p-Index From 2021 - 2026
7.356
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Peran Problem-Focused Coping dan Family Protective Factors dalam Membangun Resiliensi Orangtua Anak Berkebutuhan Khusus Menik Tetha Agustina; Benedicta Audrey Putri Trisnadewi; Ervina Kumalasari
Jurnal Psikologi Integratif Vol. 13 No. 2 (2025): Psikologi Integratif
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jpsi.v13i2.3421

Abstract

Parents of children with special needs face ongoing challenges, including high caregiving demands, prolonged stress, and the need to adjust parenting expectations. This study examines the role of problem-focused coping and family protective factors in predicting parental resilience. Participants were 83 parents of children with physical or psychological developmental disorders receiving services at YPAC Semarang, selected through purposive sampling. Data were collected using the Inventory of Family Protective Factors (IFPP), Brief-Coping Orientation to Problems Experienced Inventory (Brief-COPE), and the Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC). Pearson correlation analysis showed that problem-focused coping and family protective factors were positively associated with resilience (r = .317 and r = .153). Multiple regression analysis indicated that both variables significantly predicted parental resilience simultaneously (R = .371, p < .01), contributing 13.8% of the variance (R² = .138). The findings suggest that parental resilience is a multidimensional construct influenced by coping strategies, family strengths, and other psychological and contextual factors. Strengthening problem-focused coping and enhancing family protective factors may therefore support resilience development among parents of children with special needs.   Orang tua anak berkebutuhan khusus menghadapi tuntutan pengasuhan yang tinggi, stres berkepanjangan, serta penyesuaian strategi pengasuhan. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran koping berfokus masalah dan faktor perlindungan keluarga terhadap resiliensi orangtua. Subjek penelitian berjumlah 83 orang tua anak dengan gangguan perkembangan fisik atau psikologis di YPAC Semarang yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan IFPP, Brief-COPE, dan CD-RISC. Hasil analisis korelasi menunjukkan hubungan positif antara koping berfokus masalah dan faktor perlindungan keluarga dengan resiliensi (r = .317; r = .153). Analisis regresi berganda menunjukkan kedua variabel secara simultan memprediksi resiliensi secara signifikan (R = .371; p < 0,01) dengan kontribusi sebesar 13,8% (R² = .138). Hasil penelitian menegaskan bahwa resiliensi orangtua merupakan konstruk multidimensional yang dipengaruhi oleh strategi koping, kekuatan keluarga, dan faktor psikososial lainnya. Oleh karena itu, penguatan koping adaptif dan faktor perlindungan keluarga penting dalam meningkatkan resiliensi orangtua anak berkebutuhan khusus.
PENGARUH PELATIHAN HARDSKILL TERHADAP KINERJA KARYAWAN DI PT. MANAJEMEN ASISTEN INDONESIA Cheryen Ckristina Sitorus; Menik Tetha Agustina
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i1.8893

