Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Strategy for Sustainable Use of Mangrove Ecosystem In Coastal Tatengesan, Southeast Minahasa Regency Pamungkas, Yogo; Paruntu, Carolus Paulus; Rumengan, Antonius Petrus; Manembu, Indri Shelovita; Sondak, Calvyn Fredrik Aldus; Ginting, Elvy Like
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 12 No. 1 (2024): ISSUE JANUARY-JUNE 2024
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v12i1.51570

Abstract

The mangrove ecosystem area in the coastal area of Tatengesan Village, Pusomaen District, Southeast Minahasa Regency has been developed as a mangrove ecotourism area which has been managed by Village-Owned Enterprises (BUMD) since January 2019 with assistance from the Mandiri Rural National Community Empowerment Program (PNPM) team. The development of this mangrove ecotourism activity was stopped for a moment due to the impact of the COVID-19 pandemic, but currently, COVID-19 cases are considered endemic so this mangrove ecotourism activity will be developed again. This research aims to formulate some strategies for the sustainable use of the mangrove ecosystem on the Tatengesan coast, Southeast Minahasa Regency. This research lasted for 5 months, from September 2022 - February 2023. This research used descriptive qualitative methods with survey technique, i.e., in-depth direct interviews with resource persons (respondents). The formulation of priority strategies (key success factors) was analyzed using S.W.O.T and strategy choice analysis. This research produced 9 (nine) priority strategies as academic texts, which can be recommended to governments related to the marine and fisheries sector as elements of public policy-making officials. Keywords: Tatengesan village, mangrove ecotourism, sustainable use, priority strategies. Abstrak Kawasan ekosistem mangrove di wilayah pesisir Desa Tatengesan, Kecamatan Pusomaen, Kabupaten Minahasa Tenggara dikembangkan sebagai kawasan ekowisata mangrove yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMD) sejak Januari 2019 dengan pendampingan oleh tim Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan.  Kegiatan ekowisata mangrove ini pengembangannya terhenti sejenak dikarenakan adanya dampak pandemi Covid-19, namun saat ini kasus Covid-19 sudah dianggap endemi sehingga kegiatan ekowisata mangrove ini akan dikembangkan kembali.  Tujuan penelitian ini yaitu merumuskan strategi pemanfaatan berkelanjutan ekosistem mangrove ke arah berkelanjutan di pesisir Tatengesan Kabupaten Minahasa Tenggara.  Riset ini berlangsung selama 5 bulan, dari September 2022 - Februari 2023.  Riset ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik survei, yaitu wawancara langsung secara mendalam (in-depth interview) kepada narasumber (responden).  Perumusan strategi prioritas (faktor kunci keberhasilan) di analisis dengan menggunakan S.W.O.T dan analisis pilihan strategi.  Penelitian ini menghasilkan 9 (sembilan) strategi prioritas sebagai naskah akademik, yang dapat direkomendasikan kepada pemerintah terkait pada sektor kelautan dan perikanan sebagai unsur pejabat pembuat kebijakan publik. Kata kunci: Desa Tatengesan, ekowisata mangrove, pemanfaatan berkelanjutan, strategi prioritas.
Institutional Domain Assessment of the EAFM Approach to Snapper and Grouper Fisheries in the waters of the Sangihe Islands, North Sulawesi dumas, Davis Wijaksana Extrada; Lasabuda, Ridwan; Manembu, Indri Shelovita; Makapedua, Daisy M.; Darwasito, Suria; Luasunaung, Alfrets; Sumilat, Deiske Adeliene; Darmono, Oktaviano P.
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 12 No. 1 (2024): ISSUE JANUARY-JUNE 2024
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v12i1.52237

