Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Pijat Perut Terhadap Volume Residu Lambung Pada Pasien Kritis Yang Terpasang Ngt: Literature Review Maymona Rizqi Hardani; Muhammad Ahsan; Alin Ikmalia; Arina Maliya; Ary Mulyantini
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 4 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasien kritis merupakan pasien yang memiliki resiko tinggi mengalami beberapa masalah pencernaan akibat stress, peningkatan volume residu, diare, sembelit, dan kekurangan gizi. Pemberian nutrisi nasogastrik memiliki risiko khususnya pada pasien kritis. Komplikasi akibat ketidaktepatan dalam pemberian enteral diantaranya adalah nausea dan muntah yang disebabkan karena penundaan pengosongan lambung, posisi baring pasien selama pemberian nutrisi dan efek samping dari obat-obatan selama di ruang perawatan intensif. Pijat perut merupakan terapi komplementer untuk mengurangi volume residu lambung. Tujuan Penerapan hasil penelitian pijat perut ini bertujuan untuk menurunkan volume residu lambung pada pasien- pasien kritis yang terpasang nasogastric tube. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan pengaruh pijat perut terhadap volume residu lambung pada pasien kritis yang terpasang NGT. Metode penelitian ini menggunakan metode literature review melalui basis pencarian data melalui search engine seperti PubMed, Science Direct, dan Google Scholar, dengan kata kunci yaitu: “Abdominal Massage” OR “Pijat Perut” AND “Gastric Residual Volume” OR “Volume Residu Lambung” AND “Critical Patients” OR “Pasien Kritis” AND “NGT”, dengan rentang waktu tahun 2019-2023. Hasil pencarian didapatkan sejumlah 8 artikel yang layak untuk dilakukan review sesuai dengan diagram alur PRISMA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terapi pijat perut secara efektif dapat menurunkan volume residu lambung pada pasien yang terpasang NGT.
The Relationship Between Anxiety Level and Sleep Quality in Hypertensive Patients in the Haemodialysis Unit Aisah, Rosida Nur; Maliya, Arina
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 7 No 2 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i2.5469

Abstract

Haemodialysis patients with hypertension often face complex mental and physical health challenges, including impaired anxiety and sleep quality. This has a profound effect on the individual's life. Objective: This study aims to analyse the relationship between anxiety levels and sleep quality in hypertensive patients undergoing haemodialysis. Quantitative with a cross-sectional approach with a total sampling method of 30 hypertensive patients in the haemodialysis unit of PKU Aisyah Boyolali Hospital. This study was conducted in September - November. The instruments for data collection included the Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) to assess anxiety levels and the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) to evaluate sleep quality. Spearman's test was used for data analysis due to the non-normal distribution of the data. The results of the Spearman statistical test on hypertensive patients in the Hemodialysis Unit of PKU Aisyah Singkil Boyolali Hospital showed a p value = 0.044 > α = 0.05. the main findings (past tense). The results showed a significant relationship between anxiety levels and sleep quality in hypertensive patients at the Hemodialysis Unit of PKU Aisyah Singkil Boyolali Hospital. Researchers suggest examining other variables that affect sleep quality, such as physical activity, diet, and adherence to medication. Qualitative research methods can also be employed to investigate the personal experiences of patients and a broader range of individuals, allowing for more generalized findings.
The Relationship between Self-Efficacy and Self-Care Management in Hypertensive Patients with Comorbidities Yesika, Apriyani; Maliya, Arina
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 7 No 4 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i4.6381

Abstract

This study aims to examine the relationship between self-efficacy and self-care management in individuals with hypertension and comorbid diabetes mellitus at the Kartasura Health Center. This research uses a quantitative approach with a correlational design. The study population consists of individuals with hypertension and comorbid diabetes mellitus registered at the Kartasura Health Center, totaling approximately 470 people. A sample of 88 respondents was selected using purposive sampling. Data were collected through a questionnaire measuring self-efficacy and self-care management, which had been tested for validity and reliability (Cronbach’s Alpha > 0.60). The normality test showed a normal distribution with a significance value > 0.05 based on the Kolmogorov-Smirnov test. Data analysis was conducted using Pearson correlation tests with the help of SPSS software. The results indicate a significant correlation between self-efficacy and self-care management in individuals with hypertension and comorbid diabetes mellitus. Those with higher levels of self-efficacy tend to be more adherent to medication and better manage their health conditions, contributing to more stable blood pressure control. This study concludes that self-efficacy significantly influences self-care management in individuals with hypertension and comorbid diabetes mellitus.
STUDY CASE : EFEKTIVITAS GENGGAM BOLA DURI UNTUK MENINGKATKAN KEKUATAN OTOT TANGAN PADA PASIEN STROKE NON HEMORAGIK Hasanah, Uswatun; Maliya, Arina
Klabat Journal of Nursing Vol. 7 No. 2 (2025): Nursing Insights: Bridging Science and Care
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/kjn.v7i2.1366

