Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

TRANSFORMASI PENINGKATAN MUTU SEKOLAH MELALUI PROGRAM SEKOLAH PENGGERAK Reksa Adya Pribadi; Ananda Fatihah Auliya; Khanza Shofiana; Muhammad Herlan Yudo Winarno; Mutmainah Mutmainah
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 3 No 2 (2023): EDISI AGUSTUS
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v3i2.3844

Abstract

Tujuan dari penelitian ini ingin mengetahui mengenai transformasi peningkatan mutu sekolah melalui program sekolah penggerak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan beberapa teknik untuk pengumpul data, yakni: observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dalam penelitian di salah satu sekolah yang berada di Kota Serang yaitu SDN Rawu bahwa sekolah tersebut telah melakukan pendaftaran sebagai sekolah penggerak pada tahun 2021. Sekolah penggerak bukan berarti sekolah besar dengan sarana prasarana yang lengkap namun sekolah penggerak merupakan sekolah yang dipimpin oleh seorang kepala sekolah yang telah lulus pelatihan dan pembekalan sekolah penggerak tentunya kepala sekolah tersebut mau melakukan perubahan di bidang pendidikan. Di bawah kepemimpinan kepala sekolah yang baik sekolah kecil akan menjadi maju, bahkan sekolah yang peneliti kunjungi boleh dikatakan sekolah yang kecil dengan lahan yang sangat terbatas. Tetapi sekolah tersebut mampu menjadi agen perubahan yang tentunya memacu orang tua untuk menyekolahkan anak-anaknya ke sekolah tersebut. Berdasarkan paparan data dari hasil pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa Program Sekolah Penggerak merupakan sekolah yang mempunyai semangat bergerak menuju perubahan yang lebih baik. Program sekolah penggerak seperti yang dirumuskan oleh Kemendikbudristek merupakan salah satu inovasi yang dapat mempercepat peningkatkan mutu kualitas pendidikan di Indonesia.
Peran Guru Sebagai Penguatan Profil Pelajar Pancasila dalam Kurikulum Merdeka Belajar Reksa Adya Pribadi; Safna Anggraeni Syahid; Astri Oktaria Putri
DIKDAS MATAPPA: Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Vol 6 No 3 (2023): September
Publisher : STKIP Andi Matappa Pangkep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/dikdas.v6i3.2953

Abstract

The profile of Pancasila students as part of the independent learning curriculum in the process of strengthening the Pancasila Student Profile is important for the role of a teacher. The purpose of this study is to determine the role of the teacher as strengthening the Pancasila Student Profile in the Independent Learning Curriculum. The research method used is descriptive qualitative. The data collection techniques used are observation, interviews and documentation. From the results of the research conducted, the role of the teacher is very important because the teacher is not only transferring knowledge but also motivation and character in children. In an effort to strengthen the Pancasila Student Profile, teachers must have the main ability, namely as an example / role model for children. Have a learning plan that focuses on the formation of Pancasila values. Make learning based on the local wisdom approach. Building students' awareness through project-based learning models. making learning interesting and not limited to space, place and time. Learning models that utilize IT developments. Creating a learning evaluation centered on the scientific approach.
Manajemen Pengelolaan Kelas Sebagai Alternatif Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Reksa Adya Pribadi; Arista Selly Maharani; Danu Dwi Arya; Retno Widati; Neng Kholilah Fitriyani
Jurnal Pendidikan Indonesia (JOUPI) Vol. 1 No. 4 (2023): Desember : Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : PT. ALHAFI BERKAH INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62007/joupi.v1i4.136

Abstract

If all teachers carry out as explained by Ki Hajar Dewantara, there will be an increase in quality of learning. Learning to be of quality if in process changes occur in students which include cognitive, affective and psychomotor aspects. To cover these three aspects requires teacher expertise as a class manager.This research was conducted examine how classroom management strategies be implemented as alternative solution to improve quality learning in educational environment. By understanding important role of classroom management, this research also make a concrete contribution to development of more efficient learning methods. This research uses a qualitative method with phenomenological approach. Where the researcher collecting data by conducting observations and interviews to obtain information about essential phenomena from the participants experiences. Based on the results of interviews and observations linked to indicators and supporting theories, it can be concluded that the resource as the teacher already has good classroom management skills, she really pays attention for comfort of his students so that learning and teaching activities in the classroom run well. Then from the research it also be seen that there is commitment and sincerity from VI A class teacher in educating students and maintaining the quality of learning so that the quality of learning can improve..
PERAN GURU PROFESIONAL DALAM PENCAPAIAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK DI SDN BATOK BALI Reksa Adya Pribadi; Salsa Umi Nasuha; Siti Meisaroh; Risma Rosa Kurnia
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 10 No. 1 (2024): Volume 10 No. 01 Maret 2024
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v10i1.2200

