Claim Missing Document
Check
Articles

PENGEMBANGAN LKS BERBASIS OPEN SOURCE SOFTWARE GEOGEBRA UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 SINGARAJA Ni Putu Urip Vidanti .; Dra. Gst. Ayu Mahayukti,M.Si .; Drs.I Putu Wisna Ariawan,M.Si .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v2i1.4008

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan LKS berbasis open source software GeoGebra yang memenuhi kriteria perangkat pembelajaran menurut Nieveen yaitu valid, praktis, dan efektif untuk siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Singaraja. Pengembangan LKS berbasis open source software GeoGebra ini menggunakan model pengembangan four-D yang dimodifikasi menjadi 3 tahap yaitu: (1) tahap define, (2) tahap design, dan (3) tahap develop. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat yang dikembangkan yaitu LKS dan media GeoGebra telah memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif. Hasil uji validasi menunjukkan LKS dan media GeoGebra memenuhi kriteria sangat valid. Kepraktisan dari LKS dan media GeoGebra dilihat dari keterlaksanaan LKS dan media GeoGebra saat pelaksanaan uji coba di kelas VIII A6 SMP Negeri 1 Singaraja. Data kepraktisan LKS dan media GeoGebra dikumpulkan melalui angket respon guru dan angket respon siswa terhadap LKS dan media GeoGebra. Berdasarkan hasilnya pengolahan data, LKS dan media GeoGebra mendapat tanggapan sangat positif dari guru maupun siswa, sehingga perangkat tersebut dapat dikatakan praktis. Untuk efektivitas perangkat diukur melalui tes prestasi belajar. Sesuai hasil yang diperoleh LKS dan media GeoGebra sudah dikatakan efektif karena lebih dari 85 % siswa di kelas telah memenuhi kriteria ketuntasan minimal.Kata Kunci : LKS, GeoGebra, Prestasi Belajar, Kualitas perangkat pembelajaran This study was aimed to develop student worksheet based on GeoGebra open source software which are valid, practical, and effective to use by students grade eight in SMP Negeri 1 Singaraja. The development of GeoGebra open source software on this student worksheet applied four-D developmental model which consist of four steps; they were (1) define, (2) design, (3) develop, and (4) disseminate. However, this study was conducted until the third steps because of limited time and cost. The result of this study showed that student worksheet and media of GeoGebra were valid, practical, and effective to be used. The results of validity test indicated that student worksheet and media of GeoGebra were categorized as highly valid. Practicality of student worksheet and media of GeoGebra can be seen from the implemented of student worksheet and media of GeoGebra when do testing in A6 eighth grade student of SMP Negeri 1 Singaraja. Student worksheet practically data and media of GeoGebra were collected through responses questionnaire from both teacher and student about student worksheet and GeoGebra media. Based on the results of processing data, student worksheet and media of GeoGebra got positive responses from both teachers and students. So, that equipment can be called practical. For the effectiveness equipment measured through students' achievement test. Based on the results, student worksheet and media of GeoGebra can be called effective since more than 85% students in class have fulfilled the minimum completeness criteria.keyword : Students Worksheet, Media of GeoGebra, Students’ Achievement, Learning materials Quantity
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TSOI (TRANSLATING SCULPTING OPERATIONALIZING INTEGRATING) TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA Ni Made Mariyati .; Dra. Gst. Ayu Mahayukti,M.Si .; Drs.Djoko Waluyo,M.Sc .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v2i1.4009

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pemahaman konsep matematika antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran TSOI (Translating, Scupting, Operatinalizing, Integrating) lebih baik daripada siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Post-test Only Control Group Design. Adapun populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa Kelas VIII non unggulan SMP Negeri 4 Singaraja tahun ajaran 2013/2014, yaitu sebanyak 235 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive random sampling. Data pemahaman konsep matematika siswa dikumpulkan melalui tes pemahaman konsep matematika yang berbentuk soal uraian dengan jumlah butir soal sebanyak enam butir. Data hasil tes pemahaman konsep matematika dianalisis menggunakan Uji-t satu ekor. