Claim Missing Document
Check
Articles

PENGGUNAAN KRALJIC’S PURCHASING PORTFOLIO MODEL DALAM PERANCANGAN STRATEGI PENGADAAN BAHAN BAKU (PT.POLLUX PROPERTIES) Adi Hardinata Huatagaol; Hery Suliantoro; Arfan Bakhtiar
Industrial Engineering Online Journal Vol 7, No 2 (2018): WISUDA PERIODE APRIL 2018
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (706.103 KB)

Abstract

PT. Pollux Properties  merupakan salah satu perusahaan konstruksi yang berfokus ekslusif untuk membangun properti mewah di Indonesia. Bisnisnya berada di seputar membangun proyek tingkat atas dengan tujuan untuk menciptakan rumah dan properti komersial yang merefleksikan filosofi dari hidup modern. Pada pelaksanaan pengadaan material, Pollux Properties ( kontraktor) belum memiliki strategi purchasing, sehingga masih sering ditemukan beberapa masalah terkait dengan pengadaan barang, banyaknya jenis dari material yang digunakan dalam pelaksanaan proyek mengakibatkan sulitnya bagian pengadaan didalam melakukan proses Purchasing, maka pihak pengadaan membutuhkan semacam strategi pembelian yang ideal / terdifferensiasi agar lebih mudah dalam melakukan proses pembelian. Kebutuhan differensiasi ini membutuhkan semacam kategorisasi dari setiap material, mengingat model portofolio kraljic’s matrix memberikan differensisasi strategi untuk beragam kategori Material, maka penulis akan menggunakan kraljic’s matrix yang  bertujuan agar perusahaan dapat mengidentifikasi tiap item pengadaan  dan pemasok yang diklasifikasikan dalam dua dimensi yaitu, pengaruh terhadap proyek ( profit impack) dan Resiko pasok (risk  impact). Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi dan mengklasifikasikan pengadaan material berdasarkan Kraljic’s Matrix serta memberikan rekomendasi strategi pembelian pada material berdasarkan hasil pengolahan Kraljic’s Matrix, AHP dan MDS. Berdasarkan perhitungan, 25 klasifikasi  material tersebar pada empat kuadran Kraljic’s Matrix. Terdapat 5 klasifikasi  material yang berada pada kuadran strategic, 4 klasifikasi  material pada kuadran bottleneck, 7  klasifikasi  material yang berada pada kuadran non-critical,  dan  9 material yang berada pada kuadran  leverage.   ABSTRACTPT. Pollux Properties is one of the construction companies that focus exclusive to build luxury properties in Indonesia. PT. Pollux Properties built around the top level project with the goal of creating homes and commercial properties which reflect the philosophy of modern life. On the implementation of the procurement of materials, Pollux Properties (contractors) does not yet have a strategy of purchasing, so still often found some issues related to the procurement of material, the number of types of materialused in the implementation the project resulted in the procurement section of the difficulty in the process of Purchasing, procurement need such an ideal purchase strategies to make it easier to do the buying process This differensiasi needs require some sort of categorization of any material, given the model portfolios kraljic's matrix gives a differensisasi strategy for various categories of Material, then the author will use a matrix kraljic's aim so that the company can identify each item procurement and suppliers are classified in two dimensions, namely, the effect on the project (profit impact) and supply Risk (risk impact). The purpose of this research is to identify and classify the procurement of materials based on Kraljic's Matrix as well as provide recommendations on material purchase strategy based on the results of the processing of Kraljic's Matrix, AHP and MDS. Based on calculations, 25 classification of material scattered in the four quadrants of the Matrix Kraljic's. There are 5 classification of materials that are in quadrant 4 strategic material classification on quadrant bottleneck, 7 classification of the material in the quadrant of the non-critical material, and 9 in the quadrants of leverage.
