Claim Missing Document
Check
Articles

PERENCANAAN PERKERASAN KAKU PADA JALAN AKSES TOL CILEGON TIMUR DENGAN MENGGUNAKAN METODE BINA MARGA 2003 DAN AASHTO 1993 (STUDY KASUS JL. AKSES TOL CILEGON TIMUR STA 0+00 – STA 1+600) Muhammad Fakhruriza Pradana; Rindu Twidi Bethary; Rizky Rinaldiansyah
Konstruksia Vol 10, No 2 (2019): Jurnal Konstruksia Vol 10 No. 2 Tahun 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.815 KB) | DOI: 10.24853/jk.10.2.57-66

Abstract

PERENCANAAN KEMBALI TEBAL PERKERASAN JALAN BETON BERTULANG MENERUS DENGAN METODE AASHTO 1993 DAN EVALUASI CRACK (STUDI KASUS RUAS JALAN TOL BALARAJA KM. 34+500 – 36+300) Muhammad Fakhruriza Pradana; Rindu Twidi Bethary; Siti Hadiyati Rohmah
Konstruksia Vol 11, No 1 (2019): Jurnal Konstruksia Vol 11 No. 1 Tahun 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.048 KB) | DOI: 10.24853/jk.11.1.51-62

Abstract

Ruas tol Balaraja Barat – Cikupa merupakan jalur transportasi dan jalur pengiriman barang antarkota yang strategis penghubung provinsi Banten dengan DKI Jakarta. Ruas tol tersebut mempunyai volume lalu lintas yang padat dan sering mengalami kemacetan pada jam-jam sibuk. Sehingga, diperlukan perencanaan tebal perkerasan yang tepat, efisien serta optimal agar dapat mengakomodir beban yang melintas diatasnya serta sesuai dengan umur rencana jalan tersebut. Penelitian ini memiliki tujuan untuk merencanakan kembali tebal perkerasan jalan beton bertulang menerus dengan metode AASHTO dan evaluasi crack/retak dari data existing lapangan dan data hasil perencanaan serta menganalisa hasil keduanya dengan bantuan software Hiperpav 3.2. Hasil yang diperoleh tebal perkerasan beton bertulang menerus dengan menggunakan metode AASHTO 1993 yaitu sebesar 28 cm, sambungan memanjang (tie bar) didapat diameter 13 mm dengan jarak 900 mm. Hasil perancangan tulangan memanjang menghasilkan diameter tulangan memanjang 16 mm dan jarak 100 mm serta tulangan melintang dimeter 13 mm dengan jarak 900 mm. Dari hasil analisa data existing dengan tebal perkerasan 23 cm menggunakan software Hiperpav 3.2 diperoleh nilai rata-rata jarak crack 2,98 ft dan nilai rata-rata lebar crack adalah 0,027 in Sedangkan, hasil analisa data perencanaan dengan tebal perkerasan 28 cm menggunakan software Hiperpav 3.2. diperoleh nilai rata-rata jarak crack 2,72 ft dan nilai rata-rata lebar crack didapat 0,022 in. Dari hasil perbandingan evaluasi crack yang terjadi semakin besar tebal perkerasan beton maka crack yang terjadi akan semakin kecil.
Analisis Kelayakan Teknis Infrastruktur Cagar Budaya Nasional Bendung Lama Pamarayan di Serang-Banten Syahid, Mushab Abdu Asy; Subekti, Subekti; Bethary, Rindu Twidi; Budiman, Arief; Purnaditya, Ngakan Putu; Priyambodho, Bambang Adhi; Pradana, Muhammad Fakhruriza; Intari, Dwi Esti; Asyiah, Siti
Civil Engineering for Community Development (CECD) Vol 3, No 2 (2024): Edisi Oktober 2024
Publisher : Department of Civil Engineering Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/cecd.v3i2.29280

