Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS QUALITY CONTROL UNTUK MENGURANGI JUMLAH WASTE (NOT GOOD) PADA PRODUK SINGLE LASER 5.6 DENGAN MENGGUNAKAN METODE FAULT TREE ANALYSIS (FTA) DAN JUGA FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS (FMEA) DI PT. SHARP SEMICONDUCTOR INDONESIA Perdana HM, Muhammad Arief; Suliantoro, Hery
Industrial Engineering Online Journal Vol 13, No 3 (2024): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2024
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK PT. Sharp Semiconductor Indonesia merupakan salah satu perusahaan manufaktur multinasional yangbergerak di bidang industri semikonduktor. Berdasarkan data yang penulis dapatkan, yaitu data produksi padabulan Oktober 2021 – Desember 2021. PT. Sharp Semiconductor Indonesia memiliki permasalahan terkaitkualitas (output produk) yaitu pada produk Single Laser 5.6. Pada produk tersebut selama bulan Oktober 2021 –Desember 2021 terdapat defect produk (produk not good) sebanyak 578 buah (7%) dari total produksi yaitusebanyak 7.419 buah (100%) yang dimana angka tersebut masih tergolong tinggi. Jenis defect yang terdapat padaproduksi produk Single Laser 5.6 tersebut adalah Dust, Glass Dirt, Kaki Bengkok, LD Dirt, Cap NG, dan lainsebagainya. Oleh karena itu, pada masalah defect atau produk not good ini perlu dilakukan adanya perbaikan dengan tujuan untuk mengoptimalkan kualitas pada produk Single Laser 5.6 tersebut. Berdasarkan hasil analisayang dilakukan dengan menggunakan pareto chart maka dari 6 defect tersebut terdapat 4 jenis defect dengan totalpersentase kumulatif berada di angka 80% yaitu defect LD Dirt dengan bobot sebesar 24,39%, defect Dust sebesar21,28%, defect Glass Dirt sebesar 19,90%, dan defect Kaki Bengkok sebesar 18,86%, sehingga perbaikan utamadifokuskan pada keempat jenis defect tersebut. Berdasarakan analisa dari metode FTA (Fault Tree Analysisi)maka akar penyebab masalah dari defect LD Dirt, Dust, Glass Dirt, dan Kaki Bengkok dipengaruhi oleh beberapafaktor yaitu man, machine, dan material. Adapun usulan perbaikan yang dapat dilakukan untuk melakukan prosesperbaikan defect LD Dirt, Dust, Glass Dirt, dan Kaki Bengkok berdasarkan RPN (Risk Priority Number) terbesardari hasil analisa FMEA (Failure Mode and Effect Analysis) adalah usulan perbaikan defect LD Dirt yaitumelakukan pembersihan secara rutin pada mesin proses assembly, usulan perbaikan defect Dust yaitu melakukanpengawasan terhadap kelengkapan pakaian operator di lantai produksi, usulan perbaikan defect Glass Dirt yaitumelakukan sosialisasi work instruction yang benar kepada para operator, dan usulan perbaikan defect Lead Bend(Kaki Bengkok) yaitu memberikan training (pelatihan) secara rutin kepada operator.Kata Kunci: Kualitas, Single Laser 5.6, FTA, dan FMEA
Evaluasi Efektivitas dalam Produksi Kokas dengan Menggunakan Metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) Studi Kasus : Coke Oven Plant PT Krakatau Steel (Persero) Tbk) Samosir, Andi; Suliantoro, Hery
Industrial Engineering Online Journal Vol 13, No 2 (2024): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2024
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT Krakatau Steel (Persero) Tbk merupakan Perusahaan BUMN yang bergerak di bidang produksi baja. Coke OvenPlant pada PT Krakatau Steel (Persero) Tbk merupakan fasilitas yang memproduksi kokas untuk digunakan sebagaibahan bakar pada proses pembakaran di Blast Furnace yang membuat Hot Rolled Wire. Masalah umum yang seringdijumpai di lantai produksi adalah mesin produksi tidak beroperasi dengan baik sehingga mempengaruhi proseslainnya, Salah satu metode pengukuran kinerja dan efektivitas mesin yang digunakan adalah Overall EquipmentEffectiveness (OEE) yang kemudian dilanjutkan dengan pengukuran OEE six big losses dan dari faktor six big lossestersebut dicari faktor terbesar yang mengakibatkan rendahnya efisiensi. Metode OEE merupakan metode pengukuransuatu tingkat efektivitas pemakaian suatu mesin atau peralatan pada perusahaan. Metode ini tediri dari tiga faktorutama yang saling berhubungan yaitu Avaibility (ketersediaan), Performance (kemampuan) dan Quality (kualitas).Hasil perhitungan OEE akan mengidentifikasi kondisi penggunaan mesin yang tidak efektif dan efisien mengakibatkanrendahnya produktivitas mesin dan menimbulkan kerugian bagi perusahaan. Selain itu, dapat mendeteksikejanggalan-kejanggalan yang mungkin terjadi pada periode selanjutnya sehingga bisa dilakukan perbaikan secepatmungkin untuk kedepannya dan dilakukan penjadwalan pemeliharan mesin untuk pencegahan breakdown yang terjadidalam proses produksi. Kata kunci: Produksi, Overall Equipment Effectiveness, Six Big Losses
