Claim Missing Document
Check
Articles

Determinants Factors To Firm Value On Manufacturing Company Listed On The Stock Exchange Indonesa Dikdik Harjadi; Jaelani Jaelani; Dewi Fatmasari
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 13, No 1 (2021)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/amwal.v13i1.8339

Abstract

The study aims to analyze the influence of determining factors to the firm value, the gap phenomenon that the increase in the stock price index of the manufacturing sector is only slightly compared to the IDX Composite. Whereas the manufacturing sector are expected to have strong financial performance in contributing to the economy. This research uses a quantitative approach, with purposive sampling, obtained a sample of 110 the manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) in 2010 - 2017, using multiple linear regression. The results show that the dividend policy and profitability affect the firm value, while managerial ownership and board size are the opposite. This finding is interesting, the increase in the firm value of manufacturing sector is determined by dividend and profit policies, not manager incentives and monitoring of the board, because in general the company's the managers and board are held by the majority shareholder. Keywords: firm value, dividend policy, managerial ownership, board size, and profitability.
Market Orientation And Product Innovation To Increase Competitive Advantages And Its Impact On Marketing Performance Dikdik Harjadi; Dewi Fatmasari; Ayu Siti Nurhasanah
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 12, No 1 (2020)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/amwal.v1i1.5457

Abstract

This study aims to find out the effect of market orientation and product innovation on competitive advantage in relation to marketing performance on food SMEs (Small Medium Enterprises) in Darma Sub-District, Kuningan District, West Java. By applying a total sampling method, 42 food SMEs in Darma Sub-District were selected as samples in this study. Meanwhile, the research method used in this study was descriptive-verificative method. Basically, there were thee variables in this study, namely; 1) dependent variable (Z) – in this case, performance marketing; 2) intervening variable (Y) – in this case, competitive advantage; and 3) independent variable (X) – which includes market orientation (X1) and product innovation (X2). The collected data were then analyzed by applying path analysis and IBM SPSS 21.0. The result showed that; 1) market orientation has a positive and significant effect on competitive advantage with value (0,029 < 0,05); 2) product innovation has a positive and significant effect on competitive advantage with value (0,000 < 0,05); 3) market orientation has a positive and significant effect on marketing performance with value (0,045 < 0,05); 4) product innovation has a positive and significant effect on marketing performance with value (0,033 < 0,05); and 5) competitive advantage has a positive and significant effect on marketing performance with value (0.000 < 0,05).
MEMBANGUN COMPETITIVE ADVANTAGE PERGURUAN TINGGI MELALUI STRATEGI STRATEGI BAURAN PEMASARAN Dewi Fatmasari
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 5, No 1 (2013)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/amwal.v5i1.228

Abstract

AbastrakSalah satu upaya strategi tersebut adalah melalui penerapan bauran pemasaran jasa (service marketing mix). Dari beberapa aspek bauran pemasaran jasa pendidikan tinggi, sudah selayaknya pimpinan PT memiliki pemikiran yang komprehensif dalam memandang peta persaingan antar PT saat ini.  Berbagai alternatif strategi pemasaran dalam jasa pendidikan tinggi perlu menjadi opsi yang diharapkan mampu menghasilkan kolaborasi dari berbagai aspek tersebut sehingga tercipta keunggulan bersaing yang akan menjadi pemicu minat calon mahasiswa masuk ke PT tersebut. Rancangan strategi pemasaran yang efektif serta fokus dapat menjadi sebuah solusi dalam membangun keunggulana bersaing suatu PT yang memiliki nilai superior bagi para mahasiswanya.Keyword : Pendidikan, Pembauran, Pemasaran
ANALISIS SOSIAL EKONOMI DAN BUDAYA MASYARAKAT PESISIR DESA WARUDUWUR, KECAMATAN MUNDU, KABUPATEN CIREBON Dewi Fatmasari
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 6, No 1 (2014)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/amwal.v6i1.255

