Claim Missing Document
Check
Articles

Redesigning the Coagulation Process for Treating Water Produced from Petroleum Drilling in Water Treatment Injection Plants Muharja, Maktum; Darmayanti, Rizki Fitria; Sonomoto, Kenji
Jurnal Teknik Kimia dan Lingkungan Vol. 9 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jtkl.v9i1.5156

Abstract

This study aims to optimize the coagulation process for treating wastewater produced from petroleum drilling. The research includes redesigning the flocculator to enhance the coagulation process. The initial quality of the wastewater, characterized by parameters such as turbidity and Total Suspended Solids (TSS), did not meet the environmental quality standards stipulated by the Indonesian government. Poly Aluminum Chloride (PAC) coagulant and Polyacrylic Acid (PAA) flocculant were utilized at varying doses of 10–150 ppm and 0.25–25 ppm, respectively. The study identified the key challenges in the current coagulation and flocculation processes, including inefficiencies in pollutant removal and high operational costs. Optimal doses of 10 ppm for coagulants and 0.25 ppm for flocculants were determined, resulting in daily operational cost savings of IDR 15,865,030. The economic analysis was conducted to project the potential cost savings based on the optimized dosages, indicating a reduction in chemical costs and operational expenses. Moreover, the optimal injection distance for PAA flocculant was found to be approximately 3.5 meters from the static mixer. A new design for the flocculator was proposed, incorporating these findings to improve the overall treatment efficiency. The redesigned flocculator prototype features a 6-meter-long horizontal tube, 1.5 meters in diameter, with 15 partitions spaced 40 cm apart, and a water level difference between the inlet and outlet of around 0.67 cm. These findings suggest that coagulation redesign and optimization, along with clarifier engineering, can significantly reduce operational costs and enhance water quality for injection into the earth.
Metode Baru Perhitungan Viskositas Intrinsik Dan Berat Molekul Polihidroksialkanoat Untuk Produksi Plastik Biodegradable Zikrillah, M.; Muharja, Maktum; Darmayanti, Rizki Fitria; Batuthoh, M. Wildan Ibnu; Khamil, Achri Isnan
Jurnal Penelitian IPTEKS Vol 8, No 2 (2023): JURNAL PENELITIAN IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/ipteks.v8i2.17700

Abstract

Polyhydroxyalkanoates (PHA) merupakan jenis polimer yang termasuk dalam plastik biodegradable. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan perhitungan viskositas intrinsik dan berat molekul dari Polihidroksialkanoat menggunakan metode Mark-Houwink. PHA dengan kosentrasi 0.1,0.2,0.3,0,4 gr/ml diumpankan ke dalam labu ukur yang berisi larutan kloroform (CHCl 3 ) dengan konsentrasi 50 ml lalu diaduk selama 4 jam, Setelah itu larutan dialirkan ke dalam kolom viskometer dengan kisaran waktu 1 menit. Berat molekul diukur dengan menggunakan metode Mark-Houwink. Hasil berat molekul yang diperoleh sebesar 621266.881 g/mol.  
Pengeringan buah tomat menggunakan tray dryer dengan bantuan foaming agent tween 80 Sholeha, Irdatus; Lestari, Afrila Tutut Dwijati; Wibowo, Jihan Nafila; Fadilah, Siska Nuri; Arimbawa, I Made; Muharja, Maktum
Jurnal Rekayasa Proses Vol 17 No 1 (2023): Volume 17, Number 1, 2023
Publisher : Jurnal Rekayasa Proses

