Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Pemanfaatan Limbah Kulit Semangka Inul Sebagai Bahan Dasar Pembuatan Selai dan Permen Jely Ansori, Yoyo Zakaria
Papanda Journal of Community Service Vol. 1 No. 1 (2022)
Publisher : Paguyuban Panalungtik Sunda (Papanda)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/pjcs.v1i1.51

Abstract

Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) yang berada di daerah Kecamatan Kertajati memberikan peluang besar bagi masyarakat untuk meningkatkan sosial ekonomi melalui beragam usaha dan inovasi yang mendukung keberadaan bandara. Namun kenyataannya pembangunan BIJB mengakibatkan alih fungsi lahan seluas 7.500 Ha yang semula lahan sawah (pertanian) menjadi lahan bandara. Mengakibatkan alih fungsi lahan pertanian ke non pertanian berdampak terhadap kondisi sosial ekonomi rumah tangga petani di Kertajati berupa hilangnya kesempatan kerja di bidang pertanian 197,2 HKP/ha/tahun (Rp 12.205.397,-/ha/tahun). Potensi kehilangan produksi padi sebesar 12,85 ton/ha/tahun (Rp 59.775.338,-/ha/tahun). Rata-rata kehilangan pendapatan responden dari usaha tani padi sebesar Rp 38.598.962,-/ha/tahun dan rata-rata kehilangan penghasilan sebesar Rp 3.990.223,-/tahun. Kondisi tersebut kalau dibiarkan dapat menimbulkan ketidakadilan ekonomi, kehilangan mata pencaharian dan melahirkan pengangguran baru. Hal tersebut kalau dibiarkan bisa mengakibatkan kehidupan sosial masyarakat mengalami frustasi yang sangat akut. Menyiasati hal itu Tim Pengabdian Masyarakat akan memberikan pembinaan jiwa wirausaha sekaligus memberikan keterampilan berupa mengolah limbah kulit semangka inul menjadi bahan dasar pembuatan selai dan permen jely. Alasan mengambil bahan dasar kulit semangka inul, karena daerah-daerah sekitar Desa Bantarjati adalah penghasil semangka inul dengan kualitas sangat baik. Program pengabdian kepada masyarakat ini diyakini menjadi solusi nyata bagi peningkatan pendapatan masyakat dan mampu menciptakan lapangan pekerjaan melalui inovasi mengubah limbah kulit semangka inul menjadi produk ekonomis.
Penguatan Peran Orang Tua sebagai Mitra Strategis dalam Pembentukan Karakter Anak Usia Dini Ansori, Yoyo Zakaria; Hidayanti, Maria; Suciati, Nela; Nurlatifah, Ira
Papanda Journal of Community Service Vol. 2 No. 2 (2023)
Publisher : Paguyuban Panalungtik Sunda (Papanda)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/pjcs.v2i2.2511

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini berfokus pada penguatan peran orang tua sebagai mitra strategis dalam pembentukan karakter anak usia dini. Kegiatan dilaksanakan melalui metode edukasi, diskusi kelompok terarah, pendampingan, serta simulasi praktik pengasuhan berbasis nilai karakter. Khalayak sasaran adalah orang tua dengan anak usia 3–6 tahun di salah satu PAUD mitra. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pemahaman orang tua, dari kategori rendah dan sedang menjadi mayoritas kategori tinggi. Selain itu, terjadi perubahan sikap berupa peningkatan komitmen orang tua dalam meluangkan waktu khusus untuk mendampingi anak. Perubahan perilaku anak pun terlihat pada aspek disiplin, empati, dan kemandirian setelah orang tua menerapkan strategi pengasuhan baru. Program ini terbukti efektif karena menggunakan pendekatan partisipatif dan aplikatif, meski masih memiliki keterbatasan pada durasi pendampingan. Ke depan, kegiatan ini dapat dikembangkan melalui kolaborasi dengan sekolah serta pemanfaatan teknologi parenting digital.
Strategi Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Live Education Development Program (LEDP) bagi Guru Sekolah Dasar Di Kabupaten Majalengka Ansori, Yoyo Zakaria; Kurino, Yeni Dwi; Sudianto, Sudianto; Herawati, Heni; Suwandi, Iqbal Abdillah
Papanda Journal of Community Service Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : Paguyuban Panalungtik Sunda (Papanda)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/pjcs.v3i2.2515

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kompetensi guru sekolah dasar dalam mengintegrasikan pendidikan karakter melalui pendekatan Live Education Development Program (LEDP). Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan, praktik, simulasi, dan refleksi dengan melibatkan guru sekolah dasar sebagai sasaran utama. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada tiga aspek utama, yaitu pengetahuan, keterampilan, dan sikap guru. Dari sisi pengetahuan, guru mengalami pemahaman yang lebih mendalam tentang konsep pendidikan karakter, profil pelajar Pancasila, serta strategi integrasi nilai-nilai karakter. Dari sisi keterampilan, mayoritas guru mampu menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) berbasis karakter dengan kualitas baik. Dari sisi sikap, terjadi peningkatan kesadaran guru dalam menjadikan pendidikan karakter sebagai prioritas pembelajaran, dari sebelumnya 50% menjadi 92%. Selain itu, kegiatan ini juga berdampak pada terbentuknya iklim sekolah yang lebih berkarakter dengan menekankan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, dan sikap saling menghargai. Dengan demikian, LEDP terbukti efektif sebagai strategi penguatan pendidikan karakter yang dapat diimplementasikan secara berkelanjutan di sekolah dasar.
Implementasi Nilai-Nilai Pancasila Sebagai Dasar Pendidikan Toleransi Di Sekolah Dasar Multi Etnis Ansori, Yoyo Zakaria; Risma Khairun Nisya; Rasyid, Abdur; Marsha Ayudia Salsabila
Jurnal Ilmiah Pendidik Indonesia Vol. 1 No. 1 (2022): June
Publisher : Papanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (678.151 KB) | DOI: 10.56916/jipi.v1i1.115

