Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Analisis kondisi Optimum Senyawa Kalsium Ferrat (CaFeO4) Sebagai Oksidator Untuk Penurunan Intensitas Warna Pada Air Gambut di Kota Palangka Raya Rosmainar, Lilis; Efendi Patar Sihombing, Midun; Carolius Angga, Stevin
Bohr: Jurnal Cendekia Kimia Vol 2 No 02 (2024): Bohr: Jurnal Cendekia Kimia Vol 02 No 02
Publisher : Program Studi Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air gambut telah melarutkan senyawa organik yang menyebabkan air berubah warna menjadi coklat. Artinya, air gambut tidak bisa dijadikan sumber air untuk kebutuhan sehari-hari. Asam humat, asam fulvat, dan humin merupakan senyawa organik yang menyebabkan perubahan warna air gambut. Salah satu langkah alternatif yang dapat dipilih dan dianggap aman untuk mengolah air gambut menjadi air bersih adalah penggunaan zat pengoksidasi. Oksidator adalah salah satu zat atau senyawa kimia yang dapat dimanfaatkan untuk mengoksidasi zat organik penyebab warna pada air gambut menjadi bentuk yang lebih aman bagi lingkungan melalui reaksi oksidasi. Ion besi (Fe6+), biasa disebut ferrat (FeO42-) dalam senyawa kalsium ferrat, merupakan oksidator kuat yang dipilih dan digunakan dalam penelitian ini. Kalsium ferrat (CaFeO4) dari senyawa FeCl3 dapat menurunkan intensitas warna air gambut dari Sungai Sebangau di bagian permukaan air sebesar 90,63% pada pH 10, sedangkan dibagian tengah sungai sebangau dapat diturunkan intensitas warna air gambut sebesar 88,88% pada pH 12. Sedangkan dibagian dasar Sungai Sebangau dapat diturunkan intensitas warna air gambut sebesar 79,74% pada pH 12. Kemampuan ion besi (Fe3+) yang dihasilkan setelah reaksi oksidasi tidak berjalan optimal pada kondisi sangat basa yang menyebabkan terjadinya interaksi tolak menolak antara ion OH- atau muatan negatif bahan organik dengan oksidator CaFeO4. Sehingga mengurangi efisiensi penyisihan senyawa organik dalam air gambut.
Sintesis Zeolit dari Abu Layang sebagai Media Lepas Lambat Senyawa Kalium Nababan, Yohana M.; Rosmainar, Lilis; Angga, Stevin Carolius
Bohr: Jurnal Cendekia Kimia Vol 3 No 01 (2024): Bohr: Jurnal Cendekia Kimia Vol 03 No 01
Publisher : Program Studi Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abu layang merupakan salah satu limbah anorganik yang dapat dijadikan sebagai bahan dasar untuk mensintesis zeolit. Abu layang yang diperoleh dari PLTU Kalimantan Tengah dianalisis dengan menggunakan X-Ray fluorescence (XRF) agar diketahui kandungan silika (SiO2) dan alumina (Al2O3). Sintesis zeolit dari abu layang batubara dilakukan dengan metode hidrotermal. Aktivasi dilakukan pada abu layang dengan cara direfluks menggunakan HCl dengan konsentrasi 1 M. Proses peleburan dilakukan dengan menambahkan NaOH ke dalam abu layang aktivasi dengan perbandingan 1:1 dan di-furnace dengan suhu 550oC selama 1 jam selanjutnya disintesis dengan menambahkan natrium aluminat ke dalam leburan dan di-stirrer dengan suhu ruangan selama 12 jam kemudian dihidrotermal dalam autoklaf dengan suhu 100oC selama 24 jam. Zeolit yang disintesis dikarakterisasi dengan menggunakan X-Ray Fluoresence (XRF), Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR) dan X-Ray Diffractometer (XRD). Hasil XRF menunjukkan bahwa intensitas SiO2 dan Al2O3 lebih besar dari senyawa lainnya, sedangkan hasil FTIR menunjukkan adanya gugus fungsi dan jenis vibrasi antar atom dalam zeolit dan hasil XRD pada zeolit ini adalah tipe zeolit A. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat kinerja zeolit dalam mengadsorpsi senyawa kalium yang ditinjau dari parameter konsentrasi optimum. Zeolit yang dihasilkan mampu menyerap senyawa kalium dari larutan KCl sebesar 97,3398% dan uji desorpsi dengan larutan asam sitrat dan akuades lebih dominan akuades dalam proses desorpsi (slow release).
