Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

PEMBINAAN USAHATANI SISTEM PERTANIAN TERPADU (TANAMAN-TERNAK) BERBASIS PADI MELALUI SEKOLAH LAPANG IKLIM (SLI) Kaimuddin, .; Rafiuddin, .; Musa, Yunus
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 4 No. 1 (2018): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 4 NO. 1 OKTOBER 2018
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v4i1.5282

Abstract

Identifikasi wilayah menunjukkan bahwa Kelompok Tani Salokaraja Kelurahan Salokaraja Kecamatan Lalabata Kabupaten Soppeng memerlukan kegiatan untuk meningkatkan sumberdaya petani dalam mengantisipasi kejadian iklim ekstrim (banjir dan kekeringan) dengan mengadopsi model sistem pertanian terpadu melalui Sekolah Lapang Iklim (SLI) dengan pertimbangan sebagai berikut: (i) kelompok tani Salokaraja rentan terhadap perubahan iklim, (ii) jumlah petani yang terlibat cukup banyak, dan pemahaman teknologi pertanian masih relatif terbatas, (iii) kondisi sosial ekonomi petani, persepsi dan keinginan serta permasalahan-permasalahan yang timbul yang berhubungan dengan usahatani perlu diperdalam khususnya masalah pemanfaatan informasi iklim melalui SLI. Target luaran kegiatan ini adalah: (i) petani peserta Sekolah Lapang Iklim (SLI) dapat menyerap dengan baik materi aplikasi model sistem pertanian terpadu untuk antisipasi anomali iklim; (ii) peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani dalam mengelola lahan usaha taninya; (iii) mampu beradaptasi terhadap kejadian anomali iklim; dan (iv) dampak anomali iklim dapat diatasi dan diteksi secara dini. Metode pelaksanaan kegiatan dalam bentuk penyuluhan / penyadaran.  Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan bahwa, Sekolah Lapang Iklim (SLI) memberikan gambaran permasalahan kepada peserta tentang pentingnya data meteorologi digunakan dalam bidang pertanian untuk pengembangan model sistem pertanian terpadu (padi – ternak) serta dapat menjadi solusi sebagai antisipasi dampak perubahan iklim. Perubahan Iklim dapat meningkatkan serangan OPT dan Sistem pertanian terpadu dapat mengurangi serangan OPT. Kata kunci: Sekolah lapang Iklim (SLI), Sistem pertanian terpadu, Kelompok Tani, Penyuluhan
PEMBERDAYAAN KELOMPOK TANI SIPATUO SIPATOKKONG DAN MEKAR DALAM PENINGKATAN KETERSEDIAAN BENIH DAN PRODUKTIVITAS PADI DI KECAMATAN SIBULUE KABUPATEN BONE Musa, Yunus; Farid, Muh.; Nasaruddin, .
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 4 (2018): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 4 NO. (EDISI KHUSUS) NOVEMBER 2018
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v4iK.5425

