Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Workshop On Making Soap Based On Palm Kernel Oil As An Alternative For Treating Palm Oil Waste, Central Kalimantan: Pelatihan Pembuatan Sabun Berbahan Dasar Minyak Inti Sawit Sebagai Alternatif Pengolahan Limbah Kelapa Sawit Kalimantan Tengah Septaria Yolan Kalalinggi; Lilis Rosmainar; Karelius; Tety Wahyuningsih Manurung; Mitha Deviyanti; Rasidah
NAWASENA : JOURNAL OF COMMUNITY SERVICE Vol. 1 No. 01 (2023): Vol 01 No 01 2023
Publisher : NAWASENA : JOURNAL OF COMMUNITY SERVICE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelapa sawit menghasilkan minyak yang murah, mudah diproduksi dan sangat stabil sehingga sangat menguntungkan dari aspek ekonomi maupun kegunaannya. Saat ini, kelapa sawit merupakan salah satu tanaman perkebunan penghasil minyak yang mengalami peningkatan produksi yang sangat pesat dibandingkan dengan tanaman lainnya. Namun, kebanyakan hasil panen kelapa sawit diolah hanya sampai proses produksi crude palm oil (CPO) sedangkan minyak inti sawit yang dihasilkan masuk dalam kategori limbah dikarenakan jumlah produksinya yang sedikit. Kelompok tani kelurahan Kalampangan merupakan salah satu kelompok tani yang ada di kelurahan Kalampangan Provinsi Kalimantan Tengah. Permasalahan utama yang ditemukan di kelompok tani kelurahan Kalampangan adalah limbah proses minyak inti sawit yang belum maksimal dimanfaatkan. Kurangnya wawasan terhadap proses pengolahan merupakan salah satu hal yang membatasi kelompok tani dalam mengolah limbah. Wawasan yang kurang tentang proses pengolahan limbah yang mendasari pentingnya diadakan pelatihan tentang pembuatan suatu produk yang dapat mengurangi limbah dari proses pengolahan minyak inti sawit. Oleh karena itu, upaya pemanfaatan minyak inti sawit tersebut sangat dibutuhkan, salah satunya melalui pelatihan pembuatan sabun dari limbah proses pengolahan minyak inti sawit agar menambah wawasan bagi kelompok tani. Dari program ini, masyarakat telah memperoleh pengetahuan dan keterampilan terutama terkait pemanfataan potensi sumber daya alam lokal atau limbah kelapa sawit sebagai produk kosmetik sehari-hari.
Training on Making Aromatherapy Candles From Essential Oil of Galam Leaves (Melaluca sp) as a Housefly Repellent: Pelatihan Pembuatan Lilin Aroma Terapi dari Minyak Atsiri Daun Galam (Melaluca sp) Sebagai Repelen Lalat Rumah Lilis Rosmainar; Rasidah; Karelius; Tia Monika
NAWASENA : JOURNAL OF COMMUNITY SERVICE Vol. 1 No. 01 (2023): Vol 01 No 01 2023
Publisher : NAWASENA : JOURNAL OF COMMUNITY SERVICE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman yang memiliki khasiat sebagai obat-obatan dapat dijadikan sebagai obat herbal, seperti tanaman penghasil minyak atsiri. Minyak ini bersifat volatil atau mudah menguap dan sering disebut volatile oil. Salah satu tanaman penghasil minyak atsiri adalah (Melaleuca cajuputi), sering disebut Gelam atau Galam. Penyakit yang dapat dicegah dengan menggunakan minyak atsiri salah satunya adalah penyakit yang disebabkan oleh lalat rumah (Musa domestica). Dilakukan pelatihan pembuatan lilin aroma terapi dengan menggunakan minyak atsiri dari daun tanaman galam. Minyak atsiri dari daun galam diperoleh dengan melakukan proses isolasi menggunakan destilasi sederhana. Diperoleh minyak atsiri dengan bau yang khas dan berwarna coklat bening. Minyak atsiri ditambahkan ke dalam lilin. Pembuatan lilin dilakukan dengan menggunakan palmwax dan dihasilkan lilin dengan berbagai macam bentuk dan warna. Pelatihan pembuatan lilin memberikan pengetahuan umum bagi masyarakat kelurahan Kalampangan. Masyarakat mengikuti pelatihan dengan sangat antusias yang dapat dilihat dari pertanyaan yang diajukan oleh masyarakat. Diharapkan dengan adanya pelatihan pembuatan lilin, masyarakat dapat terhindar dari berbagai penyakit yang disebabkan oleh lalat rumah atau dengan kata lain, lilin dapat digunakan sebagai repelan lalat rumah.