Abstract

This case study aims to evaluate the effectiveness of spiked ball grip therapy in improving muscle strength in patients with non-hemorrhagic stroke. Although a number of studies have shown the effectiveness of rubber ball grip exercises in improving hand muscle strength in stroke patients, scientific evidence regarding the use of spiked balls as a variation of sensorimotor stimulation tools is still limited. The method used is a case study with a nursing process approach. The sample consisted of 5 patients who had suffered non-hemorrhagic strokes at Dr. Moewardi Regional General Hospital. The intervention involved spiky ball grip therapy using spiky rubber balls for 5-15 minutes. Muscle strength was measured before and after the intervention using the Manual Muscle Testing (MMT) scale. The results of the case study showed that all respondents experienced an increase in muscle strength after the intervention. Before spiked ball grip therapy, the muscle strength scale ranged from 2 to 3, while after the intervention, it ranged from 3 to 4. This decrease indicates that spiked ball grip therapy is effective in increasing muscle strength. This case study recommends the integration of spiked ball grip therapy as part of standard physical mobility for non-hemorrhagic stroke patients to increase muscle strength. Studi kasus ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pemberian terapi genggam bola duri dalam meningkatkan kekuatan otot pada pasien stroke non hemoragik. Meskipun sejumlah penelitian telah menunjukkan efektivitas latihan genggam bola karet terhadap peningkatan kekuatan otot tangan pada pasien stroke, evidensi ilmiah terkait penggunaan bola duri sebagai variasi alat stimulasi sensorimotor masih terbatas. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan. Sampel terdiri dari 5 pasien yang mengalami stroke non hemoragik di RSUD Dr. Moewardi. Intervensi melibatkan pemberian terapi genggam bola duri menggunakan bola karet duri 5-15 menit. Pengukuran kekuatan otot dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan skala Manual Muscle Testing (MMT). Hasil studi kasus menunjukkan bahwa semua responden mengalami peningkatan kekuata otot setelah intervensi. Sebelum genggam bola duri, skala kekuatan otot berkisar antara 2-3, sementara setelah intervensi berkisar antara 3-4. Penurunan ini menunjukkan bahwa terapi genggam bola duri efektif dalam meningkatkan kekuatan otot. Studi kasus ini merekomendasikan integrasi genggam bola duri sebagai bagian dari mobilitas fisik standar pada pasien stroke non hemoragik untuk meningkatkan kekuatan otot.
PENGARUH TERAPI GENGGAM JARI DAN DZIKIR DALAM MENURUNKAN KECEMASAN PADA PASIEN PRE OPERATIF Oktavika Maharani, Arlin; Maliya, Arina
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.32183

