Claim Missing Document
Check
Articles

Pendampingan Pengembangan APE Gerak Edukatif Berbasis IoT sebagai Strategi Penguatan Karakter Anak Menuju Indonesia Emas 2045 Muhammad Nofan Zulfahmi; Ahmad Faidlon; Menik Tetha Agustina
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 5 No 3 (2025): I-Com: Indonesian Community Journal (September 2025)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/i-com.v5i3.7745

Abstract

Pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kualitas pembelajaran PAUD melalui pengembangan Alat Permainan Edukatif (APE) gerak edukatif berbasis audio visual yang terintegrasi dengan Internet of Things (IoT). Kegiatan dilaksanakan di TK Baiturrahim Krasak, Jepara, melibatkan 12 guru mitra, dan berfokus pada penguatan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat sebagai strategi pembentukan karakter menuju Indonesia Emas 2045. Metode Pengabdian yang digunakan Tim dari UNISNU Jepara dan Universitas Nasional Karangturi Semarang yaitu memberikan pelatihan dan pendampingan implementasi APE berbasis teknologi. APE menggabungkan gerak motorik, audio visual, dan sistem IoT untuk mendukung pembelajaran interaktif dan menyenangkan. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui kuesioner, observasi, dan wawancara mendalam untuk mengukur pemahaman guru, efektivitas penggunaan APE, serta tingkat keterlibatan anak. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman guru dan keterlibatan anak. Sebanyak 92% guru menyatakan APE membantu pembelajaran karakter, dan 88% menilai keterlibatan anak meningkat. Program ini didukung DRTPM Kemendikbudristek 2025 dan terbukti efektif dalam penguatan karakter anak usia dini di era digital.
PENGARUH PELATIHAN HARDSKILL TERHADAP KINERJA KARYAWAN DI PT. MANAJEMEN ASISTEN INDONESIA Sitorus, Cheryen Ckristina; Agustina, Menik Tetha
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i1.8893

Abstract

Improving the quality of human resources is a vital element for service companies to maintain optimal performance and service standards. This study aims to analyze in-depth the effect of hard skills training on employee performance at PT. Manajemen Asisten Indonesia, responding to the urgent need for improved technical competency. Using a quantitative descriptive approach, the study involved all employee training participants as a sample through a saturated sampling technique. Data were collected using a Likert-scale questionnaire and analyzed through a series of statistical tests, including validity, reliability, normality, Product Moment correlation, and simple linear regression. The analysis findings revealed a fairly strong positive relationship between hard skills training and employee performance, indicated by a correlation coefficient of 0.507. Furthermore, hard skills training was shown to contribute 25.7% to the variation in employee performance, with the results of the model significance test confirming a significant effect (p = 0.002). The main conclusion of this study is that relevant and targeted hard skills training has a significant impact on improving employee work effectiveness. Therefore, companies are advised to continuously align technical training materials with dynamic operational needs to achieve sustainable productivity. ABSTRAK Peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan elemen vital bagi perusahaan jasa untuk mempertahankan standar kinerja dan layanan yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam pengaruh pelatihan hardskill terhadap kinerja karyawan di PT. Manajemen Asisten Indonesia, merespons kebutuhan mendesak akan kompetensi teknis yang lebih baik. Menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif, penelitian melibatkan seluruh karyawan peserta pelatihan sebagai sampel melalui teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berskala Likert dan dianalisis melalui serangkaian uji statistik, termasuk validitas, reliabilitas, normalitas, korelasi Product Moment, serta regresi linier sederhana. Temuan analisis mengungkapkan adanya hubungan positif yang cukup kuat antara pelatihan hardskill dan kinerja karyawan, ditandai dengan koefisien korelasi sebesar 0,507. Lebih lanjut, pelatihan hardskill terbukti memberikan kontribusi sebesar 25,7% terhadap variasi kinerja karyawan, dengan hasil uji signifikansi model yang mengonfirmasi pengaruh nyata (p = 0,002). Kesimpulan utama dari studi ini adalah bahwa pelatihan hardskill yang relevan dan terarah memiliki dampak signifikan dalam meningkatkan efektivitas kerja karyawan. Oleh karena itu, perusahaan disarankan untuk terus menyelaraskan materi pelatihan teknis dengan dinamika kebutuhan operasional guna mencapai produktivitas yang berkelanjutan.  
Blended learning dengan Motivasi Belajar Mahasiswa Universitas Nasional Karangturi Pada Masa Pandemi Covid-19 Widyastika, Astrid Rizqa; Agustina, Menik Tetha
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 10, No 3 (2022): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v10i3.8585

