Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS CAMPURAN LAPIS TIPIS ASPAL PASIR (LATASIR) MENGGUNAKAN PASIR SISA TAMBANG EMAS BERTEKSTUR KASAR DAN SEDANG Deni Alexander Pandiangan; Salonten; Desriantomy
Jurnal Teknika: Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Keteknikan Vol. 6 No. 2 (2023): Jurnal Teknika: Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Keteknikan, April 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52868/jt.v6i2.8206

Abstract

Jalan merupakan sarana yang sangat penting dan strategis dalam mempercepat perkembangan suatu daerah yang sekaligus dapat mempengaruhi semua aspek kehidupan yang berperan sebagai penunjang. Penggunaan Pasir Limbah Tambang Emas Desa Bereng Jun Kabupaten Gunung Mas dalam campuran Hot Rolled Sand Sheet (HRSS) atau disebut juga LATASIR (Lapis Tipis Aspal Pasir) merupakan salah satu upaya pemanfaatan sumber daya alam yang ada di Kalimantan Tengah khususnya Kabupaten Gunung Mas. Penelitian ini dilakukan dengan mengambil material dan memisahkannya menjadi 2 dengan tekstur yang berbeda yaitu Pasir Kasar dan Pasir Sedang. Melalui Uji Laboratorium satu komposisi tersebut dianalisis nilai Karakteristik Marshall yang dihasilkan. dengan demikian dapat diketahui apakah Pasir Sisa Tambang Emas Desa Bereng Jun Memenuhi Spesifikasi Bina Marga. Hasil yang di peroleh dari masing-masing komposisi dari Pasir Bekas Tambang Emas Desa Bereng Jun, Komposisi I, Kadar Aspal Optimum (KAO) sebesar 8,025%, Stabilitas 315 kg, flow sebesar 2,75 mm , Rongga dalam Campuran (VIM) sebesar 4%, Rongga dalam Agregat (VMA) sebesar 20,40%, Rongga Terisi Aspal (VFB) sebesar 80%, dan Hasil bagi Marshall sebesar 116 kg/mm.
ANALISIS KINERJA SIMPANG PADA PERSIMPANGAN JALAN SETH ADJI – JALAN PUTRI JUNJUNG BUIH KOTA PALANGKA RAYA MUHAMMAD NUR IHSAN; Supiyan; SALONTEN
Jurnal Teknika: Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Keteknikan Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Teknika: Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Keteknikan, April 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52868/jt.v7i2.14114

Abstract

Pada persimpangan masalah yang umum terjadi adalah tundaan dan antrian yang terjadi terutama pada simpang tak bersinyal, maka diperlukan pengaturan lalu lintas yang baik pada simpang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kinerja dari simpang dan mengetahui kelayakan dari penerapan sistem APILL pada simpang serta memberi alternatif pengaturan untuk mengoptimalkan kinerja simpang. Data yang diperlukan berupa data geometrik simpang dan data arus lalu lintas yang dianalisis menggunakan metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997. Berdasarkan hasil analisis didapatkan pada kondisi eksisting nilai derajat kejenuhan (DS) sebesar 0,791 (DS<0,85) sesuai yang disarankan dalam MKJI 1997, nilai tundaan (D) sebesar 12,928 detik/smp dan nilai peluang antrian (QP%) sebesar 25,23% - 50,20%. Dari hasil analisis diketahui bahwa simpang Jl. Seth Adji – Jl. Putri Junjung Buih tidak memenuhi persyaratan untuk menerapkan sistem APILL berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 96 Tahun 2015. Karena itu, untuk meningkatkan kinerja simpang dianalisis alternatif pengaturan berupa pembuatan median pada jalan utama yaitu Jl. Seth Adji dan larangan belok kanan pada jalan minor yaitu Jl. Putri Junjung Buih. Dari dua alternatif yang dianalisis dipilih pembuatan median pada Jl. Seth Adji sebagai yang paling optimal meningkatkan kinerja simpang, dimana didapat nilai derajat kejenuhan (DS) sebesar 0,720 dan nilai tundaan (D) sebesar 11,747 detik/smp serta peluang antrian (QP%) sebesar 21,14%-42,68%.
ANALISIS TINGKAT KECELAKAAN DAN FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KECELAKAAN PADA JALAN TRANS KALIMANTAN KOTA PALANGKA RAYA Emeline Tamariska; murniati; Salonten
Jurnal Teknik Sipil Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Gradasi Teknik Sipil - Desember 2023
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/gradasi.v7i2.1441