Abstract

Improving the quality of human resources is a vital element for service companies to maintain optimal performance and service standards. This study aims to analyze in-depth the effect of hard skills training on employee performance at PT. Manajemen Asisten Indonesia, responding to the urgent need for improved technical competency. Using a quantitative descriptive approach, the study involved all employee training participants as a sample through a saturated sampling technique. Data were collected using a Likert-scale questionnaire and analyzed through a series of statistical tests, including validity, reliability, normality, Product Moment correlation, and simple linear regression. The analysis findings revealed a fairly strong positive relationship between hard skills training and employee performance, indicated by a correlation coefficient of 0.507. Furthermore, hard skills training was shown to contribute 25.7% to the variation in employee performance, with the results of the model significance test confirming a significant effect (p = 0.002). The main conclusion of this study is that relevant and targeted hard skills training has a significant impact on improving employee work effectiveness. Therefore, companies are advised to continuously align technical training materials with dynamic operational needs to achieve sustainable productivity. ABSTRAK Peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan elemen vital bagi perusahaan jasa untuk mempertahankan standar kinerja dan layanan yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam pengaruh pelatihan hardskill terhadap kinerja karyawan di PT. Manajemen Asisten Indonesia, merespons kebutuhan mendesak akan kompetensi teknis yang lebih baik. Menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif, penelitian melibatkan seluruh karyawan peserta pelatihan sebagai sampel melalui teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berskala Likert dan dianalisis melalui serangkaian uji statistik, termasuk validitas, reliabilitas, normalitas, korelasi Product Moment, serta regresi linier sederhana. Temuan analisis mengungkapkan adanya hubungan positif yang cukup kuat antara pelatihan hardskill dan kinerja karyawan, ditandai dengan koefisien korelasi sebesar 0,507. Lebih lanjut, pelatihan hardskill terbukti memberikan kontribusi sebesar 25,7% terhadap variasi kinerja karyawan, dengan hasil uji signifikansi model yang mengonfirmasi pengaruh nyata (p = 0,002). Kesimpulan utama dari studi ini adalah bahwa pelatihan hardskill yang relevan dan terarah memiliki dampak signifikan dalam meningkatkan efektivitas kerja karyawan. Oleh karena itu, perusahaan disarankan untuk terus menyelaraskan materi pelatihan teknis dengan dinamika kebutuhan operasional guna mencapai produktivitas yang berkelanjutan.  
PENGARUH STRES KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN RITEL KOTA SEMARANG Rudolfcahyo, Rudolfcahyo; Agustina, Menik Tetha
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i3.11641

Abstract

Behind the rapid development of business competition in the retail industry in a major city, there is a need to improve the quality and capabilities of the workforce in order to enhance employee performance. This study aims to deeply analyze the effect of work stress on employee performance in Semarang City. Using a quantitative approach with a causal design, the study involved 79 employee respondents from various retail stores in Semarang as a sample through random sampling techniques. Data were collected using a Likert-scale questionnaire and analyzed through a series of statistical tests, including validity, reliability, normality, Product Moment correlation, and simple linear regression. The research results indicate that work stress has a significant positive effect on employee performance, marked by a correlation coefficient of 0.511. Hard skill training and employee performance, marked by a correlation coefficient of 0.507. Furthermore, work stress is proven to contribute 26.1% to variations in employee performance, with model significance test results confirming a real effect (p = 0.000), where an increase in stress levels tends to enhance productivity and service quality. Based on these findings, store management is advised to develop stress management strategies that align with field demands and local work culture to maintain high employee performance sustainably. ABSTRAK Di balik pesatnya perkembangan persaingan bisnis industri ritel disuatu kota besar, perlu adanya peningkatan mutu dan kemampuan tenaga kerja guna meningkatkatkan kinerja karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam pengaruh stres kerja terhadap kinerja karyawan Kota Semarang. Menggunakan pendekatan Kuantitatif dengan desain Kausalitas, penelitian melibatkan 79 responden karyawan dari berbagai toko ritel di kota Semarang sebagai sampel melalui teknik random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berskala Likert dan dianalisis melalui serangkaian uji statistik, termasuk validitas, reliabilitas, normalitas, korelasi Product Moment, serta regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stres kerja memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap kinerja karyawan ditandai dengan koefisien korelasi sebesar 0,511. pelatihan hardskill dan kinerja karyawan, ditandai dengan koefisien korelasi sebesar 0,507. Lebih lanjut, stres kerja terbukti memberikan kontribusi sebesar 26,1% terhadap variasi kinerja karyawan, dengan hasil uji signifikansi model yang mengonfirmasi pengaruh nyata (p= 0,000) di mana peningkatan tingkat stres cenderung meningkatkan produktivitas dan kualitas pelayanan. Berdasarkan temuan ini, manajemen toko disarankan menyusun strategi pengelolaan stres yang selaras dengan tuntutan lapangan dan budaya kerja lokal agar performa karyawan tetap tinggi secara berkesinambungan.  
PENGARUH INTENSITAS BERMAIN GAME ONLINE TERHADAP PROKRASTINASI AKADEMIK MAHASISWA UNIVERSITAS NASIONAL KARANGTURI Naufal Zuhdy; Menik Tetha Agustina
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i2.10156

