Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Jenis Pupuk Kandang Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tiga Varietas Jagung Manis (Zea mays L. saccharata Strurt) Purwati, Rima Dwi; Islami, Titiek
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 2 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jagung manis merupakan tanaman hortikultura yang mempunyai potensi tinggi untuk dibudidayakan. Di Indonesia produksi jagung mencapai 19,81 juta ton ha-1 (BPS, 2018). Dalam pencapaian produksi tersebut, banyak petani yang menggunakan pupuk anorganik tanpa di imbangi dengan pupuk organik. Penggunaan pupuk anorganik yang berlebih dapat menyebabkan masalah pada lingkungan dan berkurangnya bahan organik yang ada didalam tanah. Salah satu cara mengatasi dampak lanjut dari pupuk anorganik yaitu melalui pemberian bahan organik berupa pupuk kandang dan untuk mendapatkan produksi yang diharapkan, maka dilakukan penelitian pada beberapa jenis pupuk kandang dan macam varietas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh dari berbagai jenis pupuk kandang pada pertumbuhan dan hasil 3 varietas jagung manis dan untuk menentukan jenis pupuk kandang yang tepat pada pertumbuhan dan hasil tiga varietas jagung manis. Penelitian ini dilaksanakan diDadaprejo, Junrejo, Kota Batu, Jawa Timur pada bulan April sampaiJuli 2017.  Penelitian ini dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama adalahjenis pupuk kandang yang terdiri dari tanpa pupuk kandang, pupuk kandang sapi, pupuk kandang kambing dan pupuk kandang ayam. Faktor kedua adalah macam varietas yang terdiri dari varietas Sweet Lady, Talenta dan Jambore. Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi antara perlakuan perbedaan jenis pupuk kandang dengan macam varietas pada parameter pertumbuhantanaman jagug manis. Secara terpisah, Perlakuan jenis pupuk kandang dan macam varietas memberikan pengaruh pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, panjang tongkol, bobot tongkol berkelobot, bobot tongkol tanpa kelobot, hasil panen ha-1 dan kadar gula jagung manis.
Respon Tiga Varietas Tanaman Cabai Besar (Capsicum annum L.) pada Dua Jenis Pupuk Organik Septiana, Asep; Islami, Titiek
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 12 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cabai merah besar (Capsicum annum L.) salah satu komoditas unggulan yang produksinya masih rendah sehingga diperlukan upaya penggunaan varietas unggul, penggunaan pupuk organik dan pupuk kompos untuk meningkatkan hasil produksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh kombinasi antara penggunaan varietas dengan pupuk organik yang dapat menghasilkan pertumbuhan dan hasil yang baik pada tanaman cabai merah, Mempelajari kombinasi varietas dan jenis pupuk organik yang tepat guna menda-patkan hasil yang maksimal. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu (115o 17’ 0”-118o 19’0” LS dan 7o 55 20-7o 57 20 BT) pada bulan April sampai dengan bulan September 2017. Bahan yang digunakan ialah benih cabai varietas Pilar F1, varietas Jet Set F1, varietas Trisula, pupuk kompos berasal dari UPT kompos Universitas Brawijaya, pupuk kandang sapi berasal dari laboratorium lapang Sumbersekar, fungisida dan insektisida. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 9 kombinasi perlakuan dan 3 ulangan. Data yang didapatkan dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA), apabila terdapat pengaruh nyata dilanjutkan dengan uji BNT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penggunaan varietas Pilar F1 dengan pupuk kandang sapi 15  ton-1 dan varietas Jet Set F1 dengan pupuk kandang sapi 15 ton ha-1 memberikan hasil tertinggi. Kombinasi perlakuan paling baik yaitu kombinasi antara varietas Pilar F1 dengan pupuk kandang sapi 15 ton-1 dan varietas Jet Set F1 dengan pupuk kandang sapi 15 ton ha-1.
