdasarkan data World Health Organization (WHO), imunisasi mencegah sekitar 3,5 hingga 5 juta kematian setiap tahunnya yang disebabkan oleh penyakit seperti difteri, tetanus, pertusis, influenza, dan campak. Berdasarkan data posyandu desa tahun 2023, dari 237 anak balita yang terdaftar, sekitar 31 anak belum mendapatkan imunisasi dasar lengkap, dan 9 anak tidak pernah diimunisasi sejak lahir. Angka ini menunjukkan adanya kebutuhan mendesak akan intervensi edukatif dan promotif dalam bentuk penyuluhan langsung kepada masyarakat. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada Tanggal 27 Juni 2025, di aula kantor Keuchik Gampong Punge Jurong. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat menunjukkan adanya perubahan positif yang cukup besar dalam tingkat pengetahuan dan kesadaran warga Gampong Punge Jurong mengenai pentingnya imunisasi lengkap bagi anak Kata Kunci : Imunisasi lengkap, Pengetahuan, Promotif
PENYULUHAN PEMUTUSAN MATA RANTAI PENULARAN CORONA PADA IBU YANG MEMILIKI BAYI DAN BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LAMPISANG KABUPATEN ACEH BESAR Nuzulul Rahmi; Asmaul Husna; Leni Erlinda
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 2, No 2 (2020): OKTOBER 2020
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakCOVID-19  merupakan  penyakit  menular yang  disebabkan  oleh sindrom  pernapasan  akut coronavirus  2 (severe  acute  respiratory  syndrome coronavirus   2 atau   SARS-CoV-2).   Virus   ini merupakan keluarga besar Coronavirus yang dapat menyerang   hewan.   Ketika   menyerang   manusia, Coronavirus    biasanya    menyebabkan    penyakit infeksi saluran   pernafasan,   seperti   flu,   MERS (Middle  East  Respiratory  Syndrome),  dan  SARS (Severe  Acute  Respiratory  Syndrome). Virus Corona atau Covid-19 melanda banyak negara di dunia termasuk Indonesia. Wabah Covid-19 tidak hanya merupakan masalah nasional dalam suatu negara, tapi sudah merupakan masalah global. Covid-19 berawal muncul dari daerah Wuhan Cina dan penyebaran Covid -19 yang begitu cepat dan mematikan,, penularannya melalui kontak fisik ditularkan melalui mulut, mata dan hidung. Covid-19 berdampak kepada kehidupan sosial dan melemahnya ekonomi masyarakat serta berdampak terhadap pelayanan publik sehingga dirasa perlu untuk memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang bagaimana pemutusan mata rantai penyakit ini di masyarakat. Kata kunci : penyuluhan kesehatan, covid-19, corona
PENYULUHAN SADARI PADA REMAJA PUTRI DI MADRASAH ALIYAH DAYAH RUHUL ISLAM ANAK BANGSA KABUPATEN ACEH BESAR Nuzulul Rahmi; Fauziah Andika; Periskila Dina Kali Kulla; Cut Deli; Eva Nadilla; Fadia Aisya; Rika Novita
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 6, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kanker payudara menjadi salah satu jenis kanker yang berada pada urutan pertama di Asia maupun di Indonesia. Kasus kanker baru di dunia mencapai angka 20 juta kasus, dengan jumlah kematian sebesar 9,7 juta kasus. Dari angka ini, kanker paru memiliki kasus terbanyak (12,4%), diikuti kanker payudara (11,6%), kanker kolorektal (9,6%), kanker prostat (7,3%), dan kanker perut (4,9%). Penderita kanker payudara memulai pengobatan pada stadium lanjut. Kanker payudara bisa diatasi jika penderita mulai mendeteksi dan mengobatinya sejak dini. Upaya dini untuk melakukan skrining kanker payudara adalah dengan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Tujuan penyuluhan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran para remaja putri agar mendeteksi secara dini kanker payudara melalui SADARI. Pelaksanaan kegiatan penyuluhan ini dilakukan 17 November 2023 di Madrasah Aliyah Dayah Ruhul Islam Anak Bangsa Kabuapten Aceh Besar dengan peserta siswi kelas III yang hadir pada hari kegiatan penyuluhan. Kegiatan pendidikan kesehatan ini melibatkan peran aktif mahasiswa Prodi D-III dan S1 Kebidanan Universitas Ubudiyah Indonesia. Setelah dilakukan pendidikan kesehatan dan praktik melakukan SADARI, remaja putri telah dapat melakukan sadari untuk medeteksi dini kanker payudara, dan akan melakukan sadari secara rutin seminggu setelah menstruasi.Kata kunci : Penyuluhan Kesehatan, Kanker