Pembinaan Persiapan Olimpiade Bidang Kimia pada Siswai SMA Negeri 5 Palangka Raya Manurung, Tety Wahyuningsih; Pasaribu, Marvin Horale; Alfanaar, Rokiy; Rosmainar, Lilis; Ariefin, Mokhamat
NAWASENA : JOURNAL OF COMMUNITY SERVICE Vol. 3 No. 01 (2025): Vol. 3 No. 01 2025
Publisher : NAWASENA : JOURNAL OF COMMUNITY SERVICE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapan siswa dalam menghadapi Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang Kimia melalui program pendampingan dan pembinaan di SMAN 5 Palangka Raya. Metode yang digunakan mencakup beberapa tahapan, yaitu persiapan, pre-test, pembinaan materi, latihan soal, post-test, dan evaluasi. Program ini diikuti oleh siswa yang telah diseleksi berdasarkan minat dan kemampuan akademik mereka dalam bidang Kimia. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan hasil pre-test dan post-test guna mengukur efektivitas pendampingan yang diberikan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan siswa dalam menyelesaikan soal-soal OSN Kimia, yang mengindikasikan bahwa metode pembinaan yang diterapkan cukup efektif. Selain itu, kegiatan ini juga berdampak positif bagi guru pendamping dalam mengembangkan strategi pembelajaran yang lebih sistematis dan berbasis kompetisi. Dengan adanya program ini, diharapkan pembinaan OSN Kimia di sekolah dapat dilakukan secara lebih terstruktur dan berkelanjutan guna meningkatkan prestasi akademik siswa di tingkat yang lebih tinggi.
AMMONIUM-MODIFIED NATURAL ZEOLITE: A PROMISING CATALYST FOR RENEWABLE DIESEL PRODUCTION – A REVIEW Putra, Riandy; Rosmainar, Lilis; Rasidah
Walisongo Journal of Chemistry Vol. 8 No. 1 (2025): Walisongo Journal of Chemistry
Publisher : Department of Chemistry Faculty of Science and Technology UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wjc.v8i1.26031

Abstract

The global shift toward sustainable energy has intensified research into renewable diesel production, owing to its superior fuel properties and environmental benefits. Catalysts play a crucial role in the hydrodeoxygenation of vegetable oils and biomass-derived feedstocks to produce green diesel. Natural zeolites, valued for their high thermal stability and tunable acidity, have emerged as cost-effective catalytic alternatives. This review explored recent advancements in the application of ammonium-modified natural zeolites as catalysts in green diesel production. Characterization techniques, including FT-IR (Fourier Transform Infrared Spectroscopy), XRD (X-ray Diffraction), SEM (Scanning Electron Microscopy), TG-DTG (Thermogravimetric Analysis), nitrogen adsorption isotherms, and NH₃-TPD (Temperature-Programmed Desorption of Ammonia), were employed to analyze NH₄⁺-zeolites. Results demonstrate that ammonium modification enhanced the acidity, porosity, and catalytic efficiency of natural zeolites, leading to improved deoxygenation selectivity and increased green diesel yields. The NH₄⁺-modified zeolite achieved a C₁₅ hydrocarbon selectivity of 70%, compared to 54% for the unmodified variant. Furthermore, introducing ammonium ions helped regulate acidity by mitigating excessive Brønsted acidity, ultimately reducing coke formation and improving catalyst stability. This review discusses the physicochemical properties and catalytic performance of ammonium-modified natural zeolites in green diesel production. It also addresses the challenges and future directions for scaling up their application in renewable fuel technologies
AMMONIUM-MODIFIED NATURAL ZEOLITE: A PROMISING CATALYST FOR RENEWABLE DIESEL PRODUCTION – A REVIEW Putra, Riandy; Rosmainar, Lilis; Rasidah
Walisongo Journal of Chemistry Vol. 8 No. 1 (2025): Walisongo Journal of Chemistry
Publisher : Department of Chemistry Faculty of Science and Technology UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wjc.v8i1.26031