Abstract

Artikel ini merefleksikan dinamika pelestarian infrastruktur bersejarah Bendung Lama Pamarayan yang tengah dalam proses pemeringkatan Struktur Cagar Budaya nasional. Analisis kelayakan teknis dalam kajian delienasi secara khusus bertujuan mengidentifikasi objek infrastruktur Cagar Budaya untuk persiapan pekerjaan pemugaran. Implementasi konsep studi kelayakan (feasibility study) dalam manajemen rekayasa konstruksi dan tinjauan terhadap elemen-elemen atribut fisik Bendung Lama Pamarayan yang melibatkan unsur akademisi dan pakar dalam membantu aspek teknisnya. Rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat ini mencakup observasi via kunjungan lapangan, studi arsip sejarah, serta identifikasi dan analisis kondisi eksisting objek. Diseminasi hasil kajian dilakukan melalui diskusi kelompok terpumpun yang melibatkan pemangku kepentingan di tingkat birokrasi, pelestari, akademisi, dan masyarakat Desa Pamarayan dan Desa Penyabrangan untuk memastikan pendekatan partisipatoris dalam revitalisasi pusaka Bendung Lama Pamarayan di masa depan. 
IoT-Based Control, Monitoring, and Protection System for 3-Phase Induction Motors in Electric Motorcycles Musyafiq, Afrizal Abdi; Akbar, Mohammad Hafiz; Purwiyanto, Purwiyanto; Ilahi, Novita Asma; Dewi, Riyani Prima; Pradana, Muhammad Fakhruriza
Journal of Power, Energy, and Control Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : MSD Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62777/pec.v1i2.32

Abstract

This study investigates the application of the Internet of Things (IoT) for wireless control and monitoring of a 3-phase electric motor using a smartphone. The system integrates PZEM-004T, DS18B20, and Hall Effect sensors to collect data on voltage, current, temperature, and rotational speed using the NodeMCU ESP8266 microcontroller. Measurements are displayed on an LCD and transmitted to the Blynk server for smartphone access. A comparative method evaluates the accuracy of sensor readings against standard measuring instruments. Results obtained an average percentage error of 0.5% for the R phase voltage, 0.2% for the S phase, and 0.1% for the T phase. Current measurements reveal errors of 5% for the R phase, 10.3% for the S phase, and 11.7% for the T phase. The control system’s performance varies with internet speed, with an average delay of 0.99 seconds on a 4G network and 2.51 seconds on 3G. Additionally, the study evaluates three protection mechanisms, demonstrating that the motor stops within 4.03 seconds in the event of a phase failure, while overcurrent and overheating protections activate within 8.47 seconds and 3.64 seconds, respectively. Overall, the findings affirm the viability of IoT in motor monitoring and control, emphasizing accuracy and response times under varying conditions.
Use of Nickel Slag As An Aggregate Replacement Material In Weared Asphalt Concrete Mixtures Bethary, Rindu Twidi; Intari, Dwi Esti; Pradana, Muhammad Fakhruriza; Al Hadiana, Muhamad Fadhil
Jurnal Fondasi Vol 13, No 2 (2024)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/fondasi.v13i2.29058

Abstract

The increase in development growth throughout the world every year is directly proportional to the increase in demand for construction materials. To overcome the very limited sources of natural materials, alternative materials are needed as substitutes for construction materials. Utilizing nickel slag waste as an alternative material to replace natural aggregate in order to reduce the extraction of excess natural aggregate and preserve limited natural resources. The purpose of this study was to determine the Marshall characteristics and ideal composition for using nickel slag as a substitute for aggregate in worncoated asphalt concrete (AC-WC) mixtures. The test specimens used were a mixture of worn coated asphalt concrete (AC-WC) with variations in nickel slag content, namely 0%, 10%, 40% and 70% and optimum asphalt content (KAO) respectively of 5.5%; 6%; 5.5%; and 5%. Based on the results of study that has been carried out, the optimum stability value was obtained at 1087.38 kg at a nickel slag content of 70% with an optimum asphalt content (KAO) of 5%. This value is greater than the stability value obtained at a nickel slag content of 0% with an asphalt content. optimum 5.5%, namely 1034.39 kg. From these results it can be concluded that nickel slag can improve the performance of worn coated asphalt concrete (AC-WC) mixtures and the ideal composition of nickel slag is at a nickel slag content of 70% with an optimum asphalt content (KAO) of 5%.
ANALISA KECELAKAAN LALU LINTAS DAN FAKTOR PENYEBABNYA DI JALAN RAYA CILEGON Pradana, Muhammad Fakhruriza; Intari, Dwi Esti; Pratidina D, Danur
Jurnal Kajian Teknik Sipil Vol 4, No 2 (2019): JURNAL KAJIAN TEKNIK SIPIL
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.937 KB) | DOI: 10.52447/jkts.v4i2.1492

