Claim Missing Document
Check
Articles

The Effect of Orange Inhalation Aromatherapy on Anxiety in Chronic Kidney Failure Patients Undergoing Hemodialysis Hasna Fadhilah Qotrunnada; Arina Maliya
Contagion: Scientific Periodical Journal of Public Health and Coastal Health Vol 6, No 2 (2024): CONTAGION
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/contagion.v6i2.19805

Abstract

Chronic renal failure patients undergoing hemodialysis often experience anxiety. The patient's anxiety stems from the patient still not knowing how the hemodialysis procedure works and its side effects. The changes experienced by chronic renal failure patients are anxiety, which causes drastic changes in patients not only physically but also mentally. This study aims to determine the effect of orange inhalation aromatherapy on anxiety in patients with chronic renal failure undergoing hemodialysis. This study is a type of experimental research with a two-group pretest-posttest design conducted at Sebelas Maret University Hospital Surakarta in March 2024. The population in this study were 77 patients with chronic renal failure undergoing hemodialysis. The sampling technique of this study was purposive sampling, so the number of samples in this study was 30, consisting of 15 control groups and 15 treatment groups. Data collection on anxiety of chronic renal failure patients was carried out using the Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Data analysis test in this study used independent samples t-test. The results showed that there were differences in the effect of anxiety in patients with chronic renal failure in the control group who were not given citrus inhalation aromatherapy and the treatment group given citrus inhalation aromatherapy at Sebelas Maret University Hospital with a p-value = 0.012. It is suggested that patients with chronic renal failure undergoing hemodialysis can apply it themselves when experiencing anxiety during hemodialysis because this inhalation aromatherapy is very easy to apply and very useful Keywords: Aromatherapy, chronic kidney failure, hemodialysis, inhalation
Penatalaksanaan Terapi Dzikir Terhadap Penurunan Tingkat Kecemasan Pada Pasien Pre Operasi : Case Report Febi Kusuma Nugraha; Arina Maliya; Dian Setyawan
Jurnal Ners Vol. 9 No. 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i1.32130

Abstract

Introduction: Preoperative patient anxiety is an anticipatory response to a new experience that the patient may perceive as a threat to his role in life or even his life itself. Dhikr therapy (spiritual therapy) is remembering God with all His mistakes that contain spiritual elements that can generate hope and self-confidence in someone who is sick so that immunity and the healing process can increase the management of dhikr therapy on anxiety levels in preoperative patients. Purpose: The aim is to determine the management of dhikr therapy to reduce anxiety levels in preoperative patients. Method: This research design uses a quasi-experimental design with a one group pre- post test design approach without a control group. The sampling method used purposive sampling, the number of respondents was 5 respondents with predetermined inclusion and exclusion criteria. The research was conducted for 3 days at UNS Hospital Sukoharjo City, the data collection used was the ZARS (Zung Self-rating Anxiety Scale) anxiety questionnaire sheet with a practice time span from November 16 to December 22, 2023. Before being given the dhikr therapy intervention, some patients in the pre-test had moderate anxiety levels as many as 4 people and severe anxiety as many as 1 person. After being given the intervention, all patients had a mild level of anxiety as many as 5 patients. Result: Based on the results of interviews with patients who will undergo major surgery, it is found that anxiety is indeed one of the psychological problems that often arise in preoperative patients caused by various stressors. Conclusion: The management of dhikr therapy is one method of spiritual approach to patients, especially those who are Muslim, therefore this intervention is not recommended for non-Muslim patients.
Terapi Benson dan Aromaterapi Lavender Untuk Mengurangi Kecemasan Pada Pasien Hemodialisa : Literatur Review Lina Wati Nur Azizah; Afifah Nur Fitri Widyasari; Arina Maliya; Dyan Kurniasari
Jurnal Ners Vol. 9 No. 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i1.32301