Abstract

This research aims to assess the status of snapper and grouper fisheries management in the Sangihe Islands district using an ecosystem approach (EAFM) in the institutional domain. The research method uses observation and interview methods (questionnaires). Data collection used semi-structured interview (SSI) techniques. As a result of the assessment of 6 (six) institutional indicators, there are 2 indicators with a value of 1 (less, red flag model), namely indicators of compliance with the principles of responsible fisheries and indicators of fisheries management plans. 3 indicators each: decision-making mechanism indicators, indicators of the level of synergy of fisheries management policies & institutions, and stakeholder capacity indicators) with a value of 2 (medium, yellow model flag). Only the indicator for the completeness of the rules in fisheries management has a value of 3 (good, green model flag). The average score for the 6 indicators is 1.76 while the composite value is 58.53. This value shows that the application of the EAFM institutional domain in the management of snapper and grouper fisheries in the Sangihe Islands district is in the medium category (yellow model flag). Keywords: EAFM, Sangihe Islands, Grouper Snapper Fishery, Flag Model. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menilai  status pengelolaan perikanan kakap dan kerapu di kabupaten Kepulauan Sangihe dengan pendekatan ekosistem (EAFM) pada domain kelembagaan. Metode penelitian menggunakan metode observasi dan wawancara (kuisioner). Pengumpulan data menggunakan teknik semi structured interview (SSI).  Hasil penilaian dari 6 (enam) indikator kelembagaan, ada 2 indikator yang nilai-nya 1 (kurang, flag model merah) yaitu  indikator kepatuhan terhadap prinsip-prinsip perikanan yang bertanggung jawab dan indikator rencana pengelolaan  perikanan. 3 indikator masing-masing : indikator mekanisme pengambilan  keputusan, indikator tingkat sinergisitas kebijakan & kelembagaan pengelolaan perikanan, indikator kapasitas pemangku  kepentingan) bernilai 2 (sedang, flag model kuning). Hanya indikator kelengkapan aturan main dalam  pengelolaan perikanan yang bernilai 3 (baik, flag model hijau).  Nilai skor rerata 6 indikator adalah 1,76 sedangkan  nilai komposit-nya 58,53. Nilai ini menunjukkan bahwa penerapan domain kelembagaan EAFM pada pengelolaan perikanan kakap dan kerapu di kabupaten Kepulauan Sangihe kategori sedang (flag model kuning). Kata kunci : EAFM, Kepulauan Sangihe, Perikanan Kerapu Kakap, Model Bendera
Development Of Marine Tourism Potential In East Likupang Waters, North Minahasa District Maryen, Yakob Oskar; Manembu, Indri Shelovita; Ngangi, Edwin L. A.; Roeroe, Kakaskasen Andreas; Sambali, Hariyani; Darwasito, Suria; Sumilat, Deiske Adeliene
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 12 No. 2 (2024): ISSUE JULY-DECEMBER 2024
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v12i2.52238

Abstract

This research aims to determine the potential for marine tourism in East Likupang Waters, determine the suitability of developing marine tourism in East Likupang Waters, and recommend marine tourism management, collecting primary data through observation and in-depth interviews directly with the community. Secondary data through studies of research results, scientific publications, the Minahasa Regency Maritime and Fisheries Service, and the North Minahasa Regency Maritime and Fisheries Service. Biophysical data is as follows. Observation of coral conditions using Line Intercept Transect (LIT). b) Observation of fish using Underwater Fish Visual Census (UVC). Water quality using a water quality checker (Horiba brand). Apart from that, data analysis uses a matrix of suitability for marine tourism areas, and beach tourism and provides weighting. The results of this research show that the potential that exists in East Likupang Waters and its surroundings includes physical and non-physical potential that has the potential and can be developed into a marine tourism attraction. Carrying capacity and beach recreation Surabaya Beach beach area 2000 (m²) 533 people/day Pulisan Beach 2000 (m²) 533 people/day c) Paal Beach 1000 (m²) 267 people/day Kalinaun Beach 3000 (m²) 800 people/day, It was found that the percentage of coral cover in East Likupang Waters was 47.04%, with a marine tourism suitability index value of 62, which means that the suitability of the East Likupang Waters marine tourism area is included in the conditionally appropriate criteria. Keywords: Potential, Marin Tourism, East Likupang Waters Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi wisata bahari di Perairan Likupang Timur, mengetahui kesesuaian pengembangan wisata bahari di Perairan Likupan Timur dan merekomendasikan pengelolaan wisata bahari, pengumpulan data primer melalui observasi dan wawancara mendalam langsung kepada masyarakat. Data sekunder melalui kajian hasil penelitian, publikasi ilmiah, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Minahasa, dan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Minahasa Utara. Data biofisik adalah sebagai berikut. Pengamatan kondisi karang menggunakan Line Intercept Transect (LIT). b) Pengamatan ikan menggunakan Underwater Fish Visual Census (UVC). Kualitas air menggunakan alat pemeriksa kualitas air (merek Horiba). Selain itu analisis data menggunakan matriks kesesuaian kawasan wisata bahari, dan wisata pantai serta memberikan pembobotan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi yang ada di Perairan Likupang Timur dan sekitarnya meliputi potensi fisik dan non fisik yang mempunyai potensi dan dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata bahari. Daya dukung dan rekreasi pantai Pantai Surabaya Luas pantai 2000 (m²) 533 orang/hari Pantai Pulisan 2000 (m²) 533 orang/hari c) Pantai Paal 1000 (m²) 267 orang/hari Pantai Kalinaun 3000 (m²) 800 orang/hari, Diketahui persentase tutupan karang di Perairan Likupang Timur sebesar 47,04% dengan nilai indeks kesesuaian wisata bahari sebesar 62 yang berarti kesesuaian kawasan wisata bahari Perairan Likupang Timur termasuk dalam kriteria layak bersyarat. Kata Kunci: Potensi; wisata bahari; Perairan Likupang Timur.
Comparative Studies Of Residual Water Level In Manado And Melonguane Coastal Area During Tropical Cyclone In 2021 Azani, Audia Azizah; Djamaluddin, Rignolda; Bara, Robert A; Manu, Lusia; Dien, Heffry Veibert; Manembu, Indri Shelovita
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 12 No. 1 (2024): ISSUE JANUARY-JUNE 2024
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v12i1.53167

