Claim Missing Document
Check
Articles

Gambaran Status Gizi dan Personal Hygiene Anak di TK Aisyiyah Kadipiro Surakarta Noviyanti, Retno Dewi; Sugihartiningsih, S
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 7th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak sebagai aset sumber daya manusia dan generasi penerusbangsa. Status gizi anak pra sekolah di Indonesia masihmembutuhkan banyak perhatian. Gizi merupakan faktor penting bagikecerdasan anak, selain itu personal hygiene juga sangat pentingdalam menentukan status gizi dan kesehatan anak. Pengabdian inibertujuan untuk mengukur status gizi dan mengetahui personalhygiene anak di TK Aisyiyah Kadipiro Surakarta. Metode yangdigunakan adalah pengukuran, pemeriksaan dan observasi untukmengukur status gizi berdasarkan indeks antropometri BB/U, TB/U,IMT/U dan personal hygiene. Jumlah subyek sebanyak 45 anak.Hasil menunjukkan bahwa rerata z-score BB/U adalah -0,64 ± 1,59SD yang berstatus gizi normal 64,4%, gizi kurang 26,7% dan gizilebih 8,9%. Rerata z-score TB/U adalah -0,81 ± 1,07 SD yangberstatus gizi normal 82,2% dan pendek 17,8%. Rerata z scoreIMT/U sebesar -0,19 ± 1,54SD yang berstatus gizi sangat kurus2,2%, kurus 4,4%, normal 84,4%, gemuk 2,2% dan obesitas 6,7%.Personal Hygiene diperoleh hasil sebagai berikut gigi karies 62,2%dan tidak karies 37,8%, telinga tidak hygiene 17,8% dan hygiene82,2%, kuku tidak hygiene 26,7% dan hygiene 73,3%, kulit hygiene100% dan mata hygiene dan tidak anemis 100%. Status gizi kurang,sangat kurus dan kurus dapat disebabkan oleh asupan makan yangtidak adekuat, pola makan yang tidak teratur dan personal hygieneyang tidak optimal yang mengakibatkan terjadinya infeksi dantimbulnya penyakit. Anak pendek dapat terjadi karena kurangoptimalnya asupan makan dalam jangka waktu relatif lama. Statusgizi lebih, gemuk dan obesitas dapat disebabkan karena tingkatkonsumsi yang berlebih terutama lemak dan karbohidrat. Kondisipersonal hygiene yang belum optimal dapat disebabkan karenapengetahuan orangtua belum optimal. Sehingga perlu adanyapendidikan/penyuluhan gizi dan personal hygiene pada orangtua dananak.
HUBUNGAN KEBIASAAN SARAPAN PAGI DENGAN STATUS GIZI SISWA SD MUHAMMADIYAH PROGRAM KHUSUS SURAKARTA Noviyanti, Retno Dewi; Kusudaryati, Dewi Pertiwi Dyah
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Status gizi adalah keadaan tubuh sebagai akibat konsumsi makanan dan penggunaan zat-zat gizi. Status gizi mempengaruhi proses pertumbuhan dan perkembangan anak. Sarapan pagi mempunyai peranan penting dalam memenuhi kebutuhan asupan zat gizi anak sekolah. Kebiasaan mengabaikan sarapan pagi dapat mengakibatkan tubuh tidak mendapatkan asupan zat gizi yang cukup sehingga mempengaruhi status gizi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kebiasaan sarapan pagi dengan status gizi siswa SD Muhammadiyah Program Khusus Surakarta. Metode penelitian ini adalah cross-sectional. Penelitian dilakukan pada siswa dengan usia 9-12 tahun sebanyak 56 anak. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling. Data kebiasaan sarapan pagi diperoleh dengan wawancara, data status gizi diperoleh dengan pengukuran antropometri berat badan dan tinggi badan selanjutnya dihitung nilai Z score dengan indeks IMT/U. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian diperoleh sebagian besar siswa melakukan sarapan pagi sebesar 78,6%, status gizi kategori normal sebesar 51,8% dengan nilai rata-rata status gizi berdasarkan IMT/U adalah 0.79 ± 1.65 SD. Hasil uji statistik diperoleh nilai p = 0,036. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan kebiasaan sarapan pagi dengan status gizi siswa SD Muhammadiyah Program Khusus Surakarta.