Pengaruh Konsentrasi Paclobutrazol terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tiga Varietas Tanaman Krisan (Chrysanthemum spp.) Febrianto, Riyadi Akbar; Islami, Titiek
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 8 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman krisan (Chrysanthemum spp.) ialah salah satu tanaman bunga yang memiliki daya tarik pada masyarakat di Indonesia sebagai tanaman hias dan sebagai bunga pot atau bunga potong dengan hasil produksi dan volume ekspor yang meningkat pada tahun 2014 hingga 2015. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari interaksi antara konsentrasi paclobutrazol dengan varietas krisan yang berbeda serta untuk mengetahui varietas tanaman krisan dan konsentrasi paclobutrazol yang memberikan hasil terbaik. Penelitian dilaksanakan pada bulan April hingga Juli 2018 di Green House Kelompok Tani Sido Makmur Floris di Desa Sidomulyo, Batu, Jawa Timur. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan percobaan faktorial yang disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri dari dua faktor yaitu konsentrasi paclobutrazol (P) dengan tiga (3) taraf: P1: 500 ppm, P2: 1000 ppm dan P3: 1500 ppm serta tanaman kontrol. Faktor kedua ialah tiga varietas tanaman krisan (A) yaitu: A1: Marimar, A2: Yulimar dan A3: Pinka Pinky. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan konsentrasi paclobutrazolmemberikan hasil yang berbeda nyata pada parameter tinggi tanaman, umur berbunga, serta lama kesegaran bunga. Tingkat konsentrasi yang memberikan hasil terbaik yaitu pada konsentrasi 1000 ppm dengan hasil umur berbunga yang lebih cepat serta lama kesegaran bunga yang paling lama.
Respon Pertumbuhan dan Hasil Kedelai (Glycine max (L.) Merr) pada Naungan dan Waktu Pemangkasan Ubaidillah, Adib; Murdiono, Wisnu Eko; Islami, Titiek
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 9 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kedelai merupakan salah satu tanaman penting yang merupakan sumber pangan di Indonesia dan komoditas yang diprio-ritaskan dalam program pertanian yang dicanangkan oleh pemerintah. Berdasarkan pada rendahnya produksi kedelai maka perlu dilakukan beberapa upaya perbaikan teknik budidaya yang bertujuan untuk meningkatkan produksi tanaman kedelai, salah satu upaya yang dilakukan yaitu dengan menekan pertumbuhan vegetatif dan memaksimalkan pertumbuhan generatif. Pemangkasan memberikan keuntungan bagi tanaman, antara lain meningkatkan penetrasi cahaya matahari ke dalam sistem tajuk tanaman. Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2018 sampai dengan Januari 2019 di kebun percobaan Fakultas Pertanian, Kelurahan Jatimulyo. Penelitian yang disusun dengan rancangan acak kelompok (splitplot) yang terdiri dari petak utama naungan (N) dan anak petak waktu pemangkasan (W). Masing-masing faktor terdiri dari 3 taraf yang diulang 3 kali. Parameter pengamatan adalah parameter pertumbuhan dan hasil. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat interaksi nyata antara penggunaan naungan dan waktu pemangkasan pada parameter pertumbuhan yaitu tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, luas daun, dan jumlah bunga sedangkan pada hasil tidak tejadi interaksi. Pertumbuhan dan hasil tanaman terbaik pada perlakuan naungan 25% dengan waktu pemangkasan V2.
Respon Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung Ketan (Zea mays ceratina) dengan 3 Jenis Pemberian Pupuk Kandang dan Pupuk Anorganik Anwar, Mukhlisa Zuhuddina; Islami, Titiek
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 9 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jagung ketan merupakan salah satu jenis jagung yang memiliki kandungan amilopektin yang tinggi, rasa manis, lunak dan pulen. Namun jagung ketan kurang populer, khususnya pada masyarakat kota karena. kurang mendapat perhatian untuk dibudidayakan Upaya peningkatan hasil tanaman jagung ketan dilakukan antara lain dengan pemupukan. Penggunaan pupuk anorganik dapat diimbangi dengan penggunaan pupuk kandang. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan kombinasi jenis pupuk kandang dengan dosis pupuk anorganik yang tepat terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung ketan (Zea mays ceratina). Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli sampai dengan Oktober 2018 di kebun percobaan Fakultas Pertanian, Kelurahan Jatimulyo. Penelitian faktorial yang disusun secara acak kelompok (RAK Faktorial) yang terdiri dari faktor pertama pupuk kandang 10 t ha-1 (K) dan faktor kedua pupuk anorganik (N). Masing-masing faktor terdiri dari 3 taraf yang diulang 3 kali. Parameter pengamatan adalah parameter pertumbuhan dan hasil. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat interaksi nyata antara pemberian pupuk kandang dengan pupuk anorganik terhadap parameter pertumbuhan dan hasil. Terdapat interaksi nyata antara pemberian pupuk kandang dengan pupuk anorganik pada parameter pertumbuhan dan hasil yaitu tinggi tanaman, luas daun, bobot kering total tanaman, dan bobot segar tongkol tanpa kelobot per petak. Namun pada parameter pertumbuhan jumlah daun tidak terjadi interaksi antara perlakuan pupuk kandang dan pupuk anorganik. Pertumbuhan dan hasil tanaman terbaik pada perlakuan pupuk kandang ayam 10 t ha-1 dengan penambahan 25% pupuk anorganik.