Abstract

North Sulawesi Province, directly bordering the Pacific Ocean, is located in an area with the highest level of tropical cyclone (TC) activity in the world. As a result, the province is vulnerable to the impacts caused by cyclones, including storm surges. The increase in water levels due to this event has the potential to cause coastal flooding. Previous studies in Manado have identified that sea level rise can be detected through residual water level (RWL), making studying the characteristics of RWL in North Sulawesi important. This research focuses on Manado and Melonguane, allowing for a comparison of characteristics. The data used includes tropical cyclone data from the China Meteorological Administration (CMA) and tidal data from the Geospatial Information Agency. The Unified Tidal Analysis and Prediction (UTide) method is used to identify RWL. The analysis was carried out by using a t-test to compare data at the two locations. The results showed that RWL at those locations had significant differences with Melonguane having the higher value between them. Generally, the increase in RWL in Melonguane occurs shortly after the cyclone period, while the RWL in Manado maximum increases 86 hours after TC's first occurrence. Keywords: tropical cyclone; residual water level; UTide.
Study On Nematocysts Of Scleractinia Coral, Stylophora subseriata From Coral Reef Area In The Coast Of Bulutui, North Minahasa Kamuntuan, Reffando Alfaro Fabio Fabien; Paruntu, Carolus Paulus; Roeroe, Kakaskasen Andreas; Lintang, Rosita Anggreiny J; Manembu, Indri Shelovita; Schaduw, Joshian Nicolas William
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 12 No. 2 (2024): ISSUE JULY-DECEMBER 2024
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v12i2.58486

