p-Index From 2021 - 2026
6.917
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Electrical and Computer Engineering IAES International Journal of Artificial Intelligence (IJ-AI) Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) TEKNIK Transmisi: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TELKOMNIKA (Telecommunication Computing Electronics and Control) Bulletin of Electrical Engineering and Informatics Journal of Mathematical and Fundamental Sciences Jurnal Edukasi dan Penelitian Informatika (JEPIN) Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO JETT (Jurnal Elektro dan Telekomunikasi Terapan) JOIV : International Journal on Informatics Visualization Jurnal RESTI (Rekayasa Sistem dan Teknologi Informasi) International Journal of Artificial Intelligence Research KOMPUTIKA - Jurnal Sistem Komputer TEKTRIKA - Jurnal Penelitian dan Pengembangan Telekomunikasi, Kendali, Komputer, Elektrik, dan Elektronika Journal of Robotics and Control (JRC) Journal of Applied Engineering and Technological Science (JAETS) Indonesian Journal of Electrical Engineering and Computer Science Jurnal Syntax Transformation MESA (Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Sipil, Teknik Arsitektur) Prosiding Konferensi Nasional PKM-CSR Prosiding Seminar Nasional Rekayasa Teknologi Industri dan Informasi ReTII eProceedings of Engineering Eduvest - Journal of Universal Studies Community Service Seminar and Community Engagement (COSECANT) Jurnal Rekayasa elektrika Jurnal INFOTEL Telkatika: Jurnal Telekomunikasi Elektro Komputasi & Informatika Jurnal Isu Teknologi Jurnal Nasional Sains dan Teknik
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 127 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Monitoring Dan Controlling Ketinggian Air Sawah Berbasis Wireless Sensor Network Andrea Eges Seca Barus; Rendy Munadi; Dadan Nur Ramadan
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Dibeberapa lokasi pertanian di Indonesia terdapat beberapa lahan yang mengalami gagal panen karena lahan tenggelam akibat hujan yang terus terjadi dan lahan yang mengalami kekeringan, pada penyelesaian tugas akhir, penulis akan membuat alat berbasis mikrokontroler yang bertujuan untuk memantau ketinggian air pada lahan menggunakan sensor ultrasonik dan alat ini dapat mengaktifkan sebuah aktuator jika dalam kondisi air kering atau meluap. Alat ini menggunakan teknologi Wireless sensor network yang merupakan seperangkat alat jaringan nirkabel yang mempunyai satu atau beberapa sensor untuk menangkap suatu informasi atau data yang cenderung berubah-ubah, dan petani akan mendapatkan pemberitahuan apabila kondisi air dilahan meluap atau sedang kosong. Untuk mengetahui performansi sistem yang dirancang, maka dilakukan pengujian kualitasi jaringan, dan hasil pengujian kinerja jaringan NodeMcu dengan menggunakan protokol MQTT pada kondisi outdoor maksimal 90 meter. nilai delay, throughput, availability, dan reliability dipengaruhi oleh jumlah node dan jarak. Nilai delay, availability, dan reliability terkecil berada di jarak 30 meter. Nilai throughput terkecil berada di jarak 90 meter. Kata Kunci : Wireless Sensor Network, monitoring, aktuator, ketinggian air, mikrokontroler, sensor ultrasonik ABSTRACT In several agricultural locations in Indonesia there are some land that have failed crops due to drowning land due to continuous rain and drought land, on completion in this final task, the authors will create a microcontroller-based tool that aims to monitor the height of water on the land using ultrasonic sensors and tolos that may activate an actuator if there is dry or overflow water condition. This tool use Wireless sensor network technology which is a set of wireless network tools that have one or several sensors to capture information or data that tends to change, and farmers will get a notification if the water conditions overflow or empty. In order to know the performance of the system designed, we do the network qualitative testing, and the performance test results NodeMcu network using MQTT protocol on outdoor conditions maximum 90 meters. Value of delay, throughput, availability, and reliability are affected by the number of nodes and distances. The smallest delay, availability, and reliability values are within 30 meters. The smallest throughput value is within 90 meters. Keywords: Wireless Sensor Network, monitoring, actuators, water height, microcontroller, sensors ultrasonic
