Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

PEMBERDAYAAN KELOMPOK TANI SIPATUO SIPATOKKONG DAN MEKAR DALAM PENINGKATAN KETERSEDIAAN BENIH DAN PRODUKTIVITAS PADI DI KECAMATAN SIBULUE KABUPATEN BONE Musa, Yunus; Farid, Muh.; Nasaruddin, .
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 4 (2018): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 4 NO. (EDISI KHUSUS) NOVEMBER 2018
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v4iK.5425

Abstract

Perbenihan padi merupakan salah satu usaha agribisnis yang dapat dikelola oleh kelompok tani untuk memenuhi kebutuhan benih padi secara mandiri. Permasalahan yang dihadapi oleh mitra kelompok tani adalah terbatasnya benih unggul dan pupuk pada saat tanam, maka petani lebih dominan menggunakan benih yang diproduksi sendiri dengan pemupukan yang terlambat dan dosis rendah. Hal tersebut menyebabkan produktivitas yang diperoleh hanya 50% dari potensi yang seharusnya diperoleh (7-8 ton/ha). Kegiatan ini membina kelompok tani menjadi penangkar benih sehingga mampu memproduksi benih unggul secara mandiri, sekaligus mendorong menjadi calon wirausaha baru, melatih petani mengolah limbah organik yang tersedia secar lokal (jerami, limbah ternak, limbah buah-buahan) menjadi pupuk kompos, pupuk cair/ biopestisida, memperbaiki sistem tanam dari hambur menjadi jajar legowo melalui demplot perbenihan untuk mengefisienkan penggunaan benih dan menghindari serangan hama tikus, serta melakukan pendampingan selama kegiatan berlangsung. Kegiatan berlangsung selama 5 bulan sejak Juli sampai November 2018 di Desa Mabbiring, Kecamatan SibuluE, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk sosialisasi, pelatihan dan produksi pupuk kompos, produksi pupuk cair dan biopestisida dari limbah tanaman dan ternak, pelatihan perbenihan padi (teknik pengujian daya kecambah), serta demplot perbenihan Jagung hibrida melalui produksi benih dari penanaman, pemeliharaan, panen, dan pasca panen. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa Kelompok tani yang dibina sudah mampu memproduksi Mikroorganisme lokal (MOL) yang dapat digunakan sebagai decomposer dalam memproduksi pupuk kompos. Kelompok tani yang dibina sudah mampu memproduksi Mikroorganisme lokal sebagai pupuk cair dan biopestida.  Minat kelompok tani dalam berusaha tani padi semakin meningkat dengan kemampuan memproduksi benih padi sebagai usaha komersial. Kemampuan UMKM memproduksi kompos, pupuk cair, biopestida dan benih padi, keuntungan petani melalui perbenihan padi meningkat dua kali lipat (Rp.27.000.000ha) dibandingkan dengan produksi jagung pakan (Rp.16.000.000/ha), serta tambahan pendapatan melalui penjualan kompos Rp.750/kg dan pupuk cair/biopestisida Rp.8000/liter. Kata Kunci: Perbenihan padi, kompos, pupuk cair dan biopestisida.
PENYULUHAN TEKNIS PEMANGKASAN BENTUK DAN PEMANGKASAN PEMELIHARAAN TANAMAN KAKAO KLONAL DI KABUPATEN KOLAKA UTARA PROVINSI SULAWESI TENGGARA Nasaruddin, .; Musa, Yunus; Yassi, Amir; Rosmana, Ade; BDR, Muh. Farid; Mustafa, Ismail
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 6 No. 1 (2020): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 6 NO. 1 OKTOBER 2020
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v6i1.11501

