Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

PENGARUH KEPRIBADIAN, LINGKUNGAN DAN DEMOGRAFIS TERHADAP KEINGINAN PERILAKU MENJADI ENTREPRENEUR DI KALANGAN MAHASISWA Mahyarni, Mahyarni; Meflinda, Astuti
Journal of Management and Business Review Vol 14, No 1 (2017)
Publisher : Research Center and Case Clearing House PPM School of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34149/jmbr.v14i1.34

Abstract

Disadari semakin pentingnya peran entrepreneurship dalam pembangunan di negara-negara sedang berkembang, maka pemerintah dan instansi terkait mendorong semua pihak untuk menumbuhkan keinginan dan perilaku menjadi entrepreneur dikalangan generasi muda khususnya mahasiswa. Penelitian ini dilakukan pada Universitas Negeri di Provinsi Riau dengan tujuan untuk menguji dan menganalisis variabel kepribadian, lingkungan, dan demografis terhadap keinginan menjadi entrepreneur serta untuk menguji dan menganalisis pengaruh variabel keinginan terhadap perilaku untuk menjadi wirausaha di kalangan mahasiswa. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Program strata satu yang terdaftar di Perguruan Tinggi tersebut dengan teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Analisis data digunakan metode kuantitatif dengan menggunakan Partial Least Square (PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh variabel kepribadian dan lingkungan terhadap variabel keinginan untuk menjadi entrepreneur adalah signifikan, demikian juga dengan pengaruh variabel keinginan terhadap perilaku menjadi entrepreneur adalah signifikan. Realizing the growing importance of the role of entrepreneurship in development in developing countries, the government and relevant agencies encourage all parties to foster the intention and behavior become entrepreneurs among the young generation, especially students. This research was conducted at the State University in Riau province in order to test and analyze the personality, environmental, and demographic variables toward intention to be an entrepreneur and to test and analyze the effect of behavior intention variables to become entrepreneurs among students. The population in this study were all students of undergraduate courses listed in the Higher Education with the sampling technique is purposive sampling. Analysis of the data used quantitative method by using Partial Least Square (PLS). The results showed that the effect of personality and environment variable toward the intention to become an entrepreneur is significant, and the influence of intention to become entrepreneur is significant as well.
KNOWLEDGE FACTORS OF KNOWLEDGE-SHARING INTENTION AND BEHAVIOR Mahyarni mahyarni; M. S. Idrus; Fatchur Rohman; Noermijati noermijati
APMBA (Asia Pacific Management and Business Application) Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Department of Management, Faculty of Economics and Business, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (729.243 KB) | DOI: 10.21776/ub.apmba.2012.001.02.1

Abstract

Changes in the external environment in the world of education, ranging from the social, economy, technology, and politics, require a rethinking of these influences as an institution and  their interactions. Islamic University has more challenges than other high education. The challenges are linked to the human resource improvement in science and technology. Islamic University has also been bonded to a commitment in leading the core mission of university; therefore, Islamic University has to hold strong commitment and needs to be attached by a self-image which bolds life values in leading the commitment. This research is based on the theory of reasoned action and the theory of planned behavior, which develops other theories related to knowledge-sharing behavior such as covering information technology and Islamic teachings. Data are analyzed using Structural Equation Modeling with Analysis of Moment Structures application program. The research objectives are to test and analyze direct and indirect effects of information technology covering variables, Islamic teachings, attitude, subjective norm and perceived behavior control and knowledge-sharing behavior.The result shows that technology, religion taught, and theory of planned behavior insignificantly influence knowledge-sharing behavior.
Quadruple Helix Engagement: Reviews on Shariah Fintech Based SMEs Digitalization Readiness Okfalisa Okfalisa; Mahyarni Mahyarni; Wresni Anggraini; Faisal Saeed; Taofeeq D Moshood; Saktioto Saktioto
Indonesian Journal of Electrical Engineering and Informatics (IJEEI) Vol 10, No 1: March 2022
Publisher : IAES Indonesian Section

