Claim Missing Document
Check
Articles

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI STATUS GIZI BALITA DI PUSKESMAS NELAYAN KOTA CIREBON Muharry, Andy; Kumalasari, Isti; Dewi, Eka Rosmayanti
JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol. 1 No. 1 (2017): JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : LPPM Universitas Hafshawaty Zainul Hasan Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33006/ji-kes.v1i1.41

Abstract

AbstrakBalita merupakan kelompok usia yang memerlukan asupan gizi yang cukup baik karena pada masa ini terjadi proses pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat. Kekurangan gizi pada masa ini akan menyebabkan kegagalan pertumbuhan fisik dan perkembangan kecerdasan. Beberapa faktor yang terkait dengan status gizi balita yaitu kondisi sosial ekonomi, pendidikan ibu, jumlah anak dan pengetahuan ibu. Adapun prevalensi gizi kurang di wilayah kerja Puseksmas Nelayan lebih tinggi dari rata-rata prevalensi gizi kurang di Kota Cirebon yaitu sebesar 10,9%. Tujuan penelitian yaitu menganalisis faktor yang mempengaruhi status gizi balita usia 12-24 tahun. Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah balita usia 12-24 bulan. Sampel berjumlah 93 orang diambil dengan teknik  proportional random sampling. Instrumen penelitian berupa lembar kuesioner. Analisis data dilakukan dengan analisis univariabel, bivariabel dan multivariabel. Hasil analisis dengan chi square didapatkan variabel yang hubungan dengan status gizi balita yaitu pengetahuan ibu (p=0,003; OR=3,68) pendapatan keluarga (p=0,003; OR=3,702). Faktor yang paling berpengaruh terhadap status gizi balita yaitu keaktifan posyandu. Pengetahuan ibu yang kurang tentang gizi balita, pendapatan keluarga yang rendah dan keaktifan posyandu yang tidak aktif merupakan faktor yang mempengaruhi status gizi balita usia 12-24 bulan. Ibu agar tetap aktif mebawa balita ke posyandu dan meningkatkan pengetahuan tentang gizi balita. Kata kunci: pengetahuan, pendapatan keluarga,  keaktifan posyandu, status gizi, balita AbstractToddlers are the age group that needs a good enough nutritional intake because there is a process of growth and development very rapidly. Malnutrition will lead to failure of physical growth and development of intelligence. Several factors related to the nutritional status of toddlers are socio-economic conditions, maternal education, number of children and mother's knowledge. The prevalence of less nutrition in the working area of Nelayan Public Health Centers is higher than the average prevalence of malnutrition in Cirebon City. The purpose of this research to analyze  factors that influence the nutritional status of toddlers. This research uses analytic design with cross sectional approach. The population is children aged 12-24 months. A sample of 93 people was taken with proportional random sampling technique. The research instrument is a questionnaire. Data were analized by univariable, bivariable and multivariable. The result showed that the correlation between nutrition status of toddler was maternal knowledge (p = 0,003; OR = 3,68), family income (p = 0,003; OR = 3,702). The most influential factor on the nutritional status of toddlers is the activeness of posyandu.  Mother to remain active to bring toddlers to posyandu and improve knowledge about child nutrition. Keywords: knowledge, family income, activeness of posyandu, nutritional status, toddler 
Pemberdayaan Masyarakat melalui Program SEHATIMUN (Sehat Tanpa Hipertensi dengan Timun) di Kampung Cikawung, Kelurahan Awipari Haerunnisa, Nurma; Martini, Dini; Nurmala, Diska Maoli; Jatnikawati, Nabila; Adwiitiya, Najwa Septi; Rakhman, Sonia; Nuraini, Yasmina Zahra; Muharry, Andy
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 10 (2025): Desember
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i10.3491

