Claim Missing Document
Check
Articles

Penatalaksanaan Pengolesan Minyak Zaitun Untuk Mengatasi Pruritus Pada Pasien Hemodialisa Case Study Afifah Dian Sari; Ekky Puspita Sonia; Burhanudin Ashar; Yossina Vatanjani; Arina Maliya; Puji Kristini
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.41393

Abstract

Gagal ginjal kronis (Chronic Kidney Disease/CKD) merupakan kondisi progresif yang dapat menurunkan kualitas hidup pasien, terutama dengan munculnya pruritus uremik pada pasien yang menjalani hemodialisis. Pruritus yang tidak tertangani dapat menyebabkan gangguan tidur, ketidaknyamanan, serta peningkatan risiko infeksi kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas minyak zaitun dalam mengatasi pruritus pada pasien hemodialisis. Metode penelitian menggunakan studi kasus dengan pendekatan pretest-posttest tanpa kelompok kontrol, melibatkan enam responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Tingkat pruritus diukur menggunakan instrumen 5-D Itch Scale sebelum dan setelah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengolesan minyak zaitun selama tiga hari berturut-turut secara signifikan menurunkan tingkat pruritus dari kondisi berat menjadi sedang dan ringan. Minyak zaitun diketahui meningkatkan kelembapan kulit, mengurangi rasa gatal, serta memperbaiki kualitas tidur pasien. Dengan demikian, minyak zaitun dapat menjadi intervensi non-farmakologis yang aman dan efektif dalam mengatasi pruritus pada pasien hemodialisis. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi dasar bagi tenaga medis dalam memberikan perawatan suportif bagi pasien CKD yang mengalami pruritus.
Tinjauan Sistematis Literatur Terapi Isometric Handgrip Untuk Penurunan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi Novita Sabila; Arina Maliya
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.49639

Abstract

Hipertensi adalah kondisi ketika tekanan darah berada di atas normal, dengan nilai sistolik >140 mmHg dan diastolik >90 mmHg. Kasus hipertensi terus meningkat, salah satunya akibat gaya hidup sedentari atau kurangnya aktivitas fisik. Salah satu intervensi non-farmakologis yang mudah dilakukan adalah terapi isometric handgrip menggunakan handgrip dynamometer. Penelitian ini bertujuan menilai efektivitas terapi isometric handgrip dalam menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi melalui tinjauan literatur. Artikel diperoleh dari basis data PubMed, Google Scholar, dan Taylor and Francis dengan kata kunci terkait “blood pressure”, “hypertension”, dan “isometric handgrip”, dibatasi pada publikasi tahun 2020–2025. Dari pencarian, diperoleh 9 artikel yang memenuhi kriteria inklusi, yaitu responden hipertensi berusia 20–60 tahun, desain penelitian quasi-experimental, randomized controlled trial, atau pra-eksperimental, serta publikasi berbahasa Indonesia maupun Inggris dengan akses penuh. Hasil telaah menunjukkan bahwa terapi isometric handgrip efektif menurunkan tekanan darah dan dapat dilakukan secara mandiri sebagai intervensi tambahan pada pasien hipertensi. Review ini menegaskan potensi isometric handgrip sebagai terapi komplementer berbasis bukti yang praktis, murah, dan aman, serta merekomendasikan penelitian lebih lanjut dengan desain multicenter dan periode tindak lanjut yang lebih panjang untuk mengevaluasi keberlanjutan efeknya.
Efektivitas Relaksasi Otot Progresif Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi : Literatur Review Dawaishafa Diva Nurani; Arina Maliya
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.49871

