Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Implementing Multicultural Education Through Relationships with School Social Capital to Promote Social Harmony Ginting, Elisa Br; Agus Basuki; Eva Imania Eliasa; Johannes Sohirimon Lumbanbatu
International Journal of Islamic Education, Research and Multiculturalism (IJIERM) Vol 5 No 1 (2023)
Publisher : The Islamic Education and Multiculturalism Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/ijierm.v5i1.214

Abstract

Artikel ini merupakan hasil kerja lapangan yang dilakukan di sejumlah pesantren di wilayah Medan. Tujuan utamanya adalah untuk rumusan awal masalah, yakni untuk mengeksplorasi proses pendidikan antar budaya dan menemukan mekanisme harmonisasi di sekolah. Yang kedua dibahas tentang berbagai kebijakan yang telah diterapkan untuk menciptakan iklim yang mendorong praktik harmonisasi. Proses harmonisasi ini sangat penting untuk mengembangkan iklim sekolah dan lingkungan belajar yang toleran, damai, dan saling menghargai. Ide kedua yang ingin ditelaah oleh penulis dalam esai ini adalah rencana sekolah dalam mengimplementasikan pendidikan multikultural dengan menggunakan modal sosialnya sendiri. Data yang diperoleh dengan menggunakan metode kualitatif dan metodologi studi kasus menunjukkan bahwa sekolah memiliki kewajiban dan harapan berupa visi dan misi yang dapat meningkatkan persatuan menuju sekolah multikultural. Para peneliti sampai pada kesimpulan bahwa sekolah lebih dari sekadar tempat transfer informasi antara guru dan murid di bawah arahan kurikulum. Sekolah juga tempat di masyarakat. Pendidikan sehari-hari termasuk pendidikan antar budaya. Modal sosial yang digunakan adalah modal sosial yang dikemukakan oleh James Coleman, yang dimiliki oleh masing-masing komunitas. Di sini, kita melihat bahwa untuk melestarikan komunitasnya, warga sekolah perlu memiliki sumber daya. Dalam hal ini, keharmonisan dalam interaksi sosial sekolah
Communication Skills and Apprehension in Individual Counseling Practices Violin, Angelia Francitha Tasya; Basuki, Agus
KONSELOR Vol. 13 No. 1 (2024): KONSELOR
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0202413265-0-86

Abstract

This study aims to explore and analyze communication skills and communication apprehension in individual counseling practice, particularly among prospective counselor students. The method used is a literature review, with 216 articles collected and 15 articles selected based on eligibility criteria for in-depth analysis. Findings from this review reveal that high levels of apprehension can hinder students’ ability to interact effectively with counselees and affect the quality of counseling practice. This study also identifies the challenges faced by students in managing their interpersonal communication and assesses the effectiveness of training programs and interventions in improving communication skills and reducing levels of apprehension. The results of this study are expected to provide deeper insights into the importance of communication skills and strategies for overcoming apprehension in the development of counseling competencies.
Peran Konselor Sekolah Dalam Mencegah Bullying: Tinjauan Literatur Tentang Strategi dan Efektivitas Intervensi Hidayatul Ulum, Nurul; Astuti, Budi; Basuki, Agus
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 5 No. 1 (2025): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v5i1.2425

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai strategi intervensi yang digunakan oleh konselor sekolah dalam mencegah bullying dan mengevaluasi efektivitas dari strategi-strategi tersebut. Metode yang diterapkan adalah literature review, dengan analisis terhadap delapan artikel relevan yang berfokus pada peran konselor dalam konteks bullying. Hasil analisis menunjukkan bahwa konselor sekolah berperan sebagai informator, fasilitator, motivator, dan mediator dalam mengatasi masalah bullying. Berbagai strategi intervensi yang ditemukan meliputi bimbingan klasikal, konseling individu, dan pendekatan berbasis kelompok, yang secara signifikan dapat mengurangi perilaku bullying dan mendukung kesejahteraan siswa. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara konselor, guru, orang tua, dan pihak terkait lainnya dalam merancang program pencegahan yang efektif. Penelitian ini memberikan rekomendasi bagi konselor sekolah untuk terus mengembangkan pendekatan intervensi yang komprehensif guna menciptakan lingkungan belajar yang aman dan inklusif bagi semua siswa.
Systematic Literature Review: Efektivitas Andragogi dalam Bimbingan Konseling pada Program Konseling Sebaya Mahasiswa Purnomo, Aditya; Hiryanto; Basuki, Agus
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 3 (2024): Agustus 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/gcouns.v8i3.4963