Abstract

Program SEHATIMUN (Sehat Tanpa Hipertensi dengan Timun) dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Kampung Cikawung dalam melakukan pencegahan hipertensi melalui edukasi kesehatan dan pemanfaatan timun sebagai intervensi non-farmakologis. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman mengenai faktor risiko, gejala, serta langkah pencegahan hipertensi, sekaligus membekali masyarakat dengan kemampuan praktis dalam membuat jus timun secara tradisional maupun modern. Metode pelaksanaan mencakup koordinasi awal, Focus Group Discussion, penyuluhan kesehatan, demonstrasi pembuatan jus timun, serta evaluasi pengetahuan menggunakan pre-test dan post-test. Hasil analisis menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan dengan nilai p = 0,000 (p < 0,05). Intervensi ini juga mendapat respons positif dari masyarakat yang ditunjukkan melalui partisipasi aktif dan kemampuan dalam mempraktikkan pembuatan jus timun secara mandiri. Meskipun terdapat beberapa kendala, kegiatan tetap berjalan efektif dan diterima dengan baik oleh warga. Secara keseluruhan, Program SEHATIMUN berhasil meningkatkan literasi kesehatan, mendorong perilaku hidup sehat, dan memperkuat pemanfaatan potensi lokal dalam upaya pencegahan hipertensi.
Pemberdayaan Masyarakat di RW 11 Kelurahan Panyingkiran Kecamatan Indihiang Kota Tasikmalaya Hapsari, Aliya Nindy; Verawati, Esty; Al Fitri, Bunga; Fadillah, Fahri Yanti; Felicya, Yusya Hira; Rahmat, Nazwa Kanaya Malika; Muharry, Andy
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 10 (2025): Desember
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i10.3529

Abstract

Pengelolaan sampah masih menjadi permasalahan utama di RW 11 Kelurahan Panyingkiran, ditandai dengan rendahnya praktik pemilahan sampah rumah tangga dan belum optimalnya pemanfaatan sampah organik, yang berdampak pada pencemaran lingkungan serta meningkatnya beban kerja Bank Sampah Mandiri. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan partisipasi masyarakat dalam pemilahan sampah serta pengolahan sampah dapur menjadi kompos. Program pemberdayaan dilaksanakan melalui pendekatan partisipatif yang mencakup identifikasi masalah, pengenalan masyarakat, diskusi dengan tokoh lokal, serta pelaksanaan edukasi mengenai pemilahan sampah dan demonstrasi pembuatan kompos menggunakan komposter sederhana. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebanyak 15 peserta dari seluruh RT mengikuti program dengan antusias. Terdapat peningkatan signifikan pada skor post-test dibandingkan pre-test, yang menandakan peningkatan pemahaman mengenai jenis sampah, cara pemilahan, dan teknik pengomposan. Peserta juga aktif dalam sesi praktik dan menyatakan kesediaan untuk menerapkan pengolahan sampah mandiri di rumah. Secara keseluruhan, kegiatan pemberdayaan ini terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas masyarakat terkait pengelolaan sampah organik, dan memiliki potensi untuk dikembangkan secara berkelanjutan melalui kolaborasi dengan Bank Sampah Mandiri.
Program Tukar Sampah, Bye Nyamuk Upaya Pemberdayaan Masyarakat dalam Pencegahan Demam Berdarah Dengue di RW 03 Kelurahan Kahuripan Kota Tasikmalaya Baili, Ilham Imam; Wardiani , Dinar Puji; Azzahra, Salwa Fathia; Puspitasari, Luvita; Simanjuntak, Lista Gefarani; Ayuningtyas, Salsabila; Siahaan, Irna Helena; Muharry, Andy
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 10 (2025): Desember
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i10.3545

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu masalah kesehatan prioritas di Kota Tasikmalaya. RW 03 Kelurahan Kahuripan termasuk wilayah dengan potensi tinggi penularan DBD karena masih ditemukan genangan air dan penumpukan barang bekas yang menjadi tempat potensial perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan perilaku pencegahan DBD melalui program “Tukar Sampah, Bye Nyamuk”, yaitu kegiatan pertukaran barang bekas yang berpotensi menjadi tempat perindukan nyamuk dengan insentif berupa sembako, bubuk abate. Metode kegiatan mencakup pemetaan masalah kesehatan, wawancara tokoh masyarakat, edukasi mengenai DBD, serta pelaksanaan kegiatan pertukaran barang bekas. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan partisipasi warga dalam menjaga kebersihan lingkungan, meningkatnya pemahaman mengenai 3M Plus, serta terkumpulnya barang bekas yang sebelumnya berpotensi menjadi habitat jentik. Tokoh masyarakat, kader, dan karang taruna menunjukkan dukungan penuh terhadap keberlanjutan program. Program ini terbukti efektif sebagai strategi pemberdayaan masyarakat dalam menekan risiko penyebaran DBD.
Knowledge, Perception, and Binge Eating in Relation to Adolescent Obesity in Tasikmalaya Regency Muharry, Andy; Laferani, Yuni; Yogaswara, Dadan; Fazrianti, Kharisma Nurul; Tyas Nugrahaeni, Meita
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol. 16 No. 02 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/39y46447

