Articles
Perancangan Landmark Pesisir Pantai Kampung Tua Tanjung Riau Sebagai Wisata Maritim Melalui Konsep Arsitektur Methapora
Stivani Ayuning Suwarlan;
Mei Diana;
Elyn Fransiska Yeovivan;
Fanny Nimita;
Susanto Susanto;
Indrawan Indrawan;
Mikel Owen;
Friendy Friendy
Journal of Architectural Design and Development (JAD) Vol 1 No 1 (2020): JAD
Publisher : Program Sarjana Arsitektur Universitas Internasional Batam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37253/jad.v1i1.833
Kampung Tua Tanjung Riau merupakan salah satu kampung tua di Batam, Kepulauan Riau tepatnya di Kecamatan Sekupang yang memiliki peninggalan budaya dan sejarah arsitektur melayu dan potensinya sebagai kawasan wisata maritim/ bahari karena letaknya yang berbatasan langsung dengan laut dan memilliki akses yang dekat dengan negara Singapura dan Malaysia sehingga Kampung Tua Tanjung Riau secara tidak langsung menjadi wajah dari Kota Batam. Kondisi Kampung Tua Tanjung Riau saat ini cukup sepi pengunjung, infrastruktur yang kurang memadai dan kebersihan yang kurang terjaga sehingga merusak nilai estetika dan mematikan potensi kawasan. Maka dari itu, akan direncanakan sebuah landmark yang merupakan suatu penanda dan wajah bagi Kampung Tua Tanjung Riau. Perencanaan landmark akan menggunakan konsep methapore yaitu konsep yang mirip dengan analogi namun lebih abstrak. Perancangan landmark ini bertujuan untuk membangun potensi Kampung Tua Tanjung Riau sebagai tempat wisata maritim yaitu tempat wisata yang berlokasikan di wilayah pesisir pantai sehingga dapat menarik pengunjung/ wisatawan. Adapun penelitian ini menggunakan teknik walk through analysis dengan didukung oleh observasi lapangan/survey, interview dan dokumentasi. Dari hasil penelitian ini, peneliti memiliki harapan agar potensi Kampung Tua Tanjung Riau dapat termaksimalkan dan sekaligus memperkenalkan sisi sejarah yang terkandung pada kawasan tersebut.
Analisis Bibliometrik Penerapan Konsep Green Building Pada Pelabuhan Internasional Batam
Stivani Ayuning Suwarlan;
Coral Aswanti;
Jeanny Laurens Pinassang;
Yoseph Seno Prakoso
Journal of Architectural Design and Development (JAD) Vol 3 No 1 (2022): JAD
Publisher : Program Sarjana Arsitektur Universitas Internasional Batam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37253/jad.v3i1.6691
ABSTRAK Batam adalah salah satu kota yang berkembang pesat secara internasional yang berada di jalur pelayaran internasional dan berbatasan dengan dua negara, yaitu Singapura dan Malaysia. Untuk itu, pemerintah melalui BP Batam memiliki visi misi dalam pengembangan Kota Batam melalui pembangunan berbagai infrastruktur modern berstandar internasional. Kebutuhan utama Kota Batam adalah pelabuhan internasional dengan kualitas yang dapat bersaing dengan kawasan serupa di Asia Pasifik. Konsep green building menjadi pertimbangan konsep arsitektural Pelabuhan internasional berorientasi masa depan di Kota Batam. Untuk mendapatkan konsep green building terbaik perlu dilakukan penelitian untuk menemukan kriteria atau topik yang berhubungan erat dengan penerapan green building pada bangunan pelabuhan. Adapun metode penelitian menggunakan Teknik analisis bibliometric dengan bantuan aplikasi PoP dan Vosviewer. Dengan adanya penerapan konsep green building pada pelabuhan internasional yang merupakan pintu utama pelayaran internasional diharapkan mampu menciptakan pelabuhan sebagai tempat roda perekonomian sekaligus bangunan sehat yang didukung dengan nilai arsitektural di Kota Batam. Kata Kunci: Green-building, Pelabuhan Internasional, Arsitektur ABSTRACT Batam is one of the fastest growing cities internationally which is located on international shipping lanes and borders two countries, namely Singapore and Malaysia. For this reason, the Batam City government has a vision and mission in the development of Batam City through the construction of various modern infrastructures of international standard. Batam City's main need is an international port with quality that can compete with similar regions in the Asia Pacific. The concept of green building is considered as a future-oriented international port architectural concept in Batam City. To get the best green building concept, research needs to be done to find criteria or topics that are closely related to the application of green building in port buildings. The research method uses bibliometric analysis techniques with the help of PoP and Vosviewer applications. With the application of the green building concept at the international port which is the main door for international shipping, it is hoped that it will be able to create a port as a place for the economy as well as a healthy building that is supported by architectural values ​​in Batam City. Keyword: Green building, International Harbour, Architecture