Analisis Rantai Pasok Pengadaan Bahan Medis Habis Pakai (Studi Kasus : RS Puri Asih Salatiga) Intan Novita Dewi; Hery Suliantoro; Naniek Utami Handayani
Industrial Engineering Online Journal Vol 5, No 2 (2016): Wisuda April Tahun 2016
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.593 KB)

Abstract

Sebagai negara dengan pendapatan menengah, biaya kefarmasian di Indonesia termasuk tinggi baik di sektor publik maupun swasta. Biaya pelayanan kefarmasian di Indonesia salah satunya adalah bahan medis habis pakai. Bahan medis habis pakai adalah alat kesehatan yang ditujukan untuk sekali pakai (single use) dan digunakan untuk menunjang proses pengobatan. Harga bahan medis habis pakai yang beredar di Indonesia bervariasi, tapi perlu dipertanyakan jika terjadi perbedaan harga beli untuk barang yang sama. Ditemukan perbedaan harga beli bahan medis habis pakai antara dua rumah sakit yang menggunakan sistem pengadaan konvensional dan sistem pengadaan e-catalogue. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui rantai pasok bahan medis habis pakai kedua sistem pengadaan yang berada pada kuadran strategic. Setelah diteliti dengan metode Kraljic Portfolio Matrix, bahan medis yang terpilih adalah disposable syringe 5cc. Hasil dari penelitian ini adalah rantai pasok sistem pengadaan e-catalogue lebih pendek dibandingkan sistem pengadaan konvensional.   ABSTRACTAs a middle-income countries, pharmaceutical cost in Indonesia is high in both public and private sectors. One of pharmaceutical services cost in Indonesia is disposable medical device. Disposable medical device are medical devices intended for single-use and are used to support the treatment process. The price of disposable medical devices in Indonesia may varies, but it should be a concern if there is different price for the same product. There are difference price of disposable medical devices between two hospitals that use conventional procurement system and e-catalogue procuremnet system.  This study is conducted to determine the supply chain of disposable medical devices from the two procurement systems that is in the strategic quadrant. From the study with Kraljic Portfolio Matrix methods, disposable medical devices chosen are disposable syringe 5cc. Results from this study is the supply chain procurement of e-catalogue system is shorter than conventional procurement system. 
ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN RAW MATERIAL METAL PADA PESAWAT NC-212i DENGAN MENGGUNAKAN METODE EOQ DI PT DIRGANTARA INDONESIA Fakhrozi Arfi; Hery Suliantoro
Industrial Engineering Online Journal Vol 9, No 3 (2020): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2020
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKesuksesan dalam berbisnis sangat tergantung dari bagaimana perusahaan mampu untuk menyediakanapa yang dibutuhkan oleh konsumen dengan jumlah dan waktu yang tepat. Hal yang mendasar darisebuah produksi adalah bagaimana menyediakan bahan baku produksi sesuai dengan jumlah yangdibutuhkan dan waktu yang tepat agar tidak terjadi biaya persediaan yang tinggi. Saat ini PTDirgantara Indonesia memproduksipesawat dengan berbagai jenis atau tipe pesawat salah satunyapesawatNC-212i. Pengendalian persediaan raw material metal untukproduksi pesawatNC-212ipadaPT Dirgantara Indonesia direncanakan dengan menggunakan metode Economic Order Quantity(EOQ) dengan tujuan untuk meminimalkan total biaya persediaan dalam 1 periode produksi (1 tahun).Untuk mengetahui titik dilakukan pemesanan kembali digunakan perhitungan Reorder Point (ROP) danuntuk mengetahui kuantitas minimal persediaan agar tidak terjadi stock out digunakan perhitunganSafety Stock. Data yang digunakan yaitu data yang berasal dari data produksipesawatNC-212ipadatahun 2018. Terdapat4data raw material metal dengan kondisi yang berbeda-beda pada tiap 1 periodeproduksinya. Hasilnya terdapat perbedaan antara total biayapersediaan perusahaan tahun 2018dengan total biaya persediaan setelah menggunakan metode EOQKata kunci:AbstractSuccess in doing business really depends on how the company is able to provide what consumers needin the right amount and time. The basic thing of a production is how to provide production raw materialsin accordance with the required amount and the righttime so that high inventory costs do not occur.Currently, PT Dirgantara Indonesia produces aircraft with various types or types of aircraft, one ofwhich is the NC-212i aircraft. Raw metal inventory control for the production of NC-212i aircraft atPT Dirgantara Indonesia is planned using the Economic Order Quantity (EOQ) method with the aimof minimizing the total inventory cost in 1 production period (1 year). To find out the point at which areorder is made, the Reorder Point (ROP) calculation is usedand to find out the minimum quantity ofinventory so that stock outs do not occur, the Safety Stock calculation is used. The data used is dataderived from the production data of the NC-212i aircraft in 2018. There are 4 raw metal material datawith different conditions in each 1 period of production. The result is that there is a difference betweenthe company's total inventory costs in 2018 and the total inventory costs after using the EOQmethod.