Abstract

This study aims to identify the type, size dimension, and composition of nematocysts from the Scleractinia coral, Stylophora subseriata. This study was carried out from March to May 2023. Observations and measurements of nematocyst cells were conducted using an Optika 4083 B3 microscope connected to a computer equipped with Optika View 7 software. S. subseriata has three main types of nematocyst, i.e., type I micro basic p-mastigophore (MpM- I), type II micro basic p-mastigophore (MpM-II) and micro basic b-mastigophore (MbM).  Type MpM-I has an average capsule length of 182.10 µm, capsule width of 38.98 µm, and shaft length of 76.45 µm;  MpM-II has an average capsule length of 166.72 µm, capsule width of 41.60 µm, and shaft length of 108.48 µm; and MbM has an average capsule length of 154.84 µm and capsule width of 30.96 µm. The nematocysts composition consists of MpM-I 26.67 %, MpM-II 23.33 %, and MbM 50.00 %.  The MbM type is nematocyst dominant in this coral species.  Future study is recommended to examine the comparative characteristics of nematocysts from S. subseriata with other species of corals in the same genus to determine the specific nematocyst of each type of coral with the role of their particular types of nematocyst. Keywords: Bulutui coast, nematocyst, North Minahasa, Scleractinia, Stylophora subseriata Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tipe, dimensi ukuran dan komposisi nematosit dari karang Scleractinia, Stylophora subseriata. Studi ini dilakukan dari Maret - Mei 2023. Pengamatan dan pengukuran sel nematosit dilakukan menggunakan mikroskop Optika 4083 B3 yang terhubung dengan komputer yang dilengkapi software Optika View 7. S. subseriata memiliki tiga tipe nematosit utama, yaitu microbasic p-mastigophore tipe I (MpM-I), microbasic p-mastigophore tipe II (MpM-II) dan microbasic b-mastigopore (MbM).  Tipe MpM-I memiliki rata-rata panjang kapsul 182,10 µm, lebar kapsul 38,98 µm, dan panjang tangkai 76,45 µm;  MpM-II memiliki rata-rata panjang kapsul 166,72 µm, lebar kapsul 41,60 µm, dan panjang tangkai 108,48 µm; serta MbM dengan panjang kapsul 154,84 µm dan lebar kapsul 30,96 µm. Komposisi nematositnya terdiri dari MpM-I 26,67 %, MpM-II 23,33 % dan MbM 50.00 %.  Tipe MbM adalah nematosit yang dominan dalam spesies ini.  Penelitian selanjutnya disarankan untuk meneliti perbandingan antara karakteristik nematosit dari S. subseriata dengan jenis karang lainnya dalam satu genus untuk mengetahui nematosit spesifik dari masing-masing jenis karang tersebut sehubungan dengan peran dari tipe-tipe nematosit spesifiknya.       Kata kunci: Minahasa Utara, nematosit, Pesisir Bulutui, Scleractinia, Stylophora subseriata
Study of Scleractinian Coral Recruitment in the Waters of Tanjung Pisok and Siladen Island, Bunaken National Park Lenak, Maria Magdalena; Roeroe, Kakaskasen; Paruntu, Carolus; Mangindaan, Remy; Manembu, Indri; Rimper, Joice
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 13 No. 1 (2025): ISSUE JANUARY-JUNE 2025
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v13i1.58540

