Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

MEMBANGUN KESADARAN MASYARAKAT DESA TENIGA AKAN PENTINGNYA LINGKUNGAN SEHAT DAN BERSIH Dedi Yusuf; Supriyadi Supriyadi; Hijril Ismail; Ilham Ilham; Hidayati Hidayati; Abdul Kadir; Edi Edi; Lukman Lukman; Etika Ariyani
Journal of Community Empowerment Vol 2, No 2 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/joce.v2i2.21140

Abstract

ABSTRAKKebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab setiap warga masyarakat. Lingkungan yang sehat mencerminkan kualitas hidup masyarakat dan menjamin terjaganya kesehatan setiap individu. Program pengabdian masyarakat ini dilakukan di Desa Teniga, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara. Salah satu masalah yang perlu diperhatikan di daerah ini adalah pencemaran lingkungan, yaitu sampah organik dan anorganik berupa limbah rumah tangga yang dapat merusak kebersihan lingkungan. Adapun tujuan pengabdian ini bertujuan untuk  meningkatkan  kepedulian  masyarakat Desa teniga terhadap pentingnya kebersihan dan kesehatan lingkungan. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini yaitu dengan pelaksanaan sosialisasi perihal pemilahan sampah yang tepat. Aksi lapangan diataranya dengan kegiatan pembagian plastik sampah sebagai wadah sementara yang di bagikam di rumah rumah masyarakat Desa Teniga, memonitoring tiga kali dalam satu minggu guna mengetahui masyarat telah tepat dalam pemilahan sampah. Pemilahan sampah organik dan Anorganik memanfaatkan sampah menjadi bahan kreasi atau kerajinan tangan untuk sampah anorganik dan Pembuatan gumelang  untuk proses pembuatan kompos bagi sampah organik. Mengajak masyarakat gotong royong bersama membersihkan lingkungan di sekitar desa teniga. Kegiatan pengabdian dapat terlaksana dengan baik atas dukungan antusias dan kontribusi dari masyarakat di Desa Teniga.Kata Kunci: Kesadaran, Masyarakat,bersih  ABSTRACT Environmental cleanliness is the responsibility of every citizen. A healthy environment reflects the quality of life of society and ensures the maintenance of the health of each individual. This community service program was carried out in Teniga Village, Tanjung District, North Lombok Regency. One of the problems that needs to be considered in this area is environmental pollution, namely organic and inorganic waste in the form of household waste which can damage environmental cleanliness. The aim of this service is to increase the awareness of the Teniga Village community regarding the importance of environmental cleanliness and health. The method used in this service is by carrying out socialization regarding proper waste sorting. Field actions include distributing plastic waste as temporary containers which are distributed in the homes of the people of Teniga Village, monitoring three times a week to find out if the community is correct in sorting waste. Sorting organic and inorganic waste, using waste to make creative materials or handicrafts for inorganic waste and making gumelang for the process of making compost for organic waste. Inviting the community to work together to clean the environment around Teniga village. Community service activities can be carried out well with enthusiastic support and contributions from the community in Teniga Village. Keywords: Awareness, society,clean
ANALISIS POLA PEMBELAJARAN DALAM PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI PADA ERA SOCIETY 5.0 SEBAGAI IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA Hidayati Hidayati; Ribut Eriyanti; Dian Ekamayasari; Indah Permaisuri; Muhammad Nabil
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 13, No 1 (2025): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v13i1.29194