Abstract

Berdasarkan Profil Jalan Nasional Semester II Tahun 2019, Jalan Trans Kalimantan adalah Jalan Nasional. Hal ini menjadikan Jalan Trans Kalimantan penting sebagai jalur penghubung antar provinsi, dengan meningkatnya lalu lintas kendaraan tersebut, maka risiko kecelakaan lalu lintas juga meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat serta faktor penyebab kecelakaan lalu lintas di lokasi tersebut, sehingga tingkat kecelakaan lalu lintas dan faktor penyebab perlu dianalisis dengan melingkupi data ruas jalan, data jumlah penduduk, data lalu lintas harian rata-rata per tahun, data kejadian dan data korban kecelakaan lalu lintas dengan menggunakan metode Accident Rate (per 100.000 penduduk) dan metode Seratus Juta Perjalanan Kendaraan Per-Kilometer (100JPKP). Berdasarkan hasil analisis data, maka dapat dikonklusikan berdasarkan metode per 100.000 penduduk, tingkat kecelakaan tertinggi yaitu pada tahun 2021 dengan sebesar 44,98 per 100.000 orang dan tingkat kecelakaan tertinggi berdasarkan Seratus Juta Perjalanan Kendaraan Per-Kilometer (100JPKP) yaitu pada tahun 2021 sebesar 49,06 per 100JPKP. Faktor penyebab kecelakaan lalu lintas terbesar di Jalan Trans Kalimantan adalah keluar jalur sebesar 16,67%. Penanganannya adalah melakukan pemberian marka jalan, pemasangan patok pengarah pada sisi jalan, pemasangan delineator yang memantulkan cahaya dan pembatas lalu lintas.
Pemanfaatan Material Limbah Tambang Emas dari Desa Tumbang Liting Sebagai Agregat pada Campuran Hot Rolled Sheet-Base (HRSBASE) Desriantomy; Lahasa, Yubilate; Salonten
Berkala Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi Vol. 2 No. 3 (2024): Berkala Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi
Publisher : Prodi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Jember dan Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/berkalafstpt.v2i3.1276

Abstract

Central Kalimantan Province generally brings in materials from outside the region, such as Crushed Stone (Ex. Merak) for the need for pavement materials. This research determined the quality of gold mining waste materials in stone and sand from Tumbang Liting Village combined with Crushed Stone (Ex. Merak) as a mixture on Hot Rolled Sheet-Base (HRS-Base) pavement. From the results of Marshall testing and calculations, the Optimum Asphalt Content (KAO) value of 6.84%, Stability of 920.00 kg, Voids Between Aggregates (VMA) of 18.94%, Voids In The Mixture (VIM) of 4.00%, Voids Filled With Asphalt (VFA) of 78.90% and Marshall Quotient (MQ) of 260.00 kg/mm were obtained. The value of Marshall's characteristics shows that the use of gold mining waste material in stone and sand from Tumbang Liting Village has met the requirements for HRS-Base pavement so that the material can be used. ABSTRAK Provinsi Kalimantan Tengah umumnya mendatangkan material dari luar daerah seperti halnya Batu Pecah Eks.Merak untuk kebutuhan akan material perkerasan jalan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kualitas penggunaan material limbah tambang emas berupa batu dan pasir dari Desa Tumbang Liting yang dikombinasikan dengan Batu Pecah Eks.Merak sebagai campuran pada perkerasan Hot Rolled Sheet-Base (HRS-Base). Dari hasil pengujian Marshall dan perhitungan didapat nilai Kadar Aspal Optimum (KAO) sebesar 6,84%, Stabilitas sebesar 920,00 kg, Rongga Antar Agregat (VMA) sebesar 18,94%, Rongga Dalam Campuran (VIM) sebesar 4,00%, Rongga Terisi Aspal (VFA) sebesar 78,90% dan Hasil Bagi Marshall (MQ) sebesar 260,00 kg/mm. Nilai karakteristik Marshall tersebut menunjukkan bahwa penggunaan material limbah tambang emas berupa batu dan pasir dari Desa Tumbang Liting telah memenuhi spesifikasi pada perkerasan HRS-Base, sehingga material dapat digunakan.
Analisis Penggunaan Batu Pecah dari Desa Upon Batu Kecamatan Tewah Kabupaten Gunung Mas sebagai Agregat pada Campuran HRS-WC Serevina, Maria; -, Robby; -, Salonten
CRANE: Civil Engineering Research Journal Vol 5 No 1 (2024): CRANE
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer, Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/crane.v5i1.12557

