Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PEMBELAJARAN KOLABORATIF BERBASIS MASALAH TERHADAP LITERASI MATEMATIKA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 SINGARAJA Ni Wayan Arisujati .; I Wayan Puja Astawa,S.Pd,M.Stat.Sci .; Dra. Gst. Ayu Mahayukti,M.Si .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 5 No. 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v5i2.8327

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah literasi matematika siswa yang mengikuti pembelajaran kolaboratif berbasis masalah lebih tinggi daripada literasi matematika siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Penelitian ini merupakan eksperimen semu dengan disain penelitian Post Test Only Control Group Design. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 1 Singaraja yang terdistribusi ke dalam 10 kelas. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster sampling yang mana terpilih masing-masing dua kelas pada kelas unggulan dan kelas non unggulan. Data literasi matematika siswa diperoleh menggunakan tes pilihan ganda. Data dianalisis menggunakan teknik uji-t satu ekor pada taraf signifikansi 5%. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa nilai thitung = 2,808 lebih dari nilai ttabel = 1,664 untuk sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Dengan kata lain, literasi matematika siswa kelas VII SMP Negeri 1 Singaraja yang mengikuti pembelajaran kolaboratif berbasis masalah lebih tinggi dari pada literasi matematika siswa kelas SMP Negeri 1 Singaraja yang mengikuti pembelajaran konvensional. Kata Kunci : Pembelajaran Kolaboratif berbasis masalah, literasi matematika, pembelajaran konvensional The puspose of this research was to find out whether the mathematic literacy of students who studied with collaborative problem based learning is higher than mathematics literacy of students who studied with convensional learning. This reaserch was a quasi experiment with Post Test Only Control Group Design using Matched Sunject. The population of this research were the students of grade 7 of SMP Negeri 1 Singaraja in academic year 2015/2016 that divided into ten classes. Two classes of each superior class and non supperior class were selected as sample taken by using cluster sampling technique. The data in this research, the mathematics literacy, were gathered by multiple choice test. The data were analyzed by using one tail t-test with significance level at 5%. The data analysis result showed that the value of t test thitung = 2,808 was greater than t-table = 1,664 so that the null hypothesis is rejected. The conclusion is the mathematics literacy of SMP Negeri 1 Singaraja students who studied with collaborative problem based learning is higher than that students who studied with conventional learning.keyword : Collaborative problem based learning, mathematics literacy, conventional learning.
PENINGKATAN HASIL DAN AKTIVITAS BELAJAR MATEMATIKA SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ARCS BERBANTUAN KARTU SOAL Ni Luh Sri Junantari .; Dra. Gst. Ayu Mahayukti,M.Si .; Prof. Dr. Phill.I Gst. Putu Sudiarta, M. .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v8i2.13094

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan menerapkan model pembelajaran ARCS berbantuan kartu soal, dengan subyek penelitian 32 orang siswa kelas XI IPS 2 SMA Laboratorium Undiksha Singaraja. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui (1) bagaimanakah model pembelajaran ARCS berbantuan kartu soal dapat meningkatkan hasil dan aktivitas belajar matematika siswa di kelas penelitian, (2) bagaimana tanggapan siswa dengan penerapan model pembelajaran ARCS berbantuan kartu soal. Penelitian ini dilaksanakan dalam 3 siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terjadi peningkatan ketuntasan hasil belajar matematika siswa dari 46,89% dengan rata-rata nilai 65,38 menjadi 78,13% dengan rata-rata nilai 80,63 dari nilai KKM matematika 77 dan nilai maksimum 100. Rata-rata skor aktivitas belajar matematika meningkat dari 23,31 menjadi 34,1 dengan skor maksimum 45. Pembelajaran dengan ARCS berbantuan