Abstract

The development of digital technology has increased the use of online games among university students. This activity has the potential to affect students’ ability to manage time, control themselves, and complete academic responsibilities. However, studies examining the contribution of online gaming intensity to academic procrastination among students at private universities, particularly at Universitas Nasional Karangturi Semarang, remain limited. Therefore, this study is important to provide empirical evidence regarding the relationship between digital activities and students’ academic behavior. This study aimed to analyze the effect of online gaming intensity on academic procrastination among students at Universitas Nasional Karangturi Semarang. The study employed a quantitative approach with a correlational design. The sample consisted of 68 active students selected through purposive sampling. Data were collected using an Online Gaming Intensity Scale and an Academic Procrastination Scale based on a Likert format and were analyzed using simple linear regression. The results showed that online gaming intensity had a positive and significant effect on academic procrastination. These findings indicate that the higher the intensity of students in playing online games, the higher their tendency to delay completing academic tasks. Thus, online gaming intensity can be understood as one of the factors contributing to academic procrastination, although such behavior may also be influenced by other factors. This study emphasizes the importance of strengthening self-regulation, time management, and digital literacy so that students are able to balance digital entertainment activities with academic responsibilities. ABSTRAK Perkembangan teknologi digital telah mendorong meningkatnya penggunaan game online di kalangan mahasiswa. Aktivitas ini berpotensi memengaruhi kemampuan mahasiswa dalam mengatur waktu, mengendalikan diri, dan menyelesaikan tanggung jawab akademik. Namun, kajian mengenai kontribusi intensitas bermain game online terhadap prokrastinasi akademik pada mahasiswa perguruan tinggi swasta, khususnya di Universitas Nasional Karangturi Semarang, masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini penting dilakukan untuk memberikan gambaran empiris mengenai hubungan antara aktivitas digital dan perilaku akademik mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh intensitas bermain game online terhadap prokrastinasi akademik mahasiswa Universitas Nasional Karangturi Semarang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian terdiri atas 68 mahasiswa aktif yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan skala intensitas bermain game online dan skala prokrastinasi akademik berbasis Likert, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas bermain game online berpengaruh positif dan signifikan terhadap prokrastinasi akademik. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi intensitas mahasiswa dalam bermain game online, semakin tinggi pula kecenderungan mereka untuk menunda penyelesaian tugas akademik. Dengan demikian, intensitas bermain game online dapat dipahami sebagai salah satu faktor yang berkontribusi terhadap munculnya prokrastinasi akademik, meskipun perilaku tersebut juga dapat dipengaruhi oleh faktor lain. Penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan regulasi diri, manajemen waktu, dan literasi digital agar mahasiswa mampu menyeimbangkan aktivitas hiburan digital dengan tanggung jawab akademik.
Penguatan Ketangguhan Mental dalam Meningkatkan Kesiapan Kerja Siswa SMK Puspita Puji Rahayu; Menik Tetha Agustina
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 7 (2026): Volume 9 Nomor 7 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i7.26162

Abstract

ABSTRAK Program ini dilatarbelakangi rendahnya ketangguhan mental, tingginya kecemasan kerja, dan belum optimalnya coping adaptif pada siswa kelas XII SMK St. Fransiskus Semarang yang memengaruhi kesiapan kerja. Program bertujuan meningkatkan kesiapan kerja melalui penguatan ketangguhan mental, coping adaptif, dan kepercayaan diri. Pendekatan integratif berbasis psychological capital dan experiential learning diterapkan melalui pelatihan, workshop, simulasi, dan pendampingan dengan pre–post assessment. Hasil menunjukkan peningkatan kepercayaan diri, kemampuan mengelola stres, kesiapan kerja, serta self-efficacy dan coping adaptif. Kesimpulannya, program ini efektif meningkatkan kesiapan kerja siswa dan berpotensi menjadi model layanan bimbingan konseling berkelanjutan di sekolah. Kata Kunci: Ketangguhan Mental, Kesiapan Kerja, Psychological Capital, Experiential Learning, Siswa SMK.  ABSTRACT This program is motivated by the low level of mental resilience, high job-related anxiety, and suboptimal adaptive coping among Grade XII students of SMK St. Fransiskus Semarang, which affect their work readiness. The program aims to enhance work readiness by strengthening mental resilience, adaptive coping, and self-confidence. An integrative approach based on psychological capital and experiential learning is implemented through training, workshops, simulations, and mentoring, supported by pre–post assessment. The results indicate improvements in self-confidence, stress management, work readiness, as well as self-efficacy and adaptive coping. In conclusion, this program is effective in improving students’ work readiness and has the potential to be developed as a sustainable guidance and counseling service model in schools. Keywords: Mental Resilience, Work Readiness, Psychological Capital, Experiential Learning, And Vocational High School Students.
Design and Validation of LexiPlay: A Multisensory Game-Based Application for Literacy Learning among Children with Dyslexia Menik Tetha Agustina; Pratama Irwin Talenta; M. Zakki Abdillah
Indonesian Journal of Learning Education and Counseling Vol. 8 No. 2 (2026): March
Publisher : ILIN Institute Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31960/ijolec.v8i2.3325