Abstract

Pembedahan adalah prosedur medis yang melibatkan pembuatan sayatan pada bagian tubuh tertentu untuk memungkinkan perbaikan dan perawatan. Setelah prosedur, area yang telah dibuka ditutup dengan jahitan, dan luka tersebut dirawat dengan hati-hati. Proses ini sering menimbulkan kecemasan pada pasien, yang biasanya muncul sebelum operasi saat pasien menunggu tindakan dan menghadapi stres terkait kondisi kesehatan mereka, seperti kemungkinan bahwa penyakit mereka tidak dapat diatasi melalui pembedahan atau adanya risiko terhadap keselamatan mereka selama prosedur. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh teknik relaksasi genggam jari dan dzikir terhadap pengurangan kecemasan pada pasien pre-operatif. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan praktik berbasis bukti dalam keperawatan, melibatkan lima pasien yang mengalami kecemasan sebelum operasi. Data dikumpulkan melalui pemeriksaan, observasi, dan dokumentasi, sementara pasien menjalani intervensi berupa teknik relaksasi genggam jari dan dzikir selama sepuluh menit. Teknik genggam jari melibatkan menggenggam satu per satu kelima jari tangan selama dua menit, dimulai dari ibu jari hingga kelingking, sedangkan dzikir dilakukan secara bersamaan. Kecemasan diukur menggunakan kuesioner Amsterdam Preoperative Anxiety and Information Scale (APAIS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa intervensi non-farmakologis ini secara signifikan menurunkan tingkat kecemasan pada pasien pre-operatif, menunjukkan bahwa teknik relaksasi genggam jari dan dzikir dapat menjadi metode efektif untuk mengelola kecemasan sebelum tindakan pembedahan. Pendekatan ini memberikan alternatif yang berguna untuk terapi kecemasan selain metode farmakologis yang mungkin digunakan dalam praktik klinis.
Penerapan Foot Massage Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Pasien Gagal Ginjal Kronis Yang Menjalani Hemodialisa Iffada, Salsabillah Ansafa; Aziz, Rafida; Maliya, Arina; Purnama, Arif Putra
Jurnal Ners Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i1.17695

Abstract

Penyakit Ginjal Kronis merupakan penurunan fungsi ginjal yang dialami secara kronis ditandai dengan penurunan fungsi ginjal (Glomerulus Filtration Rate) <60 ml/min/1.73mm2 dan rasio albuminuria : kreatinin sebesar > 30 mg/g tidak terikat pada umur, tekanan darah, dan apakah terdapat diabetes atau tidak pada pasien. Tindakan non farmakologis yang dapat digunakan untuk menurunkan tekanan darah yang dimiliki oleh pasien yang menjalani hemodialisa adalah terapi foot massage (pijat kaki). Tujuan studi kasus ini yaitu bertujuan untuk dapat mengetahui penerapan terapi foot massage pada penurunan tekanan darah pasien yang menjalani hemodialisa. Studi kasus ini dilakukan di ruang hemodialisa Rumah Sakit PKU Aisyiyah Boyolali sejumlah 5 responden dengan kriteria inklusi berupa pasien hemodialisa yang mempunyai tekanan darah tinggi, pasien hemodialisa dengan kesadaran composmentis. sedangkan untuk kriteria eksklusi berupa pasien hemodialisa yang tidak bersedia diberikan terapi foot massage. Terapi food massage diberikan selama 15 menit dengan waktu 4 hari setiap senin dan kamis yang dilakukan oleh peneliti ketika menjalani hemodialisa berlangsung, pada hari selasa dan rabu dilakukan oleh keluarga dirumah. Hasil studi kasus ini didapatkan bahwa terdapat penurunan tekanan darah pada 4 responden yang menjalani hemodialisa.
PENINGKATAN KETRAMPILAN KOMUNIKASI KADER INTERAKTIF CEPAT ATASI STUNTING (KOKI CANTING) Maliya, Arina; Alfajri, Asri; Erwhani, Indri; Rosita, Riska; Pangarsi, Siti; Wuriani, Wuriani; Mulyani, Sri; Poncorini, Eti; Sumiyarsi, Ika
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i2.790-795

Abstract

Pemerintah Kabupaten Boyolali meluncurkan Gerakan Cegah Stunting, Sayang Ibu, Sayang Anak Dengan Kader Remaja (GERCEP SIAR)  sebagai salah satu upaya  inovasi dalam aksi konvergensi penangan intervensi spesifik untuk mempercepat penurunan angka stunting melalui pendekatan yang terstruktur dan terintegrasi. Dalam pelaksanaannya masih ada beberapa hal yang perlu diperbaiki, terutama pengetahuan kader dalam berkomunikasi interaktif. Melihat hal tersebut maka tujuan PKM ini untuk meningkatkan kapasitas dan keterampilan kader kesehatan dalam komunikasi interaktif yang efektif untuk mempercepat upaya pencegahan dan penanganan stunting di Kabupaten Boyolali. Metode wawancara digunakan dalam survey yang melibatkan  44 Kader dari berbagai Puskesmas di kabupaten Boyolali. Hasil PKM didapatkan  enam domain yang salah satunya adalah Sumber daya dan edukasi untuk kader, terutama masalah komunikasi. Maka dibuatlah implementasi berbentuk seminra dan pelatihan tentang Komunikasi kader interaktif cepat atasi stunting (KOKI CANTING). Tingkat pendidikan kader 2,27% SD, 13,64% SMP,59,09% SMA, 4,55% Diploma dan 20,45% Sarjana. Rata-rata nilai pretest adalah 89,52, sementara rata-rata nilai posttest meningkat menjadi 93,39. Ini menunjukkan adanya kenaikan rata-rata sebesar 5,31% dari nilai awal. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah kegiatan Komunikasi kader interaktif cepat atasi stunting (KOKI CANTING) sangat efektif dalam menambah wawasan dan pengetahuan kader dalam melakukan komunikasi kepada masyarakat.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pelatihan Cek SehatMu Dalam Rangka Pengelolaan Tekanan Darah dan Gula Darah Rahayu, Sri; Kristinawati, Beti; Maliya, Arina; Syafriati, Ani
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025): Mei
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/1yb56r58