Abstract

Perbenihan padi merupakan salah satu usaha agribisnis yang dapat dikelola oleh kelompok tani untuk memenuhi kebutuhan benih padi secara mandiri. Permasalahan yang dihadapi oleh mitra kelompok tani adalah terbatasnya benih unggul dan pupuk pada saat tanam, maka petani lebih dominan menggunakan benih yang diproduksi sendiri dengan pemupukan yang terlambat dan dosis rendah. Hal tersebut menyebabkan produktivitas yang diperoleh hanya 50% dari potensi yang seharusnya diperoleh (7-8 ton/ha). Kegiatan ini membina kelompok tani menjadi penangkar benih sehingga mampu memproduksi benih unggul secara mandiri, sekaligus mendorong menjadi calon wirausaha baru, melatih petani mengolah limbah organik yang tersedia secar lokal (jerami, limbah ternak, limbah buah-buahan) menjadi pupuk kompos, pupuk cair/ biopestisida, memperbaiki sistem tanam dari hambur menjadi jajar legowo melalui demplot perbenihan untuk mengefisienkan penggunaan benih dan menghindari serangan hama tikus, serta melakukan pendampingan selama kegiatan berlangsung. Kegiatan berlangsung selama 5 bulan sejak Juli sampai November 2018 di Desa Mabbiring, Kecamatan SibuluE, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk sosialisasi, pelatihan dan produksi pupuk kompos, produksi pupuk cair dan biopestisida dari limbah tanaman dan ternak, pelatihan perbenihan padi (teknik pengujian daya kecambah), serta demplot perbenihan Jagung hibrida melalui produksi benih dari penanaman, pemeliharaan, panen, dan pasca panen. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa Kelompok tani yang dibina sudah mampu memproduksi Mikroorganisme lokal (MOL) yang dapat digunakan sebagai decomposer dalam memproduksi pupuk kompos. Kelompok tani yang dibina sudah mampu memproduksi Mikroorganisme lokal sebagai pupuk cair dan biopestida.  Minat kelompok tani dalam berusaha tani padi semakin meningkat dengan kemampuan memproduksi benih padi sebagai usaha komersial. Kemampuan UMKM memproduksi kompos, pupuk cair, biopestida dan benih padi, keuntungan petani melalui perbenihan padi meningkat dua kali lipat (Rp.27.000.000ha) dibandingkan dengan produksi jagung pakan (Rp.16.000.000/ha), serta tambahan pendapatan melalui penjualan kompos Rp.750/kg dan pupuk cair/biopestisida Rp.8000/liter. Kata Kunci: Perbenihan padi, kompos, pupuk cair dan biopestisida.
PENYULUHAN TEKNIS PEMANGKASAN BENTUK DAN PEMANGKASAN PEMELIHARAAN TANAMAN KAKAO KLONAL DI KABUPATEN KOLAKA UTARA PROVINSI SULAWESI TENGGARA Nasaruddin, .; Musa, Yunus; Yassi, Amir; Rosmana, Ade; BDR, Muh. Farid; Mustafa, Ismail
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 6 No. 1 (2020): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 6 NO. 1 OKTOBER 2020
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v6i1.11501

Abstract

North Kolaka is one of the largest cocoa producing districts in Southeast Sulawesi, however in the last 10 years, there has been a decline in the area and production of cocoa plants in North Kolaka. Cocoa is the main source of income for the people of North Kolaka, a source of regional income (PAD), and a provider of employment for the community. Currently, the government is temporarily revitalizing the people's cacao plants in an effort to restore the prestige of North Kolaka as a leading production center in Indonesia. Pruning is one aspect of cultivation that is important for good cocoa production. Pruning cocoa consists of pruning shapes, pruning maintenance and pruning production. So far, the community has not done shape pruning, especially for clonal cocoa from plant propagation using shoot grafting techniques. This is reflected in the condition of the plant growth system, especially in clonal plants. Community service activities are carried out by way of outreach and counseling about pruning and maintenance of cocoa farmer groups. The activity received a positive response from partner farmers who were very enthusiastic about participating in extension activities and hoped that the same activities would continue to be carried out not only in pruning, but all aspects of the election, especially in supporting the revitalization activities that were being carried out by the Government and the Community of North Kolaka.   Keywords: Cocoa, shape pruning, maintenance pruning, clonal tree.   ABSTRAK Kolaka Utara merupakan salah satu kabupaten penghasil kakao terbesar di Sulawesi Tenggara, akan tetapi dalam 10 tahun terakhir, terjadi penurunan areal dan produksi tanaman kakao di Kolaka Utara. Kakao merupakan sumber pendapatan utama masyarakat Kolaka Utara, sumber pendapatan asli daerah (PAD), dan penyedia lapangan kerja bagi masyarakat. Saat ini pemerintah sementara melakukan revitalisasi tanaman kakao rakyat dalam upaya pemerintah daerah mengembalikan pamor Kolaka Utara sebagai sentra produksi terkemuka di Indonesia. Salah satu aspek budidaya yang penting untuk mendapatkan produksi kakao yang baik adalah pemangkasan. Pemangkasan kakao terdiri dari pemangkasan bentuk, pemangkasan pemeliharaan dan pemangkasan produksi. Selama ini masyarakat belum melakukan pemangkasan bentuk khususnya pada tanaman kakao klonal dari perbanyakan tanaman dengan teknik sambung pucuk. Hal ini tercermin dari kondisi sistem pertajukan tanaman khusunya pada tanaman klonal. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan dengan jalan sosialisasi dan penyuluhan tentang pemangkasan bentuk dan pemeliharaan pada kelompok tani kakao. Kegiatan mendapat respon positif dari petani mitra yang sangat antusias mengikuti kegiatan penyuluhan dan mengharapkan kegiatan yang sama terus dilakukan tidak terbatas hanya pada pemangkasan, tetapi seluruh aspek pemiliharaan terutama dalam mendukung kegiatan revitalisasi yang sementara dilakukan oleh Pemerintah dan Masyarakat Kolaka Utara.   Kata kunci: Kakao, pemangkasan bentuk, pemangkasan pemeliharaan, kakao klonal.
DISEMINASI PRODUK JAGUNG SINTETIK UNHAS (SINHAS 1) DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN BENIH DAN PRODUKSI JAGUNG DI KABUPATEN TAKALAR Farid, Muh.; Musa, Yunus; Jamil, Hatta; Ridwan, Ifayanti; Pati, Sakka; Nursini, .; Wahid, Abdul; Anshori, Muhammad Fuad
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 6 No. 1 (2020): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 6 NO. 1 OKTOBER 2020
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v6i1.11817

