Claim Missing Document
Check
Articles

Reproduction of White-Spotted Rabbitfish (Siganus canaliculatus Park, 1797) in the Waters of the Buntal Island, Kotania Bay, West Seram-Mollucas Latuconsina, Husain; Lestaluhu, Rospita; Rumasoreng, Risman
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 13, No 2 (2020)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.13.2.470-478

Abstract

White-Spotted Rabbitfish (Siganus canaliculatus Park, 1797) are herbivorous fish that are associated with seagrass habitat and are widely distributed in mangrove and coral reef habitats. The waters of the Buntal  Island – Kotania Bau have an ecosystem of seagrass medows, mangroves and coral reefs, with the association of S. canaliculatus as one of the target catch of fishermen. The purpose was study to analyze the biological aspects of S. canaliculatus, including: sex ratio, size of first maturity, and fecundity. The research was conducted from October 2015 until January 2016 in the waters of Buntal Island, Kotania Bay. Fish samples were collected from fishermen's catch using bottom gill nets and Set net. Each fish sample was dissected for sex determination and gonad maturity level. The analysis is used to see the relationship between body length and weight and fecundity. The results showed that 167 fish and 149 female fish. The ratio of male and female was balanced, namely 52.85%: 47.15% or 1.1: 1 (X2count 4.13 <X2table 11.34). The size of first maturity of female is 14.98 cm (14.5 - 15.5 cm) smaller than the male 18.9 cm (18.8 - 19.1 cm). The high potential of S. canaliclulatus based on the Fecundity obtained was in the range of 524,000 - 1,286,359 eggs. There is a positive relationship between body length and fecundity, indicating that the value of Fecundity increases with body size. To support its sustainable use in the wild, it is necessary to regulate the size of S. canaliculatus that can be harvest at a body length of > 15 cm TL, to provide opportunities for spawning and support population growth before exploitation, thus supporting responsible and sustainable fisheries.
Phytoplankton Community Structure in the Intensive Cultivation System of Pacific White Shrimp (Litopenaeus vannamei) in Situbondo, East Java Maulidhya, Shania; Latuconsina, Husain; Prasetyo, Hamdani Dwi
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 17, No 1 (2024)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.17.1.8-16

Abstract

Phytoplankton has been known to play its role as an indicator of water quality. In the intensive cultivation system of Pacific White Shrimp (Litopenaeus vannamei), phytoplankton can respond to water quality dynamics simultaneously. However, the impact of weather differences on community structure and phytoplankton diversity has not been further investigated. Here we analyze water quality and phytoplankton diversity in ponds, including uniformity and dominance. The results showed that 12 genera of phytoplankton were found in sunny weather, whereas 9 genera were found in rainy weather. Phytoplankton diversity in sunny weather is greater. The diversity index (H') value when it rains and shines is in the medium category with a stable community structure and low polluted water conditions. The uniformity value (E') is moderate. No plankton dominance was found (C ≤ 0.5) with the highest important index value during rain being Rhizosolenia sp. and Chlorella sp. when it's sunny. Water quality in general does not differ and meets quality standards except for the nitrate and phosphate values. Nitrate and phosphate values in both weather conditions exceeded standard standards. Differences in the types of phytoplankton present in different weather can be caused by the brightness that enters the water. Apart from that, the volume of water and the dilution and mixing effect of rainwater can cause differences in the amount. The source of growth nutrients is a supporting factor for phytoplankton growth.
Penelitian Pendahuluan Daya Tetas Telur Ikan Wader Pari (Rasbora argyrotaenia) pada Media Penetasan dengan Suhu Berbeda Sukirno Putri, Dewi Aurina; Husain Latuconsina; Panggitawati, Nadia Dara
Jurnal Riset Perikanan dan Kelautan Vol 6 No 1 (2024): Jurnal Riset Perikanan dan Kelautan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan asli Indonesia yang saat ini mulai di budidayakan adalah ikan Wader Pari (Rasbora argyrotaenia). Upaya pembenihan merupakan cara untuk meningkatkan populasi ikan endemic. Rasbora argyrotaenia merupakan ikan asli Indonesia yang hidup di perairan sungai. Faktor yang mempengaruhi penetasan telur ikan adalah suhu, oksigen terlarut, pH, salinitas, dan intensitas cahaya. Suhu merupakan parameter kualitas air pada proses penetasan telur. Suhu juga menentukan keberhasilan telur untuk menetas, pada suhu rendah proses penetasan telur lambat sebaliknya pada suhu tinggi akan mempercepat proses penetasan. Suhu optimal untuk penetasan telur adalah 28-30°C. Penelitian pendahuluan ini dilaksanakan di Instalasi Perikanan Budidaya (IPB) Punten, Kota Batu. Metode pengumpulan data menggunakan data primer dan data sekunder. Daya Tetas Telur Ikan Wader Pari di Instalasi Perikanan Budidaya (IPB) Punten meliputi persiapan kolam, seleksi induk, pemijahan. Setelah pemijahan selesai selanjutnya pengambilan sampel telur utuk menghitung daya tetas telur (Hatching Rate) pada perlakukan suhu media berbeda.
Pembenihan Ikan Nila (Oreochromis niloticus) di Instalasi Perikanan Budidaya Air Tawar Punten Kota Batu Sholikha, Lailatuz Zakiah; Latuconsina, Husain; Pitono, Joko
Jurnal Riset Perikanan dan Kelautan Vol 6 No 1 (2024): Jurnal Riset Perikanan dan Kelautan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/jrpk.v6i1.2518

