Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Pemberdayaan Lansia dalam Pencegahan Demensia: Sebuah Kajian Literatur Sistematis Sihombing, Ferdinan; Sianturi, Sondang Ratnauli; Pratidina, Eki; Hidayat, Faried Rahman; Ola, Fransiska Keron
JAPPA: Jurnal Andragogi Pedagogi dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 3, No 2 (2025): JURNAL JAPPA
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jappa.v3i2.73974

Abstract

AbstrakDemensia merupakan masalah kesehatan global yang terus meningkat seiring bertambahnya populasi lansia. Meskipun belum ada terapi kuratif, sekitar 40% kasus demensia dapat dicegah melalui pengendalian faktor risiko yang dapat dimodifikasi. Pemberdayaan lansia sebagai subjek aktif dalam menjaga kesehatan kognitifnya telah diakui sebagai strategi potensial dalam pencegahan demensia. Kajian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis pendekatan pemberdayaan lansia dalam konteks pencegahan demensia, serta mengevaluasi efektivitas dan tantangan implementasinya. Kajian literatur sistematis disusun berdasarkan pedoman PRISMA 2020, dengan penelusuran artikel melalui database PubMed hingga Mei 2024. Kata kunci pencarian mencakup konsep pemberdayaan lansia dan pencegahan demensia. Kriteria inklusi meliputi studi yang melibatkan lansia ≥60 tahun, intervensi berbasis pemberdayaan, desain kuantitatif, kualitatif, atau campuran, dan dipublikasikan dalam jurnal peer-reviewed. Total lima artikel memenuhi kriteria untuk dianalisis. Beragam pendekatan pemberdayaan ditemukan, mulai dari program kelompok berbasis komunitas, model perawatan berbasis pemberdayaan di panti wreda, hingga intervensi multikomponen yang mencakup pelatihan kognitif dan edukasi gaya hidup. Pemberdayaan terbukti meningkatkan kontrol diri, partisipasi, self-efficacy, dan kualitas hidup lansia. Pemberdayaan lansia berperan penting dalam strategi pencegahan demensia. Namun, integrasi sistematis pemberdayaan ke dalam intervensi masih terbatas. Diperlukan pengembangan model intervensi yang adaptif terhadap konteks sosial-budaya dan sistem kesehatan lokal. Kata Kunci: lansia, demensia, pemberdayaan, pencegahan, fungsi kognitif. 
Peran Ayah Dalam Pembentukan Penyimpangan Perilaku Seksual pada Homoseksual dari Perspektif Pelaku Homoseksual Di Kota Bandung Pratidina, Eki; Munawaroh, Madinatul; Nurarofah, Shiti Fadliah; Apriliani, Fina
Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel Vol. 15 No. 2 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel
Publisher : Institut Kesehatan Immanuel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36051/jiki.v15i2.165

Abstract

Peran ayah (fathering) merupakan peran yang dilakukan oleh seorang laki-laki dalam satu keluarga yang memiliki tugas mengarahkan anak menjadi mandiri dan berkembang positif, baik secara fisik dan psikologis. Peran ayah sama pentingnya dengan peran seorang ibu walaupun waktu yang dihabiskan bersama anak relatif lebih sedikit dibandingkan seorang ibu. Permasalahan penyimpangan orientasi seksual banyak faktor yang dapat menjadi penyebabnya. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi peran ayah dalam pembentukan penyimpangan perilaku seksual. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyimpangan perilaku seksual berkontribusi dengan fungsi keluarga, manajemen sumber daya keluarga serta proses pembentukan konsep diri anak. Peran ayah dalam keluarga tidak hanya keterlibatannya dalam menjalankan fungsi keluarga seperti fungsi ekonomi, akan tetapi keterlibatan ayah dalam interaksi positif dengan anak aktif dapat memberikan nilai dan karakter pada pembentukan konsep diri anak. Peran ayah (fathering) dapat membantu proses tumbuh kembang anak salah satunya pemenuhan kebutuhan psikologi dan sosialisasi. Dukungan orangtua dalam menuntaskan tugas perkembangan anak dapat menghindari dari perilaku penyimpangan, termasuk penyimpangan seksual. Perkembangan anak erat kaitannya dengan peran orang tua dalam menentukan pandangan dan nilai bagi anak untuk berperilaku. Peran ayah diharapkan dapat melaksanakan fungsinya dengan baik sehingga fungsi manajemen keluarga dapat berfungsi sebagaimana mestinya di dalam keluarga.
Characteristics of Male Sex Men Who Screen for Sexually Transmitted Infections in an Effort to Prevent HIV/AIDS Pratidina, Eki; Maulana, Imam
International Journal of Ethno-Sciences and Education Research Vol. 3 No. 2 (2023): International Journal of Ethno-Sciences and Education Research (IJEER)
Publisher : Research Collaboration Community (Rescollacom)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46336/ijeer.v3i2.425