kartu soal meningkatkan ketertarikan siswa terhadap pembelajaran sehingga meningkatkan indikator pemahaman pada hasil belajar dan indikator visual dan writing activities pada aktivitas belajar matematika, kepercayaan diri dan kepuasaan siswa terhadap pembelajaran meningkatkan indikator pemahaman dan analisis pada hasil belajar serta oral activities pada aktivitas belajar serta menghubungkan materi dengan kebutuhan dan situasi siswa meningkatkan indikator penerapan pada hasil belajar dan visual dan listening activities pada aktivitas belajar matematika siswa, (2) tanggapan siswa terhadap penerapan model pembelajaran ARCS berbantuan kartu soal berada dalam kategori positif dengan rata-rata skor tanggapan siswa adalah 39,03 dari skor maksimum 50. Hasil ini menunjukkan model pembelajaran ARCS berbantuan kartu soal dapat meningkatkan hasil dan aktivitas belajar matematika siswa kelas penelitian.Kata Kunci : Aktivitas, ARCS, hasil, kartu soal This research was classroom action research is done by applying the ARCS learning model with excersice card with research subjects of 32 students of class XI IPS 2 Laboratorium Undiksha Singaraja high school. This research aimed at examining (1) how ARCS model with problem cards can improve student's mathematics learning achievement and activities in the research class, (2) how students respond with the application of ARCS learning model with problem card. This study was conducted in 3 cycles. The results showed that: (1) there was an increase in the completeness of the students' mathematics learning outcomes from 46.89% with an average score of 65.38 to 78.13% with an average score of 80.63 from the value of mathematics KKM 77 and a maximum value of 100. Average score of learning activity of mathematics increased from 23,31 to 34,1 with maximum score is 45. Learning with ARCS assisted by problem card about increasing student's interest toward learning so as to improve understanding indicator on learning result and visual indicator and writing activity on learning activity of mathematics , Self-confidence and student's satisfaction on learning improve indicator of understanding and analysis on learning outcomes and oral activities on learning activities as well as linking materials to the needs and situations of students improving indicators of implementation on learning outcomes and visuals and listening activities on student learning activities in mathematics, (2) Students' responses to the application of the learner model An ARCS card-assisted card problem was in the positive category with the average score of students' responses was 39.03 from the maximum score of 50. This result shows the ARCS model assisted by the problem card can improve the learning outcomes and learning activities of the students in the research class.keyword : achievement, activity, ARCS, problem card
PENGARUH MODEL RECIPROCAL TEACHING TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DITINJAU DARI KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 KEDIRI Ni Made Yuli Antari .; Dra. Gst. Ayu Mahayukti,M.Si .; Prof. Dr. I Made Ardana, M.Pd. .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v8i2.13113

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pengaruh model Reciprocal Teaching terhadap prestasi belajar matematika ditinjau dari kemampuan berpikir kritis siswa kelas X SMA Negeri 1 Kediri tahun pelajaran 2015/2016. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 1 Kediri sebanyak 472 siswa. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling yang mana sebanyak 4 kelas terpilih sebagai sampel dengan total sampel 72 siswa. Penelitian ini dikategorikan sebagai penelitian semu dengan desain penelitian menggunakan factorial design. Dalam penelitian ini data yang diperlukan adalah data tentang kemampuan berpikir kritis dan prestasi belajat matematika. Data tentang kemampuan berpikir kritis diperoleh melalui tes kemampuan berpikir kritis dan data prestasi belajar matematika diperoleh melalui tes prestasi belajar matematika. Data dianalisis secara deskriptif dan untuk pengujian hipotesis digunakan analisis varians (ANAVA) dua jalur melalui uji F. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) prestasi belajar matematika antara siswa yang pembelajarannya menggunakan model Reciprocal Teaching lebih baik dari siswa yang pembelajarannya menggunakan pembelajaran konvensional ditinjau dari kemampuan berpikir kritis. F_(A Hit)=12,315 , sedangkan F_Tab=3,982, dan rata-rata skor prestasi belajar matematika pada siswa yang pembelajarannya menggunakan model Reciprocal Teaching lebih tinggi daripada siswa yang pembelajarannya menggunakan pembelajaran konvensional (X ̅_A1=70,61>X ̅_A2=62,44); (2) terdapat interaksi antara pembelajaran (model Reciprocal Teaching dan konvensional) dan kemampuan berpikir kritis terhadap prestasi belajar matematika (F_(AB Hit)=67,438X ̅_A2=62,44); (2) there is interaction between the learnings (Reciprocal Teaching and conventional) and critical thinking ability to mathematical achievement (F_(AB Hit)=67,438
PENGARUH PENGGUNAAN KARTU PETUNJUK DALAM MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA Made Swandewi; I Gusti Ayu Mahayukti; I Nyoman Sukajaya
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 9 No. 1 (2018)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v9i1.19883

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan kartu petunjuk lebih baik daripada kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMAN 1 Sawan tahun ajaran 2016/2017 sebanyak 212 orang yang tersebar ke dalam 8 kelas. Dua kelas diambil sebagai sampel dengan teknik cluster random sampling. Salah satu kelas yang dipilih secara random digunakan sebagai kelompok eksperimen dan yang lainnya sebagai kelompok kontrol. Desain penelitian yang digunakan adalah post test only control group design. Data skor kemampuan pemecahan masalah matematika siswa diperoleh melalui tes kemampuan pemecahan masalah matematika. Hasil uji normalitas dan homogenitas varians menunjukkan bahwa skor berdistribusi normal dan tidak memiliki perbedaan varians. Data dianalisis dengan menggunakan uji-t satu ekor dengan taraf signifikansi 5%. Hasil dari analisis data menunjukkan bahwa nilai dari thitung = 2,675 lebih dari ttabel = 1,6788, ini berarti H0 ditolak. Artinya pada taraf signifikansi 5%, kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas X SMAN 1 Sawan yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan kartu petunjuk lebih baik daripada kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional.Kata kunci: model pembelajaran Problem Based Learning, kartu petunjuk, kemampuan pemecahan masalah matematika
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PENALARAN DAN PEMECAHAN MASALAH (MP3M) TERHADAP KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 6 SINGARAJA Kadek Linda Apriliani; I Made Ardana; Gusti Ayu Mahayukti
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 9 No. 1 (2018)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v9i1.19889

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan Model Pembelajaran Penalaran dan Pemecahan Masalah (MP3M) terhadap kemampuan pemahaman konsep matematika siswa. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII non unggulan SMP Negeri 6 Singaraja tahun ajaran 2016/2017 yang berjumlah 293 orang yang tersebar ke dalam 10 kelas. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling. Sampel pada penelitian ini adalah siswa kelas VIII B9 sebagai kelas kontrol dan VIII B7 sebagai kelas eksperimen. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah post test only control group. Data kemampuan pemahaman konsep matematika siswa dikumpulkan menggunakan tes kemampuan pemahaman konsep matematika. Data dianalisis dengan menggunakan uji-t ekor kanan dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  lebih dari nilai = , sehingga  ditolak. Ini berarti kemampuan pemahaman konsep matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan Model Pembelajaran Penalaran dan Pemecahan Masalah (MP3M) lebih baik daripada kemampuan pemahaman konsep matematika siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Dengan demikian, penerapan pembelajaran dengan Model Pembelajaran Penalaran dan Pemecahan Masalah (MP3M) memberikan pengaruh positif terhadap kemampuan pemahaman konsep matematika siswa.Kata kunci: konsep, MP3M, pembelajaran, penalaran