Abstract

Ikan Nila (Oreochromis niloticus) merupakan salah satu spesies ikan yang banyak dibudidayakan untuk memenuhi kebutuhan protein hewani. Kegiatan budidaya Ikan nila di masyarakat terdiri dari kegiatan pembenihan dan pembesaran. Tujuan penelitian pendahuluan ini dari yaitu untuk mengetahui Teknik Pembenihan Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Di Instalasi Perikanan Budidaya (IPB) Punten, Batu. Praktek Kerja Lapang ini dilaksanakan di Instalasi Perikanan Budidaya Punten, Batu mulai tanggal 25 Januari sampai dengan 25 Februari 2023. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan cara pemgumpulan data primer dan sekunder dengan analisis deskriptif. Data primer di ambil dengan melakukan observasi, wawancara, maupun partisipasi aktif. Teknik Pembenihan Ikan Nila (Oreochromis niloticus) di Instalasi Perikanan Budidaya Punten menggunakan jaring tanjaan untuk pembanding. Teknik Pembenihan Ikan Nila (Oreochromis niloticus) meliputi persiapan kolam, tujuan dari persiapan kolam yaitu untuk terhindar dari organisme ataupun hama yang ada di dalam kolam saat ikan sudah dipindahkan. Pemberian pakan pada Ikan Nila dilakukan setiap pagi hari dengan takaran 1,93 kg dengan kandungan protein 31-33%, seleksi induk, pemijahan, penetasan telur, pemanenan larva, dan pengukuran kualitas air.
Korelasi Parameter Kualitas Air Terhadap Laju Pertumbuhan dan Sintasan Benih Ikan Mas (Cyprinus carpio L.) Yunani, Silvi; Latuconsina, Husain; Mubarakati, Nurul Jadid
Jurnal Riset Perikanan dan Kelautan Vol 6 No 1 (2024): Jurnal Riset Perikanan dan Kelautan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan Mas (Cyprinus carpio L.) merupakan salah satu komoditas sektor perikanan air tawar yang terus berkembang pesat. Benih ikan mas yang unggul dalam kualitas dan kuantitas tidak lepas dari peranan kegiatan manajemen pemberian pakan dan manajemen kualitas air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara kualitas air dan laju pertumbuhan maupun sintasan benih ikan mas pada media dengan pemberian dosis pakan yang berbeda. Penelitian dilakukan dalam laboratorium menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 3 perlakuan dan 1 kontrol. Setiap perlakuan memiliki ulangan sebanyak 3.  Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara parameter kualitas air dengan laju pertumbuhan maupun sintasan benih ikan mas. Hasil menunjukkan bahwa hubungan suhu dengan pertumbuhan bobot maupun panjang ikan maupun sintasan menunjukkan arah yang positif yaitu dengan nilai yang kuat dan sangat kuat. Sedangkan hubungan pH dengan pertumbuhan bobot dan panjang ikan maupun sintasan juga menunjukkan arah yang positif yaitu dengan nilai sedang dan kuat. Dan untuk hubungan DO dengan pertumbuhan bobot dan panjang ikan juga menunjukkan arah yang positif yaitu dengan nilai kuat dan sangat kuat.
Analisis Kualitas Air Berdasarkan Paremeter Fisika dan Kimia di Perairan Sungai Patrean Kabupaten Sumenep Ainayah Alfatihah; Latuconsina, Husain; Hamdani Dwi Prasetyo
AQUACOASTMARINE: Journal of Aquatic and Fisheries Sciences Vol. 1 No. 2 (2022): AQUACOSTMARINE: Journal of Aquatic and Fisheries Sciences
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/jafs.v1i2.9174