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52549/ijeei.v10i1.3455

Abstract

The development of Sharia Financial Technology (Fintech) after Covid-19 has experienced significant fluctuations in affecting the country’s economy. The importance of the role of Financial Transactions in the digitalization readiness of SMEs makes a considerable contribution to the use of Financial Technology as an effort to maintain the sustainability of SMEs. Identification of the involvement of the quadruple Helix (government, investors, academics, and communities) in maintaining the financial stability of SMEs through Sharia Fintech emerged as new challenges and opportunities in improving the economy after Covid 19 in Indonesia. Therefore, a systematic literature review investigation regarding how to utilize Sharia fintech products that are adjusted to the degree of digitization is required to help SMEs’ sustainability as well as explore the role of the quadruple Helix in pursuing this success. We identified 110 papers published on Sharia Fintech for SMEs, SMEs Digitalization Readiness, and The Role of Quadruple Helix between 2003-2021 with 87 specifications from Scopus journals and 23 from proceedings conferences. The analysis was performed using Atlas.ti 9 Software Packages on the above topic by limiting the discussion to inclusion and exclusion criteria. The literature review found a lack of study about the evaluation of Quadruple Helix Engagement for Sharia Fintech Based SMEs Digitalization Readiness. Thus, it needs an enhancement of a new model of Sharia fintech quadruple helix recommendation focuses on the SMEs digital readiness assessment as an attempt to increase the utilization of proper Sharia fintech products for SMEs.
THEORY OF REASONED ACTION DAN THEORY OF PLANNED BEHAVIOR (Sebuah Kajian Historis tentang Perilaku) Mahyarni Mahyarni
Jurnal EL-RIYASAH Vol 4, No 1 (2013): Desember 2013
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jel.v4i1.17

Abstract

Theory of Reasoned Action (TRA) dan Theory of Planned Behavior (TPB) dari Ajzen dan Fishbein masih relatif baru, dan kurang banyak digunakan dan kurang banyak dikenal. Namun pada saat sekarang teori ini banyak digunakan oleh peneliti pada berbagai bidang disiplin ilmu antara lain, manajemen sumber daya manusia, marketing dan penelitian sosial lainnya. Theory Of Reasoned Action dan Theory of Planned Behavior merupakan suatu teori yang menjelaskan tentang perilaku manusia. Teori ini disusun menggunakan asumsi dasar bahwa manusia berperilaku dengan cara yang sadar dan mempertimbangkan segala informasi yang tersedia.
PERAN STRATEGIS MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN Mahyarni Mahyarni; Astuti Meflinda
An-Nida' Vol 36, No 1 (2011): Januari - Juni 2011
Publisher : Lembaga penelitian dan Pengabdian kepada Masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/an-nida.v36i1.292

Abstract

Globalization is happening lately has a significant impact for organizational survival. Globalization has resulted in changes so quickly in the business, which requires organizations to be better able to adapt, have endurance, able to change direction quickly, and his attention to the consumer. Globalization can also bring danger, as well as an opportunity for the organization. In a business environment like this. Functions of Human Resource Management (HRM) with in the organization must be able to become a reliable partner for leadership in improving employee productivity. Because HR is a central factor in an organization. What ever the shape and purpose, the organization is based on a variety of visions for the benefit of man and in the implementation of the mission is managed and maintained by humans, Thus man is a strategic factor in all activities of the organization.
PERAN KONDISI LINGKUNGAN DAN PERILAKU BERBAGI PENGETAHUAN DALAM MENINGKATKAN KINERJA USAHA MIKRO,KECIL DAN MENENGAH (UMKM) TENUNAN SONGKET DI PROVINSI RIAU Mahyarni Mahyarni; Astuti Meflinda
Sosial Budaya Vol 13, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sb.v13i2.3540

Abstract

Dalam dasawarsa terakhir, perkembangan lingkungan bisnis menjadi sangat dinamis terutama di UMKM tenunan songket. Untuk itu pengusaha UMKM tenunan songket memerlukan kekuatan untuk menciptakan dan menjaga kelangsungan usahanya dengan memperhatikan kondisi lingkungan internal dan eksternal serta melakukan berbagi pengetahuan antar karyawan dan dengan karyawan yang lainnya sehingga mewujudkan kreativitas dalam meningkatkan daya saing serta kinerja perusahaan. Penelitian ini dilakukan di Provinsi Riau pada beberapa lokasi yang merupakan sentra tenunan songket terdiri dari Kota Pekanbaru, Kabupaten Bengkalis, dan Kabupaten Siak. Penelitian ini bertujuan untuk melihat secara nyata kondisi lingkungan dan perilaku berbagi pengetahuan dalam meningkatkan kinerja UMKM Tenunan Songket. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh usaha industri tenunan songket yang dimiliki dan dikelola sendiri oleh pemiliknya dengan jumlah 330 usaha songket dengan sampel sebanyak 76 responden dengan teknik sampling yaitu proportionate stratified random sampling. Analisis data dilakukan dengan metode statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran kondisi lingkungan dalam bisnis UMKM songket termasuk kategori sangat setuju dengan nilai 80,38%. Sedangkan peran perilaku berbagi pengetahuan di UMKM tenunan songket termasuk kategori setuju dengan nilai 70,68% dan tingkat kinerja UMKM songket termasuk kategori sangat setuju dengan nilai 81,91%.  Hasil penelitian ini digunakan untuk merumuskan kebijakan yang berkaitan dengan UMKM songket pada masa yang akan datang.
KONTRIBUSI BAZNAS DALAM MENINGKATKAN PEREKONOMIAN MUSTAHIK MELALUI PROGRAM ZAKAT PRODUKTIF DI KABUPATEN KUANTAN SINGINGI Sultoni Harahap; Siti Rahmah; Mahyarni Mahyarni
Jurnal Literasiologi Vol 6 No 1 (2021): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v6i1.264

