Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Peningkatan Hasil Belajar Bahasa Inggris dengan Model Pembelajaran PBL Pada Siswa Kelas 4 di SDN 26 Mataram Ki Agus Fazrul Khalil; Lilik Suryani; Jumita Putri Maeyadi Utari; Jumrati Jumrati; Kholidatur Rohmi; Baiq Desi Milandari; Uswatun Hasanah
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 9 No. 4 (2024): November
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v9i4.2662

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatan hasil belajar  bahasa Inggris dengan model pembelajaran PBL pada siswa kelas 4 di SDN 26 Mataram. Latar belakang penelitian ini adalah siswa kelas 4 belum dapat memahami materi bahasa inggris dengan baik, hal ini disebabkan oleh beragai faktor seperti kurangnya motivasi, pelajaran bahasa Inggris yang tidak diberikan disemua kelas. Metode penilitian ini adalah kuantitatif dan kualitatif.Model pembelajaran yang digunakan adalah PBL (Problem Based Learning) Data diperoleh melalui tes tulis pada akhir pembelajaran.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus 1 persentase ketuntasan peserta didik adalah 74,28%. Kemudian pada siklus 2 persentase ketuntasan peserta didik meningkat menjadi 80%. Kesimpulannya penerapan model pembelajaran Berbasis Proyek (Project-Based Learning, PBL) secara signifikan meningkatkan hasil belajar bahasa Inggris pada siswa kelas 4 di SDN 26 Mataram. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan skor tes bahasa Inggris siswa setelah menerapkan model PBL dibandingkan dengan sebelum penerapan model tersebut.
Pengembangan Potensi Akademik Siswa SDN 1 Banyumulek melalui Pendampingan Olimpiade Matematika, IPA, dan IPS Tingkat Kecamatan Ummara Syahadatun Ain; Baiq Desi Milandari; Widi Agus Loreti; Syukri Sani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sains Indonesia Vol. 8 No. 1 (2026): JPMSI (Jurnal Pengabdian Masyarakat Sains Indonesia)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmsi.v8i1.2019

Abstract

This community service activity aims to improve conceptual understanding, analytical thinking skills, and learning motivation of elementary school students in preparing for the National Student Sports Olympiad (O2SN) in Mathematics, Science, and Social Studies. The problems faced include low conceptual understanding, low learning motivation, and lack of structured mentoring. This activity was carried out through an intensive mentoring program involving three fifth-grade students for 3–4 weeks. The method used was descriptive qualitative with data collection techniques including observation, interviews, and documentation. Data were analyzed using the Miles and Huberman interactive model. The results showed improvements in both cognitive and affective aspects. Students demonstrated better conceptual understanding and problem-solving skills, as well as increased motivation and self-confidence. Therefore, this mentoring program is effective in preparing students for academic competitions while also fostering better learning character.
Pengembangan Buku Berjenjang Berbasis Etnoliterasi pada Siswa Kelas Rendah Kategori Intervensi Khusus Bajra Maya Yusriah; Baiq Desi Milandari; Baiq Olivia Dwita Elvira; Syukri Sani
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 2 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i2.713

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Buku Berjenjang Berbasis Etnoliterasi sebagai media literasi awal bagi siswa kelas rendah kategori Intervensi Khusus di SDN 1 Banyumulek. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan 4D (Define, Design, Develop, Disseminate). Subjek penelitian adalah 13 siswa kelas rendah kategori Intervensi Khusus. Instrumen penelitian meliputi lembar validasi ahli materi, lembar validasi ahli media, angket respons guru, dan angket respons siswa. Hasil validasi ahli materi dan ahli media masing-masing memperoleh persentase kelayakan sebesar 86% dengan kategori Sangat Layak. Hasil respon guru memperoleh persentase 75% dengan kategori Baik, sedangkan respon siswa memperoleh persentase 88% dengan kategori Sangat Baik. Dengan demikian, Buku Berjenjang Berbasis Etnoliterasi Gerabah Nusantara dinyatakan valid dan praktis sebagai media literasi awal bagi siswa kelas rendah kategori Intervensi Khusus. Penelitian ini berimplikasi secara teoretis dengan memperkuat konsep integrasi etnoliterasi dan buku berjenjang sebagai pendekatan inovatif dalam pembelajaran literasi awal. Secara praktis, temuan ini memberikan alternatif media pembelajaran kontekstual berbasis budaya lokal yang dapat membantu guru mendampingi siswa kategori Intervensi Khusus secara lebih terstruktur, bermakna, dan menyenangkan, sekaligus menjadi rujukan bagi pengembangan media literasi serupa di daerah lain yang memiliki kekayaan budaya lokal.
REVITALISASI BAHASA DAERAH MELALUI DIGITAL STORYTELLING BAGI GENERASI ALPHA SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN KEPUNAHAN BAHASA DAERAH Baiq Yuliatin Ihsani; Linda Ayu Darmurtika; Baiq Desi Milandari; Inang Irma Rezkillah
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 9, No 3 (2026): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v9i3.41182