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat dan sering menimbulkan dampak psikologis, salah satunya kecemasan. Kecemasan pada penderita hipertensi berkontribusi terhadap peningkatan tekanan darah sehingga diperlukan intervensi non-farmakologis yang efektif untuk mengendalikannya. Teknik relaksasi otot progresif (Progressive Muscle Relaxation/PMR) dikenal sebagai salah satu terapi komplementer yang dapat memberikan efek fisiologis dan psikologis positif. Penelitian ini merupakan kajian literatur menggunakan metode PRISMA (Preferred Reporting Items for Literatur Reviews and Meta-Analyses). Pencarian artikel dilakukan melalui basis data Google Scholar, PubMed, dan Research Gate dengan rentang publikasi tahun 2020–2025. Dari total artikel yang diperoleh, dilakukan seleksi berdasarkan kriteria inklusi berupa penelitian eksperimental maupun quasi-eksperimental yang meneliti efektivitas PMR terhadap kecemasan atau tekanan darah pada penderita hipertensi. Hasil telaah menunjukkan bahwa PMR secara konsisten efektif menurunkan tingkat kecemasan pada pasien hipertensi, baik digunakan secara tunggal maupun dikombinasikan dengan intervensi lain seperti terapi pernapasan dalam atau dzikir. Efektivitas tersebut ditunjukkan melalui penurunan skor kecemasan, tekanan darah sistolik, serta penurunan denyut jantung yang signifikan secara statistik. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa teknik relaksasi otot progresif merupakan intervensi non-farmakologis yang aman, sederhana, dan efektif dalam mengurangi kecemasan pada penderita hipertensi, sehingga dapat direkomendasikan sebagai terapi pendukung dalam praktik keperawatan maupun layanan kesehatan primer.
Autogenic Relaxation Therapy's Impact on Patients' Acute Pain Levels in Gladiol Ward RSUD Sukoharjo Alfina Rahmadani; Arina Maliya
Jurnal EduHealth Vol. 16 No. 01 (2025): Jurnal EduHealt, Edition January - March, 2025
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Acute pain in abdominal pain patients is a common problem that can affect quality of life. At RSUD Sukoharjo's Gladiol Ward, acute pain among patients experiencing abdominal pain is a prevalent issue, representing the highest percentage of complaints. Autogenic relaxation therapy has been proven effective in reducing various types of pain, but its effect on sharp pain in patients suffering from abdominal issues still needs further investigation. The current study will look at how autogenic relaxation therapy affects acute pain intensity in patients suffering from abdominal discomfort. A quasi pre-post test design was implemented in this research. Within this framework, the researcher assigned one group as the intervention group and the other as the control group. The study participants consisted of five inpatients at the Gladiol Ward, RSUD Sukoharjo, who were diagnosed with abdominal pain. Autogenic relaxation therapy was administered twice daily for three consecutive days, with pain levels assessed before and after the intervention using a numerical pain scale. Data analysis was conducted using the Paired T-Test, as the data followed a normal distribution. The statistical results indicated a significant reduction in acute pain levels after autogenic relaxation therapy at RSUD Sukoharjo. The Paired T-Test produced an Asymp. Sig.( 2-tailed ) value of 0.000. Since this value is less than 0,05. It confirms that the alternative hypothesis ( Ha ) is accepted. Therefore, autogenic relaxation therapy is proven to be effective in lowering acute pain levels in patients with abdominal pain. This study provides empirical evidence supporting the benefits of autogenic relaxation therapy as a non-pharmacologi approach to managing acute pain in patients with abdominal pain.
Pengaruh Foot Massage Pada Pasien Hemodialisa: Narrative Review Afrischa Yusti Nabrita; Bella Carissa; Arina Maliya; Dyan Kurniasari
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 8 (2024): Volume 6 Nomor 8 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i8.15224

