Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Perencanaan dan Perancangan Rumah Sakit Ibu dan Anak Dengan Pendekatan Healing Environment di Kecamatan Sumberjambe Kabupaten Jember Doni Alex Santoso; I Wayan Parwata; Gde Bagus Andhika Wicaksana
Undagi : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa Vol. 9 No. 2 (2021): UNDAGI : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah Sakit Ibu dan Anak merupakan fasilitas kesehatan yang menangani pasien khusus ibu dan anak, dalam upaya untuk memberikan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat yang jauh dari pelayanan kesehatan maka perlunya fasilitas kesehatan yang bisa membantu proses penangan dengan cepat, kasus kematian yang cukup tinggi di Kabupaten Jember rata – rata diakibatkan oleh kurangnya fasilitas pelayanan kesehatan dan jarak untuk menuju pelayanan kesehatan sehingga membuat terlambatnya proses penanganan, selain itu kondisi lingkungan rumah sakit yang kurang memperhatikan psikologis dari pasien membuat suasana menjadi tidak nyaman dan membuat lambatnya proses pemulihan, kecamatan Sumberjambe hanya terdapat pelayanan kesehatan puskesmas dan masih belum bisa mengatasi persoalan kematian karena keterbatasan fasilitas dan peralatan. Metode yang digunakan yaitu metode pengumpulan data, metode penyajian data dan metode analisis data. Dari permasalah dan hasil analisa maka perlunya fasilitas pelayanan kesehatan rumah sakit ibu dan anak dengan pendekatan healing environment di kecamatan sumberjambe Kabupaten Jember ini diharapkan bisa membantu masyarakat yang jauh dari pelayanan kesehatan sehingga proses penanganan bisa berlangsung cepat,selain itu penerapan konsep healing environment dan tema modern tropis pada bangunan sehingga menampilkan sebuah lingkungan penyembuh dengan desain bangunan yang menyesuaikan kondisi iklim.
Perancangan Krematorium Vertikal Di Bali Si Gede Putu Surya Adiprana; I Wayan Parwata; I Wayan Wirya Sastrawan
Undagi : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa Vol. 9 No. 1 (2021): UNDAGI : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/undagi.9.1.3557.105-113

Abstract

Bali merupakan salah satu pulau yang kaya akan budaya dan tradisi. Salah satu budaya dan tradisi yang khas dari pulau bali yaitu upacara kematian. Upacara kematian di Bali salah satunya yaitu kremasi atau pembakaran mayat yang di lakukan di krematorium. Pembakaran jenazah atau Kremasi adalah proses pembakaran jenazah sampai menjadi abu atau tulang-tulang kecil. Sedangkan Krematorium adalah wadah atau tempat bagi orang yang ingin melakukan kremas atau pembakaran jenazah. Perencanaan ini bertujuan untuk mewadahi kegiatan krematorium yang menggunakan fasilitas modern di dalamnya namun tidak menghilangkan makna dari proses kremasi yang berlangsung dan krematorium ini akan di bangun di daerah Denpasar yang berdekatan dengan pantai agar proses setalah pembakaran jenazah selesai, abu akan di larung di pantai. Tujuan mencari site di dekat pantai agar pengguna dari krematorium ini tetap berada di satu kawasan namun dapat menyelesaikan acara kremasi dengan cepat,praktis dan tidak mengurangi sedikit makna dari budaya dan adat yang ada di Bali.
Pendekatan Antropometri Pada Ruang Bangun Panti Sosial Lansia Di Badung-Bali Ni Kadek Melia Mega Dewi; I Gede Surya Darmawan; I Wayan Parwata
Undagi : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa Vol. 9 No. 1 (2021): UNDAGI : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/undagi.9.1.3580.21-29

Abstract

Panti sosial lansia merupakan tempat dimana berkumpulnya orang-orang lanjut usia yang baik secara sukarela maupun diserahkan oleh pihak keluarga untuk dirawat dan diurus segala keperluannya. Namun kondisi panti sosial lansia yang sering dijumpai masih sangat minim memperhatikan ruang gerak dengan menggunakan dimensi tubuh manusia (antropometri) untuk lansia itu dapat beraktivitas. Dimana antropometri merupakan pengukuran gerak tubuh dan dimensi tubuh manusia. Pendekatan antropometri dipilih pada panti sosial lansia ini guna menciptakan ruang-ruang dan hubungan antar ruang yang sesuai sehingga dapat membantu lansia menjalankan aktivitasnya secara mandiri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menerapkan antropometri pada panti sosial lansia di Badung, guna memberikan kenyamanan dan keselamatan untuk lansia dalam beraktivitas pada panti sosial tersebut. Adapun metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif dan kuantitatif. Penerapan pendekatan antropometri pada panti sosial lansia ini diharapkan dapat mengurangi kecelakaan atau cedera pada lansia dalam beraktivitas secara mandiri.
STRUKTUR BETON BERTULANG PADA BALE DAJA I Wayan Suky Luxiana; I Wayan Parwata; Agus Kurniawan
WICAKSANA: Jurnal Lingkungan dan Pembangunan Vol. 6 No. 1 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wicaksana.6.1.2022.32-38