Abstract

Drought and the availability of nitrogen fertilizers are the main constraints in the growth and production of maize, so it is necessary to build synthetic corn varieties that are tolerant of drought stress and low N fertilization. These synthetic maize varieties can support a wider planting of maize and involve farmers who lack capital, thus supporting increased production and national self-sufficiency in corn in a sustainable manner. The aim of the service was to introduce the Unhas Synthetic maize variety (SINHAS1) with dissemination and field meetings through the Experimental Demonstration Plots, as well as interviews about the level of farmers' preference for the SINHAS 1 variety. 2020. The activity was carried out through the socialization and dissemination process of SINHAS 1 corn through a pilot demonstration plot. The demonstration plot was carried out by combining the use of the superior varieties of SINHAS 1 corn with corn cultivation technology which is packaged as a corn cultivation technology package. The demonstration plot was conducted at four locations in Tarowang Village, Galesong Selatan District, Takalar Regency. The results of the activity showed that the level of farmers' preference for the Unhas synthetic maize variety (SINHAS 1) was very high (85%) with an average productivity of 7.8 tonnes / ha, so that it is very likely to be developed in Tarowang Village, Galesong Selatan District, Takalar Regency. Development efforts need socialization and dissemination on a broader scale to accelerate development efforts. Development efforts will be carried out together with the Tarowang Village-Owned Enterprises (BUMDes) in collaboration with the Faculty of Agriculture, Hasanuddin University to produce the SINHAS 1 corn variety through seed breeding. Keywords: Dissemination, corn, SINHAS 1, seed, takalar ABSTRAK Masalah kekeringan dan ketersediaan pupuk Nitrogen merupakan pembatas utama dalam pertumbuhan dan produksi jagung, sehingga diperlukan usaha perakitan varietas jagung sintetik yang toleran cekaman kekeringan dan pemupukan N rendah. Varietas jagung sintetik tersebut dapat menudukung penanaman jagung yang lebih luas dan melibatkan petani yang kurang modal sehingga mendukung peningkatan produksi dan swasembada jagung nasional secara berkelanjutan. Tujuan pengabdian adalah memperkenalkan varietas jagung Sintetik Unhas (SINHAS1) dengan diseminasi dan temu lapang melalui Demplot Percobaan, sekaligus wawancara tentang tingkat kesukaan petani terhadap varietas SINHAS 1. Kegiatan pengabdian dilaksanakan di Desa Tarowang, Kecamatan Galesong Selatan, Kabupaten Takalar yang berlangsung sejak Juli sampai Oktober 2020. Kegiatan dilakukan melalui proses sosialisasi dan diseminasi Jagung SINHAS 1 melalui Demplot Percobaan. Demplot dilakukan melalui perpaduan penggunaan varietas unggul jagung SINHAS 1 dengan teknologi budidaya jagung yang dikemas sebagai paket teknologi budidaya jagung. Demplot dilakukan pada empat lokasi yang ada di Desa Tarowang, Kecamatan Galesong Selatan, Kabupaten Takalar. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa tingkat kesukaan petani terhadap varietas jagung sintetik Unhas (SINHAS 1) sangat tinggi (85%) dengan produktivitas rata-rata mencapai 7.8 ton/ha, sehingga sangat berpeluang dikembangkan di Desa Tarowang, Kecamatan Galesong Selatan, Kabupaten Takalar. Usaha pengembangan diperlukan sosialisasi dan diseminasi pada skala yang lebih luas untuk mempercepat usaha pengembangannya. Usaha pengembangan akan dilakukan bersama dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Tarowang bekerjasama dengan Fakultas Pertanian Unhas untuk memproduksi varietas jagung SINHAS 1 melalui penangkaran benih. Kata Kunci: Diseminasi, jagung, SINHAS 1, benih, takalar.
UJI ADAPTASI DAN ANALISIS MOLEKULER BEBERAPA MUTAN JAGUNG TERHADAP KEKERINGAN Nurnawati, Andi Ayu; BDR, Muh. Farid; Musa, Yunus
PLANTKLOPEDIA: Jurnal Sains dan Teknologi Pertanian Vol 1 No 1 (2021): Maret
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Muhammadiyah Siddenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/plantklopedia.v1i1.268