Abstract

This study aims to determine the effect of blended learning on the learning motivation of Karangturi National University students during the Covid 19 Pandemic. The data collection method in this study was the saturated sample method. The sampling technique used non-probability sampling with the sampling method of all members of the population as a sample of 30 students. The results of observations and interviews showed that there was a significant negative relationship between blended learning style and student learning motivation during the pandemic, indicating that the better the blended learning style of the students, the lower the student's learning motivation. Vice versa, if the blended learning style is low, the students' learning motivation will be higher. The analysis technique in this study uses correlation analysis. Based on the results of hypothesis testing, it shows that there is a relationship between blended learning and learning motivation, where the correlation coefficient value is Rxy = -0.379 with p = 0.019 (p <0.05). These results indicate that there is a relationship between blended learning and student motivation at the National University of Karangturi Semarang during the Covid 19 Pandemic, showing an R square result of 0.144 so that the effect of blended learning on student learning motivation is 14.4% in this study and 85.6 % influenced by other factors outside this research. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh blended learning dengan motivasi belajar mahasiswa Universitas Nasional Karangturi di masa Pandemi Covid 19. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah menggunakan metode sampel jenuh. Teknik pengambilan sampel menggunakan non probability sampling dengan metode penarikan sampel semua anggota populasi dijadikan sebagai sampel sebanyak 30 mahasiswa. Hasil observasi dan wawancara menunjukkan bahwa ada hubungan negatif yang signifikan gaya blended learning dengan motivasi belajar mahasiswa di masa pandemi sehingga menunjukkan bahwa semakin baik gaya blended learning mahasiswa maka semakin rendah motivasi belajar mahasiswa. Begitu juga sebaliknya, bila gaya blended learning rendah maka motivasi belajar mahasiswa akan semakin tinggi. Teknik analisis pada penelitian ini menggunakan analisis korelasi. Berdasarkan hasil uji hipotesis, menunjukkan ada hubungan antara blended learning dengan motivasi belajar, dimana nilai koefisien korelasi Rxy = -0,379 dengan p= 0,019 (p< 0,05). Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa ada hubungan antara blended learning dengan motivasi belajar mahasiswa Universitas Nasional Karangturi Semarang pada masa Pandemi Covid 19, menunjukkan hasil R square sebesar 0,144 sehingga pengaruh blended learning dengan motivasi belajar mahasiswa sebesar 14,4 % dalam penelitian ini dan 85,6% dipengaruhi faktor-faktor lain di luar penelitian ini.
Efektivitas Acceptance and Commitment Therapy pada Orang Dewasa yang Mengalami Kecemasan dan Depresi: Studi Literatur Benedicta Audrey Putri Trisnadewi; Puspita Puji Rahayu; Menik Tetha Agustina; Shofwatun Amaliyah; Ervina Kumalasari
Journal on Education Vol. 6 No. 4 (2024): Journal on Education: Volume 6 Nomor 4 Mei-Agustus 2024
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v7i2.8402