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jrekpros.78931

Abstract

Tomat merupakan buah yang mengandung kadar air cukup tinggi yang dapat menyebabkan proses pembusukan. Menjadikan tomat ke bentuk bubuk melalui proses pengeringan adalah salah satu cara untuk mengawetkan buah tomat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik serta pengaruh foaming agent tween 80 pada pengeringan buah tomat dengan variasi laju udara fan, waktu dan temperatur. Metode yang digunakan adalah metode pengeringan tray dryer. Penelitian ini menggunakan variabel laju udara fan 3, 4, 5, 6 m/detik, waktu 30, 40, 50, 60 menit serta suhu 40, 50, 60, 70°C. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa laju alir udara optimum untuk mengeringkan tomat yang sudah menjadi busa dengan ketebalan 3 mm yaitu 3 m/s. Waktu pengeringan optimum yaitu 50 menit, dimana pada waktu 50 menit tersebut telah tercapai laju pengeringan yang rendah. Suhu pengeringan optimum yaitu 70°C dengan kecepatan pengeringan 0,005 gram/detik dan moisture content basis kering sebesar 0,06. Dengan demikian, metode ini dapat menjadi solusi untuk mengoptimalkan proses pengeringan tomat secara efisien.
Enhancing Monomeric Sugar Production from Coconut Husk by FeCl3-assisted Hydrothermal Pretreatment and Enzymatic Hydrolysis Wijaya, Candra; Sangadji, Ningsi Lick; Muharja, Maktum; Widjaja, Tri; Riadi, Lieke; Widjaja, Arief
Bulletin of Chemical Reaction Engineering & Catalysis 2025: BCREC Volume 20 Issue 3 Year 2025 (October 2025)
Publisher : Masyarakat Katalis Indonesia - Indonesian Catalyst Society (MKICS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9767/bcrec.20444

Abstract

Coconut husk (CCH), an abundant agricultural byproduct of the coconut processing industry, holds significant potential as a renewable feedstock for monomeric sugar production. However, efficient fractionation remains a challenge due to its recalcitrant lignocellulosic structure. This study investigates FeCl₃-assisted hydrothermal pretreatment (HTP) as a selective and scalable approach to enhance enzymatic hydrolysis efficiency and sugar recovery. The effects of FeCl₃ concentrations, temperatures, and unified of pretreatment conditions as combined hydrolysis factor (CHF) on biomass fractionation, modeling xylan dissolution, and monomeric sugar production were evaluated. Results indicate that 0.06 M FeCl₃ at 150 °C achieved the highest total monomeric sugar concentration of 7.364 g/L, an 11-fold increase compared to the non-catalyzed control (0.667 g/L) during HTP. This condition also facilitated 81.2% hemicellulose removal while minimizing cellulose and lignin degradation, thereby improving enzymatic digestibility. Furthermore, xylan hydrolysis also successfully developed with high correlation with unified CHF parameter. FeCl₃-assisted HTP CCH coupled with enzymatic hydrolysis further enhanced overall sugar recovery, with a total monomeric sugar yield of 18.4 g per 100 g raw CCH, representing a 4.4-fold increase compared to hydrothermally pretreated CCH without FeCl₃. These findings highlight FeCl₃-assisted HTP as a promising, cost-effective strategy for biomass fractionation, supporting its integration into lignocellulosic biorefineries for bio-based product development. Copyright © 2025 by Authors, Published by BCREC Publishing Group. This is an open access article under the CC BY-SA License (https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0).
SIMULASI KENAIKAN KAPASITAS PRODUKSI GULA PADA PROSES KARBONATASI DI PT. INDUSTRI GULA GLENMORE MENGGUNAKAN PERANGKAT LUNAK ASPEN PLUS Muharja, Maktum; Darmayanti, Rizki Fitria; Widjaja, Arief; Firmansyah, Arfian Alwi; Karima, Nur
JST (Jurnal Sains dan Teknologi) Vol. 11 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.192 KB) | DOI: 10.23887/jstundiksha.v11i1.39521