Abstract

Pemerintah melalui program pemeriksaan kesehatan gratis berupaya untuk melakukan tindakan pencegahan penyakit kronis. Salah satu bentuk pencegahannya yaitu melalui pemberdayaan masyarakat melalui pemeriksaan kesehatan. Pelatihan Cek SehatMu merupakan kegiatan pelatihan yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan kader Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah. Metode yang digunakan yaitu berupa pelatihan tekanan darah dan gula darah. Kegiatan pengabdian ini telah dilaksanakan dengan hasil sebanyak 23 orang (100%) peserta mampu melakukan cek tekanan darah, dan baru 4 orang (17,4%) yang dapat melakukan cek gula darah. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kegiatan pelatihan ini efektif dan berhasil, serta memberikan dampak yang positif dalam meningkatkan kesadaran dan pemahaman peserta akan pentingnya cek kesehatan secara berkala.
The Effect of Orange Inhalation Aromatherapy on Anxiety in Chronic Kidney Failure Patients Undergoing Hemodialysis Hasna Fadhilah Qotrunnada; Arina Maliya
Contagion: Scientific Periodical Journal of Public Health and Coastal Health Vol 6, No 2 (2024): CONTAGION
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/contagion.v6i2.19805

Abstract

Chronic renal failure patients undergoing hemodialysis often experience anxiety. The patient's anxiety stems from the patient still not knowing how the hemodialysis procedure works and its side effects. The changes experienced by chronic renal failure patients are anxiety, which causes drastic changes in patients not only physically but also mentally. This study aims to determine the effect of orange inhalation aromatherapy on anxiety in patients with chronic renal failure undergoing hemodialysis. This study is a type of experimental research with a two-group pretest-posttest design conducted at Sebelas Maret University Hospital Surakarta in March 2024. The population in this study were 77 patients with chronic renal failure undergoing hemodialysis. The sampling technique of this study was purposive sampling, so the number of samples in this study was 30, consisting of 15 control groups and 15 treatment groups. Data collection on anxiety of chronic renal failure patients was carried out using the Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Data analysis test in this study used independent samples t-test. The results showed that there were differences in the effect of anxiety in patients with chronic renal failure in the control group who were not given citrus inhalation aromatherapy and the treatment group given citrus inhalation aromatherapy at Sebelas Maret University Hospital with a p-value = 0.012. It is suggested that patients with chronic renal failure undergoing hemodialysis can apply it themselves when experiencing anxiety during hemodialysis because this inhalation aromatherapy is very easy to apply and very useful Keywords: Aromatherapy, chronic kidney failure, hemodialysis, inhalation
Penatalaksanaan Terapi Dzikir Terhadap Penurunan Tingkat Kecemasan Pada Pasien Pre Operasi : Case Report Febi Kusuma Nugraha; Arina Maliya; Dian Setyawan
Jurnal Ners Vol. 9 No. 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i1.32130

