Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

PENGARUH PERENDAMAN KITOSAN SISIK IKAN HARUAN (Channa striata) TERHADAP STRUKTUR EMAIL GIGI Duhan Kanzu Balad; Deby Kania Tri Putri; Beta Widya Oktiani
Dentin Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTBackground: Acidic water from South Borneo peat land is one of the causes of enamel structure damage. Haruan fish (Channa striata) have scales that can be processed into chitosan. Chitosan contains amino and hydroxyl groups react with acid ions, increasing the environment pH and interfering the demineralization process. Purpose: To determine immersion effect of haruan fish scales chitosan on tooth enamel structure. Method: The research design was true experimental post test only with control group design. The treatment consisted of 4 groups, group I was the baseline, group II was the negative control group of teeth immersed in phosphoric acid 5.2 pH, groups III and IV were groups of teeth soaked with phosphoric acid 5.2 pH and chitosan solution with a concentration 2.5% and 5%. Data results were in the form of images from the buccal enamel surface observed with Scanning Electron Microscope. Results: Group III with 2.5% concentration of chitosan solution had less damage to enamel surface than negative control, and group IV with solution 5% chitosan concentration showed no damage and had better visualization than baseline group. Conclusion: Haruan fish scales chitosan has been shown to inhibit tooth enamel demineralization and play role in tooth remineralization process. Keywords :     Chitosan, Demineralization, Enamel, Haruan Fish Scales, SEM. ABSTRAKLatar Belakang: Air dari lahan rawa gambut Kalimantan Selatan yang bersifat asam merupakan salah satu penyebab kerusakan struktur email gigi. Ikan haruan (Channa striata) memiliki sisik yang dapat diolah menjadi kitosan. Kitosan mengandung gugus amino dan hidroksil bereaksi dengan ion-ion asam, meningkatkan pH lingkungan serta menghambat proses demineralisasi. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh perendaman kitosan sisik ikan haruan terhadap struktur email gigi. Metode: Desain penelitian true experimental post test only with control group design. Perlakuan terdiri dari 4 kelompok, kelompok I sebagai baseline, kelompok II adalah kelompok gigi yang direndam dengan asam fosfat 5,2 pH sebagai kontrol negatif, kelompok III dan IV adalah kelompok gigi yang direndam dengan asam fosfat 5,2 pH dan larutan kitosan dengan konsentrasi 2,5% dan 5% dan data berupa gambar dari hasil pengamatan permukaan email pada bagian bukal dengan Scanning Electron Microscope. Hasil: Kelompok III dengan larutan kitosan konsentrasi 2,5% memiliki kerusakan permukaan email lebih minimal daripada kontrol negatif, dan kelompok IV dengan larutan kitosan konsentrasi 5% tidak menunjukkan kerusakan dan memiliki visualisasi yang lebih baik daripada kelompok baseline. Kesimpulan: Kitosan sisik ikan Haruan telah terbukti dapat menghambat demineralisasi email gigi dan berperan dalam proses remineralisasi gigi. Kata kunci :  Demineralisasi, Email, Kitosan, SEM, Sisik Ikan Haruan.
EFEKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK FLAVONOID PROPOLIS Trigona Sp (Trigona thorasica) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Porphyromonas gingivalis Elsa Ayu Amanda; Beta Widya Oktiani; Fransiska U.A Panjaitan
Dentin Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Porphyromonas gingivalis merupakan salah satu bakteri dominan pada periodontitis kronis. Terapi periodontitis kronis dapat berupa scalling dan root planning disertai terapi penunjang salah satunya adalah pemberian antibiotik. Pemberian antibiotik yang kurang tepat dapat menimbulkan beberapa efek samping sehingga diperlukannya alternatif baru. Propolis mengandung senyawa flavonoid yang memiliki efek sebagai antibakteri. Tujuan: Untuk menganalisis efektivitas antibakteri ekstrak flavonoid propolis Trigona Sp (Trigona thorasica) dengan konsentrasi 0,1%; 0,3% dan 0,5% terhadap pertumbuhan bakteri Porphyromonas gingivalis (studi in vitro). Metode: Penelitian ini merupakan studi true experimental dengan post test only with control group design terdiri dari 4 kelompok pelakuan, yaitu kelompok ekstrak flavonoid propolis Trigona Sp (Trigona thorasica) konsentrasi 0,1%; 0,3% dan 0,5% dan akuades. Setiap perlakuan dilakukan pengulangan sebanyak 5 kali. Uji antibakteri