Abstract

Sungai Patrean merupakan salah satu sungai di Sumunep yang aliran sungainya mengaliri Kecamatan Manding, Batuputih, Dasuk, Kecamatan Gapura, dan Kecamatan Kota. Dalam pemanfaatannya, sungai Patrean sering kali digunakan oleh masyarakat sebagai aktivitas pertanian, mencuci atau mandi, drainase, dan pembuangan sampah baik organik maupun anorganik. Adanya berbagai aktivitas antropogenik tersebut dapat memberikan beban pencemaran terhadap lingkungan hidup salah satunya yaitu menurunnya kualitas air sungai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas air pada perairan sungai Patrean Kabupaten Sumenep. Penelitian ini dilakukan dengan metode purposive sampling yaitu pengambilan sampel air dilakukan pada tiga titik yang berpotensi mengalami pencemaran. Analisa data dilakukan secara deskriptif dalam bentuk tabel dengan membandingkan dengan baku mutu kualitas air berdasarkan PP Nomor 22 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Kondisi kualitas air sungai Patrean Kabupaten Sumenep dilihat dari hasil pengukurannya nilai DO dan COD pada stasiun 1 yaitu 2,74 mg/l dan 51,2 mg/l, nilai COD pada stasiun 3 yaitu 48 mg/l tidak memenuhi baku mutu kaulitas air yang telah ditetapkan. Sementara untuk nilai parameter lainnya masih memenuhi baku mutu. Dapat disimpulkan bahwa dari hulu ke hilir kualitas air sungai Patrean mengalami peningkatan pada parameter kualitas airnya.
Analisis Kualitas Fisikokimia Air di Daerah Aliran Sungai Jilu Kabupaten Malang Jawa Timur: Analisis Kualitas Fisikokimia sungai Jilu Vikriansyah, Muchammad Faruq; Prasetyo, Hamdani Dwi; Latuconsina, Husain
AQUACOASTMARINE: Journal of Aquatic and Fisheries Sciences Vol. 3 No. 1 (2024): AQUACOSTMARINE: Journal of Aquatic and Fisheries Sciences
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/jafs.v3i1.15701