Abstract

Penyakit Ginjal Kronik merupakan keadaan ginjal yang terganggu ditandai dengan abnormalitas struktur atau fungsi ginjal yang berlangsung lebih dari 3 bulan. Pasien gagal ginjal kronik membutuhkan terapi hemodialisis. Masalah yang sering dikeluhkan oleh pasien yang menjalani hemodialisis yaitu cemas. Kecemasan pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis dapat diobati dengan aromaterapi inhalasi dan terapi benson. Tujuan dari penelitian ini adalah efektifitas terapi benson dan aromatgerapi lavender terhadap kecemasan pada pasien hemodialisis. Metode penelitian ini menggunakan metode literature review melalui basis pencarian data melalui search engine seperti PubMed, Google Schoolar dan Elsevier dengan kata kunci (keyword) yang digunakan yakni : "Hemodialisis" OR “Hemodialisa” AND “lavender aromatheraphy” OR “aromaterapi lavender” AND “Benson Theraphy” OR “Terapi Benson” AND “Anxiety” OR "kecemasan" dengan rentang waktu tahun 2020 – 2024. Hasil pencarian didapatkan sejumlah 9 artikel yang layak untuk dilakukan review sesuai dengan diagram alur PRISMA. Kriteria inklusi yang digunakan adalah pasien dewasa dengan usia 20-60 tahun yang mnderita CKD dan menjalani hemodialisis dengan kecemasan saat sebelum dilakukan hemodialisis, dengan menggunakan metode Quasy Experiment, case study dan Pre Post Test, nursing review dan artikel yang berbahasa inggris yang terakses secara gratis dan jurnal berbahasa indonesia. Intervensi yang dilakukan berupa terapi benson dan aromaterapi lavender yang di publikasikan dalam rentang 2020 sampai dengan 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien hemodialisa hendaknya dapat menerapkan terapi relaksasi Benson dan aromaterapi lavender secara mandiri sebagai salah satu alternatif untuk membantu memperbaiki kecemasan.
Penerapan Latihan Batuk Efektif Terhadap Ketidakefektifan Bersihan Jalan Nafas Pada Pasien Kanker Paru di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Moewardi Amalia Siti Choirun Nisa; Arina Maliya
Jurnal Ners Vol. 9 No. 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i1.32603

Abstract

Paru-paru merupakan bagian dari sistem pernapasan manusia dan berperan penting dalam memenuhi kebutuhan oksigen tubuh. Di Indonesia, kanker paru-paru merupakan penyakit yang cukup umum. Kanker paru (CA paru) seringkali menyebabkan gangguan pada sistem pernapasan pasien, termasuk ketidakefektifan pembersihan jalan napas yang dapat meningkatkan risiko infeksi dan komplikasi pernapasan. Latihan batuk efektif adalah teknik yang dapat membantu meningkatkan pembersihan jalan napas dan mengurangi gejala pernapasan pada pasien dengan CA paru. tudi kasus ini menggunakan pendekatan asuhan keperawatan dengan mengaplikasikan evidence based practice nursing pada pasien kanker paru. Responden dalam penelitian ini yaitu 6 pasien yang memeriksakan kesehatannya di RSUD dr. Moewardi di bangsal Anggrek 1 dan Flamboyan 7. Penerapan evidence based practice ini terdiri dari pemberian intervensi batuk efektif dan outcome yang dinilai adalah SaO2, RR, dan auskultasi lapang paru. Hasilnya menunjukan bahwa padauji wilcoxon signed rank test didapatkan nilai signifikansi pada kelompok intervensi Asymp. Sig. < p value (0.05), sehingga menyebabkan ditolaknya hipotesis nol (H0) dan diterimanya hipotesis alternatif (Ha). Kata Kunci: Batuk efektif, Bersihan jalan napas tidak efektif, Kanker paru
Penatalaksanaan Pengolesan Minyak Zaitun Untuk Mengatasi Pruritus Pada Pasien Hemodialisa Case Study Afifah Dian Sari; Ekky Puspita Sonia; Burhanudin Ashar; Yossina Vatanjani; Arina Maliya; Puji Kristini
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.41393