dilakukan menggunakan metode dilusi untuk efek bakteriostatik dilihat dari selisih rata-rata absorbansi menggunakan spektrofotometer UV-Vis Biobase BKD-500 dan efek bakterisidal dilihat berdasarkan jumlah koloni yang tumbuh pada media agar menggunakan colony counter. Hasil: Uji One Way ANOVA menunjukkan bahwa selisih rata-rata absorbansi semua kelompok perlakuan memiliki perbedaan yang bermakna dengan p<0,05. Efek bakteriostatik terdapat pada konsentrasi 0,1%; 0,3% dan 0,5% dan efek bakterisidal terdapat pada konsentrasi 0,5%. Kesimpulan: Ekstrak flavonoid propolis Trigona Sp (Trigona thorasica) memiliki efek antibakteri pada konsentrasi 0,1%; 0,3% dan 0,5% terhadap pertumbuhan bakteri Porphyromonas gingivalis (studi in vitro).Kata-kata kunci: Antibakteri, ekstrak flavonoid propolis, porphyromonas gingivalis, metode dilusi
EFEKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN KASTURI (Mangifera casturi) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Porphyromonas gingivalis Siti Khairiah; Beta Widya Oktiani; Deby Kania Tri Putri
Dentin Vol 4, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTBackground: The most often disease that occurs in the oral cavity is Periodontitis and one of that is chronic periodontitis type. The dominant bacteria in chronic periodontitis with 96,2% of prevalence is Porphyromonas gingivalis. Supporting treatment for chronic periodontitis is mouthwash administration, but in long term use may causing some side effect, so that an alternative antibacterial agent with minimal side effects is needed. One of the plants that have antibacterial compounds is the Kasturi plant typical of South Kalimantan, because contain tannins, terpenoids, flavonoids and phenolics. Purpose: Determine and analyzing the antibacterial effectiveness of Kasturi leaf extract (Mangifera casturi) against the growth of Porphyromonas gingivalis bacteria. Methods: This study was used True Experimental with posttest only control group and used the broth dilution method to determine MIC and agar dilution to determine the MBC. Results: The leaves extract of Kasturi has a Minimum Inhibitory Concentration at a concentration of 20 mg/ml and a Minimum Bacteriocidal Concentration at a concentration of 40 mg/ml. Conclusion: The leaves extract of Kasturi (Mangifera casturi) can inhibit and have antibacterial power against the growth of Porphyromonas gingivalis bacteria.Keyword : Chronic Periodontitis, Kasturi leaf extract, MIC, MBC, Porphyromonas gingivalisABSTRAKLatar Belakang: Penyakit yang sering terjadi di rongga mulut yaitu Periodontitis dan salah satu jenisnya yaitu periodontitis kronis. Bakteri dominan pada periodontitis kronis dengan prevalensi 96,2% adalah Porphyromonas gingivalis. Perawatan penunjang periodontitis kronis yaitu pemberian obat kumur, tetapi pada pemakaian jangka panjang menyebabkan efek samping sehingga diperlukan alternatif bahan antibakteri yang memiliki efek samping minimal. Salah satu tumbuhan yang bersifat antibakteri yaitu Tumbuhan Kasturi khas Kalimantan Selatan karena mengandung tanin, terpenoid, flavonoid dan fenolat Tujuan: Mengetahui dan menganalisis efektivitas antibakteri ekstrak daun kasturi (Mangifera casturi) terhadap pertumbuhan bakteri Porphyromonas gingivalis. Metode: True Experimental dengan rancangan posttest only with control group. Metode uji antibakteri yang digunakan yaitu dilusi cair untuk mengetahui KHM dan dilusi padat untuk mengetahui KBM. Hasil: Ekstrak daun kasturi memiliki Kadar Hambat Minimum pada konsentrasi 20 mg/ml dan Kadar Bunuh Minimum pada konsentrasi 40 mg/ml. Kesimpulan: Ekstrak daun Kasturi (Mangifera casturi) mampu menghambat dan memiliki daya antibakteri terhadap pertumbuhan bakteri Porphyromonas gingivalis.Kata kunci: Ekstrak Daun Kasturi, KBM, KHM, Periodontitis Kronis, Porphyromonas gingivalis
PARENT EDUCATION PROGRAM MENGGUNAKAN VIDEO ANIMASI DENTAL HEALTH EDUCATION (DHE) BAGI ANAK DOWN SYNDROME DALAM PENCEGAHAN KARIES GIGI SELAMA PANDEMI COVID renie kumala dewi; Beta Widya Oktiani; Hilyatul Auliya; I Wayan Arya Krishnawan Firdaus; Ika Kusuma Wardani; Irham Taufiqurrahman
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 4 (2021): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mewujudkan Pemulihan dan Resiliensi Masya
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.66 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v4i0.1361