Pentingnya Inverter System Air Conditioner pada Penghawaan Ruangan Showroom Kota Batam
Yessy Christanti Silaban;
Stivani Ayuning Suwarlan;
Victor Agustian
Journal of Architectural Design and Development (JAD) Vol 3 No 1 (2022): JAD
Publisher : Program Sarjana Arsitektur Universitas Internasional Batam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37253/jad.v3i1.4264
Batam merupakan kota diindonesia yang memiliki cuaca beriklim tropis dimana terdapat musim kemarau maupun musim hujan. Sering sekali panas yang ada pada musim kemarau dapat mencapai suhu diatas 36â°C. Berada didalam ruangan yang tidak mengenai panas terkadang tidaklah cukup untuk menghilangkan rasa panas di musim kemarau ini, penggunaan penghawaan alami juga tidak bisa untuk mendingkan ruangan secara menyeluruh, dengan begitu penghawaan buatan harus dibuat agar dapat menciptakan suasana udara yang dingin dan nyaman. Terdapat banyak pameran yang sering sekali mendesign penghawaan tidak sesuai dengan kapasitas. Penelitian ini bertujuan untuk merancangan ruangan menggunakan sistem Inverter Air Conditioner yang fungsinya mendinginkan ruangan sesuai kapasitas yang dibutuhkan pada showroom yang akan dirancang.
ANALISIS PENGARUH TRANSFORMASI SPASIAL TERHADAP BEHAVIOR PATTERN PADA WILAYAH PESISIR DI KAMPUNG TUA TANJUNG GUNDAP
Yoseph Seno Prakoso;
Stivani Ayuning Suwarlan;
Delny Delny;
Agnes Imelia Chong
Journal of Architectural Design and Development (JAD) Vol 3 No 2 (2022): JAD
Publisher : Program Sarjana Arsitektur Universitas Internasional Batam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37253/jad.v3i2.7448
Lingkungan yang dimana masing-masing individu dapat menunjukkan reaksi, aktivitas, maupun perilaku yang berbeda-bedayang dilakukan di kehidupan sehari-hari yang disebut juga sebagai pola perilaku manusia. Sifat tindakan tersebut dapat dipelajari dalam arsitektur perilaku, yang dalam penelitian ini bisa disebut dengan pendekatan behaviour pattern. Penelitian ini dilakukan agar dapat mengidentifikasikanpembagian sifat masing-masing objek dalam pembentukan behaviour pattern sehingga dapat diketahui perbedaan aktivitas dan perilaku terhadap setiap objek. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk memahami penerapan behaviour pattern pada masing-masing lorong dalam Kampung Tua Tanjung Gundap
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERUBAHAN KARAKTERISTIK HUNIAN PADA PERMUKIMAN KAMPUNG TUA NONGSA
Hendro Murtiono;
I Gusti Ngurah Anom Gunawan;
Stivani Ayuning Suwarlan;
Nabila Dea Alifia;
Venita Christine;
Angelina Tan;
Jonaldo Effendy;
Adi Yonathan
Journal of Architectural Design and Development (JAD) Vol 4 No 1 (2023): JAD
Publisher : Program Sarjana Arsitektur Universitas Internasional Batam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37253/jad.v4i1.7914
Selain berperan dalam bidang mata pencaharian, kawasan pesisir mempunyai pola permukiman tersendiri dalam mendirikan hunian sesuai dengan karakteristik lingkungannya. Pengembangan pada wilayah Kampung Tua Nongsa mempengaruhi perubahan karakteristik pada permukiman dan bentuk hunian. Analisis ini diambil berdasarkan data yang ada di permukiman tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif grounded theory melalui pendekatan observasi, wawancara dengan informan terpilih dan field note untuk menghasilkan sebuah teori induktif tentang segala sesuatu yang terkait dengan transformasi hunian pada pemukiman penduduk pesisir di Kampung Tua Nongsa. Hasil dari analisis ditemukan bahwa faktor yang membawa pengaruh paling signifikan berasal dari perkembangan teknologi, pengembangan hunian dan ekonomi, serta kondisi alam. Faktor alam dapat menjadi klimaks dan antiklimaks dari proses transformasi rumah panggung di Kampung Tua Nongsa. Pengembangan hunian dan kondisi ekonomi juga menjadi pertimbangan masyarakat dalam mengurangi urgensi pembangunan rumah adat melayu. Setelah melalui intervensi dari faktor sosial, ekonomi, budaya dan alam, didapatkan premis bahwa perkembangan teknologi dan gaya hiduplah yang menjadi patokan masyarakat dalam mengubah bentuk huniannya.