Abstract

North Kolaka is one of the largest cocoa producing districts in Southeast Sulawesi, however in the last 10 years, there has been a decline in the area and production of cocoa plants in North Kolaka. Cocoa is the main source of income for the people of North Kolaka, a source of regional income (PAD), and a provider of employment for the community. Currently, the government is temporarily revitalizing the people's cacao plants in an effort to restore the prestige of North Kolaka as a leading production center in Indonesia. Pruning is one aspect of cultivation that is important for good cocoa production. Pruning cocoa consists of pruning shapes, pruning maintenance and pruning production. So far, the community has not done shape pruning, especially for clonal cocoa from plant propagation using shoot grafting techniques. This is reflected in the condition of the plant growth system, especially in clonal plants. Community service activities are carried out by way of outreach and counseling about pruning and maintenance of cocoa farmer groups. The activity received a positive response from partner farmers who were very enthusiastic about participating in extension activities and hoped that the same activities would continue to be carried out not only in pruning, but all aspects of the election, especially in supporting the revitalization activities that were being carried out by the Government and the Community of North Kolaka.   Keywords: Cocoa, shape pruning, maintenance pruning, clonal tree.   ABSTRAK Kolaka Utara merupakan salah satu kabupaten penghasil kakao terbesar di Sulawesi Tenggara, akan tetapi dalam 10 tahun terakhir, terjadi penurunan areal dan produksi tanaman kakao di Kolaka Utara. Kakao merupakan sumber pendapatan utama masyarakat Kolaka Utara, sumber pendapatan asli daerah (PAD), dan penyedia lapangan kerja bagi masyarakat. Saat ini pemerintah sementara melakukan revitalisasi tanaman kakao rakyat dalam upaya pemerintah daerah mengembalikan pamor Kolaka Utara sebagai sentra produksi terkemuka di Indonesia. Salah satu aspek budidaya yang penting untuk mendapatkan produksi kakao yang baik adalah pemangkasan. Pemangkasan kakao terdiri dari pemangkasan bentuk, pemangkasan pemeliharaan dan pemangkasan produksi. Selama ini masyarakat belum melakukan pemangkasan bentuk khususnya pada tanaman kakao klonal dari perbanyakan tanaman dengan teknik sambung pucuk. Hal ini tercermin dari kondisi sistem pertajukan tanaman khusunya pada tanaman klonal. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan dengan jalan sosialisasi dan penyuluhan tentang pemangkasan bentuk dan pemeliharaan pada kelompok tani kakao. Kegiatan mendapat respon positif dari petani mitra yang sangat antusias mengikuti kegiatan penyuluhan dan mengharapkan kegiatan yang sama terus dilakukan tidak terbatas hanya pada pemangkasan, tetapi seluruh aspek pemiliharaan terutama dalam mendukung kegiatan revitalisasi yang sementara dilakukan oleh Pemerintah dan Masyarakat Kolaka Utara.   Kata kunci: Kakao, pemangkasan bentuk, pemangkasan pemeliharaan, kakao klonal.
DISEMINASI PRODUK JAGUNG SINTETIK UNHAS (SINHAS 1) DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN BENIH DAN PRODUKSI JAGUNG DI KABUPATEN TAKALAR Farid, Muh.; Musa, Yunus; Jamil, Hatta; Ridwan, Ifayanti; Pati, Sakka; Nursini, .; Wahid, Abdul; Anshori, Muhammad Fuad
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 6 No. 1 (2020): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 6 NO. 1 OKTOBER 2020
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v6i1.11817

