Claim Missing Document
Check
Articles

PEMBIAYAAN MUDHARABAH TERHADAP RETURN ON INVESTMENT: Studi Kasus pada Bank Mandiri Syariah Kuningan Dewi Fatmasari; Rita Kusumadewi; Indri Nur Oktavianti
Al-Mustashfa: Jurnal Penelitian Hukum Ekonomi Syariah Vol. 2 No. 2 (2017)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jm.v2i2.2159

Abstract

Abstract The purpose of this study to determine how much revenue Mudharabah, to determine the level of return on investment, and to know how big the influence of financing on the return on investment from year to year for the last 7 years.This study uses a quantitative descriptive approach. The object of this study is the Bank Syariah Mandiri Kuningan. This type of research is a study that used the figure, from the collection of data, the interpretation of such data, as well as the appearance of the results. Quantitative research was also accompanied by tables, graphs, charts, drawings or other views. Based on the results of research that assisted with SPSS 21.0, using Simple Linear Regression to produce Y = -1232 + 0,554X interpreted in a positive relationship between financing is the return on investment, with a correlation of 0.703, which means a very strong relationship, and the coefficient of determination 0.494 which means the effect of financing the return on invesment is 49.4% while the remaining 50.6% is influenced by other factors not examined in this study. Keywords: Mudharabah, Return On Investment, Islamic Banking. Abstrak Tujuan penelitian ini untuk mengetahui seberapa besar pendapatan bagi hasil pembiayaan mudharabah, untuk mengetahui tingkat return on investment, dan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pembiayaan mudharabah terhadap return on investment dari tahun ke tahunnya selama 7 tahun terakhir. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Objek penelitian ini yaitu pada Bank Syariah Mandiri Kuningan. Jenis penelitian yang digunakan merupakan penelitian yang menggunakan angka, mulai dari pengumpulan data, penafsiran terhadap data tersebut, serta penampilan dari hasilnya. Penelitian kuantitatif juga disertai dengan tabel, grafik, bagan, gambar atau tampilan lain. Berdasarkan hasil penelitian yang dibantu dengan program SPSS 21.0, dengan menggunakan uji Regresi Linier Sederhana dengan menghasilkan Y = -1.232+0,554X diinterpretasikan adanya hubungan positif antara pembiayaan mudharabah dengan return on investment, dengan korelasi sebesar 0,703 yang berarti hubungannya sangat kuat, dan koefisien determinasi 0,494 yang dapat diartikan pengaruh pembiayaan mudharabah terhadap return on investent adalah 49,4% sedangkan sisanya sebesar 50,6% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Kata Kunci: Mudharabah, Return On Investment, Bank Syariah.
KONTRAK KERJASAMA DAN BAGI HASIL BISNIS FRANCHISE AGEN TIKI SUMBER KABUPATEN CIREBON DALAM PERSPEKTIF HUKUM EKONOMI ISLAM Kohari Amaludin; Dewi Fatmasari; Abdul Fatakh
Al-Mustashfa: Jurnal Penelitian Hukum Ekonomi Syariah Vol. 4 No. 1 (2019)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jm.v4i1.4992

