Claim Missing Document
Check
Articles

Penyegaran Kader ‘Aisyiyah tentang Diabetes Mellitus melalui Edukasi Kesehatan Rahayu, Sri; Kristinawati, Beti; Maliya, Arina; Oktaviana, Wita; Angga Pribadi, Dimas Ria
Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Vol 5, No 1 (2025): Abdira, Januari
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdira.v5i1.566

Abstract

Refreshing ‘Aisyiyah cadres about diabetes mellitus through health education is an important effort to improve cadres’ understanding in preventing and managing diabetes mellitus. The purpose of this community service is to provide refreshment to ‘Aisyiyah cadres through health education to improve knowledge about diabetes mellitus. In this activity, ‘Aisyiyah cadres are given the latest knowledge about risk factors, normal blood sugar values, symptoms, and control of diabetes, as well as preventive measures that can be implemented in daily life. Participants are evaluated by giving questions using a questionnaire during the pre and post tests. The results showed an increase in participant knowledge from 90.24% to 92.6% after health education was carried out. Through this activity, it is hoped that ‘Aisyiyah cadres can play an active role in preventing an increase in the incidence of diabetes mellitus in the community
Gambaran Kecemasan Penderita Hipertensi Dengan Penyait Penyerta Di Puskesmas Baki Sukoharjo Widiastuti, Sinta Tri; Maliya, Arina; Yulian, Vinami
Prosiding Seminar Nasional Keperawatan Universitas Muhammadiyah Surakarta 2022: Prosiding Seminar Nasional Keperawatan Universitas Muhammadiyah Surakarta (Profesi Ners XXIV A
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Kecemasan merupakan salah satu faktor bahaya untuk memperluas hipertensi. Seseorang yang merasa cemas memiliki risiko berkali-kali lipat untuk mengalami hipertensi. Seseorang dikatakan hipertensi apabila dilakukan pemeriksaan tekanan darah menunjukkan tekanan sistolik lebih besar dari 140 mmHg dan tekanan diastolik lebih besar dari 90 mmHg. Sementara penyakit penyerta adalah kondisi dimana terdapat lebih dari satu penyakit yang terjadi pada seorang penderita. Tujuan: penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kecemasan pada penderita hipertensi dengan penyakit penyerta di Puskesmas Baki, Sukoharjo. Metode: pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode non probability sampling yaitu teknik purposive sampling dengan cara menetapkan kriteria sebelumnya. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 90 responden dan menggunakan kuisioner Zung Self-Rating Anxiety Scale (SAS/SRAS). Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif deskriptif.Hasil: penelitian ini menunjukkan sebanyak 39 respponden mengalami kecemasan ringan (43,3%) dan 51 responden mengalami kecemasan sedang (56,7%). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penderita hipertensi dengan penyakit penyerta di Puskesmas Baki Sukoharjo, mayoritas berusia 56 – 65 tahun, penderita berjenis kelamin perempuan, berpendidikan terakhir rendah, yaitu Sekolah Dasar (SD), karena rendahnya pendidikan, maka mayoritas responden tidak bekerja atau sebagai Ibu Rumah Tangga (IRT), dan kebanyakan responden menderita hipertensi selama 1 – 3 tahun dengan penyakit penyerta paling banyak adalah penyakit hipertensi dengan Diabetes Melitus (DM). Kesimpulan: Penderita hipertensi dengan penyakit penyerta di Puskesmas Baki, Sukoharjo, paling banyak mengalami kecemasan dengan tingkat kecemasan sedang,saran dan motivasi serta dukungan keluarga sangat membantu untuk mengontrol tingkat kecemasan penderita hipertensi dengan penyakit penyerta.
Efek Virgin Coconut Oil untuk Mengurangi Xerosis Kulit pada Pasien Gagal Ginjal Kronis yang Menjalani Hemodialisis Fakhrana, Dina; Maliya, Arina; Kristini, Puji
Prosiding Seminar Nasional Keperawatan Universitas Muhammadiyah Surakarta 2023: Prosiding Seminar Nasional Keperawatan Universitas Muhammadiyah Surakarta (Profesi Ners XXVI)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Kulit kering termasuk dalam peringkat pertama yang muncul pada pasien gagal ginjal kronis pada hemodialisis. Di dalam tubuh pasien yang menjalani hemodialisis, masih terjadi penumpukan zat-zat sisa metabolisme berupa toksin uremik yang akan menyebabkan sindrom uremia. Salah satu manifestasi sindrom uremik adalah kulit kering (xerosis). Xerosis terjadi karena akumulasi racun uremik di kulit pasien. Akumulasi racun uremik di kulit menyebabkan atrofi kelenjar sebaceous, gangguan fungsi sekresi eksternal, dan gangguan hidrasi stratum korneum dengan berkurangnya kelembaban karena hilangnya lipid dan faktor pelembab alami di lapisan korneum yang mengakibatkan kulit kering. Kondisi yang sedang berlangsung akan menyebabkan permukaan kulit retak yang mengakibatkan iritasi dan peradangan. Xerosis adalah gejala yang sering muncul pada pasien dengan terapi dialisis yang terjadi antara 50-100% pada ekstremitas bawah dan lengan bawah. Tujuan: untuk menentukan efek Virgin Coconut Oil pada xerosis kulit pada pasien yang menjalani perawatan hemodialisis. Metode: jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Instrumen penelitian ini menggunakan ODSS (Over-all Dry Skin Score). Hasil: Sebelum diberikan VCO, responden R1, R4, R5 mengalami xerosis kulit grade 1, responden R2 mengalami xerosis kulit grade 3, responden R3, R6, R7 mengalami xerosis kulit grade 2. Setelah diberikan terapi VCO xerosis kulit pada responden R1 menjadi grade 0, responden R3, R4, R5, R6, R7 menjadi grade 1, dan responden R2 menjadi grade 2. Kesimpulan : Terdapat pengaruh pemberian VCO terhadap tingkat xerosis kulit pada pasien Gagal Ginjal Kronis yang menjalani hemodialisis.
Passive Rom Therapy to Improve Muscle Strength in Post-Op Upper/Lower Extremity Patients: a Case Study Musa Bangkit Alfaruq; Arina Maliya
International Journal of Health and Medicine Vol. 1 No. 4 (2024): October : International Journal of Health and Medicine
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/ijhm.v1i4.78