Abstract

The global shift toward sustainable energy has intensified research into renewable diesel production, owing to its superior fuel properties and environmental benefits. Catalysts play a crucial role in the hydrodeoxygenation of vegetable oils and biomass-derived feedstocks to produce green diesel. Natural zeolites, valued for their high thermal stability and tunable acidity, have emerged as cost-effective catalytic alternatives. This review explored recent advancements in the application of ammonium-modified natural zeolites as catalysts in green diesel production. Characterization techniques, including FT-IR (Fourier Transform Infrared Spectroscopy), XRD (X-ray Diffraction), SEM (Scanning Electron Microscopy), TG-DTG (Thermogravimetric Analysis), nitrogen adsorption isotherms, and NH₃-TPD (Temperature-Programmed Desorption of Ammonia), were employed to analyze NH₄⁺-zeolites. Results demonstrate that ammonium modification enhanced the acidity, porosity, and catalytic efficiency of natural zeolites, leading to improved deoxygenation selectivity and increased green diesel yields. The NH₄⁺-modified zeolite achieved a C₁₅ hydrocarbon selectivity of 70%, compared to 54% for the unmodified variant. Furthermore, introducing ammonium ions helped regulate acidity by mitigating excessive Brønsted acidity, ultimately reducing coke formation and improving catalyst stability. This review discusses the physicochemical properties and catalytic performance of ammonium-modified natural zeolites in green diesel production. It also addresses the challenges and future directions for scaling up their application in renewable fuel technologies
Sintesis Magnesium Ferrat (MgFeO4) Sebagai Oksidator Untuk Penurunan Intensitas Warna Pada Air Gambut Di Kota Palangka Raya Uli Pakpahan, Ribka; Rasidah, Rasidah; Rosmainar, Lilis
Bohr: Jurnal Cendekia Kimia Vol 2 No 02 (2024): Bohr: Jurnal Cendekia Kimia Vol 02 No 02
Publisher : Program Studi Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asam humat, humin, terutama asam fulvat merupakan senyawa organik penyebab air gambut berwarna kuning hingga merah kecoklatan yang sulit terdegradasi dan berbahaya bagi manusia. Upaya untuk menurunkan intensitas warna air gambut dapat menggunakan oksidator magnesium ferrat (MgFeO4). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat kemampuan oksidator MgFeO4. dalam mendegradasi senyawa fulvat penyebab air berwarna. Pembuatan oksidator MgFeO4 dibagi menjadi dua tahapan yaitu sintesis FeO42- menggunakan 40 mL NaOCl 5,25%, 3 g NaOH, 1 mL FeCl3, Fe(NO3)3 dan Fe2(SO4)3 sebagai prekursor Fe3+. Tahap kedua sintesis MgFeO4 menggunakan 30 mL larutan Mg(NO3)2 0,3 M dan larutan Na2FeO4 melalui reaksi pertukaran kation Mg2+ dan Na+ menghasilkan padatan MgFeO4 berwarna putih. Hasil penelitian menunjukkan larutan Na2FeO4 berwarna ungu kehitaman yang menandakan Fe3+ telah teroksidasi menjadi Fe6+ serta menghasilkan padatan MgFeO4 berwarna putih. Karakterisasi UV-Vis menunjukkan bahwa λmaks Na2FeO4 bersumber senyawa FeCl3 yaitu 510 nm, Fe(NO3)3 yaitu 510 nm, dan Fe2(SO4)3 sebesar 505 nm. Puncak tertinggi XRD pada 2θ memperlihatkan MgFeO4 bersumber dari senyawa FeCl3 pada 31,77o. MgFeO4 yang bersumber dari senyawa Fe(NO3)3 memiliki puncak tertinggi pada 15,03o dan NaNO3 pada 2θ = 66,31o, serta MgFeO4 bersumber dari senyawa Fe2(SO4)3 memiliki puncak tertinggi pada 31,74o yang masih mengandung pengotor yaitu NaNO3 pada 2θ = 66,10o. Berdasarkan hasil degradasi senyawa fulvat pada air gambut ditunjukkan bahwa MgFeO4 dari senyawa FeCl3 dapat menurunkan intensitas warna sebesar 92,9%, MgFeO4 dari senyawa Fe(NO3)3 dapat menurunkan intensitas warna sebesar 92,5% serta MgFeO4 dari senyawa Fe2(SO4)3 dapat menurunkan intensitas warna sebesar 95,9%. Kesimpulannya, MgFeO4 berpotensi sebagai salah satu oksidator yang dapat menurunkan intensitas warna pada air gambut