Abstract

Mahasiswa sering mengalami berbagai tekanan dan tantangan selama masa perkuliahan sehingga menimbulkan masalah stress dan masalah mental lainnya pada diri mahasiswa. Permasalahan dari mahasiswa seharusnya dapat diselesaikan dengan menggunakan konteks bimbingan dan konseling sebaya mahasiswa yang menerapkan prinsip-prinsip andragogi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas andragogi dalam bimbingan konseling pada program konseling sebaya mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah Systematic Literature Review. Berdasarkan hasil penelitan diatas andragogi dalam bimbingan konseling pada program konseling sebaya mahasiswa terbukti efektiv dalam menyelesaikan berbagai masalah mahasiswa. Andragogi dalam bimbingan konseling pada program konseling sebaya mahasiswa dapat menjadi efektif dalam menyelesaikan berbagai masalah mahasiswa dengan mengikuti pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik mahasiswa dewasa. Dapat disimpulkan berdasarkan kajian beberapa leiteratur bahwa konseling andragogi terbukti efektif diterapkan untuk bimbingan konseling sebaya mahasiswa. Kata kunci: andragogi, konselor sebaya, mahasiswa
Sebuah Review: Pemaknaan Filsafah Jawa Nrimo Ing Pandum Terhadap Depresi Remaja Yemima, Chrisanta Kezia; Basuki, Agus
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 3 (2024): Agustus 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/gcouns.v8i3.5682

Abstract

Budaya merupakan bagian yang tidak akan pernah lepas dari kehidupan seseorang pada lingkungan tersebut, budaya memiliki nilai-nilai yang terkandung kebermaknaan didalamnya. Salah satunya adalah filosofi budaya jawa Nrimo Ing Pandum. Konsep nrimo ing pandum memiliki tiga konstruksi yaitu menerima, sabar dan bersyukur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami adanya hubungan nilai nrimo ing pandum untuk mengatasi depresi pada remaja, pada penelitian yang pernah dilakukan sebelumnya. Metode pada penelitian ini adalah literature review kepada sembilan kajian artikel sejumlah database google scholar. Harapan dari penelitian ini dapat dikembangkan dan dilestarikan nilai-nilai budaya Jawa dan berperan aktif dalam pengimplementasian nilai-nilai tersebut khsusunya pada masyarakat Jawa. Kajian artikel yang telah dikaji memberikan kesimpulan bahwa filosofi Jawa nrimo ing pandum dapat terus dilestarikan dan semakin disebarkan kembali agar tidak padam nilai-nilai yang terkandung didalamnya mengenai nilai-nilai kehidupan mengenai arti kebahagiaan dan penerimaan terhadap diri seorang individu khususnya bagi seorang remaja dalam menyikapi segala permasalahan. Kata Kunci: nrimo ing pandum, depresi, remaja
Pembelajaran Berdiferensiasi: Solusi Tepat untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Mahasiswa PGSD dalam Mata Kuliah Konsep Dasar IPA Yusuf, Lisanun Thoyibah; Basuki, Agus; Syaidi, Azzumardin; Rosyida, Fatia
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 5 (2025): May
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i5.9482

Abstract

This research aims to determine the effect of differentiated learning on the critical thinking skills of PGSD students in the basic IPA concepts course. The approach used in this research is quantitative, with a quasi-experimental design. The research was conducted on first-semester students at Yogyakarta State University, specifically in class A as the experimental class with 26 people and class B as the control class with 30 people.  The results of the paired sample t-test for critical thinking skills between the pretest and post-test in the control class are 8.744 > 1.697 (t-table N=30) and in the experimental class are 33.303 > 1.706 (t-table N=26). In each class, the significance value is 0.001. If compared to the required value for a significance level of 0.05, the calculated significance is less than 0.05, it is stated that there is a positive influence. The findings indicate a positive and significant impact of differentiated learning on enhancing students' critical thinking skills in the basic IPA concepts course. These results indicate that educators need to consider integrating differentiated learning into their teaching strategies to improve the quality of education.
Pentingnya Pendidikan Seks dalam Mencegah Seks Bebas di Era Modern: Sebuah Tinjauan Literatur Santika, Desi; Basuki, Agus
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 3 (2025): March
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i3.10539