Abstract

Latar belakang. Anak dengan down syndrome adalah anak yang mengalami keterlambatan perkembangan mental. Keadaan rongga mulut pada anak down syndrome adalah penyakit periodontal dan karies gigi. Banjarmasin dikenal dengan kota seribu sungai yang merupakan wilayah lahan basah. Kandungan air lahan basah bersifat asam dan mengandung bakteri Streptococcus penyebab karies. Kebiasaan menggunakan air lahan basah dalam kehidupan sehari-hari dapat meningkatkan prevalensi karies gigi. Tindakan yang dapat dilakukan selama pandemi covid dengan memberikan edukasi video animasi interaktif Dental Helath Education (DHE) sebagai parent education program karena orangtua merupakan pusat edukasi pertama dalam mendidik anak. Tujuan. Mengetahui pengaruh parent education program menggunakan video DHE bagi anak terhadap pencegahan karies gigi selama pandemi covid. Metode. Penyuluhan menggunakan video animasi DHE bagi anak down syndrome dalam pencegahan karies gigi selama pandemi covid. kegiatan pengabdian bekerjasama dengan yayasan PIK POTADS (Persatuan Orang Tua dan Anak Down Syndrome) wilayah Kalimantan Selatan yang dihadiri oleh orang tua dengan anak down syndrome sebanyak 48 peserta yang dilaksanakan secara online, sebagai penguatan kembali mengenai penyuluhan, para orang tua diminta untuk mengisi kuesioner setelah pemberian video penyuluhan tersebut, Hasil. Didapatkan kategori baik terhadap parent education menggunakan video animasi DHE terhadap kesehatan gigi dan mulut dalam pencegahan karies gigi selama pandemic covid-19.
EFEKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN RAMBAI (Sonneratia caseolaris) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Porphyromonas gingivalis Prilly Sonya Puteri; Beta Widya Oktiani; Didit Aspriyanto
Dentin Vol 6, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/dentin.v6i3.6822

Abstract

ABSTRACTBackground: The most common periodontal disease is periodontitis and one of its type is chronic periodontitis. The dominant bacteria in chronic periodontitis with 96,2% of prevalence is Porphyromonas gingivalis. Supporting therapy is by giving mouthwash in the form of 0.2% chlorhexidine gluconate. However, its use in the long term can cause side effects such as xerostomia and changes in taste sensation so that natural antibacterial alternatives are needed. One of the natural plants typical of South Kalimantan, namely the rambai plant, contains antibacterial compounds such as flavonoids, tannins, phenols, saponins and steroids. Purpose: To analyze the antibacterial effectiveness of rambai leaf extract (Sonneratia caseolaris) against the growth of Porphyromonas gingivalis bacteria. Methods: This research uses True Experimental with post test only with control group design. The treatments in this study were rambai leaf extract with concentrations of 20%, 40%, 60%, 80%, 100%, positive control in the form of 0.2% chlorhexidine gluconate and negative control in the form of aquadest. Antibacterial test using liquid dilution method to determine MIC and solid dilution to determine MBC. Results: Based on the results and data analysis, it was found that the rambai leaf extract had MIC at concentration of 20% and MBC at concentration of 100%. Conclusion: Leaf extract of Rambai (Sonneratia caseolaris) is able to inhibit and has antibacterial properties against the growth of Porphyromonas gingivalis bacteria. Keywords: Chronic periodontitis, Porphyromonas gingivalis, Sonneratia caseolaris ABSTRAKLatar Belakang: Penyakit periodontal yang paling umum yaitu periodontitis dan salah satu jenisnya yaitu periodontitis kronis. Bakteri dominan pada periodontitis kronis dengan prevalensi 96,2% yaitu Porphyromonas gingivalis.Terapi penunjang yaitu dengan pemberian obat kumur berupa klorheksidin glukonat 0,2%. Namun, penggunaannya dalam jangka panjang dapat menimbulkan efek samping seperti xerostomia dan perubahan sensasi pengecapan, sehingga diperlukan alternatif antibakteri berbahan alami. Salah satu tumbuhan alami khas Kalimantan Selatan yaitu tumbuhan rambai mengandung senyawa antibakteri seperti flavonoid, tanin, fenol, saponin dan steroid. Tujuan: Menganalisis efektivitas antibakteri ekstrak daun rambai (Sonneratia caseolaris) terhadap pertumbuhan bakteri Porphyromonas gingivalis. Metode: Penelitian ini menggunakan True Experimental dengan post test only with control group design. Perlakuan pada penelitian ini yaitu ekstrak daun rambai konsentrasi 20%, 40%, 60%, 80%, 100%, kontrol positif berupa klorheksidin glukonat 0,2% dan kontrol negatif berupa aquadest. Uji antibakteri menggunakan metode dilusi cair untuk mengetahui KHM dan dilusi padat untuk mengetahui KBM. Hasil: Berdasarkan hasil dan analisis data didapatkan bahwa ekstrak daun rambai memiliki KHM pada konsentrasi 20% dan KBM pada konsentrasi 100%. Kesimpulan:  Ekstrak daun rambai (Sonneratia caseolaris) mampu menghambat dan memiliki sifat antibakteri terhadap pertumbuhan bakteri Porphyromonas gingivalis. Kata kunci: Daun Rambai, Periodontitis Kronis, Porphyromonas gingivalis 
EFEKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN RAMBAI (Sonneratia caseolaris) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Aggregatibacter actinomycetemcomitans Melati Ainun Nisa; Beta Widya Oktiani; Deby Kania Tri Putri
Dentin Vol 6, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/dentin.v6i3.6823