Implementasi Dan Analisis Mobile Cloud Gaming Online Menggunakan Open-source Cloud Gaming Server Gaminganywhere Pada Perangkat Android Edoeardo Setiawan; Rendy Munadi; Sussi Sussi
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mobile cloud gaming merupakan pengembangan dari infrastruktur sebagai model layanan cloud computing. Dengan adanya layanan cloud gaming server menggunakan open-source GamingAnyWhere, perangkat mobile phone dengan operation sytem android yang bekerja sebagai client mampu mengakses server yang menjalankan suatu game melalui jaringan nirkabel secara online. Server melakukan capture terhadap frame audio dan frame video kemudian dikodekan dan dikirimkan kepada client. Setelah client mendapatkan frame A/V, client akan mengdekodekan frame-frame yang diterima sehingga user bisa bermain dan melakukan input control . Untuk mendapatkan hasil performa dari sistem cloud gaming yang diimplementasikan ini, dilakukan pengujian dengan tiga parameter yaitu kebutuhan resource, Quality of Service, dan Quality of Experience. Hasil kebutuhan resource client yang hanya memakai 6.2% cpu usage, 20.6 MB RAM untuk game Neverball dan 3.6% cpu usage, 11.9 MB RAM untuk game Deadpool. Nilai FPS client yaitu 29.1 untuk Neverball dan 14.5 untuk Deadpool, nilai ini terbilang kecil dikarenakan kemampuan rendering server yang kurang maksimal. Untuk delay total sistem cukup memuaskan yaitu bernilai 0.19 detik untuk Neverball pada jaringan lokal dan 0.35 detik pada jaringan online. Sedangkan 0.13 detik untuk Deadpool dengan jaringan lokal dan 0.19 detik untuk jaringan online pada bandwidth 5 Mbps.Kata Kunci: Cloud Gaming, Mobile Cloud Gaming, GamingAnyWhere, Cloud Computing.
Analisis Performansi Qos Inter Autonomous System Mpls-vpn Back-to-back Vrf Pada Layanan Ims Sabrina Chairunnisa; Rendy Munadi; Danu Dwi Sanjoyo
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Di era kemajuan teknologi informasi dan komunikasi yang semakin pesat, kebutuhan akan layanan multimedia berbasis IP pun semakin tinggi. Lebih dari setengah penduduk Indonesia kini telah terhubung ke internet. Perkembangan teknologi internet juga telah membuktikan bahwa jaringan internet yang terpisah harus dapat dibangun dan dihubungkan satu sama lainnya sehingga user atau pelanggan dapat mengirim dan menerima traffic tanpa harus memikirkan bahwa beberapa provider terlibat dalam transportasi pengiriman paket data. Salah satu teknologi yang mendukung hal tersebut adalah teknologi Inter AS Multi Protocol Label Switching (MPLS) dengan fitur VPN (Virtual Private Network). Pada Tugas AKhir ini, telah dilakukan pengujian performansi kualitas layanan IMS yang dijalankan pada jaringan backbone berbasis Inter AS MPLS VPN background traffic 0, 1, 5, 10, 20 Mbps. Hasil pengujian menunjukan nilai throughput berbanding terbalik dengan besarnya nilai background traffic. Nilai throughput pada layanan VoIP menurur dari nilai sebesar s.d 0,08576 Mbps s.d. 0,06265 Mbps dan menurun sebesar 0,6802 Mbps s.d 0,5806 Mbps pada layanan video call. Pada kedua layanan didapatkan nilai jitter rata- rata << 1 ms dan delay < 150 ms. Dan didapatkan nilai packet loss dari kedua layanan pada kedua metode masuk kedalam kategori layak untuk background traffic 0 Mbps , 1 Mbps , dan 5 Mbps. Kata kunci : Kamailio, SIP, NGN, IMS, VoIP, Video Call, QoS Abstract Nowadays, the advancement of information and communication technology is increasing rapidly, where the need for IP-based multimedia services is even higher. More than half the population of Indonesia has now connected to the internet. The development of internet technology