Analisis kondisi Optimum Senyawa Kalsium Ferrat (CaFeO4) Sebagai Oksidator Untuk Penurunan Intensitas Warna Pada Air Gambut di Kota Palangka Raya Rosmainar, Lilis; Efendi Patar Sihombing, Midun; Carolius Angga, Stevin
Bohr: Jurnal Cendekia Kimia Vol 2 No 02 (2024): Bohr: Jurnal Cendekia Kimia Vol 02 No 02
Publisher : Program Studi Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air gambut telah melarutkan senyawa organik yang menyebabkan air berubah warna menjadi coklat. Artinya, air gambut tidak bisa dijadikan sumber air untuk kebutuhan sehari-hari. Asam humat, asam fulvat, dan humin merupakan senyawa organik yang menyebabkan perubahan warna air gambut. Salah satu langkah alternatif yang dapat dipilih dan dianggap aman untuk mengolah air gambut menjadi air bersih adalah penggunaan zat pengoksidasi. Oksidator adalah salah satu zat atau senyawa kimia yang dapat dimanfaatkan untuk mengoksidasi zat organik penyebab warna pada air gambut menjadi bentuk yang lebih aman bagi lingkungan melalui reaksi oksidasi. Ion besi (Fe6+), biasa disebut ferrat (FeO42-) dalam senyawa kalsium ferrat, merupakan oksidator kuat yang dipilih dan digunakan dalam penelitian ini. Kalsium ferrat (CaFeO4) dari senyawa FeCl3 dapat menurunkan intensitas warna air gambut dari Sungai Sebangau di bagian permukaan air sebesar 90,63% pada pH 10, sedangkan dibagian tengah sungai sebangau dapat diturunkan intensitas warna air gambut sebesar 88,88% pada pH 12. Sedangkan dibagian dasar Sungai Sebangau dapat diturunkan intensitas warna air gambut sebesar 79,74% pada pH 12. Kemampuan ion besi (Fe3+) yang dihasilkan setelah reaksi oksidasi tidak berjalan optimal pada kondisi sangat basa yang menyebabkan terjadinya interaksi tolak menolak antara ion OH- atau muatan negatif bahan organik dengan oksidator CaFeO4. Sehingga mengurangi efisiensi penyisihan senyawa organik dalam air gambut.
Sintesis Zeolit dari Abu Layang sebagai Media Lepas Lambat Senyawa Kalium Nababan, Yohana M.; Rosmainar, Lilis; Angga, Stevin Carolius
Bohr: Jurnal Cendekia Kimia Vol 3 No 01 (2024): Bohr: Jurnal Cendekia Kimia Vol 03 No 01
Publisher : Program Studi Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abu layang merupakan salah satu limbah anorganik yang dapat dijadikan sebagai bahan dasar untuk mensintesis zeolit. Abu layang yang diperoleh dari PLTU Kalimantan Tengah dianalisis dengan menggunakan X-Ray fluorescence (XRF) agar diketahui kandungan silika (SiO2) dan alumina (Al2O3). Sintesis zeolit dari abu layang batubara dilakukan dengan metode hidrotermal. Aktivasi dilakukan pada abu layang dengan cara direfluks menggunakan HCl dengan konsentrasi 1 M. Proses peleburan dilakukan dengan menambahkan NaOH ke dalam abu layang aktivasi dengan perbandingan 1:1 dan di-furnace dengan suhu 550oC selama 1 jam selanjutnya disintesis dengan menambahkan natrium aluminat ke dalam leburan dan di-stirrer dengan suhu ruangan selama 12 jam kemudian dihidrotermal dalam autoklaf dengan suhu 100oC selama 24 jam. Zeolit yang disintesis dikarakterisasi dengan menggunakan X-Ray Fluoresence (XRF), Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR) dan X-Ray Diffractometer (XRD). Hasil XRF menunjukkan bahwa intensitas SiO2 dan Al2O3 lebih besar dari senyawa lainnya, sedangkan hasil FTIR menunjukkan adanya gugus fungsi dan jenis vibrasi antar atom dalam zeolit dan hasil XRD pada zeolit ini adalah tipe zeolit A. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat kinerja zeolit dalam mengadsorpsi senyawa kalium yang ditinjau dari parameter konsentrasi optimum. Zeolit yang dihasilkan mampu menyerap senyawa kalium dari larutan KCl sebesar 97,3398% dan uji desorpsi dengan larutan asam sitrat dan akuades lebih dominan akuades dalam proses desorpsi (slow release).