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa nilai thitung=2,1206 dan nilai ttabel = 1,6747. Apabila dibandingkan nilai thitung > ttabel. Ini berarti bahwa siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran TSOI mempunyai pemahaman konsep matematika lebih baik daripada siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Kata Kunci : TSOI, konvensional, pemahaman konsep matematika This research is aimed to know whether mathematical concepts understanding between the students are learned with TSOI (Translating, Sculpting, Operationalizing, Integrating) learning model better than the students which are learned with conventional learning model. The research design used in this research is the Post-test Only Control Group Design. The population in this research was all regular eighth grade students of SMP Negeri 4 Singaraja in the academic year 2013/2014, as many as 235 people. The process of selecting the sample was done by a purposive random sampling technique. The data of mathematical concepts understanding were collected by six items of mathematical concept understanding test. The data of mathematical concept understanding were analyzed by using t-test one tail. The results showed that t0 observed=2,1206 and table = 1,6747. Therefore to observed is greater than table. So it can be concluded that the students who learned with the TSOI learning model have mathematical concepts understanding better than students who learned with conventional learning model, keyword : TSOI, conventional, mathematical concepts understanding
PENGARUH PENDEKATAN BRAIN BASED LEARNING BERBANTUAN GEOGEBRA TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA I Wayan Agus Wirasa .; Dra. Gst. Ayu Mahayukti,M.Si .; Drs. I Nyoman Gita, M.Si .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.5766

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendekatan Brain Based Learning berbantuan Geogebra terhadap prestasi belajar matematika siswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan Post-Test Only Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Tejakula yang tersebar ke dalam 6 kelas. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas VIII.E sebanyak 33 orang sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII.F sebanyak 31 orang sebagai kelas kontrol. Pengambilan sampel dilakukan dengan random sampling. Data penelitian ini adalah data prestasi belajar matematika yang dikumpulkan dengan tes uraian. Data dianalisis menggunakan uji-t satu arah dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prestasi belajar matematika siswa yang dibelajarkan dengan pendekatan Brain Based Learning berbantuan Geogebra lebih tinggi daripada prestasi belajar matematika yang dibelajarkan dengan pendekatan Konvensional. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran pendekatan Brain Based Learning berbantuan Geogebra berpengaruh positif terhadap prestasi belajar matematika siswa.Kata Kunci : prestasi belajar matematika, pendekatan Brain Based Learning, pembelajaran berbantuan Geogebra, pendekatan Konvensional This research aimed to investigate the influence of approach to Brain Based Laearning with Geogebra to studensts’ mathematical achievement. This research was a quasi experiment with Post-Test Only Control Group Design. The population of this research was students of VIII class of SMP Negeri 2 Tejakula which spreaded into 6 classes. The sample of this research was students of VIII.E class consist of 33 people as an experiment class and VIII.F class consist of 31 people as a control class. The sample was taken by using random sampling technique. The data of this research was students’ mathematical achievement which was gathered by essay test. The data was analyzed by using one direction t-test with 5% significancy level. The result shows that the students’ mathematical achievement who attends the approach to Brain Based Learning with Geogebra is higher than the students’ mathematical achievement who attends the approach to conventional. Thus can be concluded that the approach to Brain Based Learning with Geogebra positively effect the students’ mathematical achievement.keyword : mathematical achievement, approach to Brain Based Learning, learning with Geogebra, approach to conventional
PENGARUH PEMANFAATAN SOFTWARE MATEMATIKA DALAM MODEL PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA KELAS X MIA SMA NEGERI 4 SINGARAJA Nyoman Tiya Martini .; Dra. Gst. Ayu Mahayukti,M.Si .; I Gusti Nyoman Yudi Hartawan, S.Si .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.5902

