Claim Missing Document
Check
Articles

EVALUASI KARAKTERISTIK RUTE JALUR DARAT DAN SUNGAI DARI KUALA KAPUAS MENUJU TALIO MUARA KABUPATEN PULANG PISAU Desi Riani; Salonten; Hotlin
JURNAL TEKNIKA Vol. 1 No. 1 (2017): Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Keteknikan
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kalimantan Tengah merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang mempunyai banyak anak sungai.Hal inilah yang dimanfaatkan masyarakat Kalimantan Tengah khususnya yang berdomisili di pinggiran sungai sebagai prasarana transportasi yaitu transportasi sungai. Sarana transportasi yang digunakan tentulah yang masih berhubungan dengan sungai dan bisa mencapai pedalaman Kalimantan Tengah, sarana transportasi sungai yang digunakan penduduk bermacam-macam seperti longboat, kapal motor, getek, jukung, klotok, speedboat, dan bus air. Sebagian besar masyarakat Talio Muara lebih memilih rute perjalanan melalui sungai karena lebih efisien dari angkutan darat karena jalan darat dari Kuala Kapuas menuju Talio Muara sebagian besar masih dalam keadaan rusak parah. Oleh karena itulah penulis akan melakukan kajian pemilihan rute jalur darat dan sungai dari Kuala Kapuas menuju Talio Muara dengan menggunakan faktor pembanding yaitu biaya perjalanan kendaraan, jarak dan waktu tempuh. Apabila akses darat sudah memadai maka tidak menutup kemungkinan masyarakat Talio Muara akan memilih rute jalur darat jika lebih murah dan efektif. Dari hasil analisis dengan menggunakan model All-or-Nothing diperoleh hasil pengolahan data yaitu mendapatkan rute yang efisien untuk ruteTalio Muara – Kuala Kapuas berdasarkan tiga variabel yaitu jarak minimal, waktu minimal dan biaya minimal.Berdasarkan variabel jarak, rutesungai memiliki jarak yang lebih pendek dibandingkan dengan rutedarat yaitu 70 km untuk rutesungai dan 120 km untuk rutedarat. Berdasarkan variabel waktu tempuh, dari hasil analisis data, diperoleh hasil bahwa waktu tempuh untuk rute darat lebih lama dibandingkan yang melalui rutesungai yaitu 3 jam untuk rute darat dan 2 jam untuk rute sungai. Berdasarkan variabel biaya (BOK), dari hasil analisis data diperoleh kesimpulan bahwa para pelaku perjalanan yang melewati rute darat mengeluarkan biaya yang lebih ekonomis yaitu sebesar Rp.202,626,/Penumpang/Km dibandingkan dengan para pelaku perjalanan yang melewati rute. Sungai yaitu sebesar Rp.471,628 Per penumpang/km.
ANALISIS KINERJA PELAYANAN MODA TRANSPORTASI ONLINE DI WILAYAH LAYANAN KOTA PALANGKA RAYA (STUDI KASUS: TAKSI ONLINE GRAB-CAR) Desi Riani; Salonten; Putir Kumala
JURNAL TEKNIKA Vol. 3 No. 2 (2020): Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Keteknikan
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diketahui saat ini di Kota Palangka Raya telah ada penyedia jasa transportasi online Grab-Car yang mulai beroperasi pada tanggal 26 Maret 2018 dengan jumlah 680 armada yang beroperasi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik responden dari pengguna jasa dan penilaian masyarakat terhadap kinerja pelayanan dari moda transportasi online Grab-Car di Kota Palangka Raya yang mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia No PM 118 Tahun 2018 tentang Standar Pelayanan Minimal Angkutan Sewa Khusus. Berdasarkan hasil