SEKOLAH KHUSUS PELAYANAN TUNARUNGU DENGAN KONSEP DESAIN MOBILITY UNTUK MENINGKATAN INTERAKSI SOSIAL
Charlie Charlie;
Stivani Ayuning Suwarlan
Journal of Architectural Design and Development (JAD) Vol. 4 No. 2 (2023): JAD
Publisher : Program Sarjana Arsitektur Universitas Internasional Batam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37253/jad.v4i2.8312
Golden age merupakan masa emas bagi anak usia 0 sampai 5 tahun. Masa ini adalah waktu yang tepat untuk mencari, belajar, dan memperoleh pendidikan untuk masa depan anak. Namun, gangguan pendengaran memiliki pengaruh besar terhadap pembentukan interaksi sosial anak, selain itu juga menghambat aspek mental dan ekspresif. Hal ini dikarenakan penyandang tuna rungu menerima informasi dalam bahasa nonverbal kinesik/ bahasa visual sehingga informasi yang didapat akan berbeda dengan anak yang tidak mengalami gangguan pendengaran. Permasalahan yang sering terjadi adalah sulitnya berinteraksi dengan guru sekolah reguler karena pengetahuan tentang bahasa tubuh masih belum banyak dipahami oleh para guru. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif yaitu secara langsung mengobservasi kondisi interkasi anak-anak dan wawancara guru. Penelitian dilakukan di Sekolah intervensi anak berkebutuhan khusus tuna rungu yaitu Sekolah Smart Aurica School di Sukajadi, Batam. Tujuan dari penelitian ini adalah mengalisis kualitas sekolah tuna rungu di Batam sesuai dengan standar sarana dan pra sarana Peraturan Menteri Pendidikan No. 33 Tahun 2008. Hasil dari penelitian ini adalah sekolah Smart Aurica School yang tidak sesuai standar sarana dan pra sarana SLB dan merekomendasikan konsep desain yang menekankan kemampuan sosial penyandang tuna rungu untuk berinteraksi dengan masyarakat serta membentuk karakter yang baik guna memudahkan penyandang tunarungu dalam menempuh pendidikan dasar dengan nyaman, aman, dan mandiri.
PENINGKATAN KENYAMANAN TERMAL SEKOLAH DI IKLIM TROPIS PESISIR MELALUI KONSEP BIOCLIMATIC ARCHITECTURE
Nicky Tan;
Stivani Ayuning Suwarlan;
Carissa Dinar Aguspriyanti
Journal of Architectural Design and Development (JAD) Vol. 4 No. 2 (2023): JAD
Publisher : Program Sarjana Arsitektur Universitas Internasional Batam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37253/jad.v4i2.8566
Sekolah merupakan salah satu bangunan tempat proses belajar mengajar terjadi yang direncanakan untuk menciptakan suasana nyaman bagi peserta didik dengan faktor kenyamanan termal. Permasalahan yang ditemukan pada sekolah yang berada di iklim tropis pesisir berdasarkan hasil wawancara ialah 73% siswa-siswi merasa kurang nyaman secara termal dengan keadaan ruang dan kurangnya area hijau di lingkungan sekitar. Hal ini dapat menurunkan tingkat kinerja beraktivitas karena konsentrasi seseorang terganggu dengan cuaca yang tidak menentu. Melihat keadaan tersebut diperlukan suatu desain arsitektur dengan menerapkan konsep arsitektur bioklimatik pada sistem penghawaan sekolah di daerah iklim tropis yang diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan termal bangunan. Metode penelitian yang digunakan ialah penelitan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi pustaka untuk memperoleh informasi yang diperlukan. Objek penelitian yang diambil sebagai studi kasus ialah bangunan SMA Negeri 26 Batam dengan mengamati keadaan lingkungan dan iklim setempat. Hasil penelitian diharapkan menjadi arahan desain bagi pihak yang membutuhkan dengan penerapan konsep bioklimatik arsitektur pada desain bangunan.
