Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Analisis Kemampuan Dosen PAI dalam Menyusun RPS: Penelitian Muhammad Nasrullah Ramadhana; Muhammad Nawawi; Yuri Ansari Panjaitan; Siti Halimah
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.4753

Abstract

Penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) merupakan aspek krusial dalam menjamin mutu pembelajaran di perguruan tinggi, khususnya pada mata kuliah Pendidikan Agama Islam (PAI). Dalam konteks penerapan Outcome-Based Education (OBE), RPS tidak hanya berfungsi sebagai dokumen administratif, tetapi menjadi instrumen strategis untuk memastikan ketercapaian capaian pembelajaran yang terukur dan terintegrasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan dosen PAI dalam menyusun RPS berbasis OBE. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik analisis dokumen terhadap RPS dosen PAI. Analisis difokuskan pada kesesuaian komponen RPS yang meliputi rumusan CPMK dan Sub-CPMK, materi pembelajaran, metode, media, serta sistem penilaian dengan prinsip OBE. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum dosen PAI telah memiliki pemahaman yang cukup baik dalam menyusun RPS, terutama pada aspek perumusan materi dan integrasi keilmuan. Namun demikian, masih ditemukan kelemahan pada keterpaduan antara CPMK, Sub-CPMK, dan indikator penilaian, serta belum optimalnya pemanfaatan pendekatan pembelajaran yang berorientasi pada capaian hasil belajar. Penelitian ini merekomendasikan penguatan pelatihan penyusunan RPS berbasis OBE serta pendampingan akademik secara berkelanjutan guna meningkatkan kualitas perencanaan pembelajaran PAI di perguruan tinggi.
The Association of Household Waste Management with the Risk of Scabies Incidence in Endemic Areas Idham Halid; Muhammad Nawawi; Musparlin Halid
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 9 No. 5 (2026): May 2026
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v9i5.9068

Abstract

Introduction: Scabies is a contagious skin disease that remains a public health problem in endemic areas, especially in environments with poor sanitation and waste management. Ecosystem-based household waste management is believed to contribute to the prevention of environment-based diseases through improvements in sanitation and community behavior. This study aims to analyze the relationship between ecosystem-based household waste management and the risk of scabies in endemic areas, as well as to identify factors that play a significant role in its transmission. Methods: The study used a cross-sectional design with 248 respondents from households in an area endemic for scabies, namely Rumak Village, West Lombok, Indonesia. Data were collected through structured interviews and field observations using a standardized questionnaire. Data analysis used the Chi-square test and logistic regression to determine the dominant factors associated with the incidence of scabies. Results: A total of 39.1% of respondents reported having experienced scabies. Logistic regression analysis showed that the most influential factors affecting the incidence of scabies were poor local final waste management (p=0.001), followed by lack of waste sorting (p=0.004), presence of pets (p=0.004), and lack of organic composting (p=0.008). Other significant factors included poor personal hygiene (p=0.008) and low knowledge about scabies (p=0.023). Conclusion: The results of the study confirm that ecosystem-based household waste management plays an important role in reducing the risk of scabies. Good environmental management practices, accompanied by hygienic behavior and increased public knowledge about scabies, are effective strategies for controlling this disease in endemic areas.