GAMBARAN KADAR GULA DARAH LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GAMBIRSARI SURAKARTA Luthfianto, Dodik; Noviyanti, Retno Dewi; Kurniawati, Indah
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes mellitus merupakan suatu penyakit yang ditandai dengan kadar glukosa darah melebihi normal. Ada beberapa faktor pemicu yang menyebabkan terjadinya diabetes antara lain : Pola makan, obesitas (kegemukan), faktor genetis, bahan-bahan kimia dan obat-obatan, penyakit dan infeksi pada pankreas, kurangnya aktifitas fisik dan usia lanjut. Salah satu faktor penyebab diabetes mellitus pada penelitian ini adalah faktor usia lanjut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar gula darah lansia di wilayah kerja Puskesmas Gambirsari Surakarta. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilakukan di Posyandu lansia wilayah kerja puskesmas Gambirsari, sejak bulan Mei – Agustus 2018 terhadap lansia dengan rentang usia 45-80 sebanyak 203 orang dengan teknik sampling simple random sampling. Variabel penelitian ini adalah kadar gula darah. Kadar gula darah sewaktu (GDS) diperoleh dari pemeriksaan CGU. Hasil pemeriksaan diperoleh bahwa dari 203 lansia, sebanyak 23,6 % memiliki kadar gula darah sewaktu lebih dari normal atau hiperglikemia. Kadar normal GDS adalah < 130 mg/dl dengan rata-rata nilai nilai GDS dalam penelitian ini masih dalam kategori normal yaitu 124,75 ± 73,64 mg/dl. Dapat disimpulkan bahwa terdapat 23,6 % lansia mengalami diabetes mellitus.
Upaya Peningkatan Pengetahuan Kader Posyandu Lansia Tentang Gizi Cegah Demensia Melalui Pendidikan dan Buku Menu Gizi Noviyanti, Retno Dewi; Untari, Ida
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 10th University Research Colloquium 2019: Bidang Pengabdian Masyarakat
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lanjut usia di Indonesia telah mengalami peningkatan darisebelumnya yaitu sekitar 24 juta dan tahun 2020 diperkirakan akanmeningkat sekitar 30-40 juta jiwa. Seiring dengan meningkatnyapopulasi lansia, hal ini menyebabkan permasalahan tersendiri danbiasa disebut dengan syndrome geriatrie. Salah satunya yang terjadipada lansia adalah penurunan fungsi kognitif atau daya ingat.Semakin bertambahnya umur lansia cenderung akan mengalamipenurunan fungsi kognitif yang berakibat menggangu aktifitassehari-hari yang serta menurunkan kualitas hidup sehingga perlumenjadi perhatian bersama baik keluarga maupun masyarakatsekitarnya sehingga diperlukan kegiatan peduli demensia padalansia dengan memberdayakan keluarga, masyarakat untuk ikutdalam pemeliharaan dan perawatan kesehatan lansia salah satunyaadalah melalui kegiatan posyandu lansia. Masalah yang seringterjadi di posyandu lansia adalah kurangnya pengetahuan kadertentang gizi untuk mencegah demensia lansia dan masih sedikitnyakader yang mampu mengkreasikan menu pemberian makanantambahan (PMT) bagi lansia untuk mencegah demensia. Tujuanpengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkanpengetahuan kader tentang demensia melalui pendidikan dan bukugizi. Jumlah responden sebanyak 30 responden yang terdiri dari 16dari kader posyandu Amarta Kadipiro dan 14 orang dari kaderposyandu Sari Waluyo Kadipiro Surakarta. Hasil uji diketahuibahwa ada perbedaan nilai pengetahuan responden sebelum dansesudah pemberian pendidikan dan buku menu gizi (p= 0,031). Nilairerata pengetahuan sebelum pemberian pendidikan dan buku menugizi sebesar 62,67 ± 26,12 dan nilai sesudah sebesar77,33 ± 22,12.Kesimpulannya pendidikan dan buku menu gizi dapat meningkatkanpengetahuan kader tentang gizi untuk mencegah demensia lansia.