Abstract

HIV/AIDS is an infectious disease that is currently happening in Indonesian society. Globally, the number of HIV (Human Immunodeficiency Virus) has tended to increase from 2010-2019 with the spread of the virus in all age groups. The high number of HIV cases in Indonesia is due to free-sex behavior and the low level of public knowledge about risky sexual behavior, prevention of unwanted pregnancies, and sexually transmitted diseases. The total number of people with HIV/AIDS (ODHA) in Indonesia as a whole until March 2021 was recorded at 427,201 people, and AIDS cases were 131,417 people. Data from the Ministry of Health of the Republic of Indonesia, the number of people living with HIV based on risk factors found that 27.2% of homosexuals were 26.3% of the male sex men and 0.9% of drag. One of the high-risk groups is male sex men who have abnormal sexual deviations and have a tendency to lead to sexual crimes. This study aims to obtain an overview of the characteristics of male sex men who carry out screening for Sexually Transmitted Infections to prevent HIV/AIDS. This research method uses a quantitative description method. The population is male sex men as many as 85 people. The sampling technique used purposive sampling, obtained a sample of 46 male sex men. Data collection techniques with questionnaires. Data analysis using univariate analysis. The results showed that the age of the majority (63%) of the respondents was between 21-30 years old, the domicile of the majority (65.2%) of the respondents resided in Bandung, the last education of the majority (56.5%) of the respondents had a senior high school education, almost all respondents (76.1%) as many as 35 people had jobs, history of screening Sexually Transmitted Infections negative and the activity of using condoms during sex, the majority (71.7%) of respondents always use condoms during sex. Productive age is an age that needs to get special attention, especially in risky sexual activity, this can be seen from the use of condoms when male sex men have sexual intercourse. This becomes our joint consideration in efforts to prevent HIV/AIDS in productive age. This study aims to obtain the results of risky sexual behavior in male sex men through screening for Sexually Transmitted Infections to prevent HIV/AIDS
Faktor faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada pra lansia Darajat, Agus Miraj; Pratidina, Eki; Triana, Egi
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 7 (2025): December Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i7.1879