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of Acceptance and Commitment Therapy (ACT) on adults who experience anxiety and depression in Indonesia. The method used in this research is a literature study. The inclusion criteria of this literature study were that the subjects were adults aged at least 18 years, used Acceptance and Commitment Therapy (ACT) as the intervention, was conducted in the Indonesian population, aimed to reduce the level and/or symptoms of anxiety or depression, written in Indonesian and English, and could be accessed in full-text. Articles were obtained through Google Scholar. There were 5 research articles included with a total of 73 participants. The results of the literature review found that ACT is effective in reducing levels and/or symptoms of anxiety and depression. Future researchers can include more research articles in the literature review or meta-analysis that reveals the effectiveness of ACT in adults with anxiety and depression in Indonesia.
Peran Problem-Focused Coping dan Family Protective Factors dalam Membangun Resiliensi Orangtua Anak Berkebutuhan Khusus Agustina, Menik Tetha; Trisnadewi, Benedicta Audrey Putri; Kumalasari, Ervina
Jurnal Psikologi Integratif Vol. 13 No. 2 (2025): Psikologi Integratif
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jpsi.v13i2.3421

Abstract

Parents of children with special needs face ongoing challenges, including high caregiving demands, prolonged stress, and the need to adjust parenting expectations. This study examines the role of problem-focused coping and family protective factors in predicting parental resilience. Participants were 83 parents of children with physical or psychological developmental disorders receiving services at YPAC Semarang, selected through purposive sampling. Data were collected using the Inventory of Family Protective Factors (IFPP), Brief-Coping Orientation to Problems Experienced Inventory (Brief-COPE), and the Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC). Pearson correlation analysis showed that problem-focused coping and family protective factors were positively associated with resilience (r = .317 and r = .153). Multiple regression analysis indicated that both variables significantly predicted parental resilience simultaneously (R = .371, p < .01), contributing 13.8% of the variance (R² = .138). The findings suggest that parental resilience is a multidimensional construct influenced by coping strategies, family strengths, and other psychological and contextual factors. Strengthening problem-focused coping and enhancing family protective factors may therefore support resilience development among parents of children with special needs.   Orang tua anak berkebutuhan khusus menghadapi tuntutan pengasuhan yang tinggi, stres berkepanjangan, serta penyesuaian strategi pengasuhan. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran koping berfokus masalah dan faktor perlindungan keluarga terhadap resiliensi orangtua. Subjek penelitian berjumlah 83 orang tua anak dengan gangguan perkembangan fisik atau psikologis di YPAC Semarang yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan IFPP, Brief-COPE, dan CD-RISC. Hasil analisis korelasi menunjukkan hubungan positif antara koping berfokus masalah dan faktor perlindungan keluarga dengan resiliensi (r = .317; r = .153). Analisis regresi berganda menunjukkan kedua variabel secara simultan memprediksi resiliensi secara signifikan (R = .371; p < 0,01) dengan kontribusi sebesar 13,8% (R² = .138). Hasil penelitian menegaskan bahwa resiliensi orangtua merupakan konstruk multidimensional yang dipengaruhi oleh strategi koping, kekuatan keluarga, dan faktor psikososial lainnya. Oleh karena itu, penguatan koping adaptif dan faktor perlindungan keluarga penting dalam meningkatkan resiliensi orangtua anak berkebutuhan khusus.
Design and Validation of LexiPlay: A Multisensory Game-Based Application for Literacy Learning among Children with Dyslexia Tetha Agustina, Menik; Pratama Irwin Talenta; M. Zakki Abdillah
Indonesian Journal of Learning Education and Counseling Vol. 8 No. 2 (2026): March
Publisher : ILIN Institute Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31960/ijolec.v8i2.3325