Pengaruh Pemberian Macam Biochar dan Pupuk N terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kedelai (Glycine max L.) Sa’adah, Nailis; Islami, Titiek
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 11 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kedelai merupakan salah satu tanaman pangan yang dimanfaatkan masyarakat Indonesia sebagai sumber protein nabati dan digunakan sebagai sumber energi. Tingginya akan kebutuhan kedelai menyebabkan permintaan kedelai semakin meningkat. Konsumsi kedelai mengalami peningkatan dari 2,35 juta ton pada tahun 2009 menjadi 2,71 juta ton pada tahun 2015 (Badan Pusat Statistik, 2015). Usaha peningkatan produksi kedelai dapat dilakukan melalui perbaikan kondisi kesuburan tanah pada lahan budidaya dengan cara pemberian biochar dan pemupukan N. Biochar adalah bahan organik yang dihasilkan dari proses pyrolysis yaitu proses pembakaran secara tidak sempurna atau tanpa oksigen pada suhu tinggi yang mampu menambah unsur hara tanah serta memperbaiki sifat fisik tanah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian macam biochar dan pemberian dosis pupuk N yang berbeda pada pertumbuhan dan hasil kedelai. Penelitian dilaksanakan di lahan UPT. Pengembangan Benih Palawija, Kecamatan Singosari, Malang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK)  dan total 9 kombinasi perlakuan. Parameter pertumbuhan meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, jumlah bintil akar dan jumlah bunga. Parameter panen meliputi jumlah polong total, jumlah polong isi, jumlah polong hampa, bobot polong, jumlah biji/polong, bobot biji dan hasil panen per hektar. Data pengamatan dilakukan menggunakan analisis ragam (ANOVA) atau Uji F hitung. Apabila perlakuan menunjukkan pengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5%. Hasil percobaan menunjukkan tidak adanya pengaruh yang nyata terhadap jumlah daun, jumlah bunga dan hasil tanaman kedelai. Terdapat pengaruh yang nyata terhadap beberapa parameter pertumbuhan seperti tinggi tanaman, luas daun dan jumlah bintil akar.
Pengaruh Jarak Tanam dan Pupuk Organik Cair Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Selada Krop (Lactuca sativa L.) Kurniawati, Dwi Mertin; Islami, Titiek
Produksi Tanaman Vol. 8 No. 4 (2020)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selada krop (Lactuca sativa L.) ialah tanaman sayur yang memiliki daun berlapis-lapis membentuk krop. Salada krop banyak diminati untuk konsumsi karena memiliki kandungan gizi yang baik untuk tubuh. Permintaan yang semakin meningkat untuk memenuhi kebutuhan konsumen tidak sebanding dengan peningkatan produksi selada krop. Sehingga, perlu pemupukan berupa pupuk organik cair dan pengaturan jarak tanam yang optimal dapat menghasilkan bobot dan diameter krop yang optimal. Tujuan dilaksanakan penelitian ini ialah untuk mempelajari interaksi antara jarak tanam dengan pemberian pupuk organik cair (POC) terhadap pertumbuhan dan hasil selada krop. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret – Mei 2019 di Kebun Percobaan PT. BISI Internasional Tbk. Farm Pujon. Letak ketinggian tempat yaitu 1.080 mdpl. Suhu harian rata-rata tempat yaitu 20-25 ℃. Alat yang akan digunakan dalam penelitian yaitu cangkul, gunting, ember, cetok, sprayer, jangka sorong, meteran, penggaris, kayu, timbangan analitik, tray, dan gembor. Bahan yang digunakan yaitu benih tanaman selada krop LT 18001, pupuk cair organik, raffia, benih, polibag mini, papan label (alfa board) dan air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi interaksi antara perlakuan jarak tanam 25 cm x 25 cm dengan pemberian POC konsentrasi 5 ml menghasilkan bobot segar sebesar 22,12 ton Ha-1. Perlakuan jarak tanam 35 cm x 35 cm memberikan hasil pertumbuhan tanaman pada lebar kanopi dan diameter kanopi yang terbaik dari pada perlakuan lainya. Perlakuan pemberian pupuk organik cair (POC) dengan konsentrasi 5 ml mampu memberikan respon yang baik pada pertumbuhan dan hasil tanaman selada krop pada variabel tinggi tanaman, jumlah daun, diameter krop, dan diameter krop saat panen.
