Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Pengaruh Self-Efficacy terhadap Fear of Failure pada Mahasiswa Tingkat Akhir di Universitas Negeri Malang Najmil ‘Ulumiyah; Retno Sulistiyaningsih
Flourishing Journal Vol. 4 No. 7 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v4i72024p315-325

Abstract

Fear of failure is a common experience among final-year students. This condition can be attributed to low self-efficacy, or an individual's belief in their own ability. The purpose of this study was to determine the influence of self-efficacy on fear of failure among final-year students at Universitas Negeri Malang. The researcher employed a quantitative method using a correlational design. The participants in this study were 130 final-year students at Universitas Negeri Malang. The instruments used in this study were: (1) A self-efficacy scale, constructed based on Bandura's theory (1997), consisting of 15 items with a reliability of 0.857. (2) The Performance Failure Appraisal Inventory (PFAI) to measure students' fear of failure. This scale was adapted by Martin and Yunanto (2023) and modified by the researcher, consisting of 22 items with a reliability of 0.920. Data analysis was conducted using simple linear regression. The results showed that self-efficacy contributed 41% to fear of failure, with a negative direction of influence (ρ < 0.000). AbstrakFear of failure (ketakutan akan kegagalan) merupakan kondisi yang cenderung dialami oleh tiap mahasiswa tingkat akhir.. Hal ini dapat diakibatkan karena rendahnya kepercayaan diri individu terhadap kemampuannya (self-efficacy). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh self-efficacy terhadap fear of failure pada mahasiswa tingkat akhir di Universitas Negeri Malang. Peneliti menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain korelasional. Partisipan dalam penelitian ini adalah mahasiswa tingkat akhir di Universitas Negeri Malang sejumlah 130 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari: (1) Skala self-efficacy, menggunakan metode konstruk dengan mengembangkan teori dari Bandura (1997) yang terdiri dari 15 item dengan reliabilitas 0,857. (2) Performance Failure Appraisal Inventory (PFAI) untuk mengukur fear of failure mahasiswa. Skala ini telah diadaptasi oleh Martin dan Yunanto (2023) dan dimodifikasi oleh peneliti, yang terdiri dari 22 item dengan reliabilitas 0,920. Analisis data penelitian ini menggunakan analisis regresi sederhana, dengan hasil bahwa self-efficacy memberikan kontribusi sebesar 41% terhadap fear of failure dengan arah pengaruh negatif (ρ < 0,000).
Aku Cinta Damai, Aku Anak Indonesia!: Edukasi Pendidikan Perdamaian dan Toleransi berbasis Pancasila bagi Siswa SD melalui Media E-comic Helga Graciani Hidajat; Sumarmi Sumarmi; Raissa Dwifandra Putri; Retno Sulistiyaningsih; Laila Indra Lestari; Flavia Aurelia Hidajat
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 4 No 4 (2024): I-Com: Indonesian Community Journal (Desember 2024)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/icom.v4i4.5651

Abstract

Proses menghargai perbedaan orang lain dimulai dari proses berdamai dan menghargai diri sendiri. Setelah proses mengenal diri, berdamai dan memaafkan diri, seseorang bisa memahami perbedaan dan keunikan individu yang dihadapi. Permasalahan di SDN Sukoharjo 2 Malang adalah siswa kelas 4 SD susah untuk menerima kekurangan diri dan sulit berdamai dengan pengalaman yang menyakitkan. Siswa kelas 4 SD Negeri Sukoharjo 2 Malang juga susah menghadapi perbedaan dan sukar membaur dengan lingkungan sosial yang berbeda budaya. Siswa suka mencibir teman yang memiliki perbedaan suku, agama, ras, dan budaya. Siswa juga sukar menerima gagasan yang berbeda dari gagasan yang dimiliki. Oleh karena itu, dibutuhkan edukasi Pendidikan perdamaian dan toleransi berbasis Pancasila bagi siswa SD melalui media e-comic. Metode tahapan pengabdian Masyarakat ini adalah pemaparan e-comic terkait pendidikan perdamaian diri, pemaparan e-comic terkait perdamaian diri dengan orang lain, dan pemaparan e-comic terkait edukasi toleransi. Hasil edukasi Pendidikan perdamaian dan toleransi di SD Negeri Sukoharjo 2 Malang adalah siswa kelas 4 SD Negeri Sukoharjo 2 Malang memahami perlunya kesadaran untuk terus berdamai dengan diri sendiri dan meningkatnya pemahaman terkait toleransi terhadap perbedaan.
Program “Sriwedari Sadar Kekerasan Seksual” Sebagai Upaya Pencegahan dan Penanganan Pertama Kekerasan Seksual Anak bagi Orang Tua Shanti, Pravissi; Tantiani, Farah Farida; Sulistiyaningsih, Retno; Ashgarie, Rayza Ilfie Azkya; Tibrisna, Nashra; Wedanthara, Made Arya
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 5 No 1 (2025): I-Com: Indonesian Community Journal (Maret 2025)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/icom.v5i1.5804