The Effectiveness of Breakfast Education on EnergyIntake, Protein, Nutritional Status and LearningAchievement of Elementary School Children Noviyanti, Retno Dewi; Kusudaryati, Dewi Pertiwi Dyah
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 15th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

School children (7-12 years) are nutritionally vulnerable groups. Provision of nutrition with good and correct quality and quantity greatly influences the growth of school-age children. Breakfast has an important role in meeting energy and nutrient needs. These nutrients will affect nutritional status and can increase the concentration of learning. This research aims to analyze the effectiveness of education about breakfast on energy, protein, nutritional status and learning achievement of elementary school children. The study design was experimental randomized pretest-posttest control group design. The sample of this study was elementary students of students aged 9-12 years with a sample of 56 children who were chosen by simple random sampling at the Muhammadiyah Elementary School in Surakarta Special Program. The sample was divided into 2 groups, namely the treatment group (power point media and booklet) and the comparison group (booklet only). The intervention was carried out for 12 weeks. Paired t test and Wilcoxon test to analyze differences in energy intake, protein, nutritional status and learning achievement before and after intervention in each group. Mann Whitney test to analyze differences between groups. The results of this research was the mean nutritional status before 0.77 ± 1.60 and after 0.78 ± 1.62. The mean energy intake before 131.57 ± 54.15% and after 131.49 ± 53.21%. The mean protein intake before 112.45 ± 36.63% and after 112.39 ± 26.15%. The average learning achievement before 80.38 ± 8.25 and after 83.00 ± 4.95. Breakfast habits increased from 82.1% to 89.3%. Differences between groups for nutritional status data (p = 0.974), energy intake (p = 0.002), protein intake (p = 0.049), learning achievement (p = 0.001).The conclusion of this research was there were differences in energy intake, protein and learning achievement between intervention groups, but there were no differences in nutritional status between groups. Interventions in the treatment group were more effective than the comparison group.
Upaya Peningkatan Pengetahuan Anak Sekolah tentang Pentingnya Sarapan Pagi Melalui Booklet Noviyanti, Retno Dewi; Kusudaryati, Dewi Pertiwi Dyah
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang Pengabdian Masyarakat
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelompok anak sekolah merupakan kelompok rentan gizi. Kelompok ini berhubungan dengan perkembangan yang cepat dalam proses intelektualnya dan keterampilan serta mulai mempunyai kegiatan fisik yang aktif, yang memerlukan zat gizi dengan jumlah besar. Pemberian gizi dengan kualitas dan kuantitas yang baik dan benar sangat mempengaruhi tumbuh kembang anak usia sekolah. Sarapan pagi merupakan faktor yang mempengaruhi konsentrasi belajar anak di sekolah. Sarapan pagi mempunyai peranan penting dalam memenuhi kebutuhan energi anak sekolah, dengan sarapan pagi dapat meningkatkan konsentrasi belajar dan memudahkan menyerap pelajaran di sekolah, sehingga prestasi belajar menjadi baik. Prakteknya banyak anak yang tidak sarapan pagi sebelum ke sekolah. Mengabaikan sarapan pagi dapat menurunkan prestasi belajar, tubuh tidak mendapatkan asupan zat gizi yang cukup sehingga menurunkan status gizi. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan anak dan orangtua tentang pentingnya sarapan pagi. Jumlah peserta sebanyak 30 yang terdiri dari 15 siswa dan 15 orangtua Hasil pengabdian diperoleh bahwa hasil pretest yang telah dilakukan sebelum pelaksanaan edukasi gizi, rerata nilai pengetahuan peserta dalam kategori cukup dengan hasil skor 60,2. Sedangkan hasil post-test, rerata nilai pengetahuan peserta dalam kategori baikdengan hasil skor 78,4. Rerata nilai sesudah pemberian pendidikan/edukasi gizi (post test) lebih tinggi dibanding dengan nilai sebelum pemberian pendidikan/edukasi gizi (pre test) dengan peningkatan nilai sebesar 18,2. Kesimpulannya adalah pendidikan/edukasi tentang sarapan pagi dengan media booklet dapat meningkatkan pengetahuan anak sekolah dan orangtua tentang pentingnya sarapan pagi
Hubungan Pendidikan, Pengetahuan Dan Lama Kerja Dengan Perilaku Hygiene Penjamah Makanan Di PPMI Assalaam Sukoharjo Imawati, Nabila; Marfuah, Dewi; Noviyanti, Retno Dewi
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Mahasiswa (Student Paper Presentation)
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku hygiene penjamah makanan merupakan prosedur menjaga kebersihan dalam pengelolaan makanan yang aman dan sehat. Perilaku hygiene penjamah makanan sangat penting dalam proses pengolahan makanan karena dapat meminimalisir kemungkinan terjadinya kontaminasi pada makanan. Terdapat banyak faktor yang mempengaruhi perilaku hygiene penjamah makanan salah satunya pendidikan, pengetahuan dan lama kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pendidikan, pengetahuan dan lama kerja dengan perilaku hygiene penjamah makanan di PPMI Assalaam Sukoharjo. Metode penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel dengan sampling jenuh dengan jumlah 30 sampel. Pengumpulan data pendidikan, pengetahuan dan lama kerja menggunakan kuesioner, sedangkan data perilaku hygiene diperoleh menggunakan lembar observasi chek list, wawancara dan pengamatan sebanyak 3 kali pengamatan. Analisis statistik menggunakan uji korelasi Rank Spearman. Berdasarkan hasil penelitian diketahui sebagian besar pendidikan sampel dalam kategori pendidikan menengah sebanyak 19 (63,3%), pengetahuan dalam kategori cukup sebanyak 18 (60%), lama kerja dalam kategori lama sebanyak 20 (66,7%), dan perilaku hygiene dalam kategori cukup sebanyak 19 (63,3%). Hasil uji hubungan antara pendidikan dengan perilaku hygiene (p=0,038), pengetahuan dengan perilaku hygiene (p=0,141), dan lama kerja dengan perilaku hygiene (p=0,258). Kesimpulan penelitian ini ada hubungan pendidikan dengan perilaku hygiene penjamah makanan di PPMI Assalaam Sukoharjo dan tidak ada hubungan antara pengetahuan dan lama kerja dengan perilaku hygiene penjamah makanan di PPMI Assalaam Sukoharjo.
Perbedaan Berat Badan, Asupan Fe dan Zinc Antara Balita Stunting dan Non Stunting Di Puskesmas Gilingan Surakarta Kusudaryati, Dewi Pertiwi Dyah; Noviyanti, Retno Dewi; Rahmawati, Silvia Ika
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Faktor yang mempengaruhi terjadinya stunting antara lain berat badan, Fe dan zinc dikarenakan hal-hal tersebut berkaitan dengan pertumbuhan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan berat badan, asupan Fe dan zinc antara balita stunting dan non stunting di Puskesmas Gilingan Surakarta. Metode penelitian menggunakan desain cross sectional dan sebanyak 32 sampel dari masing-masing kelompok diukur berat badan serta dilakukan wawancara food recall 24 jam untuk menganalisis asupan Fe dan zinc. Analisis data menggunakan uji Independent t test dan Mann Whitney. Hasil penelitan menunjukkan kelompok balita stunting memiliki rerata berat badan, asupan Fe dan zinc lebih rendah daripada balita non stunting. Perbedaan berat badan (p=0,000), asupan Fe (0,019), dan asupan zinc (p=0,014) antara balita stunting dan non stunting. Kesimpulan dalam penelitian ini ada perbedaan berat badan, asupan Fe dan zinc antara balita stunting dan non stunting Di Puskesmas Gilingan Surakarta.