Abstract

Sungai Jilu merupakan salah satu sungai di Kabupaten Malang – Jawa Timur yang melewati Desa Sekarpuro, Desa Cemorokandang, Desa Madyopuro, Desa Sawojajar, Desa Lesanpuro, dan Desa Kedungkandang. Sungai Jilu mempunyai aliran yang mengalir sepanjang tahun, dimana potensinya dimanfaatkan oleh warga sekitar untuk mandi, mencuci, mengairi sawah dan membuang limbah cair pabrik. Berbagai kegiatan tersebut dapat merusak lingkungan sehingga menimbulkan pencemaran lingkungan, salah satunya adalah penurunan kualitas air sungai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi kualitas air sungai Jilu saat ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode purposive sampling yang dilakukan pada 5 stasiun dengan aktivitas antropogenik yang berbeda. Analisis data fisikokimia dilakukan secara deskriptif dengan membandingkannya dengan baku mutu air berdasarkan PP No. 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. kondisi kualitas air sungai Jilu berdasarkan parameter fisikokimia masih memenuhi baku mutu yang ditetapkan PP No. 22 Tahun 2021. Nilai TDS, pH, DO, dan BOD sehingga masih aman dan sesuai untuk berbagai kebutuhan.  
The Effectiveness of Ipomoea reptans and Brassica rapa as Phytoremediation on the Growth and Survival of Sangkuriang Catfish (Clarias gariepinus) in Aquaponic Cultivation Systems: Efektivitas Tanaman Kangkung (Ipomoea reptans) dan Pakcoy (Brassica rapa) sebagai Fitoremediasi terhadap Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Ikan Lele Sangkuriang (Clarias gariepinus) pada Budidaya Sistem Akuaponik Alfatihah, Ainayah; Latuconsina, Husain; Prasetyo, Hamdani
Habitus Aquatica Vol 5 No 1 (2024): Habitus Aquatica : Journal of Aquatic Resources and Fisheries Management
Publisher : Department of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/HAJ.5.1.21

Abstract

Ikan lele sangkuriang (Clarias gariepinus) merupakan hasil perkawinan antara lele dumbo betina F2 dengan jantan F6. Menurunnya kualitas air dapat mempengaruhi pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan lele sangkuriang (C. gariepinus). Salah satu cara untuk mencegah menurunnya kualitas air yaitu dengan cara fitoremediasi dengan teknik budidaya sistem akuaponik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas fitoremediasi terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan lele sangkuriang (C. gariepinus) pada budidaya sistem akuaponik. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen, Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan yaitu; A (kontrol), B Kangkung (Ipomoea reptans), dan C Pakcoy (Brassica rapa). Analisis data menggunakan SPSS ver 29 yang meliputi uji Anova dan kruskal wallis yang bertujuan untuk membandingkan ada tidaknya perbedaan pertumbuhan ikan lele sangkuriang (C. gariepinus) antar perlakuan, dan uji korelasi yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kualitas air dengan sintasan dan pertumbuhan ikan lele sangkuriang (C. gariepinus). Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa penggunaan fitoremediasi efektif terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan lele sangkuriang (Clarias gariepinus) dengan parameter lingkungan yang ideal. Meskipun pertumbuhan Panjang dan bobot ikan lele lele sangkuriang (C. gariepinus) maupun kelangsungan hidup tidak berbeda signifikan antar perlakuan, namun pertumbuhan tertinggi didapat pada perlakuan kangkung (I. reptans), dan kelangsungan hidup ikan lele sangkuriang (C. gariepinus) tertinggi didapat pada perlakuan Sawi pakcoy (B. rapa). Artinya penggunaan fitoremediasi efektif untuk mendukung partumbuhan dan kelangsungan hidup ikan lele sangkuriang pada budidaya sistem akuaponik.
Inventory of Potential and Community Structure of Mudskipper at Coast of Bahak Indah, Probolinggo- East Java: Inventarisasi Komunitas Ikan Gelodok (Mudskipper) pada Habitat Berbeda di Pantai Bahak Indah, Probolinggo –Jawa Timur Maghfirah, Lailatul; Latuconsina, Husain; Dwi Prasetyo, Hamdani
Jurnal Pengelolaan Perikanan Tropis (Journal of Tropical Fisheries Management) Vol 7 No 1 (2023): Journal of Tropical Fisheries Management (on progress)
Publisher : Departement of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jppt.v7i1.43815