Abstract

Jalan Raya Cilegon adalah jalan utama penghubung antara Kota Cilegon dan Serang yang masuk daerah Serang Kabupaten. Fungsi jalan ini sangat krusial karena kedua kota yang terhubung adalah kota besar di Banten. Kota Serang yang merupakan Ibukota Provinsi Banten dan Kota Cilegon dengan kota penghasil baja terbesar di Pulau Jawa. Namun disamping fungsinya yang sangat krusial, lalu lintas di Jalan Raya Cilegon seringkali terjadi kecelakaan. Jalanan di Jalan Raya Cilegon memiliki beberapa titik yang dimana masih memiliki rambu yang minim dan kondisi aspal yang berlubang. Seperti contohnya adalah baru – baru ini terdengar kecelakaan yang terjadi di daerah Serdang dan Keramatwatu menuju arah PCI Cilegon. Kecelakaan tersebut terjadi tiga kali dalam tiga hari berturut – turut dan menelan korban jiwa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisa faktor penyebab, karakteristik, lokasi daerah titik rawan (blackspot), keadaan daerah titik rawan (blackspot), upaya – upaya penanganan yang dapat dilakukan, dan besarnya kerugian materiil kecelakaan yang terjadi di Jalan Raya CilegonMetode yang digunakan adalah metode AEK (Angka Ekivalen Kecelakaan) dan UCL (Upper Control Limit) untuk mengetahui daerah titik rawan kecelakaan di Jalan Raya Cilegon. Data primer yang diperoleh adalah dengan melakukan survey pengamatan untuk mengetahui kondisi jalanan yang temasuk daerah rawan kecelakaan, sedangkan data sekunder yaitu identitas pelaku dan karakteristik kecelakaan yang didapat dari Laporan Polisi di Laka Lantas Polres Serang selama 4 tahun 2 bulan terakhir.Gambaran hasil dari karakteristik kecelakaan yang diperoleh dari data penelitian adalah sebagai berikut: Kecelakaan dominan terjadi pada Hari Sabtu sebanyak 47 kali (19%), waktu gelap sebanyak 149 kali (58%), korban Luka Ringan sebanyak 258 korban (62%), Bulan Maret hingga Agustus sebanyak 145 kali (57%), tingkat pendidikan SLTA sebanyak 164 kali (77%), pengguna Kendaraan Roda Dua sebanyak 180 kali (74%), laki – laki sebanyak 167 kali (87%), tidak memiliki SIM sebanyak 124 kali (67%), karyawan swasta sebanyak 134 kali (66%), usia 21 hingga 25 tahun sebanyak 49 kali (23%). Faktor dominan kecelakaan yaitu disebabkan oleh manusia dengan persentase 96%. Dengan metode AEK dan UCL didapat daerah rawan kecelakaan (blackspot) dengan angka tertinggi adalah Kelurahan Wanayasa, Kecamatan Kramatwatu. Solusi terbaik mengurangi kecelakaan dengan pemasangan rambu, rumble strip dan perbaikan jalanan.
ANALISA KINERJA RUAS JALAN DAN PENGARUHNYA TERHADAP BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN BESERTA NILAI WAKTU DI KOTA CILEGON Pradana, Muhammad Fakhruriza; Budiman, Arief; Imbar, Muhammad Pandu
Jurnal Kajian Teknik Sipil Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Kajian Teknik Sipil
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.794 KB) | DOI: 10.52447/jkts.v4i1.1424