analisis data dari 68 responden pengguna jasa transportasi online Grab-Car di Kota Palangka Raya, dapat ditarik kesimpulan mayoritas dari masing-masing karakteristik berdasarkan: jenis kelamin perempuan 70,59%, Usia 21-31 tahun 63,24%, Pekerjaan pelajar/mahasiswa 73,53%, penghasilan < 1.000.000 perbulan 76,47%, mempunyai satu kendaraan roda dua 77,94%, tidak mempunyai kendaraan roda empat 86,76%, tujuan dari perjalanan pergi kekampus/sekolah 38,24%. Berdasarkan hasil uji F masing-masing variabel hasil analisis dinyatakan Fhitung > Ftabel sehingga kinerja dari tingkat pelayanan secara simultan berpengaruh terhadap kepuasan pengguna jasa dan berdasarkan hasil uji T variabel hasil analisis dinyatakan Thitung > Ttabel pada variabel keamanan dan keterjangkauan sehingga secara parsial berpengaruh terhadap kepuasan pengguna jasa dan variabel keselamatan, kenyamanan, kesetaraan dan keteraturan secara parsial tidak berpengaruh terhadap kepuasan karena Thitung < Ttabel. Hasil uji analisis deskriptif dari variabel kinerja pelayanan penilaian masyarakat terhadap kinerja pelayanan sudah sangat baik.
PENGARUH PENAMBAHAN LIMBAH PLASTIK LDPE SEBAGAI BAHAN SUBSTITUSI ASPAL PADA PERKERASAN LENTUR LANDAS PACU Kristian Wardana Situngkir; Salonten; Mohamad Amin
JURNAL TEKNIKA Vol. 4 No. 1 (2020): Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Keteknikan
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyaknya sampah plastik yang masih belum bisa didaur ulang secara maksimal terutama sampah plastik Low Density Polyethylene (LDPE)/ kresek, sehingga pada penelitian tersebut dicoba dimanfaatkan sebagai bahan substitusi aspal pada campuran landas pacu bandar udara Tjilik Riwut di kota Palangka Raya seiring pembangunannya yang juga semakin meningkat. Penelitian ini menganalisis karakteristik Marshall campuran dengan substitusi aspal penetrasi 60/70 dengan limbah plastik LDPE serta pengaruhnya terhadap campuran. Pengujian dilakukan dengan metode asphalt institute. Pengujian Marshall di dalam penelitian ini dilakukan dengan 2 tahap: tahap ke-1 untuk mendapatkan Kadar Aspal Optimum (KAO) dan tahap ke-2 pengujian campuran dengan substitusi plastik LDPE terhadap nilai KAO yang diperoleh dari tahap ke-1 dengan variasi kadar plastik 4%, 8%, 12% dan 16%. Hasil dari penelitian tahap ke-1 diperoleh KAO sebesar 6,48% menghasilkan nilai stabilitas 1531 kg, flow 3,21 mm, rongga dalam campuran 3,62 %, rongga terisi aspal 80,2%, serta berat isi 2,331 gram/cm3. Hasil evaluasi karakteristik Marshall dari tahap ke-2 kadar plastik 8% dan 12 % memenuhi untuk semua spesifikasi yang ditentukan. Dari hasil pengujian yang dilakukan maka diperoleh kadar substitusi plastik optimum sebesar 8,90% menghasilkan nilai stabilitas turun sebesar 531 kg, nilai flow naik 0,6 mm, rongga dalam campuran (VIM) turun 0,12%, rongga terisi aspal (VFB) turun 0,6%, dan berat isi naik 0,01 gram/cm3.
SISTEM APLIKASI PEMANTAUAN KERUSAKAN JALAN DI KOTA PALANGKA RAYA Andri Wibowo; Sutan Parasian Silitonga; Salonten
Jurnal Teknika: Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Keteknikan Vol. 5 No. 1 (2021): Jurnal Teknika: Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Keteknikan, Oktober 2021
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52868/jt.v5i1.4538