PENGGUNAAN METODEiSIX SIGMA DALAMiPENGENDALIANiKUALITAS PRODUKiSEPATU NIKE PADA DEPARTEMEN ASSEMBLY (Studi Kasus: PT Pratama Abadi Industri) Ulfah, Fanny; Suliantoro, Hery
Industrial Engineering Online Journal Vol 12, No 1 (2023): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2023
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakDunia industri saat ini sedang berkembang, yang mana telah meningkatkan daya saing di dalam dunia industri itu sendiri, khususnya pada industri pembuatan sepatu. PT. Pratama Abadi Industri, perusahaan yang memproduksi sepatuiolahraga NIKE, bermasalah dengan kualitas. Secara khusus, masih banyak kekurangan dalam proses produksi departemen assembly. Berdasarkaniperhitungan nilaiirata-rata DPMO (defectsiper millioniopportunities) dan nilaiirata-rata sigmaipada bulan Oktober – Desember 2020 berturutturutisebesar 17923,14 dan 3.5987. Indeks kapabilitas proses (Cpk) produksinya sebesar 0,69936. Tujuan dari penelitian iniiadalahimenurunkan jumlah defect pada produksi sepatu departemen assembly PT Pratama Abadi Industri denganimenggunakan Sixisigma melaluiitahapan Define,iMeasure,iAnalyze, Improve,idaniControl (DMAIC). Saran perbaikanidianalisis menggunakan fishbone diagram.Kata kunci: Defect, DMAIC, Sport Shoes, Six sigmaAbstractThe industrial world is currently developing, which has increased competitiveness in the industrial world itself, especially in the shoe manufacturing industry. PT. Pratama Abadi Industri, a company that manufactures NIKE sports shoes, has a problem with quality. In particular, there are still many deficiencies in the assembly process of the production department. Based on the calculation of the average DPMO value (defects per million opportunities) and the average sigma value in October - December 2020, respectively, 17923.14 and 3.5987. Its production process capability index (Cpk) is 0.69936. The purpose of this research is to reduce the number of defects in the shoe production assembly department of PT Pratama Abadi Industri by using Six sigma through the Define, Measure, Analyze, Improve, and Control (DMAIC) stages. Suggestions for improvement are analyzed using a fishbone diagram.Keywords: Defect, DMAIC, Sport Shoes, Six sigma
ANALISIS EFESIENSI KERJA PADA MESIN PEMBENTUK PIPA MESIN F MENGGUNAKAN METODE OEE(OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS) UNTUK MENGETAHUI PENYEBAB GAP YANG TERJADI DI PT RAJA BESI SEMARANG Wicaksono, Wahyu Agung; Suliantoro, Hery
Industrial Engineering Online Journal Vol 12, No 1 (2023): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2023
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakGAP adalah suatu jarak antara target dengan kenyataan, dalam kasus ini GAP yang dimaksud adalah jarak antara kapasitas mesin dengan output mesin yang terjadi. Pada PT Raja Besi Semarang,dimana kapasitas produksi dari mesin pipa F pada PT Raja besi sangat tidak sesuai dengan apa yang bisa dikeluarkan oleh mesin pipa F. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apa saja penyebab GAP itu terjadi serta apa saja yang bisadilakukan perbaikan. Cara agar kita bisa mengetahui penyebab apa saja yang menyebabkan terjadinya GAP kita bisa melakukan tinjauan lapangan langsung,melihat terjadinya GAP maka dilakukan perhitungan dengan OEE(Overall Equipment Effectiveness), metode ini dapat dilakukan jika kita mendapatkan apa saja permasalahan yang terjadi di perusahaan itu. Dilakukanlah perhitungan untuk menentukan performance, availability serta quality yang akan menjadi penentu nilai dari OEE.Setelah dilakukan perhitungan didapatkan nilai OEE dan performance,availability