Abstract

PT Industri Gula Glenmore (PT. IGG) merupakan salah satu industri gula di Indonesia yang menggunakan metode defekasi remelt karbonatasi (DRK) pada proses pemurnian nira. Dalam beberapa tahun ke depan, PT IGG berencana menaikkan kapasitas produksi sebesar 8.000 ton/hari dari kapasitas semula sebesar 6.000 ton/hari. Oleh karena itu, studi ini bertujuan untuk menyimulasikan peningkatan produksi gula dari 6.000 menjadi 8.000 ton/hari dengan menganalisis neraca massa dan neraca energi dan mensimulasikannya menggunakan software Aspen Plus V11. Proses yang disimulasikan dalam studi ini berfokus pada kinerja karbonator. Hasil penghitungan kapasitas 6.000 ton/hari menunjukkan massa keluar dan energi yang dibutuhkan (∆H) pada karbonator 2 secara berturut-turut adalah 72.766,20 kg/jam dan -1.828,32 kkal/jam. Sedangkan pada kapasitas 8.000 ton/hari, massa keluar dan energi yang dibutuhkan pada karbonator 2 secara berturut-turut adalah 97.015,61 kg/jam dan -2.441,30 kkal/jam. Simulasi menggunakan aspen plus menunjukkan hasil dengan selisih perbedaan yang dapat ditoleransi dibandingkan dengan penghitungan neraca massa dan energi. Dari studi ini, simulasi peningkatan produksi gula akan berguna untuk mempermudah proses desain karbonator pada kenaikan kapasitas produksi atau penggantian metode pemurnian.
Optimalisasi Hidrolisis Air Subkritis Biomassa Ampas Tebu Berbantuan Surfaktan untuk Produksi Gula Reduksi Muharja, Maktum; Widjaja, Arief; Fadhilah, Nur; Darmayanti, Rizki Fitria; Fadilah, Siska Nuri
JST (Jurnal Sains dan Teknologi) Vol. 12 No. 3 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jstundiksha.v12i3.53403

Abstract

Penggunaan bahan bakar fosil yang menimbulkan banyak masalah mendorong peneliti untuk mengembangkan energi terbarukan. Ampas tebu sebagai limbah pertanian yang melimpah di Indonesia berpotensi untuk dimanfaatkan dalam produksi gula reduksi yang merupakan produk antara dari biofuel. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hidrolisis air subkritis ampas tebu menggunakan surfaktan Tween 80 untuk mengoptimalkan total perolehan gula reduksi. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimental kuantitatif. Analisa data yang digunakan yaitu analisis kuantitatif dan kualitatif. Proses air subkritis dioptimalkan dengan memvariasikan kondisi operasi suhu 130-170°C, waktu 30-60 menit, dan konsentrasi aditif 1-3%. Optimasi dilakukan dengan menggunakan Response Surface Methodology (RSM) untuk memahami perilaku faktor-faktor signifikan yang mempengaruhi konsentrasi gula reduksi. RSM ditentukan dengan menggunakan software Design-Expert V11. Hasil penelitian menunjukkan total gula reduksi tertinggi yaitu sebesar 470.6444 didapatkan pada variasi suhu 170°C, selama 30 menit, dan konsentrasi surfaktan 2%. Dari penelitian ini menunjukkan bahwa metode air subkritis dengan penambahan aditif dapat dipertimbangkan untuk produksi biofuel dari limbah ampas tebu dalam mendukung pengembangan energi terbarukan.
Techno-Economic Analysis of Extractive Butanol Fermentation by Immobilized Cells with Large Extractant Volume Darmayanti, Rizki Fitria; Muharja, Maktum; Zhao, Tao; Gao, Ming; Tashiro, Yukihiro; Sakai, Kenji; Sonomoto, Kenji
Jurnal Teknik Kimia dan Lingkungan Vol. 6 No. 2 (2022): October 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (717.755 KB) | DOI: 10.33795/jtkl.v6i2.337

Abstract

There are several challenges for ABE fermentation to be used in an industrial scale including the low of butanol yield, the high energy requirement for separation and purification, and the competeness of sugar with food demand as substrat. In this study, techno-economical aspects of ABE fermentation by using immobilized cells with large extractant volume were studied. Overall production process was designed using rice straw as raw material which is semi-hydrolyzed to produce cellobiose, glucose, xylose, and arabinose mixture. Concentrated sugar was then fed to extractive fed-batch fermentation using immobilized cells. Finally, extractant was recovered and products were purified by distillation column. By evaluating this process design for the small scale capacity of 238 kg-butanol and acetone/day, the energy requirement was 41.3 MJ/kg-butanol and acetone and the cost was 1.91 $/kg-butanol and acetone. Although the cost was higher than butanol produced by petrochemical process of 1.08 $/kg-butanol, it may reduce if the scale is increased.
Techno-Economic Analysis of Biogas Production from Cow Manure Muharja, Maktum; Khotimah, Husnul; Rizki Fitria , Darmayanti; Andika, Prastika; Achri Isnan, Khamil; Badril, Azhar
Jurnal Teknik Kimia dan Lingkungan Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jtkl.v8i1.3335