ANALISIS PENERAPAN 5S+SAFETY PADA AREA WAREHOUSE DI PT. BINA BUSANA INTERNUSA GROUP, SEMARANG Vashanadia Astharina; Hery Suliantoro
Industrial Engineering Online Journal Vol 5, No 4 (2016): Wisuda Oktober Tahun 2016
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.528 KB)

Abstract

PT. Bina Busana Internusa (BBI) merupakan anak perusahaan dari Triputra Group, salah satu perusahaan sukses yang bergerak di bidang garmen. Seperti yang diketahui bahwa dalam suatu perusahaan, sistem penyimpanan memiliki peran yang penting. Oleh karena itu, PT BBI memiliki warehouse sebagai tempat penyimpanan peralatan pendukung untuk proses produksi. Namun karena adanya perbedaan ukuran dan jenis, cepatnya pergantian produk yang ada di gudang serta terbatasnya space dalam gudang inilah yang menyebabkan sulitnya mengatur penyimpanan yang ada pada gudang PT. Bina Busana Internusa ini. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk memudahkan proses penyimpanan dalam warehouse yaitu dengan menggunakan metode 5S+Safety. 5S+Safety merupakan suatu program penerapan sikap kerja yang menekankan pada pengelolaan kondisi fisik tempat kerja yang terorganisir. Metode yang digunakan adalah metode pengumpulan data primer dan pengumpulan data sekunder. Pembahasan dilakukan dengan analisis 5S+Safety dan fishbone. Penerapan metode 5S pada warehouse PT Bina Busana Internusa belum sepenuhnya terlaksana secara sempurna. Karena dari 6S yang harusnya diterapkan, hanya 3S yang diterapkan dan belum secara maksimal. Usulan perbaikan yang diberikan agar penerapan 5S lebih optimal yaitu pada tahapan seiri (sort/ringkas), seiton (set in order/rapi), seiso (shine/resik), seiketsu (standardize/rawat), shitsuke (sustain/rajin) dan tahapan safety.   Abstract The titled of this research is Analysis of The Implementation 5S+Safety In Warehouse Area of PT. Bina Busana Internusa Group, Semarang. PT. Bina Busana Internusa (BBI) is a subsidiary of Triputra Group, one of the successful companies engaged in the garment. As it is known that in a company, the storage system has an important role. Therefore, PT BBI has warehouse as a storage support equipment for the production process. However, because of differences in size and type, the rapid turnover of products in the warehouse and the limited space in the warehouse is what causes the difficulty of arranging the existing storage on the PT. Bina Busana Internusa’s warehouse. One method that can be used to facilitate the process of storage in a warehouse that is by using 5S + Safety. 5S + Safety is an application program that emphasizes working attitude in the management of the physical conditions of the workplace are organized. The method used is a method of collecting primary data and secondary data collection. The discussion conducted by analysis of 5S + Safety and fishbone. Implementation of 5S method on PT Bina Busana Internusa’s warehouse is not fully implemented perfectly. Because of 6S which should have been applied, only 3S applied and are not optimally. Proposed improvements given that the implementation of 5S is optimal namely in stages seiri (sort / compact), Seiton (set in order / neat), Seiso (Shine / rehearsal), Seiketsu (standardize / patient), Shitsuke (Sustain / diligent) and safety.
ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS PADA PET PREFORM LINE 12 PT. COCA COLA BOTTLING INDONESIA MENGGUNAKAN METODE SIX SIGMA Nazaret Raisa Tarigan; Hery Suliantoro
Industrial Engineering Online Journal Vol 7, No 4 (2018): WISUDA PERIODE OKTOBER 2018
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.175 KB)

Abstract

Pengendalian kualitas dibutuhkan setiap industri untuk dapat bersaing dengan industri lainnya. Pengendalian kualitas berguna untuk meningkatkan kualitas produk, sistem kerja, kepuasan pelanggan dan penjualan. Jumlah produksi Line 12 PT. Coca Cola Bottling Indonesia (CCBI) selama tahun 2016 tidak mencapai target. Tidak tercapainya target produksi dikarenakan produksi pet preform untuk kemasan minuman mengalami reject (cacat). Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi pengendalian kualitas pada Line 12 PT. CCBI untuk mengurangi kecacatan pada pet preform. Data yang diperoleh dari jumlah produksi pet preform selama bulan Januari 2017. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Six Sigma. Nilai Six Sigma yang diperoleh adalah 4,098 dengan jumlah DPMO adalah 4676,687. Target nilai six sigma untuk mengurangi jumlah kecacatan pet preform  menjadi 1349 unit adalah 4,5 dengan besar penurunan reject (cacat) adalah 71,15%. Berdasarkan pareto chart, masalah yang sering menyebabkan kecacatan pada pet preform adalah kegagalan mesin (machine malfunction).Abstract [Analysis of Quality Control for Pet Preform in PT. Coca Cola Bottling Indonesia Line 12 Using Six Sigma] Every industry need quality control to compete with another industry. Quality control is very usefull to improve quality of product, work system, customer satisfaction, and increase sales. In 2016, total output in Line 12 PT. Coca Cola Bottling Indonesia (CCBI) didn’t pass the target. PT. CCBI  didn’t pass the target because of pet preform defect. Purpose of this research is evaluate quality control in Line 12 PT. CCBI to reduce pet preform defect. Data was collected from annual report of pet preform production in January 2017. Research method is Six Sigma. Six sigma value is 4,098 with DPMO is 4676,687. Six sigma target to reduce pet preform reject became 1349 unit is 4,5, with amount of reject reduction is 71,15%. Based on pareto chart, main problem that cause pet preform reject is machine malfunction.
ANALISIS PENGARUH KESADARAN MEREK, ASOSIASI MEREK, PERSEPSI KUALITAS, LOYALITAS MEREK, DAN LAYANAN PURNA JUAL TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN MOBIL TOYOTA (Studi Kasus Wilayah Semarang) Stefi Anindyawati; Bambang Purwanggono; Hery Suliantoro
Industrial Engineering Online Journal Vol 5, No 4 (2016): Wisuda Oktober Tahun 2016
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.953 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh ketatnya persaingan otomotif  dalam pasar mobil di Indonesia dengan Toyota yang memegang market share terbesar. Secara khusus, penelitian ini mengulas bagaimana cara yang dilakukan Toyota untuk mempertahankan penjualan mobil agar tetap menjadi pemegang market share terbesar. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kesadaran merek, asosiasi merek, persepsi kualitas, loyalitas merek, dan layanan purna jual terhadap keputusan pembelian mobil Toyota di wilayah Semarang. Teknik analisis menggunakan analisis regresi berganda. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa hanya variabel kesadaran merek dan layanan purna jual yang berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian mobil Toyota. Dan layanan purna jual merupakan faktor dominan yang mempengaruhi keputusan pembelian. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,316 menunjukkan bahwa 31,6% variasi keputusan pembelian dapat dijelaskan oleh kelima variabel independen dalam persamaan regresi sedangkan sisanya sebesar 68,4% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.   Abstract [Analysis of the Influence of Brand Awareness, Brand Association, Perceived Quality, Brand Loyalty, and After-Sales Services on Toyota Car Purchasing Decision (The Study Case in Semarang)] This study was motivated by the intense competition in the automotive market in Indonesia with a Toyota which holds the greatest market share. Specifically, this study to review how Toyota does to maintain car sales in order to remain the greatest market share holder. This study aimed to examine the effect of brand awareness, brand association, perceived quality, brand loyalty, and after-sales service to the purchasing decision of Toyota cars in Semarang. Analysis techniques using multiple regression analysis. The results showed that brand awareness and after-sales service has a positive and significant impact on purchasing decisions Toyota. After-sales service can be seen as the most dominant factor in influencing purchasing decisions. Adjusted R Square = 0.316 indicates that 31.6% of variation purchasing decisions can be explained by five independent variables in the regression equation while the remaining 68.4% is explained by other variables not examined in this study. 