Sintesis Asam Humat-Fe3O4 dari Gambut Kalimantan Tengah sebagai Adsorben Magnetik Limbah Zat Warna Congo Red: Sintesis Asam Humat-Fe3O4 dari Gambut Kalimantan Tengah sebagai Adsorben Magnetik Limbah Zat Warna Congo Red Muzaki Al Mukhtar, Abdullah; Sudyana, I Nyoman; Rosmainar, Lilis
Bohr: Jurnal Cendekia Kimia Vol 2 No 02 (2024): Bohr: Jurnal Cendekia Kimia Vol 02 No 02
Publisher : Program Studi Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gambut merupakan daerah dengan akumulasi bahan organik yang sama atau kurang dari 35%. Salah satu bahan organik tersebut adalah asam humat yang digunakan dalam sintesis adsorben bersama magnetit untuk mengadsorpsi congo red. Isolasi asam humat berhasil dilakukan dengan metode IHSS. Karakterisasi menggunakan FTIR, XRD dan UV-Vis digunakan untuk mengetahui keberhasilan dari sintesis AH-Fe3O4. Hasil spektra FTIR dari asam humat menunjukkan serapan pada gugus -OH atau -NH amina dan amida (3300 cm-1), C-H alifatik (2920 cm-1), -C=O dari gugus COOH (1705 cm-1), serta C=C aromatik (1607 cm-1). Hasil diffraktogram dari asam humat menunjukkan puncak 2q dari rentang 10-30° berbentuk tonjolan lebar yang mengindikasikan bentuk amorf dengan puncak pada rentang 32° dan 45° yang menunjukkan adanya pengotor yaitu SiO2. Sintesis AH-Fe3O4 berhasil dilakukan dengan metode kopresipitasi dan dikarakterisasi dengan XRD yang menunjukkan diffraktogram sesuai dengan JCPDS 19-0629 dan mengindikasikan bahwa asam humat tidak memengaruhi struktur kristal dari Fe3O4. AH-Fe3O4 diaplikasikan pada congo red dengan hasil optimum pada variasi 1,8 : 1 : 1,2 (AH : Fe2+ : Fe3+) dengan basa pengendap sebesar 15%. Uji isoterm adsorpsi dilakukan untuk mengetahui model isoterm dari AH-Fe3O4. Hasil yang didapat menunjukkan bahwa AH-Fe3O4 mengikuti model isoterm Langmuir sehingga adsorpsi terjadi secara kemisorpsi monolayer.
Literasi Membaca Bagi Anak – Anak SD Melalui Les Privat di Desa Tewang Karangan, Kab. Katingan, Kalimantan Tengah Rosmainar, Lilis; Adrian, Reno
NAWASENA : JOURNAL OF COMMUNITY SERVICE Vol. 2 No. 01 (2024): Vol 02 No 1 2024
Publisher : NAWASENA : JOURNAL OF COMMUNITY SERVICE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Literasi membaca bagi anak-anak sebuah program pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca pada anak-anak usia Sekolah Dasar melalui layanan les privat. Literasi membaca memiliki peran penting dalam perkembangan kognitif dan akademik anak-anak. Namun, masih banyak anak-anak yang menghadapi tantangan dalam membangun kemampuan literasi mereka. Dengan adanya kolaborasi antara komunitas sekolah dan masyarakat, program ini menawarkan pendekatan yang personal dan terfokus pada kebutuhan individu. Metode pengajaran yang disesuaikan dengan tingkat perkembangan anak dan penggunaan materi yang menarik secara visual dirancang untuk mengatasi hambatan-hambatan dalam belajar membaca. Program ini dilaksanakan dalam serangkaian sesi les privat yang melibatkan para pengajar yang berkompeten dan berpengalaman dalam bidang literasi anak-anak. Selain membantu meningkatkan kemampuan membaca, program ini juga menitikberatkan pada meningkatkan minat dan kepercayaan diri anak-anak terhadap kemampuan membaca mereka. Hasil dari program ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kemampuan membaca anak-anak, yang tercermin dalam peningkatan pemahaman isi teks, kosakata, dan fluensi membaca. Selain itu, partisipasi aktif orangtua atau wali murid dalam mendukung perkembangan literasi anak juga memberikan kontribusi positif terhadap keberhasilan program.
Analysis of Ranitidine Hydrochloride Content in Drug X Samples Using A UV-Visible Spectrophotometry Rosmainar, Lilis; Yanwerico, Manuel
Hydrogen: Jurnal Kependidikan Kimia Vol. 12 No. 2 (2024): April-May 2024
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/hjkk.v12i2.11059

Abstract

The development and progress of modern society cannot be separated from the availability of health medicines. Conventional medicinal products such as capsules and tablets are formulated to release active compounds immediately after consumption. Tablets are solid drug dosage forms consisting of one or more medicinal ingredients. One type of solid drug dosage form is ranitidine hydrochloride. Ranitidine hydrochloride belongs to a class of antagonist drugs that attack histamine H receptors2 selectively and reversibly by reducing the process of secretion by gastric acid which is widely used for the treatment of stomach ulcers, intestinal ulcers (duodenum ulcers), Zollinger-Ellison syndrome, Gastro Esophageal Reflux Disease (GERD) and esophageal erosion. Determination of ranitidine hydrochloride levels was carried out using an ultraviolet spectrophotometer validation method with maximum absorption at a wavelength of ±314 nm. In UV spectrophotometer analysis, peaks were detected at wave number 313.80 nm with absorbance values of 0.425, 0.416, 0.421, 0.424, 0.413, and 0.418. The concentration results obtained for each sample were sample I 119.22%, sample II 116.70%, sample III 118.10%, sample IV 118.94%, sample V 115.85%, and sample VI 117.26% which fulfilled the requirements.