Abstract

Drought and the availability of nitrogen fertilizers are the main constraints in the growth and production of maize, so it is necessary to build synthetic corn varieties that are tolerant of drought stress and low N fertilization. These synthetic maize varieties can support a wider planting of maize and involve farmers who lack capital, thus supporting increased production and national self-sufficiency in corn in a sustainable manner. The aim of the service was to introduce the Unhas Synthetic maize variety (SINHAS1) with dissemination and field meetings through the Experimental Demonstration Plots, as well as interviews about the level of farmers' preference for the SINHAS 1 variety. 2020. The activity was carried out through the socialization and dissemination process of SINHAS 1 corn through a pilot demonstration plot. The demonstration plot was carried out by combining the use of the superior varieties of SINHAS 1 corn with corn cultivation technology which is packaged as a corn cultivation technology package. The demonstration plot was conducted at four locations in Tarowang Village, Galesong Selatan District, Takalar Regency. The results of the activity showed that the level of farmers' preference for the Unhas synthetic maize variety (SINHAS 1) was very high (85%) with an average productivity of 7.8 tonnes / ha, so that it is very likely to be developed in Tarowang Village, Galesong Selatan District, Takalar Regency. Development efforts need socialization and dissemination on a broader scale to accelerate development efforts. Development efforts will be carried out together with the Tarowang Village-Owned Enterprises (BUMDes) in collaboration with the Faculty of Agriculture, Hasanuddin University to produce the SINHAS 1 corn variety through seed breeding. Keywords: Dissemination, corn, SINHAS 1, seed, takalar ABSTRAK Masalah kekeringan dan ketersediaan pupuk Nitrogen merupakan pembatas utama dalam pertumbuhan dan produksi jagung, sehingga diperlukan usaha perakitan varietas jagung sintetik yang toleran cekaman kekeringan dan pemupukan N rendah. Varietas jagung sintetik tersebut dapat menudukung penanaman jagung yang lebih luas dan melibatkan petani yang kurang modal sehingga mendukung peningkatan produksi dan swasembada jagung nasional secara berkelanjutan. Tujuan pengabdian adalah memperkenalkan varietas jagung Sintetik Unhas (SINHAS1) dengan diseminasi dan temu lapang melalui Demplot Percobaan, sekaligus wawancara tentang tingkat kesukaan petani terhadap varietas SINHAS 1. Kegiatan pengabdian dilaksanakan di Desa Tarowang, Kecamatan Galesong Selatan, Kabupaten Takalar yang berlangsung sejak Juli sampai Oktober 2020. Kegiatan dilakukan melalui proses sosialisasi dan diseminasi Jagung SINHAS 1 melalui Demplot Percobaan. Demplot dilakukan melalui perpaduan penggunaan varietas unggul jagung SINHAS 1 dengan teknologi budidaya jagung yang dikemas sebagai paket teknologi budidaya jagung. Demplot dilakukan pada empat lokasi yang ada di Desa Tarowang, Kecamatan Galesong Selatan, Kabupaten Takalar. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa tingkat kesukaan petani terhadap varietas jagung sintetik Unhas (SINHAS 1) sangat tinggi (85%) dengan produktivitas rata-rata mencapai 7.8 ton/ha, sehingga sangat berpeluang dikembangkan di Desa Tarowang, Kecamatan Galesong Selatan, Kabupaten Takalar. Usaha pengembangan diperlukan sosialisasi dan diseminasi pada skala yang lebih luas untuk mempercepat usaha pengembangannya. Usaha pengembangan akan dilakukan bersama dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Tarowang bekerjasama dengan Fakultas Pertanian Unhas untuk memproduksi varietas jagung SINHAS 1 melalui penangkaran benih. Kata Kunci: Diseminasi, jagung, SINHAS 1, benih, takalar.
UJI ADAPTASI DAN ANALISIS MOLEKULER BEBERAPA MUTAN JAGUNG TERHADAP KEKERINGAN Nurnawati, Andi Ayu; BDR, Muh. Farid; Musa, Yunus
PLANTKLOPEDIA: Jurnal Sains dan Teknologi Pertanian Vol 1 No 1 (2021): Maret
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Muhammadiyah Siddenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/plantklopedia.v1i1.268

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui genotipe mutan jagung yang berkerabat paling jauh dengan induknya serta mendapatkan genotipe jagung yang adaptif dan toleran terhadap kekeringan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli - November 2014 di Laboratorium Biologi Molekuler Balitsereal Maros dan lahan di Desa Bontosunggu Kecamatan Galesong Utara Kabupaten Takalar. Penelitian ini menggunakan metode isolasi DNA marka SSRs (Simple Sequence Repeats) terhadap 14 genotipe jagung dan uji adaptasi di lahan kering menggunakan Rancangan Petak Terpisah dalam 3 ulangan dengan petak utama perlakuan pengairan yang terdiri atas tanpa pengairan dengan pengairan normal. Anak petak yaitu perlakuan genotipe dengan tingkat ketersediaan air (KA) yang berbeda-beda pada penelitian sebelumnya diantaranya Bisma 100 Gy KA 60%, Bisma 100 Gy KA 80%, Bisma 100 Gy KA 100%, Bisma 200 Gy KA 60%, Bisma 200 Gy KA 80%), Bisma 200 Gy KA 100%, Lamuru 100 Gy KA 60%, Lamuru 100 Gy KA 80%, Lamuru 100 Gy KA 100%, Lamuru 200 Gy KA 60%, Lamuru 200 Gy KA 80%, Lamuru 200 Gy KA 100%, Bisma tanpa iradiasi, dan Lamuru tanpa iradiasi. Hasil penelitian di laboratorium menunjukkan bahwa 34 – 91 % polimorfisme dalam suatu populasi dimana genotipe Bisma 100 Gy dan Bisma 200 Gy yang sebelumnya ditanam pada kondisi KA masing-masing 100%, genotipe Lamuru 100 Gy dan Lamuru 200 Gy yang sebelumnya ditanam pada KA masing-masing 60%, serta genotipe Lamuru 200 Gy yang sebelumnya ditanam pada KA 80% mempunyai kekerabatan paling jauh dengan induknya. Uji adaptasi di lapangan memperlihatkan hasil bahwa genotipe berasal dari Bisma 200 Gy yang dianggap toleran terhadap kekeringan dengan nilai tertinggi pada berbagai komponen parameter pengamatan di lapangan. Parameter pengamatan tinggi tanaman, jumlah daun, bobot tongkol kupasan basah, jumlah biji per baris, dan diameter tongkol merupakan karakter yang dapat dipakai sebagai tolok ukur ketahanan terhadap cekaman kekeringan
Alley Cropping System to Increase Corn Crop Production and Agricultural Productivity in Dry Land Amirudin, Amirudin; Muhibuddin, Andi; Musa, Yunus; Kadekoh, Indrianto; Mas’ud, Hidayati
Journal of Tropical Crop Science Vol. 12 No. 02 (2025): Journal of Tropical Crop Science
Publisher : Department of Agronomy and Horticulture, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jtcs.12.02.358-364