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui genotipe mutan jagung yang berkerabat paling jauh dengan induknya serta mendapatkan genotipe jagung yang adaptif dan toleran terhadap kekeringan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli - November 2014 di Laboratorium Biologi Molekuler Balitsereal Maros dan lahan di Desa Bontosunggu Kecamatan Galesong Utara Kabupaten Takalar. Penelitian ini menggunakan metode isolasi DNA marka SSRs (Simple Sequence Repeats) terhadap 14 genotipe jagung dan uji adaptasi di lahan kering menggunakan Rancangan Petak Terpisah dalam 3 ulangan dengan petak utama perlakuan pengairan yang terdiri atas tanpa pengairan dengan pengairan normal. Anak petak yaitu perlakuan genotipe dengan tingkat ketersediaan air (KA) yang berbeda-beda pada penelitian sebelumnya diantaranya Bisma 100 Gy KA 60%, Bisma 100 Gy KA 80%, Bisma 100 Gy KA 100%, Bisma 200 Gy KA 60%, Bisma 200 Gy KA 80%), Bisma 200 Gy KA 100%, Lamuru 100 Gy KA 60%, Lamuru 100 Gy KA 80%, Lamuru 100 Gy KA 100%, Lamuru 200 Gy KA 60%, Lamuru 200 Gy KA 80%, Lamuru 200 Gy KA 100%, Bisma tanpa iradiasi, dan Lamuru tanpa iradiasi. Hasil penelitian di laboratorium menunjukkan bahwa 34 – 91 % polimorfisme dalam suatu populasi dimana genotipe Bisma 100 Gy dan Bisma 200 Gy yang sebelumnya ditanam pada kondisi KA masing-masing 100%, genotipe Lamuru 100 Gy dan Lamuru 200 Gy yang sebelumnya ditanam pada KA masing-masing 60%, serta genotipe Lamuru 200 Gy yang sebelumnya ditanam pada KA 80% mempunyai kekerabatan paling jauh dengan induknya. Uji adaptasi di lapangan memperlihatkan hasil bahwa genotipe berasal dari Bisma 200 Gy yang dianggap toleran terhadap kekeringan dengan nilai tertinggi pada berbagai komponen parameter pengamatan di lapangan. Parameter pengamatan tinggi tanaman, jumlah daun, bobot tongkol kupasan basah, jumlah biji per baris, dan diameter tongkol merupakan karakter yang dapat dipakai sebagai tolok ukur ketahanan terhadap cekaman kekeringan
Alley Cropping System to Increase Corn Crop Production and Agricultural Productivity in Dry Land Amirudin, Amirudin; Muhibuddin, Andi; Musa, Yunus; Kadekoh, Indrianto; Mas’ud, Hidayati
Journal of Tropical Crop Science Vol. 12 No. 02 (2025): Journal of Tropical Crop Science
Publisher : Department of Agronomy and Horticulture, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jtcs.12.02.358-364

