Claim Missing Document
Check
Articles

ANALYSIS OF THE COMPARISON OF SAGA SEED TEMPEH WITH SOYBEAN TEMPEH ON THE PROXIMATE QUALITY VALUE OF THE PRODUCT Hasibuan, Saddam; Asben, Alfi; Permata, Deivy Andhika
AJARCDE (Asian Journal of Applied Research for Community Development and Empowerment) Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : Asia Pacific Network for Sustainable Agriculture, Food and Energy (SAFE-Network)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29165/ajarcde.v8i3.470

Abstract

Tempe merupakan salah satu makanan kesukaan masyarakat Indonesia. Namun seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk, kebutuhan akan tempe juga meningkat sedangkan bahan baku dalam pengolahan tempe yaitu kacang kedelai tidak mencukupi bagi para penghasil tempe. Selain kacang kedelai, tempe dapat dibuat dari bahan baku lain seperti biji saga. Hal ini dikarenakan saga memiliki kandungan protein yang lebih tinggi dibandingkan dengan kacang kedelai. Untuk mengoptimalkan pemanfaatan saga, maka perlu dilakukan perbandingan tempe kedelai dengan tempe saga yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perbedaan tempe kedelai dengan tempe saga. Desain penelitian yang digunakan adalah membandingkan tempe kedelai dengan tempe saga dengan menggunakan uji Independent T test. Hasil yang diperoleh selanjutnya dianalisis dengan menggunakan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan tempe saga dan tempe kedelai memberikan pengaruh yang nyata (p˂0,05) terhadap protein, kadar air, serat kasar, flavonoid dan tekstur. Namun tidak terdapat pengaruh yang nyata (p˃0,05) terhadap kadar abu dan kadar lemak.
KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA TEMPE SAGA (Adenanthera pavonine L) DENGAN BEBERAPA METODE PERLAKUAN PENDAHULUAN Alfi Asben; Saddam Husein Hasibuan; Deivy Andhika Permata
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 28, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.28.2.138-150.2024

Abstract

Saga (Adenanthera pavonine L) merupakan salah satu tanaman yang mudah dibudidayakan di daerah tropis dan memiliki kandungan gizi yang tinggi terutama protein sebesar 48,2%. Namun pemanfaatannya dalam pengolahan makanan masih jarang karena adanya senyawa anti nutrisi seperti aroma langu yang tidak disukai konsumen. Pembuatan biji saga menjadi tempe diharapkan dapat meningkatkan daya terima saga. Tujuan penelitian adalah untuk mengkaji pengaruh metode perlakuan pendahuluan yang berbeda terhadap karakteristik fisikokimia tempe saga dan menentukan perlakuan terbaik dengan menggunakan metode MADM-SAW. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode perlakuan pendahuluan yang berbeda. Perlakuan pendahuluan yang digunakan (A) blanching, (B) roasting, (C) perendaman dalam larutan NaHCO3, (D) pemanasan dengan oven dan (E) tanpa perlakuan pendahuluan dengan bahan baku kedelai sebagai kontrol.  Tempe yang telah dibuat dilakukan analisis meliputi kadar air, abu, lemak, protein, serat kasar, flavonoid, koliform, warna dan tekstur. Hasil penelitian dari beberapa metode perlakuan pendahuluan, perlakuan terbaik dengan menggunakan uji statistik MADM-SAW diperoleh perlakuan perendaman dalam larutan NaHCO3 dilihat dari nilai kandungan protein tempe saga sebesar 26,14%, air 62,47%, abu 1,16%, lemak 9,01%, serat kasar 2,56%, flavonoid 23,83 mgEQ/g dan koliform 4,53 APM/g dan sudah memenuhi standart SNI 3144-2015.
Analisis Kelayakan Finansial Industri Yogurt Skala UMKM Rahmadini, Annisa’ Suci; Asben , Alfi; Dewi , Kurnia Harlina; Ernita, Yuni
Agroteknika Vol 7 No 4 (2024): Desember 2024
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v7i4.281

