Articles
How to Develop Marketing Strategy, Packaging Designs, and Superior Product Processing Education?
Wulandari, Astri;
Marcelino, Dandy;
Suryawardani, Bethani;
Gusnadi, Dendi;
Prabawa, Bijaksana;
Arumsari, Rizki Yantami
Jurnal Penyuluhan Vol. 20 No. 01 (2024): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluhan Pembangunan Indonesia)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25015/20202448777
Produce such as fruits and vegetables have the production potential on an industrial scale with a low price. Most residents in Sukawarna work as farmers of fruits, horticultural crops and vegetables. Farmers sell raw fruit and vegetable products without diversification. To compete with other economic actors, the government, community, and universities must support the development of high-quality commodity products. However, the community still faces some challenges, particularly their skills or expertise, but in this era, the main issues are knowledge when facing change (transformation) and a lack of creativity in managing superior product commodities to increase sales. The aim of this study is to help economic business actors in Sukawarna develop competitive knowledge and skills by referring to the partners' situation and issues. Community empowerment program facilitators were involved to conduct a participatory action research. It was found that there were several partner problem solutions. The first is the training of the economic actors in Sukawarna on how to manage raw commodity products into processed products with added value. Next is marketing assistance to help partners process vegetables from Sukawarna’s main commodity through accurate marketing strategy in communicating the processed product. The last solution is the use of attractive packaging designs and product labels for processed main commodities in Sukawarna to attract potential consumers. The study results recommend the following: an educational program for the transformation of superior commodities into ready-to-use processed products, assistance with marketing strategies, and designing packaging and product labels to market the processed commodities.
Dekonstruksi Pie Berbasis Ubi Ungu
Maulana, Dewi Sinta;
Gusnadi, Dendi
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 9 No 20 (2023): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.5281/zenodo.8405145
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan dunia kuliner di Indonesia khususnya bagian pastry, sehingga memunculkan produk-produk pastry yang baru dengan beraneka ragam rasa dan penampilan yang unik dan menarik perhatian masyarakat. Salah satunya adalah pie yang merupakan suatu makanan bertekstur kering yang dapat diberi isi beraneka ragam rasa dan peneliti berpikir untuk memakai ubi ungu sebagai filling dari pie dengan memakai teknik dekonstruksi pada makanan dengan cara merubah bentuk makanan tetapi masih dengan bahan yang sama. Dekonstruksi pie berbasis ubi ungu adalah sebuah inovasi dalam dunia kuliner yang mengambil inspirasi dari kue pie tradisional dan ubi ungu sebagai pengganti tepung terigu, yang merupakan bagian dari perkembangan tren makanan sehat dengan menggunakan bahan alami dan minim bahan pengawet dan pewarna buatan. Ubi ungu dipilih karena mengandung banyak nutrisi seperti antioksidan dan serat, serta memiliki rasa manis alami dan lezat. Dengan demikian, dekonstruksi pie berbasis ubi ungu menjadi salah satu alternative yang menarik untuk dinikmati oleh berbagai kalangan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen kuantitatif. Data dikumpulkan dengan cara peneliti mengambil 100 responden yang terdiri dari dosen, mahasiswa, pelajar, dan karyawan swasta untuk mencoba produk dekonstruksi pie berbasis ubi ungu agar mengetahui hasil akhir produk yang paling dominan disukai atau produk terbaik oleh penulis dengan menggunakan perbandingan produk kontrol. Hasil penelitian yang peneliti lakukan adalah dekonstruksi pie berbasis ubi ungu sebagai filling. Dari hasil penelitian yang penulis lakukan menghasilkan formulasi resep pie dengan filling ubi ungu yang menggunakan teknik merubah bentuk pie tersebut agar dapat lebih menarik perhatian masyarakat.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENYULUHAN INOVASI PRODUK PATISSERIE BERBASIS SINGKONG SEBAGAI UPAYA PENGEMBANGAN PRODUK UNGGULAN DI DESA WISATA BUMI WANGI CIPARAY KABUPATEN BANDUNG
Dendi Gusnadi;
Eva Mardiyana;
Umi Sumarsih
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 3 No. 2: Februari 2024
Publisher : Bajang Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53625/jpm.v3i2.7486
Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendorong pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan di Desa Wisata Bumi Wangi, Ciparay, Kabupaten Bandung, melalui penyuluhan tentang inovasi produk patisserie berbasis singkong. Desa ini memiliki potensi pariwisata dan sumber daya lokal yang kaya, namun belum dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan pendapatan dan taraf hidup masyarakat. Metode pengabdian melibatkan kolaborasi aktif antara tim pengabdian, masyarakat, dan stakeholder lokal. Langkah-langkah pendekatan partisipatif melibatkan identifikasi masalah, penyusunan rencana penyuluhan, pelaksanaan lokakarya, dan pendampingan dalam pengembangan produk. Penyuluhan difokuskan pada pengenalan inovasi teknik pembuatan patisserie yang menggunakan singkong sebagai bahan utama. pengabdian ini menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah singkong menjadi produk patisserie yang beragam dan berkualitas. Melalui pendekatan pemasaran yang kreatif, produk-produk ini berhasil menarik minat wisatawan dan konsumen lokal, sehingga memberikan kontribusi positif terhadap pendapatan masyarakat dan memperkuat citra Desa Wisata Bumi Wangi sebagai destinasi unggulan. Pengabdian ini berperan dalam mengubah pola pikir dan keterampilan masyarakat dalam mengembangkan produk lokal menjadi produk bernilai tambah. Kolaborasi yang kuat antara tim pengabdian dan masyarakat menjadi pendorong utama kesuksesan program, yang terbukti mampu meningkatkan pendapatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengalaman ini memberikan pelajaran berharga tentang pentingnya pendekatan partisipatif dalam pengembangan produk lokal dan potensi pengembangan wilayah melalui inovasi produk. Diharapkan pengalaman dan hasil dari pengabdian ini dapat memberikan inspirasi bagi upaya pemberdayaan masyarakat dan pengembangan produk unggulan di daerah lain. Selain itu, program ini juga berpotensi untuk mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah setempat.
PENERAPAN HIDROPONIK BERBASIS INTERNET OF THINGS UNTUK PEMBERDAYAAN KADER POSYANDU RUMPUN BAMBU KABUPATEN BANDUNG
Tulloh, Rohmat;
Nur ramadan, Dadan;
Gusnadi, Dendi
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 6 (2023): INOVASI PERGURUAN TINGGI & PERAN DUNIA INDUSTRI DALAM PENGUATAN EKOSISTEM DIGITAL & EK
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37695/pkmcsr.v6i0.1925
Pemerintah Kabupaten Bandung mendorong setiap posyandu menjadi swadaya mandiri dan multifungsi serta mendorong kreativitas dan inovasi dalam menjalankan program-program posyandu. Oleh karena itu maka kegiatan penerapan Iptek masyarakat kali ini, berupaya untuk mengimplementasikan budidaya sayuran hidroponik dengan teknik Ebb and Flow berbasis Internet of Things (IoT). Masyarakat sasar kegiatan pengabdian masyarakat adalah Posyandu Rumpun Bambu yang terletak di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Kegiatan ini merupakan penerapan hasil penelitian, yang menjadi solusi dari permasalahan yang ada di masyarakat. Posyandu Rumpun Bambu memiliki kader yang aktif dan membutuhkan solusi untuk kegiatan bercocok tanam sayuran di lahan yang sempit. Hasil budidaya sayuran tersebut sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kesehatan dan ekonomi masyarakat. Berdasarkan pengukuran dapat disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat berjalan dengan baik. Hal ini dapat dilihat dari terciptanya satu sistem Hidroponik dengan teknik Ebb and flow berbasis Internet of things yang sudah dioperasikan dan sudah menghasilkan sayuran siap panen. Begitu juga dengan peningkatan kemampuan kader posyandu dalam budidaya sayuran secara hidroponik. Semua kader posyandu (100%) berhasil melakukan budidaya hidoponik. Kader posyandu berhasil mengolah sayuran hidroponik menjadi produk makanan yang siap jual.
PEMANFAATAN DAMI BUAH NANGKA PADA PRODUK PANNA COTTA SEBAGAI PENGGANTI GELATIN
Syafina Putri Nisrina;
Dendi Gusnadi
Jurnal Pengolahan Pangan Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Alkhairaat Palu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31970/pangan.v8i2.120
Penelitian ini didasari oleh kurangnya pemanfaatan limbah buah nangka khususnya dami atau jerami. Sebagian besar masyarakat mengolah limbah buah nangka menjadi masakan tradisional seperti gudeg, urap, dan sayur nangka. Tetapi tidak banyak dari masyarakat yang memanfaatkan dami atau jerami menjadi produk olahan khususnya untuk produk pattiserie, sehingga dapat menyebabkan terjadinya penumpukan limbah pangan. Maka dari itu, penulis akan meneliti tentang pemanfaatan dami buah nangka sebagai pengganti gelatin. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yaitu menggantikan gelatin dengan dami buah nangka pada produk panna cotta, kemudian tujuan utama penelitian ini ialah untuk mendapatkan formula resep yang tepat serta untuk mengetahui daya terima konsumen melalui penyebaran kuisioner uji organoleptik kepada 100 panelis. Hasil dari penelitian ini ialah didapatkan formula resep yang tepat yaitu dengan menggunakan 50 gr dami buah nangka pada produk sebagai pengganti dari gelatin dan berdasarkan hasil uji organoleptik untuk mengetahui daya terima konsumen menunjukan bahwa produk dapat diterima dan disukai oleh konsumen.