Abstract

Children with dyslexia often experience difficulties in reading, spelling, and phonological processing, which may hinder their literacy development. Although various educational applications have been developed to support learning, many existing platforms do not sufficiently integrate multisensory learning principles and game-based features that are essential for supporting children with dyslexia. Therefore, this study aims to develop and validate LexiPlay, a multisensory game-based learning application designed to support literacy development among children with dyslexia, and to examine its validity and practicality as a learning medium. This study employed a Research and Development (R&D) approach based on the Borg and Gall model. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The development process involved expert validation, instrument validation, individual trials, and small-group trials with students with dyslexia. The collected data were analyzed using both qualitative and quantitative approaches. The results indicate that the LexiPlay application achieved a “highly valid” classification based on expert evaluation and was considered “highly practical” based on limited field testing. The application integrates multisensory learning elements, gamification features, and a dyslexia-friendly interface, which contribute to improving student engagement and supporting early literacy learning. These findings suggest that LexiPlay has strong potential as an innovative digital learning tool to support literacy development in children with dyslexia and provide important implications for special education, inclusive education practices, and the development of evidence-based digital learning interventions.
Psikoedukasi Dampak Teknologi bagi Kehidupan Remaja pada Siswa SMA Negeri 1 Ungaran Menik Tetha Agustina
Kareba: Jurnal Inovasi dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2025): Kareba: Jurnal Inovasi dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Lia Center of Research and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64850/kareba.v1i1.21

Abstract

Kegiatan psikoedukasi ini dilatarbelakangi oleh tingginya intensitas penggunaan teknologi digital oleh remaja yang berdampak pada berbagai aspek kehidupan mereka, baik secara psikologis, sosial, maupun akademik. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap dampak positif dan negatif dari penggunaan teknologi serta membekali mereka dengan keterampilan mengelola penggunaan teknologi secara sehat dan bertanggung jawab. Kegiatan dilaksanakan di SMA Negeri 1 Ungaran pada Senin tanggal 14 Juli 2025 dalam rangka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), dengan melibatkan sebanyak 430 siswa kelas X. Metode pelaksanaan mencakup ceramah interaktif, diskusi kelompok, simulasi studi kasus, serta refleksi individu. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman yang signifikan, yaitu sebesar 66,24%, berdasarkan perbandingan rata-rata skor pretest dan postest. Sebagian besar siswa menunjukkan peningkatan dalam memahami dampak teknologi terhadap kesehatan mental, interaksi sosial, dan pengelolaan waktu. Manfaat utama dari kegiatan ini adalah meningkatnya kesadaran kritis siswa terhadap perilaku digital mereka serta tumbuhnya sikap reflektif dalam penggunaan teknologi secara bijak. Kegiatan ini memberikan kontribusi penting dalam membangun keterlibatan aktif masyarakat sekolah dalam edukasi literasi digital yang preventif dan berkelanjutan.
Who Am I? Pengenalan Diri Pada Remaja Kecamatan Bugangan, Semarang Menik Tetha Agustina
Keyboard Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2024): Keyboard Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Grace Berkat Anugerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69688/keyboard.v1i2.142

Abstract

  Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman diri pada remaja di Kecamatan Bugangan, Semarang, melalui kegiatan bertema "Who Am I?". Masa remaja adalah fase penting dalam pembentukan identitas diri, dan seringkali remaja menghadapi tantangan dalam memahami siapa mereka sebenarnya. Program ini dirancang untuk memberikan bimbingan dan dukungan yang diperlukan dalam proses tersebut. Metode yang digunakan meliputi psikoedukasi yang difasilitasi oleh psikolog dan pendidik berpengalaman dengan memberikan materi tentang Who Am I. Evaluasi program menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman diri remaja, kepercayaan diri, dan kemampuan mereka untuk membuat keputusan yang lebih baik terkait masa depan mereka. Program ini juga melibatkan orang tua dan komunitas untuk menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan identitas positif pada remaja. Hasil kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model untuk program serupa di wilayah lain
PENGARUH INTENSITAS BERMAIN GAME ONLINE TERHADAP PROKRASTINASI AKADEMIK MAHASISWA UNIVERSITAS NASIONAL KARANGTURI Zuhdy, Naufal; Tetha Agustina, Menik
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i2.10156