COASTAL SETTLEMENT SLUM LEVEL ANALYSIS (CASE STUDY: KAMPUNG TUA TIANGWANGKANG)
Gladies Imanda Utami Rangkuty;
Leonardo Leonardo;
Senna Abdi Cahyo;
Stivani Ayuning Suwarlan
Journal of Architectural Design and Development (JAD) Vol. 4 No. 2 (2023): JAD
Publisher : Program Sarjana Arsitektur Universitas Internasional Batam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37253/jad.v4i2.8580
The population on Batam Island increases significantly every year, including settlements in Kampung Tua Tiangwangkang (Tiangwangkang Old Village). Stereotypes from the community describe settlements in old villages in Batam become slums over time. The causative factor for the slums of a settlement is the unavailable or incomplete infrastructure in the slum settlement, so the purpose of this study is to identify the level of slums in coastal settlements in Kampung Tua Tiangwangkang. The methodology in this study is a quantitative method compiled by the index method, namely, the data arranged in table classifications. The data processing and analysis technique is qualitative data analysis in the form of archives and images that can serve as a basis for assessing the level of slum settlements that are the object of research. The study results concluded that Kampung Tua Tiangwangkang had a slum level of 39% based on the variables determined and analyzed. This value can increase in the future if problems that affect slums do not receive immediate responses in their place.
Analisis Potensi Permukiman Kampung Tua Tiangwangkang melalui Kajian Kearifan Lokal Suku Laut
Vicky Lim;
Stivani Ayuning Suwarlan;
Gladies Imanda Utami Rangkuty
Journal of Architectural Design and Development (JAD) Vol. 5 No. 1 (2024): JAD
Publisher : Program Sarjana Arsitektur Universitas Internasional Batam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37253/jad.v5i1.8672
Kampung tua Tiangwangkang merupakan salah satu dari 37 kampung tua yang ada di Batam dan berpotensi untuk menjadi kawasan wisata dengan kearifan lokal dari Suku Laut yang menempati kawasan tersebut. Penelitian ini menggunakan teori ekistics yang bertujuan untuk mengetahui potensi-potensi kampung tua Tiangwangkan yang didasarkan dari budaya atau kearifan lokal dari Suku Laut dimana dapat menjadi referensi untuk penduduk Kampung tua Tiangwangkang. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teori Ekistics sebagai dasar analisis potensi permukiman. Hasil yang didapatkan dari analisis pada kampung tua Tiangwangkang menurut teori Ekistics terdapat beberapa potensi yang dapat dikembangkan di kampung tua Tiangwangkang menjadi sebuah Kawasan Pariwisata berkelanjutan yang dapat dikaitkan dengan kebudayaan Suku Laut. Hal ini dapat disimpulkan kampung tua Tiangwangkang ini dihuni oleh keturunan Suku Laut dengan budayanya yang sangat unik dan dapat dibuat menjadi tempat wisata dengan kearifan lokal yang dapat menarik perhatian para wisatawan lokal maupun internasional.
Analisis Efisiensi Bangunan pada Perpustakaan Universitas Internasional Batam dengan Pendekatan Arsitektur Hijau
Eka Agustianto;
I Gusti Ngurah Anom Gunawan;
Stivani Ayuning Suwarlan
Journal of Architectural Design and Development (JAD) Vol. 5 No. 1 (2024): JAD
Publisher : Program Sarjana Arsitektur Universitas Internasional Batam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37253/jad.v5i1.8869
Universitas Internasional Batam merupakan salah satu universitas yang terletak di Kota Batam. Universitas ini memiliki perpustakaan yang terletak pada Bangunan Gedung B lantai 6. Penelitian ini mengfokuskan pembahasan pada Perpustakaan Universitas Internasional Batam dengan rumusan masalah mengenai efisiensi energi pada penggunaan pencahayaan buatan dan penghawaan buatan. Penelitian ini dilakukan dengan metode campuran antara kualitatif dan kuantitatif dengan waktu pengumpulan data bersifat cross-sectional. Studi pustaka yang digunakan pada penelitian ini berupa arsitektur hijau, energi, pencahayaan buatan, penghawaan buatan, dan efisiensi bangunan. Hasil pembahasan pada penelitian ini menyatakan bahwa Perpustakan Universitas Internasional Batam masih kurang mendekati konsep arsitektur hijau, karena perpustakaan ini masih tergantung akan pencahayaan buatan pada saat kondisi hujan dan malam hari. Penghawaan buatan juga menjadi kebutuhan yang sangat penting dalam jam operasional perpustakaan ini, karena tidak ada bukaan yang bisa menjadi perputaran sirkulasi udara alami sehingga membutuhkan penghawaan buatan sebagai penggantinya. Dari aspek pencahayaan, perpustakaan ini mampu meminimalisasikan penggunaan energi selama Sembilan jam kerja. Sedangkan dari aspek penghawaan, perpustakaan ini masih belum mampu meminimalisasikan penggunaan energi.