Abstract

AbstrakSebagian besar wilayah Indonesia adalah terdiri dari lautan dan memiliki potensi kelautan cukup besar, dengan potensi yang dimiliki tersebut seharusnya dapat mensejahterakan kehidupan masyarakat nelayan yang menggantungkan hidup pada potensi kelautan (maritim) tersebut. Namun kenyataannya, kehidupan masyarakat nelayan senantiasa dilanda kemiskinan, bahkan kehidupan nelayan sering diidentikkan dengan kemiskinan. [1] tingkat kesejahteraan para pelaku perikanan (nelayan) pada saat ini masih di bawah sektor-sektor lain, termasuk sektor pertanian agraris. Nelayan (khususnya nelayan buruh dan nelayan tradisional) merupakan kelompok masyarakat yang dapat digolongkan sebagai lapisan sosial yang paling miskin diantara kelompok masyarakat lain di sektor pertanian. Dari hasil penelitian ini diperoleh data bahwa nelayan desa wuwur masih menjaga tradisi-tradisi yang diwariskan dari nenek moyang seperti nyadran dan lain sebagainya. Kata Kunci : Tradisi, Sosial, Masyarakat pesisir  
Pengaruh Brand Equity terhadap Motivasi menggunakan Jasa Perbankan Syariah pada Nasabah Bank Jabar Syariah Cirebon Dewi Fatmasari; Rina Masrurah
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 8, No 1 (2016)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/amwal.v8i1.666

Abstract

 Abstrak Brand Equity merupakan salah satu faktor inti dari pemasaran. Seluruh strategi pemasaran pada dasarnya ditujukan untuk membangun brand yang kokoh. Brand yang telah memiliki equitas kokoh akan dapat meraih sukses pemasaran berupa pelanggan yang loyal dan keuntungan finansial. Sebelum memutuskan menjadi pelanggan atau nasabah tentu konsumen dipengaruhi oleh berbagai hal yang memotivasinya. Karena itu menjadi sangat penting menganalisa kedua faktor kunci tersebut yaitu brand equity dan motivasi penggunaan jasa pada konsumen untuk kemudian dicari korelasinya dan mendapat kesimpulan yang tepat. Objek yang diteliti adalah nasabah perbankan syariah, dimana perbankan syariah adalah lembaga keuangan yang relatif muda dan menawarkan konsep baru berbasis syariah. Berdasarkan penelitian para ahli perbankan serta fakta yang ada, bank syariah terbukti memiliki prospek yang sangat baik. Oleh karena itu menjadi suatu hal yang sangat penting mengetahui brand equity bank syariah dan pengaruhnya terhadap motivasi nasabah dalam menggunakan jasa perbankan syariah.            Analisa yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan perhitungan frekuensi pada setiap alternatif jawaban dengan menggunakan skala likert serta uji hipotesis menggunakan Pearson Product Moment. Berdasarkan hasil perhitungan korelasi product moment dapat ditafsirkan bahwa brand equity berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi menggunakan jasa perbankan syariah, yakni dengan perolehan rs = 0,726 yang termasuk pada kategori tinggi.  Koefisien determinasi 52,7% artinya motivasi menggunakan jasa perbankan syariah dipengaruhi oleh brand equity bank syariah dan sisanya 47,3%  dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti oleh penulis.           Keyword : Brand Equity, Motivasi, Bank Syariah        Abstract Brand equity is one of the core factors in marketing, the whole marketing strategy is basically intended to build a solid brand. Brand has had a solid equity will be able to achieve success in the form of a loyal customer marketing and financial benefits. Before deciding to become a customer or a client of course consumers are influenced by many things that motivate him. Therefore it is very important to analyze both the key factors that motivated the use of brand equity and consumer services at the then searched for correlations and got the appropriate conclutions. The object under study is Islamic banking customers. Sharia bank is a financial institution that is relatively young and offer new concepts of sharia-compliant. According to the experts of the banking system and the fact show that no Islamic banks proved to have a very good prospect.The analysis used in this study is the calculation of frequencies for each alternative answer using a likert scale, and test hypotheses using Pearson Product Moment. Based on the calculation of product moment correlation can be interpretated to mean that brand equity and a significant positive effect on the motivation of using the services of Islamic banking, namely the acquisition of rest = 0,726 which is included in the high category. The coefficient of determination of 52,7% motivation to use the services of Islamic banking brand equity is influenced by Islamic banks and the remaining 47,3% is influenced by other variables not examined by the author.  Keywords: Brand Equity, motivation, Sharia Banking.    
Factors That Affect The Tendency of Accounting Fraud (Case Study At BUMN Banks In Kuningan Regency ) Dikdik Harjadi; Amir Hamzah; Dewi Fatmasari
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 14, No 1 (2022)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/amwal.v14i1.10089