Abstract

AbstractAccording to Indonesian Government Law, the franchise is an agreement which is given the right to use and or use Intellectual Property Rights or a meeting of business characteristics owned by another party with a reward based on the conditions stipulated by the other party in the context of providing and or selling goods and services. The method was proposed in this study is a qualitative method to utilize a legal perspective approach to Islamic Economics. Data collection techniques were conducted, namely observation, interviews and documentation. As the results of this study were concluded, the cooperation contract used by PT. TIKI with the TIKI Agent Source complies with Article 54 of Law No. 13 of 2003 concerning employment. The profit sharing system used by PT. TIKI with TIKI Source Agent uses a 75% percentage share (PT. TIKI): 25% (TIKI Agent). While the collaboration system used by PT. TIKI with the TIKI Source Agent is using the Musyarakah cooperation system.Keywords: Franchising, Cooperation Contracts, and Revenue Sharing. AbstrakMenurut Hukum Pemerintah Indonesia franchise adalah perikatan yang salah satu pihaknya diberikan hak memanfaatkan dan atau menggunakan Hak dari Kekayaan Intelektual atau pertemuan dari ciri khas usaha yang dimiliki pihak lain dengan suatu imbalan berdasarkan persyaratan yang ditetapkan oleh pihak lain tersebut dalam rangka penyediaan dan atau penjualan barang dan jasa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan memanfaatkan pendekatan perspektif hukum Ekonomi Islam. Teknik pengumpulan data yang dilakukan, yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menyimpulkan, Kontrak kerjasama yang digunakan oleh PT. TIKI dengan Agen TIKI Sumber, telah sesuai dan memenuhi pasal 54 UU No. 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan. Sistem bagi hasil yang digunakan oleh PT. TIKI dengan Agen TIKI Sumber menggunakan pembagian prosentase 75% (PT. TIKI): 25% (Agen TIKI).  Sedangkan sistem kerjasama yang digunakan oleh PT. TIKI dengan Agen TIKI Sumber adalah menggunakan sistem kerjasama musyarakah inân.Kata Kunci: Waralaba, Kontrak Kerjasama, dan Bagi Hasil.
VALUASI EKONOMI PADA KAWASAN DESTINASI WISATA ALAM CIBULAN KABUPATEN KUNINGAN PERSPEKTIF MAQASHID SYARIAH Dewi Fatmasari; Hafni Khairunnisa; Yati Haryati
Al-Mustashfa: Jurnal Penelitian Hukum Ekonomi Syariah Vol. 8 No. 1 (2023)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jm.v8i1.10949

Abstract

AbstractThe increase in the number of tourists is directly proportional to the impact of the damage. To minimize the impact of tourism, an economic valuation of natural tourist destinations is needed to obtain additional economic benefits for conservation. Economic valuation is carried out using the Travel Cost Method. The purpose of this study is to analyze the factors that influence the willingness to pay tourists at the Cibulan Nature Tourism Destination and to estimate the economic value of the Cibulan Nature Tourism Destination using the Travel Cost Method. The research method used is descriptive quantitative with data analysis techniques in the form of multiple linear regression analysis, travel cost method, and consumer surplus. The results showed that travel cost, age, distance, and facilities had a significant influence on the level of visits to Cibulan tourism objects, while income and education did not have a significant influence on the level of visits to Cibulan attractions. The total economic value obtained is Rp. 148,157,850,203 per year. Willingness to pay following Maqashid Sharia and bring benefits to the community.Keywords: Economic Valuation; Travel Cost Method; Consumer Surplus.
ANALISIS AKSESIBILITAS DAN AMENITAS DALAM PENGEMBANGAN DESTINASI WISATA BATU LAWANG CIREBON Via Febiana; Abdul Aziz; Dewi Fatmasari
Journal of Sharia Tourism and Hospitality Vol. 3 No. 2 (2025): Journal of Sharia Tourism and Hospitality
Publisher : Department of Sharia Tourism, Faculty of Islamic Economics and Business UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70095/jetour.v3i2.113