Abstract

ABSTRACTBackground: Aggressive periodontitis is a disease that destroys periodontal tissue rapidly caused by the dominance of the bacterium Aggregatibacter actinomycetemcomitans by 90%. Aggressive periodontitis treatment may include antibiotics. One of the antibiotics that can be used is metronidazole, but this metronidazole can have side effects when used in the long term such as headaches, nausea, dry mouth, and a metallic taste in the mouth. There are herbal plants, namely rambai leaves (Sonneratia caseolaris) which contain compounds that can be used as antibacterials including phenols, flavonoids, tannins, steroids, and saponins. Purpose: To prove and analyze the antibacterial effectiveness of rambai leaf extract (Sonneratia caseolaris) against the growth of Aggregatibacter actinomycetemcomitans bacteria. Method: True experimental with post test design only with control group and there are 7 treatment groups with 6 repetitions. Antibacterial test using liquid dilution method to determine the value of Minimum Inhibitory Content (MIC) and solid dilution to determine the value of Minimum Bactericidal Content (MBC). Data analysis using Kruskal Wallis and Post Hoc Mann Whitney test. Results: Based on the results and data analysis, the MIC value of rambai leaf extract was found at a concentration of 40%, while the MBC was found at a concentration of 100%. Conclusion: Rambai leaf extract is able to inhibit and kill Aggregatibacter actinomycetemcomitans bacteria. Keywords: Aggregatibacter actinomycetemcomitans, Aggressive Periodontitis, Sonneratia caseolaris ABSTRAKLatar belakang: Periodontitis agresif merupakan penyakit yang merusak jaringan periodontal dengan cepat yang disebabkan oleh dominasi bakteri Aggregatibacter actinomycetemcomitans sebesar 90%. Perawatan periodontitis agresif dapat berupa antibiotik. Salah satu antibiotik yang dapat dipakai yaitu metronidazole, namun metronidazole ini dapat memberikan efek samping apabila digunakan dalam jangka panjang seperti diantaranya sakit kepala, mual, mulut kering, dan berasa logam di mulut. Terdapat tumbuhan herbal yaitu daun rambai (Sonneratia caseolaris) yang mengandung senyawa yang dapat digunakan sebagai antibakteri diantaranya fenol, flavonoid, tanin, steroid, dan saponin. Tujuan: Membuktikan dan menganalisis efektivitas antibakteri ekstrak daun rambai (Sonneratia caseolaris) terhadap pertumbuhan bakteri Aggregatibacter actinomycetemcomitans. Metode: True experimental dengan desain posttest only with control group dan terdapat 7 kelompok perlakuan dengan 6 kali pengulangan. Uji antibakteri menggunakan metode dilusi cair untuk mengetahui nilai Kadar Hambat Minimum (KHM) dan dilusi padat untuk mengetahui nilai Kadar Bunuh Minimum (KBM). Analisis data menggunakan uji Kruskal Wallis dan Post Hoc Mann Whitney. Hasil: Berdasarkan hasil dan analisis data didapatkan nilai KHM ekstrak daun rambai pada konsentrasi 40%, sedangkan KBM terdapat pada konsentrasi 100%. Kesimpulan: Ekstrak daun rambai mampu menghambat dan membunuh bakteri Aggregatibacter actinomycetemcomitans. Kata Kunci: Aggregatibacter actinomycetemcomitans, Daun Rambai, Periodontitis Agresif
HUBUNGAN ANTARA LAMA MEROKOK DAN JUMLAH ROKOK YANG DIKONSUMSI PER HARI TERHADAP TIMBULNYA SMOKER’S MELANOSIS (Literature Review) Anisa Novia Farrasti; Beta Widya Oktiani; Juliyatin Putri Utami
Dentin Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/dentin.v6i1.6227