Abstract

Alley cropping is an agroforestry system that plants annual crops or food crops between alleys formed by hedges of trees or shrubs. This study aims to determine the effects of the alley cropping system, the provision of Gamal (Gliricidia sepium) biomass, and the doses of N, P, and K fertilizers on corn production. The study was conducted in 2022 at the educational plantation area, Integrated Farming System, Faculty of Agriculture, Bosowa University, Bontoramba Village, Pallangga Subdistrict, Gowa Regency, South Sulawesi, Indonesia. The experimental design used was a split plot with and without hedgerow plant treatment as the main plot and doses of N, P, and K as subplots. The subplots consist of the control or without fertilizers,  P fertilizer only at 100 kg.ha-1 SP-36, K fertilizer only at 100 kg.ha-1 KCl, N  and K (250 kg.ha-1 Urea, 100 kg.ha-1 KCl), N and P (250 kg.ha-1 Urea, 100 kg.ha-1 SP-36), and N, P and K (250 kg.ha-1 Urea, 100 kg.ha-1 SP-36, 100 kg.ha-1 KCl). The research showed that the alley-cropping system increased corn production from 4,690 to 6,089 tons.ha-1, with an average increase of 50% compared to corn production without the alley-cropping system. The N, P, and K fertilization produced the best average corn yields. The alley-cropping system achieved the highest land productivity compared to those without the alley-cropping system.
Indeks Toleran Beberapa Genotipe Jagung Hibrida (Zea mays L.) Terhadap Cekaman Nitrogen Amas, Azmi Nur Karimah; Hardiansyah, Muhammad Yusril; Musa, Yunus; Amin, Andi Rusdayani
Biosel Biology Science and Education Vol. 10 No. 2 (2021): BIOSEL (Biology Science and Education: Jurnal Penelitian Sains dan Pendidikan)
Publisher : INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI AMBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.792 KB) | DOI: 10.33477/bs.v10i2.1498

Abstract

Pengembangan tanaman jagung toleran N rendah memerlukan seleksi genotipe pada kondisi pemupukan N rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi genotipe jagung hibrida (Zea mays L.) pada kondisi cekaman nitrogen rendah. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Balai Penelitian Tanaman Serealia, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan, berlangsung dari Agustus hingga November 2019. Penelitian ini disusun dalam Rancangan Petak Terpisah dengan petak utama adalah dosis nitrogen (0 kg N/ha, 100 kg N/ha, 200 kg N/ha) sedangkan anak petak adalah genotipe jagung hibrida yang terdiri dari 5 genotipe dan 3 varietas pembanding (Nasa 29, Bisi 18, dan Jakarin 1). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 3 genotipe yang toleran terhadap cekaman nitrogen rendah khususnya pada perlakuan dosis nitrogen 100 kg N/ha yaitu genotipe AVLN 122-2 × AVLN 124-9 (g1), AVLN 122-2 × AVLN 100-1 (g2), dan AVLN 118-7 × AVLN 124-9 (g3).
The Effect of Providing Sugarcane Bagasse Biochar and Moringa Leaf Local Microorganism (LMO) on the Growth of Sugarcane Seedlings (Saccharum officinarum Linn) Kasim, Nurlina; Musa, Yunus; Putri, Nurul Atifah
International Journal of Agriculture System VOLUME 13 ISSUE 1, JUNE 2025
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/ijas.v13i1.5504