Abstract

Abstrak: Menurut Tomlinson, guru dapat menggunakan berbagai macam aktivitas dalam pembelajaran berdiferensiasi untuk memenuhi kebutuhan setiap siswa, maka diharapkan seluruh siswa dapat mempelajari materi sesuai dengan pemahaman dan kemampuan masing-masing, mencegah terjadinya frustasi dan menumbuhkan kenyamanan dalam proses pembelajaran di era society 5.0 yang berlatar belakang sosial yang menuntut pembelajaran inovatif dan berbasis teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pola pembelajaran yang menggunakan teknologi dalam pembelajaran berdiferensiasi pada Kurikulum Merdeka di kelas VII SMPN 1 Pemenang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk mengeksplorasi fenomena yang terjadi di lapangan melalui metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan e-learning dengan metode blended learning atau hybrid yang menggabungkan pembelajaran secara daring dan tatap muka mampu menciptakan pengalaman belajar yang lebih komprehensif dan signifikan karena penggunaannya mampu meningkatkan efektivitas dengan penerapan metode dan inovasi pemanfaatan media bagi siswa dalam peningkatan pemahaman, ketrampilan belajar secara mandiri juga mampu menilai diri sendiri. Selain itu, metode ini juga melibatkan orang tua dimana hal ini sekaligus dapat mempersiapkan siswa untuk menghadapi tantangan dunia nyata dengan keterampilan yang lebih baik. Abstract:  According to Tomlinson, teachers can implement a variety of learning activities in differentiated instruction to address the diverse needs of students. This approach ensures that students can engage with the material according to their respective levels of understanding and ability, thereby minimizing frustration and fostering comfort in the learning process. In the era of Society 5.0—characterized by a socially-driven demand for innovation and technology-based education—differentiated learning becomes increasingly relevant. This study aims to analyze the effectiveness of technology-integrated learning patterns within differentiated instruction as implemented in the Independent Curriculum. Using a qualitative research approach, this study explores real-world phenomena through observation, interviews, and documentation. The findings reveal that employing e-learning through blended or hybrid learning models, which combine online and face-to-face instruction, offers a more holistic and impactful learning experience. This method enhances learning effectiveness by integrating diverse strategies and innovative media to support student comprehension, independence, and self-assessment skills. Moreover, the involvement of parents in this approach contributes to preparing students for real-world challenges by equipping them with more adaptive and relevant competencies
PENERAPAN DIFERENSIASI PEMBELAJARAN DALAM KURIKULUM MERDEKA DI SEKOLAH PENGGERAK Hidayati Hidayati; Dian Eka Mayasari Sri Wahyuni; Ribut Wahyu Eriyanti; Ria Arista Asih; Fauzan Prof. Dr. M Pd
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 12, No 2 (2024): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v12i2.24209

Abstract

Abstrak: Pembelajaran berdiferensiasi adalah pembelajaran yang mengakomodasi keberagaman peserta didik menurut kesiapan, minat, dan preferensi belajar. Pendidik harus mempersiapkan pembelajaran dengan serangkaian perlakuan dan aktivitas yang unik bagi setiap peserta didik ketika menerapkan pembelajaran berdiferensiasi. Mengetahui bagaimana pembelajaran berdiferensiasi diterapkan dalam kurikulum merdeka khususnya di sekolah penggerak menjadi tujuan dari penelitian ini. Penelitian ini menggunakan metodologi deskriptif kualitatif bahkan lebih cenderung menggunakan analisis. Temuan dari penelitian ini mendukung gagasan diferensiasi proses, yang lebih berfokus pada bagaimana pendidik mendorong peserta didiknya untuk berpartisipasi dalam pembelajaran mandiri dan aktivitas penemuan pengetahuan berdasarkan pengalaman belajar yang disajikan pendidik. Untuk membuat proses pembelajaran yang holistic dan menyenangkan, pendidik harus membuat pertanyaan pemantik, menyajikan konten yang menarik, dan memberikan pengalaman belajar selama proses pembelajaran berlangsung. Lingkungan belajar yang kondusif bagi siswa merupakan salah satu ciri pembelajaran yang berdiferensiasi. Siswa tidak perlu belajar hanya di dalam kelas; sebaliknya, mereka dapat belajar di luar kelas dengan memanfaatkan lingkungan sekitar sebaik-baiknya.Abstract:  According to each student's readiness, interests, and preferred method of learning, differentiated learning takes into account individual uniqueness. Differentiated learning requires teachers to set up a set of special interventions and activities for every pupil. This study seeks to understand how differentiated learning is applied in the autonomous curriculum, particularly in driving schools. This study employs a qualitative descriptive method that frequently use of analysis. The results of this study provide credence to the concept of process differentiation, which is centered more on how teachers promote their pupils' participation in self-directed learning and knowledge-building activities based on the experiences they have given them. Throughout the learning process, teachers should provide thought-provoking questions, offer engaging content, and facilitate learning experiences in order to establish a comprehensive and joyful learning environment. One feature of diversified learning is a setting that is favorable for pupils to study in. By making the most of their surroundings, pupils can study outside of the classroom in addition to in it.