Abstract

ABSTRACTBackground: The World Health Organizations (2018) set Indonesia as the third largest cigarette consumer in the world. Smoking habits can cause pathological conditions in periodontal tissue, one of which is smoker's melanosis. Smoker's melanosis is an anomalous pigmentation that can be seen with the naked eye characterized by scattered, uneven, and blackish brown patches in the oral cavity tissue. The incidence of smoker's melanosis is thought to be influenced by the duration and number of cigarettes consumed per day. Objective:  Study was conducted to analyze the relationship between length of smoking and the number of cigarettes consumed each day with the onset of smoker's melanosis. Method: The method that will be used in this study is a literature review with a narrative review procedure. The literature search was carried out using sources from PubMed, Science Direct and Google scholar. The literature that has been obtained is then filtered according to the inclusion criteria, collected, entered in the results table for analysis, and then interpreted. Results: The results showed that from a total of 25 reviewed journals, it was stated that the number of cigarettes consumed per day and the length of smoking. The more and longer the person smokes, the more likely it is that smoker's melanosis will occur. Conclusion: There is a relationship between the length of smoking and the number of cigarettes consumed per day on the incidence of smoker's melanosis. Keywords:  Duration of smoking, Gingival hyperpigmentation, Smoking habits, Smoker's melanosis. ABSTRAKLatar Belakang: World Health Organizations (2018) menetapkan Indonesia sebagai pengonsumsi rokok terbesar ketiga di dunia. Kebiasaan merokok dapat menyebabkan timbulnya kondisi patologis pada jaringan periodontal, salah satunya smoker’s melanosis. Smoker’s melanosis merupakan pigmentasi anomali yang dapat dilihat dengan mata telanjang ditandai dengan bercak yang menyebar, tidak merata, dan berwarna coklat kehitaman di jaringan rongga mulut. Timbulnya smoker’s melanosis diduga dipengaruhi oleh faktor durasi dan jumlah rokok yang dikonsumsi perharinya. Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis hubungan antara lama merokok dan jumlah merokok yang dikonsumsi setiap hari dengan timbulnya smoker’s melanosis. Metode: Metode yang akan digunakan pada penelitian ini adalah literature review dengan prosedur narrative review. Pencarian literature dilakukan menggunakan bersumber dari PubMed, Science Direct dan  Google scholar. Literature yang telah didapatkan kemudian disaring sesuai kriteria inklusi, dikumpulkan, dimasukkan dalam tabel hasil untuk dianalisis, dan kemudian diinterpretasi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan dari total 25 jurnal yang telah di-review, menyatakan bahwa jumlah rokok yang dikonsumsi per hari dan lama merokok. Semakin banyak dan lama orang tersebut merokok maka akan semakin besar kemungkinan terjadinya smoker’s melanosis. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara lama merokok dan jumlah rokok yang di konsumsi perhari terhadap timbulnya smoker’s melanosis. Kata kunci: Hiperpigmentasi gingiva, Kebiasaan merokok, Lama merokok, Smoker’s melanosis.
PENGARUH JENIS, LAMA, DAN JUMLAH ROKOK YANG DIKONSUMSI TERHADAP NILAI INDEKS SMOKER’S MELANOSIS PEROKOK DEWASA Nur Alam; Beta Widya Oktiani; Norlaila Sarifah
Dentin Vol 6, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/dentin.v6i3.6819