Abstract

This research aims to study the effect of sugarcane bagasse biochar and Moringa leaf LMO's local microorganisms on sugarcane seedlings' growth. This research was carried out at the experimental garden of the Faculty of Agriculture, Hasanuddin University, Makassar, South Sulawesi, in June - October 2023. This research is arranged in the form of an experiment using a Split Plot Design (SPD), with the main plot being the LMO of Moringa leaves, which consists of 3 levels, namely 0 mL/L water, 200mL/L water, and 400 mL/L water. The subplot is sugarcane bagasse Biochar dosages, which consist of 4 levels, namely 0 g, 50 g, 100 g, and 150 g per plant. Each treatment combination consisted of 3 plant units and was repeated three times, so that there were 108 experimental units. The study results showed no interaction between the LMO concentration of Moringa leaves and the dose of bagasse biochar on all observed parameters. Moringa leaf LMO 200 mL/L water had the best effect on the highest number of tillers. 100 g sugarcane bagasse biochar gave the best impact on the highest chlorophyll levels, the highest chlorophyll b content LMO, and the highest total chlorophyll content, while 150 g bagasse biochar gave the best effect on the highest increase in stem diameter and the highest root fresh weight.
Identification of Lines Inducing Male Sterility in Hybrid Maize Farid, Muh; Azrai, Muhammad; Nur, Amin; Efendy, Roy; Salengke, Salengke; Musa, Yunus; Baharuddin, Baharuddin; Kuswinanti, Tutik; Thamrin, Sulaeha; Suwarno, Willy Bayuardi; Anshori, Muhammad Fuad; Fadhli, Nur; Andayani, Nining; Z, Bunyamin; Mirsam, Hishar; Priyanto, Slamet Bambang; Suriani, Suriani; Novianti, Fira
International Journal of Agriculture System VOLUME 11 ISSUE 2, DECEMBER 2023
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/ijas.v11i2.4994

Abstract

Efficiency and effectiveness in controlling crossbreeding are pivotal in yielding superior hybrid varieties with desired traits such as genetic purity and high productivity. Cytoplasmic Male Sterile (CMS) is a crucial component in hybrid variety assembly. This study aims to identify the genotypes that can induce male sterile lines based on genetic diversity and the level of pollen sterility in the prospective male sterile genotypes tested, consisting of seventeen genotypes. The research findings revealed that the genetic diversity among the seventeen observed male-sterile candidate genotypes tends to vary in quantitative traits. Among the quantitative traits, JHD14 exhibited indications of being a male sterility inducer compared to the other genotypes observed, demonstrating a value of 0.00 g in terms of pollen weight. This is further substantiated by the microscopic examination of JHD14 pollen grains, which displayed 100% sterility. 
Produktivitas Beberapa Varietas Padi Umur Genjah (Oryza sativa L.) Pada Beberapa Paket Pemupukan Berbasis IOT (Internet of Thing) di Kabupaten Bone: Productivity of Some Early Maturing Rice Varieties (Oryza sativa L.) on Some IOT-Based Fertilization Packages (Internet of Thing) in Bone District Yunus Musa; Muh. Farid; Muhammad Fuad Anshori; Muhammad Farid Maricar; Nasaruddin, Nasaruddin; Ahmad Fauzan Adzima; Andi Amran Sulaiman
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 12 No. 1 (2024): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v12i1.3174