has also proven that separate internet networks must be built and connected to each other so that users or customers can send and receive traffic without having to think that some providers are involved in transporting packet data delivery. One of the technologies that support it is Inter AS Multi Protocol Label Switching (MPLS) technology with VPN (Virtual Private Network) feature. At the end of this task, performance testing of IMS service quality has been performed on InterAS MPLS VPN backbone with the variable of background traffic 0, 1, 5, 10, 20 Mbps. The test results show the throughput value is inversely proportional to the value of the background traffic. The throughput value of VoIP services decreases from a value of s. 0.08576 Mbps s.d. 0.06265 Mbps and decreased by 0.6802 Mbps s.d 0.5806 Mbps in video call services. In both services, the average jitter value is << 1 ms and the delay is <150 ms. And obtained packet loss value from both services in both methods entered into a feasible category for 0 Mbps, 1 Mbps and 5 Mbps background traffic.Keywords : Kamailio, SIP, NGN, IMS, VoIP, Video Call, QoS
Perancangan Dan Implementasi Sistem Monitoring Gas Berbahaya Pada Mobil Berbasis Logika Fuzzy Menggunakan Mikrokontroler Fendy Purwanto; Rendy Munadi; Unang Sunarya
eProceedings of Engineering Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cukup banyak kasus telah diberitakan media masa tentang tewasnya seseorang (atau lebih) yang terjadi saat mereka tidur di dalam mobil dalam kondisi mesin dan AC menyala, sedangkan posisi mobil dalam keadaan parkir atau berhenti. Dari hasil penyelidikan polisi, penyebab utama dari mayoritas kejadian tersebut adalah keracunan gas berbahaya di dalam mobil. Salah satu jenis gas berbahaya adalah karbon monoksida (CO). Jika terhirup ke dalam tubuh, gas CO akan mengikat hemoglobin dalam darah, sehingga mengurangi ikatan oksigen di dalam darah. Efek yang terjadi adalah tubuh kekurangan oksigen dan menyebabkan lemas. Gas beracun lainnya adalah amonia (NH3). Kontak dengan gas amonia konsentrasi tinggi dapat menyebabkan kerusakan paru-paru dan bahkan kematian. Untuk mengantisipasi terjadinya akumulasi gas beracun di dalam mobil, dalam tugas akhir ini dibuat sebuah alat monitor kandungan gas berbahaya di dalam mobil. Perangkat dirancang terdiri dari tiga blok utama, yaitu input, proses, dan output. Input berfungsi sebagai sensor gas, diimplementasikan dengan sensor MQ-7 (gas karbonmonoksida) dan sensor MQ-135 (gas amonia). Bagian proses diimplementasikan dengan mikrokontroler, fungsinya adalah menganalisa data pembacaan sensor kandungan gas di dalam mobil, berdasarkan logika fuzzy Sugeno dan menyimpulkan kondisi akhir menjadi kategori AMAN, WASPADA, atau BAHAYA. Bagian Output bertugas memberikan respon berupa informasi pada display LCD, alarm, serta pesan singkat GSM (SMS). Implementasi perancangan menghasilkan perangkat yang mampu memonitor kandungan gas berbahaya di dalam mobil, menjadi tiga kategori (AMAN, WASPADA, atau BAHAYA). Berdasarkan pengujian, sensor MQ-7 dan MQ-135 dapat berfungsi dengan baik. Implementasi logika fuzzy dapat dipastikan akurat 100%. Kata Kunci : gas berbahaya, mobil, sensor MQ-7, sensor MQ-135, Mikrokontroler, Logika Fuzzy Sugeno
Analisis Perbandingan Protokol Komunikasi Zigbee Dan Rf 2.4 Ghz Pada Implementasi Sistem Penyajian Informasi Lalu Lintas Kendaraan Berbasis Wireless Sensor Network Wisma Dwi Kurnia; Rendy Munadi; Gustommy Bisono
