Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

PENGARUH PENGGUNAAN TEPUNG DAUN LAMTORO (LEUCAENA LEUCOCEPHALA) DAN TEPUNG JAHE (ZINGIBER OFFICINALE) DALAM RANSUM TERHADAP PERFORMA AYAM BROILER: THE EFFECT OF LEUCAENA (LEUCAENA LEUCOCEPHALA) LEAF MEAL AND GINGER (ZINGIBER OFFICINALE) POWDER INCLUSION IN THE DIET ON BROILER CHICKEN PERFORMANCE Egidius R. Natal; Agustinus K. Malik; Alberth Nugrahadi Ndun
Journal of Animal Research and Applied Science Vol. 6 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/aras.v6i2.43367

Abstract

Pemanfaatan daun lamtoro sebagai alternatif bahan pakan unggas belum banyak dilakukan karna kandungan antinutrisi pada daun lamtoro yang dapat mempengaruhi proses metabolisme. Oleh karna itu perlu dikombinasikan dengan jahe yang mengandung senyawa bioaktif yang dapat memperbaiki metabolisme dalam tubuh ternak. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan, sehingga terdapat 20 unit percobaan. Setiap unit berisi 5 ekor ayam. Perlakuan meliputi P0 = Ransum tanpa tepung daun lamtoro dan tepung jahe, P1= Ransum mengandung 2% tepung daun lamtoro + 0,5% tepung jahe, P2 = Ransum mengandung 4% tepung daun lamtoro +1% tepung jahe, P3 = Ransum mengandung 6% tepung daun lamtoro + 1,5% tepung jahe. Variabel yang diteliti meliputi konsumsi pakan, pertambahan bobot badan dan konversi pakan. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa penggunaan tepung daun lamtoro dan tepung jahe berpengaruh  nyata (P<0,05) terhadap pertambahan bobot badan, tetapi berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumsi pakan, dan konversi pakan. Berdasarkan hasil penelitian, perlakuan P3 menghasilkan pertambahan bobot badan sebesar 78,40 (g/ekor/hari, dan angka konversi pakan terbaik 1,52. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penambahan tepung daun lamtoro 6% + tepung jahe 1,5% dalam ransum dapat meningkatkan pertambahan bobot badan dan menurunkan angka konversi pakan ayam broiler tanpa mempengaruhi konsumsi pakan.
PEMBERDAYAAN PEMUDA DESA MELALUI PENGGUNAAN AZOLLA SEBAGAI SUMBER PROTEIN MURAH BAGI AYAM KAMPUNG PETELUR Alberth N. Ndun; Simon E. Mulik; Marthen L. Mullik; David Agustinus Nguru; Morin M. Sol’uf; Rahmat Gusri
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 4 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i4.40303

Abstract

Abstrak: Pemberdayaan pemuda desa merupakan langkah strategi yang mendesak dalam menghadapi tantangan ekonomi pedesaan, khususnya dalam upaya memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kualitas gizi masyarakat melalui pengembangan usaha peternakan lokal yang berkelanjutan. Ayam kampung petelur dinilai sebagai komoditas yang menjanjikan karena mampu beradaptasi dengan kondisi lingkungan lokal dan memiliki permintaan pasar yang stabil, namun potensi ini sering terhambat oleh tingginya biaya pakan dan terbatasnya pengetahuan teknis di kalangan pemuda pedesaan. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas pemuda desa dalam budidaya ayam kampung petelur melalui pemanfaatan sumber daya lokal dan penerapan teknologi sederhana. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 28 November 2025 dengan melibatkan delapan pemuda desa melalui metode sosialisasi, pelatihan, dan praktik langsung, dengan target peningkatan hardskill maupun softskill peserta. Hardskill yang disasar meliputi keterampilan teknis pembuatan mesin tetas, budidaya azolla, dan formulasi ransum berbasis bahan lokal, sementara softskill yang dikembangkan mencakup kemandirian, inisiatif, dan kemampuan berwirausaha dalam pengelolaan usaha peternakan. Materi yang diberikan meliputi pembuatan mesin tetas sederhana berbahan bekas, pengenalan dan budidaya azolla sebagai pakan alternatif sumber protein, serta formulasi ransum ayam kampung petelur berbasis bahan lokal. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test yang dijelaskan dengan skala Likert. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pemahaman dan keterampilan peserta pada seluruh materi pelatihan. Program ini terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan teknis pemuda desa, mendorong kemandirian produksi bibit dan pakan, serta berpotensi mendukung pengembangan ayam kampung petelur yang berkelanjutan dan berbiaya rendah di tingkat pedesaan.Abstract: Empowering village youth is an urgent strategic step in facing rural economic challenges, especially in efforts to strengthen food security and improve the quality of community nutrition through the development of sustainable local livestock businesses. Laying free-range chickens are considered a promising commodity because they are able to adapt to local environmental conditions and have stable market demand, but this potential is often hampered by high feed costs and limited technical knowledge among rural youth. This community service program aims to increase the capacity of village youth in the cultivation of laying hens through the use of local resources and the application of simple technology. The activity was carried out on November 28, 2025 by involving eight village youth through socialization, training, and direct practice methods, with the target of increasing participants' hard and soft skills. The targeted hard skills include technical skills in making hatching machines, azolla cultivation, and ration formulation based on local ingredients, while the soft skills developed include independence, initiative, and entrepreneurial ability in managing livestock businesses. The material provided included the manufacture of simple hatching machines made from used materials, the introduction and cultivation of azolla as an alternative feed source of protein, as well as the formulation of free-range chicken rations based on local ingredients. Evaluation was carried out using pre-test and post-test described on the Likert scale. The results of the activity showed a significant increase in participants' understanding and skills in all training materials. This program has proven to be effective in improving the technical knowledge of village youth, encouraging independent seed and feed production, and potentially supporting the development of sustainable and low-cost free-range laying hens at the rural level.
PELATIHAN PEMBUATAN PUPUK BOKASHI DARI LIMBAH KOTORAN SAPI-JERAMI PADI PADA JEMAAT GMIT IMANUEL TAUPKOLE Yori Raimona Menoh; Maria Karolina Deko; Cipta Kasih N Zebua; Simon Edison Mulik; Alberth Nugrahadi Ndun
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 3 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i3.31403