Abstract

Alley cropping is an agroforestry system that plants annual crops or food crops between alleys formed by hedges of trees or shrubs. This study aims to determine the effects of the alley cropping system, the provision of Gamal (Gliricidia sepium) biomass, and the doses of N, P, and K fertilizers on corn production. The study was conducted in 2022 at the educational plantation area, Integrated Farming System, Faculty of Agriculture, Bosowa University, Bontoramba Village, Pallangga Subdistrict, Gowa Regency, South Sulawesi, Indonesia. The experimental design used was a split plot with and without hedgerow plant treatment as the main plot and doses of N, P, and K as subplots. The subplots consist of the control or without fertilizers,  P fertilizer only at 100 kg.ha-1 SP-36, K fertilizer only at 100 kg.ha-1 KCl, N  and K (250 kg.ha-1 Urea, 100 kg.ha-1 KCl), N and P (250 kg.ha-1 Urea, 100 kg.ha-1 SP-36), and N, P and K (250 kg.ha-1 Urea, 100 kg.ha-1 SP-36, 100 kg.ha-1 KCl). The research showed that the alley-cropping system increased corn production from 4,690 to 6,089 tons.ha-1, with an average increase of 50% compared to corn production without the alley-cropping system. The N, P, and K fertilization produced the best average corn yields. The alley-cropping system achieved the highest land productivity compared to those without the alley-cropping system.
Indeks Toleran Beberapa Genotipe Jagung Hibrida (Zea mays L.) Terhadap Cekaman Nitrogen Amas, Azmi Nur Karimah; Hardiansyah, Muhammad Yusril; Musa, Yunus; Amin, Andi Rusdayani
Biosel Biology Science and Education Vol. 10 No. 2 (2021): BIOSEL (Biology Science and Education: Jurnal Penelitian Sains dan Pendidikan)
Publisher : INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI AMBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.792 KB) | DOI: 10.33477/bs.v10i2.1498

Abstract

Pengembangan tanaman jagung toleran N rendah memerlukan seleksi genotipe pada kondisi pemupukan N rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi genotipe jagung hibrida (Zea mays L.) pada kondisi cekaman nitrogen rendah. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Balai Penelitian Tanaman Serealia, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan, berlangsung dari Agustus hingga November 2019. Penelitian ini disusun dalam Rancangan Petak Terpisah dengan petak utama adalah dosis nitrogen (0 kg N/ha, 100 kg N/ha, 200 kg N/ha) sedangkan anak petak adalah genotipe jagung hibrida yang terdiri dari 5 genotipe dan 3 varietas pembanding (Nasa 29, Bisi 18, dan Jakarin 1). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 3 genotipe yang toleran terhadap cekaman nitrogen rendah khususnya pada perlakuan dosis nitrogen 100 kg N/ha yaitu genotipe AVLN 122-2 × AVLN 124-9 (g1), AVLN 122-2 × AVLN 100-1 (g2), dan AVLN 118-7 × AVLN 124-9 (g3).
The Effect of Providing Sugarcane Bagasse Biochar and Moringa Leaf Local Microorganism (LMO) on the Growth of Sugarcane Seedlings (Saccharum officinarum Linn) Kasim, Nurlina; Musa, Yunus; Putri, Nurul Atifah
International Journal of Agriculture System VOLUME 13 ISSUE 1, JUNE 2025
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/ijas.v13i1.5504

Abstract

This research aims to study the effect of sugarcane bagasse biochar and Moringa leaf LMO's local microorganisms on sugarcane seedlings' growth. This research was carried out at the experimental garden of the Faculty of Agriculture, Hasanuddin University, Makassar, South Sulawesi, in June - October 2023. This research is arranged in the form of an experiment using a Split Plot Design (SPD), with the main plot being the LMO of Moringa leaves, which consists of 3 levels, namely 0 mL/L water, 200mL/L water, and 400 mL/L water. The subplot is sugarcane bagasse Biochar dosages, which consist of 4 levels, namely 0 g, 50 g, 100 g, and 150 g per plant. Each treatment combination consisted of 3 plant units and was repeated three times, so that there were 108 experimental units. The study results showed no interaction between the LMO concentration of Moringa leaves and the dose of bagasse biochar on all observed parameters. Moringa leaf LMO 200 mL/L water had the best effect on the highest number of tillers. 100 g sugarcane bagasse biochar gave the best impact on the highest chlorophyll levels, the highest chlorophyll b content LMO, and the highest total chlorophyll content, while 150 g bagasse biochar gave the best effect on the highest increase in stem diameter and the highest root fresh weight.
EDUKASI TEKNOLOGI PERMAKULTUR DAN PEMANFAATAN BENIH BERMUTU DI DESA PAMBOBORANG KECAMATAN BANGGAE KABUPATEN MAJENE Haring, Feranita; Riadi, Muh.; Ridwan, Ifayanti; Nurfaida, Nurfaida; Musa, Yunus; Rafiuddin, Rafiuddin; Kasim, Nurlina; Syaiful, Syatrianty A.; Sahur, Asmiaty; Dariati, Tigin; Iswoyo, Hari
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 11 No. 1 (2025): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 11 NO. 1 OKTOBER 2025
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v11i1.45574

