Claim Missing Document
Check
Articles

EFEKTIVITAS BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDES) DI DESA LIMEHE BARAT KECAMATAN TABONGO KABUPATEN GORONTALO Djafar, Novita; Kamuli, Sukarman; Lukum, Roni
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 2 (2024): Volume 7 No. 2 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i2.26743

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas Program Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Desa Limehe Barat, Kecamatan Tabongo, Kabupaten Gorontalo. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan fokus pada analisis makna dan konteks dari temuan lapangan. Data diperoleh melalui dua jenis, yaitu data primer dari observasi langsung, wawancara dengan pengurus BUMDes, dan dokumentasi seperti laporan keuangan, serta data sekunder dari penelitian terdahulu. Temuan penelitian menunjukkan beberapa tantangan yang dihadapi dalam implementasi BUMDes, termasuk kurangnya partisipasi masyarakat, keterbatasan sumber daya, dan kurangnya dukungan eksternal. Faktor sosial, ekonomi, dan politik juga mempengaruhi efektivitas program. Selain itu, perilaku dan sikap para pelaksana BUMDes juga mempengaruhi kinerja program. Berdasarkan temuan tersebut, kesimpulan penelitian ini adalah perlunya langkah-langkah perbaikan untuk meningkatkan efektivitas BUMDes. Langkah-langkah tersebut meliputi peningkatan partisipasi masyarakat, pengelolaan sumber daya yang lebih baik, pencarian dukungan eksternal yang lebih intensif, dan pembinaan bagi para pelaksana program. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan dan peningkatan kinerja program BUMDes di wilayah tersebut serta menjadi dasar bagi kebijakan yang lebih efektif dalam memajukan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat desa.
UPAYA PEMERINTAH DESA LION DALAM MENCEGAH PERNIKAHAN DINI DI DESA LION KECAMATAN POSIGADAN KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW Monoarfa, Siti Indra; Lukum, Roni; Mahmud, Ramli
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 2 (2024): Volume 7 No. 2 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i2.26747

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji upaya Pemerintah Desa Lion dalam mencegah pernikahan dini di Desa Lion, Kecamatan Posigadan, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemerintah Desa Lion mengimplementasikan sosialisasi sebagai strategi utama dalam mencegah pernikahan dini. Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan edukasi, pemahaman, dan kesadaran kepada masyarakat tentang risiko serta konsekuensi dari pernikahan dini. Melalui sosialisasi, pemerintah desa berupaya membangun kesadaran akan pentingnya mematuhi regulasi pernikahan, menekankan syarat usia pernikahan yang tepat, mengedukasi mengenai dampak negatif pernikahan dini, serta memberikan rekomendasi mengenai usia pernikahan yang ideal. Meskipun demikian, penelitian ini menemukan bahwa pola pergaulan bebas yang mengarah pada seks pranikah dan respons masyarakat yang kurang terhadap upaya pencegahan menjadi faktor penghambat yang perlu diatasi secara lebih intensif. Kerja sama antara pemerintah desa, lembaga pendidikan, dan tokoh masyarakat diharapkan dapat mengatasi faktor penghambat tersebut. Kesimpulannya, sosialisasi merupakan pondasi utama dalam membangun kesadaran dan perubahan perilaku yang diharapkan dapat mengurangi angka pernikahan dini di Desa Lion. Namun, upaya pencegahan harus ditingkatkan dengan melibatkan berbagai pihak terkait untuk mengatasi faktor penghambat yang ada.
Penguatan Identitas Kewargaan Melalui Pendidikan Multikultural Berbasis Kearifan Lokal: (Studi Kasus di Kabupaten Gorontalo) Faradiba Azzahra; Roni Lukum; Fidya Ramadhani Abdullah Dede; Nurinda Ibrahim; Eka Haspy Mulbiyanti
JURNAL RISET RUMPUN ILMU PENDIDIKAN Vol. 5 No. 2 (2026): Agustus: JURRIPEN : Jurnal Riset Rumpun Ilmu Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurripen.v5i2.8774