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pemahaman konsep matematika siswa yang mengikuti pembelajaran pemanfaatan software matematika dalam model problem based learning lebih baik daripada pemahaman konsep matematika siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Pada penelitian ini jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu dengan desain penelitian adalah Post Test Only Control Group Design. Adapun populasi penelitian ini adalah siswa Kelas X MIA SMA Negeri 4 Singaraja tahun ajaran 2014/2015. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas X MIA 1 dan X MIA 2 yang diambil menggunakan teknik random sampling. Data dalam penelitian ini adalah pemahaman konsep matematika yang dikumpulkan dengan menggunakan tes uraian. Data penelitian kemudian dianalisis menggunakan uji-t satu ekor dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa t_hitung=2,8794 dan ttabel = 1,6632 sehingga diperoleh nilai t_hitung>t_tabel berdasarkan hal tersebut H_0 ditolak. Hal ini berarti bahwa pemahaman konsep matematika siswa yang mengikuti pemanfaatan software matematika dalam model problem based learning lebih baik daripada pemahaman konsep matematika siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Dengan kata lain ada pengaruh positif pemanfaatan software matematika dalam model problem based learning terhadap pemahaman konsep matematika siswa.Kata Kunci : Software Matematika, Model Problem Based Learning, Pemahaman Konsep Matematika This study aimed to determine whether the mathematical conceptual understanding of students who learned by the utilization of mathematical software on problem based learning model was better than those who learned by the conventional learning. The study was a quasi-experiment and used a Post Test Only Control Group Research Design. The population of this research was the 10th grade students of mathematic and science SMA Negeri 4 Singaraja in the academic year 2014/2015. The samples of this research were class X MIA 1 and X MIA 2 which taken using random sampling technique. The data of this research was students mathematical conceptual understanding which collected by essay test and analyzed by using one tail independent t-test with significance level of 5%. The results showed that tscore = 2,8794 was greater than ttable = 1,6632. It means that the Null Hypothesis must be rejected. So, It can be concluded that the mathematical conceptual understanding of students who learned by the utilization of mathematical software on problem based learning model was better than those who learned by conventional learning. In the other words, there is a positive effect of the utilization of mathematical software on problem based learning model for the mathematical understanding concepts of studentskeyword : Mathematical Software, Problem Based Learning Model, Mathematical Conceptual Understanding
PENGARUH FREKUENSI PEMBERIAN TES FORMATIF TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 4 SINGARAJA Ni Luh Ita Darmayanti .; Dra. Gst. Ayu Mahayukti,M.Si .; Drs.I Putu Wisna Ariawan,M.Si .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.5984

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan hasil belajar matematika antara kelompok siswa yang diberikan tes formatif dengan frekuensi tinggi, sedang dan rendah serta untuk mengetahui hasil belajar matematika siswa yang diberikan tes formatif dengan frekuensi yang bagaimanakah dapat memberikan hasil belajar matematika terbaik. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Singaraja tahun ajaran 2014/2015. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik cluster sampling. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Post Test Only Control Group Design. Pada penelitian ini, hasil belajar matematika siswa yang diteliti yaitu pada ranah kognitif yang meliputi tingkatan pengetahuan, penalaran dan penerapan. Data hasil belajar matematika siswa diperoleh dengan menggunakan tes hasil belajar matematika yaitu berupa tes uraian. Skor tes hasil belajar matematika siswa dianalisis dengan menggunakan uji ANAVA satu jalur. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar matematika antara kelompok siswa yang diberikan tes formatif dengan frekuensi tinggi, sedang dan rendah. Kemudian dilanjutkan dengan uji lanjut ANAVA yaitu dengan uji Scheffe ̀. Hasil uji Scheffe ̀ menunjukkan bahwa hasil belajar matematika siswa yang diberikan tes formatif dengan frekuensi tinggi lebih tinggi daripada frekuensi sedang dan hasil belajar matematika siswa yang diberikan tes formatif dengan frekuensi sedang lebih tinggi daripada frekuensi rendah. Jadi, dapat disimpulkan bahwa frekuensi pemberian tes formatif memberikan pengaruh positif terhadap hasil belajar matematika siswa dan hasil belajar matematika siswa yang paling baik adalah kelompok siswa yang diberikan tes formatif dengan frekuensi tinggi.Kata Kunci : Frekuensi, Hasil Belajar Matematika, Tes Formatif This research is aimed to know whether there are differences in mathematics learning outcomes between the groups of students given formative tests with high frequency, medium and low and to know the result of students' mathematics learning outcomes given formative tests with how frequencies can provide the best mathematics learning outcomes. The population in this research was eight grade students of SMP Negeri 4 Singaraja in academic year 2014/2015. Sampling was done by cluster sampling technique. The research design used in this research is the Post Test Only