Abstract

ABSTRAK Setiap kegiatan dan proses pembelajaran tidak lepas dengan keterkaitan guru yang mempunyai peran besar terhadap serangkaian proses pembelajaran yang dilakukan. Pada proses pembelajaran bukan hanya sekadar rangkaian transfer ilmu pengetahuan dari guru kepada peserta didik saja, melainkan terdapat juga peran guru professional dalam proses penanaman sikap dan karakter peserta didik sehingga pencapaian hasil belajar menjadi lebih optimal. Peran guru professional dalam proses pembelajaran ini sangat penting dan tidak bisa digantikan meskipun perkembangan zaman yang semakin maju seperti teknologi, tetapi secanggih apapun teknologi tidak bisa menggantikan peran guru professional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pentingnya peran guru professional dalam pencapaian hasil belajar peserta didik di kelas IV Sekolah Dasar. Metode penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus untuk menjelaskan permasalahan dan fokus penelitian. Pendekatan studi kasus dilakukan untuk memperoleh pemahaman yang mendalam mengenai situasi atau permasalahan yang diteliti. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru professional dapat menjadi penentu keberhasilan dalam pendidikan. Oleh sebab itu, tentunya menjadi seorang guru professional harus memiliki standar serta kualitas tertentu yang harus dipenuhi agar hasil belajar peserta didik dapat tercapai dengan baik.
Implementasi Manajemen Hubungan Sekolah dan Masyarakat Berbasis Kearifan Lokal Reksa Adya Pribadi; Detin Isna Sofiatillah; Ulpah Ulpah; Yessi Hani Permatasari Pasaribu
Pendagogia: Jurnal Pendidikan Dasar Vol 4 No 1: April 2024
Publisher : Educational Consultant & Counseling Career (EC3) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66653/pendagogia.v4i1.159

Abstract

School and community relationship management is a management of the relationship between the school and the community in order to create a good and harmonious relationship and the establishment of cooperation between the two parties. In this study, the implementation of school and community relationship management is reflected through a local wisdom-based activity program. The local wisdom-based activity is the commemoration of the Prophet's maulid or called Panjang Mulud. This study describes how the process of school and community relationship management based on local wisdom is precisely local wisdom in Banten Province at SDN Serang 21. By using qualitative research methods with descriptive qualitative approach type. The results obtained in this study are the existence of good relationship management between schools and local wisdom-based communities by adopting positive values in Pajang Mulud activities. So as to be able to provide good and positive learning for students and provide benefits to the surrounding community for the existence of these activities
Penguatan karakter percaya diri siswa melalui model cooperative learning tipe think pair share di SDN 2 Bayah Timur Dhara Vallia Putri; Ana Nurhasanah; Reksa Adya Pribadi; Sigit Setiawan
Trihayu: Jurnal Pendidikan Ke-SD-an Vol 12 No 3 (2026): Trihayu: Jurnal Pendidikan Ke-SD-an
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/trihayu.v12i3.21247

Abstract

Self-confidence is an essential character dimension for elementary school students because it supports communication, social interaction, and active participation in learning. Preliminary observation at SDN 2 Bayah Timur showed that several grade II students were still shy, passive, and hesitant to express ideas in front of the class. This study aimed to describe the process of strengthening students’ self-confidence through the Cooperative Learning model of Think Pair Share, identify implementation challenges, and analyze the success of the strengthening process. The study used a descriptive qualitative approach. Data were collected through classroom observation, semi-structured interviews with the principal and the grade II teacher, and documentation of learning activities. The subjects consisted of 15 grade II students, the grade II teacher, and the principal. Data were analyzed interactively through data reduction, data display, and conclusion drawing. Data validity was strengthened through source and technique triangulation. The findings show that Think Pair Share strengthened students’ self-confidence through three gradual learning experiences: individual thinking, paired discussion, and sharing discussion results in front of the class. Students became more willing to ask questions, answer teacher prompts, discuss with peers, and present group ideas. The main challenges were differences in students’ characteristics, limited learning time, classroom noise, and the need for continuous teacher support for shy students. Teachers addressed these challenges through balanced pairing, role assignment, positive reinforcement, adaptive questioning, and simple learning media. The study concludes that Think Pair Share is relevant for strengthening self-confidence among lower-grade elementary students because it provides a safe, structured, and participatory learning space.  
Pengaruh Model Kooperatif Team Games Tournament (TGT) Terhadap Minat Belajar IPAS Kelas lV di SDN Banjar Agung 4 Nurul Afina; Sholeh Hidayat; Reksa Adya Pribadi
Journal of Citizen Research and Development Vol. 3 No. 1 (2026): Mei 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jcrd.v3i1.8491

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat belajar peserta didik pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan minat belajar peserta didik yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Team Games Tournament (TGT) dengan model Problem Based Learning (PBL). Penelitian ini dilaksanakan di SDN Banjar Agung 4 Kota Serang dengan menggunakan pendekatan kuantitatif melalui metode eksperimen (Quasi Eksperiment). Teknik pengumpulan data menggunakan angket, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan minat belajar antara kelompok eksperimen dan kelompok control dengan nilai signifikansi 0,029. Simpulan penelitian ini menunjukan bahwa model TGT memberikan pengaruh yang lebih baik terhadap peningkatan minat belajar peserta didik dibandingkan model PBL.
Implementasi Pembelajaran Terpadu pada Mata Pelajaran IPAS Kelas V di SDN Banjarsari 5 Kota Serang Vira Silviani; Zerri Rahman Hakim; Reksa Adya Pribadi
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.8718