MODIFIKASI APEM KUKUS DENGAN PENAMBAHAN PATI GANYONG
Pangesthi Hening Hanugrahani;
Siti Zakiah;
Dendi Gusnadi
Jurnal Pengolahan Pangan Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Alkhairaat Palu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31970/pangan.v8i2.121
Penelitian ini membahas pemanfaatan pati ganyong sebagai bahan penambahan dalam pembuatan modifikasi kue apem kukus. Tanaman umbi ganyong di indonesia sangat mudah didapatkan, dikarenakan jenis umbi-umbian ini biasa tumbuh di daerah tropis, terutama Asia Tenggara termasuk Indonesia, sehingga dengan mudah menjadikan pati ganyong sebagai bahan dasar pembuatan kue apem. Maka dari itu, penulis akan meneliti tentang pemanfaatan pati ganyong sebagai bahan penambah tepung. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formula resep yang tepat serta untuk mengetahui daya terima konsumen dengan cara penyebaran kuisioner uji organoleptik kepada 100 panelis. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yaitu dengan memanfaatkan pati ganyong sebagai bahan penambahan pembuatan apem kukus, Hasil dari penelitian ini ialah didapatkan formula resep yang tepat yaitu dengan menggunakan 168 gram tepung beras dan 72 gram pati ganyong pada produk apem kukus sebagai bahan penambah. Berdasarkan hasil uji organoleptik untuk mengetahui daya terima konsumen menunjukan bahwa produk dapat diterima dan disukai oleh konsumen. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat dan menjadi referensi baru bagi konsumen yang tertarik dengan kue apem yang dimodifikasi menggunakan pati ganyong.
ANALISIS PENERAPAN METODE FIFO (FIRST IN FIRST OUT) PADA PENYIMPANAN BAHAN MAKANAN DI COLD KITCHEN THE PAPANDAYAN HOTEL
Lestari, Silvia Novi;
Dendi Gusnadi;
Raharjo, Tito Pandu
Jurnal Pengolahan Pangan Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Alkhairaat Palu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31970/pangan.v8i2.122
The Papandayan Hotel merupakan salah satu hotel berbintang lima yang ada di Kota Bandung yang menyediakan akomodasi jasa dalam bentuk jasa penginapan maupun makanan dan minuman. Cold kitchen di The Papandayan Hotel bertanggung jawab atas pembuatan appetizer atau makanan pembuka. Masih terdapat ketidaksesuaian karyawan dalam menerapkan metode FIFO (First In First Out). Maka dari itu, cara penyimpanan bahan yang ada di cold kitchen harus sesuai dengan prosedur yang sudah ditentukan, agar tetap terjaga kebersihan, kualitas, serta nilai gizi yang terkandung dalam makanan itu sendiri. Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui pelaksanaan metode FIFO yang diterapkan di cold kitchen The Papandayan dan bagaimana pengendalian dan pengawasan metode FIFO yang dilaksanakan. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif, yaitu melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian yang diperoleh adalah penerapan metode FIFO (First In First Out) dalam penyimpanan bahan makanan sehingga produk makanan yang ada di cold kitchen sesuai dengan standart kualitas produk hotel sehingga meningkatkan kualitas makanan yang disajikan untuk meningkatkan kepuasan tamu terhadap produk makanan yang disajikan.
