Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PENGARUH PENGGUNAAN TEPUNG DAUN LAMTORO (LEUCAENA LEUCOCEPHALA) DAN TEPUNG JAHE (ZINGIBER OFFICINALE) DALAM RANSUM TERHADAP PERFORMA AYAM BROILER: THE EFFECT OF LEUCAENA (LEUCAENA LEUCOCEPHALA) LEAF MEAL AND GINGER (ZINGIBER OFFICINALE) POWDER INCLUSION IN THE DIET ON BROILER CHICKEN PERFORMANCE Natal, Egidius R.; Malik, Agustinus K.; Ndun, Alberth Nugrahadi
Journal of Animal Research and Applied Science Vol. 6 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/aras.v6i2.43367

Abstract

Pemanfaatan daun lamtoro sebagai alternatif bahan pakan unggas belum banyak dilakukan karna kandungan antinutrisi pada daun lamtoro yang dapat mempengaruhi proses metabolisme. Oleh karna itu perlu dikombinasikan dengan jahe yang mengandung senyawa bioaktif yang dapat memperbaiki metabolisme dalam tubuh ternak. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan, sehingga terdapat 20 unit percobaan. Setiap unit berisi 5 ekor ayam. Perlakuan meliputi P0 = Ransum tanpa tepung daun lamtoro dan tepung jahe, P1= Ransum mengandung 2% tepung daun lamtoro + 0,5% tepung jahe, P2 = Ransum mengandung 4% tepung daun lamtoro +1% tepung jahe, P3 = Ransum mengandung 6% tepung daun lamtoro + 1,5% tepung jahe. Variabel yang diteliti meliputi konsumsi pakan, pertambahan bobot badan dan konversi pakan. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa penggunaan tepung daun lamtoro dan tepung jahe berpengaruh  nyata (P<0,05) terhadap pertambahan bobot badan, tetapi berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumsi pakan, dan konversi pakan. Berdasarkan hasil penelitian, perlakuan P3 menghasilkan pertambahan bobot badan sebesar 78,40 (g/ekor/hari, dan angka konversi pakan terbaik 1,52. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penambahan tepung daun lamtoro 6% + tepung jahe 1,5% dalam ransum dapat meningkatkan pertambahan bobot badan dan menurunkan angka konversi pakan ayam broiler tanpa mempengaruhi konsumsi pakan.
Pemanfaatan Ampas Tahu Sebagai Substitusi Pakan Komersial Terhadap Nilai Ekonomi Ayam Broiler Fase Finisher Maria Dela Yunita Salim; N.G.A Mulyantini Sekarsari; Alberth Nugrahadi Ndun
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.9121

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji Pemanfaatan Ampas Tahu Sebagai Substitusi Pakan Komersial Terhadap Nilai Ekonomi Ayam Broiler Fase Finisher. Penelitian ini menggunakan 100 ekor DOC strain CP 707. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan lima ulangan, dan setiap ulangan terdapat 5 ekor ayam sehingga terdapat 20 unit percobaan. Perlakuan yang diberikan yaitu P0: 0% ampas tahu (100% pakan komersial), substitusi pakan komersial dengan P1 10% ampas tahu ditambah 90% pakan komersial ,P2 20% ampas tahu ditambah 80% pakan komersial,dan P3 30% ampas tahu ditambah 70% pakan komersial.Parameter yang diamati yaitu biaya total, penerimaan, pendapatan, IOFC (Income Over Feed Cost),dan nilai R/C. Data dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan untuk melihat perbedaan setiap sampel perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ampas tahu sebagai pengganti pakan komersial terhadap kinerja ekonomi ayam broiler fase finisher umur 4-6 minggu berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap biaya, sedangkan penerimaan, pendapatan, IOFC,dan R/C tidak berpengaruh nyata (P>0,05) . Dari hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa pemberian ampas tahu sampai 30% sebagai pangganti pakan komersial dapat mengurangi biaya pakan.
Pemanfaatan Rebusan Krokot (Portulaca oleracea L.) sebagai Fitonutrien Alami untuk Meningkatkan Kualitas Daging Ayam Broiler Mulik, Simon Edison; Ndun, Alberth Nugrahadi; Nguru, David Agustinus
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 26 No 1 (2026): April
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Purslane is a plant that contains antioxidants and phenolic compounds that can be used to produce the best quality meat without causing negative effects for consumers. The purpose of this study is to determine the physical quality of broiler chicken meat after the administration of purslane stew in drinking water. This study used a completely randomized design with 4 treatments and 5 replications. The treatment in this study consisted of Pr0 (control, without being given purslane decoction in drinking water), Pr1 (25 mL of decoction/liter of drinking water), Pr2 (50 mL of decoction/liter of drinking water), and Pr3 (75 mL of decoction/liter of drinking water). The parameters studied were pH, water holding capacity, and cooking loss. The data obtained were analyzed using analysis of variance. Based on the results of the study, it is known that the administration of purslane decoction in drinking water with different levels produces higher water holding capacity compared with control (P<0,05), on the other hand, the cooking loss has decreased (P<0,05). There were no effect of treatments (P>0,05) on meat pH. It was concluded that the administration of purslane decoction up to the level of 75 mL/liter in drinking water produced a relatively similar meat pH, increased water holding capacity, and decreased the cooking loss