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Infrastruktur yang belum memadai serta kurangnya informasi tentang jalur alternatif dan kepadatan suatu ruas jalan mengakibatkan kemacetan yang menjadi sebuah masalah tersendiri pada negara berkembang seperti Indonesia. Pentingnya tentang informasi kepadatan suatu ruas jalan akan memberikan solusi tersendiri dan diharapkan informasi yang real time akan sangat membantu pengendara untuk mendapatkan informasi kepadatan lalu lintas dan memberikan solusi untuk pengembangan sistem smart traffic. Untuk mewujudkan informasi kepadatan lalu lintas secara realtime pada penelitian ini digunakan suatu sistem Wireless Sensor Network (WSN) dengan menggunakan perangkat sesnsor ultrasonik sebagai perangkat masukan dan perangkat mikrokontroler open source yang diharapkan mampu untuk mendeteksi kepadatan lalu lintas dan disajikan melalui laman web. Untuk mewujudkan sistem tersebut dibutuhkan protokol komunikasi yang optimal. Pada penelitian kali ini, dilakukan pencarian akurasi sistem dalam mendeteksi kemacetan dan perbandingan untuk dua buah protokol komunikasi yakni protokol ZigBee dan RF 2.4 GHz. Hasil analisis yang didapat berupa rata-rata delay dan troughput untuk membandingkan kedua buah protokol tersebut dari paramater QoS yang dihasilkan. Akurasi sensor yang didapat adalah 95,31 % untuk membaca kecepatan kendaraan. Kedua protokol komunikasi dapat diimplementasikan untuk sistem ini, namun teknologi RF 2.4 Ghz yang diimplementasikan pada modul komunikasi nRF24L01 dinilai lebih bak untuk digunakan dengan rata-rata delay 2.782562 uS dan rata-rata troughput 24,8722 Byte/s untuk jangkaua jarak hingga 102 meter. sedangkan Protokol Zigbee pada modul XBee S2C menghasilkan rata-rata delay 6.065685 dan rata-rata troughput 20.27232 Byte/s meskipun jangkauan jaraknya hingga 112 meter. Kata Kunci : WSN, Ultrasonik, ZigBee, RF 2,4 GHz Abstract Inadequate infrastructure and lack of information about alternative routes and the density of a road lead to congestion which is a problem in developing countries such as Indonesia. The importance of information on the density of a road segment will provide its own solution and it is expected that real time information will greatly help the rider to obtain traffic density information and provide solutions for the development of smart traffic system. To realize realtime traffic density information in this research, a Wireless Sensor Network (WSN) system using an ultrasonic device as input device and open source microcontroller device is expected to be able to detect traffic density and presented through web page. To realize the system requires an optimal communication protocol. In this research, searching system accuracy in detecting congestion and comparison for two communication protocol namely ZigBee protocol and RF 2.4 GHz. The result of the analysis is the average of delay and throughput to compare the two protocols from the generated QoS parameters. Accuracy obtained sensor is 95,31% to read speed of vehicle. Both communication protocols can be implemented for this system, but the 2.4 Ghz RF technology implemented on the nRF24L01 communications module is rated more for use with an average delay of 2.782562 uS and an average 24,8722 Byte / s of throughput up to 102 meters. While the Zigbee Protocol on the XBee S2C module yields an average delay of 6,065685 and an average throughput of 20,232 Bytes / s despite its range of up to 112 meters. Keywords : WSN, Ultrasonic, ZigBee, RF 2.4 GHz
Analisis Performansi Routing Pada Layanan Multimedia Dalam Jaringan Terintegrasi Manet Menuju Lte Reza Lutfi Ananda; Rendy Munadi; Ridha Muldina Negara
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kehandalan sistem komunikasi sangat dibutuhkan terutama dalam hal skalabilitas, mobilitas serta kecepatan data yang tinggi. Akan tetapi apa jadinya jika sistem komunikasi terjadi pada kondisi kurang ideal seperti di daerah dengan kondisi alam dan infrastruktur komunikasi yang kurang baik. MANET adalah teknologi yang dapat diterapkan pada kondisi yang tidak ideal dimana jaringan ini beroperasi dan mengatur diri sendiri tanpa adanya sentralisasi. Dalam penelitian ini dilakukan pengintegrasian antara jaringan MANET dan jaringan LTE guna meningkatkan coverage dan availability jaringan. Dalam topologi yang dirancang, terdapat node UE yang bertindak sebagai gateway pada jaringan MANET sehingga semua node yang berada pada jaringan MANET dapat terhubung ke jaringan LTE. Node UE tersebut memiliki 2 buah interface yang terhubung ke jaringan MANET dan ke jaringan