Claim Missing Document
Check
Articles

RIVERSIDE GLAMPING BERARSITEKTUR TROPIS DI TEPI SUNGAI TELAGA WAJA, KARANGASEM : bahasa indonesia I Wayan Cipta Adi Mahendra; I Wayan Parwata; I Ketut Kasta Arya Wijaya
Undagi : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa Vol. 12 No. 1 (2024)
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/undagi.12.1.9796.155-162

Abstract

Currently, glamping has become a trend for recreation in nature, one type of glamping that is starting to develop is riverside glamping. Riverside Glamping is a tourist accommodation that provides a camping experience while enjoying the natural atmosphere, but can still rest comfortably located on the river bank. One of the areas that has interesting natural potential to be used as a glamping location is in the Karangasem area, precisely along the Telaga Waja river. This glamping design applies a tropical theme using natural materials so that it can respond to the climate in the area. The aim of this glamping design is to accommodate visitors as accommodation which previously was still less than optimal in terms of architecture and comfort. In compiling this journal, data collection methods were used, such as interviews with tourists and tourism object managers around the Telaga Waja river, making direct observations at locations to find the necessary information, and conducting literature studies to obtain information that is still limited in the field. With this glamping design, it is hoped that it can have a positive impact on becoming an icon of a tourist attraction in that location so that it becomes an attraction for tourists so that it can improve the economic sector of the local community
PERENCANAAN DAN PERANCANGAN FASILITAS PENUNJANG LITERASI DAN KOMUNITAS PELAJAR DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR BERKELANJUTAN DI DESA PED, NUSA PENIDA: Bahasa Indonesia I Made Gde Adisatya Ardikabawa; Ni Putu Ratih Pradnyaswari Anasta Putri; I Wayan Parwata; Nyoman Ratih Prabandari
Undagi : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa Vol. 13 No. 1 (2025): UNDAGI : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa (Juni 2025)
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/undagi.13.1.12126.183-192

Abstract

Kemampuan literasi menjadi keterampilan penting di era digital, namun Indonesia masih menghadapi tantangan besar terkait rendahnya minat baca. Menurut UNESCO, minat baca masyarakat Indonesia hanya 0,001%, dan skor literasi membaca PISA 2022 Indonesia berada di bawah rata-rata internasional. Tantangan ini juga terlihat di Nusa Penida, bagian dari Kabupaten Klungkung, Bali, yang meskipun berkembang sebagai destinasi wisata, masih kekurangan fasilitas pendidikan, termasuk perpustakaan. Dengan pertumbuhan pariwisata yang pesat, pembangunan di Nusa Penida cenderung berfokus pada sektor pariwisata, mengesampingkan kebutuhan masyarakat, khususnya di bidang pendidikan dan literasi.Penelitian ini bertujuan merancang perpustakaan umum di Nusa Penida yang tidak hanya menyediakan koleksi bahan bacaan tetapi juga dirancang sebagai ruang edukasi interaktif. Perpustakaan ini diharapkan dapat meningkatkan literasi masyarakat, menyediakan pelatihan literasi digital, dan menjadi pusat kolaborasi komunitas. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur untuk memahami pentingnya literasi dan survei lapangan untuk mengidentifikasi kebutuhan lokal. Hasil penelitian diharapkan memberikan solusi strategis dalam meningkatkan minat baca dan daya saing masyarakat Nusa Penida secara global. Dengan desain yang tepat, perpustakaan ini tidak hanya meningkatkan literasi tetapi juga menjadi katalisator pengembangan komunitas yang lebih berdaya dan inovatif.
PERENCANAAN DAN PERANCANGAN FASILITAS PENUNJANG PARIWISATA DI KAWASAN DESA WISATA PENGLIPURAN – BANGLI: Bahasa Indonesia I wayan sudita purnawan PURNAWAN; I Wayan Parwata; I Wayan Widanan; Ni Putu Ratih Pradnyaswari Anasta Putri; Kadek Putra Santika Narayana
Undagi : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa Vol. 13 No. 2 (2025): SettingsVol. 13 No. 2 (2025): UNDAGI : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Univer
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/undagi.13.2.12135.14-26

Abstract

The increase in the number of tourists in the Penglipuran Tourism Village, Bali, has given rise to various problems such as a lack of supporting facilities and the conversion of traditional houses. This research aims to design supporting facilities that suit village characteristics and tourist needs, as well as preserving the environment and local culture. Through literature and field studies, this research identifies the main problems and proposes an eco-friendly architecture design concept that combines traditional Balinese architecture with modern technology. It is hoped that the results of this research can contribute to the development of sustainable tourism in the Penglipuran Tourism Village
PERENCANAAN DAN PERANCANGAN TERMINAL PELABUHAN PENUMPANG DI DESA KUSAMBA: Bahasa Indonesia I Putu Egatama Arya Putra; I Wayan Parwata; I Wayan Widanan; Ni Putu Ratih Pradnyaswari Anasta Putri
Undagi : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa Vol. 13 No. 2 (2025): SettingsVol. 13 No. 2 (2025): UNDAGI : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Univer
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/undagi.13.2.12137.46-55