Abstract

Abstrak: Perkembangan teknologi digital dan dominasi konten global menyebabkan minat generasi muda terhadap bahasa dan budaya lokal semakin berkurang. Selain itu, guru masih menghadapi keterbatasan dalam mengembangkan media pembelajaran berbasis teknologi yang menarik dan kontekstual, sementara sekolah belum memiliki repositori digital budaya lokal yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Program ini bertujuan untuk meningkatkan minat siswa terhadap Bahasa Sasak, memperkuat literasi budaya berbasis kearifan lokal, meningkatkan kompetensi guru dalam pengembangan media digital, serta membangun repositori digital cerita rakyat Sasak sebagai sumber belajar berkelanjutan. Metode pelaksanaan meliputi analisis kebutuhan, sosialisasi program, pelatihan guru, workshop digital storytelling bagi siswa, penerapan teknologi melalui pemanfaatan Canva dan CapCut, pendampingan, evaluasi, dan penyusunan strategi keberlanjutan program. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh tahapan program terlaksana dengan baik. Sebanyak 5 guru berhasil dilatih dalam penyusunan storyboard dan produksi media digital, sedangkan 30 siswa terlibat aktif dalam pembuatan digital storytelling berbasis cerita rakyat Sasak. Program menghasilkan 15 video digital storytelling siswa, 5 video pembelajaran guru, digitalisasi 20 cerita rakyat Sasak, serta 1 repositori digital budaya sekolah. Evaluasi menunjukkan peningkatan minat siswa terhadap Bahasa Sasak sebesar 35,7% dan peningkatan kompetensi digital guru secara signifikan. Program ini memberikan dampak positif terhadap pelestarian Bahasa Sasak, peningkatan literasi budaya siswa, penguatan kompetensi digital guru, serta pengembangan sekolah sebagai pusat pelestarian budaya lokal berbasis teknologi yang berkelanjutan.Abstract:  The development of digital technology and the dominance of global content have led to a decline in the younger generation’s interest in local languages and cultures. In addition, teachers still face limitations in developing engaging and contextually relevant technology-based learning materials, while schools do not yet have a digital repository of local culture that can be utilized sustainably. This program aims to increase students’ interest in the Sasak language, strengthen cultural literacy based on local wisdom, enhance teachers’ competencies in developing digital media, and build a digital repository of Sasak folktales as a sustainable learning resource. Implementation methods included needs analysis, program outreach, teacher training, digital storytelling workshops for students, technology implementation using Canva and CapCut, mentoring, evaluation, and the development of a program sustainability strategy. The results of the activities showed that all program phases were successfully implemented. A total of 5 teachers were trained in storyboard development and digital media production, while 30 students were actively involved in creating digital storytelling projects based on Sasak folklore. The program produced 15 student digital storytelling videos, 5 teacher instructional videos, the digitization of 20 Sasak folklore stories, and 1 digital repository of school culture. The evaluation showed a 35.7% increase in student interest in the Sasak language and a significant improvement in teachers’ digital competencies. This program has a positive impact on the preservation of the Sasak language, the improvement of students’ cultural literacy, the strengthening of teachers’ digital competencies, and the development of schools as sustainable, technology-based centers for the preservation of local culture.
The effectiveness of ethnopedagogy in revitalising local wisdom in formal education: A phenomenological review Uswatun; Baiq Desi Milandari; Arpan Islami Bilal; Malami Muhammad Garba; Muhammad Hafeez
Indonesian Journal of Educational Development (IJED) Vol. 6 No. 4 (2026): February 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/ijed.v6i4.5742

Abstract

Ethnopedagogy is an educational approach grounded in culture that plays an important role in preserving local wisdom amid the challenges of globalisation. This study aims to describe the integration of local cultural values into the learning process and culture-based school programmes, explain the role of ethnopedagogy in shaping students' character and strengthening their cultural identity, and identify forms of collaboration between schools and communities to support the sustainability of local wisdom-based learning. This study used a qualitative phenomenological approach and was conducted at one of the public elementary schools in West Lombok Regency. The research subjects included the principal, teachers, community leaders, and 30 students in grades V and VI. Data was obtained through observation, interviews, and documentation, then analysed using the Miles and Huberman model, which includes data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of the study indicate that ethnopedagogy is effective through Cultural Saturday activities, batik making, and Gendang Beleq drumming, which instil character values and a sense of cultural pride. The incorporation of local wisdom into Civics and Science lessons increases student motivation and understanding, while cooperation between schools and the community supports the sustainability of culture-oriented learning. A comparative analysis of informants' perspectives reveals heterogeneous learning experiences: male students are more interested in traditional Gendang Beleq music, while female students are more interested in batik and dance activities. Ethnopedagogy can be an effective educational approach for strengthening character education, preserving local culture, and developing contextual learning rooted in national cultural values.