Hubungan Rasio Lingkar Pinggang Panggul (RLPP) dan Asupan Niasin dengan Kadar Gula Darah Pasien Diabetes Mellitus Tipe II di RSUD Ibu Fatmawati Soekarno Surakarta Fitria, Dewiyanti; Kusudaryati, Dewi Pertiwi Dyah; Noviyanti, Retno Dewi
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes Mellitus adalah suatu penyakit kronis yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah disertai dengan gangguan metabolisme karbohidrat, lipid, dan protein sebagai akibat tidak berfungsi atau kekurangan insulin. Hal tersebut dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti asupan makanan salah satunya asupan niasin serta status gizi baik obesitas ataupun obesitas sentral yang dapat dilihat melalui pengukuran RLPP. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan rasio lingkar pinggang panggul (RLPP) dan asupan niasin dengan kadar gula darah pasien diabetes mellitus tipe II di RSUD Ibu Fatmawati Soekarno Surakarta yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dengan menggunakan desain Analitik Observasional dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel penelitian adalah seluruh pasien Diabetes Mellitus Tipe II rawat jalan di RSUD Ibu Fatmawati Soekarno Surakarta. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. RLPP diperoleh dari hasil pengukuran lingkar pinggang dan panggul dan data asupan niasin diperoleh dari hasil wawancara semi FFQ sampel. Analisa data menggunakan uji Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar RLPP sampel kategori obesitas Abdominal (76,9%) dan asupan niasin sampel kategori kurang (73,1%). Hasil uji statistik hubungan RLPP dengan kadar gula darah diperoleh nilai p 0,435 dan uji statistik hubungan asupan niasin dengan kadar gula darah diperoleh nilai p 0,007. Kesimpulan : tidak ada hubungan antara RLPP dengan kadar gula darah pasien Diabetes Mellitus Tipe II di RSUD Ibu Fatmawati Soekarno Surakarta dan ada hubungan antara asupan niasin dengan kadar gula darah pasien Diabetes Mellitus Tipe II di RSUD Ibu Fatmawati Soekarno Surakarta.
Gambaran Nilai Gizi Yogurt Buah Pisang Ambon dengan Penambahan Ekstrak Kelor Luthfianto, Dodik; Noviyanti, Retno Dewi; Puspitasari, Erika Nur
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Yogurt merupakan produk olahan susu yang sangat diminati masyarakat diberbagai kalangan usia. Yogurt memiliki beragam macam tekstur, dari tekstur yang mirip dengan es krim bahkan beberapa produk yogurt berbentuk liquid, selain itu yogurt juga memiliki rasa khas yang sedikit asam. Yogurt mempunyai berbagai manfaat untuk kesehatan, namun sebagian besar yogurt dimanfaatkan untuk memelihara kesehatan pencernaan. Modifikasi olahan yogurt saat ini banyak dilakukan, tujuannya adalah untuk meningkat nilai gizi dan manfaat dari bahan mentahnya dan yogurtnya. Pembuatan yogurt pisang ambon dengan substitusi daun kelor diharapkan memiliki kombinasi yang kuat karena dari kedua bahan memiliki nilai gizi yang baik untuk kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kandungan zat gizi mikro (kalsium, kalium, magnesium dan zinc) pada yogurt buah pisang dengan penambahan ekstrak kelor. Metode penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan pada penelitian ini adalah konsentrasi daun kelor sebesar 6 ml, 8 ml dan 10 ml. perbandingan konsentrasi penambahan ekstrak daun kelor pada yogurt dengan variasi penambahan buah pisang ambon yaitu : perlakuan A (penambahan ekstrak daun kelor 6 ml dari volume susu sapi dan pisang ambon), perlakuan B (penambahan ekstrak daun kelor 8 ml dari volume susu sapi dan pisang ambon), perlakuan C (penambahan ekstrak daun kelor 10 ml dari volume susu sapi dan pisang ambon). Hasil penelitiannya adalah zat gizi kalium rata - rata 0,46% tertinggi sebesar 0,5%, magnesium rata-rata 78,2 ppm tertinggi sebesar 83,5 ppm, zinc rata-rata 16,95 ppm tertinggi sebesar 21,38 ppm dan kalsium rata-rata 676,37 ppm tertinggi sebesar 722,57 ppm. Kesimpulannya adalah kandungan zat gizi kalium magnesium, dan zinc tertinggi pada perlakuan dengan penambahan ekstrak daun kelor 10 ml. Kandungan kalsium, tertinggi pada perlakuan dengan penambahan ekstrak kelor 6 ml.