Abstract

Pengembangan industri yogurt mempunyai keterkaitan kuat antara beberapa aspek diantaranya adalah aspek kelayakan finansial. Berdasarkan hal tersebut, maka pengembangan industri yogurt perlu kajian struktur biaya dan kelayakan secara finansial. Tujuan penelitian adalah menentukan struktur biaya dan analisis kelayakan finansial industri yogurt dengan kriteria Net-Benefit Cost Ratio (Net-B/C-ratio), Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), dan Payback Periods (PBP). Metode penelitian menggunakan pendekatan survey, data yang dikumpulkan adalah data primeradan data sekunder. Hasil kajian struktur biaya untuk pengembangan industri yogurt skala UMKM membutuhkan biaya investasi seluruhnya sebesar Rp. 1.634.270.000,-, biaya investasi tetap adalah Rp. 1.485.700.000,-,. Biaya produksi (total biaya tetap dan biaya variabel) yang dibutuhkan untuk 36.000 liter/tahun yogurt adalah sebesar Rp. 1.134.867.000,-/tahun, dengan penerimaan sebesar Rp.1.440.000.000,-/tahun, sedangkan pendapatan bersih setelah dikurangi pajak pendapatan adalah sebesar Rp. 238.003.740,-/tahun. Hasil analisa kriteria kelayakan investasi Net-B/C-ratio adalah sebesar 2,007, NPV sebesar Rp. 1.790.640.881 , IRR sebesar 19,8% , dan PBP selama 6 tahun 3 bulan.
UTILIZATION OF OYSTER MUSHROOM BAGLOG WASTE AS ORGANIC COMPOST IN THE PROSPEROUS LIME OYSTER MUSHROOM CULTIVATION GROUP, LIMAU MANIS VILLAGE, PAUH DISTRICT Meutia, Risa; Permata, Deivy Andika; Asben, Alfi
Andalasian International Journal of Social and Entrepreneurial Development Vol. 2 No. 01 (2022): Andalasian International Journal of Social and Entrepreneurial Development
Publisher : Institute of Research And Community Service, Andalas University / LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/aijsed.v2.i01.13-17.2022

Abstract

The LMS oyster mushroom cultivation group consists of 31 people. Each member has a kumbung with a capacity of 2000-4000 baglog. The problems that arise from the cultivation of oyster mushrooms are: Oyster mushroom baglog waste that is no longer productive is wasted and becomes environmental pollution. Besides polluting the environment, it can also be a polluter for baglogs that are still productive. One effort that can be done is to process it into compost. Unproductive baglog processing can increase added value. Utilization of compost can be applied to vegetable crops and ornamental plants. Processing compost from baglog that is not productive is also beneficial in preserving the environment.
Physicochemical Properties of Pasteurized Cow's Milk: Review Rahmadini, Annisa’ Suci; Asben, Alfi; Dewi, Kurnia Harlina; Ernita, Yuni
Journal of Applied Agricultural Science and Technology Vol. 8 No. 2 (2024): Journal of Applied Agricultural Science and Technology
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/jaast.v8i2.272

Abstract

The purpose of pasteurization of milk is to improve the quality of the milk, kill pathogenic and non-pathogenic bacteria. The heating process is carried out to eliminate pathogenic microorganisms in milk, but pathogenic microorganisms can grow again after processing and packaging milk. Based on this, it is necessary to test the safety level of pasteurized milk. An important test that needs to be carried out is the physicochemical properties. The results of testing pasteurized milk using a cold chain showed a pH of 6.7, protein content about 2.67%, and fat content about 3.37%.  The influence of pasteurized milk storage conditions on its physicochemical properties also needs to be tested. The test results showed that the acidity of pasteurized milk increased during two days of storage at 20°C from 0.142 ± 0.00119% to 0.162 ± 0.00342%, the pH was lowered by 0.068 units, the average electrical conductivity (EC) increased from 5.220±0.0397 mS/cm to 5.880±0.1006 mS/cm. Increasing temperature and storage time causes an increase in phosphate ions and lowers pH rapidly, because acidification of milk causes changes in salt balance. Physical and sensory quality tests of pasteurized milk products were also carried out to determine the effect of temperature and transportation time. The test results explained that at 72 hours of transportation with a temperature of 5oC the pH value was 6.7-6.8.  These results indicate that the pH of pasteurized milk still complies with SNI, this condition is also supported by the sensory condition which is still normal.
Evaluation of the Characteristics and Controlled Release of Citronella Essential Oil in Aromatherapy Necklaces via Sensory Analysis Asben, Alfi; Putri, Annisa; Kasim, Anwar; Sari, Dini Novita
Journal of Applied Agricultural Science and Technology Vol. 9 No. 2 (2025): Journal of Applied Agricultural Science and Technology
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/jaast.v9i2.347