Respon Pertumbuhan Kedelai (Glycine max (L.) Merr.) pada Cekaman Salinitas Ashari, Sinta Ayu Dewi; Purwaningrahayu, Runik Dyah; Islami, Titiek; Sitompul, Syukur Makmur
Produksi Tanaman Vol. 8 No. 5 (2020)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kedelai merupakan komoditas kacang-kacangan yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia karena kandungan nutrisi yang tinggi. Produksi kedelai di Indonesia belum dapat memenuhi tingkat konsumsi sehingga menyebabkan terjadinya impor. Faktor yang menyebabkan rendahnya produktivitas kedelai dalam negeri salah satunya semakin berkurangnya lahan optimal karena beralih fungsi. Hal tersebut yang mendasari perlu ditingkatkannya produktivitas kedelai melalui beberapa hal seperti ekstensifikasi. Ekstensifikasi bisa dilakukan dengan penggunaan lahan marginal yaitu tanah salin. Penggunaan tanah salin dalam budidaya kedelai nyatanya masih mengalami hambatan dalam menghasilkan produksi kedelai yang tinggi. Penelitian ini ditujukan untuk mempelajari tanggapan pertumbuhan dari varietas dan galur harapan kedelai terhadap salinitas, Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Kaca BALITKABI Malang pada bulan April-Juli 2019. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF). Faktor pertama terdiri dari tingkat salinitas 0 mS cm-1 (S0), 4 mS cm-1 (S4), 8 mS cm-1 (S8), 12 mS cm-1 (S12), 16 mS cm-1 (S16). Faktor kedua varietas dan galur harapan kedelai terdiri dari Anjasmoro (G1), Wilis (G2), Ringgit (G3), K-10 (G4), K-11 (G5), K-12 (G6), K-13 (G7), K-14 (G8), K-15 (G9), N-8 (G10).  Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi tingkat salinitas dengan benih kedelai. Kedelai mengalami pertumbuhan yang tidak normal bahkan megalami kematian pada tingkat salinitas yang semakin tinggi yaitu 16 mS cm-1. Galur harapan K-15 dan K-13 memberikan pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan galur harapan dan varietas pembanding yang lain pada beberapa tingkat salinitas ditinjau dari parameter pertumbuhan.