Payudara, SADARI Breast cancer is one type of cancer that is in first place in Asia and Indonesia. New cancer cases in the world reached 20 million cases, with a death toll of 9.7 million cases. Of this figure, lung cancer has the most cases (12.4%), followed by breast cancer (11.6%), colorectal cancer (9.6%), prostate cancer (7.3%), and stomach cancer (4, 9%). Breast cancer also occupies the top 5 positions for causes of cancer death. Breast cancer sufferers start treatment at an advanced stage. Breast cancer can be overcome if sufferers start detecting and treating it early. An early effort to screen for breast cancer is with the BSE program or breast self-examination. The aim of this outreach is to increase knowledge and awareness among young women regarding breast cancer which can be detected early through breast self-examination (BSE). This outreach activity was carried out on November 17 2023 at MAS Ruhul Islam Anak Bangsa, Aceh Besar Regency with class III female students attending on the day of the outreach activity. This health education activity involves the active role of D-III and Bachelor of Midwifery Study Program students at Ubudiyah University, Indonesia. After health education and practice of awareness, young women are able to carry out awareness to detect breast cancer early, and will carry out awareness regularly a week after menstruation.Keywords: Health Education, Breast Cancer, BSE
PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG PENTINGNYA PEMBERIAN MP-ASI PADA BAYI 6-12 BULAN DI GAMPONG KAMPONG PUKAT KABUPATEN PIDIE Asmaul Husna; Fauziah Andika; Faradilla Safitri; Nuzulul Rahmi
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 4, No 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut World Health Organization (WHO)/United Nations Children’s Fund (UNICEF 2013), lebih dari 50 % kematian anak balita terkait dengan keadaan kurang gizi, dan dua pertiga diantara kematian tersebut terkait dengan praktik pemberian makan yang kurang tepat pada bayi dan anak, seperti tidak dilakukan inisiasi menyusui dini dalam satu jam pertama setelah lahir dan pemberian MP-ASI yang terlalu cepat atau terlambat diberikan. Keadaan ini akan membuat daya tahan tubuh lemah, sering sakit dan gagal tumbuh.(Rivani, 2013). Di Indonesia tahun 2013 hanya 27,5% ibu yang memberikan ASI esklusif danMakanan Pendamping ASI, padahal Kementrian Kesehatan Indonesia sendiri mentargetkan pada tahun 2014 cakupan pemberian ASI dan MP-ASI sebesar 80% (BERITA SATU.com, 2013). Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit di Jawa Timur masih sangat tinggi dari tahun 2011-2012, salah satunya penyakit diare yang kuat dugaan 70% kejadian tersebut dikarenakan kurangnya pengetahuan dan perilaku ibu dalam memperhatikan keamanan serta kebersihan pengolahan makanan pendamping ASI (Siswono, 2012).Kata kunci : Pentingnya Pemberian MP-ASI Pada Bayi 6-12 Bulan According to the World Health Organization (WHO)/United Nations Children's Fund (UNICEF 2013), more than 50% of deaths of children under five are related to malnutrition, and two-thirds of these deaths are related to inappropriate feeding practices for infants and children, such as early initiation of breastfeeding within the first hour after birth and complementary feeding is not carried out too early or too late. This situation will make the immune system weak, often sick and fail to grow (Rivani, 2013). In Indonesia in 2013 only 27.5% of mothers gave exclusive breastfeeding and complementary foods, even though the Indonesian Ministry of Health itself targets that in 2014 the coverage of breastfeeding and complementary feeding is 80% (BERITA SATU.com, 2013). Extraordinary events (KLB) of disease in East Java are still very high from 2011-2012, one of which is diarrhea, which is strongly suspected of 70% of the incidence due to a lack of knowledge and behavior of mothers in paying attention to the safety and cleanliness of processing complementary foods for breast milk (Siswono, 2012).Keywords: The Importance of Complementary Feeding for Babies 6-12 Months