Abstract

Jalan Jenderal Ahmad Yani merupakan salah satu jalan yang berada di pusat kawasan perniagaan Kota Cilegon. Area di sekitar jalan tersebut merupakan daerah yang mempunyai aktivitas perdagangan cukup tinggi. Hal tersebut terlihat dari banyaknya pertokoan disepanjang jalan sehingga sering terjadinya kemacetan yang disebabkan banyaknya hambatan samping pada area tersebut. Pada satu sisi, perdagangan tentu menaikkan perekonomian wilayah sekitar, tetapi pada sisi lain dengan adanya kemacetan akan merugikan pengguna jalan di sekitar area perniagaan tersebut. Sehubungan dengan permasalahan diatas, maka diperlukan studi dan analisa untuk mengetahui kinerja ruas jalan, kecepatan dan waktu tempuh. Dari kinerja tersebut akan coba dibandingkan dengan besarnya BOK dan nilai waktu yang dipakai oleh pengguna jalan. Berdasarkan hasil analisis perhitungan pada kapasitas jalan maka hambatan samping yang didapat dari hasil pengamatan dilapangan sangat berpengaruh kepada kapasitas jalan di Jalan Jenderal Ahmad Yani Kota Cilegon. Hal  ini ditunjukkan pada derajat kejenuhan atau DS (Degree of Saturation) pada saat jam puncak hari kerja jam 07.00-08.00 yang nilai nya mencapai 0,82 dengan tingkat pelayanan D dengan kecepatan kendaraan hanya 20 km/Jam. Perhitungan biaya operasional kendaraan tidak tetap pada jam puncak hari kerja dengan hambatan samping adalah Rp. 9465,56 /Km dan pada hari libur sebesar Rp. 9396,73/Km. Tetapi Perhitungan biaya operasional kendaraan tidak tetap jika hambatan samping nya diabaikan atau mempunyai faktor pengali 1, maka menjadi Rp. 9446,71/Km  pada hari kerja dan Rp. 9388,78/Km pada hari libur.
EVALUASI PELAYANAN STASIUN TANGERANG KOTA TANGERANG Pradana, M. Fakhruriza; Budiman, Arief; Arif, Ibnu
Jurnal Kajian Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2018): Jurnal Kajian Teknik Sipil
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.087 KB) | DOI: 10.52447/jkts.v3i2.1350

Abstract

Stasiun Tangerang merupakan Stasiun KA yang berada di Kota Tangerang, Provinsi Banten. Stasiun Tangerang termasuk ke dalam kelas Stasiun Besar. Namun, pembangunan dan perbaikan saat ini terus dilakukan di Stasiun Tangerang, hal ini karena Stasiun Tangerang sebelumnya termasuk kelas Stasiun Sedang dan memiliki kendala tidak cukup untuk melayani volume penumpang pengguna jasa. Oleh karena itu sangat penting untuk mengetahui bagaimana kondisi Stasiun Tangerang saat ini dan tingkat kepuasan pengguna jasa terhadap pelayanan Stasiun Tangerang, Kota Tangerang. Penelitian ini menggunakan metode survei lapangan dengan melakukan pengamatan di Stasiun Tangerang untuk mengevaluasi kondisi Stasiun Tangerang saat ini yang akan dibandingkan dengan ketentuan Permenhub No. 48 tahun 2015 tentang Standar Pelayanan Minimum Angkutan Orang Dengan Kereta Api dan penyebaran kuisioner tentang pelayanan Stasiun Tangerang secara langsung ke pengguna jasa dengan menggunakan metode perhitungan IPA (Importance Performance Analysis). Hasil pengamatan langsung kondisi Stasiun Tangerang, Stasiun Tangerang memenuhi 75% fasilitas yang diatur dalam Permenhub No. 48 tahun 2015. Hasil penggambaran pada diagram kartesius adalah Kuadran A (v2, v5, v9, v10 dan v16), Kuadran B (v1, v4 dan v12), Kuadran C (v6 dan v13) dan Kuadran D (v7, v11 dan v15). Secara keseluruhan persepsi dan tingkat kepuasan pengguna jasa terhadap pelayanan Stasiun Tangerang adalah memuaskan / baik, hal ini dapat dilihat dengan nilai rata-rata tingkat kesesuaian sebesar 81.34 %.
IoT-Enabled Solar-Powered Pest Control for Rice Agriculture: Monitoring and Efficiency of Light-Based Traps Ilahi, Novita Asma; Musyafiq, Afrizal Abdi; Pradana, M. Fakhruriza; Alimudin, Erna; Fadlilah, Ilma; Husna, Kulaiah Syifaul; Nagara, Erliza Septia; Santoso, Agus
Journal of Power, Energy, and Control Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : MSD Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62777/pec.v2i1.41

Abstract

Rice is a staple food in Indonesia and globally, but its production is threatened by pests such as the brown planthopper. Conventional pest control methods, including pesticides and traditional techniques, often prove ineffective and have negative environmental impacts. Light traps have been explored as an alternative due to the brown planthopper's phototactic behavior, yet existing designs lack efficiency in capturing pests. This study presents an IoT-based solar-powered pest control system that integrates light as an attractant and an electric trap for effective pest elimination. The system features real-time monitoring of voltage, current, and light intensity using an LCD display, powered by a 35 Wp solar panel and managed through an Arduino Uno microcontroller. Experimental results show that brown planthoppers are most attracted to an LED light with an intensity of 780 lux, operating at 11.5 V and 0.97 A. The system consumes 112.52 Wh, with a full battery charge requiring approximately 6 hours and 7 minutes. These findings highlight the potential of a sustainable, energy-efficient solution for pest control in rice agriculture. 
Use of Nickel Slag as An Aggregate Replacement Material In Weared Asphalt Concrete Mixtures Bethary, Rindu Twidi; Intari, Dwi Esti; Pradana, Muhammad Fakhruriza; Al Hadiana, Muhamad Fadhil
Jurnal Fondasi Vol 13, No 2 (2024)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/fondasi.v13i2.32729