Abstract

Batu Lawang awalnya adalah lahan bekas galian semen yang kini telah diubah menjadi kawasan rekreasi menarik, dengan keunikan batuan kapur alami, udara segar, serta pemandangan alam yang memukau. Meskipun demikian, pengembangan Batu Lawang masih terkendala oleh masalah akses jalan dan fasilitas pendukung, yang pada akhirnya memengaruhi rasa nyaman pengunjung serta daya tarik bagi wisatawan. Penelitian ini mengadopsi pendekatan deskriptif kualitatif dengan sudut pandang fenomenologi, di mana data dikumpulkan melalui pengamatan langsung, obrolan dengan narasumber, serta analisis dokumen terkait. Temuan utama mengungkap bahwa jalur menuju lokasi wisata relatif memadai, tetapi masih ada hambatan seperti akses jalan yang terbatas lebarnya dan belum tertutup aspal, kurangnya tanda penunjuk arah, serta keterbatasan ruang parkir khususnya ketika libur nasional. Mengenai fasilitas pendukung, elemen esensial seperti kamar mandi, ruang ibadah, tempat berteduh, dan kedai makanan memang telah disediakan, tetapi kuantitasnya yang terbatas serta tingkat kebersihan yang kurang optimal masih menjadi isu yang perlu segera diatasi untuk meningkatkan kepuasan pengunjung. Hambatan terbesar dalam memajukan wisata Batu Lawang adalah minimnya infrastruktur dasar, ruang parkir yang tidak mencukupi, dan fasilitas tambahan yang belum lengkap, sementara pendorong utamanya meliputi dedikasi dari pihak pengelola, keindahan alam yang alami, serta partisipasi aktif warga setempat dalam menjaga kawasan tersebut. Intinya, perbaikan akses dan fasilitas ini memainkan peran krusial dalam menyempurnakan pengalaman wisatawan serta menjadikan Batu Lawang sebagai destinasi alam yang ramah lingkungan dan berkelanjutan di wilayah Cirebon.
IMPLEMENTASI EXPERIENTIAL MARKETING STRATEGY PADA PERGURUAN TINGGI Dewi Fatmasari; Dikdik Harjadi
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol. 7 No. 1 (2015)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/amwal.v7i1.213

Abstract

AbstrakDitengah persaingan antar Perguruan Tinggi dalam merebut kepercayaan masyarakat, maka sudah selayaknya para pengelola Perguruan Tinggi terus berupaya mengkaji berbagai strategi yang kemudian dapat dijadikan dasar dalam pengambilan keputusan. Salah satu alternatif strategi yang dapat dikembangkan adalah Experiential Marketing yang mencoba memberikan perhatian yang lebih besar pada sisi emosional individu sebagai pendorong mereka dalam berperilaku. Kerangka analisis experiential marketing/pengalaman pemasaran terdiri dari dua aspek. Pertama adalah strategy experiential modules (SEMs) yang merupakan pondasi pengalaman pemasaran dan terdiri dari pengalaman melalui sensori panca indera (sense), pengalaman efektif (feel), pengalaman kognitif kreatif (think), pengalaman fisik dan keseluruhan gaya hidup (act), serta pengalaman yang timbul dari hubungan dengan kelompok referensi tertentu atau kultur tertentu (relate). Implementasi experiential marketing harus dilakukan secara terintegrasi oleh semua komponen di dalam kampus sebagai suatu rangkaian aktivitas yang terstruktur sehingga mampu memberikan suatu pengalaman yang positif bagi mahasiswa. Kondisi ini pada akhirnya akan menjadi evaluasi bagi setiap mahasiswa dalam kaitannya dengan semua aktivitas yang pernah dialaminya di dalam kampus. Kata Kunci : Experiential Marketing, pengalaman, kepercayaan AbstractAmid the competition among universities in the capture public confidence, then it should managers College continues to examine various strategies which can then be used as a basis for decision making. One alternative strategy that can be developed is Experiential Marketing that try to give greater attention to the emotional side of the individual as their driving behavior. Analytical framework experiential marketing / marketing experience consists of two aspects. The first is the strategy experiential modules (SEMS), which is the foundation of marketing experience and consists of sensory experience through the five senses (sense), effective experience (feel), creative cognitive experiences (think), physical experience and overall lifestyle (act), as well as experience arising from a relationship with a particular group or a particular culture reference (relate). Implementation of experiential marketing should be done in an integrated manner by all components in the campus as a structured set of activities so as to provide a positive experience for the students. This condition will eventually be an evaluation for each student in connection with any activity that ever happened in the campus. Keywords: Experiential Marketing, experiences, confidence
MEMBANGUN COMPETITIVE ADVANTAGE PERGURUAN TINGGI MELALUI STRATEGI STRATEGI BAURAN PEMASARAN Dewi Fatmasari
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol. 5 No. 1 (2013)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/amwal.v5i1.228

