Articles
Hambatan Mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan Bimbingan Konseling Sekolah (PPLBKS) dalam Pemberian Layanan Bimbingan Kelompok (Studi Terhadap Mahasiswa PPLBKS Semester Ganjil 2013/2014)
Diana, Diana;
Kasih, Fitria;
Nita, Rahma Wira
Bimbingan dan Konseling Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Wisuda Ke 48 Mahasiswa Prodi Bimbingan dan Konseling
Publisher : Bimbingan dan Konseling
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
The problem in this research is the trouble that occur by the students (PPLBKS) when they do field training in giving group guidance and conseling. Significance of this research to describe 1) the trouble that face by the students of PPLBKS in conducting group guidance. 2) the trouble that face by the students of PPLBKS in appearing group dinamic when serve group guidance. The methodology of this research is descriptive that try to describe situation. The technique that apply in this researche is the simple random sampling. The population in this research are all of the students of PPLBKS 2013/2014, the number of the students are 197 students. Furthermore, the sample of this research are 66 students. The instruments of this research is questionaire. In addition, an analisys of this research is percent formula. The finding of this research are 1) the trouble that face by the students in understanding the implementation of group guidance and conseling have much trouble. 2) the trouble that face by the students of PPLBKS in appearing group dinamic when serving group guidance is more enough.
PERAN GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM MENGATASI KESULITAN BELAJAR PESERTA DIDIK BERKEBUTUHAN KHUSUS PADA PENDIDIKAN INKLUSI DI SMK NEGERI 4 PADANG
Endrawati, Endrawati;
Kasih, Fitria;
Nita, Rahma Wira
Bimbingan dan Konseling Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Wisuda Ke 48 Mahasiswa Prodi Bimbingan dan Konseling
Publisher : Bimbingan dan Konseling
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
This research motivated by presence of students special needs who have barriers learning . Learners special needs not as fast as other students receive lessons. The purpose this study determine role of teacher in exposing counselor learning difficulties and provision counseling services in overcoming learning difficulties . This study conducted with qualitative descriptive approach describes symptoms , facts and reality environment about the role of  teachers in overcoming learning difficulties BK learners special needs in inclusive education . As for research informants are : counselor  and learners with special needs . Instrument used by writer in this study were interviews and observation techniques used in processing data through data reduction, data display conclutionThe results obtained are special needs students center and in front of the class room . Conduct interviews with parties such as parents , peers , teachers teach , students learn about difficulties and development, as well as direct observation and diagnostic tests for learners special needs, observe directly development learners with special needs .BK teachers role in overcoming learning difficulties of students special needs in provision of services , namely : Inform teacher who taught for more attention to students special needs in teaching
Rancangan Program Pelayanan Konseling pada Masa Pandemi Berbasis Konseling Ego (Studi di SMA Swasta Intensif Nurul Ikhlas Panyalaian)
Shofie Istiqomah;
Rahma Wira Nita;
Triyono Triyono
Wahana Didaktika : Jurnal Ilmu Kependidikan Vol. 19 No. 3 (2021): Wahana Didaktika Jurnal Ilmu Kependidikan
Publisher : Faculty of teaching training and education
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/wahanadidaktika.v19i3.6396
Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasikan maladjusment remaja berbasis konseling ego dan membuat rancangan program pelayanan konseling berdasarkan identifikasi. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Swasta Intensif Nurul Ikhlas Panyalaian-Padang Panjang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan populasi seluruh peserta didik sebanyak 148 peserta didik. Dengan penarikan sampel menggunakan menggunakan teknik stratified random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 141 peserta didik. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket sedangkan untuk analisis data menggunakan statistik deskriptif dengan teknik presentase. Hasil identifikasi penelitian maladjusment remaja berbasis konseling ego  dapat memudahkan guru bimbingan dan konseling (BK) dalam merancangan program pelayanan sesuai dengan maladjusment nilai-nilai yang kaku, individu tidak bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan (keterasingan, kurang berfikir jernih, tidak memperhitungkan untung dan ruginya dan kecemasan. Berdasarkan rancangan program pelayanan konseling pada masa pandemi berbasis model konseling ego di SMA Swasta Intensif Nurul Ikhlas Panyalaian-Padang Panjang ini ada beberapa rancangan program layanan untuk direkomendasikan kepada guru BK agar lebih meminimalisir maladjustment melalui layanan-layanan konseling.