Abstract

Biogas has been considered as a renewable alternative energy produced by anaerobic digestion of cow manure. A process of anaerobic digestion of cow manure was simulated by Aspen Plus software to analyze the cost of production. The simulated project used cow manure wastes as a feedstock. From the study, economic analysis includes Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Payback period (PBP), and B/C Ratio. The resulting BEP value is 539.20, the NPV is 6,414,566,421.98, the IRR is 249.84%, and the B/C ratio is 1.66. These values can be said that the business of cow dung which is processed into biogas is feasible to run.
Fish-scale inspired superoleophobic membrane from cellulose: A Review Halim, Abdul; Ismayati, Maya; Gabriel, Azmi Alvian; Ihsanpuro, Surya Iryana; Medy, Nabil Septian; Muharja, Maktum; Enomae, Toshiharu
Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 18, No 1 (2023): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan (June, 2023 )
Publisher : Chemical Engineering Department, Syiah Kuala University, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23955/rkl.v18i1.26920

Abstract

Nature-inspired technology has been investigated widely. Anti biofouling properties of fish scale has inpired to improve membrane performance. Biofouling affects an oil-water separation membrane. The bacterial, coagulant, and hydrophobic oils attach to the membrane surface, demanding periodic cleaning. To overcome the problems, surface modification materials are introduced namely superoleophobic surface. The superoleophobic surface promises antifouling, high flux, and high separation efficiency. Superoleophobic surfaces are inspired by the scales on fish that form a hydrogel-like layer on their surface. The hydrogel repels oil and any organic materials, keeping the surface clean. The hydrogel of fish scales can be mimicked by cellulose-based materials. A dense layer of hydroxyl groups absorbs a lot of water and forms a hydrogel bond. The membrane with the cellulose hydrogel-like structure will perform a superoleophobic characteristic surface. The characteristic can be utilized as a functional membrane for oil-water separation. This article reviews the principle, mechanism, current development, and future challenges of bioinspired superoleophobic surfaces from cellulose-based materials for membrane applications.
PENGARUH PERENDAMAN, WAKTU DAN KETEBALAN PADA PENGERINGAN JAHE PUTIH (Zingiber officinale var. Amarum) MENGGUNKAN TRAY DYER DAN SOLAR DRYER Wardhani, Maharani Tri; Fadilah, Siska Nuri; Prastika, Andika; Arimbawa, I Made; Khamil, Achri Isnan; Darmayanti, Rizki Fitria; Muharja, Maktum
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 9 No. 1 (2023): March 2023
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v9i1.503

