Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Aku Cinta Damai, Aku Anak Indonesia!: Edukasi Pendidikan Perdamaian dan Toleransi berbasis Pancasila bagi Siswa SD melalui Media E-comic Helga Graciani Hidajat; Sumarmi Sumarmi; Raissa Dwifandra Putri; Retno Sulistiyaningsih; Laila Indra Lestari; Flavia Aurelia Hidajat
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 4 No 4 (2024): I-Com: Indonesian Community Journal (Desember 2024)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/icom.v4i4.5651

Abstract

Proses menghargai perbedaan orang lain dimulai dari proses berdamai dan menghargai diri sendiri. Setelah proses mengenal diri, berdamai dan memaafkan diri, seseorang bisa memahami perbedaan dan keunikan individu yang dihadapi. Permasalahan di SDN Sukoharjo 2 Malang adalah siswa kelas 4 SD susah untuk menerima kekurangan diri dan sulit berdamai dengan pengalaman yang menyakitkan. Siswa kelas 4 SD Negeri Sukoharjo 2 Malang juga susah menghadapi perbedaan dan sukar membaur dengan lingkungan sosial yang berbeda budaya. Siswa suka mencibir teman yang memiliki perbedaan suku, agama, ras, dan budaya. Siswa juga sukar menerima gagasan yang berbeda dari gagasan yang dimiliki. Oleh karena itu, dibutuhkan edukasi Pendidikan perdamaian dan toleransi berbasis Pancasila bagi siswa SD melalui media e-comic. Metode tahapan pengabdian Masyarakat ini adalah pemaparan e-comic terkait pendidikan perdamaian diri, pemaparan e-comic terkait perdamaian diri dengan orang lain, dan pemaparan e-comic terkait edukasi toleransi. Hasil edukasi Pendidikan perdamaian dan toleransi di SD Negeri Sukoharjo 2 Malang adalah siswa kelas 4 SD Negeri Sukoharjo 2 Malang memahami perlunya kesadaran untuk terus berdamai dengan diri sendiri dan meningkatnya pemahaman terkait toleransi terhadap perbedaan.
Introduction to Various Professions Through Psychoeducation for Children of Migrant Workers in Malaysia Fatmawiyati, Jati; Setiyowati, Ninik; Sulistiyaningsih, Retno; Setiawan, Roni; Hafif, Nur; Shohenuddin, Shohenuddin
GUYUB: Journal of Community Engagement Vol 6, No 1 (2025): Maret
Publisher : Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/guyub.v6i1.9769

Abstract

Children of Indonesian migrant workers in Malaysia face limited access to formal education due to administrative and citizenship constraints. This situation leads to minimal career literacy, restricting their knowledge about various professions in society. As a result, these children often struggle with motivation and confidence in exploring career options that align with their potential and aspirations. This community service program aims to enhance the career literacy of migrant workers’ children through psychoeducational interventions. The method involves structured career psychoeducation sessions that introduce various professions, career pathways, and skill development opportunities. The program includes interactive discussions, career visualization activities, and hands-on workshops conducted in community learning centers where migrant workers' children receive informal education. Data collection was carried out through pre- and post-intervention assessments, including observations, interviews, and questionnaires to measure changes in career awareness and motivation. The results indicate that psychoeducation significantly improves children's understanding of different professions and the educational paths required to pursue them. Moreover, the program boosts their confidence in career planning and reduces anxiety about their future employment prospects. By providing psychological support and structured career guidance, this approach helps children develop skills and aspirations aligned with their career interests. Thus, psychoeducation serves as an effective strategy in supporting the children of Indonesian migrant workers in Malaysia, enabling them to unlock their full potential and prepare for the workforce more confidently and competently.
Improving the Skills of Implementing Inclusive Education at PAUD RA Khadijah Tabanan Bali Sulistiyaningsih, Retno; Mubarok, Ali Syahidin; Dwiastuti, Ike; Hidajat, Helga Graciani; Fatmawiyati, Jati; Windraguri, Hajarotul Annisa; Hardinata, Jesicha Ramadhani Puteri; Rozi, Choirul; Prasetyo, Oky Bagas; Hasan, Akhmad Farroh
GUYUB: Journal of Community Engagement Vol 6, No 1 (2025): Maret
Publisher : Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/guyub.v6i1.9758