Abstract

Fractures are emergency conditions that must be treated quickly and accurately and in accordance with fracture management procedures. In general, clients with fractures must undergo surgery which in addition to causing pain also affects activity. After surgery, rehabilitation is needed to prevent contractures. Nursing care for patients with upper/lower extremity fractures must be prioritized and focused on providing comfort, preventing complications, and achieving optimal rehabilitation in rehabilitation. Patients are taught mobilization or movement exercises, namely Passive Range of Motion (ROM). Purpose: To determine the Effectiveness of Passive ROM Exercise in Postoperative Patients with Upper/Lower Extremity Fractures on Length of Stay at Sukoharjo Regional General Hospital. Design: This researcher studied the type of experimental research. The method used is a case study. Results: the results of the study showed that the majority of Active ROM respondents were treated for 2 days with a frequency of 5 respondents. Then the results showed that there was a difference in the effect of passive ROM on the length of stay for fracture patients at Sukoharjo Regional General Hospital.
The Effectiveness of Listening to Qur'anic Murotal Therapy on Sleep Quality of Patients with Breath Pattern Disorders Meliana Fitria Salichah; Arina Maliya
Lentera Perawat Vol. 5 No. 2 (2024): Lentera Perawat
Publisher : LPPM STIKES Al-Ma'arif Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/lp.v5i2.335