PERSEPSI MAHASISWA MENGENAI PERKULIAHAN DARING KALKULUS DIFERENSIAL DI MASA PANDEMI COVID-19 Putu Kartika Dewi; Desak Made Ristia Kartika; Gusti Ayu Mahayukti; Gusti Ayu Made Arnaputri
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 12 No. 1 (2021): Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v12i1.33466

Abstract

Pembelajaran daring merupakan solusi pelaksanaan pendidikan di masa pandemi Covid-19 untuk mencegah penyebaran virus Corona baru. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis persepsi mahasiswa terhadap pembelajaran daring pada mata kuliah kalkulus diferensial pada masa pandemi Covid-19. Hal ini penting untuk dijadikan pertimbangan dalam mempersiapkan pembelajaran daring di masa yang akan datang. Responden penelitian ini adalah 97 mahasiswa S1 Pendidikan Matematika Universitas Pendidikan Ganesha tahun ajaran 2021/2020. Data dikumpulkan dengan kuisioner, wawancara, observasi, dan dokumentasi perkuliahan. Data dianlisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya belajar sebagian besar mahasiswa adalah audio visual, oleh karena itu pembelajaran dengan video conference lebih diminati dibandingkan dengan percakapan grup Whatsapp. Kendala utama dalam pelaksanaan pembelajaran daring adalah buruknya koneksi internet. Dalam kondisi demikian, pembelajaran dengan percakapan grup Whatsapp merupakan alternatif yang baik. Untuk pelaksanaan pembelajaran daring ke depannya, mahasiswa menyarankan dosen untuk memperbanyak video pembelajaran, agar mahasiswa dapat menyimak penjelasan materi secara berulang-ulang.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS SISWA MELALUI PENERAPAN PENDEKATAN METAPHORICAL THINKING K.G.D Yanti; I.G.N Pujawan; G.A Mahayukti
Jurnal IKA Vol. 16 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ika.v16i2.19828

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan peningkatan kemampuan penalaran matematis  siswa melalui penerapan pendekatan metaphorical thinking, dan (2) mengetahui tanggapan siswa terhadap penerapan pendekatan metaphorical thinking. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IX D SMP Negeri 3 Sukasada sebanyak 30 orang. Data kemampuan penalaran matematis siswa dikumpulkan menggunakan tes kemampuan penalaran matematis bentuk uraian dan tanggapan siswa dikumpulkan menggunakan angket. Masing-masing instrumen telah divalidasi oleh pakar. Data yang terkumpul kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan penalaran matematis siswa mengalami peningkatan. Rata-rata nilai sebesar 45,83 pada siklus I meningkat  menjadi 64,77 pada siklus II dan 77,67 pada siklus III. Demikian pula ketuntasan belajar siswa sebesar 30% pada siklus I meningkat menjadi 63,33% pada siklus II dan 80% pada siklus III. Peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa  terjadi karena: (1) siswa terlatih untuk menghubungkan konsep-konsep  matematika  dengan  konsep-konsep  yang  telah  dikenalnya dalam kehidupan sehari-hari; (2) siswa terbiasa menggunakan analogi-analogi, sehingga ingatan terhadap suatu konsep akan semakin lama; dan (3) siswa terlatih untuk aktif dalam memahami konsep dengan menyelesaikan LKS bersama kelompok. Selain itu, tanggapan siswa terhadap pendekatan yang diterapkan berada pada kategori positif, hal tersebut ditunjukkan dari rata-rata skor tanggapan siswa sebesar 59,23.
EVALUASI PROSES PEMBELAJARAN MATEMATIKA SECARA DARING DI SMAN KOTA SINGARAJA N M D Ardiyanti; G A Mahayukti; I M Sugiarta
Jurnal IKA Vol. 18 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ika.v18i2.30080