Control Group Design. In this research, students' mathematics learning outcomes studied were in the cognitive domain that includes the level of knowledge, reasoning and application. The data of mathematics student learning outcomes obtained using math achievement test, formed of essay test given at last. Math achievement test scores of students were analyzed using ANOVA one lane. Hypothesis testing results show that there are differences in mathematics learning outcomes between the groups of students given formative tests with high frequency, medium and low. Then proceed with further test is to test Scheffe ANOVA. Scheffe test results showed that the students' mathematics learning outcomes given formative tests with high frequency higher than the frequency with medium frequency and mathematics student learning outcomes given formative test with medium frequency was higher than the low frequency. Thus, it can be concluded that the frequency of formative tests positive impact on learning outcomes of students' mathematics and the best mathematics student learning outcomes was a group of student given formative tests with high frequency.keyword : Frequency, Formative Test , Mathematics Learning Outcomes
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TREFFINGER TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA DITINJAU DARI KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA Ni Made Arri Sudani .; Dr. I Gusti Ngurah Pujawan,M.Kes .; Dra. Gst. Ayu Mahayukti,M.Si .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.5989

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh model pembelajaran Treffinger terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika ditinjau dari kemampuan berpikir kritis siswa. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan desain penelitian adalah Post Test Only Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 7 Singaraja tahun ajaran 2014/2015 dan sampel dari penelitian ini adalah semua siswa Kelas VIII yang diambil menggunakan teknik sampel sampling jenuh. Data kemampuan berpikir kritis siswa dikumpulkan melalui tes kemampuan berpikir kritis dan data kemampuan pemecahan masalah dikumpulkan melalui tes kemampuan pemecahan masalah matematika yang diberikan kepada siswa dalam bentuk tes uraian. Data hasil tes kemampuan pemecahan masalah matematika dianalisis menggunaan uji analisis varians dua jalur. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis diperoleh bahwa: (1) terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran Treffinger dengan siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran konvensional, (2) terdapat pengaruh interaksi antara pembelajaran (model Treffinger dan konvensional) dengan kemampuan berpikir kritis siswa terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika, (3) terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran Treffinger dengan siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran konvensional untuk siswa dengan kemampuan berpikir kritis tinggi, dan (4) terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran Treffinger dengan siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran konvensional untuk siswa dengan kemampuan berpikir kritis rendah.Kata Kunci : Model pembelajaran Treffinger, berpikir kritis, pemecahan masalah matematika This research aimed to investigate whether affect of Treffinger learning model to the way of mathematical problem solving ability from the critical thinking ability of the student. The research design which used in this research was the post-test only control group design. The population in this study was all students of Class VIII SMP Negeri 7 Singaraja in academic year 2014/2015 and sample was chosen by using saturated sample sampling technique. Critical thinking ability data were collected from critical thinking ability test and problem solving ability data were collected from problem solving ability test that given to students in the form of essay test. Data of mathematical problem solving ability were analyzed by using two way variant analyses. The results of hypothesis testing showed that: (1) there is difference of mathematical problem solving ability between the students who learned with Treffinger learning model and the students who learned with conventional learning, (2) there is the effect of the interaction between learning (Treffinger model and conventional) with critical thinking ability of students to the mathematical problem solving abilities, (3) there is difference of mathematical problem solving ability between the students who learned with Treffinger learning model and the students who learned with conventional learning for students with high critical thinking ability, and (4) there is difference of mathematical problem solving ability between the students who learned with Treffinger learning model and the students who learned with conventional learning for students with low critical thinking ability.keyword : Treffinger learning model, critical thinking ability, mathematical problem solving ability