Abstract

Children with dyslexia often experience difficulties in reading, spelling, and phonological processing, which may hinder their literacy development. Although various educational applications have been developed to support learning, many existing platforms do not sufficiently integrate multisensory learning principles and game-based features that are essential for supporting children with dyslexia. Therefore, this study aims to develop and validate LexiPlay, a multisensory game-based learning application designed to support literacy development among children with dyslexia, and to examine its validity and practicality as a learning medium. This study employed a Research and Development (R&D) approach based on the Borg and Gall model. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The development process involved expert validation, instrument validation, individual trials, and small-group trials with students with dyslexia. The collected data were analyzed using both qualitative and quantitative approaches. The results indicate that the LexiPlay application achieved a “highly valid” classification based on expert evaluation and was considered “highly practical” based on limited field testing. The application integrates multisensory learning elements, gamification features, and a dyslexia-friendly interface, which contribute to improving student engagement and supporting early literacy learning. These findings suggest that LexiPlay has strong potential as an innovative digital learning tool to support literacy development in children with dyslexia and provide important implications for special education, inclusive education practices, and the development of evidence-based digital learning interventions.
Penguatan Karakter Positif dan Keterampilan Interpersonal melalui Outbound Edukatif di SMK PL Tarcisius Semarang Shofwatun Amaliyah; Menik Tetha Agustina; Puspita Puji Rahayu; Benedicta Audrey Putri Trisnadewi; Margaretha Sri Wahyuningrum
JURIBMAS : Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Oktober 2026
Publisher : LKP KARYA PRIMA KURSUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62712/juribmas.v5i2.1446

Abstract

Masa remaja merupakan periode penting dalam pembentukan karakter dan pengembangan keterampilan interpersonal yang berperan dalam keberhasilan akademik maupun kehidupan sosial. Namun, perkembangan teknologi dan perubahan pola interaksi sosial menuntut adanya upaya yang lebih inovatif untuk meningkatkan kemampuan komunikasi, kerja sama, kepemimpinan, serta rasa tanggung jawab pada peserta didik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat karakter positif dan keterampilan interpersonal siswa melalui pelaksanaan outbound edukatif pada kegiatan class meeting di SMK PL Tarcisius Semarang. Kegiatan diikuti oleh 54 siswa kelas XI dan dilaksanakan dengan pendekatan experiential learning yang menekankan pembelajaran melalui pengalaman langsung. Metode yang digunakan meliputi ice breaking, permainan kelompok (team building), simulasi pemecahan masalah, refleksi, dan diskusi kelompok. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk menumbuhkan nilai-nilai karakter positif, seperti disiplin, tanggung jawab, kerja sama, kepemimpinan, kepercayaan diri, serta kemampuan berkomunikasi secara efektif. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan bahwa peserta terlibat secara aktif dan antusias dalam setiap sesi outbound. Melalui berbagai aktivitas yang diberikan, siswa menunjukkan peningkatan kemampuan bekerja sama dalam tim, keterampilan komunikasi interpersonal, keberanian mengemukakan pendapat, serta kemampuan menyelesaikan masalah secara kolaboratif. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan sehingga mampu meningkatkan motivasi, kebersamaan, dan hubungan sosial antarsiswa. Dengan demikian, outbound edukatif dapat menjadi salah satu metode yang efektif dalam mendukung penguatan karakter positif dan pengembangan keterampilan interpersonal peserta didik di lingkungan sekolah.
HUBUNGAN PENGGUNAAN SOSIAL MEDIA DENGAN KONSEP DIRI MAHASISWA UNIVERSITAS NASIONAL KARANGTURI SEMARANG Luis Enrico Trisandy Jadmiko; Menik Tetha Agustina
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edutech.v6i3.14517