Abstract

ABSTRACT Hemodialysis is a blood cleansing process carried out for patients with end-stage kidney failure or patients with acute illnesses who require short-term dialysis. The hemodialysis process does not cure or restore kidney disease and is unable to compensate for the loss of metabolic or endocrine activity carried out by the kidneys and the impact of kidney failure and its therapy on the patient's quality of life, however hemodialysis has the aim of removing toxic nitrogenous substances from the blood and removing waste water. excessive. Because the hemodialysis process is quite long and tiring, patients will experience fatigue and pain throughout the body. Therefore, there is a need for non-pharmacological therapy for patients to reduce the pain. The aim of this research is to determine the effect of foot massage on hemodialysis patients. The research method used is literature review using 10 national and international based journals from 2019-2024. The criteria used in this research are limiting articles or journals published in the last five years starting from 2019 to 2024. Journals have titles and contents that match the research objectives, are full text, and are related to nursing science. Based on the research results, it can be concluded that foot massage has been proven to reduce fatigue in hemodialysis patients. Foot massage can increase blood circulation which can increase the supply of oxygen and energy to the body and speed up the removal of metabolic waste from the body, so that complaints of fatigue are reduced. Keywords: Hemodialysis, Foot Massage, Fatigue  ABSTRAK Hemodialisa adalah proses pembersihan darah yang dilakukan bagi pasien dengan tahap akhir gagal ginjal atau pasien berpenyakit akut yang membutuhkan dialisis waktu singkat. Prises hemodialisa tidak menyembuhkan atau memulihkan penyakit ginjal dan tidak mampu mengimbangi hilangnya aktivitas metabolik atau endokrin yang dilaksanakan ginjal dan dampak dari gagal ginjal serta terapinya terhadap kualitas hidup pasien namun hemodialisa memiliki tujuan untuk mengeluarkan zat-zat nitrogen yang toksik dari dalam darah dan mengeluarkan air yang berlebihan. Karena proses hemodialisa yang cukup panjang dan melelahkan, pasien akan mengalami kelelahan dan rasa sakit di seluruh tubuh. Dengan begitu perlu adanya terapi non-farmakologi bagi pasien untuk mengurangi rasa sakit tersebut. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui pengaruh dari foot massage pada pasien hemodialisa. Metode penelitian yang digunakan ialah literature revire dengan menggunakan 10 jurnal berbasis nasional dan internasional dari tahun 2019-2024. Adapun kriteria yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan membatasi artikel atau jurnal yang diterbitkan lima tahun terakhir mulai dari tahun 2019 sampai 2024. Jurnal mempunyai judul dan isi sesuai dengan tujuan penelitian, full teks, dan memiliki keterkaitan dengan ilmu keperawatan. Berdasar hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pijat kaki telah terbukti mengurangi kelelahan pada pasien hemodialisa. Pijat kaki mampu meningkatkan sirkulasi darah yang dapat meningkatkan suplai oksigen dan energi ke tubuh serta mempercepat pembuangan sisa metabolisme dari tubuh, sehingga keluhan kelelahan berkurang. Kata Kunci: Hemodialisa, Foot Massage, Kelelahan
Pengaruh Video Edukasi terhadap Kualitas Hidup Penderita Hipertensi di Puskesmas Kartasura Nadia Widyasari; Arina Maliya
Buletin Ilmu Kebidanan dan Keperawatan Vol. 5 No. 01 (2026): Buletin Ilmu Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : The Indonesian Institute of Science and Technology Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56741/bikk.v5i01.1637

Abstract

Hipertensi adalah kondisi kronis yang secara signifikan memengaruhi kesejahteraan fisik, psikologis, dan sosial individu, sering kali menyebabkan penurunan kualitas hidup. Pengetahuan yang terbatas dan kepatuhan yang rendah terhadap perubahan  gaya hidup semakin berkontribusi pada manajemen hipertensi yang buruk di kalangan pasien. Studi ini bertujuan menilai pengaruh video edukasi terhadap kualitas hidup pasien hipertensi di Puskesmas Kartasura. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-eksperimen pretest–posttest dengan kelompok kontrol. Sebanyak 96 responden dipilih melalui purposive sampling dan dibagi rata kedalam intervensi dan kontrol. Kelompok intervensi menerima tayangan video edukasi selama empat minggu, sedangkan kelompok kontrol menerima perawatan standar. Kualitas hidup dinilai menggunakan kuesioner SF-36. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam kualitas hidup kelompok intervensi, dengan skor rata-rata meningkat dari 54,88 (pretes) menjadi 80,35 (postes), sementara kelompok kontrol tidak menunjukkan perubahan yang berarti (rata-rata 54,69 pretes dan posttes). Analisis statistik menunjukkan efek signifikan dari video edukasi terhadap peningkatan kualitas hidup dengan p=0,001. Temuan ini menyoroti bahwa video edukasi adalah media yang efektif untuk meningkatkan pemahaman pasien dan mendorong perilaku gaya hidup yang lebih sehat, sehingga meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.
Pengaruh Video Edukasi terhadap Efikasi Diri Penderita Hipertensi: Studi Kuasi Ekperimen di Puskesmas Kartasura Azzarine Hascahyo; Arina Maliya
Buletin Ilmu Kebidanan dan Keperawatan Vol. 5 No. 01 (2026): Buletin Ilmu Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : The Indonesian Institute of Science and Technology Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56741/bikk.v5i01.1668

Abstract

ipertensi adalah salah satu masalah kesehatan yang paling umum pada masyarakat, yang membawa ipertensi merupakan masalah kesehatan umum dengan risiko komplikasi serius. Efikasi diri berperan penting dalam kepatuhan pengobatan dan perubahan perilaku sehat. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh video edukasi terhadap efikasi diri pasien hipertensi di Puskesmas Kartasura menggunakan desain kuasi-eksperimental pre-test–post-test dengan kelompok intervensi dan kontrol. Sampel berjumlah 96 responden, menggunakan kuesioner General Self Efficacy (GSE). Kelompok intervensi menerima video edukasi manajemen hipertensi selama empat minggu. Analisis Paired T-test dan Independent T-test menunjukkan peningkatan signifikan efikasi diri pada kelompok intervensi (19,29 menjadi 25,94; p=0,001), sedangkan kelompok kontrol tidak berubah signifikan. Video edukasi terbukti efektif meningkatkan keyakinan pasien dalam pengelolaan hipertensi dan berpotensi menjadi metode edukasi alternatif di layanan kesehatan primer.
Pemberian Aromaterapi Lavender pada Pasien CKD yang Menjalani Hemodialisa dengan Fatigue Novita Sabila; Arsyifa Inneza Hermoko; Fara Nabila; Nuriyatul Fitriyah; Arina Maliya; Dyan Kurniasari
Journal of Language and Health Vol. 6 No. 3 (2025): Journal of Language and Health: September 2025
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i3.170