Abstract

This study aims to find out and analyze the factors that affect the tendency of accounting fraud at BUMN banks in Kuningan Regency. This study uses descriptive and verifiative methods. Sampled in this study as many as 95 employees of BUMN banks in Kuningan Regency. The data analysis technique used is multiple regression analysis using Lisrel. The results showed that information asymmetry has a positive effect on the tendency of accounting fraud, spiritual intelligence negatively affects the tendency of accounting fraud, the morality of the leadership has no effect on the tendency of accounting fraud, the suitability of compensation negatively affects the tendency of accounting fraud and good governace has no effect on the tendency of accounting fraud. Keywords: information asymmetry, spiritual intelligence, morality of the leadership, the suitability of compensation, good governace, the tendency of accounting fraud
Pengaruh Kepemilikan Institusional dan Leverage terhadap Nilai Perusahaan Dikdik Harjadi; Nanda Fajarwati; Dewi Fatmasari
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 10, No 2 (2018)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/amwal.v10i2.3603

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepemilikan institusional dan leverage terhadap nilai perusahaan manufaktur sub sektor tekstil dan garment product di BEI periode 2013-2016.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan verifikatif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan manufaktur tekstil dan sub-sektor garmen yang sudah dan masih terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2013-2016. Sampel diambil dengan menggunakan metode purposive sampling, dan diperoleh 10 perusahaan. Teknik analisis data yang digunakan panel data regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemilikan institusional memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan, dibuktikan dengan nilai t sebesar 3,9157 dan signifikansi 0,0004. Leverage berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan, terbukti dengan nilai t sebesar 2,7891 dan signifikansi 0,0083. Kepemilikan Institusional dan leverage berpengaruh terhadap nilai perusahaan, terbukti dengan nilai t dalam jumlah 10,0295 dengan signifikansi 0,0003. Nilai adjusted R2 diperoleh dalam jumlah 0,3165. Hal ini menunjukkan bahwa kepemilikan institusional dan leverage mempengaruhi nilai perusahaan sebesar 31,65% dan sisanya sebesar 68,35% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diamati dalam penelitian ini. Kata kunci: Kepemilikan Institusional, Leverage, dan Nilai Perusahaan    Abstract The research method that was used in this research was descriptive and verification method with quantitative approach. The population in this research was all manufacturing companies textile and garment sub-sector already and still listed in Indonesia Stock Exchange period 2013-2016. The samples was taken by using purposive sampling method, and acquired 10 companies. The  analysis data technique that was used data panel of regression. The results of research showed that the institutional ownership has a positive and significant effect on firm value, it was proved by the value of t in the amount of 3.915728 and the significance of 0.0004. Leverage has a positive and significant impact on firm value, it was proved by the value of t in the amount of 2.78913 and the significance of 0.0083. Institutional ownership and leverage effects to firm value, it was proved by the value of t in the amount of 10.02950 with significance of 0.000331. The value of adjusted R2 acquired in the amount 0.316497. This showed that institutional ownership and leverage influenced firm value in the amount of 31.65% and remaining in the amount of 68.35% influenced by other factors that was observed in this research. Keywords: Institutional Ownership, Leverage, and Firm Value
IMPLEMENTASI EXPERIENTIAL MARKETING STRATEGY PADA PERGURUAN TINGGI Dewi Fatmasari; Dikdik Harjadi
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 7, No 1 (2015)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/amwal.v7i1.213