Abstract

Pantai Bahak Indah merupakan salah satu pantai di Kabupaten Probolinggo yang banyak ditemukan berbagai jenis ikan gelodok (mudskipper), namun hingga saat ini kajian ekologis terkait komunitas ikan glodok belum banyak diketahui. Penelitian ini bertujuan menginventarisasi komunitas ikan gelodok sebagai informasi ilmiah untuk tujuan konservasi habitatnya di pantai Bahak Indah, Tongas, Probolinggo-Jawa Timur. Penelitian dilakukan pada bulan Januari hingga Februari 2022. Penentuan stasiun pengamatan secara purposive berdasarkan ada tidaknya vegetasi mangrove. Pengamatan di setiap stasiun menggunakan metode sistematik sampling dengan bantuan line transek dan plot. Data yang diperoleh dianalisis meliputi ukuran panjang dan bobot ikan, komposisi jenis, kelimpahan, frekuensi kehadiran dan Indeks Nilai Penting (INP). Hasil penelitian ditemukan empat spesies ikan gelodok, yaitu: Boleophthalmus pectinirostris, Boleophthalmus boddarti, Periophthalmus chrysospilos dan Periophthalmodon schlosseri. Semua populasi ikan gelodok pada habitat mangrove memiliki ukuran panjang dan berat yang lebih besar dibandingkan habitat pantai tanpa vegetasi mangrove. Jumlah, komposisi spesies, kelimpahan, dan frekuensi kehadiran spesies ikan gelodok tertinggi ditemukan pada habitat yang bervegetasi mangrove. Indeks Nilai Penting (INP) tertinggi pada habitat dengan vegetasi mangrove yaitu spesies B. boddarti dengan nilai 66,69%, sedangkan pada habitat pantai tanpa vegetasi mangrove spesies P. chrysospilos dengan nilai 73,62%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa vegetasi mangrove memiliki peranan yang penting sebagai habitat yang ideal bagi ikan gelodok, sehingga keberadaan vegetasi mangrove perlu dipertahankan keberadaannya melalui upaya konservasi maupun rehabilitasi.
METODE PENANGKAPAN, JENIS DAN UKURAN LOBSTER YANG TERTANGKAP DI PERAIRAN SUKA MULYA, LABANGKA, SUMBAWA Marsela; Kautsari, Neri; Ahdiansyah, Yudi; Mardhia, Dwi; Bachri, Syamsul; Latuconsina, Husain
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 6 No. 3 (2022): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.6.3.293-304