quality, yaitu57%,58%,100% dan 99% dan setelah dilakukan perbaikan beberapa faktor yang diperbaiki dengan hasil 70%,71%,100 % dan 99%. Hasil penelitian menunjukan bahwa mengurangi waktu tunggu yang terjadi.Kata kunci : OEE,Performance, Availabillity, Quality, GAP.AbstractGAP is a distance between the target and reality, in this case the GAP in question is the distance between the engine capacity and the engine output that occurs. At PT Raja Besi Semarang, where the production capacity of the F pipe machine at PT Raja Besi is very not in accordance with what can be issued by the F pipe machine. The purpose of this study is to find out what causes GAP to occur and what can be done repair. The way we can find out what causes GAP we can do a direct field review, see some of the causes. After getting some of the problems that cause GAP to be calculated, OEE (Overall Equipment Effectiveness) is calculated, this method can be done if we get whatever problems occur in the company. Calculations are carried out to determine the performance, availability and quality that will determine the value of OEE. After calculation, OEE and performance values are obtained, availability quality, ie 57%, 58%, 100% and 99% and after improvement some factors are improved with the results 70%, 71%, 100% and 99%. The results of the study show that reducing the waiting time that occurs. Keyword:OEE,Performance,Availabillity,Quality,GAP
ANALISIS PENENTUAN KRITERIA DAN SUBKRITERIA EKSPEDISI DOUGH ROTI DENGAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) PADA PT ABC Yosephyn, Putri; Suliantoro, Hery
Industrial Engineering Online Journal Vol 13, No 4 (2024): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2024
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakProses distribusi merupakan suatu bagian penting dalam manajemen rantai pasok yang tidak hanyaberperan dalam menyalurkan produk dari produsen ke pelanggan, tetapi juga memastikan kualitas produktetap terjaga dengan baik hingga sampai ke pelanggan. Proses distribusi berpengaruh besar terhadapkualitas produk, terutama produk dengan jangka waktu konsumsi tertentu, seperti produk makanan. PTABC merupakan suatu perusahaan produsen roti. PT ABC mengalami penurunan kualitas dough roti padaproses pengirimannya. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi dan menganalisis kriteria dansubkriteria pengiriman yang memengaruhi kualitas adonan roti pada PT ABC. Penelitian ini menggunakanmetode Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk memperoleh prioritas kriteria dan subkriteria terhadapperformansi ekspedisi adonan roti. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa prioritas kriteria ekspedisiadalah kriteria kualitas pengiriman (bobot penilaian 0,444), layanan (bobot penilaian 0,305), biaya (bobotpenilaian 0,145), dan fleksibilitas (bobot penilaian 0,106). Hasil pengolahan data juga menunjukkanprioritas subkriteria kualitas pengiriman adalah penanganan produk, pengiriman tepat waktu, dan fasilitaspengiriman.Kata kunci: Analytical Hierarchy Process; ekspedisi; rantai pasok manajemen Abstract[Analysis of Criteria and Sub-criteria of Bread Dough Expedition with Analytical Hierarchy Process atPT ABC] Distribution is an important process in supply chain management, not only in allocating productsfrom the producer to customers, but also ensuring product quality is well-maintained until it reaches thecustomers. Distribution process has a major influence on product quality, especially products with a specificconsumption period, such as food products. PT ABC is a company that produces bread. PT ABC experienceda decrease in bread dough quality that occured in the delivery process. This research aims to identify andanalyze the delivery criteria and sub-criteria that affect the quality of bread dough at PT ABC. AnalyticalHierarchy Process (AHP) is used to obtain priority of criteria and sub-criteria towards the performance ofdough expedition. The results of this research show priority criteria for expedition’s performance, such asdelivery quality (0,444), service (0,305), delivery cost (0,145), and flexibility (0,106). The calculation resultsalso show priority sub-criteria of delivery quality are product handling, on-time delivery, and deliveryfacilities.Keywords: Analytical Hierarchy Process; expedition; supply chain management