Abstract

Bale Daja merupakan bangunan berbetuk bujur sangkar dan memakai kontruksi atap limasan. Jumlah tiang pada bangunan Bale Daja berjumlah 12 buah empat tiang berderet di depan dan delapan tiang berada di dalam bangunan. Seiring perkembangan jaman dan teknologi Bale Daja bertransformasi dari Bale saka roras menjadi saka epat dimana didalamnya diganti dengan struktur beton bertulang. Struktur beton bertulang memberikan dampak signifikan baik dari kecepatan produksi, kecepatan kinerja, dan efisiensi biaya. Tujuan dari penelitian ini adalah dapat memberikan struktur beton bertulang yang diterapkan pada Bale Daja, baik secara dimensi, dan proses pembuatanya dan memberikan manfaat tanpa mengurangi nilai-nilai historis dari bale daja tersebut. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan membuat model struktur, model kolom dan balok dimana sistematika perencanaan diuraikan dengan diagram alur. Hasil atau kesimpulan dimensi balok B= 1/12 x O, lebar balok R = ½ x B, besar kolom J = R + (2x I), lebar Pondasi S = ½ t
Balinese Traditional House Architecture in Era 4.0 in Bukian I Wayan Suky Luxiana; I Wayan Parwata; Agus Kurniawan
Architectural Research Journal Vol. 1 No. 2 (2021): ARJ: Architectural Research Journal
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik dan Perencanaan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2524.633 KB) | DOI: 10.22225/arj.1.2.2021.52-57

Abstract

Architecture is the art of designing buildings which are a microcosm of the universe. Traditional Balinese architecture is an embodiment of local wisdom in Bali which is inherited from generation to generation. In traditional Balinese architecture there is harmony between humans and creators, humans with humans and humans with nature. The background of this research is to identify the traditional Balinese architecture residence at 4.0 in Bukian. The purpose of this research is to find a formula or benchmark in building a traditional house using International Atropomometry. This makes it easier to build traditional houses due to the lack of Undagi in Bali. The method used is a quantitative method by making a sample house master plan to identify it with a flow chart. The results or conclusions of the natah pattern use the Tri Hita Karana concept, the barrier or floor uses the 1,0.8,0.6,0,4,0.2 approach. The approach in building a traditional house is SL= O+R+J+U.
Perencanaan dan Peracangan Fasilitas Resort Ramah Lansia di Ubud, Gianyar, Bali Made Benyco Singantara; I Wayan Parwata; A.A. Gede Raka Gunawarman
Undagi : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa Vol. 10 No. 1 (2022)
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/undagi.10.1.5147.84-93

Abstract

Planning and Design of Facilities for an Elderly Friendly Resort in Ubud, Gianyar, Bali, is an overnight tourist accommodation aimed at the elderly who want to stay with a sense of security and have a natural natural feel in this Elderly Friendly Resort Facility. There are several supporting facilities at this Elderly Friendly Resort ranging from physical and spiritual activities for the elderly such as tennis, golf, gym, meditation. This Elderly Friendly Resort is located in Ubud Village, where Ubud Village is a tourism area in Bali which has several tourist accommodation places. The methods used in the Planning and Design of Elderly Friendly Resort Facilities are data collection methods, data compilation methods and discussion methods. The village that will be used as the site for Planning and Designing this Elderly Friendly Resort is in Ubud Village, which is located on Jalan Suweta, north of Ubud village, because around Jalan Suweta ubud it still has an unspoiled natural atmosphere in the form of rice fields and there is vegetation. lush and close to several tourist accommodations in Ubud Village. The function of this elderly-friendly resort facility is as a place to stay for the elderly who are traveling around the Ubud Village. By using the Anthropometric Architectural Approach, with the Basic Concept applied namely "Nature and Comfort" and using the Basic Theme, namely Traditional Tropical Architecture where the application of the Basic Concept and Basic Theme aims to attract tourists to stay at this Elderly Friendly Resort Facility by focuses on comfort and natural atmosphere with a tropical building that takes the form of a traditional Balinese building.
Perencanaan dan Perancangan Hunian Lansia yang Ergonomis di kota Denpasar I Dewa Putu Satria Wibawa; I Wayan Parwata; Made Anggita Wahyudi Linggasani
Undagi : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa Vol. 10 No. 1 (2022)
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/undagi.10.1.5152.126-134