Abstract

Pembelajaran terpadu merupakan salah satu pendekatan pembelajaran yang diterapkan dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) pada Kurikulum Merdeka. Melalui pembelajaran terpadu, peserta didik diharapkan mampu memahami berbagai konsep pembelajaran secara utuh serta mengaitkannya dengan pengalaman dan lingkungan kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, guru perlu memahami dan melaksanakan pembelajaran terpadu secara optimal agar tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, serta faktor pendukung dan faktor penghambat implementasi pembelajaran terpadu pada mata pelajaran IPAS kelas V SDN Banjarsari 5 Kota Serang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran terpadu pada mata pelajaran IPAS telah dilaksanakan melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Pada tahap perencanaan, guru menyusun modul ajar, tujuan pembelajaran, materi, metode, media, dan asesmen yang disesuaikan dengan capaian pembelajaran serta karakteristik peserta didik. Pada tahap pelaksanaan, guru mengintegrasikan berbagai konsep IPAS melalui kegiatan pembelajaran yang kontekstual dan berpusat pada peserta didik. Adapun faktor pendukung implementasi pembelajaran terpadu meliputi kompetensi guru, dukungan sekolah, serta ketersediaan sarana dan prasarana pembelajaran. Sementara itu, faktor penghambat yang ditemukan meliputi perbedaan kemampuan peserta didik, keterbatasan waktu pembelajaran, dan variasi tingkat pemahaman peserta didik terhadap materi yang dipelajari. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa implementasi pembelajaran terpadu pada mata pelajaran IPAS kelas V SDN Banjarsari 5 Kota Serang telah berjalan dengan baik dan sesuai dengan prinsip-prinsip pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN DIGITAL INTERAKTIF BERBASIS CANVA UNTUK MATERI POLA BILANGAN DI KELAS IV Patra Aghtiar Rakhman; Reksa Adya Pribadi; Puspita Sulistya Maharani; Andhita Mujiyati; Rusbia Inayah
Jurnal Ilmiah Matematika Realistik Vol. 7 No. 1 (2026): JURNAL ILMIAH MATEMATIKA REALISTIK
Publisher : Universitas Teknokrat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33365/ji-mr.v7i1.1135

Abstract

This study aims to develop and evaluate the feasibility of an interactive digital learning medium based on Canva for number patterns for fourth-grade elementary school students. This study was conducted using the Research and Development method with the ADDIE development model, which includes the analysis, design, development, implementation, and evaluation stages. The analysis stage was conducted to identify the needs of teachers and students through observation and interviews, which revealed a lack of engaging and relevant teaching materials. In the design and development stages, the media was created by integrating text, illustrations, audio, and interactive features via the Canva platform to facilitate understanding of number pattern concepts. The product was then validated by subject matter experts and media experts, resulting in an average score of 80.25%, indicating a “highly suitable” category for use. Implementation was carried out through a limited pilot test with students, yielding a positive response rate of 85%, indicating that this interactive media is capable of enhancing student learning. This final evaluation demonstrates that the Canva-based interactive media is easily accessible, visually appealing, and facilitates understanding of number pattern material; its user-friendly navigation makes it suitable for use in learning settings anywhere. This differs from previous research, which focused solely on using it as a presentation or visualization tool. Based on these overall findings, the Canva-based digital learning media is deemed suitable and effective for implementation as an alternative for learning in mathematics education.
Program Penguatan Literasi Visual dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia melalui Komik Edukasi Anak di SDN Karundang 1 Kota Serang Yoma Hatima; Lili Fajrudin; Reksa Adya Pribadi
Jurnal Abdi Masyarakat dan Pemberdayaan Inovatif Vol 1 No 1 (2025)
Publisher : Prodi PGSD Unsultra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64690/jampi.v1i1.218

Abstract

Visual literacy skills are one of the important aspects in supporting elementary school students' literacy skills, especially in learning Indonesian. However, most of the teaching materials are still dominated by conventional texts that are less interesting for students. This community service activity aims to improve students' visual literacy through the use of educational comic media for children in learning Indonesian. This program was implemented at SDN Karundang 1, Serang City and involved teachers and students in grades IV and V. The implementation method was carried out through stages of socialization, teacher training, comic-based learning assistance, and evaluation. The educational comics used contained short stories with interesting illustrations that contained character values ​​and Indonesian language learning topics according to the curriculum. The results of the activity showed an increase in student enthusiasm in participating in learning, an increase in the ability to understand the contents of the reading, and student creativity in responding to visual texts. Teachers also acknowledged the ease of delivering material through visual media. Thus, the use of educational comics has proven effective as a means of strengthening visual literacy in learning Indonesian at the elementary school level. This program is expected to be a model for strengthening visual literacy in other schools.