EVALUASI PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU FORMALIN DAN RESIN PADA PT INTANWIJAYA INTERNASIONAL Tbk Junaidi, Selvrida Eka; Suliantoro, Hery
Industrial Engineering Online Journal Vol 13, No 4 (2024): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2024
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pentingnya persediaan bahan baku di perusahaan terutama di perusahaan manufaktur, menjadikanpengelolaan persediaan bahan baku sebagai fokus perhatian perusahaan. PT INTANWIJAYAINTERNASIONAL Tbk adalah sebuah perusahaan manufaktur yang memproduksi formalin sertaturunannya dan resin. Namun, pada tahun 2022 perusahaan belum menggunakan metode tertentu danbelum memiliki catatan dalam pengendalian persediaan bahan baku sehingga terdapat beberapamasalah terkait persediaan seperti terjadinya stockout, overstock, jadwal produksi yang terlambat,,serta safety stock dan reorder point. Oleh karena itu, perlu dilakukan evaluasi dalam prosespengendalian persediaan bahan baku. Untuk itu, metode EOQ, POQ, dan Min-Max adalah beberapametode yang dapat digunakan dalam pengelolaan dan pengevaluasian persediaan bahan baku diperusahaan yang dilakukan berdasarkan biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan terkait persediaan.Studi kasus pengendalian persediaan bahan baku formalin dan resin dengan menggunakan EOQ,POQ, dan Min-Max menghasilkan berbagai macam saran terkait pengendalian persediaan bahanbaku yaitu jumlah pemesanan, frekuensi pemesanan, safety stock, reorder point (ROP), dan total biayapersediaan. Berdasarkan perbandingan total biaya dari ketiga metode tersebut, metode yang palingoptimal untuk diterapkan di PT INTANWIJAYA INTERNASIONAL Tbk adalah metode EOQ yangmenghasilkan biaya total persediaan yang paling minimum. Kata kunci: Economic Order Quantity, Min-Max, Period Order Quantity, Persediaan, Bahan Baku Abstract [Inventory Control of Raw Material Formalin and Resin using comparison EOQ, POQ, and Min-Max in PT. INTANWIJAYA INTERNASIONAL Tbk] The importance of inventory of raw materialsin a company, especially in manufacturing companies, makes inventory management a focus of thecompany's attention. PT INTANWIJAYA INTERNASIONAL Tbk is a manufacturing company thatproduces formalin and its derivatives, as well as resin. However, in 2022, the company has not beenusing any specific methods and has no records in controlling raw material inventory, resulting inseveral inventory-related issues, including safety stock and reorder point. Therefore, an evaluationneeds to be conducted in the process of controlling raw material inventory. The EOQ, POQ, and Min-Max methods are some of the methods that can be used in managing and evaluating raw materialinventory in the company, based on the costs incurred by the company related to inventory. A casestudy of controlling the inventory of formalin and resin raw materials using the EOQ, POQ, and Min-Max methods resulted in various recommendations related to raw material inventory control, includingorder quantity, order frequency, safety stock, reorder point (ROP), and total inventory cost. Based onthe comparison of the total cost of the three methods, the most optimal method to be applied in PTINTANWIJAYA INTERNASIONAL Tbk is the EOQ method, which results in the minimum totalinventory cost. Keywords : Economic Order Quantity, Min-Max, Period Order Quantity, Inventory, Raw Materials
ANALISIS NILAI OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS (OEE) UNTUK MENINGKATKAN PERFORMA MESIN PAN FILTER 1 DI PABRIK ASAM FOSFAT (Studi Kasus : PT Petrokimia Gresik) Siahaan, Geovany Sondang; Suliantoro, Hery
Industrial Engineering Online Journal Vol 13, No 4 (2024): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2024