Abstract

Being a basic level educational institution appointed as the organizer of inclusion education in Tabanan Regency, RA Khadijah seeks to provide the best service to parents of students who have children with special needs. This appointment occurs because of students with special needs received to study at RA Khadijah, supported by the desire of teachers to learn about the implementation of inclusion education, especially knowledge about handling children with special needs. This community services uses the Asset Based Community Development (ABCD) approach to maximize the resources owned by RA Khadijah. ABCD implemented using discovery, dream, design, define and destiny. Data collection using a questionaries to know the differences before and after community service established. This approach was chosen because the assets owned by RA Khadijah are complete, so it is necessary to empower appropriate so that the implementation of inclusion education can be carried out optimally. The result of this service is that RA Khadijah is able to inventory the strengths possessed for the implementation of inclusion education including the conditions and location of the school, the school environment and most importantly the teachers who conduct the initiative of self-development related to the knowledge and handling of children with needs by participating in activities such as webinars, following the groups on social media and present experts related to children with special needs. The teachers in RA Khadijah no one has an extraordinary educational background or psychology. This community service also concluded that the ownership of qualified human resources became one of the important assets in the development of services to the community, in this case the handling of children with special needs with the background of non -extraordinary non -educational educators. The limitations of this community service lie in the lack of support for teachers to be able to develop better teachers regarding inclusive education. The results of this community service aim to show the importance of maximum support from various parties to provide proper education, especially in the theme of inclusive education.
Psychological Capital Psychoeducation for Persons with Disabilities in Kediri Regency (PDKK): Psikoedukasi Psychological Capital pada Penyandang Disabilitas Kabupaten Kediri (PDKK) Sulistiyaningsih, Retno; Permata, Resi Shaumia Ratu Eka; Hidajat, Helga Graciani; Nurochim, Alifia Damara; Ulumiyah, Najmil; Mubarok, Ali Syahidin; Rozi, Choirul
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 3 (2024): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v8i3.19591

Abstract

Penyandang disabilitas masih dianggap sebagai pihak yang memiliki keterbatasan yang menyebabkan penyandangnya menjadi tidak percaya diri. Hal ini berakibat pada kemandirian penyandang disabilitas yang bergantung pada orang lain, padahal mereka hanya memiliki keterbatasan, bukan ketidakmampuan secara menyeluruh. Pengabdian ini berupaya menggali potensi dari dalam diri penyandang disabilitas yang tergabung di Penyandang Disabilitas Kabupaten Kediri (PDKK). Penggalian potensi yang dilakukan menggunakan metode eksperimen dengan memberikan psikoedukasi tentang psychological capital atau modal psikologis sebagai upaya internal pengenalan diri dan potensi diri yang dimiliki masing-masing individu. Hasil dari pengabdian menunjukkan adanya perubahan pengetahuan tentang psychological capital pada masing-masing individu. Peserta pengabdian juga diberikan kesempatan untuk melakukan identifikasi potensi diri yang dimiliki berdasarkan materi tentang psychological capital. Pengabdian ini menunjukkan pengenalan dan penggalian potensi diri pada penyandang disabilitas menjadi salah satu pintu untuk melakukan pemberdayaan pada penyandang disabilitas.
Program “Sriwedari Sadar Kekerasan Seksual” Sebagai Upaya Pencegahan dan Penanganan Pertama Kekerasan Seksual Anak bagi Orang Tua Pravissi Shanti; Farah Farida Tantiani; Retno Sulistiyaningsih; Rayza Ilfie Azkya Ashgarie; Nashra Tibrisna; Made Arya Wedanthara
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 5 No 1 (2025): I-Com: Indonesian Community Journal (Maret 2025)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/icom.v5i1.5804