Abstract

Breath pattern disturbances can lead to significant sleep disturbances and negatively impact an individual's physical and mental well-being. One non-pharmacological approach that has emerged as an alternative in addressing sleep disturbances is Murotal Qur'an listening therapy. Murotal therapy is an effective nurse-directed intervention that does not require much cost and is easy to perform. The purpose of this case study is to determine the effectiveness of listening to Qur'anic murotal therapy on the quality of sleep of patients with breathing pattern disorders. The method used is to use a pre-post test design. Researchers took samples with purposive sampling technique as many as 5 respondents who experienced a decrease in sleep quality. The sleep quality instrument uses PSQI (Pittsburg Sleep Quality Sleep) which consists of 7 assessment components that have a score of 0-21. Before the intervention, there were 20% of respondents with very poor sleep quality and 80% of respondents with poor sleep quality. After the intervention, there was a change in 60% of respondents with good sleep quality and 40% of respondents with very good sleep quality. This shows that there is a significant difference before and after the Qur'an murotal therapy. This study concludes that Qur'anic murottal therapy is able to improve sleep quality so that this Qur'anic murottal therapy is effective for patients experiencing sleep disorders.
PENINGKATAN KETRAMPILAN KOMUNIKASI KADER INTERAKTIF CEPAT ATASI STUNTING (KOKI CANTING) Maliya, Arina; Alfajri, Asri; Erwhani, Indri; Rosita, Riska; Pangarsi, Siti; Wuriani, Wuriani; Mulyani, Sri; Poncorini, Eti; Sumiyarsi, Ika
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i2.790-795

Abstract

Pemerintah Kabupaten Boyolali meluncurkan Gerakan Cegah Stunting, Sayang Ibu, Sayang Anak Dengan Kader Remaja (GERCEP SIAR)  sebagai salah satu upaya  inovasi dalam aksi konvergensi penangan intervensi spesifik untuk mempercepat penurunan angka stunting melalui pendekatan yang terstruktur dan terintegrasi. Dalam pelaksanaannya masih ada beberapa hal yang perlu diperbaiki, terutama pengetahuan kader dalam berkomunikasi interaktif. Melihat hal tersebut maka tujuan PKM ini untuk meningkatkan kapasitas dan keterampilan kader kesehatan dalam komunikasi interaktif yang efektif untuk mempercepat upaya pencegahan dan penanganan stunting di Kabupaten Boyolali. Metode wawancara digunakan dalam survey yang melibatkan  44 Kader dari berbagai Puskesmas di kabupaten Boyolali. Hasil PKM didapatkan  enam domain yang salah satunya adalah Sumber daya dan edukasi untuk kader, terutama masalah komunikasi. Maka dibuatlah implementasi berbentuk seminra dan pelatihan tentang Komunikasi kader interaktif cepat atasi stunting (KOKI CANTING). Tingkat pendidikan kader 2,27% SD, 13,64% SMP,59,09% SMA, 4,55% Diploma dan 20,45% Sarjana. Rata-rata nilai pretest adalah 89,52, sementara rata-rata nilai posttest meningkat menjadi 93,39. Ini menunjukkan adanya kenaikan rata-rata sebesar 5,31% dari nilai awal. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah kegiatan Komunikasi kader interaktif cepat atasi stunting (KOKI CANTING) sangat efektif dalam menambah wawasan dan pengetahuan kader dalam melakukan komunikasi kepada masyarakat.
Tingkat kecemasan terhadap kualitas hidup pada penderita hipertensi usia produktif Kunoviana, Rizkiyah Diyan; Maliya, Arina
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 18 No. 11 (2025): Volume 18 Nomor 11
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v18i11.532