Abstract

This article discusses strengthening civic identity through multicultural education based on local wisdom in Gorontalo Regency. The main problem raised is how local culture, although recognized as a symbol of regional identity, has not been fully translated into an inclusive and reflective pedagogical design to shape students' civic awareness. This study uses a qualitative case study design based on document analysis, with data sources in the form of indexed journal articles, regional official publications, and educational documents published in 2021–2026. The focus of the study is directed at educational practices in Limboto and Dungaliyo. The data was selected purposively based on relevance, credibility, and thematic proximity, then analyzed through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawn. The results of the study show three main findings: first, huyula local wisdom as the value of mutual cooperation, solidarity, and collective responsibility functions as a cultural bridge that connects social diversity with civic disposition. Second, multicultural education is more effective when local values are explicitly integrated into classroom interactions, school habituation, collaborative work, and reflective discussions. Third, challenges arise because many local values are still implicitly practiced so that they have not yet formed a reflective citizenship consciousness. This article concludes the need for a shift from symbolic recognition to structured pedagogical design through curriculum contextualization, teacher mediation, and school-to-community partnerships.
Penerapan Model Kooperatif Tipe Jigsaw Dalam Pembelajaran PPKn Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pada Siswa Kelas X diSekolah SMAN 3 Kota Gorontalo Moh Mufarid J. Hasani; Sukarman Kamuli; Roni Lukum
Jurnal Edukasi Vol 14 No 1 (2026): EDUKASI
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Indragiri (UNISI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61672/judek.v14i1.3475