Abstract

ABSTRACTBackground: Smoker's melanosis is hyperpigmentation of the oral mucosa which generally occurs in the anterior gingiva of the mandible of smokers caused by melanin deposition. The occurrence of smoker's melanosis can be seen from several indicators, such as the type of cigarette, smoking duration, and smoking frequency. Currently, Nunukan is one of the districts in North Kalimantan with the highest number of active smokers. Assessment of the severity of smoker's melanosis can be seen using the gingival pigmentation index by Hedin. Purpose: To analyze the effect of the type of cigarette, duration of smoking, and the number of cigarettes consumed on the smoker's melanosis index value. Methods: analytic observational with cross sectional design. The sample was determined using the Lemeshow formula. The population in this study is the community of West Nunukan Village and obtained a sample of 97 respondents. Results: The chi-square test showed that there was an effect of the type of cigarette on the smoker's melanosis index value (p=0.01). There is an influence between the length of smoking on the index value of smoker's melanosis (p=0.000). There is an influence between the number of cigarettes consumed on the index value of smoker's melanosis (p=0.001).Conclusion: There is an influence between the type of cigarettes on the index value of smoker's melanosis. There is an influence between the length of smoking on the index value of smoker's melanosis. There is an influence between the number of cigarettes consumed on the value of the smoker's melanosis index. Keywords :     Benzopyrene, Cigarettes, Nicotine, Smoker’s melanosis. ABSTRAKLatar belakang: Smoker’s melanosis adalah hiperpigmentasi pada mukosa mulut yang umumnya terjadi pada gingiva perokok bagian anterior mandibula yang disebabkan oleh deposisi melanin. Terjadinya smoker’s melanosis dapat dilihat dari beberapa indikator, seperti jenis rokok, durasi merokok, dan frekuensi merokok. Saat ini, Nunukan adalah salah satu kabupaten di Kalimantan Utara dengan jumlah perokok aktif terbanyak. Penilaian derajat keparahan smoker’s melanosis dapat dilihat menggunakan indeks pigmentasi gingiva oleh Hedin. Tujuan: Menganalisis pengaruh antara jenis rokok, lama merokok, dan jumlah rokok yang dikonsumsi terhadap nilai indeks smoker’s melanosis. Metode: observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Sampel ditentukan dengan menggunakan rumus Lemeshow. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat Kelurahan Nunukan Barat dan didapatkan sampel sebanyak 97 responden. Hasil: Uji chi-square menunjukkan terdapat pengaruh antara jenis rokok terhadap nilai indeks smoker’s melanosis (p=0,01). Terdapat pengaruh antara lama merokok terhadap nilai indeks smoker’s melanosis (p=0,000). Terdapat pengaruh antara jumlah rokok yang dikonsumsi terhadap nilai indeks smoker’s melanosis (p=0,001). Kesimpulan: Terdapat pengaruh antara jenis rokok terhadap nilai indeks smoker’s melanosis. Terdapat pengaruh antara lama merokok terhadap nilai indeks smoker’s melanosis. Terdapat pengaruh antara jumlah rokok yang dikosumsi terhadap nilai indeks smoker’s melanosis. Kata kunci :  Benzopiren, Nikotin, Rokok, Smoker’s melanosis,.
EFEKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK KULIT LIMAU KUIT (Citrus hystrix) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Porphyromonas gingivalis Veren Yosi Erinda; Beta Widya Oktiani; Juli Harnida Purwaningayu
Dentin Vol 6, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/dentin.v6i3.6820