PENGARUH PENILAIAN DIRI TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA KELAS VIII NON UNGGULAN SMP NEGERI 2 SINGARAJA Ni Putu Nitha Santari .; Dra. Gst. Ayu Mahayukti,M.Si .; Dr.I Wayan Sadra,M.Ed .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.6311

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pemahaman konsep matematika siswa yang mendapat pembelajaran dengan melakukan penilaian diri lebih baik daripada pemahaman konsep matematika siswa dengan pembelajaran konvensional. Desain penelitian yang digunakan adalah post-test only control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa Kelas VIII non unggulan SMP Negeri 2 Singaraja tahun ajaran 2015/2016. Pengambilan sampel ditentukan dengan teknik random sampling. Sampel dari penelitian ini adalah siswa kelas VIII 4 sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas VIII 3 sebagai kelompok kontrol. Data pemahaman konsep matematika siswa diperoleh melalui tes uraian sebanyak lima butir. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan uji-t. Dari hasil analisis data, diperoleh t-hitung = 2, 725 dan t-tabel= 1,993. Hal ini berarti t-hitung > t-tabel, sehingga dapat disimpulkan bahwa pemahaman konsep matematika siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran dengan melakukan penilaian diri lebih baik daripada pemahaman konsep matematika siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Dengan kata lain, penilaian diri berpengaruh positif terhadap pemahaman konsep matematika siswa kelas VIII non unggulan SMP Negeri 2 Singaraja.Kata Kunci : Penilaian diri, pembelajaran konvensional, pemahaman konsep matematika This research was aimed to know whether the students’ understanding of mathematical concepts who were taught by self-assessment was better than the students’ understanding of mathematical concepts with conventional learning. The design of the research was post-test only control group design. The population of this research consist of all regular eight grade studentsat SMP Negeri 2 Singaraja in academic year 2015/2016. Random sampling was used as technique to select the sample from that process, the students of VIII 4 class has been chosen as the experimental group and VIII 3 class as control group. The data of students’ understanding of mathematical concepts were collected through mathematical concepts understanding test that consist of five items. Then, the data was analysed by using one-tailed t-test. The result of data analysis obtained t-observation = 2,725 and t-table = 1,993. It means t-observation > t-table so it can be concluded that the mathematical conceptual understanding of studentswho were taught by self-assessment is better mathematical conceptual understanding of students with conventional learning. In other words, self-assessment give positive effect to mathematical conceptual understanding of students of regular eight grade SMP Negeri 2 Singaraja. keyword : Self-assessment, conventional learning, mathematical concepts understanding
PENGARUH STRATEGI ACTIVE KNOWLEDGE SHARING TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIKA SISWA KELAS VII NON UNGGULAN SMP NEGERI 6 SINGARAJA Putu Yulia Prawestri .; Dra. Gst. Ayu Mahayukti,M.Si .; Dra.Ni Nyoman Parwati,M.Pd .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 5 No. 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v5i2.8162

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh strategi active knowledge sharing terhadap kemampuan komunikasi matematika siswa. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII non unggulan SMP Negeri 6 Singaraja tahun ajaran 2015/2016. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling. Sampel pada penelitian ini adalah siswa kelas VII B5 sebagai kelas eksperimen dan VII B6 sebagai kelas kontrol. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah post-test only control group. Data kemampuan komunikasi matematika siswa dikumpulkan menggunakan tes kemampuan komunikasi matematika. Data dianalisis dengan menggunakan uji-t ekor kanan dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa t_hitung=3,2762 lebih besar dari nilai〖 t〗_tabel=2,0032, sehingga H_0 ditolak. Sehingga kemampuan komunikasi matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan strategi active knowledge sharing lebih tinggi daripada kemampuan komunikasi matematika siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Dengan demikian, penerapan pembelajaran dengan strategi active knowledge sharing memberikan pengaruh positif terhadap kemampuan komunikasi matematika siswa.Kata Kunci : kemampuan komunikasi matematika, strategi active knowledge sharing, pembelajaran konvensional. This objective