Abstract

BAZNAS (Badan Amil Zakat) sesuai dengan Undang-Undang No. 23 Tahun 2011 tentang pengelolaan zakat, bertindak sebagai Lembaga pengumpul zakat. Pengelolaan zakat yang dilakukan BAZNAS terbagi kepada 2 metode, yaitu konsumtif dan produktif. Pengelolaan Zakat Produktif di BAZNAS Kabupaten Kuantan Singingi disalurkan kedalam program Kuansing Sejahtera. Kontribusi BAZNAS Kabupaten Kuantan Singingi dalam meningkatkan perekonomian mustahik melalui program zakat produktif sangat membantu mustahik yang memiliki kemampuan dan kemauan, namun tidak memiliki modal usaha. BAZNAS Kabupaten Kuantan Singingi tidak hanya membantu meningkatkan perekonomian mustahik yang memiliki kemampuan dan kemauan saja, namun juga memberikan pelatihan bagi mustahik yang kekurangan skill. Dan Faktor penghambat dalam meningkatkan perekonomian mustahik melalui program zakat produktif adalah kebiasaan mustahik yang apabila diberikan bantuan ekonomi dalam bentuk dana tunai, tidak dipergunakan sesuai dengan tujuan pemberian bantuan, kurangnya SDM, kurangnya pemahaman tentang zakat, dan kurangnya kesadaran Muzakki. Dalam menindaklanjuti faktor-faktor penghambat tersebut, BAZNAS Kabupaten Kuantan Singingi Memberikan bimbingan, education serta kebutuhan yang diperlukan mustahik dalam usaha ekonomi produktif agar sesuai dengan tujuan diberikan bantuan, kemudian BAZNAS memberikan pelatihan-pelatihan, sosialisasi untuk menambah pengetahuan masyarakat tentang zakat, dan memberikan pembekalan kepada UPZ Kecamatan agar menambah pengetahuan masyarakat tentang kewajiban zakat.
Pengaruh Program Bauran Pemasaran Jasa Tabungan terhadap Loyalitas Penabung pada PT Bank Mandiri Sudirman Bawah Cabang Pekanbaru Mahyarni -; Astuti Meflinda
Jurnal Aplikasi Manajemen Vol 8, No 3 (2010)
Publisher : Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1631.529 KB)

Abstract

This research was conducted at PT Bank Mandiri Sudirman Bawah Pekanbaru Branch, with the aim of the study is to determine the level of customer satisfaction towards the marketing mix saving service program and to determine the influence of the program towards loyalty of the savers. The population in this study are all PT Bank Mandiri Sudirman Bawah customers, totaling 25 029 people, while sampling was done by purposive sampling method. Sample size was 100 respondents. Data analysis using Descriptive and Regression Analysis. Analysis result shows that marketing mix saving service program (product, price, place, promotion, people, physical evidence and processes) significantly affect the loyalty of savers. As for product (x1), price (x2), place (x3), promotion (x4), People (x5), Physical Evidence (x6) and processes (X7) each significantly influence loyalty savers. The most dominant variable influencing savers loyalty is the people.Keywords: Product, Price, Place, Promotion, People, Physical Evidence, processes and loyalty
PENYULUHAN SOSIAL BAGI PARA KADER POS PELAYANAN TERPADU UNTUK MENINGKATKAN GIZI BALITA DI KECAMATAN KUOK Mahyarni Mahyarni
Kutubkhanah Vol 18, No 2 (2015): Juli - Desember
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.164 KB) | DOI: 10.24014/kutubkhanah.v18i2.1480