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Proses produksi PT Petrokimia Gresik yang bersifat continuous menyebabkan ketergantungan yangtinggi pada mesin. Jika mesin atau komponen mengalami kerusakan maka akan menyebabkanpenurunan performa perusahaan dalam menghasilkan produk. Mesin Pan Filter 1 mempunyai perananyang cukup penting untuk memisahkan antara padatan gypsum dengan cairan asam fosfat. Kerusakanpada mesin ini menyebabkan unscheduled downtime yang cukup tinggi yaitu sebesar 78,08% sehinggaperforma mesin kurang efektif dan proses produksi yang mengalami hambatan. Dalam konteks industri,analisis nilai OEE pada mesin sangat penting untuk meningkatkan produktivitas dan mengoptimalkanbiaya produksiPenelitian ini menganalisis nilai OEE untuk memantau kinerja mesin dan menerapkanperbaikan yang diperlukan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Hasil analisis menunjukkanOEE untuk mesin Pan Filter 1 pada bulan November – Januari sebesar 49% dimana dengan aktivitasyang diukur pada indeks ketersediaan sebesar 76% kinerja sebesar 65%, dan kualitas sebesar 99%.Setelah melakukan perhitungan OEE dilakukan analisis diagram sebab akibat untuk mengetahuipenyebab mesin mengalami breakdown. Perbaikan dilakukan dengan metode 5W+1H denganmenambah 4 Titik Alarm pada Car frame Pan Filter 1, penambahan akses pencucian filtermenggunakan air panas, melakukan tindakan preventive maintenance yang terencana, melakukancorrective maintenance secara cepat dan tepat serta juga memberikan training untuk menghadapimasalah yang ada dan melakukan evaluasi secara berkalaKata Kunci: breakdown, Overall Equipment Effectiveness, performansi ABSTRACT PT Petrokimia Gresik's continuous production process causes a high dependency on machines. If the machineor component is damaged, it will cause a decrease in the company's performance in producing products. PanFilter 1 machine has a fairly important role for separates the gypsum solids from the liquid phosphoric acid.Damage to this machine causes unscheduled downtime which is quite high, namely 78.08%, so that theperformance of the machine is less effective and the production process experiences obstacles. In an industrialcontext, analysis of OEE values on machines is very important to increase productivity and optimize productioncosts. This research analyzes OEE values to monitor machine performance and implement necessaryimprovements to increase efficiency and productivity. The results of the analysis show that the OEE for thePan Filter 1 machine in November - January is 49% where the activities measured on the availability indexare 76%, performance is 65%, and quality is 99%. After performing the OEE calculation, a cause and effectdiagram analysis is carried out to find out the cause of the machine experiencing a breakdown. Improvementswere made using the 5W+1H method by adding 4 Alarm Points to the Pan Filter 1 Car frame, additionalaccess to washing filters using hot water, carry out planned preventive maintenance actions, carry outcorrective maintenance quickly and precisely and also provide training to deal with existing problems andcarry out periodic evaluations Keywords:breakdown, Overall Equipment Effectiveness, performance
USULAN PEMILIHAN RUTE DISTRIBUSI MATERIAL PASANG BARU WIFI MENGGUNAKAN METODE SAVING MATRIX Putra, Hafish Naufal; Suliantoro, Hery
Industrial Engineering Online Journal Vol 13, No 3 (2024): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2024
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Permasalahan pada pendistribusian material pasang baru pada PT X adalah kegiatan distribusi material pasangbaru berdasarkan permintaan STO adalah proses distribusi biasanya hanya ditempuh satu rute saja yaitu untukSTO yang melakukan permintaan, sedangkan kegiatan tersebut dinilai tidak efisien dan efektif dalam segi biayaoperasional maupun waktu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya penghematan rute yang diperolehdengan menerapkan metode saving matrix pada proses pengiriman material pasang baru wifi X, mengetahuibesaran biaya bahan bakar yang digunakan berdasarkan rute terpilih pada pengiriman material pasang baru, danmenghasilkan sistem informasi yang mempermudah penggabungan rute pengiriman material pasang baru wifi kemasing-masing STO PT X. Hasilnya, didapat dua kelompok rute dengan mempertimbangkan kesediaan modatransportasi