Abstract

This planning is based on an increase in the number of tourists coming to Bali every year, namely 2.2 million tourists in 2022 and increasing by 114 percent in 2023 with a total of 5.3 million tourists. Kusamba village, Dawan subdistrict, Klungkung regency is a strategic area and very close to Nusa Penida and Nusa Lembongan which makes this village a place for sailing boats wishing to cross to the island, therefore most of the Kusamba community depends on the tourism sector. This data shows that there is great potential for business opportunities for the surrounding community. The aim of this research is to plan and design passenger-specific port terminal facilities to solve current problems. Carrying the concept of "Comfortable Harbor and Economic Opportunities” is a concept that provides adequate facilities and also increases economic opportunities for local communities with a traditional atmosphere to enhance the experience of visiting tourists and raises the theme "Neo-Vernacular Architecture" with a response to modernism. combining traditional elements with a modern twist. This theme emphasizes the importance of local culture and the use of local materials as well as harmony between buildings and the environment
Perencanaan dan Perancangan Pusat Wisata Budidaya Madu Kele-Kele Di Desa Bongkasa Pertiwi: Bahasa Indonesia Gede Rio Fernando Ardha Harawikrama; I Wayan Widanan; I Wayan Parwata; Ni Putu Ratih Pradnyaswari Anasta Putri
Undagi : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa Vol. 13 No. 1 (2025): UNDAGI : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa (Juni 2025)
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/undagi.13.1.12153.72-80

Abstract

Desa Bongkasa Pertiwi di Kabupaten Badung, Bali, memiliki potensi alam yang mendukung pengembangan ekowisata, termasuk budidaya madu kele-kele oleh lebah Trigona sp.. Wisata ini telah menarik banyak pengunjung, namun masih terbatas pada rumah pembudidaya, menyebabkan keterbatasan kapasitas. Pengembangan pusat wisata budidaya madu kele-kele menjadi skala yang lebih besar sangat diperlukan untuk meningkatkan daya tampung, membuka lapangan kerja baru, dan memperkuat keterkaitan antarobjek wisata di desa ini. Pengembangan ini diharapkan mampu mengurangi tingkat pengangguran yang masih cukup tinggi, sekaligus mempromosikan Desa Bongkasa Pertiwi sebagai destinasi ekowisata unggulan di Kabupaten Badung.
Perencanaan dan Perancangan Agrowisata Peternakan Babi di Desa Kerta, Payangan: Bahasa Indonesia I Wayan Esa Adhitya Putra; I Wayan Parwata; Ni Putu Ratih Pradnyaswari Anasta Putri; Nyoman Ratih Prabandari
Undagi : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa Vol. 13 No. 1 (2025): UNDAGI : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa (Juni 2025)
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/undagi.13.1.12212.122-132

Abstract

Bali merupakan daerah yang kaya dengan kearifan flora dan fauna, salah satu hewan yang dekat dengan masyarakat bali adalah babi, dibali babi tidak hanya dikonsumsi namun juga banyak digunakan sebagai sarana upakara, daging babi kini menjadi salah satu komoditas bahan pangan yang dapat diekspor, Bali merupakan provinsi penghasil daging babi tertinggi di indonesia, warga di Desa Kerta sudah mulai melupakan sistem peternakan dan penggunaan pakan organik, dimana sebelumnya masyarakat di desa kerta memanfaatkan kotoran babi sebagai pupuk kandang yang selanjutnya diberikan pada tanaman pisang batu, lalu tanaman pisang batu tersebut dimanfaatkan daunnya oleh warga dan batang serta buahnya dimanfaatkan sebagai pakan ternak, sistem ini mulai dilupakan karena munculnya jenis pakan babi yang lebih efisien dari segi waktu penggemukan babi, hal ini juga menjadi salah satu penyebab ditinggalkannya komoditas babi lokal bali sebagai hewan ternak di Desa Kerta, perencanaan dan perancangan agrowisata ini menggunakan pendekatan konsep Nature farm yang diimplementasikan dalam sistem utilitas, sirkulasi dan tata bangunan,untuk menjawab konsep nature farm tema rancangan biophilic dipilih karena memiliki tujuan yang sama dengan konsep nature farm, pada perancangan ini bangunan dibagi menjadi 3 zona yaitu zona peternakan, zona perkebunan dan zona rekreasi, nantinya bangunan – bangunan akan di dikelompokkan kedalam 3 zona tersebut.
Perencanaan dan Perancangan Pengembangan Pelabuhan Laut Melalui Extending Tradition di Toya Pakeh, Nusa Penida: Bahasa Indonesia Ni Putu Mei Lestari; Ni Putu Ratih Pradnyaswari Anasta Putri; I Wayan Widanan; I Wayan Parwata
Undagi : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa Vol. 13 No. 1 (2025): UNDAGI : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa (Juni 2025)
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/undagi.13.1.12292.43-52