Abstract

This study was motivated by the low level of student participation and learning outcomes in Civic Education at SMA Negeri 3 Gorontalo, which was still dominated by conventional teaching approaches. The research aimed to analyze the implementation of the Jigsaw cooperative learning model and examine its effectiveness in improving students’ interest and academic achievement. The method employed was Classroom Action Research conducted in two cycles, consisting of planning, implementation, observation, and reflection stages. Data were collected through observation, questionnaires, and learning achievement tests, then analyzed quantitatively using percentages and mean scores. The findings revealed a significant improvement in students’ average scores and learning mastery in the second cycle, exceeding the predetermined criteria. It can be concluded that the Jigsaw model effectively enhances student participation and learning outcomes in a more active, collaborative, and meaningful learning environment.
FORMULATION OF NATIONAL RESILIENCE POLICY TOWARDS THE INSTITUTIONALIZED MULTICULTURAL TRADITION IN ORGANIZING HARMONIOUS RELATIONS BETWEEN ETHNICITYSCOPUS JOURNAL Roni Lukum; Rauf Hatu; Sastro Wantu; Ismet Sulila; Yanti Aneta
INJOSEDU: International Journal of Social and Education Vol. 2 No. 6 (2025): JUNE
Publisher : Adisam Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diversity background behind ideology, religion , ethnicity , race citizens can just become potential conflict social when No managed with well , therefore required formulation policy resilience proper national in to organize ethnic groups in Indonesia, especially for areas that are used as as area objective policy macro in placement transmigration . Why thus when No There is caution in manage policy resilience national to placement transmigration will cause turbulence social in the area with resident local as in the area regency Boalemo as one of the location placement transmigration in Gorontalo Province. Research purposes This is For know formulation policy resilience national to institutionalization tradition multiculturalism in to organize connection harmonious between ethnicity in the Regency Boalemo Province Gorontalo, revealing supporting factors success implementation formulation policy resilience national to institutionalization tradition multiculturalism in to organize connection harmonious between ethnicity in the Regency Boalemo Province Gorontalo, for see implications formulation policy resilience national to institutionalization tradition multiculturalism in to organize connection harmonious between ethnicity in the Regency Boalemo Gorontalo Province. Disclosure objective study This used with method study qualitative. Findings study can concluded that (1). Formulation Policy resilience national in institutionalize tradition multiculturalism in planning diversity ethnic groups in the Regency via Communication Forum between people religious (FKUB) as implementation policy macro government center Still in very tough condition in realize integration national , (2 ) supporting factors success formulation policy resilience national to institutionalization tradition multiculturalism in to organize connection harmonious between ethnicity caused by wisdom local and role institution formal education (3). Impact formulation policy resilience national to institutionalization tradition multiculturalism in to organize connection harmonious between ethnicity in the Regency Boalemo Gorontalo Province has give contribution to stability security , stability economy , stability politics and stability social so that has increase growth economy government area regency Boalemo as consequence from contribution inhabitant transmigration in various sector business agriculture , livestock , crafts , sector business trading from inhabitant ethnic origin from inhabitant transmigration .
Synergy between Village Heads and Youth Organizations in Implementing Village Development in Botumoito District Miranda Nihe; Roni Lukum; Nopiana Mozin
Fox Justi : Jurnal Ilmu Hukum Vol. 16 No. 02 (2026): Fox justi : Jurnal Ilmu Hukum
Publisher : SEAN Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Village development is an important part of national development that emphasizes community participation and collaboration between local institutions. In this context, participatory village development requires synergy between the village government and community elements, including Karang Taruna as a youth organization that has a strategic role in supporting the implementation of development programs. However, in practice, the involvement of Karang Taruna in several villages is not fully optimal, thus affecting the effectiveness of village development. This study aims to analyze the challenges of cooperation between village heads and Karang Taruna, identify the cooperation models applied, and explain the development of synergy between the two in the implementation of village development with collaborative, participatory governance to realize sustainable development and community empowerment, especially the younger generation in the Botumito sub-district. This study uses a descriptive approach using qualitative research types that only describe the meaning of data or phenomena that can be captured by the researcher, by showing the evidence. This study uses data collection techniques in the form of interviews, observation, and documentation. In-depth interviews were conducted with competent sources in their fields, including village heads, BPD, Karang Taruna, and community leaders. To validate the research data, triangulation techniques were used, with qualitative data analysis. The results showed that the main challenges to collaboration lie in communication, the division of roles and authority, and resource support. Two models of collaboration were identified: a more effective and participatory partnership (coordination) model in Potanga and Tapadaa Villages, and a top-down instructive (hierarchical) model in Tutulo and Hutamonu Villages. The development of synergy indicates that villages with open communication and a clear division of roles have more inclusive, participatory, and sustainable development.
Legal Rehabilitation Efforts to Minimize Drug Abuse Rates as an Evaluation Measure by the Government at the National Narcotics Agency (BNN) of Gorontalo Province Nur Ismi Pulogu; Roni Lukum; Nopiana Mozin
Fox Justi : Jurnal Ilmu Hukum Vol. 16 No. 02 (2026): Fox justi : Jurnal Ilmu Hukum
Publisher : SEAN Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Drug abuse in Indonesia, particularly in Gorontalo Province, has reached a critical point that threatens the younger generation and requires a comprehensive evaluation of existing recovery policies. This study aims to analyze the implementation of legal rehabilitation efforts in minimizing the rate of drug abuse and to evaluate the policies of the National Narcotics Agency (BNN) of Gorontalo Province as both preventive and curative measures. The method used is a descriptive qualitative approach with the CIPP (Context, Input, Process, Product) evaluation model, in which data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation studies, and then analyzed inductively. The results show that rehabilitation efforts have successfully recovered 727 drug users during the 2021–2024 period. However, their effectiveness is still constrained by the limited number of addiction counselors, inadequate inpatient facilities, and the high level of social stigma within the community. These findings conclude that although rehabilitation policies at BNNP Gorontalo are aligned with the principles of restorative justice, strengthening is still needed in terms of human resources and public education to eliminate social resistance. The implications of this study emphasize the importance of a more integrative policy transformation between law enforcement and sociological support. This research serves as a basis for recommendations to local governments in optimizing narcotics eradication strategies through the enhancement of more humane and accessible rehabilitation facilities.
Kebijakan Pemerintah Daerah Dalam Program Bantuan Ternak Di Kabupaten Banggai Lia Devi Susanti; Sastro M. Wantu; Roni Lukum
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.5645