ANALISA FAKTOR PEMENUHAN KEBUTUHAN PENGUNGSI SELAMA MASA DARURAT BENCANA BANJIR DI KELURAHAN CIPINANG MELAYU, DKI JAKARTA Haris Mulyono; Naniek Utami Handayani; Hery Suliantoro
Industrial Engineering Online Journal Vol 6, No 4 (2017): wisuda periode oktober 2017
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.668 KB)

Abstract

Banjir merupakan sebuah bencana alam yang selalu melanda Daerah Khusus Ibukota Jakarta setiap tahunnya. Masalah bencana banjir sudah menjadi masalah klasik yang harus dihadapi oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan juga para masyarakat DKI Jakarta. Maka dari itu, setiap terjadi musibah banjir yang melanda DKI Jakarta akan selalu terdapat posko-posko pengungsian yang menampung para pengungsi. Penelitian ini dilakukan dengan latar belakang selalu terjadinya banjir yang melanda Kelurahan Cipinang Melayu setiap tahunnya yang berdampak menimbulkan posko pengungsian yang harus dibuat selama masa darurat bencana banjir masih berlangsung. Pemenuhan kebutuhan korban pengungsi banjir selama berada di posko pengungsian menjadi penting dan krusial karena akan dapat menentukan kapasitas dari instansi terkait dalam menangani kondisi saat masa darurat bencana banjir. Metode yang penulis gunakan adalah integrasi metode gap analysis dengan metode Quality Function Deployment sehingga mendapatkan rekomendasi respon teknis yang berguna dalam upaya peningkatan penanggulangan bencana banjir khususnya di Kelurahan Cipinang Melayu, Jakarta Timur yang akan berdampak langsung kepada pihak BPBD DKI Jakarta sebagai penanggungjawab utama selama masa darurat bencana berlangsung. Abstract Factors analysis of refugees requirement readiness during the flood emergency situation at Cipinang Melayu, DKI Jakarta. Flood is a natural disaster that always hit the Special Capital Region of Jakarta every year. The problem of flood disaster has become a classic problem that must be faced by DKI Jakarta Provincial Government and also the people of DKI Jakarta. Therefore, every flood disaster that struck DKI Jakarta will always have refugee posts that accommodate the refugees. This research is conducted with the background of always the occurrence of floods that hit Kelurahan Cipinang Melayu every year which has an impact to cause evacuation post that must be made during the flood emergency period is still ongoing. Fulfilling the needs of the displaced flood victims during their stay in the refugee post is important and crucial because it will be able to determine the capacity of the relevant agencies in handling the conditions during the flood disaster. The method used by the authors is the integration of gap analysis method with Quality Function Deployment method so as to get recommendation of technical response which is useful in increasing flood disaster management especially in Kelurahan Cipinang Melayu, East Jakarta which will have direct impact to the BPBD DKI Jakarta as the main responsibility during emergency disaster.