MEMBANGUN KESADARAN PENTINGNYA KESEHATAN DAN GIZI DALAM UPAYA MENGATASI STUNTING SERTA MENINGKATKAN KESEHATAN DI GAMPONG IE MASEN ULEE KARENG Asmaul Husna; Nuzulul Rahmi; Ulfa Husna Dhirah
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 6, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pentingnya menghadapi permasalahan ini dengan pendekatan holistik tidak bisa diabaikan. Dibutuhkan upaya kolaboratif antara berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, lembaga kesehatan, dan komunitas lokal, untuk mengatasi tantangan ini secara efektif. Perlu dibentuk program-program yang menggabungkan aspek pendidikan, perawatan kesehatan, dan dukungan sosial untuk mendorong perubahan pola pikir dan perilaku yang positif di tengah masyarakat. Dalam rangka merespons situasi ini, langkah awal penting adalah meningkatkan tingkat kesadaran tentang stunting melalui kampanye penyuluhan dan edukasi yang intensif. Selain itu, pelatihan untuk tenaga medis dan relawan kesehatan di desa ini juga perlu ditingkatkan, agar mereka dapat memberikan informasi yang tapat serta bermanfaat untuk masyarakat. Penyuluhan dilakukan dengan topik “Membangun Kesadaran Pentingnya Kesehatan Dan Gizi Dalam Upaya Mengatasi Stunting Serta Meningkatkan Kesehatan Di Gampong Ie Masen Ulee Kareng”.Pengabdian kepada masyarakat ini mengambil lokasi Meunasah Gampong Ie Masen Ulee Kareng. Dengan 30 orang masyarakat.Kata kunci : Mengatasi stunting serta meningkatkan kesehatanThe importance of addressing these issues with a holistic approach cannot be understated. It requires collaborative efforts between various parties, including local governments, health institutions, and local communities, to address these challenges effectively. Programs need to be created that combine aspects of education, health care and social support to encourage positive changes in thought patterns and behavior in society. In order to respond to this situation, an important first step is to increase the level of awareness about stunting through intensive outreach and education campaigns. Apart from that, training for medical personnel and health volunteers in this village also needs to be improved, so that they can provide accurate and useful information to the community. The counseling was carried out with the topic "Building Awareness of the Importance of Health and Nutrition in Efforts to Overcome Stunting and Improve Health in Gampong Ie Masen Ulee Kareng". This community service took place at the Meunasah Gampong Ie Masen Ulee Kareng. With 30 people in the community. Keywords: Overcoming stunting and improving health
PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG DIARE PADA ANAK DI PUSKESMAS ULIM KABUPATEN PIDIE JAYA Fauziah Andika; Nuzulul Rahmi; Chairanisa Anwar; Aris Maulana
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 3, No 1 (2021): APRIL 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diare pada balita yang lambat ditangani dapat menyebabkan beberapa komplikasi seperti gangguan elektrolit pada tubuh, dehidrasi bahkan sampai kematian. Pencegahan terhadap kejadian diare perlu disesuaikan dengan dan faktor risiko penularannya. Agen penyebab diare dapat berpa zat yang bersifat toksis, zat yang bersifat alergen, maupun infeksi dari mikroba seperti vvirus, bakteri dan parasit (Fitzwater, et al., 2011). WHO memperkirakan bahwa penyebab utama kejadian diare di negara-negara berkembang adalah Rotavirus dan bakteri Escherichia coli. Kedua agen penyakit tersebut sangat erat hubungannya dengan faktor lingkungan seperti hygiene sanitasi, kecukupan sarana air bersih dan air minum, serta kebersihan dan keamanan pangan. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 4 Januari 2021 di Puskesmas Ulim Tahun 2021. Hasil dari kegiatan ini adalah memberikan edukasi tentang diare pada anak danpentingnya menjada kesehatan anak. Kata Kunci: kejadian diare
PENDIDIKAN KESEHATAN PADA IBU TENTANG KUNJUNGAN MASA NIFAS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOPELMA DARUSSALAM BANDA ACEH Faradilla Safitri; Asmaul Husna; Nuzulul Rahmi; Fauziah Andika