Abstract

Perkerasan Lentur merupakan lapisan penutup yang terdiri dari campuran antara agregat, mineral pengisi (filler), dan aspal padat dengan perbandingan tertentu yang dicampurkan dan dipadatkan dalam keadaan panas. Dengan ini saya ingin menggunakan HRS-WC sebagai campuran aspal. Hot Rolled sheet-wearing course (HRS-WC) merupakan campuran beraspal panas dengan penggunaan agregat bergradasi senjang. Karakteristik yang terpenting dari campuran ini adalah durabilitas dan fleksibilitas, dan juga dituntut memiliki stabilitas yang cukup dalam menerima beban lalu lintas yang secara langsung bekerja pada lapisan ini. Menentukan kadar aspal dan nilai karakteristik marshall dari campuran Hot Rolled Sheet-Wearing Course (HRS-WC) menggunakan agregat Batu Pecah dari desa Upon Batu Perencanaan campuran untuk menggunakan metode Asphalt Institute dan perhitungan penggabungan agregat menggunakan cara Trial and Error yaitu Agregat Kasar sebesar 34%, Abu Batu sebesar 22% dan Pasir sebesar 44%. Berdasarkan penelitian hasil Pengujian Marshall menghasilkan Kadar Aspal Optimum (KAO) sebesar 7,55% dengan Stabilitas sebesar 1500 kg, Rongga dalam Campuran (VIM) sebesar 4,60 %, rongga terisi aspal (VFB) sebesar 80%, rongga antar agregat (VMA) sebesar 22.20%, Hasil bagi Marshall (Marshall Quotient) sebesar 450 kg/mm.
PENGGUNAAN SERAT SABUT KELAPA SEBAGAI BAHAN TAMBAH PADA CAMPURAN STONE MATRIX ASPHALT (SMA) – KASAR Anwar, Iqbal Firdany; Desriantomy; Salonten; Purwantoro, Almuntofa
Jurnal Civil Engineering Study Vol. 4 No. 01 (2024): Jurnal Civil Engineering Study
Publisher : Civil Engineering of Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/ces.v4i01.813

Abstract

Advances in technology and science are anticipated to deal with the constraints associated with increasing the amount and quality of road construction, as well as road maintenance. Therefore, a construction technology for highway pavement layers that has been successfully developed in Germany since the 1960s, known as SMA S (Split Mastic Asphalt / Stone Matrix Asphalt with added Cellulose). This study was conducted with the aim of knowing the effect on the use of coconut fiber as a cellulose fiber additive in SMA (Split Mastic Asphalt / Stone Matrix Asphalt) type SMA mixtures. Determine the value of the Optimum Coconut Fiber Addition Rate and the value of the Marshall characteristics of the Stone Matrix Asphalt (SMA) mixture - Coarse using ex aggregate. Merak with varying levels of 0.1%, 0.2%, 0.3%, 0.4%, and 0.5% The results of the research on the durability parameters of the Stone Matrix Asphalt (SMA) - Coarse mixture using the immersion test characteristic method for the Optimum Coconut Fiber Addition Level, the stability value decreases when it has been through immersion for 24 hours.
STUDI INVENTARISASI KERUSAKAN JALAN DI KAWASAN TUNJUNG NYAHO KOTA PALANGKA RAYA, KALIMANTAN TENGAH Andhika Pramudya; Desi Riani; Salonten
Jurnal Teknik Sipil Vol 8 No 2 (2024): Jurnal Gradasi Teknik Sipil - Desember 2024
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/gradasi.v8i2.2352