MENINGKATKAN KEPUASAN PELANGGAN TERHADAP KUALITAS LAYANAN WIFI ID DENGAN METODE SERVICE QUALITY (Studi Kasus PT Telkom Indonesia Regional 1 Sumatera) Shinta Devi Siregar; Hery Suliantoro
Industrial Engineering Online Journal Vol 7, No 4 (2018): WISUDA PERIODE OKTOBER 2018
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (570.893 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menegtahui faktor apa saja yang menyebabkan terjadinya peningkatan keluhan pelanggan wifi.id. Penelitian ini menggambarkan 22 item yang disebut dengan SERVQUAL untuk menilai persepsi pelanggan terhadap kualitas pelayanan wifi.id. Penyusunan kuesioner dilakukan berdasarkan 5 dimensi kualitas layanan yaitu tangible, responsiveness, reliability, emphaty, dan assurance.Pengisian kuesioner yaitu dengan pemberian nilai skala likert 1 – 5 untuk mendapatkan data yang bersifat interval dengan keterangan nilai 1 yaitu sangat tidak setuju / sangat tidak puas hingga nilai 5 yaitu sangat setuju / sangat puas.Penelitian ini menggunakan gap 5 yaitu ingin mengetahui bagaimana persepsi dan ekspektasi pelanggan terhadap kualitas layanan wifi.id. Penelitian ini menghasilkan nilai servqual (gap) dengan nilai rata-rata servqual terbobot yaitu -1,22 untuk emphaty, -1,33 untuk dimensi assurance, -1,54 untuk dimensi reliability, -1,83 untuk dimensi responsiveness, dan -1,3 untuk dimensi tangibles. ABSTRACT[IMPROVING CUSTOMER SATISFACTION OF WIFI ID SERVICE WITH SERVICE QUALITY METHOD] This study aims to determine what factors cause an increase in wifi.id customer complaints. This study describes of a 22-item instrument (called SERVQUAL) for assesing customer perceptions of service quality in wifi.id. Preparation of questionnaires was carried out based on 5 dimensions of service quality, namely tangible, responsiveness, reliability, empathy, and assurance. Filling in the questionnaire is by giving a Likert scale of 1-5 to get interval data with a value of 1 that is very disagree / very dissatisfied until value of 5 is very agree / very satisfied. This study uses the fifth gap, which is to find out how customer perceptions and expectations of wifi.id service quality. This study produces servqual (gap) value with the average value of servqual weighted, namely -1.22 for empathy, -1.33 for assurance, -1.54 dimensions for dimensions of reliability, -1.83 for dimensions of responsiveness, and -1 , 3 for tangibles dimensions.
ANALISIS PENGARUH KEPUASAN PELANGGAN TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN DAN NIAT UNTUK BERALIH (Studi Kasus Pada Kantor Pos Besar Semarang) Dwi Lestari Ariani; Hery Suliantoro
Industrial Engineering Online Journal Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Pos Indonesia merupakan salah satu perusahaan negara yang bertugas memberikan pelayanan kepada masyarakat luas yang bergerak langsung dalam bidang jasa.Salah satu program pelayanan jasa yang ditawarkan oleh PT. Pos Indonesia adalah jasa pengiriman paketpos. Setelah UU Pos yang memungkinkan swasta turut serta menggarap bisnis jasa pengiriman, PT. Pos tidak lagi memonopoli bisnis jasa pengiriman di Tanah Air. Trend market share PT. Pos Indonesia terus menurun, sementara jasa pengiriman paket swasta menguasai pasar. Tingginya tingkat persaingan antar layanan jasa pengiriman paket mengakibatkan setiap provider berusaha meningkatkan kepuasan pelanggan dan pelayanan yang dimilikinya agar terbentuk loyalitas. Oleh karena itu, pada penelitian ini dilakukan pengukuran pengaruh kepuasan pelanggan terhadap loyalitas pelanggan dan niat pelanggan untuk beralih pada jasa paketpos Kantor Pos Besar Semarang.Berdasarkan hasil perhitungan dengan korelasi Pearson product moment, didapatkan bahwa kepuasan pelanggan berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas pelanggan dan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap niat pelanggan untuk beralih yang berarti kepuasan pelanggan yang meningkat akan meningkatkan loyalitas pelanggan dan akan menurunkan niat pelanggan untuk beralih.             ABSTRACTPT. Pos Indonesia is one of the state corporation which will provide services to the public directly engaged in the service sector. One program services offered by PT. Pos Indonesia is paketpos delivery services. After the Postal Law that allows participating private businesses working on delivery service, PT. Pos heading no longer monopolize the delivery of business services in the country. Trend market share of PT. Pos Indonesia continues to decline, while the private package delivery services dominate the market. The high level of competition among parcel delivery services lead to any provider seeking to improve customer satisfaction and its services in order to form loyalty. Therefore, in this study measured the effect of customer satisfaction on customer loyalty and customer intention to switch to the Post Office Semarang paketpos services.Based on calculations by the Pearson product moment correlation, it is found that customer satisfaction is positive and significant effect on customer loyalty and significant negative effect on customer intention to switch which means improved customer satisfaction will increase customer loyalty and will lower the customer's intention to switch.