Abstract

Latar Belakang: Obesitas yang sebelumnya lebih banyak ditemui di negara maju, kini justru menunjukkan laju peningkatan tertinggi di negara berpendapatan rendah dan menengah, termasuk Indonesia. Prevalensi kondisi kelebihan berat badan dan obesitas pada remaja Indonesia mencapai satu dari tujuh individu, dengan dampak kesehatan serius seperti gangguan pernapasan, hipertensi, hingga masalah psikososial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor determinan yang paling dominan terhadap obesitas pada kelompok remaja.Metode: Desain penelitian yang diterapkan adalah cross sectional dengan melibatkan 150 sampel remaja. Pengumpulan data dilakukan melalui pengisian kuesioner dan pengukuran antropometri, selanjutnya melalui tahap cleaning dan koding. Analisis data menggunakan uji chi-square dan regresi logistik berganda.Hasil: Analisis data mengungkapkan bahwa remaja dengan tingkat pengetahuan gizi yang rendah memiliki kecenderungan mengalami obesitas 2,9 kali lebih besar (p=0,006). Sementara itu, perilaku binge eating meningkatkan risiko obesitas sebesar 2,7 kali (p=0,046). Hasil analisis multivariat memperlihatkan bahwa pengetahuan merupakan prediktor paling dominan terhadap kejadian obesitas (OR=2,8; p=0,005).Kesimpulan: Disimpulkan bahwa pengetahuan gizi dan perilaku binge eating merupakan faktor yang berhubungan terhadap peningkatan risiko obesitas pada remaja. Diharapkan sekolah dapat meningkatkan program edukasi gizi melalui penyuluhan atau masuk kedalam kurikulum.
Pemberdayaan Masyarakat melalui kegiatan SETARA sebagai Upaya Pencegahan Hipertensi di RW 002 Kelurahan Sukamajukidul Kecamatan Indihiang Kota Tasikmalaya Rahmiani, Hafni; Rahmawati, Suci; Jannah, Riana Raudatul; Gumilang, Nova Ayu; Sa'adah, Zulfa Marwatus; Nazmi, Tiara Nurul; Yasmin, Putri Aulia; Muharry, Andy
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 10 (2025): Desember
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i10.3509

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan prioritas di RW 02 Kelurahan Sukamajukidul yang dipengaruhi oleh rendahnya pemeriksaan tekanan darah, kurangnya edukasi, dan pola hidup tidak sehat. Tujuan program SETARA adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai hipertensi, mendorong perubahan perilaku hidup sehat melalui edukasi, meningkatkan partisipasi warga dalam kegiatan aktivitas fisik seperti senam, serta meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan tekanan darah secara rutin sebagai upaya pencegahan hipertensi di tingkat komunitas. Program SETARA (Sehat dengan Senam, Tensi, dan Edukasi Raga Aman) diterapkan sebagai intervensi pemberdayaan melalui penyuluhan, senam bersama, dan pemeriksaan tekanan darah dengan melibatkan tokoh masyarakat dan kader. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat, peningkatan partisipasi dalam senam dan pemeriksaan tekanan darah, serta terbentuknya kelompok senam mandiri. Program SETARA terbukti efektif meningkatkan kesadaran dan perilaku pencegahan hipertensi di tingkat komunitas.
Optimalisasi KWT Kelurahan Cikalang, Kota Tasikmalaya Melalui Inovasi SITOMAT sebagai Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat untuk Pencegahan Hipertensi Fakhrulloh, Rif’an Haqqi; Setyawan, Panji; Aini, Wulan Nur; Poetri, Marisa Adzani; Rindani, Aulia Nuri Najmi; Fauziah, Lafida Nisa; Muharry, Andy
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 10 (2025): Desember
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i10.3542