Abstract

Fatigue merupakan salah satu gejala yang sering terjadi dan paling memberatkan pada pasien penyakit ginjal kronis (CKD) yang menjalani hemodialisa, dengan dampak terhadap kualitas hidup, kesehatan mental, dan kepatuhan terapi. Terapi farmakologis tidak selalu optimal menangani fatigue, intervensi non-farmakologis mulai banyak diminati karena risiko efek samping farmakoterapi jangka panjang. Aromaterapi lavender menjadi pilihan terapi komplementer karena kandungan senyawa aktif seperti linalool dan linalyl acetate yang memiliki efek relaksasi melalui sistem saraf pusat, menurunkan kecemasan, memperbaiki kualitas tidur, dan menurunkan tingkat kelelahan. Tujuan literature review ini adalah untuk menganalisis efektivitas aromaterapi lavender pada penurunan fatigue pasien CKD yang menjalani hemodialisa. Metode yang digunakan adalah literature review dengan melakukan pencarian database tahun 2020-2025 sehingga didapatkan 180 artikel dari tiga database yang kemudian dianalisis menggunakan metode PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses) dan didapatkan sepuluh literature yang membahas dampak aromaterapi lavender pada pasien hemodialisa dengan fatigue. Hasil review menunjukkan konsistensi manfaat pemberian aromaterapi lavender, baik dengan cara inhalasi maupun massage, secara signifikan mampu menurunkan skor fatigue, menurunkan tingkat kecemasan, meningkatkan kualitas tidur, dan memperbaiki kualitas hidup pasien. Efek maksimal diperoleh melalui pemberian rutin minimal 2–3 kali seminggu selama dua minggu atau lebih, khususnya jika dikombinasikan dengan edukasi kesehatan dan dukungan keluarga. Satu kali intervensi tanpa edukasi terbukti kurang optimal. Faktor seperti usia lanjut, komorbiditas, dan kurangnya edukasi memperberat gejala fatigue. Kesimpulan literature review menegaskan bahwa aromaterapi lavender merupakan intervensi komplementer yang efektif, aman, dan layak diintegrasikan ke dalam praktik keperawatan berbasis bukti untuk menurunkan kelelahan pasien CKD yang menjalani hemodialisa.
The Relationship Between Anxiety Level and Sleep Quality in Hypertensive Patients in the Haemodialysis Unit Rosida Nur Aisah; Arina Maliya
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 7 No 2 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i2.5469

Abstract

Haemodialysis patients with hypertension often face complex mental and physical health challenges, including impaired anxiety and sleep quality. This has a profound effect on the individual's life. Objective: This study aims to analyse the relationship between anxiety levels and sleep quality in hypertensive patients undergoing haemodialysis. Quantitative with a cross-sectional approach with a total sampling method of 30 hypertensive patients in the haemodialysis unit of PKU Aisyah Boyolali Hospital. This study was conducted in September - November. The instruments for data collection included the Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) to assess anxiety levels and the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) to evaluate sleep quality. Spearman's test was used for data analysis due to the non-normal distribution of the data. The results of the Spearman statistical test on hypertensive patients in the Hemodialysis Unit of PKU Aisyah Singkil Boyolali Hospital showed a p value = 0.044 > α = 0.05. the main findings (past tense). The results showed a significant relationship between anxiety levels and sleep quality in hypertensive patients at the Hemodialysis Unit of PKU Aisyah Singkil Boyolali Hospital. Researchers suggest examining other variables that affect sleep quality, such as physical activity, diet, and adherence to medication. Qualitative research methods can also be employed to investigate the personal experiences of patients and a broader range of individuals, allowing for more generalized findings.
The Relationship between Self-Efficacy and Self-Care Management in Hypertensive Patients with Comorbidities Apriyani Yesika; Arina Maliya
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 7 No 4 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i4.6381