Rancangan Program Pelayanan Konseling pada Masa Pandemi Berbasis Model Pendekatan Psikologi Individual
Islamiatul Niza;
Rahma Wira Nita;
Triyono Triyono
Wahana Didaktika : Jurnal Ilmu Kependidikan Vol. 19 No. 3 (2021): Wahana Didaktika Jurnal Ilmu Kependidikan
Publisher : Faculty of teaching training and education
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/wahanadidaktika.v19i3.7091
Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi maladjustment remaja berbasis pendekatan psikologi individual dan membuat rancangan program pelayanan konseling remaja masa pandemi berbasis analisis maladjustment model pendekatan psikologi individual. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, populasi penelitian ini peserta didik di SMP Negeri 3 Sijunjung sebanyak 277 peserta didik. Sampel penelitian sebanyak 164 peserta didik menggunakan teknik stratified random sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket dan analisis data menggunakan statistik deskriptif dengan teknik presentase.  Hasil penelitian tentang rancangan program pelayanan konseling pada masa pandemi berbasis model pendekatan psikologi individual di SMP Negeri 3 Sijunjung dilihat dari hasil identifikasi maladjustment remaja berbasis psikologi individual berada pada kategori sedikit dan rancangan program pelayanan konseling berdasarkan hasil identifikasi maladjustment diberikan dalam bentuk materi yang disesuaikan dengan meladjustment yang muncul dan diberikan layanan yang sesuai. Berdasarkan hasil penelitian ini direkomendasi dari guru BK agar dapat meminimalisir maladjustment yang banyak dilakukan
Rancangan Program Pelayanan Konseling pada Masa Pandemi Berbasis Model Pendekatan Konseling Analisis Transaksioanal
Isra Irman;
Rahma Wira Nita;
Triyono Triyono
Wahana Didaktika : Jurnal Ilmu Kependidikan Vol. 19 No. 2 (2021): Wahana Didaktika Jurnal Ilmu Kependidikan
Publisher : Faculty of teaching training and education
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/wahanadidaktika.v19i2.6393
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya tingkah laku salah suai atay Maladjusment pada peserta didik dalam aktifitas sehari-harinya yaitu peserta didik yang kurang percaya diri dan minder. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi maladjusment remaja berbasis pendekatan konseling analisis transaksional dan menyusun rancangan program pelayanan konseling remaja pada masa pandemi berbasis analisis maladjustment model pendekatan konseling analisis transaksional. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, populasi penelitian ini peserta didik di SMA Negeri 12 Padang sebanyak 643 peserta didik. Sampel pada penelitian sebanyak 90 peserta didik diambil menggunakan teknik purposive simple random sampling. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket dan untuk analisis data menggunakan statistik deskriptif dengan teknik persentase. Hasil penelitian tentang rancangan program pelayanan konseling pada masa pandemi berbasis model pendekatan konseling analisis transaksional di SMA Negeri 12 Padang dilihat dari hasil identifikasi maladjustment remaja berbasis konseling analisis transaksional berada pada kategori sangat sedikit dan rancangan program pelayanan konseling berdasarkan hasil identifikasi maladjustment diberikan dalam bentuk materi yang disesuaikan dengan maladjustment yang muncul dan diberikan layanan yang sesuai dengan permasalahan peserta didik. Berdasarkan hasil penelitian ini direkomendasikan kepada guru BK agar dapat meminimalisir maladjustment yang dilakukan oleh peserta didik.Kata Kunci : Model Konseling Ego, Maladjusment, Rancangan Program.
