Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Hubungan Karakteristik Pasien Kolelitiasis terhadap Lamanya Perawatan di Rumah Sakit Umum Cut Meutia Muhammad Nawawi; Muhammad Sayuti; Adi Rizka
Vitalitas Medis : Jurnal Kesehatan dan Kedokteran Vol. 3 No. 2 (2026): April: Vitalitas Medis : Jurnal Kesehatan dan Kedokteran
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/vimed.v3i2.3057

Abstract

Cholelithiasis is the formation of hardened bile deposits within the gallbladder due to an imbalance in the chemical composition of bile, which can cause symptoms ranging from abdominal pain to serious complications such as cholecystitis, biliary obstruction, and gallbladder infection. This study aimed to determine the relationship between patient characteristics and the length of hospital stay in cholelithiasis patients at Cut Meutia General Hospital. This study used an analytical observational design with a cross-sectional approach and a retrospective study, employing a total sampling technique with 50 patients. The results showed that most patients were female (52.0%), with the largest age group being late elderly (28.0%). The most common surgical technique was laparoscopic cholecystectomy (42.0%), and the majority of patients received surgical management (60.0%). Bivariate analysis using the Chi-Square test showed significant relationships between age (p=0.000), gender (p=0.044), surgical technique (p=0.029), and management (p=0.045) with the length of hospital stay in cholelithiasis patients. The conclusion of this study is that there is a relationship between patient characteristics and the length of hospital stay in cholelithiasis patients.
Uji Konduktivitas Termal Pada Papan Partikel Komposit Kayu Sembarang Dan Kayu Jati Munawar, Said; misswar; kamarullah; muhammad Nawawi
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 2 No. 1 (2025): Mei
Publisher : Prodi Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Iskandar Muda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada industri mebel dan industri pengolahan serbuk kayu sembarang dan juga serbuk kayu jati yang merupakan hasil limbah dari kedua industri tersebut kurang termanfaatkan, maka upaya pemanfaatan limbah untuk dijadikan material alternatif berupa papan partikel yang akan digunakan sebagai isolator panas pada dinding, plapon maupun lantai pada bangunan bertingkat. Untuk memperoleh papan partikel dari pengolahan serbuk kayu yang akan digunakan sebagai isolator panas, maka perlu diketahui bagaimana komposisi dari papan partikel dan berapa besar konduktivitas termal dari papan partikel tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan suatu komposisi papan partikel yang terbuat dari serbuk kayu yang mempunyai sifat koduktivitas termal yang sesuai sebagai isolator panas. Dalam penelitian ini material yang digunakan adalah papan partikel yang masing-masing terbuat dari serbuk kayu jati dan serbuk kayu sembarang dengan ukuran (25x25x1,5) cm. Untuk setiap jenis material dibuat 3 sampel, dengan jumlah sampel dari kedua jenis material adalah 6 buah sampel. Proses pembuatan papan partikel dilakukan dengan cara dicetak setelah material, lem dan semen dicampur dan di aduk merata dalam satu wadah. Pengujian dilakukan dengan menggunakan alat Heat Insulation PHYWE SYSTEME GMBH 37070 Göttingen, Germany dengan cara mengikat papan partikel pada setiap sisi dari alat tersebut dan diukur temperaturnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa papan partikel yang memiliki nilai konduktivitas termal yang baik untuk isolator panas pada dinding gedung bertingkat adalah papan partikel serbuk kayu jati 0,032 W/m°C dan papan partikel serbuk sembarang 0,042 W/m°C.
Analisis Daya Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Sebagai Sumber Energi Alternatif pada Alat Penetas Telur Puyuh: Analisis Daya Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Sebagai Sumber Energi Alternatif pada Alat Penetas Telur Puyuh Kamarullah; Miswar Abd; Muhammad Nawawi; Andi Mulkan
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 2 No. 2 (2025): November
Publisher : Prodi Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Iskandar Muda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menguji kinerja sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai sumber energi alternatif pada alat penetas telur puyuh dengan daya beban sebesar 90 watt. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada meningkatnya kebutuhan energi listrik di sektor peternakan unggas, khususnya bagi wilayah pedesaan yang belum sepenuhnya terjangkau jaringan listrik konvensional (PLN). Metodologi penelitian mencakup perancangan sistem PLTS skala kecil yang terdiri atas panel surya, baterai penyimpanan energi, charge controller, dan inverter, dengan dua skenario waktu operasi, yaitu kontinyu 24 jam dan siang hari selama 8 jam. Analisis dilakukan untuk menentukan kapasitas panel surya dan baterai optimal berdasarkan nilai Peak Sun Hours (PSH) rata-rata 4,8 kWh/m²/hari dengan asumsi kerugian sistem sebesar 20%. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa untuk memenuhi kebutuhan energi harian sebesar 720–2.160 Wh, dibutuhkan kapasitas panel surya antara 180–300 Wp dan baterai sebesar 150–200 Ah (12 VDC), tergantung pada durasi operasi dan kondisi cuaca. Pengujian lapangan menunjukkan efisiensi sistem berada pada kisaran 80–85%, dengan performa terbaik diperoleh saat intensitas radiasi matahari tinggi dan suhu lingkungan stabil. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa sistem PLTS berkapasitas kecil mampu menyediakan suplai energi yang cukup stabil dan efisien bagi alat penetas telur puyuh, serta berpotensi diterapkan pada skala peternakan kecil di wilayah pedesaan. Implementasi teknologi ini diharapkan dapat mendukung transisi energi bersih, mengurangi ketergantungan terhadap sumber energi fosil, dan meningkatkan produktivitas peternak unggas secara berkelanjutan.
Studi Komparatif Konsumsi Energi Mesin Penetas Telur Menggunakan Energi Konvensional dan Energi Surya: Studi Komparatif Konsumsi Energi Mesin Penetas Telur Menggunakan Energi Konvensional dan Energi Surya Kamarullah; Miswar Abd; Muhammad Nawawi; Zulfan; Andi Mulkan
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 3 No. 1 (2026): Mei
Publisher : Prodi Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Iskandar Muda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketersediaan energi listrik yang stabil merupakan faktor penting dalam operasional mesin penetas telur. Ketergantungan pada energi listrik konvensional (PLN) sering menjadi kendala pada daerah yang mengalami gangguan pasokan listrik. Sebagai alternatif, energi surya melalui sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dapat dimanfaatkan untuk mendukung proses inkubasi telur secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan membandingkan konsumsi energi, biaya operasional, dan performa mesin penetas telur yang menggunakan sumber energi PLN dan PLTS. Metode penelitian dilakukan dengan pendekatan eksperimental menggunakan mesin penetas telur berkapasitas 100 butir selama satu siklus inkubasi 21 hari. Parameter yang diamati meliputi konsumsi energi listrik, kestabilan suhu, kelembapan, dan daya tetas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi energi pada kedua sistem relatif sama karena menggunakan beban yang identik. Namun, penggunaan PLTS memberikan keuntungan berupa pengurangan biaya operasional dan peningkatan kemandirian energi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa PLTS berpotensi menjadi solusi alternatif yang efektif untuk mendukung usaha peternakan unggas skala kecil dan menengah.