Abstract

Background: Hypertension is one of the most common non-communicable cardiovascular diseases, especially high blood pressure with systolic pressure ≥140 mmHg and diastolic >90 mmHg. This disease is a global problem and is a major cause of death worldwide. One of the factors causing hypertension is anxiety, such as worry, anxiety, and fear accompanied by physical complaints and health problems. Purpose: To determine the relationship between the level of hypertension anxiety and the quality of life of productive age patients. Method: Quantitative descriptive research involving two variables, namely anxiety level as the independent variable and quality of life as the dependent variable. The study population used were productive age hypertension sufferers in the Gatak Sukoharjo health center area and was carried out on September 5-24, 2024. Sampling using purposive sampling technique and obtained 84 respondents. Results: Most respondents were aged 56-64 years as many as 33 respondents (39.3%), the majority were female 78 (92.9%) and were married as many as 83 respondents (98.8%). The most recent education was only up to Elementary School as many as 34 respondents (40.5%), as a housewife as many as 65 respondents (77.4%). The majority experienced severe anxiety as many as 37 respondents (44.7%) and poor quality of life as many as 49 respondents (58.8%) with a p-value of 0.001 with a correlation coefficient of 0.765. Conclusion: There is a significant relationship between anxiety levels and quality of life in productive age hypertensive patients. Most respondents experienced severe anxiety followed by low quality of life. Suggestion: Hypertensive patients can improve their healthy lifestyle, check their health regularly, especially the physical health dimension, not feel hopeless in living their lives, get closer to God, and communicate with family and neighbors.   Keywords: Anxiety; Hypertension; Productive Age; Quality of Life.   Pendahuluan: Hipertensi merupakan satu dari penyakit kardiovaskular tidak menular yang paling umum, khususnya tekanan darah tinggi dengan sistolik ≥140 mmHg dan diastolic >90 mmHg. Penyakit ini menjadi masalah global dan sebagai penyebab utama kematian di seluruh dunia. Salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya hipertensi adalah kecemasan, seperti khawatir, gelisah, dan takut yang disertai keluhan fisik dan gangguan kesehatan. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara tingkat kecemasan dan kualitas hidup pasien hipertensi usia produktif. Metode: Penelitian deskriptif kuantitatif yang melibatkan dua variabel yaitu tingkat kecemasan sebagai variabel independen dan kualitas hidup sebagai variabel dependen. Populasi penelitian yang digunakan adalah penderita hipertensi usia produktif di wilayah puskesmas Gatak Sukoharjo dan dilaksanakan pada tanggal 5-24 September 2024. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dan didapatkan sebanyak 84 responden. Hasil: Sebagian besar responden berusia 56-64 tahun sebanyak 33 responden (39.3%), mayoritas perempuan 78 (92.9%) dan berstatus menikah sebanyak 83 responden (98.8%). Pendidikan terakhir paling banyak hanya sampai Sekolah Dasar sebanyak 34 responden (40.5%), sebagai ibu rumah tangga sebanyak 65 responden (77.4%). Mayoritas memiliki kecemasan berat sebanyak 37 responden (44.7%) dan kualitas hidup buruk sebanyak 49 responden (58.8%) dengan p-value 0.001 dengan correlation coefficient 0.765. Simpulan: Adanya hubungan signifikan antara tingkat kecemasan dengan kualitas hidup pada penderita hipertensi pada usia produktif. Mayoritas responden mengalami kecemasan kategori berat yang diikuti dengan rendahnya kualitas hidupnya. Saran: Penderita hipertensi dapat meningkatkan pola hidup sehat, memeriksa kesehatan secara rutin terutama dimensi kesehatan fisik, tidak merasakan putus asa untuk hidup, lebih mendekatkan diri pada Tuhan, serta melakukan komunikasi dengan keluarga dan tetangga.   Kata Kunci: Hipertensi; Kualitas Hidup; Kecemasan; Usia Produktif.
Edukasi Berbasis Teori Health Belief Model Terhadap Tingkat Pengetahuan Pencegahan Risiko Komplikasi Hipertensi Yusuf, Nadya Putri Berliana Fatati; Maliya, Arina
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 18 No. 12 (2025): Volume 18 Nomor 12
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v18i12.496