Abstract

Penelitian bertujuan mengetahui interaksi antara varietas dengan paket pemupukan yang memberikan produktivitas berbasis IoT, mengetahui varietas yang memberikan produktivitas tinggi untuk setiap paket pemupukan berbasis IoT, mengetahui paket pemupukan yang memberikan produktivitas tinggi untuk setiap varietas berbasis IoT serta mengetahui korelasi antara setiap parameter dengan parameter utama produksi. Penelitian dilaksanakan di Desa Apala, Kecamatan Barebbo, Kabupaten Bone pada bulan September 2022 hingga Januari 2023. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terpisah dengan petak utama yaitu paket pemupukan NPK = 200:100:100 tanpa kompos, NPK = 150:75:75 + 3 t.ha-1 kompos, dan NPK = 50:25:25 + 5 t.ha-1 kompos sedangkan anak petak adalah varietas Padjajaran, Cakrabuana, Inpari 13, Inpari 19, M70D, dan Inpari 32. Interaksi antara paket pemupukan NPK = 200:100:100 tanpa kompos dengan varietas Inpari 32 (P1V6) memberikan produktivitas terbaik yaitu dengan rata-rata 7.89 ton ha-1 dengan nilai NDVI 0.58. Varietas yang memiliki produktivitas tertinggi yaitu Inpari 32 (V6) dengan rerataan 7.11 ton ha-1 yang memiliki nilai NDVI 0.568. Pada varietas genjah, Inpari 13 (V3) memberikan produktivitas tertinggi dengan rerataan 6.68 ton ha-1 sedangkan nilai rerataan NDVI-nya adalah 0.542. Paket pemupukan dengan produktivitas terbaik adalah NPK = 150:75:75 + 3 t.ha-1 kompos (P2) dengan rerataan 6.11 ton ha-1 sedangan nilai NDVI yang dihasilkan yaitu 0.552. Karakter tanaman yang memiliki korelasi positif dengan produksi adalah tinggi tanaman, jumlah anakan produktif, umur berbunga, umur panen, klorofil a, klorofil b, klorofil total, jumlah cabang, total gabah permalai, persentase gabah berisi permalai, panjang daun bendera, lebar daun bendera, bobot 1000 biji, produksi per rumpun dan NDVI. The research aims to determine the interaction between varieties and fertilization packages that provide IoT-based productivity, determine varieties that provide high productivity for each IoT-based fertilization package, determine fertilization packages that provide high productivity for each IoT-based variety and determine the correlation between each parameter with the main parameters of production. The research was conducted in Apala village, Barebbo sub-district, Bone Regency from September 2022 to January 2023. This study used a Separate Plots Design with the main plot being NPK fertilization package = 200:100:100 without compost, NPK = 150:75:75 + 3 t.ha-1 compost, and NPK = 50:25:25 + 5 t.ha-1 compost while the subplots were Padjajaran, Cakrabuana, Inpari 13, Inpari 19, M70D, and Inpari 32. The interaction between NPK fertilization package = 200:100:100 without compost with Inpari 32 variety (P1V6) gave the best productivity with an average of 7.89 tons ha-1 with NDVI value of 0.58. The variety that has the highest productivity is Inpari 32 (V6) with an average of 7.11 tons ha-1 which has an NDVI value of 0.568. In the early maturing variety, Inpari 13 (V3) gave the highest productivity with an average of 6.68 tons ha-1 while its average NDVI value was 0.542. The fertilizer package with the best productivity was NPK = 150:75:75 + 3 t.ha-1 compost (P2) with an average of 6.11 tons ha-1 while the resulting NDVI value was 0.552. Plant characters that have a positive correlation with production are plant height, number of productive tillers, flowering age, harvest age, chlorophyll a, chlorophyll b, total chlorophyll, number of branches, total grain yield, percentage of filled grain yield, flag leaf length, flag leaf width, 1000 seed weight, production per clump and NDVI.
Corn (Zea mays L) Development Based on Drone-Based Vegetation Index Trough NPK Fertilization Padjung, Rusnadi; BDR, Muh. Farid; Adzima, Ahmad Fauzan; Saleh, Ifayanti Ridwan; Musa, Yunus; Nasaruddin, N.; Anshori, Muhammad Fuad; Muharram, Nur Qalbi Zaesar; Amier, Nirwansyah
Agrotech Journal Vol 8, No 2 (2023): Agrotech Journal
Publisher : Universitas Sembilanbelas November Kolaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31327/atj.v8i2.2099