Sintesis Asam Humat-Fe3O4 dari Gambut Kalimantan Tengah sebagai Adsorben Magnetik Limbah Zat Warna Congo Red: Sintesis Asam Humat-Fe3O4 dari Gambut Kalimantan Tengah sebagai Adsorben Magnetik Limbah Zat Warna Congo Red Muzaki Al Mukhtar, Abdullah; Sudyana, I Nyoman; Rosmainar, Lilis
Bohr: Jurnal Cendekia Kimia Vol 2 No 02 (2024): Bohr: Jurnal Cendekia Kimia Vol 02 No 02
Publisher : Program Studi Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gambut merupakan daerah dengan akumulasi bahan organik yang sama atau kurang dari 35%. Salah satu bahan organik tersebut adalah asam humat yang digunakan dalam sintesis adsorben bersama magnetit untuk mengadsorpsi congo red. Isolasi asam humat berhasil dilakukan dengan metode IHSS. Karakterisasi menggunakan FTIR, XRD dan UV-Vis digunakan untuk mengetahui keberhasilan dari sintesis AH-Fe3O4. Hasil spektra FTIR dari asam humat menunjukkan serapan pada gugus -OH atau -NH amina dan amida (3300 cm-1), C-H alifatik (2920 cm-1), -C=O dari gugus COOH (1705 cm-1), serta C=C aromatik (1607 cm-1). Hasil diffraktogram dari asam humat menunjukkan puncak 2q dari rentang 10-30° berbentuk tonjolan lebar yang mengindikasikan bentuk amorf dengan puncak pada rentang 32° dan 45° yang menunjukkan adanya pengotor yaitu SiO2. Sintesis AH-Fe3O4 berhasil dilakukan dengan metode kopresipitasi dan dikarakterisasi dengan XRD yang menunjukkan diffraktogram sesuai dengan JCPDS 19-0629 dan mengindikasikan bahwa asam humat tidak memengaruhi struktur kristal dari Fe3O4. AH-Fe3O4 diaplikasikan pada congo red dengan hasil optimum pada variasi 1,8 : 1 : 1,2 (AH : Fe2+ : Fe3+) dengan basa pengendap sebesar 15%. Uji isoterm adsorpsi dilakukan untuk mengetahui model isoterm dari AH-Fe3O4. Hasil yang didapat menunjukkan bahwa AH-Fe3O4 mengikuti model isoterm Langmuir sehingga adsorpsi terjadi secara kemisorpsi monolayer.
Literasi Membaca Bagi Anak – Anak SD Melalui Les Privat di Desa Tewang Karangan, Kab. Katingan, Kalimantan Tengah Rosmainar, Lilis; Adrian, Reno
NAWASENA : JOURNAL OF COMMUNITY SERVICE Vol. 2 No. 01 (2024): Vol 02 No 1 2024
Publisher : NAWASENA : JOURNAL OF COMMUNITY SERVICE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Literasi membaca bagi anak-anak sebuah program pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca pada anak-anak usia Sekolah Dasar melalui layanan les privat. Literasi membaca memiliki peran penting dalam perkembangan kognitif dan akademik anak-anak. Namun, masih banyak anak-anak yang menghadapi tantangan dalam membangun kemampuan literasi mereka. Dengan adanya kolaborasi antara komunitas sekolah dan masyarakat, program ini menawarkan pendekatan yang personal dan terfokus pada kebutuhan individu. Metode pengajaran yang disesuaikan dengan tingkat perkembangan anak dan penggunaan materi yang menarik secara visual dirancang untuk mengatasi hambatan-hambatan dalam belajar membaca. Program ini dilaksanakan dalam serangkaian sesi les privat yang melibatkan para pengajar yang berkompeten dan berpengalaman dalam bidang literasi anak-anak. Selain membantu meningkatkan kemampuan membaca, program ini juga menitikberatkan pada meningkatkan minat dan kepercayaan diri anak-anak terhadap kemampuan membaca mereka. Hasil dari program ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kemampuan membaca anak-anak, yang tercermin dalam peningkatan pemahaman isi teks, kosakata, dan fluensi membaca. Selain itu, partisipasi aktif orangtua atau wali murid dalam mendukung perkembangan literasi anak juga memberikan kontribusi positif terhadap keberhasilan program.