Abstract

The research aimed to determine the recruitment density value of scleractinian coral juveniles in Tanjung Pisok (Meras and Bahowo) and Siladen Island. The method for selecting observation locations uses purposive sampling and collecting coral juvenile recruitment data using underwater photo transects. The results of this research obtained data on genus, size, and density values ​​for coral juvenile recruitment. The coral genera found at Station I were 19 genera with the largest number being the Porites genus, 32 colonies, Station II 13 genera with the largest number being the Favites genus, 32 colonies, and at Station III 17 genera with the largest number being the Porites genus, 32 colonies. Coral juveniles in this study were more dominant in the 2 cm - 2.9 cm size group, for Station I 63 colonies, Station II 54 colonies and Station III 32 colonies. Based on the results of this research, it shows that the coral recruitment density at Station I with a value of 12.38 colonies/m² is higher than Station II, the coral recruitment density at Station II with a value of 12.23 colonies/m² is higher than Station III with a value of 7.21 colonies/m². Keywords: Recruitment; Scleractinia; Underwater Photo Transect; Bunaken National Park Abstrak Tujuan penelitian menentukan nilai densitas rekrutmen juvenil karang scleractinia di perairan Tanjung Pisok (Meras dan Bahowo) dan pulau Siladen. Metode pemilihan lokasi pengamatan menggunakan purposive sampling dan metode pengumpulan data rekrutmen juvenil karang menggunakan underwater photo transect. Hasil penelitian ini memperoleh data genus, ukuran dan nilai densitas rekrutmen juvenil karang. Genus karang yang didapat di Stasiun I yaitu 19 genus dengan yang terbanyak genus Porites 32 koloni, Stasiun II 13 genus dengan yang terbanyak genus Favites 32 koloni, dan Stasiun III 17 genus dengan yang terbanyak genus Porites 32 koloni. Juvenil karang dalam penelitian ini lebih dominan pada kelompok ukuran 2 cm - 2.9 cm, untuk Stasiun I 63 koloni, Stasiun II 54 koloni dan Stasiun III 32 koloni. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan densitas rekrutmen karang di Stasiun I dengan nilai 12,38 koloni/m² lebih tinggi dari Stasiun II, densitas rekrutmen karang di Stasiun II dengan nilai 12,23 koloni/m² lebih tinggi dari Stasiun III dengan nilai 7,21 koloni/m². Kata kunci: Rekrutmen; Scleractinia; Taman Nasional Bunaken; Underwater Photo Transect
Priority Strategy for Mangrove Ecotourism Development at Budo Tourism Village Luturkey, Maureen Fenesya; Paruntu, Carolus Paulus; Rumengan, Antonius Petrus; Ompi, Medy; Sumilat, Deiske Adeleine; Manembu, Indri Shelovita
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 13 No. 1 (2025): ISSUE JANUARY-JUNE 2025
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study was conducted for three months, starting from March to June 2024. The research method used was a qualitative descriptive method with a survey technique.  Data collection was carried out by collecting primary data and secondary data.  Data analysis to formulate priority strategies for developing mangrove ecotourism at Budo Tourism Village using SWOT analysis (strength, weakness, opportunity, threat) and strategy choice analysis to obtain key success factors (priority strategies). The results of this research obtained 7 (seven) priority strategies that can be used by stakeholders, especially BUMDES managers in Budo Village for the development of sustainable mangrove ecotourism. To create a public policy, it is recommended to the Budo Village government, especially the BUMDES manager, to pay attention and consider academic studies from the Faculty of Fisheries and Marine Sciences, UNSRAT, in the form of 7 (seven) key success factors or priority strategies. Keywords: key success factors, mangrove ecotourism, SWOT, strategic choice analysis   Abstrak   Riset ini dilaksanakan di kawasan ekowisata mangrove Desa Wisata Budo dan berlangsung selama 3 bulan, dimulai dari bulan Maret sampai Juni 2024.  Metode riset yang digunakan yaitu metode deskriptif kualitatif dengan teknik survei.  Pengumpulan data dilakukan dengan mengumpulkan data primer dan data sekunder.  Analisis data untuk merumuskan strategi pengembangan ekowisata mangrove Desa Wisata Budo menggunakan analisis SWOT (strength, weakness, opportunity, threat) dan analisis pilihan strategi untuk memperoleh faktor-faktor kunci keberhasilan (strategi prioritas). Hasil penelitian ini memperoleh 7 (tujuh) urutan strategi prioritas yang dapat digunakan oleh stakeholders, khususnya pengelola BUMDES Desa Budo untuk pengembangan ekowisata mangrove yang berkelanjutan. Dalam rangka membuat suatu kebijakan publik direkomendasikan kepada pemerintah Desa Budo, khususnya pengelola BUMDES untuk memperhatikan dan mempertimbangkan kajian akademik dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Unsrat berupa 7 (tujuh) faktor-faktor kunci keberhasilan atau strategi prioritas tersebut. Kata kunci: Analisis pilihan strategi, ekowisata mangrove, faktor-faktor kunci keberhasilan, SWOT
KOMPOSISI DAN DISTRIBUSI GRANULOMETRI SEDIMEN PADA BEBERAPA KAWASAN WISATA PANTAI KECAMATAN LEMBEAN TIMUR KABUPATEN MINAHASA Papoiwo, Evilin; Rampengan, Royke M.; Windarto, Agung B.; Gerung, Grevo S.; Manembu, Indri S.; Mamuaja, Jane M.
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 13 No. 1 (2025): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.13.1.2025.61284