Abstract

Elderly is where individuals over the age of 60 who generally experience a decline in some biological, psychological, and social functions. When an individual has reached old age, and their children have formed their own family, the elderly's responsibility to their children, and they return free as in the early days of their marriage. But by the time that freedom was gained, he had been in a phase with biological and psychological physical conditions that had regressed, as well as the loss of their children from home because they had formed a new family. The existence of the elderly is still often assumed negatively, where the elderly are considered a burden on the family. This arises because it looks from kasuistic towards the elderly whose lives have a dependency on others. The older a person ages, the more they need a place to shelter and get attention, especially from family. But in reality in the field many elderly who ended up abandoned by his family until entrusted in the elderly residence. In Indonesia itself, elderly housing has negative connotations because it is still associated with nursing homes where in fact there are many cases of nursing home facilities that are not habitable for the elderly and also their level of care. So that facilities that should be able to help the lives of the elderly even become a scary scourge.
IDENTIFIKASI PENGEMBANGAN EKOWISATA DI DESA BUKIAN, KECAMATAN PAYANGAN, KABUPATEN GIANYAR I Wayan Suky Luxiana; I Wayan Parwata; Agus Kurniawan
WICAKSANA: Jurnal Lingkungan dan Pembangunan Vol. 6 No. 2 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wicaksana.6.2.2022.60-72

Abstract

Desa Bukian merupakan salah satu desa di Kabupaten Gianyar yang memiliki potensi yang beragam mulai dari budaya, alam, buatan dan dapat dikembangkan melalui konsep ekowisata sebagai tujuan atau daya tarik wisata. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pengembangan ekowisata. Lokasi penelitian ini berada di desa Bukian yang memiliki lokasi terintegrasi dengan pertanian dan pariwisata. Penelitian di desa Bukian dilakukan untuk mengidentifikasi potensi desa (potensi budaya, alam, dan buatan desa). Penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Tujuan teknik pengambilan sampel menggunakan informan dan menggunakan informan kunci. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat berbagai potensi desa wisata yang dikelompokkan menjadi tiga antara lain potensi alam (Hutan Adat di Banjar Tiyingan, Persawahan, dan Perkebunan Organik, dan keindahan alam), potensi budaya (Situs Purbakala Sarkofagus, Tinggalan Arca di Pura Puseh Desa Bale Agung Bukian, Tradisi Bali Aga Ngasa Pura Dalem Bukian, Festival Budaya Bukian, dan Penglukatan Taman Megenda.), dan potensi buatan (air minum Gianyar, Sentra kerajinan kayu berupa jerapah dan kerajinan kayu lainnya, jalur Tracking dan Cycling.). Pengembangan ekowisata di Desa Bukian diharapkan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat lokal, pelaku usaha dan pemerintah secara berkelanjutan serta berkontribusi secara finansial bagi pelestarian lingkungan.
Konsep Skematik Desain pada Perencanaan dan Perancangan Gedung Pameran Seni Kontemporer di Ubud, Gianyar I Wayan Yoga Astra; I Nyoman Warnata; I Wayan Parwata
Undagi : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa Vol. 10 No. 2 (2022)
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/undagi.10.2.5135.318-326

Abstract

Ubud, Gianyar Bali, has a rapid development in the field of art. The emerging arts are contemporary art, contemporary art, contemporary fine art, contemporary painting, to contemporary installation art. The rapid development of art and the interest of the Balinese people in art are not balanced with the art facilities in Bali. Actually, in terms of the potential of contemporary art, Bali is the most superior in Indonesia. But because they do not have the space to provide facilities to them (artists), then finally many exhibit outside Bali and even abroad, therefore, it is time for Bali to prepare the right space for balinese contemporary artists.The study begins with learning the meaning and basics of the Art Exhibition Building, the understanding of contemporary art itself, standards regarding the layout of the art in the Art Exhibition Building, comparative study of several Art Galleries in Bali and Galleries – Contemporary Art Galleries outside the City of Bali.
Perencanaan dan Perancangan Perpustakaan Milenial di Kota Denpasar I Putu Yogi Wiliawan Wiliawan; I Wayan Parwata; Ni Wayan Nurwarsih
Undagi : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa Vol. 10 No. 2 (2022)
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/undagi.10.2.5163.327-333

Abstract

In Indonesia, the literacy level of the people is quite low. This is because people, especially millennials, are still reluctant to visit the library, because they are considered rigid, formal and monotonous. In addition, the many locations of libraries that are less strategic make the building less accessible to the public. With this issue, it is hoped that there will be a library facility in Denpasar City with an atmosphere that gives an image like young people, which is comfortable, flexible but still attracts attention. With several supporting facilities to attract public interest, especially millennials, to visit to read, express creativity, or as a medium of entertainment.