Abstract

Introduction: Preoperative patient anxiety is an anticipatory response to a new experience that the patient may perceive as a threat to his role in life or even his life itself. Dhikr therapy (spiritual therapy) is remembering God with all His mistakes that contain spiritual elements that can generate hope and self-confidence in someone who is sick so that immunity and the healing process can increase the management of dhikr therapy on anxiety levels in preoperative patients. Purpose: The aim is to determine the management of dhikr therapy to reduce anxiety levels in preoperative patients. Method: This research design uses a quasi-experimental design with a one group pre- post test design approach without a control group. The sampling method used purposive sampling, the number of respondents was 5 respondents with predetermined inclusion and exclusion criteria. The research was conducted for 3 days at UNS Hospital Sukoharjo City, the data collection used was the ZARS (Zung Self-rating Anxiety Scale) anxiety questionnaire sheet with a practice time span from November 16 to December 22, 2023. Before being given the dhikr therapy intervention, some patients in the pre-test had moderate anxiety levels as many as 4 people and severe anxiety as many as 1 person. After being given the intervention, all patients had a mild level of anxiety as many as 5 patients. Result: Based on the results of interviews with patients who will undergo major surgery, it is found that anxiety is indeed one of the psychological problems that often arise in preoperative patients caused by various stressors. Conclusion: The management of dhikr therapy is one method of spiritual approach to patients, especially those who are Muslim, therefore this intervention is not recommended for non-Muslim patients.
Co-Authors Afifah Dian Sari Afifah Nur Fitri Widyasari Afrischa Yusti Nabrita Ailani, Choirida Aini, Nisrina Nur Aisah, Rosida Nur Aldiansa, Prima Alfajri, Asri Alfia Dyah Permata Alfina Rahmadani Alin Ikmalia Amalia Siti Choirun Nisa Anisah, Isnaini Nur Ary Mulyantini Astari, Rizki Yulida Ayunarwanti, Rizkya Aziz, Rafida Azzarine Hascahyo Bella Carissa Beti Kristinawati Burhanudin Ashar Dawaishafa Diva Nurani Dewi, Aulia Kusuma Dhamayanti, Meta Saskia Rina Dian Setyawan Dimas Ria Angga Pribadi Dinita, Fera Alfina Dyan Kurniasari Dyan Kurniasari Ekky Puspita Sonia Endang Zulaicha S Endang Zulaicha Susilaningsih Erwanindyasari, Risma Nuril Etik Rositasari Fakhrana, Dina Febi Kusuma Nugraha Fina Mahardini Firman Faradisi Frisca Uly Mufattichah Hariyanto, Cechilya Anindhita Hasanudin, Muh Hasna Fadhilah Qotrunnada Hastuti, Ema Aprilia Setya Herminingrum, Ika Yuniar Hunain Suci Kamila Iffada, Salsabillah Ansafa Ika Yuniar Herminingrum Indri Erwhani Isnaini Nur Anisah Kartinah Khusnul Rohadi, Dickta Annafi Kristini, Puji Kunoviana, Rizkiyah Diyan Kurniasari, Dyan Laksono Trisnantoro Lina Wati Nur Azizah Lutfa, Umi Mahardini, Fina Mahrunnisa Syahratudar Maharani Maymona Rizqi Hardani Meliana Fitria Salichah Meliana Fitria Salichah Muh Hasanudin Muhammad Ahsan Muhammad Luqman Prihananda Musa Bangkit Alfaruq Nadia Widyasari Nasichah, Siti Nur Alfiyatin Ni'mah Mufidah Nisrina Nur Aini Novita Sabila Oktavika Maharani, Arlin Okti Sri Purwanti Pangarsi, Siti Perdana, Revansia Missi Poncorini, Eti Puji Kristini Puji Kristini Purnama, Arif Putra Rahmawati, Ellyza Regitasari, Dhesy Hamdan Lafaiz Revansia Missi Perdana Rina Sari Dewi Setyaningsih Riska Rosita Rizki Yulida Astari Rizkya Ayunarwanti Rizkya, Titania Nur Safaniah, Zuhro Muyassarotus Salsabilla, Gita Al-Fauzia Setyaningsih, Rina Sari Dewi Siti Nur Fatimah Siti Nur Fatimah Sri Mulyani SRI RAHAYU Srijaya, Munika Pandu Sudariyekti, Arian Wirani Sukamto, Ika Sumiyarsi Sulastri Sulastri - Sutoyo, Ronggo Adi Syafriati, Ani Umi Lutfa Uswatun Hasanah Vandika, Danuartha Vinami Yulian Widiastuti, Sinta Tri Wita Oktaviana Wuriani, Wuriani Yesika, Apriyani Yossina Vatanjani Yusuf, Nadya Putri Berliana Fatati