LTE dimana dengan menggunakan proactive adhoc routing DSDV dan OLSR dijaringan MANET dan menggunakan static routing dijaringan LTE. Dari penelitian ini didapatkan hasil bahwa perancangan jaringan terintegrasi MANET-LTE berhasil dilakukan dengan memanfaatkan UE sebagai double interface yang dapat berperan seperti hal nya eNode-B. Berdasarkan perubahan jumlah node, rata-rata nilai throughput untuk routing DSDV sebesar 336,10 kbps dan routing OLSR sebesar 333,13 kbps. Rata-rata nilai delay untuk routing DSDV sebesar 367,35 ms dan routing OLSR sebesar 358,48 ms. Rata-rata nilai PDR untuk routing DSDV sebesar 32,18 % dan routing OLSR sebesar 31,92 %. Ratarata nilai Jitter untuk routing DSDV sebesar 52,64 ms dan routing OLSR sebesar 52,09 ms. Berdasarkan perubahan background traffic, rata-rata nilai throuhgput untuk routing DSDV sebesar 132,6 kbps dan routing OLSR sebesar 131,61 kbps. Rata-rata nilai Delay untuk routing DSDV sebesar 279,98 ms dan routing OLSR sebesar 271,77 ms. Rata-rata nilai PDR untuk routing DSDV sebesar 12,51% dan routing OLSR sebesar 12,4%. Rata-rata nilai Jitter untuk routing DSDV sebesar 23,62 ms dan routing OLSR sebesar 22,2 ms.Kata kunci : MANET, LTE, Parameter, Protokol Routing, QoS
Packet Scheduling Max Throughput Dan Proportional Fair Pada Jaringan Lte Arah Downlink Dengan Skenario Multicell Faris Salman Hakim; Rendy Munadi; Tjahjo Adiparabowo
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji kinerja jaringan LTE dengan cara menganalisis parameter QoS seperti delay,packet loss ratio,throughput,fairness,dan spectral efficiency. Untuk mengetahui hasil dari analisis tersebut penulis menggunakan algoritma packet scheduler max throughput dan proportional fair dengan scenario multicell yang disimulasikan menggunakan software LTE-Sim release 5. Hasil dari penelitian ini adalah packet scheduler Max-Throughput lebih baik dari packet scheduler Proportional Fair dari perbandingan throughput dan spectral efficiency, sementara packet scheduler Proportional Fair lebih baik dari packet scheduler Max-Throughput dari perbandingan packet loss ratio, delay, dan fairnessKata Kunci: Packet Scheduler,LTE,QOS,Max Throughput,Proportional Fair
Simulasi Dan Analisis Performansi End-to-end Qos Menggunakan G.711 Dan G.729 Sebagai Codec Pada Layanan Voice Over Lte (volte) Fanny Tarida Tampubolon; Rendy Munadi; Leanna Vidya Yovita
eProceedings of Engineering Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jaringan LTE dapat memberikan mobile broadband dengan kapasitas yang lebih besar dan latensi yang rendah. Namun, jaringan LTE hanya menyediakan layanan khusus untuk data transfer dan dirancang hanya sebagai jaringan packet-switched all-IP sistem. Karena tidak ada domain circuit-switched di LTE, maka dibentuklah solusi untuk layanan suara berbasis IP, yang dikenal sebagai VoLTE. Dengan VoLTE, pelanggan dapat menikmati High Definition Voice (HD Voice). VoLTE menggunakan sistem yang berbeda dibandingkan dengan layanan suara pada teknologi pendahulunya seperti 2G, dan 3G sehingga kualitas performansi VoLTE dituntut agar lebih baik dari teknologi pendahulunya. Dalam penelitian ini disimulasikan layanan VoLTE pada arsitektur LTE (Long Term Evolution) dengan menggunakan G.711 dan G.729 sebagai codec- nya. Beberapa parameter end-to-end QoS seperti delay, jitter, packet loss dan throughput serta MOS yang digunakan untuk melihat performansi dari simulasi layanan VoLTE. Simulasi ditinjau dari sisi capacity (kapasitas) jumlah user yang dibagi dalam tiga kategori yaitu; 5 pasang UE, 30 pasang UE, dan 100 pasang UE. Dari hasil pengujian yang dilakukan pada jaringan VoLTE yaitu untuk codec G.729 didapatkan delay tertinggi 91.5152 ms, jitter terendah yaitu 0.000084 ms, packet loss 0%, dan throughput tertinggi 12.82 Kbps. Kemudian untuk codec G.711 didapatkan delay tertinggi 79.3810 ms, jitter terendah 0.000037 ms, packet loss 0% dan throughput tertinggi 69.59 Kbps. Hasil yang diperoleh masih memenuhi standar ITU-T. Kata kunci : end-to-end QoS, VoLTE, G.711, G.729.