Abstract

Maize is one of the most important food crops after rice. This study aimed to obtain one or more doses of fertilizers that provide high growth and productivity, obtain one or more varieties of maize that have increased productivity, and obtain interactions between doses of fertilizers with maize varieties that deliver high growth and productivity. The research was conducted at the Experimental Farm (KP) of the Bajeng Cereal Crops Research Center, Bajeng District, Gowa Regency, South Sulawesi. At an altitude of 27.2 meters above sea level, with coordinates 5018'21.5 "N, 119028'38.6 "E and an average temperature of 28.50C. The research was conducted from September to December 2022. This study used a separate plot design, fertilizer dose as the main plot consisting of 3 fertilizer doses, namely N:P:K equals 160:120:80 kg N.ha-1, N:P:K equals 200:150:100 kg N.ha-1, and N:P:K equals 240:180:120 kg N.ha-1. The subplots were corn varieties: Sinhas 1, Jakarin, Nasa 29, JH 36, Bisi 18, ADV Joss and Pioner. The fertilizer dose with the highest productivity compared to the other five is N:P:K equals 240:180:120, with an average productivity of 6.66 t.ha-1. The variety that produces the highest productivity compared to the two types is ADV Joss, with an average productivity of 9.28 t.ha-1. The combination of N:P:K fertilization dose equals 160:120:80 with ADV Joss variety gave the highest productivity compared to the combination of fertilization dose and other types with an average productivity of 9.38 t.ha-1. The correlation between productivity and parameters such as plant height, number of leaves, cob weight, cob diameter, cob length, cob length, number of seed rows per cob, seed yield, 1000 seed weight, and NDVI showed a positive interaction. 
Co-Authors . KAIMUDDIN A. Nixia Tenriawaru A. Nixia Tenriawaru Abd Haris Bahrun Abd. Rasyid Syamsuri Abdul Mollah Jaya Abdul Wahid Ade Rosmana Adzima, Ahmad Fauzan Ahmad Ahmad Ahmad Fauzan Adzima Ahmad Fauzan Adzima Amas, Azmi Nur Karimah Ambo Ala, Ambo Amier, Nirwansyah AMIN NUR AMIN NUR Aminah Aminah AMIR YASSI Amirudin Amirudin Andayani, Nining Andi Amran Sulaiman Andi Muhibuddin, Andi Andi Rusdayani Amin, Andi Rusdayani Anshori, Muhammad Fuad Arifin, Arfina Sukmawati Arna Larasati Asmiaty Sahur Azmi Nur Karimah Amas Azrai, M. Badaruddin, Muh Farid Baehaqi Baharuddin Baharuddin Baharuddin Patandjengi Baharuddin, Achmad Kautsar Bdr, M. Farid Bdr, Muh. Farid Chen Kai Cheng Wen Cheng Wen Dermawan, Rahmansyah Ding Zhaohua Efendi, Roy Efendy, Roy Eymal B Demmallino Fadhli, Nur Farid BDR, Muh. Farid, Muh Farid, Muh. Feranita Haring G. Gusmiaty Hardiansyah, Muhammad Yusril Hasyim, Rostyati Hishar Mirsam Huanying, Xiao Idarni Tenri Pada Badwi Ifayanti Ridwan Ifayanti Ridwan* Ifayanti Ridwan, Ifayanti Indrianto Kadeko Iswoyo, Hari Jamil, Hatta Kai, Chen Kaimuddin Kaimuddin Kaimuddin Kaimuddin, Kaimuddin Karlina Syahruddin Karlina Syahruddin Karlina Syahruddin, Karlina Lu Zengbin Mario, M. Bayu Mas’ud, Hidayati Muh Farid BDR Muh. Farid Muh. Farid BDR Muh. Fuad Anshori Muh. Riadi Muhamad ilham Muhammad Azrai, Muhammad Muhammad Farid Maricar Muhammad Fuad Anshori Muhammad Kadir Muhammad Yusril Hardiansyah Muharram, Nur Qalbi Zaesar Mustafa, Ismail N. Tenriawaru Nasaruddin Nasaruddin Nasaruddin, N. Nimade Viantika Nirwansyah Amier Novaty E. Dungga Novianti, Fira Nur Qalbi Zaesar M Nurfaida Nurfaida Nurlina Kasim Nurlina Kasim Nurnawati, Andi Ayu Nursini, . Pabendon, Marcia Padjung, Rusnadi Padjung, Rusnadi Pati, Sakka Priyanto, Slamet Bambang Puji Susanty Putri, Nurul Atifah Qi Shijun Rafiuddin Rafiuddin Rafiuddin, . Rahim Darma Rahim, M. Danial Rahmadanih Rahmadanih Rahmawati S. Ria Indriani Sadar, Muhammad Saleh, Ifayanti Ridwan Salengke, Salengke Shijun, Qi Sitti Bulkis Suriani Suriani Suxian, Zhao Syatrianty A. Syaiful THAMRIN, SULAEHA Tigin Dariati Tutik Kuswinanti Vionanda, Chita Wang Zhiwu Willy Bayuardi Suwarno Xiao Huanying Z, Bunyamin Zengbin, Lu Zhao Suxian Zhaohua, Ding Zhiwu, Wang