Abstract

ABSTRACTBackground: Periodontitis is an inflammatory disease of the supporting tissues of the teeth caused by specific microorganisms with the characteristics of loss of attachment, gingival recession, destruction of the periodontal ligament and alveolar bone, and increased pocket depth. The dominant bacteria causing chronic periodontitis is Porphyromonas gingivalis. Limau kuit is one of the herbal plants originating from South Kalimantan which has antibacterial properties, where in the skin of limau kuit contains triterpenoid compounds, saponins, tannins, flavonoids, alkaloids, steroids. Purpose: Determine the effectiveness of extracts of limau kuit (Citrus hystrix) against the growth of Porphyromonas gingivalis bacteria. Methods: True experimental with post test only control group design and consisting of 9 treatment groups, including: limau kuit extract with concentrations of 5%, 10%, 20%, 40%, 60%, 80%, 100%, positive control and negative control, which were then repeated 4 times, effectiveness Antibacterial was assessed from MIC and MBC on BHIB and NA media by dilution method. Results: The MIC on lime peel extract at a concentration of 5% showed the smallest result of -0.70 and the MBC value at a concentration of 80% did not show the growth of bacterial colonies. Conclusion:  Extract limau kuit (Citrus hystrix) is able to inhibit and kill Porphyromonas gingivalis bacteria. Keywords: Chronic Periodontitis, Limau kuit extract, MBC, MIC, Porphyromonas gingivalis ABSTRAK Latar Belakang: Periodontitis merupakan penyakit inflamasi jaringan pendukung gigi yang diakibatkan oleh mikroorganisme spesifik dengan ciri-ciri yaitu hilangnya perlekatan resesi gingiva, kerusakan ligamen periodontal dan tulang alveolar, serta peningkatan kedalaman poket.Bakteri penyebab periodontitis kronis yang dominan yaitu Porphyromonas gingivalis.  Limau kuit merupakan salah satu tanaman herbal berasal dari Kalimantan Selatan yang memiliki sifat antibakteri, dimana pada kulit limau kuit mengandung senyawa triterpenoid, saponin, tanin, flavonoid, alkaloid, steroid. Tujuan: Mengetahui efektivitas ekstrak kulit limau kuit (Citrus hystrix) terhadap pertumbuhan bakteri Porphyromonas gingivalis. Metode: True experimental dengan rancangan percobaan menggunakan post test only control group design dan terdiri dari 9 kelompok perlakuan, antara lain: ekstrak kulit limau kuit konsentrasi 5%, 10%, 20%, 40%, 60%, 80%, 100%, kontrol positif dan kontrol negatif, yang kemudian dilakukan pengulangan sebanyak 4 kali, efektivitas antibakteri dinilai dari KHM dan KBM pada media BHIB dan media NA dengan metode dilusi. Hasil: KHM pada ekstrak kulit limau kuit pada konsentrasi 5% menunjukkan hasil terkecil sebesar -0,70 dan nilai KBM pada konsentrasi 80% tidak menunjukkan pertumbuhan koloni bakteri. Kesimpulan: Ekstrak kulit limau kuit (Citrus hystrix) mampu menghambat dan membunuh bakteri Porphyromonas gingivalis. Kata kunci: Ekstrak Kulit Limau Kuit, KBM, KHM, Periodontitis Kronis, Porphyromonas gingivalis
THE EFFECTIVENESS OF VIDEO DENTAL HEALTH EDUCATION SPECIAL NEEDS CHILDREN ON THE ORAL HYGIENE STATUS Renie Kumala Dewi; Anugrah Qotrunnada Hakim; Beta Widya Oktiani; Nabila Nabila
Dentino : Jurnal Kedokteran Gigi Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : FKG Unlam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/dentino.v7i2.14630

Abstract

Background. The clinical oral cavity characteristics of children with intellectual disabilities include a high prevalence of periodontal disease and dental caries. South Kalimantan is a wetland or marsh that contains acidic water with a pH of 3.5-4.5. The acidic condition causes tooth demineralization, which can lead to caries. Oral health education through special needs children dental health education (DHE) interactive video is needed. Objective. Analysing the effectiveness of dental health education (DHE) video media for special needs children living in wetlands during the Covid-19 pandemic on the oral hygiene status of children with intellectual disabilities. Methods. The study used a quasi-experimental design with a pretest, posttest without control design and using a simple random sampling technique. The samples were 52 children with intellectual disabilities who were subjected to the OHI-S examination before watching a DHE video for children with intellectual disabilities made by the author as a pretest. Afterward, the children were instructed to watch a 5-minute video made by the author using the Makaton method. Posttest involved OHIS reexamination after watching the video for 20 consecutive days. Data were analysed using the Wilcoxon statistical test. Results. There were 29 children with fair OHI-S (55.8%), 15 with poor OHI-S (28.8%), and 8 with good OHI-S (15.4%). The result of the Wilcoxon test indicated a value of 0.000 (p < 0.05). Conclusion. OHI-S score before the DHE video treatment was fair and improved to good after the DHE video. DHE video can increase the OHI-S in children with intellectual disabilities. Keywords: Covid-19, Dental Health Education Video, Oral Hygiene Index Status, Special needs children video.