Abstract

Sebuah kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan petani terhadap teknologi budidaya permakultur dan penggunaan benih bermutu dalam mendukung peningkatan produksi tanaman. Mitra pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah Kelompok Tani Sandang dan Kelompok Tani Bukit Soe Desa Pamboborang. Metode yang digunakan adalah ceramah dalam bentuk penyuluhan kepada mitra petani. Penyuluhan dilaksanakan pada hari Sabtu, tanggal 11 Januari 2025 di Desa Pamboborang, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene dengan materi terkait teknologi permakultur dan pengenalan karakter dan peran serta manfaat benih bermutu dalam budidaya tanaman pangan dan hortikultura. Penyuluhan yang dilaksanakan mendapatkan respon yang positif dari kelompok tani mitra dan memberikan manfaat berupa peningkatan pengetahuan tentang teknologi budidaya permakultur yang meliputi implementasi budidaya tanaman di pekarangan dengan cara yang ramah lingkungan. Selain itu, terjadi peningkatan pengetahuan mitra tentang pentingnya menggunakan benih bermutu dari varietas unggul untuk mengoptimalkan produksi tanaman di lahan pertanian baik dalam skala rumah tangga di pekarangan untuk para petani wanita maupun dalam skala yang lebih besar di kebun.    Kata kunci: Benih bermutu, penyuluhan, permakultur, ramah lingkungan. ABSTRACT A community service activity was carried out to increase farmers' knowledge of permaculture cultivation technology and the use of high-quality seeds to support increased crop production. The partners in this community service activity were the Sandang Farmer Group and the Bukit Soe Farmer Group. The method used was a lecture in the form of an extension program for the farmer partners. The extension activities were held on Saturday, January 11, 2025, in Pamboborang Village, Banggae Sub-district, Majene District, covering topics related to permaculture technology and an introduction to the characteristics, roles, and benefits of high-quality seeds in the cultivation of food crops and horticultural plants. The extension activities received a positive response from the farmer groups. They provided benefits in the form of increased knowledge about permaculture cultivation technology, including the implementation of crop cultivation in backyard gardens using environmentally friendly methods. Additionally, the partners gained knowledge about the importance of using high-quality seeds from superior varieties to optimize crop production on agricultural land, both on a household scale in backyard gardens for female farmers and on a larger scale in orchards. Keywords: Permaculture, environmentally friendly, high-quality seeds, extension.
Identification of Lines Inducing Male Sterility in Hybrid Maize Farid, Muh; Azrai, Muhammad; Nur, Amin; Efendy, Roy; Salengke, Salengke; Musa, Yunus; Baharuddin, Baharuddin; Kuswinanti, Tutik; Thamrin, Sulaeha; Suwarno, Willy Bayuardi; Anshori, Muhammad Fuad; Fadhli, Nur; Andayani, Nining; Z, Bunyamin; Mirsam, Hishar; Priyanto, Slamet Bambang; Suriani, Suriani; Novianti, Fira
International Journal of Agriculture System VOLUME 11 ISSUE 2, DECEMBER 2023
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/ijas.v11i2.4994