Abstract

Jalan di kawasan Tunjung Nyaho Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah merupakan akses transportasi warga sehari-hari dalam beraktivitas. Kondisi jalan lingkungan ini sudah mengalami kerusakan sehingga cukup membahayakan keselamatan pengguna jalan. Sehingga di inventarisasi untuk mengetahui jenis dan penyebab kerusakan yang terjadi. Data yang digunakan adalah data primer berupa data klasifikasi jalan, data lalu lintas harian rata-rata (LHR), dan data kerusakan jalan. Dalam melakukan proses analisisnya terdiri dari analisis metode bina marga 2011 untuk mendapatkan kondisi dan jenis kerusakan yang terjadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  jenis kerusakan yang terjadi, mulai dari yang terbesar sampai terkecil, yaitu : lubang (potholes) dengan luas 394,54 m2 (63,06 %), retak pinggir (edge crack) dengan luas 123,04 m2 (19,67 %), sungkur (shoving) dengan luas 42,55 m2 (6,80 %), retak kulit buaya (alligator crack) dengan luas 34,55 m2 (5,52 %), keriting (corrugation) dengan luas 30,00 m2 (4,80 %) dan retak sambungan jalan (lane joint cracks) dengan luas 0,94 m2 (0,15 %).
Analisis Tikungan pada Kawasan Destinasi Wisata Bukit Batu Kasongan Sakti, Daya; Murniati, Murniati; Salonten, Salonten
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 16, No 3 (2024): October Edition
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v16i3.5615

Abstract

— Pada jalan Tjilik Riwut arah Kasongan-Tangkiling tepatnya di Km 12+700-Km 13+370 terdapat tiga titik tikungan yang cukup tajam, lokasi tikungan ini berada di sekitar kawasan wisata Bukit Batu Kasongan. Karakteristik tikungan pada jalan tersebut cukup tajam serta sudut pandangan pada lengkung horizontal terhalang karena tembok pembatas antara destinasi wisata Bukit Batu dan bahu jalan, serta penerangan pada malam hari dan perlengkapan jalan masih belum memadai. Maka dari itu, dilakukan analisis tikungan pada lokasi penelitian berdasarkan PDGJ Bina Marga 2021. Pengambilan data geometrik tikungan menggunakan alat Total Station Ruide 186758 Series. Panjang lintasan yang diteliti sepanjang 670 m, waktu penelitian dilaksanakan selama 3 hari. Data primer meliputi data, geometik jalan pada tikungan, dan data perlengkapan jalan. Data sekunder meliputi data peta lokasi studi, status jalan. Hasil dari penelitian ini didapat untuk klasifikasi jalan masuk ke dalam jaringan jalan Arteri Primer II (JAP II) dengan medan jalan datar.  Pada perhitungan geometrik, jalan tersebut secara umum ada yang sudah memenuhi dan ada yang belum memenuhi persyaratan teknis standar PDGJ Bina Marga 2021. Perlu penambahan lebar jalan berdasarkan kelas jalan, tikungan II perlu penambahan jarak pandangan sepanjang lengkung horizontal, serta penambahan rambu, paku jalan, dan pengaman tepi dari besi (guard rail) agar memaksimalkan pelayanan lalu lintas.
Optimalisasi Manajemen Nilai Hasil untuk Pengendalian Waktu dan Biaya: Studi Kasus Proyek Drainase Lendra, Lendra; Sintani, Lelo; Salonten, Salonten; Robby, Robby; Faqih, Nasyiin
Journal of Economic, Management, Accounting and Technology (JEMATech) Vol 8 No 1 (2025): Februari
Publisher : Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer, Universitas Sains Al-Qur'an (UNSIQ) Wonosobo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32500/jematech.v8i1.6963