Implementasi Dan Analisis Computer Clustering System Dengan Menggunakan Virtualisasi Docker Tanjung Perdana Kusuma; Rendy Munadi; Danu Dwi Sanjoyo
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem komputasi terdistribusi menjadi suatu kebutuhan dalam implementasi aplikasi web saat ini. Efisiensi penggunaan sumber daya perangkat keras dan tingginya pengguna aplikasi web menjadi pendorong implementasi sistem ini di arsitektur-arsitektur aplikasi web sekarang, namun kompleksnya penggunaan, dan perancangan sistem ini menjadi penghalang implementasinya. Teknologi virtualisasi container menjadi solusi untuk menjalankan sistem terdistribusi yang mudah dijalankan, dikonfigurasi dan mempunyai skalabilitas tinggi. Ditambah banyaknya alat-alat menjalankan container pada sistem terdistribusi, menjawab masalah kompleksitas implementasi sistem terdistribusi pada aplikasi web. Pada tulisan ini diimplementasikan sistem terdistribusi yang dapat dengan cepat menjadwalkan aplikasi baru dalam suatu cluster, semua oprasi dilakukan dengan zero downtime, serta fault tolerance.Kata Kunci : distributed computing, container virtualization, clustering, docker, docker swarm.
Analisis Performansi Ftp Server, Mail Server, Dan Web Server Pada Container Docker, Lxc, Dan Lxd Adinda Riztia Putri; Rendy Munadi; Ridha Muldina Negara
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Teknologi containerization sebagi salah satu alternatif dalam virtualisasi terus berkembang. Fleksibilitas dan efektivitas yang ditawarkan oleh containerization bahkan kini telah terintegrasi dengan Cloud Computing, salah satunya adalah implementasi project Magnum dalam Open Stack sebagai salah satu solusi bagi large and scalable cloud. Container hadir dalam banyak nama, diantaranya yang paling banyak diadaptasi oleh enterprise dan paling banyak disebut adalah Doker, LXC, dan LXD. Penelitian ini akan membahas tentang performansi Docker, LXC, dan LXD ketika menjalankan layanan server yang paling popular di cloud, yaitu FTP Server, Mail Server, dan Web Server. Pengujian dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui overall performance dari server yang dijalankan di dalam masing-masing container dibandingkan dengan server native. Selain itu, pengujian ini juga melihat performansi masing-masing layanan server yang diujikan berupa HTTP request yang dapat dilayani oleh Web Server dalam waktu tertentu, waktu yang dibutuhkan untuk menyelesailkan FTP Request pada FTP request dan performansi berupa banyaknya pesan yang dapat dikirim sebuah mail server melalui SMTP Protocol. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat perbedaan performansi antara sistem native dengan sistem container Docker, LXC, dan LXD. Performansi sistem LXD menunjukkan hasil paling unggul dengan persentase 90,5% dibandingkan dengan native berdasarkan metric overall performance. Untuk pengujian FTP Server, LXD menunjukkan performansi yang unggul dari segi response time, sedangkan dari segi latency dan transfer rate menunjukkan LXC memiliki performansi yang terbaik di antara ketiganya. Pada pengujian Mail server, ketiga container memiliki selisih performansi yang cukup kecil bahkan jika dibandingkan dengan native, hanya terpaut di bawah 2%. Sedangkan pada pengujian web server, LXD menunjukkan performa yang baik jika digunakan untuk menjalankan webserver dengan concurrent level rendah. Untuk