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi nilai-nilai Pancasila sebagai dasar pendidikan toleransi di sekolah dasar. Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia memiliki nilai-nilai luhur yang dapat menjadi fondasi kuat dalam membangun sikap toleransi sejak dini. Pendidikan toleransi di tingkat sekolah dasar menjadi sangat penting mengingat Indonesia adalah negara multikultural dengan keberagaman suku, agama, ras, dan budaya. Pendekatan  penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi nilai-nilai Pancasila dalam pembelajaran dapat membentuk karakter siswa yang menghargai perbedaan. Nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial diintegrasikan melalui pembelajaran di kelas, kegiatan ekstrakurikuler, dan pembiasaan sehari-hari di lingkungan sekolah. Guru berperan sebagai teladan dalam menerapkan sikap toleran dan menciptakan iklim sekolah yang inklusif. Kesimpulannya, Pancasila efektif sebagai dasar pendidikan toleransi yang dapat membentuk generasi penerus bangsa yang menghormati keberagaman dan menjunjung tinggi persatuan
Developing the Character of Elementary School Students Through Values-Based Leadership Yoyo Zakaria Ansori; Dede Salim Nahdi; Anda Juanda; Erik Santoso
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 16, No 4 (2024): AL-ISHLAH: JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v16i4.5513

Abstract

Formal educational institutions play a pivotal role in shaping student character, which extends beyond individual development to influence the broader educational environment. Building strong character is essential for preparing students to navigate societal trends and challenges. School leadership is a critical determinant of the success or failure of character development initiatives. This study employed a qualitative approach with a descriptive research design to explore the role of leadership in character development. The research was conducted at an integrated Islamic school in Majalengka, involving principals and teachers as respondents. Data collection focused on observing leadership practices and their impact on student character formation. The findings demonstrate that values-based leadership significantly contributes to developing student character. Key leadership values identified include leading by example, fostering kinship, promoting cooperation, and practicing visionary leadership. These values collectively create an environment that supports character education and enhances the school’s role in preparing students for future challenges. The results emphasize that effective leadership is foundational to embedding character-building practices in formal education. Values-based leadership not only strengthens student character but also fosters a positive and collaborative school culture. These insights align with the need for leadership models that prioritize ethical and relational practices. This study highlights the importance of values-based leadership in character development within schools. Future research should explore its application in diverse educational contexts to refine strategies for cultivating ethical and responsible future generations.
Perancangan “Nusa Cita” Aplikasi Permainan Pembelajaran Karakter dan Wawasan Kebangsaan bagi Generasi Z Dimas Krisna Aditya; Djoko Murdowo; Yanuar Rahman; Andreas Rio Adriyanto; Yoyo Zakaria Ansori
Jurnal Humanitas: Katalisator Perubahan dan Inovator Pendidikan Vol 11 No 4 (2025): Desember
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jhm.v11i4.31812

Abstract

This research is based on lack of understanding of national insight among generation Z, which is caused by conventional learning methods that are less interesting and do not match the habits of generation Z who are accustomed to digital media. Gen Z tends to have difficulty in understanding character and national insight through text-based and lecture-based approaches. The purpose of this study is to develop a prototype of an interactive game-based mobile learning application that presents character and national insight in a more interesting and accessible way. Methode is Research & Development with the Double Diamond model, this study goes through four main stages: Discover (needs analysis), Define (application concept design), Develop (UI/UX design development and interactive features based on gamification), and Deliver (trial and evaluation). The results of the study in the form of the Nusa Cita application, designed by choosing character and Pancasila as a trial, presented through game-based digital media. The use of the Android platform through the gamification approach applied in this application has proven to be able to change the paradigm that games can be an effective tool in the process of transferring knowledge that is more dynamic and not monotonous. However, further research is still needed to perfect the features and optimize the technical and pedagogical aspects so that this application can be widely applied as an innovative learning medium in the digital era.
Integrating Silih Asah, Silih Asih, and Silih Asuh in Primary School Character Education Ansori, Yoyo Zakaria; Agustin, Mubiar; Jatisunda, Mohamad Gilar; Azman, Mohamed Nor Azhari
Profesi Pendidikan Dasar Vol. 12, No. 3, December 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ppd.v12i3.12143

Abstract

Character education is a foundational pillar in students' moral and social development, particularly at the primary education level. This study examined the role of Sundanese local wisdoms silih asah (mutual enlightenment), silih asih (mutual affection), and silih asuh (mutual care) in shaping students' character across the cognitive, affective, and behavioural dimensions. A qualitative case study design was employed to enable an in-depth exploration of how these values are integrated into the learning ecosystem of a public primary school in Nunuk Baru Village. Data were collected through classroom observations, in-depth interviews, and document analysis conducted within the school setting. Qualitative data were systematically analyzed using NVivo software to support coding, thematic analysis, and data triangulation. The findings indicate that teacher empathy accounted for 30% of compassion-based interactions, peer support behaviours emerged in 25% of observed incidents, and practices reflecting silih asuh, such as a buddy system, were documented 21 times. In addition, spontaneous acts of care and active participation in extracurricular communal activities reflected the authentic internalization of these values. This study highlights the importance of embedding local wisdom into formal schooling as a sustainable approach to fostering prosocial behaviour and strengthening students' moral resilience amid the challenges of globalization.