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 4, No 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa nifas ini menjadi masa yang paling rentan bagi ibu dikarenakan penyumbang kematian ibu yang paling besar dalam masa nifas. Para ibu nifas menjadi enggan ke Puskesmas atau fasilitas kesehatan lainnya karena takut tertular virus covid-19, kunjungan nifas di rumah tidak bisa dilakukan secara maksimal, dikarenakan sesuai dengan peraturan bidan menunda melakukan kunjungan rumah untuk menghindari penyebaran virus covid-19. Pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ubudiyah Indonesia ini dilakukan berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan sebelumnya yaitu masih ada ibu nifas yang tidak melakukan dan tidak mendapatkan pelayanan masa nifas secara lengkap. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini telah dilaksanakan dari tanggal 20-23 Desember 2021. Ketua dan anggota pelaksana kegiatan memberikan edukasi kepada para ibu secara dor to dor (dari rumah ke rumah), dan media yang digunakan berupa brosur. Hasil yang diperoleh adalah para ibu dan keluarga memahami tentang pentingnya melakukan kunjungan masa nifas untuk memantau kondisi kesehatan ibu dan anak sehingga ibu dan keluaga akan melakukan kunjungan masa nifas ke tempat pelayanan kesehatan.Kata Kunci : Kunjungan masa nifas, pandemi covid-19. The postpartum period is the most vulnerable period for mothers because it is the largest contributor to maternal mortality during the postpartum period. Postpartum mothers are reluctant to go to the Puskesmas or other health facilities for fear of contracting the Covid-19 virus, postpartum visits at home cannot be carried out optimally, because according to regulations, midwives postpone home visits to avoid the spread of the Covid-19 virus. This community service carried out by a Lecturer of the Faculty of Health Sciences, Ubudiyah University, Indonesia, was carried out based on the results of research that had been carried out previously, namely that there were still postpartum mothers who did not do and did not receive complete postpartum services. This community service activity has been carried out from December 20-23, 2021. The chairperson and members of the implementing activities provide education to mothers door-to-door (from house to house), and the media used is in the form of brochures. The results obtained are that mothers and families understand the importance of conducting postpartum visits to monitor the health conditions of mothers and children so that mothers and families will make postpartum visits to health care facilities.Keywords: Postpartum visit, covid-19 pandemic.
PENDAMPINGAN KELUARGA OLEH BIDAN DI PUSKESMAS MEUKEK DALAM PEMANTAUAN TUMBUH KEMBANG BALITA Rizka Amalia Putri; Ulfa Husna Dhirah; Nuzulul Rahmi
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemantauan tumbuh kembang balita merupakan bagian penting dari upaya promotif dan preventif dalam pelayanan kesehatan anak. Pemantauan tumbuh kembang balita merupakan salah satu upaya penting dalam pencegahan stunting dan gangguan perkembangan anak. Namun, masih terdapat keluarga yang belum optimal dalam melakukan pemantauan tumbuh kembang balita secara rutin. Peran keluarga sebagai pengasuh utama sangat menentukan keberhasilan pemantauan tersebut, namun masih banyak keluarga yang belum memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan peran aktif keluarga dalam pemantauan tumbuh kembang balita melalui pendampingan oleh bidan di Puskesmas. Metode yang digunakan adalah pendampingan keluarga berbasis edukasi dan praktik langsung, meliputi penyuluhan kesehatan, demonstrasi penggunaan Kartu Menuju Sehat (KMS), pemantauan antropometri, serta stimulasi perkembangan sesuai usia balita. Sasaran kegiatan adalah keluarga yang memiliki balita usia 0–59 bulan di wilayah kerja Puskesmas. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan keluarga dalam memahami indikator tumbuh kembang balita, meningkatnya kepatuhan terhadap pemantauan rutin, serta meningkatnya kunjungan ke Posyandu. Pendampingan keluarga oleh bidan terbukti efektif sebagai upaya pemberdayaan keluarga dalam mendukung deteksi dini gangguan tumbuh kembang balita. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model pengabdian masyarakat dan pelayanan kebidanan komunitas yang berkelanjutan.