Abstract

AbstrakDitengah persaingan antar Perguruan Tinggi dalam merebut kepercayaan masyarakat, maka sudah selayaknya para pengelola Perguruan Tinggi terus berupaya mengkaji berbagai strategi yang kemudian dapat dijadikan dasar dalam pengambilan keputusan. Salah satu alternatif strategi yang dapat dikembangkan adalah Experiential Marketing yang mencoba memberikan perhatian yang lebih besar pada sisi emosional individu sebagai pendorong mereka dalam berperilaku. Kerangka analisis experiential marketing/pengalaman pemasaran terdiri dari dua aspek. Pertama adalah strategy experiential modules (SEMs) yang merupakan pondasi pengalaman pemasaran dan terdiri dari pengalaman melalui sensori panca indera (sense), pengalaman efektif (feel), pengalaman kognitif kreatif (think), pengalaman fisik dan keseluruhan gaya hidup (act), serta pengalaman yang timbul dari hubungan dengan kelompok referensi tertentu atau kultur tertentu (relate). Implementasi experiential marketing harus dilakukan secara terintegrasi oleh semua komponen di dalam kampus sebagai suatu rangkaian aktivitas yang terstruktur sehingga mampu memberikan suatu pengalaman yang positif bagi mahasiswa. Kondisi ini pada akhirnya akan menjadi evaluasi bagi setiap mahasiswa dalam kaitannya dengan semua aktivitas yang pernah dialaminya di dalam kampus. Kata Kunci : Experiential Marketing, pengalaman, kepercayaan AbstractAmid the competition among universities in the capture public confidence, then it should managers College continues to examine various strategies which can then be used as a basis for decision making. One alternative strategy that can be developed is Experiential Marketing that try to give greater attention to the emotional side of the individual as their driving behavior. Analytical framework experiential marketing / marketing experience consists of two aspects. The first is the strategy experiential modules (SEMS), which is the foundation of marketing experience and consists of sensory experience through the five senses (sense), effective experience (feel), creative cognitive experiences (think), physical experience and overall lifestyle (act), as well as experience arising from a relationship with a particular group or a particular culture reference (relate). Implementation of experiential marketing should be done in an integrated manner by all components in the campus as a structured set of activities so as to provide a positive experience for the students. This condition will eventually be an evaluation for each student in connection with any activity that ever happened in the campus. Keywords: Experiential Marketing, experiences, confidence
ANALISIS EKSISTENSI PASAR TRADISIONAL DITENGAH HEGEMONI PASAR MODERN Dewi Fatmasari
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 5, No 2 (2013)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/amwal.v5i2.240

Abstract

Pada saat ini pasar modern menjadi tuntutan dan konsekuensi dari gaya hidup modern yang berkembang di masyarakat kita. Tidak hanya di kota-kota besar tetapi sudah merambah sampai ke kota-kota kecil di Indonesia. Untuk menjumpai minimarket atau supermarket sudah sangat mudah di sekitar tempat tinggal kita. Tempat-tempat tersebut menyediakan fasilitas tempat belanja yang nyaman dengan harga yang tidak kalah menariknya. Berdirinya berbagai pusat perbelanjaan modern di Kuningan akhir-akhir ini adalah cermin dari perubahan gaya hidup masyarakat yang dulunya hanya berbelanja di pasar tradisional, sekarang mulai beralih berbelanja di pasar modern. Semakin banyaknya pasar modern yang menawarkan produk dan jasa, maka konsumen beranggapan akan memiliki semakin banyak pilihan yang tentu saja harus disesuaikan dengan tingkat daya beli (purchasing power) masing-masing.Dalam ilmu ekonomi mainstream, konsep pasar adalah setiap struktur yang memungkinkan pembeli dan penjual untuk menukar jenis barang, jasa dan informasi. Pertukaran barang atau jasa untuk uang adalah transaksi. Ada dua pelaku di pasar yaitu pembeli dan penjual. Pasar memfasilitasi perdagangan dan memungkinkan distribusi dan alokasi sumber daya dalam masyarakat. Keberadaan Pasar Tradisional mempunyai ciri khas yang tidak dimiliki oleh pasar modern salah satunya adalah di pasar tradisional para penjual dan pembeli biasa melakukan tawar-menawar yang tidak biasa di lakukan di dalam pasar modern.Kata Kunci : Pasar tradisional, Pasar Modern, Konsumen.
Analisis Manajemen Risiko dalam Prosedur Pembiayaan Gadai Emas di BJB Syariah KCP Kuningan Dewi Fatmasari; Anah Hasanah
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 9, No 1 (2017)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/amwal.v9i1.1731