Abstract

AbastrakSalah satu upaya strategi tersebut adalah melalui penerapan bauran pemasaran jasa (service marketing mix). Dari beberapa aspek bauran pemasaran jasa pendidikan tinggi, sudah selayaknya pimpinan PT memiliki pemikiran yang komprehensif dalam memandang peta persaingan antar PT saat ini.  Berbagai alternatif strategi pemasaran dalam jasa pendidikan tinggi perlu menjadi opsi yang diharapkan mampu menghasilkan kolaborasi dari berbagai aspek tersebut sehingga tercipta keunggulan bersaing yang akan menjadi pemicu minat calon mahasiswa masuk ke PT tersebut. Rancangan strategi pemasaran yang efektif serta fokus dapat menjadi sebuah solusi dalam membangun keunggulana bersaing suatu PT yang memiliki nilai superior bagi para mahasiswanya.Keyword : Pendidikan, Pembauran, Pemasaran
ANALISIS EKSISTENSI PASAR TRADISIONAL DITENGAH HEGEMONI PASAR MODERN Dewi Fatmasari
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol. 5 No. 2 (2013)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/amwal.v5i2.240

Abstract

Pada saat ini pasar modern menjadi tuntutan dan konsekuensi dari gaya hidup modern yang berkembang di masyarakat kita. Tidak hanya di kota-kota besar tetapi sudah merambah sampai ke kota-kota kecil di Indonesia. Untuk menjumpai minimarket atau supermarket sudah sangat mudah di sekitar tempat tinggal kita. Tempat-tempat tersebut menyediakan fasilitas tempat belanja yang nyaman dengan harga yang tidak kalah menariknya. Berdirinya berbagai pusat perbelanjaan modern di Kuningan akhir-akhir ini adalah cermin dari perubahan gaya hidup masyarakat yang dulunya hanya berbelanja di pasar tradisional, sekarang mulai beralih berbelanja di pasar modern. Semakin banyaknya pasar modern yang menawarkan produk dan jasa, maka konsumen beranggapan akan memiliki semakin banyak pilihan yang tentu saja harus disesuaikan dengan tingkat daya beli (purchasing power) masing-masing.Dalam ilmu ekonomi mainstream, konsep pasar adalah setiap struktur yang memungkinkan pembeli dan penjual untuk menukar jenis barang, jasa dan informasi. Pertukaran barang atau jasa untuk uang adalah transaksi. Ada dua pelaku di pasar yaitu pembeli dan penjual. Pasar memfasilitasi perdagangan dan memungkinkan distribusi dan alokasi sumber daya dalam masyarakat. Keberadaan Pasar Tradisional mempunyai ciri khas yang tidak dimiliki oleh pasar modern salah satunya adalah di pasar tradisional para penjual dan pembeli biasa melakukan tawar-menawar yang tidak biasa di lakukan di dalam pasar modern.Kata Kunci : Pasar tradisional, Pasar Modern, Konsumen.
ANALISIS SOSIAL EKONOMI DAN BUDAYA MASYARAKAT PESISIR DESA WARUDUWUR, KECAMATAN MUNDU, KABUPATEN CIREBON Dewi Fatmasari
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol. 6 No. 1 (2014)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/amwal.v6i1.255

Abstract

AbstrakSebagian besar wilayah Indonesia adalah terdiri dari lautan dan memiliki potensi kelautan cukup besar, dengan potensi yang dimiliki tersebut seharusnya dapat mensejahterakan kehidupan masyarakat nelayan yang menggantungkan hidup pada potensi kelautan (maritim) tersebut. Namun kenyataannya, kehidupan masyarakat nelayan senantiasa dilanda kemiskinan, bahkan kehidupan nelayan sering diidentikkan dengan kemiskinan. [1] tingkat kesejahteraan para pelaku perikanan (nelayan) pada saat ini masih di bawah sektor-sektor lain, termasuk sektor pertanian agraris. Nelayan (khususnya nelayan buruh dan nelayan tradisional) merupakan kelompok masyarakat yang dapat digolongkan sebagai lapisan sosial yang paling miskin diantara kelompok masyarakat lain di sektor pertanian. Dari hasil penelitian ini diperoleh data bahwa nelayan desa wuwur masih menjaga tradisi-tradisi yang diwariskan dari nenek moyang seperti nyadran dan lain sebagainya. Kata Kunci : Tradisi, Sosial, Masyarakat pesisir  
PERAN KEWIRAUSAHAAN DALAM PEMBERDAYAAN EKONOMI PESANTREN (SEKILAS TENTANG PESANTREN AINURRAFIQ) DESA PANAWUAN, KECAMATAN CIGANDAMEKAR KABUPATEN KUNINGAN Dewi Fatmasari
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol. 6 No. 2 (2014)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/amwal.v6i2.263