Abstract

Gagal ginjal kronis (Chronic Kidney Disease/CKD) merupakan kondisi progresif yang dapat menurunkan kualitas hidup pasien, terutama dengan munculnya pruritus uremik pada pasien yang menjalani hemodialisis. Pruritus yang tidak tertangani dapat menyebabkan gangguan tidur, ketidaknyamanan, serta peningkatan risiko infeksi kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas minyak zaitun dalam mengatasi pruritus pada pasien hemodialisis. Metode penelitian menggunakan studi kasus dengan pendekatan pretest-posttest tanpa kelompok kontrol, melibatkan enam responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Tingkat pruritus diukur menggunakan instrumen 5-D Itch Scale sebelum dan setelah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengolesan minyak zaitun selama tiga hari berturut-turut secara signifikan menurunkan tingkat pruritus dari kondisi berat menjadi sedang dan ringan. Minyak zaitun diketahui meningkatkan kelembapan kulit, mengurangi rasa gatal, serta memperbaiki kualitas tidur pasien. Dengan demikian, minyak zaitun dapat menjadi intervensi non-farmakologis yang aman dan efektif dalam mengatasi pruritus pada pasien hemodialisis. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi dasar bagi tenaga medis dalam memberikan perawatan suportif bagi pasien CKD yang mengalami pruritus.
Tinjauan Sistematis Literatur Terapi Isometric Handgrip Untuk Penurunan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi Novita Sabila; Arina Maliya
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.49639

Abstract

Hipertensi adalah kondisi ketika tekanan darah berada di atas normal, dengan nilai sistolik >140 mmHg dan diastolik >90 mmHg. Kasus hipertensi terus meningkat, salah satunya akibat gaya hidup sedentari atau kurangnya aktivitas fisik. Salah satu intervensi non-farmakologis yang mudah dilakukan adalah terapi isometric handgrip menggunakan handgrip dynamometer. Penelitian ini bertujuan menilai efektivitas terapi isometric handgrip dalam menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi melalui tinjauan literatur. Artikel diperoleh dari basis data PubMed, Google Scholar, dan Taylor and Francis dengan kata kunci terkait “blood pressure”, “hypertension”, dan “isometric handgrip”, dibatasi pada publikasi tahun 2020–2025. Dari pencarian, diperoleh 9 artikel yang memenuhi kriteria inklusi, yaitu responden hipertensi berusia 20–60 tahun, desain penelitian quasi-experimental, randomized controlled trial, atau pra-eksperimental, serta publikasi berbahasa Indonesia maupun Inggris dengan akses penuh. Hasil telaah menunjukkan bahwa terapi isometric handgrip efektif menurunkan tekanan darah dan dapat dilakukan secara mandiri sebagai intervensi tambahan pada pasien hipertensi. Review ini menegaskan potensi isometric handgrip sebagai terapi komplementer berbasis bukti yang praktis, murah, dan aman, serta merekomendasikan penelitian lebih lanjut dengan desain multicenter dan periode tindak lanjut yang lebih panjang untuk mengevaluasi keberlanjutan efeknya.
Efektivitas Relaksasi Otot Progresif Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi : Literatur Review Dawaishafa Diva Nurani; Arina Maliya
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.49871