pengangkut material pasang baru. Rute 1 menempuh jarak 129,7 km dengan biaya transportasi sebesarRp440.980,00 dan rute 2 menempuh jarak 86,6 km dengan biaya transportasi sebesar Rp294.400,00 untuk sekalijalan pengiriman. Metode ini dapat menghasilkan rute pengiriman yang lebih optimal daripada rute pengirimanyang digunakan oleh perusahaan terkait dengan jarak tempuh dan biaya bahan bakar yang dihasilkan. Kata Kunci: Pemilihan rute, saving matrix Abstract The problem in the distribution of new installation materials at PT X is that the distribution is based on STOrequests, with the process usually following a single route, specifically for the requesting STOs. This approach isconsidered inefficient and ineffective in terms of operational costs and time. This study aims to determine theamount of route savings obtained by applying the saving matrix method to the wifi new installation materialdelivery process, to determine the amount of fuel costs based on the selected route for delivering wifi newinstallation materials, and to develop an information system that facilitates the merging of delivery routes to eachSTO. As a result, two groups of routes were identified, considering the availability of transportation modes fortransporting new installation materials. Route 1 covers a distance of 129.7 km with transportation costs ofRp440,980, while Route 2 covers a distance of 86.6 km with transportation costs of Rp294,400 for one-waydelivery. This method can produce a more optimal delivery route than the current one used by the company, interms of both distance traveled and fuel costs. Keywords: Delivery route, Saving matrix
ANALISIS PENGARUH PERSEPSI HARGA, KUALITAS PRODUK, DAN KUALITAS LAYANAN TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN PENGGUNA OPERATOR SELULER PRABAYAR PADA MAHASISWA TEKNIK UNIVERSITAS DIPONEGORO Ramadhan, Fathur Agnanta; Suliantoro, Hery
Industrial Engineering Online Journal Vol 13, No 3 (2024): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2024
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh faktorpersepsi harga, kualitas produk, dan kualitas layanan terhadap kepuasan pelangganterhadap pengguna operator seluler prabayar pada mahasiswa teknik universitasdiponegoro. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini ialah seluruh Mahasiswa TeknikUniversitas Diponegoro. Mengikuti pedoman Roscoe dalam buku Research Methods forBusiness, maka ditentukan sampel sebanyak 100 responden pelanggan operator selulerprabayar yang diambil dengan teknik Non Probability Sampling dengan pendekatanpurposive random sampling. Metode analisis data dalam penelitian ini adalah analisisregresi berganda yang dilakukan dengan menggunakan program SPSS. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa faktor persepsi harga, kualitas produk, dan kualitas layanan secaraparsial maupun simultan berpengaruh langsung secara positif dan signifikan terhadapkepuasan pelanggan, dengan kualitas layanan memiliki pengaruh terbesar. Hasil penelitiananalisis koefisien determinasi menunjukkan bahwa model ini mampu menjelaskan 72.5%variasi dalam kepuasan pelanggan.Disamping itu terdapat 27.5% dijelaskan oleh variabelvariabellain yang tidakditelitidalampenelitianini.Kata Kunci: Persepsi Harga, Kualitas Produk, Kualitas layanan,kepuasan pelanggan
The Impact of the Covid 19 Pandemic on the Implementation of Construction Projects Indarto, Lukas Ris; Hatmoko, Jati Utomo Dwi; Suliantoro, Hery
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 5 No. 5 (2025): Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v5i5.51167

Abstract

The construction industry is one of the industrial fields affected by the Covid 19 pandemic, many factors cause delays in the implementation experienced by construction projects. This study found that project productivity was the most affected factor due to the ongoing Covid pandemic, in addition to obtaining a total of 7 factors including high risk, 5 medium risk factors, and 1 low risk factor. As for the risk response, it has been recommended by the author to be covered in this journal in order to help readers in dealing with similar risks.