Abstract

Pertumbuhan populasi dan urbanisasi yang cepat di Kota Palangka Raya menyebabkan tekanan besar pada sumber daya ruang dan lingkungan, terutama infrastruktur sanitasi. Pembangunan kawasan perkotaan yang ekspansif membutuhkan infrastruktur yang memadai, termasuk drainase efektif untuk mengurangi risiko banjir. Pembangunan saluran drainase primer di Kota Palangka Raya merespons kompleksitas sanitasi lingkungan di wilayah tersebut, dengan pengendalian waktu dan biaya proyek menjadi krusial untuk kelancaran pembangunan infrastruktur tersebut. Penelitian ini menggunakan metode Earned Value Management (EVM) untuk menginvestigasi efektivitas pengendalian waktu dan biaya dalam pembangunan saluran drainase primer, dengan menerapkan pendekatan studi kasus eksploratif yang mengintegrasikan data kuantitatif, diharapkan memberikan kontribusi pada pemahaman penerapan EVM dalam proyek konstruksi. Terdapat empat tahap dalam pelaksanaan penelitian ini: pengumpulan data dari perusahaan konstruksi terkait, pengolahan data menjadi tabel observasi, implementasi metodologi EVM, dan analisis data serta hasilnya. Hasilnya menunjukkan fluktuasi signifikan dalam CPI dan SPI, menekankan pentingnya pemantauan dan pengendalian yang cermat terhadap kinerja proyek. TCPI > 1 menunjukkan bahwa proyek mungkin menghadapi tekanan biaya untuk mencapai target biaya yang ditetapkan. Perbaikan perlu dilakukan dengan mengidentifikasi penyebab tantangan dalam mengelola biaya dan jadwal, memperbaiki perencanaan dan pengendalian proyek, optimalisasi penggunaan sumber daya, menjaga komunikasi yang efektif, menerapkan manajemen risiko proaktif, dan melakukan evaluasi rutin untuk pembelajaran.
Analisis Penggunaan Material Batu dan Pasir dari Desa Tumbang Liting pada Campuran Hot Rolled Sheet-Base (HRS-Base) Yubilate Lahasa; Desriantomy; Salonten
Jurnal Basement : Jurnal Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2023): Jurnal Basement : Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/basement.v1i2.10577

Abstract

The need for pavement materials in Central Kalimantan is increasing along with the many developments in road infrastructure. Therefore, it is necessary to find natural resources around. Tumbang Liting Village, Katingan Hilir Sub-district, Katingan Regency, Central Kalimantan Province has abundant natural resources in the form of stone and sand resulting from local mining waste and has not been utilised properly. Stone from Tumbang Liting Village has a grain size of 5-25 mm with a surface that tends not to be angular. The research was conducted to analyse the use of stone and sand from Tumbang Liting Village as aggregates in Hot Rolled Sheet Base (HRS-Base) mixes. It is expected that the stone and sand from Tumbang Liting Village can be a solution to the need for HRS-Base pavement materials in Central Kalimantan, especially in the surrounding areas. The research was conducted in the laboratory, examining the physical properties of the aggregate to Marshall testing. The calculation results of the Marshall test obtained Optimum Asphalt Content (KAO) of 7.27%, Stability of 850.90 kg, Voids Between Aggregates (VMA) of 20.08%, Voids in the Mixture (VIM) of 4.28%, Voids Filled with Asphalt (VFA) of 78.90% and Marshall Quotient (MQ) of 265.00 kg/mm.