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat dan sering menimbulkan dampak psikologis, salah satunya kecemasan. Kecemasan pada penderita hipertensi berkontribusi terhadap peningkatan tekanan darah sehingga diperlukan intervensi non-farmakologis yang efektif untuk mengendalikannya. Teknik relaksasi otot progresif (Progressive Muscle Relaxation/PMR) dikenal sebagai salah satu terapi komplementer yang dapat memberikan efek fisiologis dan psikologis positif. Penelitian ini merupakan kajian literatur menggunakan metode PRISMA (Preferred Reporting Items for Literatur Reviews and Meta-Analyses). Pencarian artikel dilakukan melalui basis data Google Scholar, PubMed, dan Research Gate dengan rentang publikasi tahun 2020–2025. Dari total artikel yang diperoleh, dilakukan seleksi berdasarkan kriteria inklusi berupa penelitian eksperimental maupun quasi-eksperimental yang meneliti efektivitas PMR terhadap kecemasan atau tekanan darah pada penderita hipertensi. Hasil telaah menunjukkan bahwa PMR secara konsisten efektif menurunkan tingkat kecemasan pada pasien hipertensi, baik digunakan secara tunggal maupun dikombinasikan dengan intervensi lain seperti terapi pernapasan dalam atau dzikir. Efektivitas tersebut ditunjukkan melalui penurunan skor kecemasan, tekanan darah sistolik, serta penurunan denyut jantung yang signifikan secara statistik. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa teknik relaksasi otot progresif merupakan intervensi non-farmakologis yang aman, sederhana, dan efektif dalam mengurangi kecemasan pada penderita hipertensi, sehingga dapat direkomendasikan sebagai terapi pendukung dalam praktik keperawatan maupun layanan kesehatan primer.
Co-Authors Afifah Dian Sari Afifah Nur Fitri Widyasari Ailani, Choirida Aini, Nisrina Nur Aisah, Rosida Nur Aldiansa, Prima Alfajri, Asri Alfia Dyah Permata Alfina Rahmadani Alin Ikmalia Amalia Siti Choirun Nisa Anisah, Isnaini Nur Ary Mulyantini Astari, Rizki Yulida Ayunarwanti, Rizkya Aziz, Rafida Beti Kristinawati Burhanudin Ashar Carissa, Bella Dawaishafa Diva Nurani Dewi, Aulia Kusuma Dhamayanti, Meta Saskia Rina Dian Setyawan Dimas Ria Angga Pribadi Dinita, Fera Alfina Dyan Kurniasari Ekky Puspita Sonia Endang Zulaicha S Endang Zulaicha Susilaningsih Erwanindyasari, Risma Nuril Etik Rositasari Fakhrana, Dina Febi Kusuma Nugraha Fina Mahardini Firman Faradisi Frisca Uly Mufattichah Hariyanto, Cechilya Anindhita Hasanudin, Muh Hasna Fadhilah Qotrunnada Hastuti, Ema Aprilia Setya Herminingrum, Ika Yuniar Hunain Suci Kamila Iffada, Salsabillah Ansafa Ika Yuniar Herminingrum Indri Erwhani Isnaini Nur Anisah Kartinah Khusnul Rohadi, Dickta Annafi Kristini, Puji Kunoviana, Rizkiyah Diyan Kurniasari, Dyan Laksono Trisnantoro Lina Wati Nur Azizah Lutfa, Umi Mahardini, Fina Mahrunnisa Syahratudar Maharani Maymona Rizqi Hardani Meliana Fitria Salichah Meliana Fitria Salichah Muh Hasanudin Muhammad Ahsan Muhammad Luqman Prihananda Musa Bangkit Alfaruq Nabrita, Afrischa Yusti Nasichah, Siti Nur Alfiyatin Ni'mah Mufidah Nisrina Nur Aini Novita Sabila Oktavika Maharani, Arlin Okti Sri Purwanti Pangarsi, Siti Perdana, Revansia Missi Poncorini, Eti Puji Kristini Puji Kristini Purnama, Arif Putra Rahmawati, Ellyza Regitasari, Dhesy Hamdan Lafaiz Revansia Missi Perdana Rina Sari Dewi Setyaningsih Riska Rosita Rizki Yulida Astari Rizkya Ayunarwanti Rizkya, Titania Nur Safaniah, Zuhro Muyassarotus Setyaningsih, Rina Sari Dewi Siti Nur Fatimah Siti Nur Fatimah Sri Mulyani SRI RAHAYU Srijaya, Munika Pandu Sudariyekti, Arian Wirani Sukamto, Ika Sumiyarsi Sulastri Sulastri - Sutoyo, Ronggo Adi Syafriati, Ani Umi Lutfa Uswatun Hasanah Vandika, Danuartha Vinami Yulian Widiastuti, Sinta Tri Wita Oktaviana Wuriani, Wuriani Yesika, Apriyani Yossina Vatanjani Yusuf, Nadya Putri Berliana Fatati