Abstract

Maraknya kekerasan seksual di lembaga Pendidikan mendorong pemerintah untuk meluncurkan Program Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Satuan Pendidikan (PPKSP). Yayasan Perguruan Sriwedari Malang menghadapi tantangan dalam menerapkan program tersebut karena kurangnya sumber daya. Program ini bertujuan memberikan pemahaman yang komprehensif kepada orang tua dari SD sampai SMK agar dapat mendukung sekolah dalam mengatasi permasalahan yang ada. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian adalah sosialisasi dengan melibatkan beberapa tahapan, yaitu analisis situasi masyarakat, identifikasi masalah, menetapkan tujuan kegiatan, merencanakan pemecahan masalah, pendekatan sosial, menetapkan agenda kegiatan, serta evaluasi dan hasil. Sasaran kegiatan ini adalah orang tua siswa di Yayasan Perguruan Sriwedari Malang, dengan fokus pada pemahaman mereka mengenai pencegahan dan penanganan pertama kekerasan seksual. Hasil uji perbedaan sebelum dan sesudah sosialisasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman pencegahan dan penanganan kekerasan seksual dengan nilai P sebesar 0.000 dan z sebesar -5.353b.
Melek Huruf, Melek Karakter: Program Literasi untuk Anak Sekolah Dasar Retno Sulistiyaningsih; Rizka Fibria Nugrahani; Jati Fatmawiyati; Ali Syahidin Mubarok; Nor Fatmah; Gerry Olvina Faz
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 5 No 2 (2025): I-Com: Indonesian Community Journal (Juni 2025)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/i-com.v5i2.7352

Abstract

Wilayah rawan narkoba menjadi lingkungan berisiko bagi perkembangan literasi dan karakter anak. Berdasarkan hasil asesmen awal, ditemukan bahwa 65% anak di Kampung X belum mencapai standar minimum kemampuan membaca dan menulis sesuai tingkat kelasnya. Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan kemampuan literasi dasar dan nilai karakter positif anak di Kampung X. Metode yang digunakan meliputi pemberian booklet edukatif kepada guru dan orang tua serta pelatihan komunikasi asertif kepada 32 anak usia sekolah dasar. Evaluasi dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur dan observasi perilaku sebelum dan sesudah intervensi. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan anak menyampaikan pendapat (71,9%), menolak ajakan negatif (68,8%), dan menyelesaikan konflik secara positif (62,5%). Anak-anak juga menunjukkan peningkatan dalam aspek kejujuran, empati, dan tanggung jawab. Intervensi berbasis komunikasi asertif terbukti efektif membangun karakter dan literasi sosial emosional. Program ini menunjukkan pentingnya pendekatan terpadu dalam membina ketahanan anak di lingkungan berisiko.
Digital Branding Model Pada Pengembangan Ekonomi Kreatif UMKM Kain Songket Pringgasela Kabupaten Lombok Timur Rayie Tariaranie Wiraguna; Nur Anita Yunikawati; Retno Sulistiyaningsih
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Indonesia (JPKMI) Vol. 3 No. 3 (2023): Desember : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia (JPKMI)
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpkmi.v3i3.2221

Abstract

Pringgasela Village is one of the villages in East Lombok district with songket cloth MSMEs with a cultural heritage that has been preserved to this day. Several groups of Songket cloth MSMEs in Pringgasela Village are well known to various corners and are always used as a reference for tourists when visiting Lombok Island. As a creative industry, songket cloth MSMEs cannot be separated from the impact of the COVID-19 pandemic in 2020. Various problems arose due to the COVID-19 pandemic, and as a result, not a few MSME players in Pringgasela village went out of business. The local government, together with related sectors, continues to strive to stimulate the economy of the people in the village so that it can revive and develop further. The development of digital technology allows businesses to market their products online and use transactions through the online banking system. Digital technology development has changed the paradigm of MSME marketing, which is carried out conventionally digitally by utilizing social media, e-commerce, and websites as a medium for branding and marketing. Using digital/online media is the right choice for MSME players to expand their network and business reach.