Abstract

Background: The prevalence of hypertension in Indonesia reaches 34.1% among the population aged 18 years and above. Several factors can influence the incidence of hypertension in pre-elderly individuals, including unhealthy lifestyles: excessive salt consumption, lack of physical activity, and stress can contribute to the incidence of hypertension. Furthermore, a family history of hypertension can increase the risk of hypertension in pre-elderly individuals. Purpose: To identify factors associated with the incidence of hypertension in pre-elderly individuals. Method: This correlational study aims to detect the relationship between internal and external variables based on the correlation coefficient. This correlational study is a descriptive study that can reveal statistical relationships. Results: Bivariate analysis showed that all factors, such as age, gender, hypertension, family history, salt consumption, physical activity, BMI, smoking, and respondents' knowledge level, were not associated with hypertension, with a p-value of 0.669 (p > 0.05). This result was also supported by Fisher's exact test, with a p-value of 1.000. Conclusion: All factors, such as age, gender, hypertension, family history, salt consumption, physical activity, BMI, smoking, and knowledge level, were not associated with hypertension in pre-elderly individuals. Keywords: Factors; Hypertension; Pre-elderly. Pendahuluan Prevalensi hipertensi di Indonesia mencapai 34.1% pada penduduk usia ≥18 tahun. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kejadian hipertensi pada pra lansia antara lain, gaya hidup tidak sehat: konsumsi garam berlebih, kurangnya aktivitas fisik, dan stres dapat mempengaruhi kejadian hipertensi. Selain itu riwayat keluarga yang memiliki riwayat hipertensi dapat meningkatkan risiko terjadinya hipertensi pada pra lansia. Tujuan: Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pra lansia. Metode: Penelitian dengan metode korelasional yang bertujuan untuk mendeteksi kaitan varias-variasi yang ada di dalam dengan variasi- variasi yang berasal dari luar didasarkan pada koefisien korelasi. Penelitian korelasional ini termasuk penelitian deskriptif yang dapat mengungkapkan hubungan secara statistik Hasil: Uji bivariate menunjukkan bahwa semua faktor-faktor seperti umur, jenis kelamin, kejadian hipertensi, riwayat keluarga, penggunaan asin, aktivitas fisik, aktivitas IMT, perokok, dan tingkat pengetahuan responden tidak ada hubungan dengan kejadian hipertensi dengan nilai p = 0.669 (p > 0.05). Hasil ini didukung pula oleh uji Fisher’s Exact Test dengan nilai p = 1.000. Simpulan Semua faktor tidak ada hubungan dengan kejadian hipertensi pada pra lansia seperti umur , jenis kelamin, kejadian hipertensi, riwayat keluarga, penggunaan asin, melakukan aktifitas, imt, perokok, dan tingkat pengetahuan.. Kata Kunci: Faktor; Hipertensi; Pra lansia.      
Co-Authors Ade Tika Herawati Aiyi Asnawi Akbar Marta Nurpauzi Amida Sriwianti Sarbini Amini, Nadia Ushfuri Ana Ikhsan Hidayatullah Anggi Jamiyanti Anita Rushendarti Apriliani, Fina Ayu Diyana Ayu Triani Cucu Rokayah Daryanti, Eneng Denni Fransiska Helena Denni Fransiska Helena M Derajat, Agus Mi'raj Diana Ulfah Ellin Febrina Ellin Febrina Erika Sri Yulia Agustiani Etika Emaliyawati Fatmaningsih, Vivi Yulia Fauzan Z Muttaqin Fauzan Zein Mutaqin Fauzan Zein Muttaqin Fauzi, Muhamad Ihsan Fazry Rachmatulloh Gita Puspitasari Hana Nabiilah Hidayat, Faried Rahman Iceu Mulyati Iceu Mulyati Ida Nurfikah Ika Kana Trisnawati imam maulana, imam Imam, Haerul Indarna , Asep Aep INDARNA, ASEP AEP Intan Asmarani Irawan, Susan Ivan Andriansyah Jundiah, R. Siti Jundiah, Raden Siti Kania Fajarwati M. Isronijaya Madinatul Munawaroh Maharani Citra Nabila Mahardika, Abdi Manaf Manaf Manaf, Manaf Meda Yuliani Meda Yuliani Mitha Syaharani Muslim, Dede Nur Aziz Mutia Maudina Mutiara Mumthaz Nova Riani Novianti, Wini Resna Nugraha, Dedep Nur Intan Hayati Husnul Khotimah Nur Intan Hayati Husnul Khotimah Nurarofah, Shiti Fadliah Nurazizah, Siti Nurlieta Ananda T Ola, Fransiska Keron Putri Intan Pandini Rahayu, Sri Mulyati Rahayu, Sri Mulyati Rahmat Santoso Risa Agustiani Rizqi, Soni Mochamad rokayah, cucu Roni, Asep Saarah Putri K. P Sihombing, Ferdinan Silpiana Amelia Silpiani, Silpiani Sondang Ratnauli Sianturi Soni Muhsinin Sutrisno, Entris Tambunan, Irisanna Tambunan2, Irisanna Tiara Nuraeni Tri Nur Jayanti Triana, Egi Untung Sudharmono Widhya Aligita Widhya Aligita Widyawati Widyawati Widyawati Yafi Cahyana Mauladan Yulianti Anjayani Yulianti Anjayani