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu Penyakit Tidak Menular (PTM) dengan prevalensi tinggi di dunia maupun Indonesia, termasuk Jawa Barat dan Kota Tasikmalaya yang mencatat 50.521 kasus pada tahun 2022, serta 321 kasus di wilayah kerja Puskesmas Kahuripan. Kondisi ini mendorong perlunya upaya preventif berbasis pemberdayaan masyarakat, salah satunya melalui program SITOMAT (Solusi Intervensi Tomat untuk Mengendalikan Hipertensi) yang dilaksanakan di RW 07 Kelurahan Cikalang. Program ini memanfaatkan potensi Kelompok Wanita Tani (KWT) untuk meningkatkan konsumsi tomat sebagai sumber kalium yang berperan dalam menurunkan tekanan darah. Kegiatan meliputi sosialisasi hipertensi, edukasi budidaya tomat, pembuatan pupuk dan pestisida organik, serta praktik penanaman yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Hasil pelaksanaan menunjukkan peningkatan pengetahuan tentang pencegahan hipertensi, penguatan kapasitas KWT, dan terbentuknya kemandirian warga dalam mengelola kesehatan melalui pemanfaatan komoditas lokal. Program SITOMAT berpotensi menjadi model pemberdayaan masyarakat dalam upaya pengendalian hipertensi berbasis pangan sehat dan budidaya rumah tangga.
Implementasi Insinerator Ramah Lingkungan untuk Meningkatkan Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat Adawiyah, Siti Robiatul; Triansyah, Muhammad Fauzian; Nuraviah, Siti Via; Ardhani, Rifda Via; Lestari, Puji Delya; Pujawati, Dwi; Sepriyanti, Dwi; Muharry, Andy
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 10 (2025): Desember
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i10.3573

Abstract

Permasalahan pengelolaan sampah di RW 14 Kelurahan Kahuripan ditandai oleh penumpukan sampah residu, keterbatasan sarana bank sampah, serta praktik pembakaran terbuka yang masih dilakukan sebagian warga sehingga menimbulkan gangguan lingkungan. Kondisi ini menunjukkan perlunya upaya penguatan sistem pengelolaan sampah yang tidak hanya berhenti pada tahap pengumpulan dan penjualan, tetapi juga mencakup pengolahan akhir yang dapat dilakukan secara mandiri oleh masyarakat. Penulisan artikel ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan Bank Sampah Roay Lestari melalui penerapan insinerator ramah lingkungan sebagai solusi pengolahan sampah residu. Metode yang digunakan adalah participatory community development yang meliputi tahapan persiapan, identifikasi masalah melalui wawancara dengan tokoh kunci, analisis prioritas menggunakan Metode Hanlon dan PEARL, serta pelaksanaan intervensi berupa pembangunan insinerator sederhana dan penyuluhan penggunaannya. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa insinerator mampu mengurangi volume sampah residu dan memberikan sarana pengolahan yang lebih aman, sementara edukasi meningkatkan pemahaman dan keterampilan anggota KWT dalam pemilahan dan pengoperasian alat. Program ini menyimpulkan bahwa kombinasi intervensi teknis dan edukatif dapat memperkuat pengelolaan sampah komunitas, mengurangi penumpukan residu, dan mendukung terwujudnya lingkungan yang lebih bersih dan sehat.
Program BARAYA (Basmi Hipertensi Linggajaya): Edukasi dan Pelatihan Pembuatan Teh Kemangi sebagai Alternatif Pengendalian Tekanan Darah Berbasis Kearifan Lokal Tsani, Mutiara; Kamil, Adzkia Nailatul; Julian, Fransisika; Azra, Raya Ghefira; Indriani, Indriani; Dewi, Nur Haliza; Muharry, Andy
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mentari Vol. 2 No. 6 (2026): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmm.v2i6.194