Abstract

Banjar Nyuh, Desa Ped yang menjadi pintu gerbang utama bagi wisatawan lokal dan mancanegara. Pelabuhan laut Toya Pakeh, Nusa Penida yang terletak di Banjar Nyuh menjadi salah satu titik penting bagi konektivitas antara Pulau Nusa Penida dan wilayah sekitarnya, termasuk Bali. Dengan peningkatan jumlah penumpang pelabuhan menimbulkan kebutuhan akan infrastruktur transportasi yang memadai, terutama pelabuhan laut yang mampu mengakomodasi arus perjalanan dengan baik. Berbeda halnya dengan kondisi eksisting memprihatinkan yang dimiliki Pelabuhan Toya Pakeh ini menimbulkan berbagai hambatan operasional pelabuhan. Selain itu, Nusa Penida memiliki warisan tradisi budaya lokal yang saat ini mulai ditinggalkan karena ketiadaan wadah khusus dalam mempromosikan warisan budaya lokal ini. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk merencanakan dan merancang pengembangan Pelabuhan Laut Toya Pakeh di Banjar Nyuh yang mampu menjadi sarana transportasi yang nyaman dan layak bagi para pengguna dan mampu memenuhi kebutuhan pengguna pelabuhan melalui penyediaan fasilitas – fasilitas. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif dengan mengidentifikasi, menganalisis, dan menemukan solusi permasalahan melalui pengumpulan, penyajian dan analisis data. Hasil penelitian dimaksudkan untuk memperoleh spesifikasi arsitektural dan gagasan / ide arsitektural dari Pengembangan Pelabuhan Toya Pakeh ini yang tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas transportasi yang nyaman, layak dan mampu memenuhi kebutuhan pengguna tetapi juga sebagai representasi dan perpanjangan dari warisan budaya lokal melalui extending tradition promosi kain khas yang merupakan kreatifitas masyarakat lokal di Nusa Penida yang dituangkan dalam suatu desain.
STRUKTUR BETON BERTULANG PADA BALE DAJA I Wayan Suky Luxiana; I Wayan Parwata; Agus Kurniawan
WICAKSANA: Jurnal Lingkungan dan Pembangunan Vol. 6 No. 1 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wicaksana.6.1.2022.32-38

Abstract

Bale Daja merupakan bangunan berbetuk bujur sangkar dan memakai kontruksi atap limasan. Jumlah tiang pada bangunan Bale Daja berjumlah 12 buah empat tiang berderet di depan dan delapan tiang berada di dalam bangunan. Seiring perkembangan jaman dan teknologi Bale Daja bertransformasi dari Bale saka roras menjadi saka epat dimana didalamnya diganti dengan struktur beton bertulang. Struktur beton bertulang memberikan dampak signifikan baik dari kecepatan produksi, kecepatan kinerja, dan efisiensi biaya. Tujuan dari penelitian ini adalah dapat memberikan struktur beton bertulang yang diterapkan pada Bale Daja, baik secara dimensi, dan proses pembuatanya dan memberikan manfaat tanpa mengurangi nilai-nilai historis dari bale daja tersebut. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan membuat model struktur, model kolom dan balok dimana sistematika perencanaan diuraikan dengan diagram alur. Hasil atau kesimpulan dimensi balok B= 1/12 x O, lebar balok R = ½ x B, besar kolom J = R + (2x I), lebar Pondasi S = ½ t
IDENTIFIKASI PENGEMBANGAN EKOWISATA DI DESA BUKIAN, KECAMATAN PAYANGAN, KABUPATEN GIANYAR I Wayan Suky Luxiana; I Wayan Parwata; Agus Kurniawan
WICAKSANA: Jurnal Lingkungan dan Pembangunan Vol. 6 No. 2 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wicaksana.6.2.2022.60-72