Pengaruh Olah Tanah dan Pemberian Biourin Sapi Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kedelasi (Glycine max L. Mer-ril) Afeiro, Mohamad Ricky; Islami, Titiek; Murdiono, Wisnu Eko
Produksi Tanaman Vol. 9 No. 5 (2021)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kedelai memiliki kandungan gizi yang baik dimana pada setiap 100 gr biji kedelai mengandung 330 kalori, 35% protein. Olah tanah merupakan kegiatan awal yang bertujuan memberikan kondisi tanah yang baik, sehingga penetrasi akar, infiltrasi air dan peredaran udara bekerja dengan baik. Biourin sapi dapat merangsang pertumbuhan dari tanaman budidaya, karena mengandung zpt seperti IAA, Giberelin dan Sitokinin. Tujuan penelitian tersebut untuk melihat pengaruh dan interaksi antar perlakuan. Hipotesis yang diajukan ialah terdapat interaksi antara perlakuan olah tanah dan biourin sapi terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Juli 2020 hingga Oktober 2020 di Lahan Percobaan Fakultas Pertanian Jatimulyo Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Petak Terbagi (RPT) terdiri dari petak utama olah tanah yang terdiri dari 3 taraf, yaitu: tanpa olah tanah, olah tanah minimum dan olah tanah maksimum dan anak petak biourin sapi yang terdiri dari 3 taraf, yaitu: tanpa biourin sapi, biourin sapi 400 ml L-1 dan 600 ml L-1. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat interaksi pada pengamatan tinggi tanaman umur 61 HST dan luas daun umur 41 HST dan 51 HST. Perlakuan Olah Tanah Minimum yang dikombinasikan dengan biourin 600 ml L-1 memiliki rerata lebih baik dibandingkan perlakuan lainnya. Sedangkan untuk pengaruh secara terpisah olah tanah dan biourin sapi memberikan pengaruh nyata pada pengamatan bobot biji per hektar dengan rerata yang lebih baik untuk olah tanah yaitu olah tanah minimum sebesar 1,53 (ton ha-1) dan untuk biourin sapi yaitu biourin 600 ml L-1 sebesar 1,54 (ton ha-1).
Konsentrasi Nutrisi dan Media Tanam pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Cabai Besar (Capsicum annuum L.) Sistem Hidroponik Substrat Lutfi, Rizqy Jamaludin; Roviq, Mochammad; Islami, Titiek
Produksi Tanaman Vol. 9 No. 9 (2021)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cabai merah (Capsicum annuum L.) merupakan salah satu produk hortikultura dari jenis sayuran yang cukup dikenal serta memiliki banyak manfaat dan nilai ekonomi yang cukup tinggi. Peningkatan jumlah penduduk mengakibatkan persediaan cabai merah belum dapat terpenuhi. Oleh karena itu perlu dilakukan upaya dalam meningkatkan produksi tanaman cabai merah menggunakan metode hidroponik pada lahan pekarangan yang tidak digunakan dengan mempertimbangkan penggunaan media tanam dan konsentrasi nutrisi untuk memperoleh produksi tanaman cabai merah yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh konsentrasi nutrisi dan media tanam pada pertumbuhan dan hasil tanaman cabai merah yang ditanam dengan sistem hidroponik substrat. Penelitian dilaksanakan dalam rumah plastik di Desa Menganti, Kabupaten Gresik, Jawa Timur pada bulan November 2020 - April 2021. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT). Petak utama ialah konsentrasi nutrisi dengan K1 = 1000 ppm; K2 = 1500 ppm; K3 = 2000 ppm. Anak petak ialah media tanam dengan M1 = Arang Sekam; M2 = Pasir; M3 = Arang Sekam + Pasir (1:1). Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukan pemberian konsentrasi nutrisi 2000 ppm dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman cabai merah yang lebih tinggi. Media tanam Arang Sekam + Pasir (1:1) meningkatkan tinggi tanaman cabai merah sebesar 11,81% dibandingkan media tanam Pasir. Penggunaan konsentrasi 2000 ppm dengan media tanam Pasir mampu menghasilkan jumlah bunga, jumlah buah dan bobot buah yang lebih tinggi.