Abstract

Maraknya kekerasan seksual di lembaga Pendidikan mendorong pemerintah untuk meluncurkan Program Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Satuan Pendidikan (PPKSP). Yayasan Perguruan Sriwedari Malang menghadapi tantangan dalam menerapkan program tersebut karena kurangnya sumber daya. Program ini bertujuan memberikan pemahaman yang komprehensif kepada orang tua dari SD sampai SMK agar dapat mendukung sekolah dalam mengatasi permasalahan yang ada. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian adalah sosialisasi dengan melibatkan beberapa tahapan, yaitu analisis situasi masyarakat, identifikasi masalah, menetapkan tujuan kegiatan, merencanakan pemecahan masalah, pendekatan sosial, menetapkan agenda kegiatan, serta evaluasi dan hasil. Sasaran kegiatan ini adalah orang tua siswa di Yayasan Perguruan Sriwedari Malang, dengan fokus pada pemahaman mereka mengenai pencegahan dan penanganan pertama kekerasan seksual. Hasil uji perbedaan sebelum dan sesudah sosialisasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman pencegahan dan penanganan kekerasan seksual dengan nilai P sebesar 0.000 dan z sebesar -5.353b.
Introduction to Various Professions Through Psychoeducation for Children of Migrant Workers in Malaysia Fatmawiyati, Jati; Setiyowati, Ninik; Sulistiyaningsih, Retno; Setiawan, Roni; Hafif, Nur; Shohenuddin, Shohenuddin
GUYUB: Journal of Community Engagement Vol 6, No 1 (2025): Maret
Publisher : Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/guyub.v6i1.9769

Abstract

Children of Indonesian migrant workers in Malaysia face limited access to formal education due to administrative and citizenship constraints. This situation leads to minimal career literacy, restricting their knowledge about various professions in society. As a result, these children often struggle with motivation and confidence in exploring career options that align with their potential and aspirations. This community service program aims to enhance the career literacy of migrant workers’ children through psychoeducational interventions. The method involves structured career psychoeducation sessions that introduce various professions, career pathways, and skill development opportunities. The program includes interactive discussions, career visualization activities, and hands-on workshops conducted in community learning centers where migrant workers' children receive informal education. Data collection was carried out through pre- and post-intervention assessments, including observations, interviews, and questionnaires to measure changes in career awareness and motivation. The results indicate that psychoeducation significantly improves children's understanding of different professions and the educational paths required to pursue them. Moreover, the program boosts their confidence in career planning and reduces anxiety about their future employment prospects. By providing psychological support and structured career guidance, this approach helps children develop skills and aspirations aligned with their career interests. Thus, psychoeducation serves as an effective strategy in supporting the children of Indonesian migrant workers in Malaysia, enabling them to unlock their full potential and prepare for the workforce more confidently and competently.
Improving the Skills of Implementing Inclusive Education at PAUD RA Khadijah Tabanan Bali Sulistiyaningsih, Retno; Mubarok, Ali Syahidin; Dwiastuti, Ike; Hidajat, Helga Graciani; Fatmawiyati, Jati; Windraguri, Hajarotul Annisa; Hardinata, Jesicha Ramadhani Puteri; Rozi, Choirul; Prasetyo, Oky Bagas; Hasan, Akhmad Farroh
GUYUB: Journal of Community Engagement Vol 6, No 1 (2025): Maret
Publisher : Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/guyub.v6i1.9758