tingkat concurrent level yang lebih tinggi, LXC menunjukkan nilai yang paling stabil dan cepat diantara ketiganya. Kata kunci : Docker, LXC, LXD, cloud computing Abstract Containerization technology as an alternative in virtualization is developing. Flexibility and effectivity offered by containerization technology now is integrated with cloud computing, the implementation of Magnum project in OpenStack as one of the solution for large and scalable cloud. Container has many names, among them are Docker, LXC, and LXD, the most adapted container for enterprise. This research will reveal the performance of aforementioned container when running popular services on cloud, FTP Server, Mail Server, and Web Server. The testing is done with a purpose to know the overall performance of a server running on the top of each container compared to native server. Furthermore, the goal of this research is also to know the performance of each tested server’s service, such as HTTP request that can be served by a web server in a time, time needed to complete FTP request on FTP server and performance of how many messages that a Mail Server able to process by SMTP Protocol. Result of this research shows that there is a difference between native and Docker, LXC, and LXD performance system. Performance system of LXD show the most promising one with 90,5% compared to native based on overall performance metrix. While in FTP Server testing, LXD show the best result in term of response time, while in latency and transfer rate dominated by LXC. In email server testing, all of the container has a very little performance difference compared to native, below 2%. While in web server testing, LXD show a better result if running on a low concurrent level that is 2000 user at a time. For a higher concurrent level, LXC show a better and stable result compared to other containers. Keywords: Docker, LXC, LXD, cloud computing
Co-Authors Abdulqadir Muhtadi Achmad Rizal Danisya Adinda Ayu Herdianto Adinda Riztia Putri Aditya Bram Wiratma Aditya Ramadwiputra Adnan Purwanto Ahmad , Ali Hanafi Ahmad Abdillah Siddiq Ahmad Saifuddin Mufid Ahmad Thoriq Azzam Ahmad Tri Hanuranto Ahmad, Ali Hanafi Ahsanuddin, Rafiq Irham Airlangga Baihaqi Wicaksono ajibekti, ari Akhmad Hambali Akhmad Syauqi Alam Nasyrah Muharram Nasution Aldo Algafaru Alfin Hikmaturokhman Algafaru, Aldo Ali Muayyadi, Ali Alif Faikah Alifiyah Pratiwi P.Wedda Almyra Rosedyana AM, Debby Tri Wulandari Ammatia Risty Ammatia Risty, Ammatia Andi Ainun Najib Andrea Eges Seca Barus Andri Agustav Wirabudi Andri Suwignyo Anego, Raga Esa Angga Rusdinar Anhar, Dafin Rizki Anisia, Rianda Aqila Safira Hasnul AR. Margans Tanjung Ardhi Anzala Muhammad Arfianto Arfianto Arfianto Fahmi Ari Ajibekti Masriwilaga Ari Satrio Arief Goeritno Arief Rakhman Arief Rakhman Saputra Arif Indra Irawan Arisman Putra Munggaran Arta, Virda Amalia Asep Mulyana Asep Mulyana Audy Septarindra Ayu Irmawati Aziz, Hamdi Azzam, Ahmad Thoriq Bachtiar Hendro Assiddiq Bahtiar Widayanto Basuki Rahmat Basuki Rahmat Masdi Siduppa Bayu Erfianto Beny Triantono Bima Sanjaya Boby Priaksa Briantono, Mahardika Hanif Cendika Deby Hartanta Chrisna Fiddin Dadan Nur Ramadan Dadan Rohdiana Dadang Gunawan Dadiek Pranindito Damayanti, Widya Danu Dwi Sanjoyo Derryanda Sulistio Devi Fitriani Devyta Asterina Dewa Gede Cahya Prastika Dewanto, Ramadhika Dini