of this research is to investigate the effect of active knowledge sharing strategy to students’ mathematical communication ability. The population were students seventh unseeded grade students of SMP Negeri 6 Singaraja in the academic year of 2015/2016. Sampling was done by cluster random sampling technique. The samples were students in VII B5 grade students as the experimental group and seventh B6 grade students as the control group. The research design used in this research is Post Test Only Control Group Design. Data of students’ mathematical communication ability were collected by using students’ mathematical communication ability test. This data were analyzed by using a one-tailed t-test with 5% level of significant. This research result show that t_calculate=3,2762 greater than 〖 t〗_table=2,0032, so that H_0 is diclined. So that students mathematical communication ability who studied using active knowledge sharing strategy was higher than those who studied using conventional learning. Thus active knowledge sharing strategy gives positive contribution toward the students mathematical communication ability.keyword : mathematical communication ability, active knowledge sharing strategy, conventional learning
PENGARUH STRATEGI ACTIVE KNOWLEDGE SHARING TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIKA SISWA KELAS VII NON UNGGULAN SMP NEGERI 6 SINGARAJA Putu Yulia Prawestri .; Dra. Gst. Ayu Mahayukti,M.Si .; Dra.Ni Nyoman Parwati,M.Pd .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 5 No. 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v5i2.8163

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh strategi active knowledge sharing terhadap kemampuan komunikasi matematika siswa. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII non unggulan SMP Negeri 6 Singaraja tahun ajaran 2015/2016. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling. Sampel pada penelitian ini adalah siswa kelas VII B5 sebagai kelas eksperimen dan VII B6 sebagai kelas kontrol. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah post-test only control group. Data kemampuan komunikasi matematika siswa dikumpulkan menggunakan tes kemampuan komunikasi matematika. Data dianalisis dengan menggunakan uji-t ekor kanan dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa t_hitung=3,2762 lebih besar dari nilai〖 t〗_tabel=2,0032, sehingga H_0 ditolak. Sehingga kemampuan komunikasi matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan strategi active knowledge sharing lebih tinggi daripada kemampuan komunikasi matematika siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Dengan demikian, penerapan pembelajaran dengan strategi active knowledge sharing memberikan pengaruh positif terhadap kemampuan komunikasi matematika siswa.Kata Kunci : kemampuan komunikasi matematika, strategi active knowledge sharing, pembelajaran konvensional. This objective of this research is to investigate the effect of active knowledge sharing strategy to students’ mathematical communication ability. The population were students seventh unseeded grade students of SMP Negeri 6 Singaraja in the academic year of 2015/2016. Sampling was done by cluster random sampling technique. The samples were students in VII B5 grade students as the experimental group and seventh B6 grade students as the control group. The research design used in this research is Post Test Only Control Group Design. Data of students’ mathematical communication ability were collected by using students’ mathematical communication ability test. This data were analyzed by using a one-tailed t-test with 5% level of significant. This research result show that t_calculate=3,2762 greater than 〖 t〗_table=2,0032, so that H_0 is diclined. So that students mathematical communication ability who studied using active knowledge sharing strategy was higher than those who studied using conventional learning. Thus active knowledge sharing strategy gives positive contribution toward the students mathematical communication ability.keyword : mathematical communication ability, active knowledge sharing strategy, conventional learning
PENGARUH PENDEKATAN PEMBELAJARAN METAPHORICAL THINKING BERBANTUAN SOAL-SOAL OPEN-ENDED TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS XI MIA SMA N 1 UBUD Ni Putu Sulastri .; Dra. Gst. Ayu Mahayukti,M.Si .; Prof. Dr.I Made Ardana,M.Pd .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 5 No. 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v5i2.8176