Abstract

Semakin bertambahnya jumlah penduduk dan jumlah kendaraan bermotor di Kota Palangka Raya maka perlu adanya monitoring real-time untuk pemantauan kerusakan jalan. Kondisi jalan yang kurang baik tentunya akan mempengaruhi kegiatan masyarakat, karena sebagian besar kegiatan masyarakat dilakukan melalui sarana transportasi darat. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui nilai kerusakan beberapa ruas jalan di Kota Palangka Raya dan membuat aplikasi yang digunakan untuk memantau kerusakan jalan. Untuk menentukan nilai kerusakan jalannya yaitu menggunakan metode Pavement Condition Index (PCI). Berdasarkan hasil pengamatan dan analisis diperoleh nilai PCI untuk ruas jalan Rajawali III adalah 97,71 (Sempurna/Excellent), nilai PCI jalan Rajawali VI adalah 96,20 (Sempurna/Excellent), nilai PCI jalan Rajawali VII adalah 58,82 (Baik/Good), dan nilai PCI jalan Sapan Raya adalah 90,57 (Sempurna/Excellent). Aplikasi pemantauan kerusakan jalan pada penelitian ini diberi nama aplikasi PETASAJA, yang berfungsi menampilkan hasil analisis metode PCI ruas jalan yang ingin dipantau.
Hubungan Persepsi Risiko dan Perilaku Keselamatan Berkendara Terhadap Risiko Kecelakaan Pada Pengendara Sepeda Motor di Kota Palangka Raya Arie Wiranatha; Desi Riani; Salonten Salonten
Jurnal Deformasi Vol 6, No 2 (2021): JURNAL DEFORMASI
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/deformasi.v6i2.6625

Abstract

Jumlah kepemilikan kendaraan bermotor di Kota Palangka Raya meningkat berdasarkan data jumlah kendaraan bermotor Kota Palangka Raya yaitu tercatat berjumlah 274.393 unit pada tahun 2019, meningkat dari data tahun 2018 yang berjumlah 259.731 unit. Meningkatnya jumlah kendaraan bermotor dapat menimbulkan kecelakaan lalu lintas. Berdasarkan data Direktorat Jenderal Perhubungan Darat tercatat kecelakaan lebih didominasi oleh sepeda motor sebanyak 73,47% yaitu berjumlah 140.685 dari total 191.498 kecelakaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara perilaku keselamatan berkendara terhadap risiko kecelakaan pada pengendara sepeda motor. Pada penelitian ini digunakan model analisis Structural Equation Model (SEM) yang dibantu dengan software Analisis Moment Of Structure (AMOS) 24. Kuesioner diberikan kepada 348 responden. Karakteristik responden 52% berjenis kelamin laki-laki, 48% berjenis kelamin perempuan, dengan rentang usia 20 tahun kebawah (19,5%) usia antara 21 – 30 tahun (73,6%) dan usia diatas 30 tahun (6,9%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi risiko memiliki hubungan positif terhadap perilaku keselamatan berkendara secara signifikan, dan perilaku keselamatan berkendara memiliki hubungan positif terhadap risiko kecelakaan.
METODE PERBAIKAN PERKERASAN JALAN DI KABUPATEN KATINGAN KALIMANTAN TENGAH Novendri Agung Walen Paul Asin; Salonten Salonten; Murniati Murniati
INFO-TEKNIK Vol 22, No 1 (2021): INFOTEKNIK VOL. 22 NO. 1 JULI 2021
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/infotek.v22i1.11640

Abstract

The Hampalit – Petak Bahandang village is categorized class IIIC road, that is local roads and neighborhood roads that can be traversed by motorized vehicles including loads with a width not exceeding 2.1 meters, a length not exceeding 9 meters, and the heaviest axle load allowed is less of 8 tons. The purpose of this study is to determine the type of road damage and provide alternative ways of handling road damage. The research location is on the Hampalit – Petak Bahandang with a road length of 34,960 kilometers, with a road width of 5.00 meters, left and right shoulder width of 1.00 meters, drainage channel width of 0.30 meters and the type of existing pavement construction is HRS-Base. Type of damage that occurred there were 5 types of damage consisting of: crocodile crack (0.082 %), fine crack (0.127 %), edge crack (0.010 %), skid crack (0.006% %), hole (0.227%). The damage that occurred was dominated by hole damage with a percentage of damage 0.227%, and for total percentage of damage to the entire 34.960 kilometers road on the Hampalit – Petak Bahandang road section was 0.452 %. The method used for repairs is the 2011 Bina Marga standard repair method and has been converted using the 2018 Work Unit Price Analysis (Division 10 on Performance Maintenance Works).
PENGGUNAAN KERIKIL PECAH SUNGAI KAHAYAN SEBAGAI ALTERNATIF AGREGAT KASAR PADA CAMPURAN HOT ROLLED SHEET-BASE (HRS-BASE) Hendri Hermanto; Desriantomy Desriantomy; Salonten Salonten
INFO-TEKNIK Vol 22, No 2 (2021): INFOTEKNIK VOL. 22 NO. 2 DESEMBER 2021
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/infotek.v22i2.12385