Abstract

Pos Pelayanan Terpadu adalah kegiatan kesehatan dasar yang diselenggarakan dari, oleh dan untuk masyarakat yang dibantu oleh petugas kesehatan.Posyandu merupakan kegiatan swadaya dari masyarakat di bidang kesehatan dengan penanggung jawab kepala desa.Pelayanan kesehatan terpadu adalah suatu bentuk keterpaduan pelayanan kesehatan yang dilaksanakan di suatu wilayah kerja Puskesmas.Pembangunan kesehatan adalah bagian integral dari program pembangunan secara keseluruhan.Jika dilihat dari kepentingan masyarakat, pembangunan kesehatan masyarakat desa merupakan kegiatan swadaya masyarakat yang bertujuan meningkatkan kesehatan masyarakat melalui perbaikan status kesehatan. Permasalahan yang diajukan dalam pengabdian ini adalah: peran apakah yang dilakukan oleh kader Pos Pelayanan Terpadu dalam pembangunan kesehatan masyarakat pada program Pos Pelayanan Terpadu, apa hambatan-hambatan yang dialami para kader Pos Pelayanan Terpadu dalam melaksanakan kegiatan Pos Pelayanan Terpadu,serta solusi apakah yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan yang dikemukakan. Sasaran strategis dari kegiatan ini adalah Kader, Tim Penggerak PKK Desa/Kelurahan dan petugas kesehatan serta ibu hamil, ibu menyusui, dan pasangan usia subur, dengan metode pelaksanaan Ceramah, kuesioner dan dokumentasi. Kegiatan penyuluhan ini dilakukan di Desa Empat Balai Kecamatan Kuok tepatnya di Nosa Gurun Pulau Balai Desa Empat Balai dengan nama posyandu melati dan diberikan kuesioner sebanyak 43 orang dalam rangka untuk mengetahui peran kader Pos Pelayanan Terpadu menjalankan aktivitas sebagai kader. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa peran posyandu dapat dilihat dari pengetahuan, sikap dan perilaku yang secara keseluruhan menunjukkan hasil yang baik namun demikian masih terdapat beberapa kendala masih kurangnya kesadaran masyarakat terhadap kegiatan posyandu, Kurangnya kader posyandu yang terampil dalam melakukan kegiatan dan kegiatan Posyandu yang terjadi di banyak lokasi diberbagai desa di Kecamatan Kuok masih menunjukkan bahwa pemantauan pertumbuhan terhadap balita belum dilakukan secara maksimal. Dari hasil diatas dapat disarankan antara lainkepada Pemerintah perlu melakukan berbagai kegiatan untuk merangsang, mendorong, dan meningkatkan partisipasi kader posyandu dengan memberikan insentif dan penghargaan sebagai motivasi kader dalam menjalankan berbagai aktivitas. Disamping itu perlu juga dilakukan pelatihan dalam rangka meningkatkan keterampilan kader dalam menjalankan peran dan fungsinya sebagai kader
Pengaruh Kompetensi Sumber Daya Insani Terhadap Mutu Pelayanan Dan Kinerja Selama Era New Normal Pada BMT Al-ittihad Menurut Konsep Ekonomi Syariah Syarifah Aini; Mahyarni Mahyarni; Heri Sunandar
Kutubkhanah Vol 21, No 1 (2021): Januari - Juni
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1294.257 KB) | DOI: 10.24014/kutubkhanah.v21i1.13356

Abstract

Virus Covid-19 di Indonesia memberikan perubahan kegiatan pelayanan yang diberikan pihak BMT Al-Ittihad. Pegawai pada kesehariannya terbiasa berinteraksi secara langsung kepada nasabah, karena adanya COVID-19 maka pegawai  mulai terbiasa dengan era new normal dengan menerapkan protokol kesahatan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompetensi sumber daya insani terhadap mutu pelayanan dan kinerja selama era new normal pada BMT Al-Ittihad. Penelitian dilakukan di BMT Al-Ittihad dan merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan software SPSS. Dari penelitian yang telah dilakukan, maka diperoleh hasil variabel pengalaman kerja, pendidikan, pengetahuan dan keterampilan berpengaruh positif dan signifikan terhadap mutu pelayanan pada BMT Al-Ittihad selama era new normal. Variabel pengalaman kerja, pendidikan, pengetahuan, keterampilan dan mutu pelayanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pada BMT Al-Ittihad selama era new normal. Selanjutnya tinjauan ekonomi Syariah, kompetensi sumber daya insani terhadap mutu  pelayanan dan kinerja selama era new normal pada BMT Al-Ittihad telah sesuai dengan perspektif ekonomi Syariah