Abstract

Perairan Desa Suka Mulya, Sumbawa adalah salah satu lokasi penangkapan lobster di Nusa Tenggara Barat. Saat ini, informasi terkait pola penangkapan, spesies dan ukuran lobster sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola penangkapan, jenis dan ukuran lobster (Panulirus spp) yang ditangkap di perairan Desa Suka Mulya. Pola penangkapan ikan diperoleh dari hasil wawancara dengan nelayan. Sampel lobster diperoleh dari pedagang di Desa Suka Mulya. Pengamatan dilakukan terhadap jenis, panjang karapas dan bobot lobster, persentase lobster layak tangkap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nelayan di Suka Mulya melakukan penangkapan lobster menggunakan alat tangkap jaring. Penangkapan hanya dilakukan setelah kegiatan bertani. Terdapat empat jenis lobster yang ditangkap yaitu Panulirus versicolor, Panulirus penicillatus, Panulirus homarus dan Thenus orientalis. Komposisi hasil tangkapan tertinggi diperoleh pada jenis Panulirus penicillatus. Ukuran panjang dan bobot pada jenis Panulirus penicillatus, Panuliris versicolor, P. homarus dan Thenus orientalis berturut-turut adalah 5,53 hingga 14,99 cm, 8,93 hingga 11,51 cm, 6,20 hingga 13,21 cm dan 22 ,40 cm. Jenis P. homarus memiliki berat berkisar 100-884 gram. P. penicillatus memiliki berat berkisar 80 hingga 1437 gram dan jenis P. versicolor memiliki berat berkisar 250 hingga 610 gram. Sekitar 66-93% termasuk layak tangkap. Kata kunci: lobster, panulirus, tangkapan lestari
Co-Authors Aditya, Lisa Ayu Afifa Muning Saputry Afifa Muning Saputry agustina, imelda Ahmad Ilham Farabi Ahmad Isomudin Ahmad Syaifudin Ahmad Syauqi Ainayah Alfatihah Ainayah Alfatihah Ainul Yaqin Al Isna, Nadia Alfatihah, Ainayah Andaresta, Olivia Andini, Saskia Ade Hutami Fery Anita Padang Anita Puspa Widiyana Apria Ningsih Arifianti, Eka Nur Aris M. Ena Asmiyati Sahbudin Athiyyah, Ismah Ummi Bahrudin, Nadriani Choirunnisa, Saraskia Mei Damayanti, Dienda Happy Dhiyaurroham, Muh Dzikriatu Nurlailah Eka Intan Kumala Putri Eka Nur Arifianti Ena, Aris M. Erlangga, Mohamad Erik Erna Sulistyowati Eva Seda Gadi Evatu Silviana Caesari Putri Fatimatus Sa'adah Fatimatus Saadah Fendri Yuwasahin Firli Handika Firman Robbani Hamdani Dwi Prasetyo Handika, Firli Hari Santoso hari santoso Hari Santoso Hari Santoso Hasan Zayadi Heikal M. Zakaria Heksni Laksa Berlian Ikbal, Mohammad Ikhfini Munawaroh Ikhsan, Miftakhul Ilham Zulfahmi Ilham Zulfahmi Iman Rohmada, M. Sahubaqul Indrawati, Rinda Intan Trixzi Fradina Intan Trixzi Fradina Izajati, Mustafidah Nur Jayawarsa, A.A. Ketut Joko Pitono Karim, Ghomamul Kurniawati, Fanny Maulida La Dawar La Sarfan Lailatul Maghfirah Lestaluhu, Rospita Luthfiana, Mauludiya M. Mukhlis Kamal, M. Mukhlis M. Natsir Nessa M. Sahubaqul Iman Rohmada Madehusen Sangadji Maghfirah, Lailatul Maghfiriadi, Furqan Majida Ramadhan Marasabessy, Wardi Mardhia, Dwi Marsela Masitoh, Liza Khoidiyah Masykuri, Ahmad Amirudin Maulidhya, Shania Miftakhul Ikhsan Muh Dhiyaurroham Muhammad Alhayyu Infant Muhammad Fahmi Hidayatullah Munawaroh, Ikhfini Munawaroh, Tanwirul Mustafidah Nur Izajati Muzayid, Ahmad Nadriani Bahrudin Nazilatul Ula, Nova Septi Neri Kautsari Nopiana, Medi Nour Athiroh Abdoes Sjakoer Nour Athiroh Abdoes Sjakoer Nur Malichatin Nur, Firman M. Nuresa, Rosi Nurlailah, Dzikriatu Nurlisa Alias Butet Nurul Jadid Mubarakati Nurul Jadid Mubarakati Nurul Jadid Mubarakati Nurul Jadid Mubarokati Panggitawati, Nadia Dara Prasetyo, Hamdani Putri Nur Azizah Putri, Dewi Aurina Sukirno Ramadhan, Majida Ratna Djuniwati Lisminingsih RIDWAN AFFANDI Rizki Qorin Nabila Robbani, Firman Rohani Ambo Rappe Rohmawati, Vivi Dwi Rohmi Romdana Rumasoreng, Risman Rumkel, Rasul Hamidi Sahbudin, Asmiyati Saimul Laili Saputry, Afifa Muning Sholikha, Lailatuz Zakiah Sholikha, Lailatuz Zakiatus Siti Aminah Siti Yuli Nuril Hidayah Siti Zulaikha Siti Zulaikha Sukirno Putri, Dewi Aurina Sulis Setiawati Syamsul Arifin Syamsul Bachri Tri Adi Handoyo Putra Ula, Linda Zahrotul Umbu Nay, Shinta Indriani Vara Arsyilia Fitriani Vikriansyah, Muchammad Faruq Vina Fitria Wulandari Vivi Dwi Rohmawati Wildhatu Dzati Fiqhul Khuluqiyyah Yudi Ahdiansyah, Yudi Yudi Purnomo Yunani, Silvi Zahid Ubaidillah