Abstract

Kecamatan Lembean Timur di Kabupaten Minahasa Provinsi Sulawesi Utara merupakan kecamatan  sedang berkembang aktivitas wisata pantainya, memanfaatkan keberadaan lahan gisik sebagai objek utamanya.  Oleh karena itu telah dilaksanakan penelitian bertujuan mendeskripsi komposisi dan menganalisis distribusi granulometri sedimen yang menghampari permukaan gisik beberapa kawasan wisata pantai di Kecamatan Lembean Timur. Pengambilan sampel sedimen dilaksanakan tanggal 6 Juni 2024 di gisik kawasan wisata Kamenti Beach, Kora-Kora Beach, dan BW Beach.  Pengambilan sedimen dilakukan pada permukaan lahan gisik dengan ketebalan 1 cm.  Hasil penelitian menunjukkan komposisi sedimen permukaan lahan gisik terdiri dari sedimen berukuran debu sampai dengan kerakal.  Sedimen pada permukaan gisik lebih dari 90 % berupa pasir dari berbagai ukuran (pasir sangat halus sampai pasir sangat kasar) di mana kondisi ini sangat menunjang berkaitan dengan penggunaan lahan untuk wisata pantai. Peubah rataan empirik  menunjukkan kecenderungan peningkatan ukuran butir sedimen untuk kawasan pantai yang berada di bagian Selatan kecamatan ini.  Kriteria penyortiran umumnya tersortir sedang, kemencengan umumnya berada pada kriteria simetris granulometri sampai asimetris kuat ke ukuran kecil. Peruncingan berada pada kriteria leptokurtik sampai platikurtik di mana pada lahan gisik di kawasan wisata yang terletak semakin ke arah Selatan terjadi peningkatan proporsi kriteria platikurtik. Kata kunci: sedimen gisik, komposisi sedimen, distribusi granulometri, Lembean Timur
Co-Authors Agung B. Windarto, Agung B. Alex D. Kambey Alfret Luasunaung Ari B Rondonuwu, Ari B Ari B. Rondonuwu Arunde, Preti Azani, Audia Azizah Billy Theodorus Wagey Calvyn F. A. Sondak, Calvyn F. A. Carolus Paulus Paruntu Coloay, Clive Griffen D Bengen Darmono, Oktaviano P. Darwasito, Suria Daryanto, Adityas Andrew Deiske Adeliene Sumilat, Deiske Adeliene Dien, Heffry Veibert Dietriech Geoffrey Bengen dumas, Davis Wijaksana Extrada Edwin D Ngangi Ekel, Jouvan Randy Erly Kaligis Erly Y. Kaligis, Erly Y. F Yulinda Farnis B. Boneka Farnis Boneka Fauzanabri, Renno Ferdinan Yulianda Ferdinand Frans Tilaar Ginting, Elvy Like Grevo S Gerung Gustaf Mamangkey Hermanto W. K. Manengkey Janny D Kusen Jardie A. Andaki Joice R.T.S.L Rimper Joshian N.W. Schaduw Kalebos, Roosa C. Kambey, Alex Kamuntuan, Reffando Alfaro Fabio Fabien Khristin I. F. Kondoy, Khristin I. F. Kumampung, Deslie L.A Adrianto Lalamentik, Laurentius Th. X. Lawrence J. L. Lumingas Lenak, Maria Magdalena Lintang, Rosita Anggreiny J Losu, Anggun Luasunaung, Alfrets Luky Adrianto Lumingas, Aaron R. T. Luturkey, Maureen Fenesya Makapedua, Daisy M. Malinggas, Christin R.M Mamangkey, Noldy G.F Mamuaja, Jane M. Mandagi, Stephanus Vianny Manengkey, Hermanto W. K Manengkey, Hermanto Wem Kling Mangindaan, Remy Manopo, Victoria E. N. Mantiri, Rose Manu, Lusia Markus T. Lasut Maryen, Yakob Oskar Maxs, Marten Medy Ompi Natalie D Rumampuk Naung, Pelia Ode Mantra, Syahrun Oli, Aris Putra Papoiwo, Evilin Pratiwi, Utary Purba, Dhebby Rangan, Jety K. Ridwan Lasabuda Rignolda Djamaluddin Robert A. Bara Roeroe, Kakaskasen Andreas Roeroe, Wailan Royke M. Rampengan Rumengan, Antonius Petrus Sagai, Bonnke Sambali, Hariyani Sandra Tilaar Sinjal, Cathrien A. L Sinjal, Chatrien A. L Siti Suhaeni, Siti Stenly Wullur Stephanus V Mandagi Sumilat, Deiske Adeleine Suzanne L Undap Takarendehang, Roberto Tampanguma, Biondi Unstain N. W. J. Rembet, Unstain N. W. J. Unstain N.W.J. Rembet Veibe Warouw Yogo Pamungkas, Yogo