Abstract

Abstrak: Pentingnya pelatihan pembuatan bokashi dari limbah kotoran sapi karena bahan baku kotoran sapi dan limbah jerami padi banyak tersedia, jika tidak ditangani dengan baik dapat mencemari lingkungan. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan kemampuan soft skill mencakup kemampuan memahami, dan kemampuan problem solving dalam mengatasi tantangan selama proses pengolahan bokashi serta kemampuan hard skill meliputi pengetahuan teknis tentang proses fermentasi, penggunaan bahan baku, serta teknik pengolahan bokashi yang efektif. Sebanyak 42 orang peserta yang hadir, terdiri dari laki-laki 20 orang dan perempuan 22 orang, jenjang pendidikan SD-SMP (28 orang), SMA (14 orang), dan Sarjana (4 orang). Usia remaja (25 orang) dan dewasa (17 orang). Menggunakan metode ceramah/diskusi dan demonstrasi dan pada akhir kegiatan dilakukan evaluasi untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta melalui pengisian kuesioner. Kegiatan ini sangat berdampak baik terhadap jemaat GMIT Imanuel Taupkole, peserta pelatihan sangat antusias dan menunjukkan hasil yang sangat signifikan dari segi pemahaman dan ketrampilan pembuatan bokashi. Hasil akhir menunjukkan bahwa tingkat pemahaman peserta mencapai 85%.Abstract: The importance of training in making bokashi from cow dung waste because the raw materials of cow dung and rice straw waste are widely available, if not handled properly can pollute the environment. This training aims to provide soft skills including the ability to understand, and problem solving skills in overcoming challenges during the bokashi processing process as well as hard skills including technical knowledge about the fermentation process, use of raw materials, and effective bokashi processing techniques. A total of 42 participants attended, consisting of 20 men and 22 women, elementary-junior high school education levels (28 people), high school (14 people), and bachelor's degree (4 people). Teenagers (25 people) and adults (17 people). Using lecture/discussion and demonstration methods and at the end of the activity an evaluation was carried out to determine the level of understanding of the participants by filling out a questionnaire. This activity had a very good impact on the GMIT Imanuel Taupkole congregation, the training participants were very enthusiastic and showed very significant results in terms of understanding and bokashi making skills. The final results showed that the level of understanding of the participants reached 85%.
OPTIMALISASI LIMBAH PERTANIAN SEBAGAI PAKAN BERKELANJUTAN MELALUI PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PETERNAK DOMBA DI KABUPATEN ROTE NDAO Imanuel Benu; I Gusti Ngurah Jelantik; Marthen Luther Mullik; Simon Edison Mulik; David Agustinus Nguru; Alberth Nugrahadi Ndun; Welem Turupadang; Kirenius Uly
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.37374

Abstract

Abstrak: Ketersediaan pakan berkualitas merupakan salah satu kendala utama dalam usaha penggemukan domba di Kelurahan Mokdale, Kabupaten Rote Ndao, terutama pada musim kemarau. Permasalahan ini diperparah oleh belum optimalnya pemanfaatan limbah pertanian sebagai sumber pakan alternatif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak dalam mengolah limbah pertanian menjadi pakan ternak melalui penerapan teknologi fermentasi, silase, dan amoniasi. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan pendidikan dan pelatihan yang dilanjutkan dengan praktik langsung serta pendampingan berkelanjutan berbasis Participatory Rural Appraisal (PRA). Kegiatan ini melibatkan 15 orang peternak domba yang terdiri atas 10 laki-laki dan 5 perempuan. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sekitar 80% peserta mengalami peningkatan pemahaman terhadap teknik pengolahan limbah pertanian menjadi pakan ternak. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong pemanfaatan sumber daya lokal secara lebih efisien serta mendukung keberlanjutan usaha peternakan domba di wilayah Kelurahan Mokdale.Abstract: The availability of high-quality feed remains a major constraint in sheep fattening systems in Mokdale Village, Rote Ndao Regency, particularly during the dry season. This challenge is exacerbated by the underutilization of agricultural residues as alternative feed resources. This community service program aimed to enhance farmers’ knowledge and practical skills in processing agricultural waste into livestock feed through the application of fermentation, silage, and ammoniation technologies. The program was implemented using an education- and training-based approach, followed by hands-on practice and continuous mentoring within a Participatory Rural Appraisal (PRA) framework. A total of 15 sheep farmers (10 men and 5 women) participated in the activities. Activity evaluation was carried out through pre-test and post-test measurements. Evaluation results indicated that approximately 80% of participants demonstrated improved understanding of techniques for processing agricultural residues into sheep feed. Overall, the program contributed to promoting more efficient utilization of local resources and supporting the sustainability of sheep production systems in Mokdale Village.