Abstract

Background : Hypertension is a non-communicable disease that plays a major role as a primary factor in various chronic diseases such as cardio-metabolic and neurodegenerative conditions, which can adversely affect quality of life and life expectancy. The prevalence of hypertension continues to rise both globally and in Indonesia, including in the working area of the Gatak Health Center, which is influenced by low knowledge about the prevention of hypertension complication risks Purpose : To assess the impact of education based on the health belief model on participants' knowledge regarding hypertension complication risks in the Gatak Health Center area. Method : This quasi-experimental study employed a pretest-posttest design with a control group, conducted in the Gatak Health Center area. A total of 84 individuals were divided into intervention and control groups. The assessment instrument was a questionnaire using the Guttman scale, and data analysis was performed using the paired sample t-test. Results : Most participants were female (59.5%), aged 56-65 years (34.5%), had elementary education (45.2%), were housewives (28.6%), and had hypertension for 0-1 year (44%). After the education intervention, knowledge in the intervention group significantly increased compared to the control group (P-Value 0.001 vs. 0.529). Conclusion :. Health education based on the health belief model effectively strengthens understanding of hypertension complication prevention. Keywords : Education, hypertension, knowledge, health belief model, complications Pendahuluan : Hipertensi adalah penyakit tidak menular yang berperan sebagai faktor utama berbagai penyakit kronis seperti kardio – metabolic dan neurodegenerative, yang dapat berdampak buruk pada kualitas hidup dan harapan hidup. Prevalensi hipertensi terus meningkat secara global maupun di Indonesia, termasuk di wilayah kerja Puskesmas Gatak, yang dipengaruhi oleh rendahnya pengetahuan tentang pencegahan komplikasi. Tujuan : Mengukur efek dari edukasi yang berlandaskan teori health belief model terhadap peningkatan pemahaman masyarakat tentang risiko komplikasi hipertensi di wilayah pelayanan Puskesmas Gatak Metode : Penelitian ini merupakan studi quasi-eksperimental dengan desain pretest-posttest dan melibatkan kelompok kontrol. Pelaksanaannya dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Gatak. Sebanyak 84 partisipan dikelompokkan menjadi dua, yaitu kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Pengukuran dilakukan menggunakan kuesioner dengan skala Guttman sebagai instrumen penilaian. Untuk menganalisis data, digunakan uji paired sample t-tes. Hasil : Sebagian besar partisipan adalah perempuan (59,5%) dengan usia 56-65 tahun (34,5%), pendidikan SD (45,2%), dan IRT (28,6%) dan menderita hipertensi 0-1 tahun (44%). Setelah diberikan edukasi, pengetahuan kelompok intervensi meningkat lebih signifikan dibandingkan kelompok kontrol ( P-Value 0,001 dengan 0,529) Simpulan : Model health belief yang digunakan sebagai dasar edukasi kesehatan terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman mengenai langkah-langkah pencegahan risiko komplikasi akibat hipertensi. Kata kunci : Edukasi, hipertensi, pengetahuan, health belief model, komplikasi
Penerapan Virgin Coconut Oil terhadap Pruritus pada Pasien Gagal Ginjal Kronis Hariyanto, Cechilya Anindhita; Nasichah, Siti Nur Alfiyatin; Ailani, Choirida; Maliya, Arina
Journal of Telenursing (JOTING) Vol. 7 No. 2 (2025): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/joting.v7i2.14781