Abstract

Essential oils, including those used in aromatherapy, are currently in high demand as consumers increasingly prefer products made from natural ingredients. Citronella oil, when used as aromatherapy, is intended to relieve headaches, enhance breathing, and produce a warming effect upon inhalation. Aromatherapy necklaces provide a convenient and portable method for delivering the benefits of essential oils. Encapsulation technology addresses the volatility of essential oils in aromatherapy gels by creating a controlled slow-release mechanism, enabling the gradual release of essential oils over a specified period. This study aims to evaluate the characteristics of aromatherapy necklaces and assess the aroma intensity of citronella oil through sensory analysis. Sensory analysis was conducted using semi-trained and trained panelists. The aromatherapy necklace comprises a mixture of gels and emulsions containing encapsulated essential oils, formulated for immediate use. The sensory analysis results indicated that the addition of 10% essential oils yielded the highest scores for color and texture assessments (4.08 and 3.96, respectively), while the addition of 7.5% essential oils produced the highest score for aroma assessment (4.16). The aroma intensity decreased from a score of 6.00 on day 1 to 3.17 on day 7. The gradual and controlled decline in aroma intensity aligns with the intended purpose of the essential oil encapsulation process.
The Effect of Microwave Time and Power on the Tannin Extraction Process from Gambier (Uncaria gambir Roxb.) Using the Microwave Assisted Extraction (MAE) Method Fakhruzy, Fakhruzy; Kasim, Anwar; Asben, Alfi; Anwar, Aswaldi
Journal of Applied Agricultural Science and Technology Vol. 9 No. 2 (2025): Journal of Applied Agricultural Science and Technology
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/jaast.v9i2.385

Abstract

Dry gambier extract obtained from gambier plants contains tannins at relatively low levels. Tannins can be obtained by extracting dry gambier using water to achieve high yields within a relatively short processing time. This study aims to analyze the interaction between extraction time and microwave power in the tannin extraction process from gambier using the microwave-assisted extraction (MAE) method to maximize tannin yield.  The research method employed was a factorial design (AxB). Factor A was extraction time, consisting of five treatments (1; 2; 3; 4; and 5 minutes) and factor B was microwave power, consisting of five variations (180W; 300W; 450W; 600W and 850W). The results showed that the gambier extraction process using MAE demonstrated an interaction between extraction time and microwave power on the yield produced, but not on the tannin content. The most optimal temperature and power that can be used is 4 minutes at 600W microwave power with a yield of 44.66%. The treatment of temperature and microwave power in the gambier extraction process showed a significant interaction with the extract yield.
Efektivitas Sediaan Lilin Berbahan Aktif Minyak Serai Wangi (Cymbopogon nardus) sebagai Repellent Lalat Rumah (Musca domestica) Putra, Aidil; Kasim, Anwar; Asben, Alfi
GreenTech Vol. 1 No. 1 (2024)
Publisher : Departmen Of Agro-industrial Technology, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/greentech.v1i1.8

Abstract

Minyak serai wangi merupakan minyak esensial yang didapatkan dari proses penyulingan daun dan batang tanaman serai wangi. Kandungan kimia utama minyak serai wangi adalah citronelal, geraniol dan citronellol, dimana senyawa tersebut tidak disukai dan sangat dihindari oleh lalat rumah. Pencampuran minyak serai wangi pada lilin merupakan alternatif lain dalam mengusir lalat rumah. Sehubungan dengan itu maka dilakukan penelitian dengan tujuan untuk menemukan konsentrasi penambahan minyak serai wangi yang tepat, efektif sebagai repellent lalat rumah. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan yaitu A (konsentrasi minyak serai wangi 5%), B (konsentrasi minyak serai wangi 7.5%), C (konsentrasi minyak serai wangi 10%), D (konsentrasi minyak serai wangi 12.5%) dan E (konsentrasi minyak serai wangi 15%). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis statistik ANOVA (Analysis of Variance) dan dilanjutkan dengan uji lanjutan DNMRT (Duncan’s New Multiple Range Test). Berdasarkan hasil penelitian didapatkan hasil terbaik pada perlakuan C (konsentrasi minyak serai wangi 10%) dengan rata-rata daya tolak sebesar 90%, titik leleh sebesar 51ºC, dan lama nyala lilin sebesar 771,33 menit atau sekitar 12 jam 51 menit.
Pengaruh Tebal Tumpukan Daun Serai Wangi (Cymbopogon nardus) pada Perlakuan dengan Microwave Terhadap Peningkatan Rendemen Minyak Serai Wangi Sirait, Nofita Chintya; Kasim, Anwar; Asben, Alfi
GreenTech Vol. 1 No. 1 (2024)
Publisher : Departmen Of Agro-industrial Technology, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/greentech.v1i1.9