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang masih tinggi di Indonesia, termasuk di Kampung Cilingga RW 003 Kelurahan Linggajaya Kecamatan Mangkubumi. Penggunaan obat antihipertensi kimia sering menimbulkan efek samping, sehingga diperlukan alternatif pengobatan berbasis kearifan lokal. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang hipertensi dan memberikan keterampilan praktis pembuatan teh kemangi (Ocimum basilicum) sebagai alternatif pengendalian tekanan darah. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat melalui tahapan diagnosing, action planning, action taking, evaluating, dan specifying learning. Kegiatan dilaksanakan pada 14 November 2025 dengan 13 peserta yang mengikuti rangkaian kegiatan berupa pre-test, penyampaian materi tentang hipertensi dan teh kemangi menggunakan media leaflet, demonstrasi pembuatan teh kemangi, dan post-test. Hasil Uji Wilcoxon menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara hasil pre-test dan post-test dengan p-value 0,011 (< 0,05), dengan 8 dari 13 peserta mengalami peningkatan pengetahuan dan rata-rata peningkatan nilai sebesar 40,81%. Kegiatan pengabdian Program BARAYA (Basmi Hipertensi Linggajaya) berhasil meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pencegahan hipertensi dan memberikan keterampilan praktis pembuatan teh kemangi sebagai solusi alternatif berbasis kearifan lokal untuk pengendalian tekanan darah.
Penyuluhan Dan Pelatihan Pengelolaan Sampah Menjadi Paving Block: Ecopave (Environmental Creative Output Paving Block) Ar-Rachman, A Aulliya Az-Zahra; Wulandati, Azka Zikra Andini; Amelia, Amelia; Muslim, Faza Yu'thika; Huda, Inarotul; Faturahman, Muhamad Wilza; Salsabila, Nurmaya; Muharry, Andy
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mentari Vol. 2 No. 7 (2026): Februari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmm.v2i6.206