EVALUASI TINGKAT KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP PADA RUMAH SAKIT BANYUMANIK - SEMARANG DENGAN MENGGUNAKAN METODE GABUNGAN SERVQUAL, KANO DAN QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD) Indratua Sinurat; Hery Suliantoro; Nia Budi Puspitasari
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 4, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam era globalisasi ini berkembang cara pandang baru, lingkungan usaha semakin cepat berubah, persaingan semakin tajam, dan hanya pelayanan yang berkualitas yang dihasilkan sumber daya manusia berkualitas yang mampu bertahan. Pencapaian kualitas produk dan jasa jadi pusat perhatian pelanggan. Mutu pelayanan yang baik menjadi tolok ukur bagi pelanggan untuk kembali. Suatu pelayanan dinilai memuaskan bila pelayanan itu dapat memenuhi kebutuhan, keinginan dan harapan pelanggan. Salah satu bentuk pelayanan kesehatan yakni Rumah Sakit, dituntut untuk merespon perubahan lingkungan yang semakin cepat.  Mengingat perubahan yang cenderung semakin cepat dengan munculnya berbagai kebijakan Pemerintah, teknologi, perekonomian, perilaku konsumen, pertumbuhan pasar, strategi pesaing dan faktor-faktor lain yang mengakibatkan situasi persaingan semakin tajam, maka dibutuhkan strategi yang tepat dalam mengelola pelayanan kesehatan di rumah sakit. Penelitian ini menggunakan SERVQUAL, Model Kano, dan QFD. Pengukuran kualitas layanan dengan SERVQUAL seharusnya diikuti dengan pengaplikasian QFD untuk memperjelas tindak lanjut yang harus dilakukan untuk menutup kesenjangan yang terjadi. Namun QFD mengasumsikan bahwa kepuasan konsumen berhubungan linier dengan kinerja atribut. Kenyatannya hubungan antara kepuasan konsumen dengan kinerja produk jasa tidak linier. Oleh karena itu dibutuhkan model Kano untuk menentukan hubungan antara tingkat kepuasan dengan kinerja suatu atribut jasa. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa dari 27 variabel yang diletilit ada sebanyaka 12 variabel yang dirrekomendasikan untuk diperbaiki. Pemilihan variabel-variabel tersebut berdasarkan nilai Gap 1 dan Gap 5 pada perhitungan SERVQUAL yang menunjukkan angka bernilai negatif dikedua gap dan variabel tersebut termasuk pada kategori Must-be pada preferensi konsumen berdasrkan model kano. Variabel tersebut adalah Kelengkapan fasilitas pendukung (oksigen, infus, pispot, kamar mandi, dll) yang tersedia di ruang rawat inap ; Kemudahan untuk memperoleh informasi tentang pelayanan terhadap pasien dari petugas medis ; Petugas medis memberikan informasi tentang keadaan pasien dengan jelas ; Analisa dan pemberian obat yang tepat terhadap kondisi kesehatan pasien ; Keamanan dalam melakukan tindakan medis. (dalam pemberian obat yang sesuai dosis) ; Petugas rumah sakit langsung sigap ketika ada pasien rawat inap yang membutuhkan ; Kemudahan dalam menghubungi petugas medis ; Keamanan ruang rawat inap dari setiap tindakan kriminal ; Jaminan bahwa petugas yang merawat pasien di ruang rawat inap ahli dibidangnya ; Segala fasilitas yang diberikan sesuai dengan biaya yang disarankan rumah sakit ; Kompensasi terhadap pelanggan atas kesalahan yang dilakukan petugas medis ; Petugas medis yang bersikap santun dan ramah terhadap pasien