EDUKASI KESEHATAN TENTANG STATUS GIZI DALAM MENURUNKAN ANGKA KEJADIAN STUNTING DI MAN 5 ACEH BESAR Fauziah Andika; Nuzulul Rahmi
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 4, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aceh menduduki peringkat tiga nasional untuk angka stunting balita, di bawah Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Sulawesi Barat (sulbar). Saat ini, urainya, pemerintah gencar mengampanyekan gerakan pencegahan dan penanganan stunting. Sebab, prevalensi stunting bayi berusia di bawah lima tahun (balita) Indonesia pada 2018 sebesar 30,8%. Masalah kurang gizi dan stunting merupakan dua masalah yang saling berhubungan. Stunting pada anak merupakan dampak dari defisiensi nutrien selama seribu hari pertama kehidupan. Hal ini menimbulkan gangguan perkembangan fisik anak yang irreversible, sehingga menyebabkan penurunan kemampuan kognitif dan motorik serta penurunan performa kerja. Anak stunting memiliki rerata skor Intelligence Quotient (IQ) sebelas poin lebih rendah dibandingkan rerata skor IQ pada anak normal. Gangguan tumbuh kembang pada anak akibat kekurangan gizi bila tidak mendapatkan intervensi sejak dini akan berlanjut hingga dewasa Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 15 Agustus 2022 dengan melakukan penyuluhan kesehatan di MAN 5 Aceh Besar dengan jumlah peserta 52 orang siswa MAN 5 Aceh Besar. Hasil dari kegiatan ini adalah menambah pengetahuan dan wawasan tentang status gizi dalam menurunkan angka kejadian stunting. Kata Kunci : Stunting, Status GiziAceh is ranked third nationally for stunting rates for children under five, after East Nusa Tenggara (NTT) and West Sulawesi (sulbar). Currently, he explained, the government is aggressively campaigning for stunting prevention and handling. This is because the prevalence of stunting in infants under five years old (toddlers) in Indonesia in 2018 was 30.8%. Malnutrition and stunting are two interrelated problems. Stunting in children is the result of nutrient deficiency during the first thousand days of life. This causes irreversible physical development disorders of children, causing a decrease in cognitive and motor abilities as well as a decrease in work performance. Stunting children have an average Intelligence Quotient (IQ) score of eleven points lower than the average IQ score for normal children. Impaired growth and development in children due to malnutrition if they do not get intervention early on will continue into adulthood. This activity was carried out on August 15, 2022 by conducting health education at MAN 5 Aceh Besar with 52 participants from MAN 5 Aceh Besar students. The result of this activity is to increase knowledge and insight about nutritional status in reducing the incidence of stunting.Keywords: Stunting, Nutritional Status 
SOSIALISASI TENTANG STATUS GIZI PADA REMAJA DI SMA NEGERI 1 BAITUSSALAM KABUPATEN ACEH BESAR Asmaul Husna; Nuzulul Rahmi; Ulfa Husna Dhirah
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 5, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan gizi yang terjadi di Indonesia saat ini telah menjadi permasalahan gizi ganda yaitu gizi kurang dan gizi lebih. Kelompok remaja merupakan salah satu kelompok yang rawan mengalami masalah gizi (gizi lebih atau gizi kurang). Masalah gizi dipengaruhi oleh ketidakseimbangan antara aktivitas fisik dan asupan gizi pada remaja. Remaja perempuan di Indonesia mayoritas memiliki aktivitas fisik yang kurang yaitu sebesar 85% , sedangkan laki-laki sebesar 78%. Kebiasaan makan yang buruk akan menjadi penyebab timbulnya masalah gizi (gizi lebih atau gizi kurang), seperti sering melewatkan sarapan pagi dan mengkonsumsi jajanan yang tinggi kalori menyebabkan sebagian remaja di Nigeria memiliki status gizi yang kurang. Remaja yang berusia 10-14 tahun memiliki prevalensi aktivitas fisik yang kurang yaitu sebesar 68,95% dan umur 15-19 tahun pada kategori aktivitas fisik yang kurang sebesar 54,36 Penyuluhan dilakukan dengan topik “Sosialisasi tentang status gizi pada remaja di SMA Negeri 1 Baitussalam Kabupaten Aceh Besar”.Pengabdian kepada masyarakat ini mengambil lokasi di SMA Negeri 1 Baitussalam Kabupaten Aceh Besar. Dengan 35 Siswi. Waktu peaksanaan 1 hari pada tanggal 9 Februari 2023 di SMA Negeri 1 Baitussalam Kabupaten Aceh Besar.Kata kunci : Sosialisasi pada remaja putri tentang status giziThe nutritional problems that occur in Indonesia today have become multiple nutritional problems, namely undernutrition and overnutrition. Adolescents are a group that is prone to nutritional problems (over nutrition or under nutrition). Nutritional problems are influenced by an imbalance between physical activity and nutritional intake in adolescents. The majority of teenage girls in Indonesia have less physical activity, namely 85%, while boys are 78%. Poor eating habits will be a cause of nutritional problems (over nutrition or under nutrition), such as often skipping breakfast and consuming snacks that are high in calories causing some adolescents in Nigeria to have poor nutritional status. Adolescents aged 10-14 years have a prevalence of less physical activity which is equal to 68.95% and aged 15-19 years in the category of less physical activity of 54.36 Counseling is carried out on the topic "Socialization of the nutritional status of adolescents in SMA Negeri 1 Baitussalam Aceh Besar District”. This community service took place at Baitussalam 1 Public High School, Aceh Besar District. With 35 Girls. The peak time is 1 day on February 9 2023 at Baitussalam 1 Public High School, Aceh Besar District.Keywords: Socialization to young women about nutritional status