Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PENGARUH PUPUK ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN SENGON (Albizia falcataria (L.) Fosberg) Muswita, Muswita; Murni, Pinta; Herliana, Lia
Biospecies Vol. 1 No. 1 (2008): Februari 2008
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biospecies.v1i1.278

Abstract

The research has objectives to know the effect of kind of organic manure to growth and know optimal kind ofmanure to growth sengon (Albizia falcataria(L.) Fosberg). This research used completely randomize designconsisted of 5 treatment such as goats manure, chickens manure, cows manure, compost manure andwithout manure with 5 replication. The data dianalysed with Anova and test continue DNMRT at 5% reallevel. The result showed that organic manure was significantly different to high and sengon stem diameter butwas not significantly differen to amount of leaf. Based of the result of research , it may be concleted thatgoats manure gave the best result.
Respons Pertumbuhan Kotiledon Jarak Pagar (Jatropha curcas) Terhadap Penambahan IAA dan Kinetin Pada Medium MS Muswita, Muswita
Biospecies Vol. 1 No. 2 (2008): Agustus 2008
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biospecies.v1i2.691

Abstract

Kajian tentang respon pertumbuhan kotiledon jarak pagar (jatropa curcas) pada medium MS telahdilakukan di Laboratorium Biologi P MIPA Universitas Jambi. Eksplan ditumbuhkan pada empat perlakuan yaitu kotrol,2 ppm kinetin, 1 ppm IAA, dan 1 ppm IAA dikombinasikan dengan 2 ppm kinetin. Hasil penelitian menunjukkkanrespon pertumbuhan mencapai 100% pada semua perlakuan tunas dan akar tumbuh pada perlakuan kontrol danpemberian IAA 1 ppm. Sedangkan tunas Jatropa cuchas hanya didapatkan pada penambahan 2 ppm kinetin dankombinasi antara 1 ppm IAA.
Induksi Kalus Cabai (Capsicum annuum L.) secara in vitro Muswita, Muswita
Biospecies Vol. 4 No. 2 (2011): Juli 2011
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biospecies.v4i2.709

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh beberapa konsentrasi auksin dansitokinin dalam menginduksi kalus dari anter cabai secara in vitro. Penelitian disusun menggunakanrancangan acak lengkap dengan dengan 2 faktorial dan 5 ulangan. Faktor pertama adalah kultivarcabai yaitu cabai keriting cemeti, cabai keriting laris, cabai besar tombak dan cabai besar LV 2319.Faktor ke dua adalah konsentrasi auksin dan sitokinin yaitu tanpa 2,4 D dan kinetin, 0,01 mg/l 2,4 D +0,01 mg/l kinetin; 0,1 mg/l 2,4 D + 0,1 mg/l kinetin; 0,5 mg/l 2,4 D + 0.5 mg/l kinetin; 2 mg/l 2,4 D + 2mg/l kinetin; 2 mg/l 2,4 D + 0,2 mg/l kinetin; 0,2 mg/l 2,4 D + 2 mg/l kinetin.Parameter yang diamatiadalh persentase terbentuknya kalus dan plantlet. Hasil penelitian menunjukan 2,4 D dan kinetinpada media dapat menginduksi kalus dan planlet. Pengaruh 2.4 D dan kinetin ini tergantung kepadakonsentrasi yang diberikan dan kultivar cabai yang digunakan. Kultivar Tombak lebih responsifdibandingkan dengan kultivar lainnya dalam pembentukan kalus. Planlet didapatkan dari kultivar laris.
Peningkatan Keterampilan Pedagogis dan Teknologi Guru di Era Digital Melalui Pelatihan Pengembangan Perangkat Pembelajaran Terintegrasi Etnosains Menggunakan Heyzine: (Enhancing Teachers’ Pedagogical and Technological Skills in the Digital Era through Training on the Development of Ethnoscience-Integrated Learning Devices Using Heyzine) Dani, Rahma; Muswita, Muswita; Syaiful, Syaiful; Darmaji , Darmaji; Susanti, Nova; Hidayat, M.; Nehru , Nehru; Kurniawan, Wawan
Jurnal JUPEMA Vol. 4 No. 2 (2025): November 2025 (inprogress)
Publisher : Laboratorium Pembelajaran FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jupema.v4i2.51489