Co-Authors Achmad Ismail Marzuki Adi Hardinata Huatagaol Aditya Bonavasius Purba Afandi Rahmat Aris Agsanigita Nindy Sukmawara Agvirillia Melinda Astridenia, Agvirillia Melinda Aldisa Kusumaningsari Alif Iqbal Rosyidi Amayta Rahma Nuriza, Amayta Rahma Ananda Wien Dinasty Andina Pratiwi Anita Mustikasari ANNISA MAULIDYA Annisa Prafitri Sari Arfan Bakhtiar Aries Susanty Aris Munandar Aris Munandar Ary Arvianto Aziz, Tagiy Al Bambang Purwanggono Baskara Aji Winarno Cahyani, Egintha Christoper Christoper Darminto Pujotomo Denny Nurkertamanda Dewi Nugrahani Dewi Nugrahani Diana Puspita Sari Dinda Fanny Lecianty Donnie Cahya Gumilang Silalahi Dwi Lestari Ariani Dwi Megah Purnamasari Dwi Restiani Eldinda Sazida Permatasari Eldinda Sazida Permatsari, Eldinda Sazida Endah Kirana Ethec Ananda Fuadillah Fajari, Muhammad Akhdan Rizki Fakhrozi Arfi Freddy Bachtiar Silaban Galuh Intan M Gifari, Akbar Romadhona Gisha Navitasari Hapsari Prawitasari Putri Anjani Haris Mulyono Haryo Santoso Haryo Santoso Hendry Janitra Hutama Heru Prastawa Ide Ambardi, Muhamad Indarto, Lukas Ris Indratua Sinurat Intan Novita Dewi Iskandar Muda Iyain Sihombing Jati Utomo Dwi Hatmoko Junaidi, Selvrida Eka Kirana Rukmayuninda Ririh Kirana Rukmayuninda Ririh Kurnia Sari Kusuma, Mutiara Ramadya Laila Kusumawardhani Lakshita Pritandari Leasytta Noerfajr Lubis, Ihsan Andika Luh Nyoman Widyastuti Luh Putu Ratna Sundari M. Agung Wibowo Maharani Retno Sari Marga Harjadiputra Martin Lilik A Meila Zulhiana Mitra Amerta Ivanda Muhammad Fachrurozi Muhammad Iqbal Muhammad Reyval Akbar Muhammad Taufik Aditya Mumpuni Rahma Pertiwi Mustofa Muthi Said Susilo Nabilla Rohadhatul Aisy Nadya Sella Aulia Naniek Utami Handayani Naniek Utami Handayani Nartadhi, Rizal Luthfi Nazaret Raisa Tarigan Nia Budi Puspitasari Nina Ratna Enggar Puspita Noor Arofah Alamiyah Novie Susanto Nuroji Nuroji Perdana HM, Muhammad Arief Pitipaldi, Knight Pradhana, Claudha Alba Purnawan Adi Wicaksono Purnomo Setyo Kusumo Putra, Hafish Naufal Putra, Ryan Dwiyana Qaanita Yuuha M Rajib Wahyu Nugroho K Ramadhan, Fathur Agnanta Rani Rumita Ratna Purwaningsih Reynanda Agung Dwiprakoso Riandika Windiasari Ridha Setyanda Putra Roosita Maryani Samosir, Andi Sarumaha, Hilman Hendro S Sembiring, Joy Irfan Seno Aji Nugroho Shelli Fardhiyah Sunny Shifa Fauziyah Shinta Devi Siregar Sholicha, Mar’atus Siahaan, Geovany Sondang Siahaan, Lowis Onike Sihombing, Iyain Sindhu Pradipta Sri Lestari Stefi Anindyawati Sya’roni, Muhammad Taufik Mulya Ibrahim Tisa Aisyarahmi Ulfah, Fanny Uli Arta Tindaon Vashanadia Astharina Verra Erlianna Wicaksono, Wahyu Agung Wiwik Budiawan Yosephyn, Putri Yulius Pradana Setyawan P ZAINAL FANANI R., ZAINAL