Abstract

Permasalahan sampah plastik di Indonesia terus meningkat dan memberikan dampak signifikan terhadap kualitas lingkungan, termasuk di wilayah Kota Tasikmalaya. Kecamatan Mangkubumi menjadi salah satu penyumbang timbulan sampah yang cukup tinggi, sehingga pengelolaan sampah yang tidak optimal kerap menimbulkan penumpukan di kawasan permukiman. Kelurahan Cigantang menghadapi kondisi serupa, ditandai dengan keterbatasan sarana pengangkutan sampah serta kebiasaan pembuangan sampah ke selokan dan pembakaran terbuka yang memicu pencemaran dan potensi banjir. Melihat permasalahan tersebut, kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan untuk memberdayakan warga melalui pelatihan pemanfaatan sampah plastik menjadi paving block sebagai alternatif solusi pengurangan sampah. Kegiatan dilakukan melalui penyuluhan mengenai dampak sampah plastik dan pentingnya pengelolaan berbasis masyarakat, serta pelatihan praktik pembuatan paving block yang meliputi persiapan bahan, proses pelelehan plastik, pencampuran pasir, pencetakan, hingga pendinginan produk. Program ini meningkatkan pemahaman dan keterampilan warga RW 02 dalam mengolah sampah plastik menjadi produk yang memiliki nilai guna dan potensi ekonomi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan teknologi sederhana ini mampu mendorong partisipasi masyarakat dalam pengelolaan lingkungan sekaligus berkontribusi dalam upaya pengurangan sampah plastik di Kelurahan Cigantang.
Co-Authors 'Aisy, Bilqiis Rihhadatul Adawiyah, Siti Robiatul Aditria , Dea Adwiitiya, Najwa Septi Agustin, Sherli Rizcikal Agustin, Sifa Aini, Nira Qurrotul Aini, Wulan Nur Al Fitri, Bunga Amalia, Reva Amelia Amelia Angelina, Calista Anisa, Ismi Tasya Anita Rahmawati Annashr, Nissa Noor Ar-Rachman, A Aulliya Az-Zahra Ardaya, Putri Maulidiani Ardhani, Rifda Via Arfad , Muhammad Ziyan Arianti, Aprila Arnetta Putri, Mela Arrahman, Wulandary A’idah Assyifa, Nabila Asyi Zamilah, Apipah Rohadatul Aurellia Musharyati, Syofiqoh Ayuningtyas, Salsabila Azra, Raya Ghefira Azzahra, Raisha Azzahra, Salwa Fathia Bachri, Affri Maulana Baili, Ilham Imam Damayanti, Sintia Dewi, Eka Rosmayanti Dewi, Eka Rosmayanti Dewi, Hermalia Sukma Dewi, Nur Haliza Dewi, Shelly Putrianti Dwi Andini , Alia Dwihayati, Aat Dwiyanti, Nila Sari Elpara Dika, Nidya Fadila, Della Fadilah, Yulis Ramdhan Fadillah, Fahri Yanti Fakhrulloh, Rif’an Haqqi Faturahman, Muhamad Wilza Fauziah, Lafida Nisa Fauziah, Rivania Rachma Fazrianti, Kharisma Nurul FEBRIANI, ANISA Felicya, Yusya Hira Fitri Kurnia Rahim Fitriani, Ninda Aulia Gumilang, Nova Ayu Hadi Pratiwi , Mutia Haerunnisa, Nurma Handriani , Rini Hanifa, Siti Sarah Hanifah, Salma Hapsari, Aliya Nindy Huda, Inarotul Huriyah, N Dila Husnunisa Husni, Abi Icca Stella Amalia Indriani Indriani Iseu Siti Aisyah Jannah, Riana Raudatul Jannah, Tya Raudotul Jatnikawati, Nabila Jauza, Rafila Julian, Fransisika Kamil, Adzkia Nailatul Khaira Ayuning Putri, Serzia Khairunnisa, Natasya Khoerunisa, Agni Khoerunisa, Nisa Khumairoh KOMALASARI, RINI Kumalasari, Isti Laksmini, Puji Lestari, Ajeng Suci Lestari, Puji Delya Lubis , Adella Silvany Martin Jeremy, Joel Guruh Martini, Dini Mohammad Hakimi Mubina Ts, M Fathan Muhammad Yusuf Muslim, Faza Yu'thika Muslimin, Zenia Erlene Tommy Nafis Sjamsuddin, Irfan Nazmi, Tiara Nurul Neni, Neni Nifiyanti, Useu Nindia Putri, Anisa Noorikhsan, Faisal Fadilla Nuraeni, Sheni Nuraini, Yasmina Zahra Nuraviah, Siti Via Nurhasanah , Nenih Nurlatifah, Diva Nurlela, Arni Nurmala, Diska Maoli Nurofiat , Anuy Nurohman, Taufik Oktaviani, Ersya Sri Oktaviona Putri, Ega Pemiliani, Kamelia Poetri, Marisa Adzani Pratama, Ruli Mulya Pujawati, Dwi Pulungan , Syalsabila Puspitasari, Luvita Putri Insani, Defira Salwa Putri, Salma Aulia Rahim, Adzillah Himayati Rahman, Sahrul Rahmat, Ajeng Sofiyanti Rahmat, Ilma Amaliyyah Rahmat, Nazwa Kanaya Malika Rahmawati, Aimawar Rahmawati, Syifa Rahmayani, Gina Rahmiani, Hafni Rakhman, Sonia Ramadhani, Aini Syarah Rifkiyandi, Muhammad Rifan Rindani, Aulia Nuri Najmi Rodia, Silvi Roja, Elva Na’imatu Rosidi Alfariza , Mochamad Nizar Rusman, Kharisma Nurul Fazrianti Sa'adah, Zulfa Marwatus Salma, Ninda Salsabila , Nazwa Salsabila, Analisa Salsabila, Nurmaya Sathiah N. A., Siti Faridah Sepriyanti, Dwi Setiabudi, Azmi Setyawan, Panji Shahla, Alzena Kevina Siahaan, Irna Helena Simanjuntak, Lista Gefarani Suci Rahmawati, Suci Sugistiani, Alfiana Sumartini, Yeni Syaida Rahman , Malwa Aulia Taofik, Herlan Triansyah, Muhammad Fauzian Tsani, Mutiara Tyas Nugrahaeni, Meita Ulhaq, Ratu Dhia Utami, Raisa Azkia Verawati, Esty Wahidah, Syifa Nurlaeli Wahyuni, Budi Wardiani , Dinar Puji Widiawati, Windi Widjaya, Tasya Efrilia Windari, Ageng Sri Windianti, Septiani Tri Wulan Tri Yutanti Wulandari, Annisa Try Wulandati, Azka Zikra Andini Yasmin, Putri Aulia Yogaswara, Dadan Yuliandani, Euis Tiara Yuni Laferani Zahirah, Ghefira