Abstract

Serai wangi merupakan salah satu tanaman perkebunan penghasil minyak atsiri yang memiliki potensi ekonomi yang cukup tinggi. Daun serai wangi dapat diolah menjadi minyak atsiri melalui proses distilasi dengan memberikan perlakuan pendahuluan pada daun menggunakan microwave. Perlakuan diharapkan dapat meningkatkan rendemen. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh tebal tumpukan daun serai wangi (Cymbopogon nardus (L) Rendle) pada perlakuan dengan microwave terhadap peningkatan rendemen minyak serai wangi. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan pada penelitian ini adalah tebal tumpukan daun serai wangi dengan pemaparan oven microwave selama 5 menit yaitu p1 (kontrol), P2 (Tebal tumpukan 5 helai), P3 (Tebal tumpukan 10 helai), P4 (Tebal tumpukan 15 helai), P5 (Tebal tumpukan 20 helai), P6 (Tebal tumpukan 25 helai). Data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dan dilanjutkan dengan analisis Duncan’s New Multiple Range Test (DNMRT) pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan tebal tumpukan daun serai wangi pada saat pemaparan oven microwave berpengaruh nyata terhadap rendemen minyak serai wangi. Perlakuan terbaik untuk meningkatkan rendemen minyak serai wangi adalah pada perlakuan tebal tumpukan daun 25 helai daun serai wangi dengan nilai rata-rata rendemen 1,55% di mana terjadi peningkatan 158,33% dibandingkan tanpa pemaparan dengan microwave. Karakteristik minyak dari perlakuan terbaik yaitu bobot jenis 0,890, indeks bias 1,467, warna kuning kehijauan, dan kadar sitronella 15,85%.
Rancang Bangun Sistem Informasi Persediaan Bahan Baku, Pascapanen Kopi Arabika (Coffea Arabica) dan Manajemen Gudang pada UMKM Solok Radjo Berbasis Website Aprila, Melsa; Santosa, Santosa; Asben, Alfi
GreenTech Vol. 1 No. 1 (2024)
Publisher : Departmen Of Agro-industrial Technology, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/greentech.v1i1.11

Abstract

Kopi merupakan komoditas utama sektor pertanian Indonesia, dengan Kabupaten Solok dikenal sebagai penghasil kopi arabika berkualitas tinggi. UMKM Solok Radjo menghadapi kendala dalam manajemen persediaan bahan baku dan pengelolaan gudang secara manual, menyebabkan ketidakakuratan data, kesalahan dalam pengelolaan stok, serta kesulitan akses informasi secara real-time. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi metode pengolahan pascapanen kopi di UMKM Solok Radjo serta merancang dan mengimplementasikan sistem informasi berbasis website untuk manajemen persediaan dan gudang menggunakan metode Waterfall. Analisis data persediaan dilakukan untuk menentukan kuantitas pemesanan optimal (EOQ), tingkat persediaan pengaman (safety stock), dan titik pemesanan ulang (reorder point). Pengolahan pascapanen meliputi empat metode yaitu natural, honey, semi wash, dan full wash, mulai dari proses perambangan hingga hulling. Kadar air green bean sesuai standar Specialty Coffee Association (SCA) yaitu 10-12%. Rendemen terendah pada pengeringan adalah 40,07%, dan tertinggi pada perambangan mencapai 93,33%. Sistem informasi yang dikembangkan dapat diakses di https://solokradjo.com/ dan memungkinkan pemantauan stok secara real-time. Analisis data persediaan menunjukkan kuantitas pemesanan optimal sebesar 258,67 kg per pemesanan, frekuensi pemesanan 223 kali per tahun, persediaan pengaman 3.680,47 kg, dan titik pemesanan ulang 3.795,20 kg. Hasil Penelitian ini diharapkan meningkatkan efisiensi operasional, menjaga kualitas produk, mengurangi biaya produksi, dan mendukung keberlanjutan produksi kopi arabika di UMKM Solok Radjo.