Abstract

High social media usage intensity among university students potentially affects how individuals perceive and evaluate themselves. This quantitative correlational study aimed to analyze the relationship between social media use and self-concept among students at Universitas Nasional Karangturi Semarang. Data were collected using the Social Media Use Scale and the Self-Concept Scale based on Likert modeling administered to 120 active students aged 18–24 years selected through purposive sampling. Inferential data were analyzed using Pearson Product-Moment Correlation after fulfilling normality (Kolmogorov-Smirnov Z = 0.078; p = 0.200) and linearity testing (F = 1.124; p = 0.287). Hypothesis testing results revealed a significant negative relationship between social media use and student self-concept with a correlation coefficient of r = -0.341 (p = 0.001). The R-square coefficient of determination of 0.116 indicated that social media use contributed 11.6 percent to the variation in student self-concept, while the remaining 88.4 percent was influenced by external factors. The main conclusion confirms that higher social media usage intensity is associated with lower student self-concept. These findings recommend strengthening digital literacy programs and psychological counseling services within higher education institutions. ABSTRAK Tingginya intensitas penggunaan media sosial di kalangan mahasiswa berpotensi memengaruhi persepsi dan evaluasi terhadap dirinya. Penelitian kuantitatif korelasional ini bertujuan menganalisis hubungan antara penggunaan media sosial dan konsep diri mahasiswa Universitas Nasional Karangturi Semarang. Pengumpulan data menggunakan Skala Penggunaan Media Sosial dan Skala Konsep Diri berbasis model Likert kepada 120 mahasiswa aktif berusia 18–24 tahun yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Analisis data inferensial menggunakan Korelasi Pearson Product Moment setelah memenuhi uji normalitas (Kolmogorov-Smirnov Z = 0,078; p = 0,200) dan linieritas (F = 1,124; p = 0,287). Hasil pengujian hipotesis menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara penggunaan media sosial dan konsep diri mahasiswa dengan koefisien korelasi  ( ). Nilai koefisien determinasi  sebesar 0,116 mengindikasikan bahwa penggunaan media sosial memberikan kontribusi sebesar 11,6 persen terhadap variasi konsep diri mahasiswa, sementara 88,4 persen sisanya dipengaruhi oleh faktor luar. Simpulan utama menegaskan bahwa semakin tinggi intensitas penggunaan media sosial, semakin rendah konsep diri mahasiswa. Temuan ini merekomendasikan perlunya penguatan program literasi digital dan layanan konseling psikologis di lingkungan perguruan tinggi.    
UPAYA PENINGKATAN KUALITAS KOMPETENSI PROFESIONALISME GURU BAGI PESERTA DIDIK Puspita Puji Rahayu; Menik Tetha Agustina; Qurnia Fitriyatinur
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 11 No 1: Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jih.v11i1.1700

Abstract

This form of community service activity aims to provide information or knowledge for educators in carrying out the teaching and learning process in schools. Activities are carried out through online seminars, which are aimed at the teaching profession for kindergarten, elementary, junior high, high school and university circles. The material presented covered three topics, including Pedagogic Competence for Educators in the Digital Age, Design of Fun Learning Methods to Increase Learning Motivation, and the Role of Educators as Role Models for Students in Character Development. After participants take part in an online seminar related to the above themes, it is hoped that educators can carry out their duties optimally in educating the nation's children by prioritizing the term "Teacher (at Gugu lan di Tiru)" in the sense that an educator can be used as an example and as a role model in implementing learning process