Abstract

This study aims to examine the relationship between self-efficacy and self-care management in individuals with hypertension and comorbid diabetes mellitus at the Kartasura Health Center. This research uses a quantitative approach with a correlational design. The study population consists of individuals with hypertension and comorbid diabetes mellitus registered at the Kartasura Health Center, totaling approximately 470 people. A sample of 88 respondents was selected using purposive sampling. Data were collected through a questionnaire measuring self-efficacy and self-care management, which had been tested for validity and reliability (Cronbach’s Alpha > 0.60). The normality test showed a normal distribution with a significance value > 0.05 based on the Kolmogorov-Smirnov test. Data analysis was conducted using Pearson correlation tests with the help of SPSS software. The results indicate a significant correlation between self-efficacy and self-care management in individuals with hypertension and comorbid diabetes mellitus. Those with higher levels of self-efficacy tend to be more adherent to medication and better manage their health conditions, contributing to more stable blood pressure control. This study concludes that self-efficacy significantly influences self-care management in individuals with hypertension and comorbid diabetes mellitus.
Co-Authors Afifah Dian Sari Afifah Nur Fitri Widyasari Afrischa Yusti Nabrita Ailani, Choirida Aini, Nisrina Nur Aldiansa, Prima Alfajri, Asri Alfia Dyah Permata Alfina Rahmadani Alin Ikmalia Amalia Siti Choirun Nisa Anisa Anggraeni Anisah, Isnaini Nur Apriyani Yesika Arsyifa Inneza Hermoko Ary Mulyantini Astari, Rizki Yulida Ayunarwanti, Rizkya Aziz, Rafida Azzarine Hascahyo Bella Carissa Beti Kristinawati Burhanudin Ashar Dawaishafa Diva Nurani Dewi, Aulia Kusuma Dhamayanti, Meta Saskia Rina Dian Setyawan Dimas Ria Angga Pribadi Dinita, Fera Alfina Dyan Kurniasari Dyan Kurniasari Dyan Kurniasari Ekky Puspita Sonia Endang Zulaicha S Endang Zulaicha Susilaningsih Erwanindyasari, Risma Nuril Etik Rositasari Fakhrana, Dina Fara Nabila Febi Kusuma Nugraha Fina Mahardini Firman Faradisi Frisca Uly Mufattichah Gita Al-Fauzia Salsabilla Hariyanto, Cechilya Anindhita Hasanudin, Muh Hasna Fadhilah Qotrunnada Hastuti, Ema Aprilia Setya Herminingrum, Ika Yuniar Hunain Suci Kamila Iffada, Salsabillah Ansafa Ika Yuniar Herminingrum Indri Erwhani Isnaini Nur Anisah Kartinah Khusnul Rohadi, Dickta Annafi Kristini, Puji Kunoviana, Rizkiyah Diyan Kurniasari, Dyan Laksono Trisnantoro Lina Wati Nur Azizah Lutfa, Umi Mahardini, Fina Mahrunnisa Syahratudar Maharani Maymona Rizqi Hardani Meliana Fitria Salichah Meliana Fitria Salichah Muh Hasanudin Muhammad Ahsan Muhammad Luqman Prihananda Munika Pandu Srijaya Musa Bangkit Alfaruq Nadia Widyasari Nasichah, Siti Nur Alfiyatin Ni'mah Mufidah Nisrina Nur Aini Novita Sabila Nuriyatul Fitriyah Oktavika Maharani, Arlin Okti Sri Purwanti Pangarsi, Siti Perdana, Revansia Missi Poncorini, Eti Puji Kristini Puji Kristini Purnama, Arif Putra Rahmawati, Ellyza Regitasari, Dhesy Hamdan Lafaiz Revansia Missi Perdana Rina Sari Dewi Setyaningsih Riska Rosita Rizki Yulida Astari Rizkya Ayunarwanti Rizkya, Titania Nur Rosida Nur Aisah Safaniah, Zuhro Muyassarotus Setyaningsih, Rina Sari Dewi Siti Nur Fatimah Siti Nur Fatimah Sri Mulyani SRI RAHAYU Srijaya, Munika Pandu Sudariyekti, Arian Wirani Sukamto, Ika Sumiyarsi Sulastri Sulastri - Sutoyo, Ronggo Adi Syafriati, Ani Umi Lutfa Uswatun Hasanah Vandika, Danuartha Vinami Yulian Widiastuti, Sinta Tri Wita Oktaviana Wuriani, Wuriani Yossina Vatanjani Yusuf, Nadya Putri Berliana Fatati