Abstract

Abstrak Di dalam pembiayaan gadai emas Syariah (rahn) dilakukan oleh Rahin (pemilik barang) dan Al-Murtahin (penerima barang) dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhannya bagi pemilik barang dengan menggadaikan barang tersebut sesuai prinsip Syariah. Pembiayaan gadai emas Syariah (rahn) memiliki prosedur yang dilalui hingga barang gadai tersebut kembali dimiliki oleh pemiliknya atau tidak, dan juga memiliki risiko-risiko yang melekat pada prosedur pembiayaan gadai emas. Sehingga diperlukan adanya manajemen risiko dalam prosedur pembiayaan gadai emas Syariah (rahn) supaya segala risiko yang ada dapat diminimalisir dan dapat diantisipasi dengan baik, demi terciptanya pembiayaan yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dalam salah satu produk pembiayaan gadai emas di perbankan Syariah.Penelitian  ini  termasuk  penelitian  analisis deskripstif.  Metode  analisis  yang digunakan  adalah  metode  kualitatif.  Serta dalam menguji keabsahan data menggunakan teknik triangulasi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi, dan dokumentasi.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa analisis manajemen risiko dalam prosedur pembiayaan gadai emas di BJB Syariah KCP Kuningan memiliki 10 prosedur yang dilalui dalam pembiayaan gadai emas Syariah dengan ketentuan tertentu di setiap prosedurnya yakni permohonan pembiayaan, penaksiran barang gadai, pelunasan penuh, pelunasan sebagian, perpanjangan, SP 1 s/d SP 2 atau setara 3, lelang, kuasa lelang, penjualan dan pelunasan atau penutupan pada sistem. Dan memiliki risiko yang ada pada setiap prosedur pembiayaan gadai emas Syariah (rahn) dilihat secara umum dan dilihat dari beberapa risiko yang dimiliki perbankan. Serta  pada setiap prosedurnya memiliki manajemen risiko dalam satu kesatuan prosedur yang dilalui. Kata Kunci: Manajemen Risiko, Prosedur Pembiayaan, Gadai Emas          Abstract Financing hearts of gold pawn in sharia (Rahn) conducted by Rahin (owner of goods) and Al-Murtahin (recipient Goods) with the aim to meet their needs review For the owner of the goods to pawn with Goods Under Sharia. Gold mortgage financing Sharia (Rahn) have procedures in recitals that passed the Back Up Goods pawn or not owned by their owners, and also had Risks Inherent on gold mortgage financing procedure. So, we need their hearts Risk Management Procedures gold pawn Financing Sharia (Rahn) Any order for Risks can be minimized and can be anticipated with good, in order to create Financing can be meet society hearts prayer One Needs Financing Products pawning gold in Islamic Banking.Singer study included research deskripstif analysis. The analytical method used is a qualitative method. Test your hearts as well as the validity of the data using triangulation techniques. Data collection techniques with How to Interview, observation, and documentation.Results The singer showed that the analysis of the Risk Management hearts procedure Financing pawning gold in BJB Syariah KCP Brass has 10 Procedures That traversed hearts Financing gold pawn sharia the terms Certain every procedure that request financing, valuation of goods mortgage, repayment sold, the repayment of, renewal, SP 1 s / d SP 2 OR 3 equivalents, auction, auction Counsel, Sales And repayment or in Closure System. And it has nothing to any Risks Funding Procedures gold pawn Sharia (Rahn) Viewed Operating Sales manager and Risks Seen From some owned banks. As well as on each procedures have hearts One Unit Risk Management Procedures The impassable. Keywords: Risk Management, Finance Procedure, Gold Pawn.