Abstract

Lataston is a mixture commonly used in Indonesia as a pavement structure. In its implementation in the field, implementers are often faced with the high use of aggregate in the Lataston mixture due to limited resources of crushed stone in Central Kalimantan, which usually forms the aggregate in the Lataston mixture imported from outside the region. Gravel from Menen Paduran Village has various grain sizes between 5 mm to 75 mm but has a surface that tends to be round and does not have an angular surface so that the gravel must be crushed using a Stone Crusher in order to meet the characteristics of coarse aggregate in the Lataston base layer mixture. The goal of this research was to find out how the usage of crushed gravel from Manen Paduran Village as coarse aggregate in the Lataston base layer mixture on the Marshall characteristic stability value in the foundation layer Lataston mixture (HRS-Base). The research was carried out in two parts, the first of which was to collect data. was making the test object using crushed gravel. Manen Paduran as coarse aggregate, ex stone ash. Peacock and Tangkiling sand as fine aggregate to obtain Optimum Asphalt Content (KAO). In the second stage is to make the test object using crushed stone ex. Peacock as coarse aggregate, ex stone ash. From the results of these tests, a comparison was made between the use of crushed gravel ex. Manen Paduran and crushed stone ex. Peacock seen from Marshall characteristics. Marshall test results using crushed gravel obtained an optimum asphalt content of 6.85%, Marshall test results obtained that the stability value decreased by 8.8% from the use of ex crushed stone. Peacock and with the use of crushed gravel ex. Manen Paduran is only
Analisis Kinerja Ruas Jalan Akibat Adanya Pusat Perbelanjaan (Studi Kasus KPD Swalayan Jalan Rajawali Palangka Raya) Norce Lumbantoruan; Murniati Murniati; Salonten Salonten
Media Ilmiah Teknik Sipil Vol 9 No 2 (2021): Media Ilmiah Teknik Sipil
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/mits.v9i2.2056

Abstract

Palangka Raya is the economic center of Central Kalimantan Province, where there are many shopping centers that offer goods at low prices, one of which is the Koperasi Persekutuan Dayak Swalayan which sells daily necessities at low prices and is always visited by consumers so that there is an increase in traffic and tends to result in increased traffic conflict over traffic that is right in front of KPD Swalayan. In this study using two data, namely secondary data and primary data which were analyzed using the PKJI 2014 method. From the results of the analysis of the the percentage of traffic pull due to the KPD Swalayan burdening Jalan Rajawali by 4.34%, the existence of KPD Swalayan results in changes in the performance of roads based on the Degree of Saturation (DJ) = 0,60, Capacity (C) = 1859,70 skr/hour before KPD Swalayan operates after KPD Swalayan operates Degree of saturation (DJ) = 0,57, Capacity (C) = 1859,70 skr/hour, and if the KPD Swalayan is considered non-existent then the side barriers that occur will be reduced so that the Degree of Saturation (DJ) = 0,55, Capacity (C) = 1921,69skr/hour.
ANALISIS KERUSAKAN JALAN MENGGUNAKAN METODE BINA MARGA PADA JALAN RAJAWALI KOTA PALANGKA RAYA Bangun Siagin; Desi Riani; Salonten Salonten
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 4, No 2 (2021): JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIPIL (Edisi Desember 2021)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jk.v4i2.6423