Abstract

Desa Bukian merupakan salah satu desa di Kabupaten Gianyar yang memiliki potensi yang beragam mulai dari budaya, alam, buatan dan dapat dikembangkan melalui konsep ekowisata sebagai tujuan atau daya tarik wisata. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pengembangan ekowisata. Lokasi penelitian ini berada di desa Bukian yang memiliki lokasi terintegrasi dengan pertanian dan pariwisata. Penelitian di desa Bukian dilakukan untuk mengidentifikasi potensi desa (potensi budaya, alam, dan buatan desa). Penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Tujuan teknik pengambilan sampel menggunakan informan dan menggunakan informan kunci. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat berbagai potensi desa wisata yang dikelompokkan menjadi tiga antara lain potensi alam (Hutan Adat di Banjar Tiyingan, Persawahan, dan Perkebunan Organik, dan keindahan alam), potensi budaya (Situs Purbakala Sarkofagus, Tinggalan Arca di Pura Puseh Desa Bale Agung Bukian, Tradisi Bali Aga Ngasa Pura Dalem Bukian, Festival Budaya Bukian, dan Penglukatan Taman Megenda.), dan potensi buatan (air minum Gianyar, Sentra kerajinan kayu berupa jerapah dan kerajinan kayu lainnya, jalur Tracking dan Cycling.). Pengembangan ekowisata di Desa Bukian diharapkan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat lokal, pelaku usaha dan pemerintah secara berkelanjutan serta berkontribusi secara finansial bagi pelestarian lingkungan.
Balinese Traditional House Architecture in Era 4.0 in Bukian I Wayan Suky Luxiana; I Wayan Parwata; Agus Kurniawan
Architectural Research Journal Vol. 1 No. 2 (2021): ARJ: Architectural Research Journal
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik dan Perencanaan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/arj.1.2.2021.52-57

Abstract

Architecture is the art of designing buildings which are a microcosm of the universe. Traditional Balinese architecture is an embodiment of local wisdom in Bali which is inherited from generation to generation. In traditional Balinese architecture there is harmony between humans and creators, humans with humans and humans with nature. The background of this research is to identify the traditional Balinese architecture residence at 4.0 in Bukian. The purpose of this research is to find a formula or benchmark in building a traditional house using International Atropomometry. This makes it easier to build traditional houses due to the lack of Undagi in Bali. The method used is a quantitative method by making a sample house master plan to identify it with a flow chart. The results or conclusions of the natah pattern use the Tri Hita Karana concept, the barrier or floor uses the 1,0.8,0.6,0,4,0.2 approach. The approach in building a traditional house is SL= O+R+J+U.
Co-Authors Adnyana Manuaba Agus Kurniawan Agus Kurniawan Agus Kurniawan Agus Kurniawan Anak Agung Gede Raka Gunawarman Antari, Ida Ayu Wulan Dwi Antarini, Lilik Arnoldus Made Dheo Virya Fabian Arthana, I Nyoman Nuri Ayu Dwinita Yoga Saraswati, Ida Doni Alex Santoso Fabian, Arnoldus Made Dheo Virya Gede Rio Fernando Ardha Harawikrama Gunawarman, A.A. Gede Raka I Dewa Putu Satria Wibawa I Dewa Putu Sutjana I Gde Suranaya Pandit I Gede Surya Darmawan I Gede Surya Darmawan, I Gede Surya I Kadek Mertawijaya I Ketut Kasta Arya Wijaya I Made Artawan I Made Gde Adisatya Ardikabawa I Made Pasek Satya Bhuana I Nyoman Adi Putra I Nyoman Gede Maha Putra I Nyoman Sutapa I Nyoman Sutapa I Nyoman Warnata I Putu Egatama Arya Putra I Putu Panji Prabawantha I Putu Surya Mitra I Putu Yogi Wiliawan Wiliawan I Wayan Cipta Adi Mahendra I Wayan Dedek Surya Mahadipa I Wayan I Wayan Esa Adhitya Putra I Wayan Runa I Wayan Runa I Wayan Sudiarta I wayan sudita purnawan PURNAWAN I Wayan Suky Luxiana I Wayan Suky Luxiana I Wayan Wesna Astara I Wayan Wesna Astara I Wayan Widanan I Wayan Yoga Astra Ida Ayu Wulan Dwi Antari Ida Bagus Komang Kresna Adi Pratama Surya Kadek Putra Santika Narayana Ken, Kevin Kevin Ken Lilik Antarini Linggasani, Made Anggita Wahyudi Made Benyco Singantara Mahaputra, I Nyoman Gede Mahendra, I Wayan Cipta Adi Mustika, Ni Wayan Meidayanti Ni Kadek Melia Mega Dewi Ni Luh Anik Puspa Ningsih Ni Putu Indra Maritin Ni Putu Krisna Dewi Ni Putu Mei Lestari Ni Putu Ratih Pradnyaswari Anasta Putri Ni Putu Yesi Irayani Ni Wayan Meidayanti Mustika Ni Wayan Nurwarsih Nurwarsih, Ni Wayan Nyoman Ratih Prabandari Pande Putu Nadya Paramitha Pramantya Narayana PUTU IKA WAHYUNI Putu Santhi Dharma Gita Ronald Kogoya Sastrawan, Wirya Si Gede Putu Surya Adiprana Suyasa, I Putu Suta Titin Isna Oesman Wicaksana, Gde Bagus Andhika Wijaya, I Kadek Merta Wikan Pradnya Dana, Gde