Abstract

The development of digital technology has increased the use of online games among university students. This activity has the potential to affect students’ ability to manage time, control themselves, and complete academic responsibilities. However, studies examining the contribution of online gaming intensity to academic procrastination among students at private universities, particularly at Universitas Nasional Karangturi Semarang, remain limited. Therefore, this study is important to provide empirical evidence regarding the relationship between digital activities and students’ academic behavior. This study aimed to analyze the effect of online gaming intensity on academic procrastination among students at Universitas Nasional Karangturi Semarang. The study employed a quantitative approach with a correlational design. The sample consisted of 68 active students selected through purposive sampling. Data were collected using an Online Gaming Intensity Scale and an Academic Procrastination Scale based on a Likert format and were analyzed using simple linear regression. The results showed that online gaming intensity had a positive and significant effect on academic procrastination. These findings indicate that the higher the intensity of students in playing online games, the higher their tendency to delay completing academic tasks. Thus, online gaming intensity can be understood as one of the factors contributing to academic procrastination, although such behavior may also be influenced by other factors. This study emphasizes the importance of strengthening self-regulation, time management, and digital literacy so that students are able to balance digital entertainment activities with academic responsibilities. ABSTRAK Perkembangan teknologi digital telah mendorong meningkatnya penggunaan game online di kalangan mahasiswa. Aktivitas ini berpotensi memengaruhi kemampuan mahasiswa dalam mengatur waktu, mengendalikan diri, dan menyelesaikan tanggung jawab akademik. Namun, kajian mengenai kontribusi intensitas bermain game online terhadap prokrastinasi akademik pada mahasiswa perguruan tinggi swasta, khususnya di Universitas Nasional Karangturi Semarang, masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini penting dilakukan untuk memberikan gambaran empiris mengenai hubungan antara aktivitas digital dan perilaku akademik mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh intensitas bermain game online terhadap prokrastinasi akademik mahasiswa Universitas Nasional Karangturi Semarang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian terdiri atas 68 mahasiswa aktif yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan skala intensitas bermain game online dan skala prokrastinasi akademik berbasis Likert, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas bermain game online berpengaruh positif dan signifikan terhadap prokrastinasi akademik. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi intensitas mahasiswa dalam bermain game online, semakin tinggi pula kecenderungan mereka untuk menunda penyelesaian tugas akademik. Dengan demikian, intensitas bermain game online dapat dipahami sebagai salah satu faktor yang berkontribusi terhadap munculnya prokrastinasi akademik, meskipun perilaku tersebut juga dapat dipengaruhi oleh faktor lain. Penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan regulasi diri, manajemen waktu, dan literasi digital agar mahasiswa mampu menyeimbangkan aktivitas hiburan digital dengan tanggung jawab akademik.
Who Am I? Pengenalan Diri Pada Remaja Kecamatan Bugangan, Semarang Menik Tetha Agustina
ARembeN Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 2 No. 2 (2024): Edisi Desember
Publisher : CV. Ro Bema

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69688/aremben.v2i2.71

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman diri pada remaja di Kecamatan Bugangan, Semarang, melalui kegiatan bertema "Who Am I?". Masa remaja adalah fase penting dalam pembentukan identitas diri, dan seringkali remaja menghadapi tantangan dalam memahami siapa mereka sebenarnya. Program ini dirancang untuk memberikan bimbingan dan dukungan yang diperlukan dalam proses tersebut. Metode yang digunakan meliputi psikoedukasi yang difasilitasi oleh psikolog dan pendidik berpengalaman. Evaluasi program menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman diri remaja, kepercayaan diri, dan kemampuan mereka untuk membuat keputusan yang lebih baik terkait masa depan mereka. Program ini juga melibatkan orang tua dan komunitas untuk menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan identitas positif pada remaja. Hasil kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model untuk program serupa di wilayah lain.