Abstract

Efficiency and effectiveness in controlling crossbreeding are pivotal in yielding superior hybrid varieties with desired traits such as genetic purity and high productivity. Cytoplasmic Male Sterile (CMS) is a crucial component in hybrid variety assembly. This study aims to identify the genotypes that can induce male sterile lines based on genetic diversity and the level of pollen sterility in the prospective male sterile genotypes tested, consisting of seventeen genotypes. The research findings revealed that the genetic diversity among the seventeen observed male-sterile candidate genotypes tends to vary in quantitative traits. Among the quantitative traits, JHD14 exhibited indications of being a male sterility inducer compared to the other genotypes observed, demonstrating a value of 0.00 g in terms of pollen weight. This is further substantiated by the microscopic examination of JHD14 pollen grains, which displayed 100% sterility. 
Co-Authors . KAIMUDDIN . NURFAIDA A. Nixia Tenriawaru A. Nixia Tenriawaru Abd. Rasyid Syamsuri Abdul Mollah Jaya Abdul Wahid Ade Rosmana Adzima, Ahmad Fauzan Ahmad Ahmad Ahmad Fauzan Adzima Ahmad Fauzan Adzima Amas, Azmi Nur Karimah Ambo Ala, Ambo Amier, Nirwansyah AMIN NUR AMIN NUR Aminah Aminah AMIR YASSI Amirudin Amirudin Andayani, Nining Andi Amran Sulaiman Andi Muhibuddin, Andi Andi Rusdayani Amin, Andi Rusdayani Anshori, Muhammad Fuad Arfina Sukmawati Arifin Arna Larasati Azmi Nur Karimah Amas Azrai, M. Badaruddin, Muh Farid Baehaqi Baharuddin Baharuddin Baharuddin Patandjengi Baharuddin, Achmad Kautsar Bahrun, Abd. Haris Bdr, M. Farid Bdr, Muh. Farid Chen Kai Cheng Wen Cheng Wen Dariati, Tigin Dermawan, Rahmansyah Ding Zhaohua Efendi, Roy Efendy, Roy Eymal B Demmallino Fachry Abda El Rahman Fadhli, Nur Fahruddin Fahruddin Farid BDR, Muh. Farid, Muh Farid, Muh. G. Gusmiaty Hardiansyah, Muhammad Yusril Haring, Feranita Hasyim, Rostyati Hishar Mirsam Huanying, Xiao Idarni Tenri Pada Badwi Ifayanti Ridwan* Ifayanti Ridwan, Ifayanti Indrianto Kadeko Iswoyo, Hari Jamil, Hatta Kai, Chen Kaimuddin Kaimuddin Kaimuddin Kaimuddin, Kaimuddin Karlina Syahruddin Karlina Syahruddin Karlina Syahruddin, Karlina Lu Zengbin Mario, M. Bayu Marlina Mustafa, Marlina Masitah Mas’ud, Hidayati Muh Farid BDR Muh. Farid Muh. Farid BDR Muh. Fuad Anshori Muhamad ilham Muhammad Azrai, Muhammad Muhammad Farid Maricar Muhammad Fuad Anshori Muhammad Kadir Muhammad Yusril Hardiansyah Muharram, Nur Qalbi Zaesar Mustafa, Ismail N. Tenriawaru Nasaruddin Nasaruddin Nasaruddin, N. Nimade Viantika Nirwansyah Amier Novaty E. Dungga Novianti, Fira Nur Qalbi Zaesar M Nurlina Kasim Nurnawati, Andi Ayu Nursini, . Pabendon, Marcia Padjung, Rusnadi Padjung, Rusnadi Pati, Sakka Priyanto, Slamet Bambang Puji Susanty Putri, Nurul Atifah Qi Shijun Rafiuddin, . Rafiuddin, Rafiuddin Rahim Darma Rahim, M. Danial Rahmadanih Rahmadanih Rahmawati S. Ria Indriani Riadi, Muh. Sadar, Muhammad Sahur, Asmiaty Saleh, Ifayanti Ridwan Salengke, Salengke Shijun, Qi Sitti Bulkis Suriani Suriani Suxian, Zhao Syahri, Yolanda Fitria SYATRIANTY A. SYAIFUL THAMRIN, SULAEHA Tutik Kuswinanti Vionanda, Chita Wang Zhiwu Willy Bayuardi Suwarno Xiao Huanying Z, Bunyamin Zengbin, Lu Zhao Suxian Zhaohua, Ding Zhiwu, Wang