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengkaji proses pembelajaran matematika secara daring di SMAN Kota Singaraja, diukur dari variabel konteks, input, proses dan produk. Penelitian ini termasuk jenis penelitian studi evaluasi. Sebagai subjek dalam penelitian ini adalah guru matematika kelas X yang berjumlah 5 orang dan siswa kelas X di SMAN 2 Singaraja dan SMAN 4 Singaraja yang berjumlah 194 orang. Data yang dikumpulkan melalui kueioner sebagai instrumen utama, wawancara dan data studi dokumentasi sebagai instrument pendukung. Teknik analisis data secara deskriptif kuantitatif dengan memakai rumus z-skor yang kemudian di ubah ke dalam t-skor. Hasil z-skor dikonversikan ke dalam kuadran prototype teori Glickman. Hasil analisis data menunjukkan, dari siswa menjelaskan komponen konteks bernilai +, input -, proses -, dan produk -. Berdasarkan prototype Glickman, proses pembelajaran matematika secara daring bagi siswa di SMAN Kota Singaraja berada di kuadran III yang tergolong kurang efektif. Guru menyatakan komponen konteks bernilai +, input +, konteks – dan input +. Berdasarkan prototype Glickman, proses pembelajaran matematika secara daring bagi guru di SMAN Kota Singaraja berada di kuadran II yang tergolong efektif. Berdasarkan temuan tersebut dapat disimpulkan proses pembelajaran matematika secara daring di SMAN Kota Singaraja bagi siswa tergolong kurang efektif dan bagi guru tergolong efektif ditinjau dari segi variabel konteks, input, proses dan produk
PENGGUNAAN JURNAL MINGGUAN BERMUATAN CONTOH MISKONSEPSI DAN SOAL TERMODIFIKASI UNTUK MENINGKATKAN DAYA MATEMATIK SISWA GA Mahayukti; I Made Suarsana; I Gst Agung Putu Wijaya
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakHasil pencatatan dokumen di SMKN 2 Singaraja menunjukkan bahwa secara kuantitatif rata-rata prestasi belajar matematika siswa masih dibawah 6,0, guru kurang kreatif dalam menyiapkan alat bantu pembelajaran/jurnal, guru belum mengatasi rendahnya aktivitas belajar siswa dan miskonsepsi siswa, dan terabaikannya daya matematik. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) meningkatkan aktivitas belajar siswa melalui penerapan pembelajaran realistik berbantuan jurnal mingguan bermuatan contoh miskonsepsi dan soal termodifikasi, 2) meningkatkan daya matematik siswa dan 3) meningkatkan prestasi belajar siswa.Data penelitian dikumpulkan dengan lembara observasi, jurnal dan tes. Data tersebut selanjutnya dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas belajar siswa pada siklus I berada pada kategori cukup dan pada siklus II dan III pada kategori yang sama yakni tinggi, Daya matematik pada siklus I dan II berada pada kategori yang sama yakni cukup, sedangkan pada siklus III ada peningkatan yakni pada kategori baik, prestasi belajar siswa naik dari siklus ke siklus. Dengan demikian, penerapan pembelajaran realistik berbantuan jurnal mingguan bermuatan contoh miskonsepsi dan soal termodifikasi dapat meningkatkan daya matematik siswa.
KONTRIBUSI KECERDASAN SPASIAL DAN KEMANDIRIAN BELAJAR TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA SMA NEGERI DI KECAMATAN BULELENG I G A Mahayukti; D. A. Wibowo; I W Sadra
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2015: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi kecerdasan spasial dan kemandirian belajar terhadap pemahaman konsep matematika siswa. Populasi dari penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Negeri di Kecamatan Buleleng sebanyak 1372 orang. Sampel ditentukan dengan teknik simple random sampling, dan didapatkan ukuran sampel 300 orang. Data dikumpulkan dengan tes kecerdasan spasial, angket kemandirian belajar, dan tes pemahaman konsep pada materi program linear, kemudian dianalisis menggunakan analisis regresi linear sederhana dan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa kecerdasan spasial siswa tergolong cukup baik dengan rata-rata skor 67,2. Kemandirian belajar siswa tergolong baik dengan rata- rata skor 73,9. Pemahaman konsep matematika siswa pada materi program linear tergolong cukup dengan rata-rata skor 62,0. Selanjutnya, (1) kontribusi kecerdasan spasial terhadap pemahaman konsep matematika siswa pada materi program linear sebesar 36,6%. (2) kontribusi kemandirian belajar siswa terhadap pemahaman konsep matematika siswa pada materi program linear sebesar 11,6%. (3) kecerdasan spasial dan kemandirian belajar siswa secara simultan berkontribusi terhadap pemahaman konsep matematika siswa untuk materi program linear sebesar 42,8%.Kata-kata kunci : kecerdasan