Abstract

The increase in development growth throughout the world every year is directly proportional to the increase in demand for construction materials. To overcome the very limited sources of natural materials, alternative materials are needed as substitutes for construction materials. Utilizing nickel slag waste as an alternative material to replace natural aggregate to reduce the extraction of excess natural aggregate and preserve limited natural resources. The purpose of this study was to determine the Marshall characteristics and ideal composition for using nickel slag as a substitute for aggregate in worn-coated asphalt concrete (AC-WC) mixtures. The test specimens used were a mixture of worn coated asphalt concrete (AC-WC) with variations in nickel slag content, namely 0%, 10%, 40% and 70% and optimum asphalt content (KAO) respectively of 5.5%; 6%; 5.5%; and 5%. Based on the results of study that has been carried out, the optimum stability value was obtained at 1087.38 kg at a nickel slag content of 70% with an optimum asphalt content (KAO) of 5%. This value is greater than the stability value obtained at a nickel slag content of 0% with an asphalt content. optimum 5.5%, namely 1034.39 kg. From these results it can be concluded that nickel slag can improve the performance of worn coated asphalt concrete (AC-WC) mixtures and the ideal composition of nickel slag is at a nickel slag content of 70% with an optimum asphalt content (KAO) of 5%.
Co-Authors Adi Lukman Amir Afrizal Abdi Musyafiq Agus Santoso Akbar, Mohammad Hafiz Al Hadiana, Muhamad Fadhil Al Hadiana, Muhamad Fadhil Alimudin, Erna Andi Maddeppungeng Andira Pramudita Arief Budiman Arief Budiman Arif, Ibnu Asyiah, Siti Ayip Bakhrul Ulum Bayu Sunarya Bethary, Rindu Twidi Bethary, Rindu Twidi Budiman, Arief Budiman, Arif Chatarina Umbul Wahyuni Dede Nurhaesih Desi Andriyani Desy Nathalia Desy Nathalia, Desy Dewi Suharyanti Didi Maulana Dwi Esti Intari Dwi Esti Intari, Dwi Esti Dwi Novi Setiawati Enden Mina, Enden Erliza Septia Nagara Fadlilah, Ilma Faisal Ahmad Akbar Fathonah, Woelandari Febri Kurniawan Firyaal Nabila Giyyar Tantra Dewa Hanny Hafiar Husna, Kulaiah Syifaul Imbar, Muhammad Pandu Ina Asha Nurjanah Intari, Dwi Esti Intari, Dwi Esti Irfan Agustianto, Irfan Lestari, Neng Suci Linta Apriardiarti Lovely Lady M. Raslin Hudaya Maharani, Anisah Yogiana Malika Laisah Akhirudin Mekro Permana Pinem Muhamad Ferhad Muhamad Hikmal Kahfi Muhammad Rakha Revaldo Muhammad Ulul Azmi Ngakan Putu Purnaditya Nova Robekha Nova Robekha, Nova Novita Asma Ilahi Prastika Wahid Santoso Pratidina D, Danur Priyambodho, Bambang Adhi Purwiyanto, Purwiyanto Rama Indera Kusuma Restu Wigati, Restu Rindu Twidi Bethary Rindu Twidi Bethary, Rindu Twidi Riyani Prima Dewi Rizky Rinaldiansyah Saila Nur Awlannisa Shally Ice Veronica Shally Ice Veronica Shally Ice Veronica, Shally Ice Siti Asyiah Siti Hadiyati Rohmah Sketsa Gusnawan Subekti, Subekti Suni Basidik Suzanti, Wiwien Syahdan Raihan Syahid, Mushab Abdu Asy Tita Indriyani Enggalita Widia Febriyanti Wiwien Suzanti Yayi Suryo Prabandari Zulmahdi Darwis