Adlina Salman DJOMI, MANZILA IZNIARDI Doan Perdana Dong Ho Lee Dong-Sung Kim Dwi Sanjoyo, Danu Edoeardo Setiawan Eka Santi Wahyuningtyas Emeraldo Faris Aufar Endang h Chumaidiya Enrico Megantara Evan Adhi Kurniawan F. Ahmadi Djajasugita Fadhil Riardy Rivai Fadhilah, Muhammad Zidan Fahlevi, Fauzan Fahmi Bagaskara Perdana Fahriza, Mochammad Iqbal Fanny Tarida Tampubolon Fardan Fardan FARDAN FARDAN, FARDAN Faris Salman Hakim Fathih, Muhardian Favian Dewanta Fendy Purwanto Feralia Fitri Feri Teja Kusuma Fidar Adjie Fidar Adjie Laksono Fidelis Surya Putranta Fidelis Surya Putranta Fitra Purwandika Galih Erki Basuki Gendhis Azzukhruf Dynastuti Gilang Perdana Putra Gita Indah Hapsari Gumilar Hadi Prabowo Gustommy Bisono Habib Al Ghani Hadhara, Fikri Hafidudin . Harry Rachmatsyah Helni Mutiarsih Jumhur Herda Theo Perdana Hirwandi Agusnam I Made Wahyuda Permana Ida Wahidah Ilham Reza Wijaya Imam Hedi Santoso Iman Hedi Santoso Iman Santoso Indra Maulana, Bintang Indra Perdana Putra Sutejo Indra Perdana Putra Sutejo Indrarini Dyah Indrarini Dyah Irawati Intan Laily Muflikhah Irawan, Muhammad Naufal Nur Irma Noviandari Irma Nurlita Dewi Irmansyah, Tedy Irwanda Kurniawan Istikmal Jafar Alim Habibi Jorjiana Aminatus Kadi, Aufaryafi Baskara Khurniawan, Amri Leanna Vidya Novita Leanna Vidya Yovita Leanna Yovita Listya Wulandari Mardiah M.Yanis, Naili Ikrimah Mahardika Hanif Briantono Mas’ud Bayu Sadewo Maulana, Bintang Indra Maya Rosalia Menachem Bayazid Aufar Mohamad Samudra Mohammad Andre Mutalibov Mohammad Kurnia Putra Mohammad Rizky Pratama Muhammad Azriel Muhammad Fuadi Sururuzzaman Muhammad Furqan Ramadani Muhammad Geo Unggul Putra Kusuma Utomo Muhammad Hafizh Triaoktora Muhammad Hamzah Mushaddiq Nabila Nabila Nachwan Mufti Adriansyah Nachwan Mufti Ardiansyah Natasya Nurul Putri Nigo Wisnu Wijaya Ningrum, Ratna Widya Ningrum, Sussi Novia Indrawati Nugraha, Umar Nur Andini Nur Irawan, Muhammad Naufal Nurwulan Fitriyanti Nyoman Bogi Aditya Karna Periyadi, Periyadi Piove Wiraguna Prasojoe, Rahmat Ramadan putri angelia R Rumani Rumani R Rumani Rumani, R Rumani Raden Arjani Rosalina Radian Priambodo Radiv Herdian Rafif Taruna Ramadhan Ramadhika Dewanto Ramadhika Dewanto Ratih Loviesta Nurbed Ratna Mayasari Rein Rachman Putra Repka Mochamad Zaqy Mulyadi Resi Pramudyo Pariwibowo Retno Hendriyanti Reza Arlan Reza Fahlevi Zulkarnaen Reza Lutfi Ananda Rianda Anisia Rianda Anisia Riano Febrianto Riany Erdiyanti Ridha Muldina Negara Rifqi, Muhammad Naufal Risang Suryadi Saputra Risyaf Fawwaz Pradipta Rivaldi Fawzian Rizal Erwin Irwansyah Rizka Darmawan Dwi Putra Rizqon Robie, Rizqon Robby C. Manurung Rudi Sianipar Ruly Naufaldi Kurniawan S, Andhika Sabrina Chairunnisa Safida Reynita Sari Sahrul Mulia Sandra Erpanji Sar Sardy Satria Bagus Pratama Septian Nurul Chalik Setyorini Setyorini Setyorini Sevierda Raniprima Shihab, Kusvihawan Muhammad Sofia Naning Hertiana Sugondo Hadiyoso Suryamiharja, Andhika Sussi Sussi Sussi , Sussi Syarifuddin, Sri Dewi Sartika Tanjung Perdana Kusuma Tengku Ahmad Riza Tjahjo Adiparabowo Tjahjo Adiprabowo R Tuntun Aditara Maharta Uke Kurniawan Usman Unang Sunarya Usep Taufiq Hidayat Vikry Fadillah Virginia Rosaline Wibowo, Truly Baaqii Widyanto, Toto Wisesa, Pradipa Catya Wisma Dwi Kurnia Yanis, Naili Ikrimah M. Yasir, Dara Kusumawati Ramadani Yohanes Dickson Yuggo Afrianto Yusuf Budiman Zhafari Luthfan Oswar