Abstract

This study aims to evaluate the effectiveness of Virgin Coconut Oil (VCO) in relieving pruritus in Chronic Kidney Disease (CKD) patients undergoing hemodialysis. The research method used is a literature review of various studies discussing VCO as a complementary therapy. The study results showed that VCO contains bioactive compounds such as lauric acid and vitamin E, which have moisturizing, anti-inflammatory, and antimicrobial properties. VCO can increase skin hydration and elasticity and help prevent skin infections that can worsen pruritus. In addition, a holistic approach that includes physical, psychological, and patient education aspects is also needed to increase the effectiveness of therapy. In conclusion, VCO has the potential to be an effective additional therapy in reducing pruritus in CKD patients undergoing hemodialysis and can be part of a more comprehensive care strategy for health workers to improve the quality of life of patients.   Keywords: Hemodialysis, CKD, Pruritus, VCO
Autogenic Relaxation Therapy's Impact on Patients' Acute Pain Levels in Gladiol Ward RSUD Sukoharjo Alfina Rahmadani; Arina Maliya
Jurnal EduHealth Vol. 16 No. 01 (2025): Jurnal EduHealt, Edition January - March, 2025
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Acute pain in abdominal pain patients is a common problem that can affect quality of life. At RSUD Sukoharjo's Gladiol Ward, acute pain among patients experiencing abdominal pain is a prevalent issue, representing the highest percentage of complaints. Autogenic relaxation therapy has been proven effective in reducing various types of pain, but its effect on sharp pain in patients suffering from abdominal issues still needs further investigation. The current study will look at how autogenic relaxation therapy affects acute pain intensity in patients suffering from abdominal discomfort. A quasi pre-post test design was implemented in this research. Within this framework, the researcher assigned one group as the intervention group and the other as the control group. The study participants consisted of five inpatients at the Gladiol Ward, RSUD Sukoharjo, who were diagnosed with abdominal pain. Autogenic relaxation therapy was administered twice daily for three consecutive days, with pain levels assessed before and after the intervention using a numerical pain scale. Data analysis was conducted using the Paired T-Test, as the data followed a normal distribution. The statistical results indicated a significant reduction in acute pain levels after autogenic relaxation therapy at RSUD Sukoharjo. The Paired T-Test produced an Asymp. Sig.( 2-tailed ) value of 0.000. Since this value is less than 0,05. It confirms that the alternative hypothesis ( Ha ) is accepted. Therefore, autogenic relaxation therapy is proven to be effective in lowering acute pain levels in patients with abdominal pain. This study provides empirical evidence supporting the benefits of autogenic relaxation therapy as a non-pharmacologi approach to managing acute pain in patients with abdominal pain.
Co-Authors Afifah Dian Sari Afifah Nur Fitri Widyasari Ailani, Choirida Aini, Nisrina Nur Aisah, Rosida Nur Aldiansa, Prima Alfajri, Asri Alfia Dyah Permata Alfina Rahmadani Alin Ikmalia Amalia Siti Choirun Nisa Anisah, Isnaini Nur Ary Mulyantini Astari, Rizki Yulida Ayunarwanti, Rizkya Aziz, Rafida Beti Kristinawati Burhanudin Ashar Carissa, Bella Dawaishafa Diva Nurani Dewi, Aulia Kusuma Dhamayanti, Meta Saskia Rina Dian Setyawan Dimas Ria Angga Pribadi Dinita, Fera Alfina Dyan Kurniasari Ekky Puspita Sonia Endang Zulaicha S Endang Zulaicha Susilaningsih Erwanindyasari, Risma Nuril Etik Rositasari Fakhrana, Dina Febi Kusuma Nugraha Fina Mahardini Firman Faradisi Frisca Uly Mufattichah Hariyanto, Cechilya Anindhita Hasanudin, Muh Hasna Fadhilah Qotrunnada Hastuti, Ema Aprilia Setya Herminingrum, Ika Yuniar Hunain Suci Kamila Iffada, Salsabillah Ansafa Ika Yuniar Herminingrum Indri Erwhani Isnaini Nur Anisah Kartinah Khusnul Rohadi, Dickta Annafi Kristini, Puji Kunoviana, Rizkiyah Diyan Kurniasari, Dyan Laksono Trisnantoro Lina Wati Nur Azizah Lutfa, Umi Mahardini, Fina Mahrunnisa Syahratudar Maharani Maymona Rizqi Hardani Meliana Fitria Salichah Meliana Fitria Salichah Muh Hasanudin Muhammad Ahsan Muhammad Luqman Prihananda Musa Bangkit Alfaruq Nabrita, Afrischa Yusti Nasichah, Siti Nur Alfiyatin Ni'mah Mufidah Nisrina Nur Aini Novita Sabila Oktavika Maharani, Arlin Okti Sri Purwanti Pangarsi, Siti Perdana, Revansia Missi Poncorini, Eti Puji Kristini Puji Kristini Purnama, Arif Putra Rahmawati, Ellyza Regitasari, Dhesy Hamdan Lafaiz Revansia Missi Perdana Rina Sari Dewi Setyaningsih Riska Rosita Rizki Yulida Astari Rizkya Ayunarwanti Rizkya, Titania Nur Safaniah, Zuhro Muyassarotus Setyaningsih, Rina Sari Dewi Siti Nur Fatimah Siti Nur Fatimah Sri Mulyani SRI RAHAYU Srijaya, Munika Pandu Sudariyekti, Arian Wirani Sukamto, Ika Sumiyarsi Sulastri Sulastri - Sutoyo, Ronggo Adi Syafriati, Ani Umi Lutfa Uswatun Hasanah Vandika, Danuartha Vinami Yulian Widiastuti, Sinta Tri Wita Oktaviana Wuriani, Wuriani Yesika, Apriyani Yossina Vatanjani Yusuf, Nadya Putri Berliana Fatati