Abstract

AbstrakSaat ini santri pada Pondok Pesantren bukan saja bertujuan untuk santri pandai mengaji saja melainkan mengajarkan tentang kewirausahaan untuk bekal hidup dalam bermasyarakat, ilmu agama sebagai bekal akhirat dan menjaga dari perbuatan-perbuatan yang syubhat sedangkan kewirausahaan mendidik santri untuk menjadi santri yang mandiri, dua hal terbut akan selalu beriringan untuk menjadikan santri yang sukses dunia dan akhirat. Maka dari itu, pesantren menyambut baik dengan adanya perkembangan teknologi yang semakin canggih, karena dapat mempermudah dan mempercepat laju pendidikannya dalam memperoleh santri dengan menjadikannya  teknologi sebagai media promosi dan komunikasi. Ulama salaf pernah mengatakan “ambillah sesuatu yang baru selagi itu baik, dan jangan tinggalkan yang lama yang masih relevan untuk digunakan”. Dalam hal ini Pondok Pesantren dapat mengembangkan kewirausahaannya untuk kemajuan perekonomian guna menopang laju kesejahteraan bagi seluruh santri, ustadz, karyawan dan seluruh civitas akademik, hal tersebut tidak menafikan kebiasaan kegiatan yang ada di pondok pesantren pada umunya, yaitu sekolah, ngaji dan masih banyak lagi kegiatan yang dapat membentuk karakter anak yang menjadi lebih baik. Kata Kunci : Pondok Pesantren, kewirausahaan, dan santri
Pengaruh Brand Equity terhadap Motivasi menggunakan Jasa Perbankan Syariah pada Nasabah Bank Jabar Syariah Cirebon Dewi Fatmasari; Rina Masrurah
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol. 8 No. 1 (2016)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/amwal.v8i1.666