Abstract

Social changes and technological developments in the modern era have had a significant impact on adolescent behavior, including in the sexual aspect. Sex education is one of the strategic efforts to prevent free sex, which has the potential to cause various risks such as unwanted pregnancy, the spread of sexually transmitted diseases, and mental health disorders. This study aims to examine the role of sex education in preventing free sex in adolescents in the Modern Era. The type of research used was a literature review, with the collection of articles from two main sources, namely Google Scholar and Garuda. Inclusion criteria applied included articles published between 2019 and 2024, in Indonesian or English, and articles available in open access or full text format. Based on the analysis of articles that meet these criteria, it shows that sex education carried out comprehensively through schools, families, and communities can improve adolescents' understanding of body boundaries, reproductive health, and the consequences of unhealthy sexual behavior. However, the main obstacles such as cultural inappropriates, lack of parental literacy, and the negative influence of digital media are still a challenge in its implementation. The conclusion of this study confirms the importance of multi-stakeholder cooperation in designing sex education programs that are relevant and based on moral and religious values. The development of digital-based education technology is also an opportunity to reach adolescents in various layers of society.
EFEKTIVITAS PELAYANAN KONSELING KELOMPOK UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL Basuki, Agus
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2013): Maret-Mei
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (805.334 KB) | DOI: 10.21831/jpipfip.v6i1.4740

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas pelayanan konseling kelompok untuk meningkatkan keterampilan komunikasi interpersonal.Desain penelitian yang digunakan adalahpre-experimental design dengan model post-test-only equivalent-group design. Subjek penelitian adalah siswa kelas I SMA UII Banguntapan Bantul. Hasil penelitian menun-jukkan bahwa konseling kelompok terbukti efektif untuk meningkatkan keterampilan komunikasi interpersonal bagi siswa yang mengalami hambatan dalam berkomunikasi. Penyelenggaraan konseling kelompok dapat dilakukan di sekolah dan di luar sekolah. Konseling kelompok merupakan sebuah miniatur sosial yang penuh dinamika kehidupan bagi remaja. Hal itutampak dari peran teman sebaya dan kohesivitas di antara mereka sehingga membantu proses perlakuan dan dukungan untuk aktif dalam konseling ke-lompok.   Kata kunci: konseling kelompok, komunikasi interpersonal, dan teman sebaya
Life Design Counseling to Improve Career Decision Making Skills of High School Students Novita Tri Hapsari; Basuki, Agus; Indah Kholili, Ma’rifatin
KONSELI: Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-Journal) Vol 12 No 2 (2025): Vol. 12 No. 2 (2025): KONSELI : Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-journal)
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/as2wt544

Abstract

The purpose of this study is to determine how life design group counseling can improve students' career decision-making skills. This research is a type of action research using the Kemmis and Taggart model. The research was conducted in four stages: planning, action, observation, and reflection. The study involved 10 students from class XII, who were divided into two groups: 5 students in group A and 5 students in group B. Research data were collected through observation, inventory, and interviews. The instruments used included observation guidelines, inventory questionnaires, and interview guidelines. The inventory instrument contained 39 valid items with an alpha Cronbach value of 0.825. The research was conducted in three cycles with quantitative descriptive analysis. The results showed that through life design counseling conducted by implementing questions in career construction interviews and planning goals and efforts in achieving future career goals, students were able to plan their careers carefully despite facing failure. Students also understand their interests and potential as career opportunities. The results of the interview explained that the life design group counseling services provided can improve career decision-making skills so that students do not feel confused. It was proven that 9 out of 10 students were able to identify the chosen further study majors, 3 of them succeeded in entering college without a test. Therefore, it is concluded that life design counseling can help counseling teachers in helping students in making career decisions. It is also suggested to implement life design counseling in other counseling service strategies.
The Influence of External Locus of Control, Emotion Dysregulation, and Social Support on Academic Procrastination in Overseas Students R. Jacub, Rahmifanti; Basuki, Agus
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 17, No 4 (2025): In Progress December
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v17i4.6070

Abstract

Academic procrastination is a prevalent issue among international students, influenced by multiple psychological and social factors. This study investigates the relationships between academic self-efficacy, social support, emotion dysregulation, and academic procrastination, with academic self-efficacy also examined as a mediating and moderating variable. Data were collected from international students enrolled in universities. Structural Equation Modelling (SEM) was employed to analyze the interrelationships among the variables, focusing on both direct and indirect effects. Findings revealed that social support significantly and positively predicted academic self-efficacy, which in turn negatively influenced academic procrastination. Moreover, social support also directly reduced procrastination levels. External locus of control indirectly increased academic procrastination through lowered academic self-efficacy. However, emotion dysregulation showed no significant direct or indirect effect on academic procrastination. Academic self-efficacy served as a significant mediator between both social support and external locus of control in relation to procrastination. The results underscore the importance of perceived social support and academic self-efficacy in mitigating academic procrastination among international students. While emotional dysregulation was hypothesized to influence procrastination, its non-significant effect suggests that other factors may moderate this relationship in international student populations. These findings highlight the potential effectiveness of interventions aimed at strengthening academic self-efficacy and social support systems to reduce procrastination behaviors in this group.