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kebijakan pemerintah daerah dalam perencanaan dan pelaksanaan program bantuan ternak di Kabupaten Banggai serta menganalisis dampaknya terhadap kesejahteraan peternak. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan program bantuan ternak tergolong cukup efektif dan efisien secara administratif serta memiliki tingkat ketepatan yang relatif baik dalam menyesuaikan jenis ternak dengan kondisi lokal. Namun, dari aspek kecukupan, pemerataan, dan responsivitas masih terdapat keterbatasan, terutama pada pendampingan berkelanjutan, distribusi yang belum merata, serta mekanisme respons yang masih bersifat reaktif. Dampak ekonomi program bersifat dualistik, yaitu meningkatkan pendapatan jangka pendek pada ternak ayam super dan memperkuat aset ekonomi jangka panjang pada kambing dan sapi. Dampak sosial terlihat pada peningkatan interaksi dan partisipasi peternak, meskipun belum terlembagakan secara kuat. Sementara itu, dampak kesejahteraan masih bersifat fluktuatif. Kesimpulannya, kebijakan bantuan ternak belum sepenuhnya mampu menghasilkan kesejahteraan yang berkelanjutan sehingga memerlukan penguatan pada aspek pendampingan, akses pasar, dan pemberdayaan berbasis kebutuhan lokal.
Meningkatkan Minat Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila Melalui Pendekatan Pembelajaran Interaktif Di SMP Negeri 13 Gorontalo Afreldi Patamani; Roni Lukum; Rasid Yunus
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.899

Abstract

Rendahnya minat belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila menjadi permasalahan yang dihadapi di kelas VIII-C SMP Negeri 13 Gorontalo. Dominasi metode pembelajaran konvensional yang bersifat satu arah menyebabkan siswa cenderung merasa pasif, mudah bosan, dan kurang bersemangat selama proses belajar. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat belajar siswa melalui penerapan pendekatan pembelajaran interaktif. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII-C yang berjumlah 21 orang. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, angket minat belajar, wawancara, dan dokumentasi. Pendekatan pembelajaran interaktif diterapkan melalui diskusi kelompok, lembar kerja peserta didik, presentasi, dan penggunaan media digital berupa kuis interaktif berbasis platform Wayground. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan pada tiga aspek utama. Aktivitas guru meningkat dari 80,9 persen pada Siklus I menjadi 95 persen pada Siklus II. Aktivitas siswa meningkat dari 71,4 persen pada Siklus I menjadi 85,7 persen pada Siklus II. Minat belajar siswa meningkat secara signifikan dari 65,7 persen pada Siklus I menjadi 95,2 persen pada Siklus II. Seluruh indikator keberhasilan penelitian telah tercapai dan melampaui target minimal 75 persen. Dapat disimpulkan bahwa pendekatan pembelajaran interaktif terbukti efektif dalam meningkatkan minat belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila di SMP Negeri 13 Gorontalo.
Faktor Penghambat Motivasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran PPKn di SMA Negeri 1 Popayato Kabupaten Pohuwato Nurjanah Mustafa Ilahude; Asmun Wantu; Roni Lukum
Jurnal Kewarganegaraan Vol 7 No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v7i2.5702

Abstract

Abstrak Motivasi belajar merupakan faktor yang sangat penting dalam proses belajar. Motivasi adalah kekuatan internal atau dorongan yang mendorong seseorang untuk memulai, menjaga, dan menyelesaikan suatu tindakan atau tujuan tertentu. Dalam konteks belajar, motivasi menjadi pendorong individu untuk aktif mengambil bagian dalam proses pembelajaran, mengatasi hambatan, dan mencapai tujuan akademis atau keterampilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menghambat motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN) di SMA Negeri 1 Popayato, Kabupaten Pohuwato. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus, dan data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara. Data yang dianalisis terdiri dari sumber primer dan sekunder. Temuan penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor penghambat motivasi belajar siswa dapat dikategorikan dalam tiga dimensi utama. Pertama, metode mengajar memiliki peran kunci, dengan variasi pendekatan pengajaran yang monoton atau tradisional tanpa pemanfaatan teknologi menjadi penghambat utama motivasi siswa. Kedua, kondisi ruang belajar, seperti keterbatasan fasilitas atau suasana yang tidak kondusif, juga dapat mempengaruhi kenyamanan dan konsentrasi siswa. Ketiga, hubungan antara guru dan siswa memiliki dampak signifikan, di mana hubungan positif dan komunikasi efektif dapat meningkatkan motivasi, sementara hambatan dalam komunikasi atau hubungan yang kurang baik dapat menjadi penghambat motivasi belajar siswa. Kata Kunci: Motivasi Belajar, Siswa, SMAN 1 Popayato