Abstract

 Abstrak Brand Equity merupakan salah satu faktor inti dari pemasaran. Seluruh strategi pemasaran pada dasarnya ditujukan untuk membangun brand yang kokoh. Brand yang telah memiliki equitas kokoh akan dapat meraih sukses pemasaran berupa pelanggan yang loyal dan keuntungan finansial. Sebelum memutuskan menjadi pelanggan atau nasabah tentu konsumen dipengaruhi oleh berbagai hal yang memotivasinya. Karena itu menjadi sangat penting menganalisa kedua faktor kunci tersebut yaitu brand equity dan motivasi penggunaan jasa pada konsumen untuk kemudian dicari korelasinya dan mendapat kesimpulan yang tepat. Objek yang diteliti adalah nasabah perbankan syariah, dimana perbankan syariah adalah lembaga keuangan yang relatif muda dan menawarkan konsep baru berbasis syariah. Berdasarkan penelitian para ahli perbankan serta fakta yang ada, bank syariah terbukti memiliki prospek yang sangat baik. Oleh karena itu menjadi suatu hal yang sangat penting mengetahui brand equity bank syariah dan pengaruhnya terhadap motivasi nasabah dalam menggunakan jasa perbankan syariah.            Analisa yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan perhitungan frekuensi pada setiap alternatif jawaban dengan menggunakan skala likert serta uji hipotesis menggunakan Pearson Product Moment. Berdasarkan hasil perhitungan korelasi product moment dapat ditafsirkan bahwa brand equity berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi menggunakan jasa perbankan syariah, yakni dengan perolehan rs = 0,726 yang termasuk pada kategori tinggi.  Koefisien determinasi 52,7% artinya motivasi menggunakan jasa perbankan syariah dipengaruhi oleh brand equity bank syariah dan sisanya 47,3%  dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti oleh penulis.           Keyword : Brand Equity, Motivasi, Bank Syariah        Abstract Brand equity is one of the core factors in marketing, the whole marketing strategy is basically intended to build a solid brand. Brand has had a solid equity will be able to achieve success in the form of a loyal customer marketing and financial benefits. Before deciding to become a customer or a client of course consumers are influenced by many things that motivate him. Therefore it is very important to analyze both the key factors that motivated the use of brand equity and consumer services at the then searched for correlations and got the appropriate conclutions. The object under study is Islamic banking customers. Sharia bank is a financial institution that is relatively young and offer new concepts of sharia-compliant. According to the experts of the banking system and the fact show that no Islamic banks proved to have a very good prospect.The analysis used in this study is the calculation of frequencies for each alternative answer using a likert scale, and test hypotheses using Pearson Product Moment. Based on the calculation of product moment correlation can be interpretated to mean that brand equity and a significant positive effect on the motivation of using the services of Islamic banking, namely the acquisition of rest = 0,726 which is included in the high category. The coefficient of determination of 52,7% motivation to use the services of Islamic banking brand equity is influenced by Islamic banks and the remaining 47,3% is influenced by other variables not examined by the author.  Keywords: Brand Equity, motivation, Sharia Banking.    
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Aan Jaelani Abdul Aziz Abdul Aziz Abdul Fatakh Abdul Kholik Achmad Rondi Agustien Zulaidah Agustinus Dk Nugrahaning Gusti Aini , Nur Alvitasari, Lia Amir Hamzah Anah Hasanah Apriliyani, Feni Aqila, Zakiya Nada Ayu Siti Nurhasanah Azizan Sentosah Hutabarat Cicik Harini, Cicik Harini Dheasey Amboningtyas Dimas Fadilah Dini Fitria R Dinningthias, Desih Dyah Ika Kirana Jalantina Eva Pelitawati Fanther, Refaldo Farendra, Denny Febiana, Via Frastiyono, Arjun Futihah, Futihah Hafni Khairunnisa Hardiansyah, Indra Harini, Cicik Harjadi, Dikdik Hayatun Nufus Hidayat, Abas Hikmah , Nur Human Hanif, Sofi Ilham Hudi Aim Abdulkarim Kokom Komalasari, Ilham Hudi Aim Abdulkarim Indri Nur Oktavianti Iqbal Arraniri Irsad Jaelani Jaelani Juliani, Retno Djohar Khaerunisa, Ayu Kohari Amaludin Komalasari, Asni Kusumadewi, Rita Liana Dewi Saraswati Mahilda, Gita Mahsyar, Januar Habibi Makmuri Ahdi Maria Magdalena Minarsih Muhamad Muztahidin Munajat, Ma'mur Nakhwatunnisa, Haulah Nanda Fajarwati Natulisiya, Resa Uni Nur Eka Setiowati, Nur Eka Poni Purwati Pramesti, Ginna Novarianti Dwi Putri Praptono, Sri Pratama, Reza Rafly Aditya Mukti Raihan Yahya Ismail raptono, Sri Ravindran, Kirutikha Rekno Djohar Juliani Retno Djohar Juliani Rhawil Wahid, Ray Febisyah Rina Masrurah Rina Widayanti Rosdita Siahaan, Kartika Anggreany Sinta Petri Lestari Sinta Petri Lestari Siregar, Ahlun Nazi Siswahyudianto Siti Nurfadilah Sri Praptono Sri Wulan, Sri SRI WULANDARI Syaeful Bakhri Toto Suharto Ulfah, Mariyah Ummah, Gabriel Rosyidatul Varisa Munatasya Via Febiana Wely Hadi Gunawan Wulan, Heru Sri Yati Haryati Yati Haryati