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang dibelajarkan dengan pendekatan pembelajaran metaphorical thinking berbantuan soal-soal open-ended lebih baik dibandingkan dengan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi eksperimen) yang menggunakan rancangan penelitian post-test only control group design yang dilakukan di SMA N 1 Ubud. Populasi dari penelitian ini adalah siswa Kelas XI MIA non unggulan tahun ajaran 2015/2016 yang berjumlah 192 siswa yang tersebar ke dalam 6 kelas. Kemudian dipilih 2 kelas sebagai sampel dengan teknik cluster random sampling untuk mendapatkan kelas eksperimen dan kelas kontrol, yang masing-masing terdiri dari 32 siswa. Data kemampuan pemecahan masalah matematika siswa diperoleh dari hasil post test yang berupa tes uraian. Tes yang digunakan adalah tes yang sudah diujicobakan dan dinyatakan valid serta reliabel. Berdasarkan analisis data yang dilakukan diperoleh t_hitung=2,9595 dan t_tabel=1,6698. Jika dibandingkan nilai t_hitung>t_tabel sehingga H_0 ditolak. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang dibelajarkan dengan pendekatan pembelajaran metaphorical thinking berbantuan soal-soal open-ended lebih baik dibandingkan dengan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensionalKata Kunci : pendekatan metaphorical thinking, soal open-ended, kemampuan pemecahan masalah matematika, pembelajaran konvensional This research aimed to investigate whether mathematics problem solving ability of the students who learned by metaphorical thinking approach combained open-ended tests better than the students who learned by conventional learning. This research was quasi experiment utilizing post-test only control group as its study design which was previously conducted at SMA N 1 Ubud. The populations of the research were MIA students of regular grade 11th in academic year 2015/2016. The total students getting involved were 192 students randomly taken from six classes. Then two classes were chosen as a sample by using cluster random sampling technique to get experiment class and control class that include 32 students every class. Students’ problem solving ability data was obtained from the result of post-test given as essay test. The applied test has been previously experimented, valid and reliable. Based on data analysis conducted, t_observed=2,9595 and t_(critical value)=1,6698 gained. Then, t_observed>t_(critical value) so that H_0 was rejected. It could be concluded that the students’ problem solving ability who learned by metaphorical thinking approach combained open-ended tests better than compared to with conventional learning. keyword : metaphorical thinking approach, open-ended test, math problem solving ability, conventional learning
Co-Authors ., Gede Yudi Sumertayasa ., Kadek Purna Bawa ., Ni Luh Sri Junantari ., Ni Made Mariyati ., Ni Made Yuli Antari ., Ni Putu Sulastri ., Ni Putu Urip Vidanti ., Ni Wayan Arisujati ., Putu Yulia Prawestri Adhiatma, Ida Bagus Kade Agus Putra Wijaya Apriliani, Kadek Linda Ardiyanti, N M D Arnaputri, Gusti Ayu Made Artayani, Ni Nyoman Tri Asih, Ni Made Astuti Auliya, Jihan Auliya, Jihan Budayana, I Made D. A. Wibowo Desak Made Ristia Kartika Dewi, Putu Kartika Djoko Waluyo, Djoko Dr. I Made Sugiarta, M.Si. . Dr.I Wayan Sadra,M.Ed . Drs.Djoko Waluyo,M.Sc . Eliska Juliangkary Gede Suweken Gede Yudi Sumertayasa . Gusti Ayu Made Arna Putri I Gst Agung Putu Wijaya I Gst Putu Sudiarta I Gusti Lanang Agung Edi Suteja . I Gusti Ngurah Pujawan I Gusti Nyoman Yudi Hartawan I Gusti Nyoman Yudi Hartawan, S.Si . I Gusti Putu Suharta I Kadek Edi Yudiana I M. Suarsana I Made Ardana I Made Candiasa I Made Suarsana I Made Suarsana I Nyoman Gita I Nyoman Sukajaya I PUTU PASEK SURYAWAN I Putu Wisna Ariawan I W Sadra I Wayan Agus Wirasa . I Wayan Agus Wirasa ., I Wayan Agus Wirasa I Wayan Edy Ari Suandana I Wayan Puja Astawa I.G.N Pujawan Jana, Padrul Juliangkary, Eliska K.G.D Yanti Kadek Linda Apriliani Kadek Purna Bawa . Kartika, Desak Made Ristia M.Pd S.T. S.Pd. I Gde Wawan Sudatha . Made Juniantari Made Radheva Ranindita Made Sudarmawa . Made Swandewi N M D Ardiyanti Ni Luh Cipta Sari Ni Luh Cipta Sari Ni Luh Ita Darmayanti . Ni Luh Ita Darmayanti ., Ni Luh Ita Darmayanti Ni Luh Putu Reysita Arianti Ni Luh Sri Junantari . Ni Made Arri Sudani . Ni Made Arri Sudani ., Ni Made Arri Sudani Ni Made Mariyati . Ni Made Sri Mertasari Ni Made Yuli Antari . Ni Nyoman Parwati Ni Pande Kadek Ayu Pratiwi Ni Putu Nitha Santari . Ni Putu Nitha Santari ., Ni Putu Nitha Santari Ni Putu Sulastri . Ni Putu Urip Vidanti Ni Putu Urip Vidanti . Ni Putu Urip Vidayanti Ni Wayan Arisujati . Nurul Hikmah Nyoman Tiya Martini . Nyoman Tiya Martini ., Nyoman Tiya Martini Pande Putu Gean Ramajaya Pratiwi, Ni Pande Kadek Ayu Prof. Dr.I Nengah Suparta,M.Si . Pujawan, I.G.N Putra, I Dewa Gede Limarta Yusadi Putri, Luh Hanny Arsana Putri, Ni Putu Ratih Diana Putu Kartika Dewi Putu Umi Kartika Dewi Putu Yulia Prawestri . Raphita Yanisari Silalahi Restiawan, I Made Aditya Natha Risma Damayanti, Ni Luh Putu Sadra, Wayan Sadra, Wayan Sariyasa . Sariyasa Sariyasa Suandana, I Wayan Edy Ari Sukrawan, Komang Agus Ari Swandewi, Made Vidanti, Ni Putu Urip Vidayanti, Ni Putu Urip Yanti, K.G.D yasa, Sari