Co-Authors Achmad Ismail Marzuki Adi Hardinata Huatagaol Aditya Bonavasius Purba Afandi Rahmat Aris Agsanigita Nindy Sukmawara Agvirillia Melinda Astridenia, Agvirillia Melinda Aldisa Kusumaningsari Alif Iqbal Rosyidi Amayta Rahma Nuriza, Amayta Rahma Ananda Wien Dinasty Andina Pratiwi Anita Mustikasari ANNISA MAULIDYA Annisa Prafitri Sari Arfan Bakhtiar Aries Susanty Aris Munandar Aris Munandar Ary Arvianto Aziz, Tagiy Al Bambang Purwanggono Baskara Aji Winarno Cahyani, Egintha Christoper Christoper Darminto Pujotomo Denny Nurkertamanda Dewi Nugrahani Dewi Nugrahani Diana Puspita Sari Dinda Fanny Lecianty Donnie Cahya Gumilang Silalahi Dwi Lestari Ariani Dwi Megah Purnamasari Dwi Restiani Eldinda Sazida Permatasari Eldinda Sazida Permatsari, Eldinda Sazida Endah Kirana Ethec Ananda Fuadillah Fajari, Muhammad Akhdan Rizki Fakhrozi Arfi Freddy Bachtiar Silaban Galuh Intan M Gifari, Akbar Romadhona Gisha Navitasari Hapsari Prawitasari Putri Anjani Haris Mulyono Haryo Santoso Haryo Santoso Hendry Janitra Hutama Heru Prastawa Ide Ambardi, Muhamad Indarto, Lukas Ris Indratua Sinurat Intan Novita Dewi Iskandar Muda Iyain Sihombing Jati Utomo Dwi Hatmoko Junaidi, Selvrida Eka Kirana Rukmayuninda Ririh Kirana Rukmayuninda Ririh Kurnia Sari Kusuma, Mutiara Ramadya Laila Kusumawardhani Lakshita Pritandari Leasytta Noerfajr Lubis, Ihsan Andika Luh Nyoman Widyastuti Luh Putu Ratna Sundari M. Agung Wibowo Maharani Retno Sari Marga Harjadiputra Martin Lilik A Meila Zulhiana Mitra Amerta Ivanda Muhammad Fachrurozi Muhammad Iqbal Muhammad Reyval Akbar Muhammad Taufik Aditya Mumpuni Rahma Pertiwi Mustofa Muthi Said Susilo Nabilla Rohadhatul Aisy Nadya Sella Aulia Naniek Utami Handayani Naniek Utami Handayani Nartadhi, Rizal Luthfi Nazaret Raisa Tarigan Nia Budi Puspitasari Nina Ratna Enggar Puspita Noor Arofah Alamiyah Novie Susanto Nuroji Nuroji Perdana HM, Muhammad Arief Pitipaldi, Knight Pradhana, Claudha Alba Purnawan Adi Wicaksono Purnomo Setyo Kusumo Putra, Hafish Naufal Putra, Ryan Dwiyana Qaanita Yuuha M Rajib Wahyu Nugroho K Ramadhan, Fathur Agnanta Rani Rumita Ratna Purwaningsih Reynanda Agung Dwiprakoso Riandika Windiasari Ridha Setyanda Putra Roosita Maryani Samosir, Andi Sarumaha, Hilman Hendro S Sembiring, Joy Irfan Seno Aji Nugroho Shelli Fardhiyah Sunny Shifa Fauziyah Shinta Devi Siregar Sholicha, Mar’atus Siahaan, Geovany Sondang Siahaan, Lowis Onike Sihombing, Iyain Sindhu Pradipta Sri Lestari Stefi Anindyawati Sya’roni, Muhammad Taufik Mulya Ibrahim Tisa Aisyarahmi Ulfah, Fanny Uli Arta Tindaon Vashanadia Astharina Verra Erlianna Wicaksono, Wahyu Agung Wiwik Budiawan Yosephyn, Putri Yulius Pradana Setyawan P ZAINAL FANANI R., ZAINAL