Abstract

Jahe merupakan salah satu rempah-rempah dengan tingkat produksi tertinggi di Indonesia. Jahe termasuk bahan yang mudah rusak dan tidak tahan lama, salah satu cara pengolahan jahe adalah dengan metode pengeringan untuk menjaga kualitas jahe. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perendaman terhadap kadar air, pengaruh waktu dan dimensi ketebalan jahe terhadap laju pengeringan. Metode yang digunakan adalah metode pengeringan tray dryer dan pengeringan konvensional menggunakan sinar matahari (solar drying). Penelitian ini menggunakan variabel waktu perendaman 10, 15, 20, 25 jam, waktu pengeringan 60, 90, 120 dan 150 menit serta variabel ketebalan bahan 2, 4, 6, dan 8 mm. Hasil penelitian menunjukkan kadar air terendah sebesar 1.0785 g didapatkan saat perendaman 25 jam. Laju pengeringan optimum menggunakan tray dryer sebesar 0,433 g/menit pada waktu 60 menit dan ketebalan 2 mm. Laju pengeringan optimum menggunakan solar dryer didapatkan saat pengeringan selama 90 menit yaitu 0,167 g/menit dan ketebalan 2 mm sebesar 0,133 g/menit. Kualitas pengeringan menggunakan tray dryer lebih baik jika dibandingkan dengan solar dryer ditinjau dari warna dan tingkat kekeringan jahe. Dengan demikian, metode ini dapat menjadi solusi untuk mengoptimalkan proses pengeringan jahe secara efisien.
Co-Authors A Halim Abdul Halim Achmad Chumaidi, Achmad Achri Isnan Khamil Achri Isnan, Khamil Adelia Rosalina Adelina, Saltsabita Nourin Afrila Tutut Dwijati Lestari Agra Bachtiar Andika Prastika Andika, Prastika Ari Susanti Arief Widjaja Arshy, David Permana Aswie, Viqhi Atiqa Rahmawati Atiqa Rahmawati Ayu Salsabila, Putri Azmi Alvian Gabriel Badril Azhar Badril, Azhar Batuthoh, M. Wildan Ibnu Bekti Palupi Bima Suci, Syeikh Maulana Boy Arief Fachri Bramantyo Airlangga Candra Wijaya, Candra Daniel Happy Putra Diana Fitriati Difka Augustina Diana Sari Dimas Nur Herdianto Ditta Kharisma Yolanda Ditta Kharisma Yolanda Putri Doty Dewi Risanti Dwina Moentamaria Dyah Ayu Savitri Dyah Sawitri Dyah Sawitri Enomae, Toshiharu Fadilah, Siska Nuri Felix Arie Setiawan Filial Ahliana Rahmaniyah Firmansyah, Arfian Alwi Hakiki, Rizki Maulana Hanggara Sudrajat Hanny F. Sangian Helda Wika Amini Helda Wika Amini Helgananta Adirya Sabian Heni Pujiastuti Hesti Lipuring Tyas Hidayatullah Hidayatullah Husnul Khotimah Husnul Khotimah I Made Arimbawa I Made Arimbawa I Made Arimbawa Ihsanpuro, Surya Iryana Ilham Alamsah Ilham Alamsyah Indrayani, Lilin Irdatus Sholeha Irfan Albana Irfin, Zakijah Ismayati, Maya Istiqomah Rahmawati Jayyid Zuhdan Jihan Nafila Wibowo Karima, Nur Kenji Sakai KENJI SONOMOTO Kenji Sonomoto Khamil, Achri Isnan Khotimah , Husnul Lestari, Afrila Tutut Dwijati Lieke Riadi Lizda Johar Mawarani M. Zikrillah Maharani, Regita Gustiayu Pramisti Mahfud Mahfud Medy, Nabil Septian Megasari, Tri Elok Setya Meta Fitri Rizkiana Ming Gao Ming Gao Mohammad Abdul Aziz Fajar Mohammad Nashir Idham Kholid Mohammad Nazarudin Ali Muhammad Rizalluddin Mutiara Rengganis Nurul Putri Azhari Nailufhar , Lili Niki Etruly Nova Chintya Kurniawati Nugroho, Imam Wahyu Beny Nur Fadhilah Nur Fadhilah Nur Fadhilah Nur Fadhilah Nur Karima Nurtsulutsiyah Nurtsulutsiyah Prastika, Andika Ramadana, Ifan Ramadhani, Salsabila Amania Rekha Aliyya Isma Rizki Fitria , Darmayanti Rizki Fitria Darmayanti Rizki Fitria Darmayanti Ruri Agung Wahyuono Sakai, Kenji Salsabila, Putri Ayu Sangadji, Ningsi Lick Satrio, Dendy Shofia Khoirunissa, Dita Sholeha, Irdatus Siska Nuri Fadilah Siska Nuri Fadilah Siska Nuri Fadilah Siska Nuri Fadilah Sjarief Widjaja Susilowati Susilowati Tantular Nurtono Tao Zhao Tao Zhao Tashiro, Yukihiro Tri Dwinanda Nursoliha Tri Widjaja Tyas , Hesti Lipuring Wardani, Salza Belila Kusuma Wardhani, Maharani Tri Wibowo, Jihan Nafila Yakub Hendrikson Manurung Yakub Hendrikson Manurung Yolanda Putri, Ditta Kharisma Yukihiro Tashiro Zakia Ainun Salsabila Zikrillah, M. Zuhriah Mumtazah