Abstract

The implementation of the Merdeka Curriculum at MAN 1 Sarolangun, Jambi Province, still faces challenges, particularly in the development of learning devices that integrate local wisdom (ethnoscience) and utilize digital technology. Teachers often struggle to design innovative, contextual, and project-based learning tools, while the use of interactive digital media remains limited. In response, this community service program aims to enhance teachers’ pedagogical and technological skills through training in the development of ethnoscience-integrated learning devices using the Heyzine platform. The primary objectives of the program are to (1) improve teachers’ competence in developing Merdeka Curriculum-based learning devices integrated with ethnoscience, (2) train teachers to use Heyzine for creating interactive digital teaching materials, and (3) produce innovative, contextual, and accessible learning resources for students. Expected outcomes include the production of at least ten interactive learning devices, a comprehensive 'Local Ethnoscience Integration Map,' scientific publications, Intellectual Property Rights (IPR) registration, and dissemination through national journals and mass media.Socially and educationally, this program is expected to increase teacher creativity, student engagement, and the relevance of learning to local cultural contexts. Moreover, the integration of ethnoscience with digital platforms will strengthen the sustainability of Merdeka Curriculum implementation and contribute to educational innovation in the digital era. Abstrak. Pelaksanaan Kurikulum Merdeka di MAN 1 Sarolangun, Provinsi Jambi, masih menghadapi tantangan, terutama dalam pengembangan alat pembelajaran yang mengintegrasikan kebijaksanaan lokal (etnosains) dan memanfaatkan teknologi digital. Guru sering kesulitan merancang alat pembelajaran inovatif, kontekstual, dan berbasis proyek, sementara penggunaan media digital interaktif masih terbatas. Sebagai tanggapan, program layanan masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan pedagogis dan teknologi guru melalui pelatihan dalam pengembangan alat pembelajaran yang terintegrasi dengan etnosains menggunakan platform Heyzine. Tujuan utama program ini adalah (1) meningkatkan kompetensi guru dalam mengembangkan perangkat pembelajaran berbasis Kurikulum Merdeka yang terintegrasi dengan etnosains, (2) melatih guru untuk menggunakan Heyzine dalam menciptakan materi pembelajaran digital interaktif, dan (3) menghasilkan sumber belajar inovatif, kontekstual, dan mudah diakses bagi siswa. Hasil yang diharapkan meliputi produksi setidaknya sepuluh perangkat pembelajaran interaktif, peta integrasi etnosaine lokal yang komprehensif, publikasi ilmiah, pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI), dan penyebaran melalui jurnal nasional dan media massa. Secara sosial dan pendidikan, program ini diharapkan dapat meningkatkan kreativitas guru, keterlibatan siswa, dan relevansi pembelajaran dengan konteks budaya lokal. Selain itu, integrasi etnosains dengan platform digital akan memperkuat keberlanjutan implementasi Kurikulum Merdeka dan berkontribusi pada inovasi pendidikan di era digital.
PENGARUH ZAT PENGATUR TUMBUH TERHADAP PERTUMBUHAN JERUK KEPROK (CITRUS NOBILIS LOUR) VAR. PULAU TENGAH Novianti, Rensi; Muswita, Muswita
Jurnal Sains dan Matematika Vol. 2 No. 2 (2021): Jurnal Sain dan Matematika
Publisher : PMIPA FKIP UNJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/sainmatika.v6i1.1565

Abstract

Kata Kunci: zat pengatur tumbuh, jeruk keprok, pertumbuhan   Zat pengatur tumbuh seperti IBA dan kinetin merupakan faktor yang mempengaruhi pertumbuhan jeruk,termasuk jeruk varietas unggul yang ada di Jambi yaitu  jeruk keprok var.pulau tengah.  Perbanyakan secara konvensional melalui cangkok mempunyai beberapa kelemahan. Untuk mengatasi hal ini dilakukan perbanyakan melalui setek dengan menggunakan zat pengatur tumbuh Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian konsentrasi zat pengatur tumbuh terhadap pertumbuhan jeruk keprok var. pulau tengah dan untuk mengetahui konsentrasi zat pengatur tumbuh yang memberikan pertumbuhan yang optimal. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan 6 perlakuan yaitu K0= tanpa pemberian zat pengatur tumbuh,  K1 = 50 ppm IBA + 50 ppm Kinetin, K2 = 100 ppm IBA + 100 ppm Kinetin, K3= 150 ppm IBA + 100 ppm Kinetin, K4=100 ppm IBA + 150 ppm Kinetin,  K5 = 100 ppm IBA + 200 ppm Kinetin yang diulang sebanyak 4 kali.. Data yang diperoleh dianalisis melalui sidik ragam dan apabila terdapat perbedaan nyata dilanjutkan dengan uji DNMRT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukan persentase setek hidup pada K5 tidak berbeda nyata dengan K4, K3 dan K2 tetapi berbeda nyata dengan K1 dan K0. Persentase setek berakar pada K3 berbeda nyata dengan semua perlakuan K4 berbeda nyata dengan semua perlakuan .Perlakuan K3 menghasilkan akar terpanjang yaitu 27 mm, sedangkan K5 menghasilkan tunas tercepat yaitu 84 hari dan terpanjang yaitu selama 84 hari dengan panjang tunas 48 mm. Dari penelitian dapat disimpulkan bahwa konsentrasi zat pengatur tumbuh berpengaruh nyata terhadap persentase setek hidup dan persentase setek berakar. Konsentrasi zat pengatur tumbuh yang memberikan pertumbuhan yang optimal pada pertumbuhan setek jeruk keprok adalah pada perlakuan K2 dan K3.Disarankan untuk menggunakan zat pengatur tumbuh lain untuk merangsang terbentuknya tunas.