Rancangan Program Pelayanan Konseling pada Masa Pandemi Berbasis Model Pendekatan Konseling Self
Vera Nofelira Hendry;
Rahma Wira Nita;
Triyono Triyono
Wahana Didaktika : Jurnal Ilmu Kependidikan Vol. 19 No. 2 (2021): Wahana Didaktika Jurnal Ilmu Kependidikan
Publisher : Faculty of teaching training and education
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/wahanadidaktika.v19i2.6395
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya peserta didik yang melakukan Maladjusment dalam aktifitas sehari-harinya yaitu peserta didik yang mempunyai persepsi ketika tidak memenuhi kebutuhan dianggap sebagai hal negatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi maladjusment remaja berbasis pendekatan konseling self dan membuat rancangan program pelayanan konseling remaja pada masa pandemic berbasis analisis maladjustment model pendekatan konseling self. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, populasi penelitian ini peserta didik di SMA Negeri 12 Padang sebanyak 1.039 peserta didik. Sampel pada penelitian sebanyak 289 peserta didik diambil menggunakan teknik stratified random sampling. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket dan untuk analisis data menggunakan statistik deskriptif dengan teknik persentase. Hasil penelitian tentang rancangan program pelayanan konseling pada masa pandemi berbasis model pendekatan konseling self di SMA Negeri 12 Padang dilihat dari hasil identifikasi maladjustment remaja berbasis konseling self berada pada kategori sedikit dan rancangan program pelayanan konseling berdasarkan hasil identifikasi maladjustment diberikan dalam bentuk materi yang disesuaikan dengan maladjustment yang muncul dan diberikan layanan yang sesuai. Berdasarkan hasil penelitian ini direkomendasikan kepada guru BK agar dapat meminimalisir maladjustment yang banyak dilakukan. Kata kunci: Maladjusment, Konseling Self, Program
Profil Keterbukaan Diri (Self- Disclosure) Peserta Didik dalam Pelaksanaan Konseling Perorangan di Kelas XI SMK 3 Negeri Kota Padang
Ogi Julianda;
Rahma Wira Nita;
Wira Solina
MUDABBIR Journal Reserch and Education Studies Vol. 1 No. 2 (2021): Vol. 1 No. 2 Juli-Desember 2021
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (347.8 KB)
|
DOI: 10.56832/mudabbir.v1i2.70
Penelitian ini dilatarbelakangi adanya peserta didik yang hanya menceritakan masalahnya secara umum, adanya peserta didik yang sulit untuk menceritakan masalah yang sebenarnya kepada guru BK kepada guru BK, adanya peserta didik mengikuti konseling bukan karena keinginannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan keterbukaan diri peserta didik di kelas XI SMK Negeri 3 Kota Padang dilihat dari: 1) Ketepatan. 2) Motivasi. 3) Kondisi. 4) Keintensifan. 5) Kedalaman. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian adalah 277 peserta didik yang dipilih dengan teknik purposive sampling dengan 47 partisipan. Instrumen yang digunakan yaitu angket. Sedangkan untuk analisis data menggunakan klasifikasi persentase. Berdasarkan hasil penelitian tentang profil self- disclosure peserta didik dalam pelaksanaan konseling perorangan di kelas XI SMK 3 Negeri Kota Padang dapat diambil kesimpulan self- disclosure dilihat dari: 1) Ketepatan berada pada kategori rendah. 2) Motivasi berada pada kategori cukup tinggi. 3) Kondisi berada pada kategori cukup tinggi. 4) Keintensifan berada pada kategori cukup tinggi. 5) Kedalaman berada pada kategori cukup tinggi. Hasil penelitian ini direkomendasikan kepada guru BK agar mengembangkan program khususnya konseling perorangan agar peserta didik mengikuti konseling perorangan dengan kesadaran sendiri.
Efektifitas Program Pengembangan Kecerdasan Emosi dalam Meningkatkan Aspek Empati (EMPATHY) Berbasis Teknologi Informasi (Studi untuk Peserta didik di Kelas X MIA 1 SMAN 2 Bayang Kabupaten Pesisir Selatan)
Gelly Fitria Santi;
Helma Helma;
Rahma Wira Nita
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 4 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (259.917 KB)
|
DOI: 10.31004/jpdk.v4i4.6043
Penelitian ini dilatar belakangi oleh terungkapnya bahwa adanya peserta didik yang belum mampu mengenali perasaan or2ang lain atau rasa empatinya dan kurangnya rasa peduli peserta didik terhadap temannya dengan itu konselor memberikan program layanan kepada peserta didik. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan:1).Gambaran empati sebelum diberikan program layanan/perlakuan.2).Gambaran empati setelah diberikan program layanan/perlakuan . 3). Efektifas program layanan sesuai dengan peserta didik di kelas X Mia 1 SMAN 2 Bayang yang berhubungan dengan rasa empati. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan mengunakan pendekatan kuantitatif.penelitian ini adalah eksperimen dengan mengunakan pre-test post-test control grup desain terdapat dua kelompok yang dipilih kemudian diberi pre-test untuk mengetahui keadaan awal apakah adakah perbedaan antara kelompok eksperimen dan kelompok control. Teknik pengambilan sampel adalah total sampling. Populasi penelittian ini adalah sebanyak 60 orang.Jumlah sampel sebanyak 30 orang kelompok eksperimen dan 30 oranv untuk kelompok control. Instrumen yang digunakan adalah angket.Data dianalisis dengan menggunakan teknik presentase dan teknik ANCOVA. Berdasarkan hasil penelitian tentang efektifitas pengembangan kecerdasan emosi dalam meningkatkat aspek empati dapati diambil kesimpulan sebagai berikut: 1). Gambaran empati peserta didik sebelum diberikan program layanan/perlakuan berada dikategosikan rendah. 2). Gambaran empati peserta didik setelah diberikan program layanan/perlakuan dikategorikan tinggi. 3). Adanya signifikan untuk meningkatkan rasa empati peserta didik di kelas Mia 1 SMAN 2 Bayang. Berdasarkan hasil penelitian ini direkomendasikan kepada guru BK. Hal tersebut dapat dilihat dibuktikan dengan hasil uji hipotesis yang menunjukan bahwa nilai signifikan yang diperoleh sebesar 0.050 sama nilai ketetapan signifikan 0.050.