Abstract

Pemeliharaan jalan merupakan upaya untuk meningkatkan kembali kondisi jalan yang layak secara fungsional serta layak secara struktural. Bentuk pemeliharaan jalan tergantung dari hasil penilaian kondisi kerusakan permukaan jalan yang terjadi pada jalan tersebut. Penelitian tersebut bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis kerusakan permukaan jalan, nilai  kerusakan jalan dan urutan prioritas penanganan pada Jalan Rajawali dengan menggunakan Metode Bina Marga 1990. Setelah dilakukan pengukuran, Jalan Rajawali memiliki panjang jalan ±5.765 meter, adapun data primer yang dibutuhkan yaitu data inventaris jalan, data kerusakan jalan dan data volume lalulintas sedangkan data sekunder yang dibutuhkan data umur jalan dan peta lokasi penelitian. Hasil analisis pada Jalan Rajawali diketahui bahwa jenis-jenis kerusakan yang terjadi pada ruas jalan tersebut yaitu tambalan, retak, lubang, alur, bergelombang, amblas dan pelepasan butir. Nilai kerusakan jalan pada masing-masing segmen yaitu (15, 15, 15, 10 dan 9). Untuk urutan prioritasnya yaitu segmen I, II, III, termasuk pemeliharaan berkala dan segmen IV, V termasuk pemeliharaan rutin. Kata kunci : Jenis Kerusakan Jalan, Nilai Kerusakan, Urutan Prioritas.
ANALISIS KINERJA BUNDARAN JOEANG DI KOTA PALANGKA RAYA PROVINSI KALIMANTAN TENGAH Erik Strada; Salonten Salonten; Murniati Murniati
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 4, No 1 (2021): JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIPIL (Edisi Juni 2021)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jk.v4i1.5142

Abstract

Bundaran  Joeang  merupakan  salah  satu  bundaran  yang  ada  di  Kota Palangka Raya yang dilewati oleh kendaraan yang keluar dan masuk kota maupun   pergerakan   kendaraan      dalam   kota.   Kondisi   daerah   sekitar Bundaran Joeang mengakibatkan terjadinya arus lalu lintas perjalanan yang cukup besar karena adanya  perkantoran, perumahan, sekolah, taman, rumah jabatan dan berbagai aktifitas olahraga. sehingga dilakukan analisis kinerja Bundaran   Joeang   terhadap   pergerakan   arus   lalu   lintas.Penelitian   ini bertujuan  untuk  mengetahui  besarnya  arus  lalu  lintas  yang  melewati bundaran tersebut terutama pada saat jam-jam sibuk, kinerja bundaran pada saat ini maupun yang akan datang menggunakan acuan (MKJI) 1997. Hasil analisis menunjukkan bahwa bagian jalinan Bundaran Joeang tahun 2021 memiliki nilai arus bagian jalinan yang terbesar yaitu 677 smp/jam, jalinan DA (Jalan Letkol Chr. Binti–Jalan Seth Adjhi),   kapasitas terbesar jalinan DA (Jalan  Letkol Chr. Binti -Jalan Seth Adjhi),  5,177 smp/jam, derajat kejenuhan tertinggi dari jalinan CD (Jalan Seth Adjhi–Jalan Letkol Chr. Binti) 0,158,  tundaan  lalu  lintas  bundaran  rata-rata  (DTR)  1,85  det/smp, tundaan bundaran rata-rata (DR) 5,85 det/smp, karakteristik tingkat pelayanan pada kondisi sekarang adalah kelas A. Hasil perhitungan proyeksi10 tahun akan datang berdasarkan pertumbuhan kepemilikan kendaraan terjadi peningkatan dimana untuk nilai arus bagian   jalinan yang terbesar pada jalinan CD (Jalan Seth Adjhi–Jalan Letkol Chr. Binti) 4.276 smp/jam, Kapasitas terbesar lengan DA (Jalan Letkol Chr. Binti -Jalan Seth Adjhi) 7.087 smp/jam, tingkat pelayanan menurun dari kategori A pada   tahun2021 menjadi kategori B tahun 2031. Kata  Kunci  :  Jalinan,  Bundaran,  Derajat  Kejenuhan,  Tundaan,  Tingkat Pelayanan