IMPLEMENTASI HAZARD ANALYSIS CRITICAL CONTROL POINT PADA OLAHAN AYAM DI HOTEL MERCURE MAKASSAR
Pagiling Tangkelangi, Tri Rezky Anugrah;
Dendi Gusnadi
Jurnal Pengolahan Pangan Vol 9 No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Alkhairaat Palu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31970/pangan.v9i1.124
Penelitian ini membahas tentang implementasi HACCP pada olahan ayam di Hotel Mercure Makassar, Food and Beverage Product adalah divisi yang bertugas mengolah bahan makanan dan membuat makanan.. Hazard Analysisis Critical Control Pointsadalah sistem manajemen keamanan pangan yang digunakan untuk memastikan keamanan pangan dan kualitas produk pangan, termasuk pada pengolahan ayam. Hotel telah menerapkan HACCP tetapi masih banyak karyawan yang tidak menyadari akan kebersihan tempat pengolahan ayam yang dapat menyebabkan kontaminasi pada produk. Ayam sangat rentan dengan kontaminasi bakteri yang berbahaya karena berkembang biak di lingkungan yang sangat bebas dan terdapat banyak bakteri, maka dari itu pengolahan ayam harus benar-benar diperhatikan mengerti pentingnya HACCP baik bahaya fisik, biologi, dan kimiawi. Dengan melakukan penerapan dan dengan adanya HACCP dapat meminimalkan terjadinya kontaminasi pada bakteri dan keracunan makanan pada konsumen. Sehingga diharapkan dengan adanya penelitian ini menghilangkan atau mengurangi potensi bahaya yang ditimbulkan oleh pengolahan ayam pada hotel Mercure Makassar. Pada Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, data dikumpulkan dengan melakukan suatu observasi, analisis dan kajian Pustaka. Wawancara melalui beberapa staff hotel Mercure Makassar seperti staff main kitchen dan bagian pengorderan barang, untuk memperoleh data. Kata Kunci: Implementasi Haccp ( Hazard Analysis Critical Control Points ), Unggas , Produk Makanan dan Minuman.
PEMANFAATAN BUAH MANGGA GEDONG GINCU SEBAGAI GLUTEN, PEMANIS, PEWARNA BUATAN PADA PRODUK SWISS ROLL
Duniawati;
Gusnadi, Dendi
Jurnal Pengolahan Pangan Vol 9 No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Alkhairaat Palu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31970/pangan.v9i1.125
Swiss roll adalah satu jenis kue gulung yang terbuat dari bahan kue sponge yang lembut dan empuk. Produk swiss roll dapat dihasilkan dengan berbagai macam rasa dan varian, termasuk dengan menggunakan buah mangga sebagai bahan tambahan. Pemanfaatan buah mangga pada produk swiss roll dapat rasa yang segar dan manis serta aroma yang khas. Buah mangga mampunyai banyak vitamin C, vitamin A, serat, dan callium yang bagus bagi kesehatan. Untuk membuat Swiss roll dengan tambahan buah mangga, pertama – tama buah mangga dipotong kecil – kecil dan dihaluskan. Selanjutnya, buah mangga tersebut dicampurkan ke dalam adonan kue sponge yang telah disiapkan sebelumnya. Kemudian adonan kue tersebut dipanggang dalam oven. Setelah matang, kue Swiss roll dengan buah mangga dapat dihiasi dengan berbagai macam topping atau saus seperti whipped cream atau sirup buah. Produk Swiss roll dengan tambahan buah mangga ini dapat menjadi alternatif kue yang menyehatkan dan lezat untuk dijadikan camilan atau hidangan penutup. Dalam memproduksi Swiss roll dengan buah mangga, perlu diperhatikan juga faktor kualitas buah mangga yang digunakan. Buah mangga yang matang dan segar akan memberikan rasa dan aroma yang lebih nikmat pada produk Swiss roll. Selain itu, penggunaan bahan – bahan berkualitas dan teknik memanggang yang tepat juga sangat penting untuk menghasilkan Swiss roll yang lezat dan empuk.
INOVASI PEMBUATAN SWISS ROLL BERBASIS BAHAN DASAR MINUMAN BANDREK
Trisdiantika, Shafa Adiza;
Dendi Gusnadi
Jurnal Pengolahan Pangan Vol 9 No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Alkhairaat Palu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31970/pangan.v9i1.127
Swiss roll bebasis bahan dasar minuman bandrek merupakan salah satu inovasi yang dilakukan untuk meningkatkan konsumsi bahan pangan lokal. Penambahan bahan dasar bandrek kedalam produk swiss roll seperti jahe dan palm sugar karena sampai saat ini belum pernah yang menjadikan bahan tersebut dalam pembuatan kue. Selain itu bahan tersebut mudah didapatkan di pasaran dengan harga yang terjangkau terutama jahe. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi resep dan daya terima konsumen. Metode yang digunakan untuk pembuatan produk ini merupakan metode eksperimental dan uji daya terima konsumen kepada 100 orang responden dengan menyebarkan kuesioner. Dan tujuan lain dari penelitian ini adalah untuk memberi tahu kepada masyarakat terhadap produk olahan jahe dan palm sugar sebagai bahan tambahan dalam pembuatan swiss roll atau bolu gulung, membuat inovasi rasa terbaru. Hasil penelitian menunjukan formulasi resep yang sesuai untuk swiss roll berbasis bahan dasar minuman bandrek yaitu 25 gr jahe, 6 butir telur, 70 gr gula putih, 15 palm sugar, 80 baking powder, 12 gr ovalet, 120 gr butter melted. Untuk daya terima konsumen panelis lebih banyak memilih suka sampai sangat suka skala 4-5.