Abstract

Being a basic level educational institution appointed as the organizer of inclusion education in Tabanan Regency, RA Khadijah seeks to provide the best service to parents of students who have children with special needs. This appointment occurs because of students with special needs received to study at RA Khadijah, supported by the desire of teachers to learn about the implementation of inclusion education, especially knowledge about handling children with special needs. This community services uses the Asset Based Community Development (ABCD) approach to maximize the resources owned by RA Khadijah. ABCD implemented using discovery, dream, design, define and destiny. Data collection using a questionaries to know the differences before and after community service established. This approach was chosen because the assets owned by RA Khadijah are complete, so it is necessary to empower appropriate so that the implementation of inclusion education can be carried out optimally. The result of this service is that RA Khadijah is able to inventory the strengths possessed for the implementation of inclusion education including the conditions and location of the school, the school environment and most importantly the teachers who conduct the initiative of self-development related to the knowledge and handling of children with needs by participating in activities such as webinars, following the groups on social media and present experts related to children with special needs. The teachers in RA Khadijah no one has an extraordinary educational background or psychology. This community service also concluded that the ownership of qualified human resources became one of the important assets in the development of services to the community, in this case the handling of children with special needs with the background of non -extraordinary non -educational educators. The limitations of this community service lie in the lack of support for teachers to be able to develop better teachers regarding inclusive education. The results of this community service aim to show the importance of maximum support from various parties to provide proper education, especially in the theme of inclusive education.
Melek Huruf, Melek Karakter: Program Literasi untuk Anak Sekolah Dasar Sulistiyaningsih, Retno; Nugrahani, Rizka Fibria; Fatmawiyati, Jati; Mubarok, Ali Syahidin; Fatmah, Nor; Faz, Gerry Olvina
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 5 No 2 (2025): I-Com: Indonesian Community Journal (Juni 2025)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/i-com.v5i2.7352

Abstract

Wilayah rawan narkoba menjadi lingkungan berisiko bagi perkembangan literasi dan karakter anak. Berdasarkan hasil asesmen awal, ditemukan bahwa 65% anak di Kampung X belum mencapai standar minimum kemampuan membaca dan menulis sesuai tingkat kelasnya. Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan kemampuan literasi dasar dan nilai karakter positif anak di Kampung X. Metode yang digunakan meliputi pemberian booklet edukatif kepada guru dan orang tua serta pelatihan komunikasi asertif kepada 32 anak usia sekolah dasar. Evaluasi dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur dan observasi perilaku sebelum dan sesudah intervensi. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan anak menyampaikan pendapat (71,9%), menolak ajakan negatif (68,8%), dan menyelesaikan konflik secara positif (62,5%). Anak-anak juga menunjukkan peningkatan dalam aspek kejujuran, empati, dan tanggung jawab. Intervensi berbasis komunikasi asertif terbukti efektif membangun karakter dan literasi sosial emosional. Program ini menunjukkan pentingnya pendekatan terpadu dalam membina ketahanan anak di lingkungan berisiko.
Psychological Capital Psychoeducation for Persons with Disabilities in Kediri Regency (PDKK): Psikoedukasi Psychological Capital pada Penyandang Disabilitas Kabupaten Kediri (PDKK) Sulistiyaningsih, Retno; Permata, Resi Shaumia Ratu Eka; Hidajat, Helga Graciani; Nurochim, Alifia Damara; Ulumiyah, Najmil; Mubarok, Ali Syahidin; Rozi, Choirul
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 3 (2024): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v8i3.19591

Abstract

Penyandang disabilitas masih dianggap sebagai pihak yang memiliki keterbatasan yang menyebabkan penyandangnya menjadi tidak percaya diri. Hal ini berakibat pada kemandirian penyandang disabilitas yang bergantung pada orang lain, padahal mereka hanya memiliki keterbatasan, bukan ketidakmampuan secara menyeluruh. Pengabdian ini berupaya menggali potensi dari dalam diri penyandang disabilitas yang tergabung di Penyandang Disabilitas Kabupaten Kediri (PDKK). Penggalian potensi yang dilakukan menggunakan metode eksperimen dengan memberikan psikoedukasi tentang psychological capital atau modal psikologis sebagai upaya internal pengenalan diri dan potensi diri yang dimiliki masing-masing individu. Hasil dari pengabdian menunjukkan adanya perubahan pengetahuan tentang psychological capital pada masing-masing individu. Peserta pengabdian juga diberikan kesempatan untuk melakukan identifikasi potensi diri yang dimiliki berdasarkan materi tentang psychological capital. Pengabdian ini menunjukkan pengenalan dan penggalian potensi diri pada penyandang disabilitas menjadi salah satu pintu untuk melakukan pemberdayaan pada penyandang disabilitas.