Co-Authors Afeiro, Mohamad Ricky Afrinda, Miftakhus Solikha Afrinda, Miftakhus Solikha Aldilla Dezjona Putri Amir Hamzah Andi Kurniawan Anggara, Abi Anggara, Abi Anggarsari, Dias Anggarsari, Dias Anggraeni, Listy Anna Satyana Karyawati Anwar, Mukhlisa Zuhuddina Anwar, Mukhlisa Zuhuddina Arinal Hasni, Gerry Pradhana Arinal Hasni, Gerry Pradhana Armita, Deffi Armita, Deffi Arsetia, Reanida Tri Arsetia, Reanida Tri Ashari, Sinta Ayu Dewi Azis Rifianto Bambang Guritno Barunawati, Nunun Dian Novita Sari, Dian Novita El Fitroh, Muhamad Azhim El Fitroh, Muhamad Azhim Fadhila, Syahada Amalia Fadhila, Syahada Amalia Faisal Agus Firmansyah Fatmayanti, Nadya Fatmayanti, Nadya Febrianto, Riyadi Akbar Febrianto, Riyadi Akbar Fitriana, Diah Asih Fitriana, Diah Asih Guntoro, Andi Yuono Guntoro, Andi Yuono Hardiman, Tomy Hendardi, Bramantyo Hendardi, Bramantyo Husni Thamrin Sebayang Irfany, Auliy Irfany, Auliy Kanwal, N. D. S. Karyawati, Anna Satyana  Kharisma Hapsarini Nasution Koesriharti Koesriharti Kurniawati, Dwi Mertin Lestari, Aryani Trie Lestari, Aryani Trie Lutfi, Rizqy Jamaludin Luvitasari, Desy Indah Luvitasari, Desy Indah M. Dawam Maghfoer, M. Dawam M. Roviq, M. Roviq Maghfour, Mochammad Dawam Maghfour, Mochammad Dawam Marzuki Marzuki Marzuki, Marzuki Mazidah, Nitha Ardhiyah Nur Meganada, Ika Kartika Meganada, Ika Kartika Megawati, Rina Moch. Dawam Maghfoer Mochammad Dawam Maghfoer Mochammad Nawawi Mochammad Roviq Muhyidin, Hidayatul Muhyidin, Hidayatul Mukti, Muhammad Saifullah Mukti, Muhammad Saifullah Muntashilah, Ummi Hadiyati Murdiono, Wisnu Eko Murdiono, Wisnu Eko Muthoharoh, Nurul Muthoharoh, Nurul Nainggolan, Alexander Nainggolan, Alexander Nasution, Kharisma Hapsarini Nawawi, Mochammad Nihayati, Ellis Nindita, Ajeng Devi Nindita, Ajeng Devi Ningtyas, Rizky Putri Diarsari Ningtyas, Rizky Putri Diarsari Nugroho, Agung Nugroho, Agung Nunun Barunawati, Nunun Nur Edy Suminarti Nurhidayati, Titik Nurjanah, Risda Yunita Nurjanah, Risda Yunita Paramaditya, Intan Paramaditya, Intan Pratama, Hardhika Purwati, Rima Dwi Purwati, Rima Dwi Putra, Herry Pratama Putra, Herry Pratama Putri, Aldilla Dezjona Putri, Ponco Nurmi Putri, Ponco Nurmi Rachmawati, Destalia Lanny Rachmawati, Destalia Lanny Rahayu, Aldila Putri Rahma Pramita Sari Rahmat Nugraha Rismawan, Safetian Fauzi Rismawan, Safetian Fauzi Riyani, Norma Winda Riyani, Norma Winda Romadona, Dessi Nurhidayati Roviq, Muhammad Runik Dyah Purwaningrahayu Sa’adah, Nailis Sa’adah, Nailis Safitri, Nurma Delia Safitri, Nurma Delia Saitama, Akbar Sandiwantoro, Riko Tri Sandiwantoro, Riko Tri Sari, Rahma Pramita Sebayang, Husni Thamrin Septiana, Asep Septiana, Asep Setiawan, Ariesta Yudha Setiawan, Ariesta Yudha Setyono Yudo Tyasmoro Shafa Salsabilaa Zahirah Sipayung, Daniel Sipayung, Daniel Siswati, Jiana Budi Siswati, Jiana Budi Subagio, Yudhistira Afnan Malay Subagio, Yudhistira Afnan Malay Sudiarso Sudiarso Sudiarso, Sudiarso Sugari, Didit Sugari, Didit Sunaryo Sunaryo Sunaryo, Sunaryo Surya Pradana, Gede Bayu Surya Pradana, Gede Bayu Sutoyo Sutoyo Syakur Syakur Syukur Makmur Sitompul, Syukur Makmur Tatik Wardiyati Titin Sumarni Tomy Hardiman Tristanti, Nur Azizah Ubaidillah, Adib Ubaidillah, Adib Uma Khumairoh Uma Khumairoh Ummi Hadiyati Muntashilah, Ummi Hadiyati W.H. Utomo W.H. Utomo Wahyuni, Pipit Wahyuni, Pipit Wambrauw, Sopia Fransina Wardani, Fajarany Ratih Wardani, Fajarany Ratih Widiana, Aris Nikmatul Widiana, Aris Nikmatul Yogi Sugito Zakiah, Suci Gita Zakiah, Suci Gita