Pedoman Media Biblio Edukasi Berbasis Identifikasi Maladjusment Konseling Rebt
Iffah Abdilah Berlian;
Rahma Wira Nita;
Triyono Triyono
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 4 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (282.064 KB)
|
DOI: 10.31004/jpdk.v4i4.6304
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya peserta didik yang memiliki tingkah laku salah suai atau Maladjusment dalam aktifitas sehari-harinya. Perilaku tersebut diantaranya peserta didik tidak mau ditegur orang lain, bergantung pada orang lain dan minder. Tujuan dari penelitian ini untuk:1) Mendeskripsikan prilaku maladjustment remaja dari konseling analisis transaksional dilihat dari tiga indikator. 2) menguji media biblio edukasi yang dapat diterima secara teoritis. Jenis penelitian ini adalah pengembangan (R&D),Langkah-langkah dalam penelitian ini peneliti membatasi 5 langkah pengembangan, yaitu (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi desain (di validasikan oleh 3 dosen penguji), (5) revisi desain. ni populasi penelitian ini peserta didik di SMA Negeri 1 Lintau Buo berjumlah 657 peserta didik dengan sampel pada penelitian sebanyak 81 peserta didik diambil menggunakan teknik purposive simple random sampling. Data Penelitian diproleh melalui angket dan diolah dengan teknik skor interval. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Maladjusment remaja berbasis konseling analisis transaksional secara keseluruhan berada pada kategori sangat banyak dengan presentase 64,20% (2) Berdasarkan hasil uji validasi dari 3 orang dosen dengan hasil rata rata 3,35 maka media biblio berbasis identifikasi maladjustment konseling analisis transaksional pada kelas X dan XI di SMAN 1 Lintau Buoyang telah dikembangkan layak digunakan.
Media Biblio Edukasi Berbasis Identifikasi Maladjustment Konseling Realitas Studi pada Remaja Kelas X di SMAN 1 Painan
Siti Arsyah;
Rahma Wira Nita;
Triyono Triyono
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 5 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jpdk.v4i5.6925
Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya peserta didik yang memiliki tanggung jawab diri yang rendah, beberapa peserta didik yang tidak mengerjakan tugas dalam belajar, beberapa peserta didik yang lebih suka menyendiri, dan beberapa peserta didik yang merasa di jauhi oleh teman-temannya. Tujuan penelitian ini yait: 1)mendeskripsi Maladjustment Model Pendekatan Konseling Realitas. 2) menguji media biblio edeukasi yang dapat diterima secara teoritis. Jenis penelitian ini adalah pengembangan (R&D). Dengan populasi penelitian ini adalah Kelas X IPS 1,2,3 dan 4 serta kelas X IPA 1 dan 2 SMA Negeri 1 Painan berjumlah 280 orang. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling yaitu sebanyak 85 partisipan. Data penelitian diperoleh melalui angket dan diolah menggunakan teknik persentase. Berdasarkan hasil penelitian tentang Maladjustment model pendekatan konseling realitas di Kelas X IPS 1,2,3 dan 4 serta kelas X IPA 1 dan 2 SMA Negeri 1 terungkap bahwa: 1)Jika dilihat secara keseluruhan dari hasil identifikasi meladjustment remaja berbasis konseling realitas berada pada kriteria sangat banyak dengan persentase 43,5%. 2) setelah dilakukannya pengujian media ke tiga orang ahli,secara teoritis dengan hasil validasi media diterima secara teoritis dan layak digunakan untuk mengatasi maladjustment remaja dapat diterima secara teoritis. Berdasarkan hasil penelitian ini direkomendasi untuk Guru BK agar dapat mempergunakan media biblio edukasi yang telah peneliti rancang untuk peserta didik kelas X di SMAN 1 Painan