spasial, kemandirian belajar, pemahaman konsep, program linearAbstractThe main purpose of this research was to know the contribution of spatial intelligence and self-directed learning toward understanding of mathematic concepts. The population of this research was eleven grade of senior high school students in Buleleng sub-district as many as 1372 students. Simple random sampling technique was used to determine the sample of this research, which altogheter 300 students. Data was collected by spatial intelligence test, self-directed learningquestionnaire, and understanding of mathematic concepts in a linear program material test. Data was analyzed by simple linear regression analysis and multiple linear regression analysis. The result indicate that the students spatial intelligence was classified enough level with an average score of 67,2. The students self-directed learning was classified good level with an average score of 73,9. The students understanding of mathematic concepts in a linear program material was classified enough level with an average score of 62,0. Then (1) the contribution spatial intelligence of toward understanding of mathematic concepts in a linear program material is 36,6%. (2) the contribution of self-directed learning toward understanding of mathematic concepts in a linear program material11,6%. (3) spatial intelligence and self- directed learningcontributing simultaneously and significantly toward understanding of mathematic concepts in a linear program material by 42,8%.Keywords: spatial intelligence, self-directed learning, understanding of concepts, linear program
Co-Authors ., Gede Yudi Sumertayasa ., Kadek Purna Bawa ., Ni Luh Sri Junantari ., Ni Made Mariyati ., Ni Made Yuli Antari ., Ni Putu Sulastri ., Ni Putu Urip Vidanti ., Ni Wayan Arisujati ., Putu Yulia Prawestri Adhiatma, Ida Bagus Kade Agus Putra Wijaya Apriliani, Kadek Linda Ardiyanti, N M D Arnaputri, Gusti Ayu Made Artayani, Ni Nyoman Tri Asih, Ni Made Astuti Auliya, Jihan Auliya, Jihan Budayana, I Made D. A. Wibowo Desak Made Ristia Kartika Dewi, Putu Kartika Djoko Waluyo, Djoko Dr. I Made Sugiarta, M.Si. . Dr.I Wayan Sadra,M.Ed . Drs.Djoko Waluyo,M.Sc . Eliska Juliangkary Gede Suweken Gede Yudi Sumertayasa . Gusti Ayu Made Arna Putri I Gst Agung Putu Wijaya I Gst Putu Sudiarta I Gusti Lanang Agung Edi Suteja . I Gusti Ngurah Pujawan I Gusti Nyoman Yudi Hartawan I Gusti Nyoman Yudi Hartawan, S.Si . I Gusti Putu Suharta I Kadek Edi Yudiana I M. Suarsana I Made Ardana I Made Candiasa I Made Suarsana I Made Suarsana I Nyoman Gita I Nyoman Sukajaya I PUTU PASEK SURYAWAN I Putu Wisna Ariawan I W Sadra I Wayan Agus Wirasa . I Wayan Agus Wirasa ., I Wayan Agus Wirasa I Wayan Edy Ari Suandana I Wayan Puja Astawa I.G.N Pujawan Jana, Padrul Juliangkary, Eliska K.G.D Yanti Kadek Linda Apriliani Kadek Purna Bawa . Kartika, Desak Made Ristia M.Pd S.T. S.Pd. I Gde Wawan Sudatha . Made Juniantari Made Radheva Ranindita Made Sudarmawa . Made Swandewi N M D Ardiyanti Ni Luh Cipta Sari Ni Luh Cipta Sari Ni Luh Ita Darmayanti . Ni Luh Ita Darmayanti ., Ni Luh Ita Darmayanti Ni Luh Putu Reysita Arianti Ni Luh Sri Junantari . Ni Made Arri Sudani . Ni Made Arri Sudani ., Ni Made Arri Sudani Ni Made Mariyati . Ni Made Sri Mertasari Ni Made Yuli Antari . Ni Nyoman Parwati Ni Pande Kadek Ayu Pratiwi Ni Putu Nitha Santari . Ni Putu Nitha Santari ., Ni Putu Nitha Santari Ni Putu Sulastri . Ni Putu Urip Vidanti Ni Putu Urip Vidanti . Ni Putu Urip Vidayanti Ni Wayan Arisujati . Nurul Hikmah Nyoman Tiya Martini . Nyoman Tiya Martini ., Nyoman Tiya Martini Pande Putu Gean Ramajaya Pratiwi, Ni Pande Kadek Ayu Prof. Dr.I Nengah Suparta,M.Si . Pujawan, I.G.N Putra, I Dewa Gede Limarta Yusadi Putri, Luh Hanny Arsana Putri, Ni Putu Ratih Diana Putu Kartika Dewi Putu Umi Kartika Dewi Putu Yulia Prawestri . Raphita Yanisari Silalahi Restiawan, I Made Aditya Natha Risma Damayanti, Ni Luh Putu Sadra, Wayan Sadra, Wayan Sariyasa . Sariyasa Sariyasa Suandana, I Wayan Edy Ari Sukrawan, Komang Agus Ari Swandewi, Made Vidanti, Ni Putu Urip Vidayanti, Ni Putu Urip Yanti, K.G.D yasa, Sari